cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a double blind-peer-reviewed journal managed by Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga cooperates with the Himpunan Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar Indonesia presenting diverse themes, yet still within major themes in education. Particularly about the study of theoretical education and results of classroom action research, experimental research and development research in the development of education including sustainable professionalism. Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is published three times a year in January, May and September.
Arjuna Subject : -
Articles 436 Documents
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY BERBASIS CTL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD NEGERI KARANGREJO 2 DEMPET, DEMAK Hartatik, Hartatik
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (655.042 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p28-41

Abstract

SD Negeri Karangrejo 2 terletak di Kecamatan Dempet Kabupaten Demak sangat jauh dari pusat Kecamatan. SD Negeri Karangrejo 2 termasuk SD dalam kategori ranking 10 besar di Kecamatan Dempet. Oleh karena itu potensi peserta didik SDN Karangrejo 2 termasuk cukup baik. Potensi tersebut perlu ditumbuhkembangkan. Berdasarkan data nilai guru, rata–rata nilai peserta didik kelas IV masih rendah, yaitu 6,5. Berdasarkan kondisi awal, peneliti menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya dalam materi pokok Rangka Manusia. Rumusan masalahnya, bagaimana meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam materi pokok Rangka Manusia? Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) Untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. (2) Untuk meningkatkan aktifitas belajar peserta didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada materi pokok Rangka Manusia. Setelah PTK dilaksanakan, maka hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: (1) Rata– rata hasil belajar peserata didik kelas IV SDN Karangrejo 2 dalam mata pelajaran IPA khususnya pada meteri pokok Rangka Manusia dapat ditingkatkan, yaitu 7,2. (2) Aktifitas belajar peserata didik setelah diterapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkat, solid, dan terkoordinasi. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka dapat disarankan sebagai berikut: (1) Perlu dilakukan PTK lanjutan untuk materi pokok yang lain pada pelajaran IPA. (2) Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat diterapkan untuk kelas–kelas yang lain di SDN Karangrejo 2 Kecamatan Dempet.
MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION PADA SUBTEMA MANUSIA DAN PERISTIWA ALAM KELAS 5 SD NEGERI 1 BANYUSRI Aini, Evi Nur
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.583 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p54-67

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mengidentifikasi langkah-langkah pembelajaran model Group Investigation (GI) serta untuk meingkatkan keterampilan proses serta hasil belajar pada siswa kelasV SDN 1 Banyusri pada sub tema Manusia dan Peristiwa Alam. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan rubrik penilaian keterampilan proses yang meliputi mengamati, merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpul-kan data, menganalis data, menarik kesimpulan, dan mengkomunikasikan sedangkan untuk hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dan Matematika dengan soal tes. Analisis data yang digunakan mengguanakan analisis deskriptif komparatif yaitu dengan membandingkan kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran GI dilakukan dengan langkah-langkah: 1) identifikasi siswa danmengatur  mendalam bentuk kelompok, 2)merencanakan tugas belajar, 3) Melasanakan tugas investigasi, 4) menyiapkan laporan, 5) presentasi, 6) evaluasi. Dari hasil penelitian model pembelajaran GI dapat meningkatkan keterampilan proses mencapai 17,73%. Sedangkan peningkatan dalam hasil belajar pada muatan Bahasa Indonesia besaran peningkatan  15% untuk siklus 1, 6% pada siklus 2. Pada muatan Matematika besaran peningkatan 17% pada siklus 1, dan 3% pada siklus 2. Proses pembelajaran dengan model GI terbukti dapat meninagkatkan keterampilan proses dan hasil belajar pada sub tema Manusia dan Peristiwa Alam di SDN 1 Banyusri.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR IPA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SAINS TEKNOLOGI MASYARAKAT (STM) PADA SISWA KELAS VI SDN 1 KALINANAS - WONOSEGORO Santi, Dewi Kumala
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.52 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p122-131

Abstract

Tujuan penelitian tindakan kelas  ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses sains (KPS), hasil belajar IPA siswa kelas VI SDN 1 Kalinanas dengan menggunakan model pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari 2 siklus. Masing-masing siklus terdiri dari tahap perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Intrumen pengumpulan data memakai rubrik pemilaian keterampilan proses untuk mengetahui  tingkat KPS dan soal evaluasi tertulis materi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan untuk mengetahui tingkat hasil belajar siswa. Analisis data dilakukan dengan menggunkan analisis deskriptif komparatif dimana akan diperbandingkan antara kondisi awal, pembelajaran siklus 1 dan pembelajaran siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan-temuan bahwa model STM dapat: 1) meningkatkan KPS siswa kelas VI SDN 1 Kalinanas, Kec. Wonosegoro, Kab. Boyolali. Persentase kenaikan KPS siswa sebesar 20,96% pada pembelajaran siklus 1 dan 44,37% pada pembelajaran siklus 2. 2) Meningkatnya persentase jumlah siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) pada kondisi awal adalah 31,81% (7 siswa), 59,09% (13 siswa) pada pembelajaran siklus 1, dan 90,90% (20 siswa) pada pembelajaran siklus 2.
PENINGKATAN KETERAMPILAN PROSES DAN HASIL BELAJAR SUBTEMA TUGASKU SEHARI-HARI DI RUMAH MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN SAVI PADA SISWA KELAS II SDN 1 BOLO Ning Tyas, Eka
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.839 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p68-82

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan proses dan hasil belajar siswa menggunakan model pembelajara SAVI (Somatik, Auditori, Visual, Intelektual) pada sub tema tugasku sehari-hari di rumah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, yang terdiri dari dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas tahapan perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan penilaian rubrik keterampilan proses dalam melakukan pengamatan proses perbaikan pembelajaran, dan untuk mengukur hasil belajar muatan Bahasa Indonesia dan Matematika dengan menggunakan soal tes. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif  komparatif  yaitu membandingkan kondisi awal, hasil siklus 1, dan hasil siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan temuan bahwa model pembelajaran SAVI: a) meningkakan keterampilan proses pembelajaran sub tema Tugasku sehari-hari siswa kelas II SD Negeri 1 Bolo, Wonosegoro–Boyolali Persentase kenaikan keterampilan proses pembelajaran sebesar 22,96% pada siklus 1 dan pada siklus 2 sebesar 21,22%. b) Meningkatkan persentase jumlah hasil belajar siswa yang mencapai KKM muatan Bahasa Indonesia pada kondisi awal 31,82% (7 Siswa), Siklus 1 meningkat menjadi 50% (11 siswa), dan siklus 2 menjadi 86,36% (19 Siswa). Hasil belajar muatan Matematika pada kondisi awal 27,27% (6 Siswa), meningkat menjadi 45,45% (10 Siswa) pada siklus 1 dan meningkat menjadi 81,82% (18 Siswa)  siklus 2.
PERMASALAHAN-PERMASALAHAN TERKAIT DENGAN PROFESI GURU SD Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 4, No 3 (2014)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.596 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2014.v4.i3.p1-12

Abstract

Profesionalisme guru sering dikaitkan dengan tiga faktor yang cukup penting, yaitu kompetensi, sertifikasi, dan tunjangan profesi. Ketiga faktor tersebut diprediksi mempengaruhi kualitas pendidikan. Mengingat hasil-hasil penelitian belum mendukung kerangka berpikir seperti itu, maka lahirlah 3 isu terkait dengan sertifikasi guru yaitu: peningkatan hasil belajar siswa yang diajar oleh guru pasca sertifikasi, rendahnya kualitas proises pembelajaran yang diampu oleh guru pasca sertifikasi dan perilaku guru yang kurang profesional. Oleh karena itu perlu pembinaan guru pasca sertifikasi yang harus dilaksanakan secara berkelanjutan, dikarenakan prinsip mendasar bahwa guru harus merupakan manusia pembelajar (a learning person). Sebagai guru profesional dan telah menyandang sertifikat pendidik, guru berkewajiban untuk terus mempertahankan profesionalismenya sebagai guru. Pengembangan kompetensi dan profesionalisme guru dapat dilakukan melalui upaya pembinaan dan pemberdayaan guru. Dengan demikian perlu upaya peninjauan lebih mendalam terhadap program sertifikasi guru dalam jabatan, khususnya tujuan dan makna sertifikasi, perlu ada upaya pembenahan mind set guru dan perlu ada program perawatan dan pengembangan profesionalisme bagi guru-guru yang telah lulus program sertifikasi, khususnya dalam upaya peningkatan mutu layanan pembelajaran. Pengembangan profesionalisme guru pasca sertifikasi perlu kompetensi manajemen, strategi pember­dayaan, supervisi pengembangan, dan pe-nelitian tindakan kelas.
PENINGKATAN HASIL BELAJAR PKn MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING PADA SISWA KELAS VI SD NEGERI 1 MONGKRONG, WONOSEGORO Sukaptiyah, Sri
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.267 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2015.v5.i1.p114-121

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar PKn melalui  metode Problem Based Learning pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro Semester I tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan yaitu bulan September 2014 sampai dengan bulan Oktober 2014. Subjek dalam penelitian adalah proses dan hasil belajar PKn  pada siswa kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro semester I tahun pelajaran 2014/2015 yang terdiri atas 19 siswa yaitu 10 laki-laki dan 9 perempuan. Prosedur penelitian yang digunakan yaitu prosedur jenis penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Analisis data, data kualitatif hasil pengamatan proses belajar dianalisis menggunakan analisis diskriptif kualitatif dengan membandingkan siklus I dengan siklus II, sedangkan data yang berupa angka (data kuantitatif) dari hasil belajar siswa dianalisis menggunakan deskriftif komparatif yaitu membandingkan nilai tes kondisi awal, nilai tes siklus I dan nilai tes siklus II, kemudian direfleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui metode Problem Based Learning dapat meningkatkan prestasi  hasil belajar PKn  pada siswa Kelas VI SD Negeri 1 Mongkrong, Wonosegoro Semester I tahun pelajaran 2014/2015. Proses belajar PKn materi Proses Perumusan Pancasila dari siklus I ke siklus II terdapat peningkatan: hasil belajar siswa dari siklus I  ke siklus II mengalami peningkatan, yaitu dari 8 siswa (72,7%) yang mendapat nilai tuntas menjadi 11 siswa (100%). Terjadi peningkatan sebanyak 3 siswa (27,3%) dan nilai rata-rata kelas dari 77,8 menjadi 83,5 meningkat sebesar 5,7.
PENYUSUNAN LAPORAN HASIL PENELITIAN TINDAKAN KELAS Slameto, Slameto
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.986 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p54-73

Abstract

Tujuan menulis laporan secara sederhana adalah untuk mencatat, memberitahukan, dan merekomendasikan hasil penelitian. Oleh karena itu laporan PTK ditulis karena merupakan dokumen yang dapat dijadikan acuan, serta dapat diketahui oleh umum, terutama oleh para guru yang barangkali mengalami masalah yang sama dengan yang dilaporkan. Sistematika laporan hasil terdiri dari 3 bagian yaitu: awal, pokok, dan akhir. Bagian awal terdiri dari: halaman judul, kata pengantar, abstrak, daftar isi, daftar tabel, daftar gambar dan daftar lampiran. Uraian berikut ini menjelaskan teknik penulisannya. Bagian Pokok Laporan terdiri dari 5 bab, yaitu Bab I Pendahuluan, Bab II Kajian Pustaka, Bab III Metode Penelitian Tindakan Kelas, Bab IV Pelaksanaan dan Hasil Penelitian Tindakan Kelas serta Pembahasan, Bab V Penutup. Bagian akhir dari format laporan penelitian terdiri dari daftar pustaka dan lampiran-lampiran.
KOMPARASI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DAN PROBLEM SOLVING DITINJAU DARI HASIL BELAJAR IPA PADA SISWA KELAS 3 SD DI GUGUS DIPONEGORO - TENGARAN Mawardi, Mawardi; Mariati, Mariati
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1191.322 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p127-142

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan keefektifan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dibandingkan dengan model Problem Solving. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu menggunakan model nonequivalent control group design. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas 3 SDN Bener 02 dan siswa kelas 3 SDN Bener 01 sejumlah 42 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument lembar observasi dan soal tes. Tehnik analisis data menggunakan uji Independent Sample T Test yang dikenakan pada skor postes dan gain score. Hasil uji t skor postes menunjukkan t hitung 3,417 dan t tabel 2,021 dengan signifikansi 0,001 serta t hitung gain score sebesar 2,129 dan t tabel 2,021 dengan signifikansi 0,039. Karena nilai signifikansi < 0,05 dan t hitung < t tabel maka HO ditolak, Ha diterima, artinya ada perbedaan hasil belajar yang signifikan dalam penerapan model pembelajaran Discovery Learning pada siswa kelas 3 SD di gugus Diponegoro Tengaran.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT INTERAKTIF MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK PEMBELAJARAN TEMATIK INTEGRATIF SISWA KELAS 2 SDN BERGAS KIDUL 03 KABUPATEN SEMARANG Andriani, Maria Resti; -, Wahyudi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1342.89 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p143-157

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik intgratif siswa kelas 2 Sekolah Dasar. Model pengembangan yang digunakan untuk membuat media adalah model pengembangan ASSURE yang terdiri dari enam tahapan, yaitu: (1) analyze learners, (2) state objectives, (3) select method, media or materials, (4) Utilize media and materials, (5) require learner’s participation,(6) evaluate and revise. Berdasarkan hasil uji pakar/ahli diperoleh hasil penilaian terhadap aspek media dengan skor rata-rata 3,81 dengan presentase 76,2% dengan kategori baik. Dan hasil penilaian pada aspek materi dengan skor rata-rata 48 dengan presentase 96%, termasuk dalam kategori sangat baik. Serta hasil penelitian aspek pembelajaran diperoleh skor rata-rata 46 dengan persentase 92% dan termasuk dalam kategori sangat baik pula. Secara keseluruhan berdasarkan aspek materi, aspek media, dan aspek pembelajaran media pembelajaran powerpoint interaktif melalui pendekatan saintifik untuk pembelajaran tematik integratif siswa kelas 2 Sekolah Dasar dikatakan valid. Keefektifan media ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata skor hasil belajar siswa sebesar 80,34 dengan presentase ketuntasan hasil belajar siswa mencapai 100%.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PADA SISWA KELAS 4 SD Kristin, Firosalia; Rahayu, Dwi
Scholaria: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol 6, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1089.97 KB) | DOI: 10.24246/j.scholaria.2016.v6.i1.p84-92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan model discovery learning terhadap hasil belajar IPS kelas 4 SD Negeri Koripan 01. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu (Quasi Experimental Design). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Koripan 01 sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas 4 SD Negeri Koripan 04 sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes untuk mengukur hasil belajar IPS. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, disimpulkan bahwa penggunaan model discovery learning berpengaruh terhadap hasil belajar IPS siswa kelas 4 SD Negeri Koripan 01. Hal ini ditunjukkan dengan hasil t hitung pada independent sample t test yang telah dilakukan setelah treatment diperoleh signifikasi 0,000 lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), karena signifikansi 2-tailed pada independent sample t test lebih kecil dari 0,05 maka Ho ditolak dan H1 diterima.

Page 4 of 44 | Total Record : 436