cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Kelimpahan Dan Kepadatan Kima (Tridacnidae) Di Kepulauan Spermonde Susiana, Susiana; Niartiningsih, Andi; Amran, Muh. Anshar
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Edisi Khusus Akhir Tahun 2013
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.55-61

Abstract

Kima (giant clams) merupakan salah satu hewan laut yang dilindungi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Penetapan tersebut berdasarkan kenyataan bahwa  populasi  kima di  alam  sudah sangat  menurun  terutama  disebabkan pemanfaatan manusia. Melihat kondisi kritis tersebut, perlu dilakukan penelitian dasar tentang kelimpahan dan kepadatan kima dalam upaya konservasi.  Penelitian bertujuan untuk menganalisis hubungan kelimpahan dan kepadatan terhadap parameter kualitas perairan di Kepulauan Spermonde. Lokasi penelitian hanya pada zona III dan IV di Kepulauan Spermonde. Metode penelitian menggunakan belt transect/sweept area pada dua stratifikasi yakni reff flat dan reef slope.  Analisis data menggunakan formula Krebs (1978) dengan bantuan Software Microsoft Office Excel 2013 yang dapat memberikan gambaran kelimpahan dan kepadatan serta kualitas perairan antar zona. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Kelimpahan zona III dan zona IV adalah berturut-turut sebesar 75,5 dan 48,8 ind.  Kepadatan zona III dan zona IV adalah berturut-turut sebesar 30,2 dan 19,4 ind/m2. Jadi, baik kelimpahan maupun kepadatan kima zona III lebih tinggi dibandingkan dengan zona IV. Kelimpahan dan kepadatan tertinggi adalah dari jenis T. crocea. Sementara itu jenis-jenis lainnya yang diperoleh di lokasi adalah T. squamosa, T. maxima, T. derasa dan H. hippopus. Kelimpahan dan kepadatan kima dipengaruhi oleh nilai kualitas perairan yang mendukung kehidupan kima.
Conservation-Based Management of Children's Character Education on Barrang Lompo Island, Makassar City Muhtazib, Muhtazib; Junaid, Khaerul Umam; Ihsan, Muhammad Nur; Roswiyanti, Roswiyanti; Alpiani, Alpiani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 2 (2022)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.2.520-526

Abstract

Pencemaran laut merupakan ancaman besar yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kegiatan sosial, ekonomi dan budaya manusia. Pencemaran laut disebabkan oleh aktivitas manusia yang tidak memperhatikan kesehatan lingkungannya. Pencemaran laut tersebut dapat dicegah dan diminimalisir dengan cara konservasi. Pembentukan karakter anak berbasis konservasi adalah hal yang sangat berpengaruh terhadap keberlanjutan konservasi. Karakter anak dapat dibentuk melalui pendidikan di lingkungan keluarga, rumah dan lingkungan masyarakat. Lingkungan yang paling pertama dan utama dalam membentuk pondasi karakter anak yaitu keluarga. Keluarga memberikan andil yang sangat besar terhadap kekuatan pondasi watak konservasi anak. Dengan begitu perlu kajian terkait manajemen pendidikan karakter anak pada masyarakat pesisir yang juga sebagai pemanfaat langsung sumber daya laut. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan pelaksanaan manajemen pendidikan karakter anak berbasis konservasi pada masyarakat pesisir dan mengetahui keefektivan pendidikan karakter anak berbasis konservasi di lingkungan masyarakat pesisir. Mengetahui manajemen dan keefektifan manajemen pendidikan karakter anak di lingkungan keluarga. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis data SPSS 25. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu pendidikan karakter anak sangat mempengaruhi sikap konservasi anak di Pulau Barrang Lompo. Semakin baik manajemen pendidikan karakter konservasi yang dilakukan oleh keluarga, maka semakin kuat pula sikap konservasi yang dimiliki anak.
Pengawasan sumberdaya perikanan dalam penanganan illegal fishing di perairan Provinsi Maluku Utara Armain Naim
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 3, No 2 (2010)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.3.2.1-14

Abstract

Sektor perikanan merupakan salah satu leading sektor dalam pembangunan ekonomi Provinsi Maluku Utara, namun konstribusi sektor ini dirasakan belum optimal dikarenakan masih ada praktek penangkapan ikan yang tidak bertanggung jawab dan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan, karena terjadi kehilangan sumberdaya yang cukup besar akibat illegal fishing. Metode penelitian deskriptif dengan studi kasus digunakan untuk memperoleh gambaran (deskripsi) lengkap tentang pengawasan sumberdaya perikanan dalam penanganan illegal fishing di Perairan Maluku Utara oleh Dinas Kelautan dan Perikanan. Metode analisis data adalah qualitative-descriptive analysis dengan tabulasi distribusi frekuensi. Hasil analisis menunjukan bahwa sarana dan prasarana pengawasan masih sangat terbatas dan tidak efektif digunakan untuk melakukan pengawasan sumberdaya ikan di daerah yang menjadi kewenangan pengelolaan perikanan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, 66,6% responden mengatakan sarana dan prasarana kurang efektif untuk digunakan dalam membantu penanganan illegal fishing di perairan Provinsi Maluku Utara, Pembangunan Pos Pengawasan di setiap Kabupaten/Kota belum berfungsi sebagaimana yang direncanakan, jumlah lokasi dan intensitas patroli di laut sangat terbatas dan sangat dipengaruhi oleh cuaca di Laut. Kegiatan siswasmas masih kurang disosialisasikan, partisipasi masyarakat nelayan 54% pernah melaporkan illegal fishing di daerahnya, 85,57% mengatakan bahwa mereka bersedia kalau dilibatkan dalam rapat yang membahas mengenai illegal fishing. Upaya pengawasan dan penegakan hukum oleh aparat pengawas masih lemah, masih terdapat perbedaan persepsi dan pemahaman antar aparat pengawas bidang perikanan tentang produk peraturan perundang-undangan bidang perikanan.
Analisis peramalan produksi roti pada Golden Bakery di Kota Ternate Hamka Hamka; Yonette Maya Tupamahu
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 10, No 1 (2017)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.10.1.60-64

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan metode peramalan penjualan roti yang tepat di Golden Bakery untuk 3 bulan ke depan. Mengingat banyaknya jenis roti yang diproduksi maka penelitian ini dibatasi untuk roti tawar sisir dan cokelat sisir. Metode peramalan yang digunakan, yaitu: metode rata-rata sederhana (simple average), metode rata-rata bergerak (moving average), metode pemulusan eksponensial (simple exponential smoothing). Peramalan penjualan roti tiga bulan yang akan datang menggunakan metode yang terbaik, yaitu metode yang menghasilkan nilai kesalahan terkecil. Metode kesalahan peramalan yang digunakan yaitu The Mean Absolute Percentage Error (MAPE) dan Mean Squared Error (MSE). Hasil penelitian  menunjukkan metode Simple Average memiliki nilai MSE terkecil yaitu 580 dan nilai peramalan produksi adalah 906. Berdasarkan pendekatan nilai MSE maka Golden Bakery dapat memprediksi produksi selama 3 bulan ke depan dengan pendekatan Simple Average sebesar 906 buah roti tiap bulannya. Sedangkan untuk roti cokelat sisir, maka metode Simple Average memiliki nilai MSE terkecil yaitu 762 dan peramalan produksi untuk 3 bulan mendatang sebesar 1016 buah.
Strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung pada Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara Munawir Muhammad
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.58-65

Abstract

Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara merupakan Daerah dataran rendah dengan tipe lahan kering beriklim kering. Komoditas yang  dominan diusahakan di Kabupaten Halmahera Utara adalah tanaman pangan (jagung) Tujuan pengkajian adalah untuk mengetahui strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung. Pengkajian dilakukan pada Dinas Pertanian Kabupaten Halmahera Utara. Metode yang digunakan adalah surfei dan observasi lapangan, analisis data dilakukan secara deskriptif. Berdasarkan analisis SWOT, bahwa posisinya berada pada kuadran I (satu) dengan demikian jagung pada situasi yang menguntungkan yaitu sebesar 0,57. Memiliki peluang dan kekuatan sehingga harus dapat memanfaatkan peluang yang ada. Dalam kondisi ini strategi yang harus diterapkan dalam pengembangan agribisnis tanaman jagung adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif dengan memanfaatkan kekuatan untuk meraih peluang. Strategi pengembangan agribisnis tanaman jagung dapat dilakukan dengan peningkatan sumberdaya manusia, pengembangan kelembagaan, optimisasi potensi sumberdaya alam, perbaikan pemasaran kelembagaan permodalan dan perbaikan teknologi produksi pertanian.
Feasibility study of salt industry and factor influencing the salt production in Pangkajene Kepulauan Kasnir, Muhammad; Nisaa, Khairun
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.85-89

Abstract

This study aimed to investigate the dissemination level of Ulil Filtered Technology (TUF) and geo-membrane technology and factors influencing salt production in Pangkep. Purposive sampling was performed for data collection. Regression analysis was applied for data analysis. Revenue cost analysis (R-C ratio) was performed. Break Event Point analysis (BEP) was applied, and Pay Back Period (PBP) analysis was used. The results showed that salt farmers unfamiliar with TUF and geo-membrane technology ranged from 6.71 to 9.62%, reasonably know (36.53 - 37.76%) and know to use TUF and geo-membrane technology (53.85 - 55.53%). Cost and technology significantly affected salt production, including area and number of labourers. The business feasibility study showed that Revenue Cost Ratio (1.98), Break Event Point (IDR 4,735,276), and Pay Back Period (1.9 years), respectively.
Hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan baronang (Siganus guttatus, Bloch 1787) di Perairan Sei Carang Kota Tanjungpinang, Indonesia Yuri Indriyani; Susiana Susiana; Rochmady Rochmady
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.327-333

Abstract

Perairan Sei Carang merupakan perairan yang menjadi habitat ditemukannya ikan baronang (Siganus guttatus). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan panjang-bobot dan faktor kondisi ikan baronang (S. guttatus) di perairan Sei Carang. Pengambilan sampel dilakukan seminggu sekali dari bulan September sampai bulan Oktober 2019 berdasarkan aktivitas penangkapan nelayan dan keadaan air. Hubungan panjang dan bobot ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan berturut-turut menunjukkan bahwa model pertumbuhannya adalah W = 2,0895E-05L2,9575 dan W = 1,30073E-05L3,0424, berdasarkan nilai tersebut pertumbuhan ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan di perairan Sei Carang yaitu isometrik (b = 3). Nilai faktor kondisi (K) ikan baronang (S. guttatus) betina dan jantan di perairan Sei Carang berturut-turut yaitu 1,735 dan 1,633.
Analisis usaha dan nilai tambah agroindustri kerupuk singkong Haryati La Kamisi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 4, No 2 (2011)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.4.2.82-87

Abstract

Agroindustri kerupuk singkong menggunakan bahan utama singkong. Kerupuk singkong banyak diproduksi oleh industri rumah tangga (Home Industri). Pada industri rumah tangga ini pengunaan tenaga kerjanya melibatkan tenaga kerja dari dalam maupun luar keluarga untuk melakukan aktivitas produksi. Penulis berkeinginan melakukan analisis usaha dan nilai tambah kerupuk singkong dengan perumusan masalah mengenai : (1) bagaimana sistem pengolahan kerupuk singkong, (2) berapa besar nilai usaha (biaya, penererimaan, dan pendapatan) pada kerupuk singkong, (3) berapa besar nilai tambah (biaya, penererimaan, dan pendapatan) pada kerupuk singkong. Tujuan penelitian ini untuk mencari jawaban dari perumusan masalah tersebut.  Berdasar hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut : (1) dalam sekali produksi, biaya total home industry kerupuk singkong sebesar Rp 4.626.995,-, penerimaan total home industry kerupuk singkong sebesar Rp 9.243.000,-, keuntungan total home industry kerupuk singkong sebesar Rp. 4.616.005,-. (3) Produksi kerupuk singkong mampu memberikan nilai tambah sebesar Rp 4.044,2/kg dengan rasio nilai tambah 0.61% dari nilai produksi.
Nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur (Anodontia edentula, Linnaeus 1758) di pesisir Pulau Buton, Kecamatan Wakorumba Kabupaten Muna Rochmady Rochmady; Abdul Rakhfid
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 7, No 1 (2014)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.7.1.1-9

Abstract

Penelitian dilakukan di pesisir Pulau Buton Kecamatan Wakorumba Kabupaten Muna dengan tujuan untuk menganalisis nisbah kelamin dan ukuran pertama matang gonad kerang lumpur. Data nisbah kelamin dianalisis menggunakan Metode Chi-square (X2) dan ukuran pertama matang gonad dianalisis menggunakan Metode Spearmen-Karber (Udupa, 1986). Nisbah kelamin kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 berdasarkan waktu pengambilan sampel berada pada proporsi seimbang (nilai X2 19,6447>4,3027), sementara menurut stasiun pengamatan (plot) berada pada proporsi yang tidak seimbang dimana jenis jantan lebih banyak dibanding jenis betina (nilai X2 0,7185>4,3027). Ukuran pertama matang gonad kerang lumpur Anodontia edentula Linnaeus, 1758 jenis kelamin jantan memiliki rata-rata panjang cangkang sebesar 38,60 mm (38,14-39,06 mm), sementara jenis kelamin betina mencapai rata-rata panjang cangkang sebesar 34,14 mm (33,56-34,73 mm). Kerang lumpur di pesisir Pulau Buton, ukuran pertama matang gonad sebenarnya untuk jenis kelamin jantan sebesar 39,7 mm dan jenis kelamin betina sebesar 38,0 mm.
Estimasi biomassa dan karbon tegakan Dipterocarpa pada ekosistem hutan primer dan LOA (Log Over Area) di PT. Sari Bumi Kusuma (SBK) Kalimantan Tengah Sabria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 1 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.1.29-36

Abstract

Biomassa pohon dihutan merupakan tempat penyimpan cadangan karbon terbesar terdapat pada batang, cabang, ranting, daun dan akar.  Selain untuk menyimpan cadangan karbon, pohon juga  meyerap karbon dari atmosfer dalam bentuk karbondioksida (CO2)  melalui proses fotosintesis sehingga gas CO2 diatmosfer dapat berkurang.  Oleh karena itu perlu adanya pengukuran biomassa dan karbon pohon di hutan  untuk mengestimasi seberapa besarkah pohon dapat menyimpan biomassa dan karbon serta mampu menyerap CO2 dari atmosfer melalui pendekatan allometrik. Penelitian dilakukan di areal PT. SBK Kalimantan Tengah, Laboratorium THH Fakultas Kehutanan UGM dan Laboratorium BPTP Yogyakarta dengan tujuan membuat persamaan allometrik untuk menentukan potensi biomassa, potensi karbon, dan potensi penyerapan CO2 di PT. SBK.   Pohon dipilih berdasarkan kriteria variasi umur dan dbh. Kandungan biomassa diketahui melalui metode pengukuran secara destructive, selanjutnya dibuat persamaan allometrik biomassa dan karbon untuk mengetahui kandungan potensi biomassa dan karbon. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel dbh dapat digunakan untuk menaksir biomassa total pohon melalui model power dengan nilai koefisien determinasi sebesar 99,2%. Jumlah potensi biomassa total pohon yang tersimpan pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 311,67 ton/ha. Jumlah potensi karbon pohon yang tersimpan pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 143,31 ton/ha. Sedangkan potensi penyerapan CO2 pada TPTI (tahun tanam 1995-2010) adalah 525,96 ton/ha.