cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Development of Local Resources for Rural Communities Based on Sustainable Livelihoods to Improve Farmers' Welfare in Enrekang Regency Irmayani, Irmayani; Arman, Arman; Azis, Dina Aprianty; Amir, Muh.
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 15, No 1 (2022): SI: The Turning Point
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.15.1.35-40

Abstract

Specific objectives are: 1). Formulate and develop a sustainable livelihood-based farmer welfare development model to improve the quality of rural farmers' resources. 2). Applying an integrated pattern between all livelihood concepts, namely the use of natural resources, the availability of human resources, the availability of physical resources, the ability to access financing, and the internalization of social capital in the lives of rural communities in Bone-Bone village. Rural farmers in Bone-Bone village are the population in this study, some of which will be selected as the main samples in this study. The sample used in this study used snowball sampling with data triangulation techniques, by determining key informants in advance, including several leaders or figures in this village community. Rural farmers with the scope of agricultural life which is the color of their daily life so that they are expected to be able to make farmers survive, organize their agricultural life into a mainstay commodity and prosper their lives. The interaction between local economic institutions and market intervention institutions has brought changes to the local economic institutional order, where subsistence ethics is still a moral requirement, but does not provide opportunities for farmers to improve welfare. Even the workings of market institutional mechanisms during the economic crisis have increased the gap between layers of farming society.
Analisis perbandingan pendapatan petani pala basah dan kering di Desa Paniti Halmahera Tengah Hamka Hamka
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 1 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.1.36-41

Abstract

Penelitian ini bertujuan Menganalisis besar perbandingan pendapatan antara petani pala basah dan pendapatan petani pala kering. Lokasi penelitian di Desa Paniti, Kecamatan Patani, Kabupaten Halmahera Tengah, pada bulan September-Okbtober 2014. Sampel sebanyak 54 responden dipilih dengan metode sampling jenuh. Analisis data digunakan metode analisis uji t dengan software SPSS 16. Hasil penelitian menujukkan Hasil uji t, menunjukkan t hitung sebesar (9.339) sedangkan t tabel (0,305). Dengan demikian berdasarkan hipotesis t hitung > t tabel, yang berarti hipotesis (H0) di terima dan H1 di tolak. Hal ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara pendapatan petani pala basah terhadap pendapatan petani pala kering
Bentuk Pengelolaan Hutan Dengan Kearifan Lokal Masyarakat Adat Tugutil Sabaria Niapele
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6 (2013): Publikasi Edisi Spesial
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.0.62-73

Abstract

Masyarakat adat memiliki motivasi yang kuat dalam melindungi hutan dibandingkan pihak-pihak lain karena menyangkut keberlanjutan kehidupan mereka, pengetahuan asli yang dimiliki bagaimana memelihara dan memanfaatkan sumberdaya hutan yang ada di dalam habitat mereka. Memiliki hukum adat untuk ditegakkan serta memiliki kelembagaan adat yang mengatur interaksi harmonis antara mereka dengan ekosistem hutannya. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal dalam mengelola hutan. untuk mengetahui bagaimana cara dalam memelihara dan mempertahankan kearifan lokalnya dalam mengelola hutan dan pemanfaatan tumbuhan hutan. Penelitian dilaksanakan di Dusun Tukur-Tukur Kecamatan Wasile Timur Kabupaten Halmahera Timur. Metode penelitian yang digunakan adalah eksplorasi deskriptif dan pengambilan data dengan metode random sampling dan metode trigulasi. Data dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diketahui bentuk-bentuk kearifan lokal masyarakat adat tugutil antara lain sebagai berikut : Larangan merusak sagu raja, Buko, Nonaku, Ma ngadodo gomu pahiyara (batasan pemeliharaan). untuk memelihara dan mempertahankan kearifan lokal dalam mengelola hutan adalah dengan cara sebagai berikut : Penuturan lisan, Sangsi-sangsi adat, Penerapan secara langsung (praktek). ada terhadap 149 tumbuhan yang dimanfaatkan. yang dibagi atas 100 tumbuhan bahan pangan (71 spesies)dan 49 sumber tumbuhan obat (45 spesies).
Identifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi terhadap fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke Bonny Lantang; Chalvin S. Pakidi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 8, No 2 (2015)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.8.2.13-19

Abstract

Perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke merupakan kawasan perairan yang memiliki berbagai manfaat potensial yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar salah satunya untuk kegiatan penangkapan ikan maupun untuk biota laut lainnya untuk tujuan konsumsi. Kondisi perairan yang banyak menerima input massa air dari darat dimana bermuara sungai besar seperti Sungai Maro yang turut mempengaruhi berfluktuasinya faktor lingkungan di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis dan pengaruh faktor oseanografi seperti suhu, salinitas, pH dan kecerahan perairan bagi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu Kabupaten Merauke. Hasil identifikasi ditemukan 5 Kelas Fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae dengan 18 Jenis, Cynophyceae dengan 1 Jenis, Chylorophyceae dengan 1 Jenis, Chrysophyceae dengan 1 Jenis dan Dinophyceae dengan 1 Jenis. Hasil Uji statistik menunjukkan bahwa suhu dan salinitas mempengaruhi keberadaan fitoplankton di perairan Pantai Payum-Pantai Lampu Satu.
Distribusi Pendapatan Nelayan pada Perikanan Skala Kecil dan Besar di Selat Sunda Yonvitner, Yonvitner; Wafi, Hanif; Yulianto, Gatot; Boer, Mennofatria; Kurnia, Rahmat
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 1 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.1.9-16

Abstract

Perikanan selat Sunda termasuk kegiatan perikanan skala kecil (<10 GT) dan skala besar (>10 GT) yang masih menerapkan sistem bagi hasil dari pendapatan.  Untuk itu perlu ditentukan tingkat pendapatan yang diperoleh sebagai bagian dari usaha penangkapan.  Penelitian yang dilakukan di Selat Sunda Labuan dan Lempasing untuk menjawab besaran pendapatan yang diperoleh.  Hasil menunjukkan bahwa pendapatan yang diperoleh relative sama antara < 10 GT dan > 10 GT.  Secara umum terlihat risiko penangkapan terhadap pendapatan masih tinggi saat musim panceklik. Untuk itu diupayakan 40 persen dari kelebihan pendapatan dari kebutuhan dipergunakan untuk menabung agar nelayan tetap memperoleh manfaat saat musim panceklik.
Karakteristik komunitas lamun di perairan Selat Lonthoir Kepulauan Banda Munira Munira; Johny Dobo
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 6, No 2 (2013)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.6.2.33-39

Abstract

Penelitian ini dilakukan sejak bulan Juli hingga Desember 2009 yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik komunitas lamun di Selat Lonthoir, Kepulauan Banda, Maluku.  Hasil pengamatan menunjukkan bahwa padang lamun di daerah ini termasuk heterospesifik yang terdiri dari 7 (tujuh) spesies, dengan kerapatan jenis tertinggi adalah Cymodocea rotundata di stasiun I dan II serta Thalassia hemprichii di stasiun III.  Frekuensi kehadiran relatif tertinggi di stasiun II dan II adalah C. rotundata (56,7% dan 42,8%) sedangkan di stasiun III adalah T. hemprichii (39,8%).  Penutupan relatif jenis lamun di stasiun I dan II didominasi oleh C. rotundata masing-masing sebesar 58,39% dan 44,34% sedangkan di stasiun III T. hemprichii merupakan jenis yang memiliki nilai penutupan relative tertinggi yaitu 44,39%.
Risk Analysis of Topo Local Onion Farming in Topo Village, Tidore District, Tidore Islands City Muhammad, Munawir; Ekaria, Ekaria; Thaib, Nurul Febriani
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.148-152

Abstract

Seing the local potential that is owned by people of Topo Village, Tidore Island City, it is necessary to carry out special research related to the Risk Analysis of Topo local shallot farming. This risk analysis research is very important considering of many factors that causes the failure of local topo shallot farming. The research purposes is to determine the farming and to analyze the production risks, cost and income of topo local shallot farming in Topo Village, Tidore Islands City. The methods used in this research are farm analysis and risk analysis. The results of this research are the average of production cost in five times productions process used in the topo local shallot farming in Topo Village is Rp. 184,475,500, with a total production of 10,265 kg so the income obtained by farmers is Rp. 331,532,500/growing season. For the risk analysis, the highest risk is the cost risk with a coefficient of variation by 8.6, this is due to the high cost of production. Meanwhile, the smallest level of risk is in the risk of production, the causes is topo local shallot production which tends to be stable with a coefficient variation of 0.71. In addition, income risk has a lower coefficient of variation of 3.6 than cost risk.
Studi Kelayakan Finansial Budidaya Durian (Durio zibethinus) Studi Kasus Di Cesa Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah Lakamisi, Haryati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 1, No 1 (2008)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.1.1.44-50

Abstract

Durian (Durio zibethinus) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki prospek culcup cerah untuk menjadi unggulan, baik untuk tujuan ekspor maupun kebutuhan dalam negeri. Hal ini disebabkan karena pasar buah durian (yang disebut king of fruit) masih sangat luas, selain harga jualnya tergolong tinggi. Penelitian dilakukan di Desa Rutah Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Penelitian bertujuan untuk menilai kelayakan usaha perkebunan durian melalui analisis financial dengan menghitung Internal Rate of Return (IRR), Net Present Value (NPV), Net Benfit-Cost Ratio (Net B/C Ratio) dan Pay back Period Dari perhitungan NPV diperoleh nilai total sebesar 40.859.956,351 pada discount factor 19%, yang berarti NPV > 0 maka usaha budidaya durian menguntungkan dan layak diusahakan. Sedangkan Net BIC Ratio dengan discount factor 19% diperolen hasil I, 78 yang berarti Net BIC Ratio > I, maka budidaya durian layak untuk di usahakan. untuk Internal Rate of Return (IRR) diperoleh hasil sebesar 18% pada discount Factor 12% dan 14%, yang berarti IRR > Social Discount Rate, maka bunga modal lebib tinggi dibandingkan dengan suku bunga bank yang berlaku pada bank pemerintah yaitu 17%, maka usaha budidaya durian layak di usahakan. Payback Period dicapai pada tahun ke-5 karena besar keuntungan sudah dapat mengemba/ikan biaya produksi yang telah di keluarkan dengan keuntungan sebesar Rp. 60. 692. 620, 00.
Length and weight relationship bronze featherback (Notopterus notopterus, Pallas 1769) in Sei Gesek Reservoir, Bintan Regency, Riau Island Susiana, Susiana; Kurniawan, Dedy; Rianti, Ulfa; Rapita, Rapita
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 2 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.2.343-346

Abstract

Sei Gesek Reservoir is one of the reservoirs in Bintan Regency. This reservoir was dammed in 2011 which is intended to meet the water needs of Tanjungpinang City. One of the types of fish found in Sei Gesek Reservoir is belida fish (Notopterus notopterus). The purpose of this study was to determine the relationship between length and weight of bronze featherback (N. notopterus) in Sei Gesek Reservoir, Bintan Regency. Sampling was carried out from April to June 2021 based on fishermen's catch areas and fish habitats. The relationship between length and weight of male fish W = 0.0000005L3.5115 and female W = 0.000001L2.9067. The b value obtained for male fish shows positive allometric and female fish shows negative allometric.
Analisis kelayakan finansial perikanan tangkap ikan pelagis besar di Desa Tial Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah Jahra Wasahua; Eryka Lukman
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 9, No 2 (2016)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing LLC

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.9.2.30-33

Abstract

Pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis besar di Desa Tial menggunakan unit penangkapan pancing tonda dan pancing tegak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha perikanan tangkap ikan pelagis besar di Desa Tial Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis. Analisis data menggunakan analisis finansial dengan kriteria investasi, yaitu Net Present Value (NPV), Net Benefit-Cost ratio, Internal Rate of Return, dan Payback Periods. Hasil analisis finansial dengan discount factor 10 % menunjukan usaha penangkapan ikan pelagis besar di Desa Tial dengan alat tangkap pancing tegak nilai NPV nya Rp. 7.263.992.073,37, Net B/C ratio 8,32, IRR 38,15 % dan Payback period 1 tahun 3 bulan. Sedangkan usaha alat tangkap pancing tonda nilai NVP nya Rp. 1.012.791.527,69, Net B/C ratio 1,16, IRR 34,11% dan Payback period 1 tahun 1 bulan. Berdasarkan hasil analisis menunjukan usaha penangkapan ikan pelagis besar di Desa Tial layak untuk diteruskan baik dari sisi NPV, Net B/C Ratio, Internal Rate of Return, dan payback periods.