cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Senyawa Kimia Kayu Marsegu (Nauclea orientalis L) Wali, Martini; Tuharea, M Saleh; Uar, Ningsie Indahsuary
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.70-74

Abstract

Penelitian  ini bertujuan untuk mengetahui senyawa kimia kayu Marsegu (Nauclea orientalis L).  Penelitian  ini  dilaksanakan selama 4 bulan di Laboratorium Kimia Universitas Hasanuddin Makassar. Analisis dilakukan menggunakan metode GCMS-Pyrolysis dengan alat kromotografi Shimadzu Pry- GCMS QP2010, sedangkan  bahan utama dalam Penelitian  ini adalah bahan utama satu batang kayu Marsegu (N. orientalis L.) sampel kayu Marsegu yang dipakai diperoleh dari hutan tanaman rakyat. Berumur  ± 7 tahun dengan diameter 35 cm dan tinggi bebas cabang   ±  8m. Hasil penelitian senyawa kimia yang terkandung dalam kayu Marsegu (N. orientalis L)  pada tiga bagian batang yakni pangkal, tengah dan ujung menunjukkan bahwa terdapat senyawa terpenoid yakni jenis triterpenoid, minyak atsiri senyawa golongan fenol jenis fenol sederhana, asam fenolat, tanin dan flavonoid dan berpotensi sebagai tanaman obat.
Keanekaragaman Fungi Ektomikoriza di Hutan Pinus merkusii Desa Matarawa Kecamatan Watopute Kabupaten Muna Marfi, Wa Ode Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.116-123

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai indeks keanekaragaman jenis-jenis fungi ektomikoriza di bawah tegakan Pinus merkusii di Desa Matarawa. Penelitian ini menggunakan metode survei yaitu secara sensus. Fungi ektomikoriza yang ditemukan di lokasi I yaitu Inocybe sp. 1, Inocybe sp. 2, Inocybe sp. 3, Inocybe sp. 4, dan Russula sp. 1. Fungi ektomikoriza yang hanya dapat ditemukan di Desa Matarawa lokasi II yaitu Inocybe sp. 5, Russula sp. 2 dan Amanita sp. 1. Fungi ektomikoriza yang hanya dapat ditemukan di Desa Matarawa lokasi III yaitu Amanita sp.2. Terdapat perbedaan nilai indeks keanekaragaman di ketiga lokasi penelitian, lokasi I yaitu 1,209, lokasi II yaitu 0,765, sedangkan nilai 0,00 berasal dari lokasi III. Nilai yang ada menunjukkan nilai yang rendah dan sangat rendah.
The Effect of Handling Facilities and Methods on Quality of The Fish by Fisherman on Purse Seine Board, In Gamhoku Kour, Femsy; Akerina, Febrina Olivia
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.195-200

Abstract

Generally each type of fish has different pattern of deterioration. Quality deterioration and high postharvest damage was caused by fishing method, poor handling process, the length of supply chain, poor handling facilities. This research was aimed to know about handling facilities on Purse seine board and its handling method; and to analyze fish quality using pH and organoleptic. The first step in this research was to observe the handling on the board then measure the pH of fish using pH metes. And also there was 30 panelist who did sensory test using organoleptic instrument on the board. The result showed that the handling facilities on board were coolbox, ice and hold, it showed that their apply good handling facilities. The average value of pH between 6,10 – 6,27, where the highest score was Ikan Selar (Selar crumenopthalmus) and the lowest score was Ikan Layang (Decapterus macarellus). The result of organoleptic was between 8,62-8,91, it showed that the tested fishes were fresh.
Identifikasi Jenis Tanaman Pewarna Tenun Ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur Seran, Wilhelmina; Hana, Yanete Wori
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.1-8

Abstract

Pembuatan kain tenun ikat di Sumba Timur menggunakan zat pewarna alam yang berasal dari bagian tumbuhan penghasil warna (kulit kayu, batang, daun, akar, dan daging buah) dan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis tanaman pewarna tenun ikat di Desa Kaliuda Kecamatan Pahunga Lodu Kabupaten Sumba Timur, (2) Mengetahui bentuk pemanfaatan dan upaya Konservasi dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang terus meningkat. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret di Desa Kaliuda, Kecamatan Pahunga Lodu, Kabupaten Sumba Timur menggunakan metode studi kepustakaan, wawancara dan pengamatan (observasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengrajin tenun ikat menggunakan 5 spesies. Spesies tersebut berhasil teridentifikasi terdiri dari 4 famili yakni Fabaceae, Rubiaceae, Symplocaceae, dan Euphorbiaceae. Dari kelima jenis tanaman pewarna yang digunakan sebagai pewarna tenun ikat yaitu tanaman Nila (Indigofera tinctoria L.), Mengkudu (Morinda citrifolia L.), Loba (Symplocos sp.), Kemiri (Aleurites moluccana (L.) Willd.) dan Dadap (Erythrina variegata L.). Habitus tanaman pewarna yang paling banyak ditemukan adalah habitus pohon dengan 4 spesies. Bagian tanaman pewarna yang paling banyak digunakan adalah daun dan kulit batang/cabang. Tanaman pewarna diperoleh paling banyak yaitu dari kebun, dimana tanaman tersebut sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Tanaman pewarna tenun ikat tumbuh di ketinggian mulai dari 0-250 mdpl s/d 750-1000 mdpl dan tingkat kemiringan mulai dari daerah datar s/d daerah landai.
Biologi Reproduksi Ikan Momar Putih, Decapterus macrosoma, Bleeker 1851 di Perairan Selat Haruku Maluku Tengah Sangadji, Madehusen; Sofyan, Yenni
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.59-63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan nisbah kelamin, kematangan gonad  yang meliputi  tingkat kematangan gonad, ukuran pertama kali matang gonad, dan indeks kematangan gonad ikan momar putih. Pengambilan contoh ikan dilakukan sebanyak lima  kali dengan jarak waktu dua minggu sekali pada bulan Mei – Juli 2016. Contoh ikan diperoleh dari hasil tangkapan  nelayan jaring mini  purse seine yang  didaratkan di Desa Oma. Analisis contoh dilakukan di Laboratorium  Iktiologi ,Universitas Darussalam Ambon. Nisbah kelamin dianalisis dengan uji chi-square , sedangkan ukuran pertama kali matang gonad dihitung dengan metode Spearman –Karber. Hasil memperlihatkan bahwa nisbah kelamin jantan : betina adalah 1,21 : 1,00. Panjang pertama kali matang gonad adalah 189,98 mm (jantan) dan 200,91 mm ( betina ). Indeks kematangan gonad berkisar 0,2417- 3,7804% untuk ikan jantan dan 0,2525 – 4, 0491% untuk ikan betina.
Analysis of the Quality of Smoked Skipjack Fish with Coconut Shell Curing Material During Storage at Room Temperature Husen, Azis; Laitupa, Ibnu Wahab
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.530-538

Abstract

Ternate has abundant skipjack pelagic fish fishery resources and it becomesas a process smoked fish which is consumed by all people from lower, middle to upper level. This study aims to determine the quality of smoked skipjack fish by using coconut shells. Organoleptic observations include appearance, color, aroma, taste, texture, appearance. The methods used in this research are descriptive and quantitative methods. With organoleptic and microbiological test parameters (Total Plate Figures). The samples used for analysis were 12 tails for 8 organoleptic testing and 4 for ALT testing. The organoleptic test results on smoked skipjack tuna on the color, taste, aroma, naming, and texture of the five analyzes were still acceptable to the 27 panalis of smoked skipjack tuna produced on the first, second and third day after the third day of meat the skipjack tuna that is stored has deteriorated quality and is contaminated by bacterial fungi, so the fourth, fifth, and sixth day of coconut shell smoked cakalng fish can no longer be consumed. The results of the ALT microbiological test for smoked skipjack tuna obtained the lowest value was 33.602, the second with a value of 36.006 and the third 37.505 from the test results the smallest bacteria with a value of 33.602.
Pemanfaatan Silase Kulit Pisang (Musa pariciae) Untuk Peningkatan Produktivitas Kambing Kacang (Capra hircus): Studi Kasus di Desa Golo Kecamatan Sahu Kabupaten Halmahera Barat Ishak, Hasriani; Nursjafani, Nursjafani; Lestari, Sri
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.279-283

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai pemberian silase kulit pisang terhadap produktifitas ternak kambing yang meliputi pertambahan berat badan, konsumsi dan konversi ransum. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah 12 ekor ternak Kambing yang berumur antar 4 sampai 6 bulan,dengan berat berkisar antara 10 kg. Pakan yang digunakan dalam penelitian ini adalah hijauan dan silase kulit pisang serta ampas tahu sebagai konsentrat. Perlakuan yang digunakan yaitu R1 =  100% hijauan + Konsentrat, R2 = 75% hijauan + 25% silase + Konsentrat, R3 = 50% hijauan + 50% silase + Konsentrat, R4 = 25% hijauan + 75% silase + Konsentrat. Variabel yang diamati meliputi konsumsi, pertambahan bobot badan, dan konversi ransum kambing kacang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian silase kulit pisang (Musa pariciae) sampai dengan 75% tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, konsumsi dan konversi  ransum kambing kacang.
Pemetaan Kawasan Sentra Produksi bagi UMKM di Kota Ternate Umasugi, Linda
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.43-48

Abstract

Suatu wilayah/kawasan yang sukses dalam industrinya adalah yang mampu menciptakan dan mengembangkan faktor creation yang dibutuhkan sesui dengan potensinya, dan wilayah itu akan memiliki keunggulan daya saing dalam menciptakan faktor-faktor produksi yang terspesialisasi (specialized factor) dan sangat tergantung pada: (a) Kondisi permintaan lokal, (b) Keberadaan industri dan pendukung industri terkait, (c) Tujuan perusahaan dan karakteristik persaingan, Oleh karena itu Pemetaan Kawasan Sentra Produksi (P-KSP) merupakan salah satu bentuk pemetaan sentra produksi untuk sektor strategis yang diharapkan dapat mendorong percepatan peningkatan nilai tambah yang diikuti peningkatan produksi pada sentra-sentra produksi dari sub sektor pertanian tanaman pangan, subsektor perkebunan, subsektor kehutanan, subsektor perikanan dan subsektor peternakan yang didukung oleh sarana dan prasarana yang relevan. Tujuan pada penelitian ini adalah Mengidentifikasi komoditas unggulan dari setiap sub sektor untuk dikembangkan menjadi suatu Kawasan sentra produksi, Mengidentifikasi usaha mikro, kecil, dan menengah untuk dikembangkan menjadi sentra-sentra produksi, Melakukan pemetaan kawasan sentra produksi yang bermanfaat untuk pengembangan UKM di Provinsi Maluku Utara sebagai kegiatan usaha untuk peningkatan nilai tambah produk primer yang dihasilkan, Menganalisis daya dukung sumberdaya dalam pengembangan UMKM di Provinsi Maluku Utara, dan Menganalisis Strategi Pengembangan UMKM dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman.
Pengaruh Rendaman Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) terhadap Kandungan Vitamin C dan pH Minuman Infused Water Ivakdalam, Lydia Maria; Rehena, Zasendy
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.344-349

Abstract

Infused water adalah air minum yang diberi tambahan potongan buah, sayuran atau herbal sehingga sari-sari dari buah yang direndam dalam air putih akan keluar, memberikan cita rasa, dan berbagai manfaat bagi yang meminum air tersebut. kandung Vitamin C yang baik untuk menjaga daya tahan tubuh dan mempunyai aktivitas antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas dalam tubuh. Dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama perendaman potongan buah jeruk nipis terhadap kandungan Viamin C dan pH minuman infused water. Penelitian eksperimen menggunakan Rancangan acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu  lama perendaman perasan kulit jeruk nipis selama 1 jam, 2 jam, 4 jam, dan 6 jam, dan 8 jam dengan 3 kali ulangan sehingga diperoleh 15 unit percobaan. Menganalisis  Kandungan  Vitamin C dengan Metode Titrasi Iodium dan pengukuran tingkat keasaman (pH). Penelitian ini dilaksanakan di Lab Biokimia dan THP Universitas Pattimura Ambon, pada bulan September 2019. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa nilai Fhitung untuk perlakuan lama perendaman perasan kulit jeruk nipis terhadap kandungan Vitamin C minuman Infused Water adalah sebesar 1,778 dengan signifikasi 0,000. Hasil nilai Fhitung untuk perlakuan Lama Perendaman peraasan Kulit jeruk Nipis Terhadap keasaman (pH) Minuman Infused Water adalah sebesar 1.140 dengan signifikasi 0,392. Kesimpulannya ada pengaruh Lama Perendaman Perasan Kulit jeruk Nipis Terhadap kandungan Vitamin C Minuman Infused Water yang cenderung meningkat. Terdapat kecenderungan kestabilan tingkat keasaman (pH) Minuman Infused Water terhadap Lama Perendaman Kulit jeruk NipisData pengaruh perendaman jeruk nipis terhadap kandungan vitamin C dan pH dianalisis dengan anova satu jalur.
Suckermouth Catfish (Pterygoplichthys pardalis) In Wajo Regency, South Sulawesi Province: The Heavy Metal Content of Lead (Pb), Mercury (Hg) and Arsenic (As) Amir, Nursinah; Syahrul, Syahrul; Djamaluddin, Nursyamsi
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.168-174

Abstract

Suckermouth catfish (Pterygoplichthys pardalis) is a type of foreign fish (South America) which is prohibited from entering Indonesia because it can endanger ecosystems and the aquatic environment by its invasive nature. The existence of janitor fish threatens the sustainability of the endemic fish of Tempe Lake in Wajo Regency. Until now, there has been no study regarding the quality and food safety for the use of suckermouth catfish in the regency. This study aims to analyzed the heavy metal content of lead (Pb), mercury (Hg) and arsenic (As) of janitor fish in Wajo Regency. Samples of janitor fish were taken from three districts in Wajo Regency used a purpossive sampling technique. Analysis of Pb, Hg and As metals on meat, scales/skin, and bones/fins of suckermouth catfish, refers to SNI 2354.5: 2011, SNI 2354.6-2016 and SNI 01-4866-1998. The results show that suckermouth catfish from the three districts are not contains Pb but contains Hg and As which do not exceed the requirements for metal contamination content limits based on SNI 2729: 2013 concerning requirements for quality and safety of fresh fish