cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
AGRIKAN Jurnal Ilmiah Agribisnis dan Perikanan
ISSN : 19796072     EISSN : 26210193     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Bidang kajian dimuat meliputi agribisnis, teknologi budidaya, sumberdaya perikanan, kelautan, sosial ekonomi kelautan dan perikanan, bioteknologi perikanan. Sejak tahun 2017 mulai diterbitkan secara elektronik kerjasama Pusat Studi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Wuna Raha.
Arjuna Subject : -
Articles 826 Documents
Analisis Usahatani Padi Sawah dengan Metode Hazton di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat Ekaria, Ekaria; Muhammad, Munawir
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.197-202

Abstract

Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat menjadi salah satu desa yang melakukan uji coba penanaman padi dengan menggunakan metode hazton. Metode hazton merupakan rekayasa budidaya padi yang diinisiasi oleh Ir. Hazairin MS selaku Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat dan Anton Komaruddin SP, Msi, staf pada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Kalimantan Barat. Teknologi hazton bertumpu pada penggunaan bibit tua 25-30 hari setelah semai dengan jumlah bibit 20-30 batang per lubang tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produksi, pendapatan dan efisiensi usahatani padi sawah di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat. Bentuk analisis yang digunakan adalah analisis usahatani dan efisiensi usahatani. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Lolori Kabupaten Halmahera Barat, dengan waktu penelitian mulai dari bulan April 2019 sebanyak 17 responden. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata produksi usahatani padi sawah dengan metode hazton di Desa Lolori Kabupaten Halmahera yaitu 6,165 ton/ha/musim tanam dengan rata-rata pendapatan Rp. 29.256.175/ha/musim tanam serta nilai R/C Ratio yaitu 2,79 atau nilai R/C adalah >1 sehingga usahatani padi sawah dengan metode hazton layak diusahakan karena sangat menguntungkan.
Quality Analysis of Microbiological and Organoleptic of Anchovy (Stolephorus sp.) with Boiling Treatment in Toniku, West Halmahera Djamhur, Martini; Achmad, M. Djanib; Hidayat, Rian
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.214-221

Abstract

The quality of anchovy is very dependent on handling and processing, the stages of good anchovy handling are caught fish, washed with clean fresh water, drained fish, dried fish in the sun at 37-40oC, packaged fish and marketed fish. Good handling and processing will produce high quality anchovy. The research objectives were: To determine the quality of anchovy by microorganism and organoleptic tests. The research benefit is to obtain the quality of anchovy which is expected to have an economic effect on fishermen. This study used an exploratory method with direct sampling techniques on the results of catching anchovies on the boat chart fishing gear in Toniku, West Halmahera. The results showed the total density. The test results of microorganisms from 3 (three) samples, the highest TPC value in community anchovy samples (TM), the identification results obtained by three types of bacteria, namely Micrococus, Bacillus, and Stapylococus and organoleptic test results from 3 (three) samples. shows that the average value of the highest level of preference in samples of boiled anchovies with salt (TRG).
Analisis Risiko Usahatani Ubi Kayu di Desa Gorua Kecamatan Tobelo Utara Ekaria, Ekaria; Muhammad, Munawir
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 2 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.2.9-14

Abstract

Desa Gorua, Kecamatan Tobelo Utara merupakan salah satu daerah di Maluku Utara yang dikenal sebagai penghasil ubi kayu. Meski bernilai ekonomis tinggi ubi kayu merupakan salah satu komoditas pertanian yang memiliki risiko, baik risiko produksi, biaya maupun pendapatan. Risiko produksi berdampak pada kegagalan panen atau penurunan jumlah panen dari hasil yang diharapkan. Risiko biaya mencakup pada besarnya biaya produksi yang dikeluarkan dalam usahatani. Risiko pendapatan mencakup fluktuasi harga jual dan kenaikan harga input produksi.Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis usahatani dan risiko biaya, risiko produksi serta risiko pendapatan tanaman ubi kayu di Desa Gorua Kecamatan Tobelo Utara. Metode analisis menggunakan analisis usahatani dan analisis risiko. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata biaya produksi petani ubi kayu sebesar Rp. 1.633.090 dan rata-rata pendapatan sebesar Rp. 7.298.727 per musim tanam serta risiko tertinggi terdapat pada risiko biaya dengan nilai koefisien variasi sebesar 6,45. Sedangkan tingkat risiko terkecil terdapat pada risiko pendapatan dengan nilai koefisien variasinya sebesar 0,35 dan risiko produksi yang lebih rendah dibandingkan dengan risiko biaya dengan nilai koefisien variasi sebesar 2,61.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Petani Menerapkan Teknologi Pengolahan Buah Tomat di Desa Wakuli Kecamatan Kapontori Kabupaten Buton Wardana, Wardana; Alzarliani, Wa Ode
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.145-151

Abstract

Untuk meningkatkan pendapatan petani tomat di Desa Wakuli Kecamatan Kapontori maka diadakan pelatihan pascapanen tomat, tetapi pada akhirnya hanya sebagian kecil masyarakat tertarik untuk melaksanakan hasil pelatihan tersebut. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk menerapkan teknologi pascapanen tomat; 2) Mengetahui strategi untuk mengurangi pengaruh faktor-faktor penghambat minat masyarakat Desa Wakuli untuk menerapkan teknologi pengolahan tomat sebagai sumber mendapatkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan kuesioner dan FGD untuk mendapatkan gambaran utuh terhadap fenomena sosial ekonomi dari faktor penghambat adopsi teknologi pengolahan tomat di masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan 1) Faktor-faktor yang mempengaruhi minat masyarakat Desa Wakuli dalam penerapan teknologi pascapanen tanaman tomat sebagai sumber pendapatan adalah: (a) Ada tidaknya contoh teladan di masyarakat yang berhasil berusaha pascapanen tomat; (b) Besar kecilnya permintaan pasar terhadap produk pascapanen; (c) Pertimbangan keterbatasan tempat dan waktu penyimpanan produk pascapanen; dan (d) Tingkat kerumitan pengerjaan produk pascapanen. 2) Strategi yang diperlukan untuk mengatasi faktor penghambat minat masyarakat untuk menerapkan usaha pascapanen tomat adalah meningkatkan kualitas kemasan, menggunakan jalur pemasaran online, dan berkerjasama dengan pedagang-pedagang besar.
Analisis Karakteristik Sosial Ekonomi Masyarakat Nelayan Pada Pemanfaatan Kawasan Wisata Alam Maleura Marfi, Wa Ode Ernawati
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.331-339

Abstract

Karakteristik sosial ekonomi masyarakat nelayan dalam keterkaitannya dengan pemanfaatan kawasan di wisata alam Maleura Desa Lakarinta Kecamatan Lohia memiliki keterkaitan dalam kehidupan masyarakat Desa Lakarinta dimana kawasan tersebut dijadikan salah satu sumber mata pencaharian dan sumber pemenuhan kebutuhan sehari-hari yang mudah dijangkau dan didapatkan oleh masyarakat sekitar.
Karakterisasi Ekonomi Pesisir Kabupaten Sidoarjo Berbasis Pengkayaan Keragaman Mangrove Istiqomah, Titis
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 11, No 1 (2018)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.11.1.13-18

Abstract

Keragaman Karakteristik Fisik Buah, tanaman dan Rendemen Minyak dari 9 Klon Buah Merah (Pandanus conoideus) Sarungallo, Zita Letviany; Hariyadi, Purwiyatno; Andarwulan, Nuri; Purnomo, Eko Hari
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 1 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.1.70-82

Abstract

Buah merah (Pandanus conoideus) merupakan tanaman endemik Papua, sebagai sumber minyak makan yang kaya karotenoid dengan keragaman klon yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan keragaman sifat fisik buah dan tanaman dari 9 klon buah merah, serta rendemen minyaknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa buah utuh atau cepallum dari buah merah terdiri atas empulur/pedicel (51-61%), bulir/drupa (39-49%), biji (27-36%) dan daging buah (10-17%).  Keragaman sifat fisik cepallum antar klon terutama terlihat pada warna kuning-oranye atau merah-merah tua, berbentuk silinder meruncing, terdiri dari ukuran pendek (<50 cm), sedang (40-60 cm) dan panjang (>60 cm). Empulur setiap klon buah merah bervariasi pada warna (putih atau kuning), berbentuk silinder meruncing dengan ukuran yang bervariasi. Bulir berwarna kuning-oranye atau merah-merah tua, berbentuk persegi banyak dengan ukuran yang bervariasi. Sedangkan sifat fisik tanaman bervariasi antara klon, terutama pada tinggi tanaman dan batang utama, serta panjang cabang tanaman dan jarak antar cabang. Penentuan rendemen minyak buah merah berbasis berat total bulir (5,7-8,7% berat basah, bb atau 7,7-18,3% berat kering, bk) lebih rendah dari basis berat total daging buah (19,7-27,4% bb atau 31,9-54,5% bk). Hasil Principle component analysis berdasarkan karakteristik fisik buah dan tanamannya, ke-9 klon buah merah terdistribusi dalam empat kuadran menurut lokasi budidaya yaitu Distrik Minyambou (dataran tinggi) di kuadran I, Distrik Koya, Jayapura (dataran rendah) di kuadran II, dan Kebun Percobaan UNIPA, Manokwari (dataran rendah) kuadran III dan IV.
Chemical Quality of Synbiotic Yogurt using Lactobacillus bulgaricus as Probiotics With Mulu Bebe Banana Puree Talebe, Yusnaini B.; Lestari, Sri
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.513-516

Abstract

This study aimed to evaluate the best formulation based on the ratios of Mulu Bebe banana puree on synbiotic yogurt. This study used 10% Lactobacillus bulgaricus lactic acid and mulu bebe banana puree incorporated into liquid milk, with the ratios (banana puree to liquid milk) of 1: 0.25; 1: 0.5; 1: 0.75, and 1: 1. Analysis of synbiotic yogurt focused on chemical properties, including moisture, ash, protein, fat, and carbohydrate. The data analysis was subjected to one-way ANOVA in a Completely Randomized Design (CRD) with 3 (three) replications. The result showed that the synbiotic yogurt using L. bulgaricus probiotics and different volumes of mulu bebe banana prebiotic meet the SNI 2981: 2009 requirements for nonfat yogurt, namely a maximum fat content of 0.5%, a minimum protein of 2.7%, and an optimum ash content of 1, 0%. Regarding quality, the best yogurt in this study contained 10% probiotics and 2.5% mulu bebe banana pure prebiotic.
Characteristic of chemical and sensory of stick product which fortified with yellowfin tuna flour Lekahena, Vanessa Natalie Jane
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 12, No 2 (2019)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.12.2.284-290

Abstract

Snack is defined as food consumed between regular meals which are liked by all people, so it becomes a habit to get rid of hunger before the main meal. Stick is a long flat snack, has a savory taste and crunchy, made from a mixture of flour, fat, eggs and water, which is processed by frying or baking. Fish sticks are processed snacks made from a mixture of flour, seasoning, margarine, eggs and water and additional fish meat or fish flour, then formed to flat shapes with a length of ± 6-7 cm and frying with oil at 170 °C till golden yellow This study aims to determined the chemical characteristics and evaluation of sensory fish sticks fortified with yellowfin tuna flour. The results of this study can be concluded that the percentage of yellowfin fish flour fortified on stick product effected to the chemical characteristics of parameters moisture contents (2.76 - 3.63%), ash (2.66 - 5.02%), fat (16.15 - 22.55%) protein (7.39 - 11.72%), and carbohydrates (57.94 - 70.17%) produced by yellowfin fish sticks. Fortification of yellowfin tuna flour has an effected on the sensory characteristics of fish sticks on the attributes of aroma and taste, while not affecting the appearance and texture attributes.
Fishermen and Farmers' Wives in Meeting the Needs of Family Life (A Case Study on a Family-family whose Husband has left behind in Morela Subdistrict Leihitu, Moluccas) Soselisa, Hobarth Williams
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 13, No 2 (2020)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.13.2.318-326

Abstract

The effort of women as the head of the family ini fulfilling the necessities of life is a change in status/fungtion from a housewife to being the head of the family as a result of the conflict Mamala and Morela. With this change in status, he changed his role, namely as a father to children as well as breadwinner to meet the needs of family life. The purpose of this study is to describe and analyze the social, economic, psychological and spiritual conditions of the family after the departure of the husband and to provide an overview of the efforts made by women as the head of the family in meeting the needs of family life. This type of research is descriptive qualitative. Data collection methods, of observation, in-depth interview, FGD and documentation studies. Data was collected from bureaucrats, religious leaders. Traditional leaders, and women breadwinners. Efforts made by women to survive in fulfilling the necessities of life include trading (opening stalls, selling fish, meatballs and boiled noodles) seweing and working in beauty salons. The key factor for family survival in fulfilling life socially, economically, psychologically and spiritually is the family itself and environmental factors as well as determinants to be used by families to develop their businesses. Womens efforts in fulfilling the necessities of life are a form of independence, namely an attiude of confidence and willingnees to take the initiative to survive and not depend on other parties.