cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Raheema
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Raheema (P-ISSN: 2502-812X and E-ISSN: 2502-8111) is a scientific journal Gender and Children, published by the Center for the Study of Gender and Children (PSGA) Institute for Research and Services In the Community (LP2M) State Islamic Institute (IAIN) Pontianak. This journal contains the works of authors and researchers who have competence in their skills. A vision of the journal Raheema is: Realizing the scientific community who have vision, knowledge, awareness, and concern about Gender and Children. While the mission of the journal Raheema is: First, Being the Information Center and the study of science on Gender and Children for all academics and the general public. Second, Making Media Journal Raheema as scientific publications Gender and Child-quality, innovative and competitive locally, nationally, and internationally. Third, to accommodate, to develop the knowledge, insight, and ideas of the author and researcher in the field of Gender and Children. Raheema journal is published twice a year, namely in June and December.
Arjuna Subject : -
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2018)" : 9 Documents clear
Kiprah Guru Ngaji Perempuan Kampung pada Orang Melayu di Pulau Borneo Didi Darmadi; Bustami Bustami; Sri Wahyuni
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (503.411 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1098

Abstract

Guru ngaji perempuan kampung bermakna guru yang mengajarkan membaca Al-Qur’an dikampung. Sosk dan kiprah guru ngaji perempuan kampung sangat minim dikaji oleh para peneliti, apalagi pada orang Melayu yang berada dipedalaman, pesisir dan bahkan diperbatasan Pulau Borneo. Namun eksistensi mereka yang sudah puluhan tahun terlihat dan terasa manfaatnya hingga kini, tidak boleh dipandang sebelah mata. Pada orang Melayu, guru ngaji perempuanlah peletak dasar karakter keagamaan dimasayarakat. Kiprah mereka sangat luar biasa, ditengah kesibukan sebagai ibu rumah tangga, setiap petang setelah sholat Maghrib mereka masih sempat meluangkan waktunya untuk mendidik anak-anak dan masyarakat membaca Al-Quran. Apalagi para guru ngaji perempuan tersebut berada nun jauh di pedalaman, pesisir, dan bahkan berada di perbatasan. Sebagian dari mereka mengajar tanpa bayaran, keikhlasan yang menjadikan para guru ngaji perempuan tidak tergerus dalam keterbasan dukungan dari berbagai pihak. Padahal para guru ngaji itulah yang terus-menerus berikhtiar menanamkan karakter mulia kepada anak-anak dan para orang dewasa. Sesungguhnya guru ngaji perempuan kampung turut andil menyiapkan generasi emas milenial yang islami.
Komunikasi Orang Tua dalam Pembinaan Akhlak Anak Baharuddin Baharuddin
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.128 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v4i2.1179

Abstract

Komunikasi orang tua dalam pembinaan akhlak anak sebagai berikut: Pertama, bentuk komunikasi yang ditemukan meliputi perintah ada yang keras, perintah melalui gambaran dan sekedar ungkapan biasa, perintah ada yang kaku (tidak kompromi, pelayanan langsung berupa hal yang diperlukan, pelayanan satu arah, komunikasi person yang diberikan orang tua ada yang rumit, kelompok kecil, kelompok besar, melalui garis besar (global). Kedua, proses komunikasi yang ditemukan diantaranya mengikuti kebiasaan di kantor, ada yang mengikat anak untuk bergaul, ada yang dengan cara keras seperti informasi, perintah dan ajakan dan ibu yang paling banyak melakukan komunikasi. Melihat komunikasi yang efektif dalam pembentuk akhlak remaja harus secara serius dilakukan secara baik dan maksimal sehingga hasil akan aplikasi dalam masyarakat ketika mereka berinteraksi ditengah-tengah masyarakat dapat berjalan dengan baik dan sesuai agama Islam.
Bertani Padi dan Etos Kerja Petani Perempuan dari Suku Melayu Sambas Syamsul Kurniawan; Bayu Suratman
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.848 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1090

Abstract

Petani perempuan dari suku Melayu Sambas mempunyai etos kerja tinggi. Di antaranya, bisa dilihat dari etos kerja mereka saat bertani padi. Secara ekonomis, etos mereka yang tinggi berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Terbukti, Kabupaten Sambas menjadi lumbung padi Kalimantan Barat pada saat ini. Peran petani perempuan Melayu Sambas ini tidak terbantahkan ikut andil dalam menjadikan Sambas sebagai lumbung padi di Kalimantan Barat. Fokus tulisan ini adalah tentang bertani padi dan etos kerja petani perempuan Melayu Sambas. Tulisan ini bersumber dari sebuah penelitian kualitatif, dengan pendekatan sosiologis yang data-datanya diperoleh dari pengamatan dan wawancara mendalam di lokasi penelitian.
Perempuan dalam Perspektif Raja Kubu VIII (Telaah atas Kandungan Kitab “Nasihat Zaman”) Elmansyah Elmansyah
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.108 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1180

Abstract

Artikel ini mendiskusikan tentang isi kitab klasik berjudul “Nasihat Zaman”, karya Raja Kubu VIII. Tujuan penulisan ini adalah untuk melihat sejauh mana pemerintah kerajaan Kubu memandang eksistensi kaum perempuan dalam sebuah kerajaan yang bersifat patriarkhi. Penelitian ini berangkat dari beberapa permasalahan berikut: 1) Siapakah Raja Kubu VIII?; 2) Apa yang melatarbelakangi Raja Kubu VIII menulis sebuah kitab berjudul Nasihat Zaman?; 3) Apa isi kandungan kitab Nasihat Zaman?; dan, Bagaimana kitab Nasihat Zaman memandang eksistensi kaum perempuan? Penelitian dilakukan secara kepustakaan (library research), dengan pendekatan filologi. Temuan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a) Raja Kubu VIII adalah seorang raja terakhir yang memimpin kerajaan Kubu, Kalimantan Barat; b) Ia menulis kitab Nasihat Zaman, dalam rangka memberikan warisan kepada anak- cucunya agar senantiasa dekat dengan Tuhan; c) Kitab ini memuat 5 (lima) pasal yang saling berhubungan, yaitu: Aqidah, Akhlak, Fiqih, Tasawuf, amal shaleh; d) Raja Kubu VIII memiliki perhatian yang tinggi terhadap eksistensi kaum perempuan, sehingga harus dimuliakan.
Analisis Pembiayaan Murabahah (Peran Perempuan Selaku Pengambil Kebijakan Pembiayaan dan Nasabah pada PT. Bank Muamalat Indonesia, TBK Cabang Pontianak) Muhammad Syaifullah; Endang Endang
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.792 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1108

Abstract

Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh ketidaksetaraan gender di Indonesia masih terlihat di berbagai bidang. Masih sedikitnya perempuan yang menduduki posisi-posisi penting di lembaga bisnis hingga politik. Di beberapa wilayah di Indonesia, perempuan yang memilih untuk mengasuh anaknya lebih dihargai daripada mereka yang memiliki karier yang sukses di luar rumah. Penelitian ini mencoba menggambarkan salah satu peran perempuan baik selaku pengambil kebijakan pembiayaan murabahah maupun selaku nasabah. Dimana fenomena lain yang terjadi adalah mendominasi dan meningkatnya pembiayaan bermasalah pada bank syariah, karena semakin beragamnya produk dan jumlah dana pembiayaan yang disalurkan semakin besar resiko pembiayaan bermasalah yang akan dihadapi bank, hal serupa juga terjadi pada PT. Bank Muamalat Indonesia (BMI), Tbk Cabang Pontianak. Untuk mengidentifikasi pembiayaan bermasalah tersebut perlu memperhatikan prosedur pemberian pembiayaan dan selektif dalam menganalisis pembiayaan salah satunya menggunakan prinsip pembiayaan 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap: 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan; 2) Analisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk cabang Pontianak; 3) kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak, yang dilakukan oleh pejabat perempuan dan nasabah perempuan selaku informan Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data penelitian ini yaitu sumber primer dan sumber sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis datanya yaitu pengumpulan data, data condensation, data display, Conclusing Drawing. Teknik pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian ini terdiri dari triangulasi dan member check. Kesimpulan dari penelitian ini adalah 1) Prosedur pemberian pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: permohonan nasabah, verifikasi data nasabah, analisis pembiayaan, pengajuan kekomite, persetujuan, akad dan pengikatan jaminan; pencairan, dan monitoring. Prosedur pembiayaan murabahah yang dilakukan secara umum belum sepenuhnya dijalankan yakni pada tahap akad dan monitoring; 2) Dalam menganalisis pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak menggunakan prinsip 5C yaitu Character, Capacity, Capital, Collateral, dan Condition Of economy, ke 5C tersebut telah digunakan namun yang lebih diperhatikan ialah Character dan Capacity; 3) Kendala dalam memberikan pembiayaan murabahah pada calon nasabah PT. BMI, Tbk Cabang Pontianak diantaranya: masalah waktu, keabsahan data, nasabah kurang kooperatif, jaminan kurang marketable, usaha belum berjalan lama, dan calon nasabah belum pernah melakukan pembiayaan.
Analisis Kejadian Pernikahan Dini di Desa Kawat Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Propinsi Kalimamtan Barat Fajar Yousriatin
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.599 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1181

Abstract

Early marriage is a marriage that has happened to a person with the status of women under 20 years of age. Figures early marriage almost found throughout the Province of Indonesia, approximately 10% of young women had their first child at the age of 15-19 years. The research aims to understand and explain the factors related to Genesis Early Marriage In the Kawat village of Tayan Hilir Sub district Sanggau Regency West Kalimanan Province in 2016.Research design used in this study was cross sectional. With a sample of 268 respondents, the sampling technique is done probolity sampling, is simple random sampling.Variables that relate segnifikan namely education level, economic status, pregnancy unwed of marriage, pornography exposure, traditions, knowledge about reproductive health, exposure to information about the risks of early marriage and promiscuity. While most dominant variable is pregnant unwed of marriage. To overcome these local governments to cooperate with BKKBN to more aggressively implement programs to youth genre through training programs in order to get married at an ideal age. To realize these efforts, there must be cooperation of the parents because of the involvement of parents is the most important.
Utin Cendramidi dalam Pendirian Kerajaan Pontianak Melalui Politik Keluarga Patmawati Patmawati; Fitri Sukmawati
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.073 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1097

Abstract

Utin Cendramidi adalah anak Opu Daeng Manambung raja Mempawah yang menikah dengan Syarif Abdurrahman al-Qadri anak Habib Husein al-Qadri mufti kerajaan Mempawah. Perkawinan Utin Cendramidi dengan Syarif Abdurrahman al-Qadri mempertemukan dua kekuatan yakni politik dan agama. Tulisan ini bersifat kajian tokoh sehingga dalam pembahasannya mengandalkan referensi yang membahas kerajaan Mempawah, Pontianak dan Kerajaan Matan Tanjungpura. Hasil kajian memperlihatkan bahwa politik keluarga sangat berperan dalam pendirian kerajaan Pontianak, karena pertama, Panembahan Adi Jaya penguasa Mempawah yang menyarankan iparnya Syarif Abdurrahman al-Qadri mencari pemukiman baru disertai anggota rombongan dari kalangan Bugis. Kedua, sewaktu Pontianak akan mendapatkan serangan dari raja-raja hulu maka Panembahan Adi Jaya yang menyatakan keberatan terhadap keinginan mereka sehingga Pontianak tetap aman. Ketiga, Raja Haji cucu Opu Daeng Parani yang melantik Syarif Abdurrahman al-Qadri sebagai Sultan penguasa Pontianak.
Pengaruh Gender Terhadap Impulse Buying (Studi pada Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah FSEI IAIN Pontianak) Prihantono Prihantono
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.943 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1099

Abstract

Tujuan dari tulisan ini, mendeskripsikan pengaruh gender terhadap impluse buying (perilaku pembelian yang tidak direncanakan). Dengan mengambil sampel sebanyak 191 responden yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi semester V Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam IAIN Pontianak. Hasil penelitian variabel gender bahwa sifat materialisme mayoritas memberikan penilaian tinggi terhadap sifat materialisme sebanyak 115 orang (60,21%), penilaian sedang sebanyak 44 orang (23,04%), sedangkan penilaian rendah sebanyak 32 orang (16,75%). Sedangkan hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa mayoritas responden memberikan penilaian terhadap perilaku impulse buying dikategorikan tinggi sebanyak 127 orang (66,50%), 36 orang (18,84%) kategori sedang, dan sisanya 28 orang (14,66%) dikategorikan rendah. Disimpulkan bahwa sifat materialisme berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying. Sedangkan variabel gender tidak berpengaruh terhadap perilaku impulse buying. Pada bagian akhir tulisan ini berbicara perilaku konsumsi dalam tinjauan ekonomi Islam.
Reinterpretasi Kesaksian Perempuan dalam Qs. Al-Baqarah [2]: 282 (Menelisik Antara Pemahaman Normatif-Tekstualis dan Historis-Kontekstualis) Wendi Parwanto; Ridwan Rosdiawan
Raheema Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : PSGA LP2M IAIN Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (771.207 KB) | DOI: 10.24260/raheema.v5i1.1084

Abstract

The polemics on comprehending the position of women as witness within the context of qs. Al-Baqarah [2] : 282 become one of interest to be examined further. Literally, the verse appears to undermine the women status and raises the issue of gender inequality. The article offers an alternate way to look up this widely discussed theme. Using Fazlur Rahman's theory of double movement, namely micro and macro asbab an-nuzul, the verse is revisited in order to gain a more progressive and comprehensive understanding on the status of women witness. Other analytical tools such as linguistics, intra-textuality and inter-textuality are also deployed in enriching the discussion.

Page 1 of 1 | Total Record : 9