cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY" : 8 Documents clear
Tahapan pembentukan karakter anak melalui budaya kasauran karuhun (nasehat leluhur) Siti Nurfitria; Khotimah Khotimah
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.469 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4291

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran tahapan pembentukan karakter melalui kasauran karuhun (nasehat leluhur) pada masyarakat Kampung Adat Dukuh Kecamatan Cikelet Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada tiga orang masyarakat asli kampung adat dukuh yang ditentukan berdasarkan purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Teknik analisis data menggunakan data reduction,data display, dan verification. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa nilai pembentuk karakter yang diterapkan oleh masyarakat Kampung Adat Dukuh berpedoman pada ajaran leluhur yakni pada syari’at Islam. Proses pembentukannya meliputi tahap pengenalan yaitu warga Dukuh diarahkan perilakunya oleh orang tua dengan contoh perilaku yang baik dan nasehat melalui bahasa siloka (simbolik). Tahap Pemahaman yaitu warga Dukuh memahami bahwa perilaku yang diajarkan oleh orang tua merupakan hal yang baik untuk di lakukan karena hal tersebut dapat membentengi dirinya dari tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran leluhur. Tahap Penerapan yaitu warga Dukuh menjalankan perilaku yang sesuai dengan ajaran kasaura karuhun dengan sukarela tanpa perintah dari orang tua semenjak usia 12 tahun.Tahap Pembiasaan yaitu warga Dukuh terbiasa dan konsisten dalam menjalankan perilaku kasauran karuhun walaupun di hadapkan dengan situasi dan kondisi yang berbeda dengan lingkungannya semenjak usia 16 tahun. Tahap Pembudayaan yaitu menyebarluaskan ajaran kasauran karuhun kepada anak-anaknya. Tahap Internalisasi yaitu warga Dukuh yakin bahwa ajaran kasauran karuhun itu merupakan hal yang benar untuk dilakukan karena ajaran tersebut sesuai dengan ajaran Islam dan percaya terhadap “Uga”.Kata kunci : Pembentukan Karakter Anak, Kasauran Karuhun, Masyarakat Kampung Adat DukuhABSTRACTThis study aims to know how the portrayal of the phase in shaping children character building through Kasauran Karuhun (Ancestor’s Advice) in Dukuh traditional villagers Cikelet sub-district, Garut district. This study uses qualitative descriptive as the method through case study approach toward three sample indigenous people of Dukuh traditional villagers, which determined based on purposive sampling. The technique of collecting the data uses data reduction, data display, and verification. The results of this study give the portrayal that the value of character building which applied by Dukuh villagers is their ancestor’s education that is syari’at Islam. The process of character building overwhelm introduction phase. This first phase, Dukuh villager is guided by their parents through giving a good behavior values and advices through siloka language (symbolic). Understanding phase is Dukuh villagers understand that good behavior values that taught by their parents is a good thing to do, because that good behavior can protect themselves from unproper behavior related to ancestor’s education. Implementing phase is the phase in which Dukuh villagers willingly perform behavior that fit into kasauran karuhun education without their parents’ instruction since twelve years old. Habit phase is Dukuh villagers used to and consistent in performing the behavior of kasauran karuhun even though they met a different situation and condition from their environment since sixteen years old. Civilizing phase is distributing the education of kasauran karuhun to their children. The last phase is internalization phase. In this phase, Dukuh villagers confident that the education of kasauran karuhun is the right thing to do, because this education is suitable for Islam education and believe to “Uga”. Keywords: children character building, Kasauran Karuhun, Dukuh villagers 
Pengaruh self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah Ersa Lanang Sanjaya
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.548 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4294

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini berusaha untuk melihat apakah ada pengaruh antara self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah pada mahasiswa. Hal ini dikarenakan tingginya angka perilaku seks pranikah pada remaja, sehingga dibutuhkan pemahaman-pemahaman yang lebih luas dan lebih dalam mengenai perilaku seks pranikah. Untuk bisa mengukur kecenderungan seks pranikah, maka digunakan teori kecenderungan Fishbein & Ajzen (1975). Dengan menggunakan teori kecenderungan, aspek yang diukur masih berada dalan tahap kognitif, dan belum menjadi perilaku yang tampak. Tipe penelitian yang digunakan disini adalah kuantitatif explanatory. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah kuisioner. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa di Universitas X. Teknik sampling yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah responden 67 orang. Analisis penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS versi 16.0 for Windows. Dari hasil analisis data, diperoleh data bahwa ada pengaruh antara self-esteem dan kualitas persahabatan dengan kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah. Faktor self dan kehidupan sosial, dalam hal ini kualitas persahabatan, merupakan hal yang penting bagi remaja dimana hal ini sesuai dengan tahapan perkembangan remaja. Berdasarkan hal ini, maka jika kedua hal itu tidak terpenuhi maka remaja akan cenderung untuk mencari cara lain yang cenderung menyimpang untuk memenuhi hal itu dimana dalam hal ini adalah kecenderungan melakukan perilaku seks pranikah. Kata kunci: self-esteem, kualitas persahabatan, kecenderungan melakukan hubungan seks pranikah ABSTRACTThe research aims to investigate there the influence between self-esteem and the quality of friendship with the tendency of premarital sex on the students. This is due to the high rate of premarital sex behavior in adolescents, so need a broader understanding and more deeply about premarital sex behavior. To be able to measure tendency of pre-marital sex, this research used the tendency theory Fishbein & Ajzen (1975). By using the tendency theory, the measured aspect is still in the cognitive stage, and has not yet become a visible behavior. The type of research used here is quantitative explanatory. Data collection tool in this research is questionnaire. The population in this study were students at University X. The sampling technique used was convenience sampling with 67 respondents. Analysis of this research using multiple regression analysis with the help of SPSS version 16.0 for Windows. From the results of data analysis, obtained data that there is influence between self-esteem and the quality of friendship with the tendency to have premarital sex. Self, identity and social life factor, in this case the quality of friendship, is important for adolescent where it is in accordance with the stages of adolescent development. Based on that, if both things are not fulfill, the adolescent will tend to look for other ways that tend to deviate behavior where in this case is premarital sex behavior tendency.Keywords: Self-Esteem, Quality of Friendship, Premarital Sex Behavior Tendency
Subjective well-being dan kecemasan menghadapi kematian pada lansia Dian Veronika Sakti Kaloeti; Sri Hartati
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.419 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4293

Abstract

ABSTRAKKecemasan hadir dalam kehidupan manusia dalam berbagai jenis dan tingkatan, serta level perkembangan terutama pada masa lanjut usia (lansia). Salah satunya adalah kecemasan menghadapi kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan subjective well-being dan kecemasan menghadapi kematian pada lansia. Sebanyak 40 lansia dengan rentang usia 60-74 tahun, berdomisili di Semarang terlibat dalam penelitian ini. Hasil analisis regresi menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara subjective well-being dengan kecemasan menghadapi kematian pada lansia, semakin tinggi subjective well-being yang dimiliki oleh lansia maka semakin rendah kecemasannya akan kematian. Lebih lanjut, subjective well-being mampu memprediksi 10.4% kecemasan terhadap kematian. Hasil tabulasi silang menunjukkan bahwa lansia dengan subjective well-being rendah memiliki kecemasan kematian yang tinggi, dan demikian sebaliknya. Hal menarik yang kemudian muncul dari penelitian ini adalah lansia dengan subjective well-being tinggi dapat saja memiliki kecemasan kematian yang tinggi. Lansia yang menerima keterbatasan kondisi dirinya serta memiliki penilaian positif terhadap kehidupannya, akan memandang kematian sebagai bagian dan proses yang wajar dalam kehidupan serta menunjukkan kecemasan yang lebih rendah dibandingkan dengan lansia yang tidak menerima keterbatasan yang dimilikinya. Kata kunci: subjective well-being, kecemasan menghadapi kematian, lansia ABSTRACTThe presence of anxiety in human life is shows in various types, levels, as well as developmental stage levels especially in the elderly. One of form anxiety is death anxiety. The purpose of this study was to investigate the relationship between subjective well-being and death anxiety among elderly people. Forty elderly with aged between 60–74 years and resided in Semarang were involved in this study. Regression analyses indicated there was significant relationship between subjective well-being and death anxiety among elderly people, where the high of elderly’s subjective well-being then the low of death anxiety level. Further, subjective well-being could predicted 10.4% of the death anxiety. Cross tabulation showed elders with low subjective well-being had high death anxiety, and vice versa. The interesting thing emerged from this study was elders with high subjective well-being could have high death anxiety. Elders who have been able to accept their limitations also have positive evaluation regarding their lives, will perceived death as a normal process and part of life. Also showed the lower level of death anxiety compare than their counterparts.Keywords: subjective well-being, death anxiety, elderly
Hubungan antara hardiness dengan burnout pada perawat rawat inap di rumah sakit 'X' Aceh Eka Dian Aprilia; Dewi Yulianti
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (213.531 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4296

Abstract

ABSTRAKPerawat rawat inap merupakan perawat yang bekerja di unit pelayanan rawat inap dan memiliki interaksi yang lebih intens dengan pasien dalam menjalankan tugas keperawatan, sehingga rentan mengalami stres yang berpotensi meningkatkan terjadinya burnout. Salah satu faktor yang dapat menurunkan burnout adalah hardiness. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara hardiness dengan burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit ‘X’ Aceh. Subjek penelitian ini adalah perawat rawat inap di Rumah Sakit ‘X’ Aceh yang berjumlah 114 orang. Metode pengumpulan data menggunakan skala hardiness sebanyak 20 aitem dan skala burnout sebanyak 27 aitem. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson dengan koefisien korelasi r=-0,560 dan p = 0,00 (p<0,01). Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi negatif signifikan antara hardiness dengan burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit ‘X’ Aceh. Artinya semakin tinggi hardiness, maka semakin rendah burnout dan sebaliknya semakin rendah hardiness, maka semakin tinggi burnout pada perawat rawat inap di Rumah Sakit ‘X’ Aceh.Kata kunci: Hardiness, Burnout, Perawat Rawat Inap  ABSTRACTInpatient nurse is nurse who work in unit inpatient care and having the interaction that more intense with patients in performing their duties nursing, so that vulnerable suffered the stress that potentially increase burnout. One factor that can reduce the tendency of burnout is hardiness. This research aims to understand the relationship between hardiness and burnout among nurses inpatient care in mental hospital Aceh. The subject of this research is nurse hospitalization in hospital ‘X’ Aceh which consist of 114 people. Methods of the data collection used a hardiness scale which consisted of 20 items and the burnout scale which consisted of 27 items. Analysis of the data used Pearson technique with correlation coefficient r=-0,560 and p=0,00 (p<0,01). The result showed there was a negative significant correlation between hardiness and burnout among nurses inpatient care in hospital ‘X’ Aceh. it means that, the higher hardiness, the lower of burnout, and instead the lower hardiness, the higher of burnout among nurses inpatient care in a hospital ‘X’ Aceh. Keywords: hardiness, burnout, inpatient nurse
Pengambilan keputusan pada remaja yang mengalami pengasuhan otoriter Raihanal Miski; Marty Mawarpury
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.576 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4297

Abstract

ABSTRAKKemampuan membuat keputusan penting bagi remaja mengingat usia ini masih labil dan rentan, namun pengasuhan otoriter dapat berdampak pada pola pengambilan keputusan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika pengambilan keputusan remaja yang diasuh secara otoriter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus jenis kasus tunggal, pada remaja berusia 17 tahun yang berdomisili di Banda Aceh. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh pengasuhan otoriter terhadap pengambilan keputusan subjek yang ditunjukkan dengan adanya tuntutan dan keterlibatan orangtua dalam proses pengambilan keputusan namun subjek tidak merasa terbebani berusaha memikirkan makna positif dari tuntutan yang diterima. Pengambilan keputusannya didasarkan pada proses evaluasi, penilaian dan penyaringan. Dua aspek dalam memutuskan terdiri atas isi dan tujuan dari keputusan yang akan diambil, yaitu apa yang dikehendaki telah dirumuskan dan adanya tujuan akhir yang harus dicapai. Kata kunci: Pengambilan keputusan, pola asuh otoriter, remaja  ABSTRACTThe ability to make decisions is important for teens considering this age is still unstable and vulnerable, but authoritarian parenting can have an impact on teenage decision making patterns. This study aims to determine the dynamics of adolescents decision-making who are cared for authoritarian pattern. This research uses qualitative approach single case study, of 17 year old teenager who live in Banda Aceh. The results show that there is an effect of authoritarian parenting on the subject decision making which is indicated by the demands and involvement of the parents in the decision-making process but the subject does not feel overwhelmed trying to think of the positive meaning of the demands received. Decision-making is based on evaluation, assessment and screening processes. Two aspects of deciding consist of the content and purpose of the decision to be made, ie what is desired has been formulated and the ultimate goal to be achieved.Keywords: Decision-making, authoritarian parenting, teenagers
Faktor caring profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien di puskesmas Ermina Istiqomah; Dwi Nur Rachmah; Sudjatmiko Setyobudihono
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4299

Abstract

ABSTRAKPuskesmas sebagai penyedia layanan kesehatan dasar dituntut untuk selalu meningkatkan mutu pelayannya. Perawat sebagai  SDM kesehatan dituntut untuk selalu memberikan pelayanan yang profesional kepada klien. Perawat memiliki tugas utama memberikan care. Perawat yang merawat klien berarti caring pada klien. Caring adalah adalah perilaku peduli sebagai wujud kinerja profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Oleh karena itu perlu ditemukan dan dikaji lebih lanjut bagaimana faktor caring yang dimiliki perawat profesional di Puskesmas. Tujuan penelitian adalah mengetahui faktor-faktor perilaku caring professional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuesioner caring kepada 99 orang perawat Puskesmas sebagai responden penelitian. Teknik analisis faktorial dengan AMOS dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor pembentuk perilaku caring perawat. Hasil menunjukkan faktor caring perawat Puskesmas adalah humanistik altruistik, keyakinan dan pengharapan, sensitivitas, saling percaya, ekspresi perasaan positif negatif, pemecahan masalah kreatif, belajar mengajar interpersonal, menciptakan lingkungan suportif, protektif, korektif, membantu kebutuhan dasar manusia, mengakui fenomena spritual dengan loading factor di atas 0,03. Implikasi penelitian ini adalah terbentuknya instrumen caring  yang memuat faktor-faktor perilaku caring profesional perawat dalam memberikan pelayanan kepada klien. Instrumen caring dapat digunakan untuk mengukur perilaku caring perawat dan sebagai instrumen untuk pengembangan penelitian selanjutnya.Kata kunci: Faktor Caring, Kinerja Profesional, Perawat PuskesmasABSTRACTPuskesmas as the provider of basic health services are required to always improve the quality of servants. Caring behavior as a form of professional performance of nurses in providing services to clients,therefore need to be found and studied further how caring factor owned by professional nurse. The purpose of this study to knows the factors of carings behavior of professional of nurses in providing services to clients. This research was conducted by distributing caring questionnaires to 99 nurses of Puskesmas as research respondents. Factorial analysis technique with AMOS was done to find out the factors forming caring behavior of nurse. The results showed were altruistic humanistic, confidence and expectation, sensitivity, mutual trust, positive-negative feelings, creative problem solving, interpersonal teaching learning, creating a supportive, protective, corrective environment, helping basic human needs, recognizing spiritual phenomena with loading factor above 0.03. The implication of this research is the formation of caring instrument that contains caring factors of professional caring nurses in providing services to clients. Caring instruments can be used to measure caring behavior of nurses and as instruments for further research development.Keywords: Caring Factor, Professional Performance, Nurse at Puskesmas
Penguatan karakter wirausaha melalui metode Story Telling sejarah berdagang Nabi Muhammad dan sahabatnya Monry FNG Ratumbuysang
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4292

Abstract

ABSTRAKUpaya menguatkan karakter wirausaha anak yang menjadi tanggung jawab setelah anak memasuki dunia pendidikan. Setelah masuk sekolah, maka kewajiban itu menjadi tugas para guru. Guru mempunyai peran yang sangat penting pula terhadap penguatan karakter wirausaha anak, karena guru akan menjadi figure tuntunan bagi anak selama berada dalam pendidikan formal. Salah satu cara untuk meningkatkan karakter wirausaha anak adalah dengan kegiatan storytelling. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan meningkatkan karakter wirausaha melalui metode Story Telling sejarah berdagang Nabi Muhammad dan sahabatnya Abdurahman Bin’ Auf pada siswa/ siswiMI/ MTs di Assanabil. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kualitatif. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik presentase untuk melihat hasil dari metode Story Telling terhadap penguatan karakter wirausaha. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terungkap bahwa sebelum dilakukan metode Story Telling, karakter wirausaha pada siswa/siswi MI dan MTs di Assanabil masih kurang. Akan tetapi setelah dilakukan metode Story Telling, terjadi penguatan dan perubahan karakter wirausaha. Oleh karena itu, disarankan agar guru dapat lebih berkreasi lagi dalam menggunakan metode pembelajaran khususnya metode Story Telling yang bermanfaat dalam pembentukan dan pengembangan karakter siswa.Kata kunci : Penguatan Karakter, Wirausaha, Metode Story TellingABSTRACTEfforts to strengthen the character of child entrepreneurship is the responsibility after the child enters the world of education. After entering school, the obligation becomes the duty of the teachers. Teachers have a very important role also to strengthen the character of child entrepreneurship, because teachers will be the guide figure for children during their stay in formal education. One way to improve the character of child entrepreneurship is by storytelling activities. The purpose of this study is to identify and enhance entrepreneurial character through the Story Telling method of trading history of Prophet Muhammad and his companion Abdurahman Bin 'Auf on students /students /MTs in Assanabil. The design used in this research is using qualitative descriptive method. Data analysis in this study using percentage technique to see the results of the story telling method of strengthening entrepreneurial character. Based on the results of research and discussion revealed that prior to the method of Story Telling, entrepreneurial character in students MI and MTs in Assanabil still less. However, after the method of Story Telling, there is a strengthening and change of entrepreneurial character. Therefore, it is suggested that teachers can be more creative again in using learning methods, especially story telling methods that are useful in the formation and development of student characters.Keywords: Character Strengthening, Entrepreneurship, Story Telling Method
Kondisi psikologis penderita Spinal Cord Injury (SCI) di Kalimantan Selatan Rahmi Fauzia; Zairin Noor Helmi
Jurnal Ecopsy Vol 4, No 3 (2017): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.v4i3.4300

Abstract

ABSTRAKSpinal Cord Injury (SCI) merupakan salah satu permasalahan kesehatan fisik diakibatkan terjadinya cedera permanen pada tulang belakang yang berpotensi memicu munculnya masalah psikologis pada penderitanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi psikologis pada penderita SCI. Dengan menggunakan desain studi kasus, penelitian ini menggunakan metode observasi dan wawancara sebagai alat untuk mengumpulkan data serta pedoman wawancara yang disusun berdasarkan aspek-aspek psikologis, sedangkan subyek penelitian ini berjumlah 1 (satu) orang yang saat penelitian dilakukan berstatus sebagai pasien rawat inap di Rumah Sakit Umum Ratu Zaleha Martapura. Pasien berjenis kelamin laki-laki, berusia 52 tahun, menderita SCI selama 10 tahun. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh gambaran kondisi psikologis pada subyek antara lain aspek: (1) penerimaan diri, (2) kontrol emosi, (3) serangan nyeri yang menurunkan status suasana hati menjadi negatif, (4) spiritualitas, (5) motivasi untuk sembuh.Kata kunci: Faktor Caring, Kinerja Profesional, Perawat Puskesmas ABSTRACTSpinal Cord Injury (SCI) is one of the problems of physical health caused the occurrence of permanent injury to the spine that could potentially trigger the emergence of psychological problems in patients. This research aims to know the mental health in people with SCI. Using design case studies, this research using the method of observation and interviews as a tool to collect data and interview guidelines compiled based on mental health aspects, while the informant this study amounts to 1 (one) person who while doing research status as inpatients in a General Hospital Queen Zaleha Martapura. Patient-sex male, aged 52 years and suffered from SCI for about 10 years. Based on the results of the analysis of the data obtained in the mental health picture of informants among others: (1) self-acceptance, (2) emotionality control, (3) pain, (4) spirituality dan (5) motivation to recover.Keywords: Caring Factor, Professional Performance, Nurse at Puskesmas

Page 1 of 1 | Total Record : 8