cover
Contact Name
Muhammad Abdan Shadiqi
Contact Email
abdan.shadiqi@ulm.ac.id
Phone
+62511-4774405
Journal Mail Official
ecopsy@ulm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat, Jl. A. Yani KM. 36 Banjarbaru Kalimantan Selatan
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Ecopsy
ISSN : 23547197     EISSN : 23547634     DOI : https://doi.org/10.20527/ecopsy
Core Subject : Humanities, Social,
Ecopsy Journal is a scientific journal that focuses on the Science of Psychology, particularly with regard to issues of Environmental Psychology and other branches of Psychological sciences related environmental context (General Psychology, Social Psychology, Developmental Psychology, Clinical Psychology, Educational Psychology, Psychology of Religion, Industrial & Organizational Psychology and Indigenous Psychology). Ecopsy Journal as a means of communication to disseminate the results of scientific research in the field of psychology. The journal is published by Psychology Studies Program, Faculty of Medicine, University Lambung Mangkurat (ULM) since 2013, published regularly in the print and electronic editions, Ecopsy Journal published three times a year at the month of April, August and December. From 2019 we only published two times a year at April and October.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY" : 8 Documents clear
Efek mediasi berbagi pengetahuan dalam kepemimpinan transformasional pada perilaku kerja inovatif karyawan rumah sakit Heru Asmoro; Seger Handoyo
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.03.009

Abstract

Karyawan yang memiliki perilaku kerja inovatif mampu menciptakan, mempromosikan dan menerapkan ide-ide baru yang bermanfaat dalam peningkatan prosedur kerja, produk dan layanan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa kepemimpinan transformasional signifikan memengaruhi munculnya perilaku kerja inovatif. Berbagi pengetahuan juga terbukti berpengaruh positif terhadap perilaku inovatif karyawan. Penelitian ini menguji pengaruh kepemimpinan transformasional dan peran berbagi pengetahuan terhadap perilaku kerja inovatif. Hipotesis pertama penelitian ini adalah ada pengaruh langsung kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif. Hipotesis kedua adalah ada pengaruh tidak langsung kepemimpinan transformasional terhadap perilaku kerja inovatif dengan melalui berbagi pengetahuan sebagai variabel mediator. Responden penelitian sebanyak 270 orang karyawan Rumah Sakit X di Kota Surabaya. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Alat pengumpul data dalam penelitian ini berupa kuesioner, yaitu kuesioner kepemimpinan transformasional yang diadaptasi dari MLQ form 5X-Short, perilaku kerja inovatif diadaptasi dari skala Inovative Work Behavior (IWB) dan berbagi pengetahuan diadaptasi dari skala knowledge sharing. Analisis data menggunakan teknik SEM-PLS dengan program SmartPLS 3.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional berpengaruh signifikan, positif, langsung dan tidak langsung terhadap perilaku kerja inovatif. Berbagi pengetahuan terbukti berperan sebagai pemediasi parsial.
Perfectionistic concerns, other-oriented perfectionism and marital satisfaction among working women in Jakarta Maria Clayriza Yovani; Pingkan C.B. Rumondor
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.07.011

Abstract

Nowadays, divorce is increasing in the community every year. In recent years, the wife often litigates for divorce due to marital dissatisfaction. Several aspects influence marital satisfaction one of them is the perfectionism trait beget in every individual, albeit at different levels. Perfectionism trait causes individuals to set high demands on others (other-oriented perfectionism) and themselves (perfectionistic concerns). Diverse cultural and working backgrounds uphold the demand in marriage. Thus, this research examines the correlations of perfectionistic concerns and other-oriented perfectionism with marital satisfaction in early adult working women in Jakarta. This research applied a quantitative approach and obtained the data by distributing questionnaires, adopted from ENRICH Marital Satisfaction (EMS) and Dyadic Perfectionism Scale (DPS) to 73 respondents working in the media and banking. Data were analyzed by using Spearman’s correlation. Both perfectionistic concerns and other-oriented perfectionism are associated with lower marital satisfaction. It implies that perfectionistic concerns drive the wife to be perfect in marriage, thus, burdening her psychologically. Furthermore, the wife also puts high demands on her husband to be perfect and thinks that she deserves that. The marriage is at a stalemate due to a lack of healthy communication in achieving greater marital satisfaction.
Kesejahteraan guru: Apakah tuntutan emosional kerja dan kepercayaan pada rekan kerja itu penting? Yuliezar Perwira Dara; Sayyidah Aisyah; Faizah Faizah; Ulifa Rahma
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.06.010

Abstract

Berprofesi sebagai guru merupakan profesi yang kompleks, karena guru dihadapkan pada tugas mendidik maupun administratif yang memakan banyak waktu untuk  menyelesaikan keduanya. Data menunjukkan bahwa terdapat penurunan jumlah masyarakat yang berprofesi sebagai guru dari tahun 2014 hingga 2019 karena banyaknya tuntutan dari sekolah namun tidak sebanding dengan well-being yang dirasakan. Kesejahteraan guru atau teacher well-being merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Indonesia dalam bidang pendidikan. Bahkan disebutkan pada penelitian 2017 di Indonesia, bahwa guru merupakan profesi yang rentan dengan stres tinggi. Trust in colleagues atau mempercayai pihak lain dengan menganggap kolega sebagai seorang yang baik hati, dapat diandalkan, jujur dan open-minded dipercaya memiliki peran positif untuk membuat guru termotivasi dan mendorong guru untuk saling berbagi perasaan dengan tulus kepada koleganya. Penelitian ini bertujuan untuk melihat peran emotional job demands (EJD) dan trust in colleagues (TIC) terhadap teacher well-being (TWB), secara simultan dan secara parsial. Populasi dan sampel penelitian ini adalah guru pendidikan formal (SD, SMP, SMA sederajat) dengan sampel sebanyak 565 responden. Penelitian ini menggunakan teknik sampling accidental sampling. Penelitian ini diukur menggunakan instrumen Emotional Job Demands of Teaching Scale yang terdiri dari empatbutir, Omnibus Trust Scale sebanyak delapan butir, dan Teacher Well-Being Scale sebanyak 16 butir yang mana ketiganya telah ditransadaptasi dan telah disesuaikan dengan konteks penelitian pada guru di Indonesia. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik multiple-regression. Berdasarkan hasil uji multiple regression, secara simultan dan parsial, emotional job demands dan trust in colleagues merupakan prediktor yang signifikan terhadap teacher well-being.
Eksplorasi faktor demografi dan persepsi terhadap kesiapan untuk berubah dosen menghadapi badan layanan umum Neka Erlyani; Fendy Suhariadi
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.09.014

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan persepsi dosen tentang Badan Layanan Umum (BLU) terhadap kesiapan untuk berubah ditinjau dari gender, usia, suku, agama, dan pendidikan. Sebuah organisasi akan menemukan berbagai tantangan, hambatan, dan kendala saat menjalankan proses perubahan yang telah direncanakan sehingga setiap karyawan perlu menyesuaikan perilaku, keterampilan, serta memiliki kesiapan individu untuk berubah. Salah satu cara untuk mendapatkan kesiapan individu untuk berubah adalah dengan adanya kesiapan berubah yang baik dari setiap karyawan. Sampel penelitian ini berjumlah 63 yang merupakan dosen Universitas Lambung Mangkurat dan dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Alat ukur yang digunakan adalah skala persepsi dosen tentang Badan Layanan Umum (30 butir) dan skala kesiapan untuk berubah (15 butir) yang selanjutnya dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hanya persepsi dosen tentang BLU yang berperan signifikan terhadap kesiapan untuk berubah. Faktor demografi seperti gender, usia, suku, penidikan tidak berperan terhadap kesiapan untuk berubah.
Perilaku sadar lingkungan dalam perspektif Theory of Planned Behavior: Analisis terhadap intensi penggunaan kantong dan sedotan plastik pada mahasiswa Thobagus Mohammad Nu'man; Nur Pratiwi Noviati
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.10.016

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji sikap, norma subjektif dan kontrol perilaku sebagai faktor-faktor penentu intensi penggunaan kantong dan sedotan plastik. Responden penelitian ini melibatkan 150 responden yang terdiri atas responden laki-laki 42 orang dan 108 responden perempuan. Usia responden antara 16 – 25 (M= 20; SD= 19). Pengumpulan data penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala yang disusun berdasarkan theory of planned behavior. Hasil analisis regresi berganda menunjukkan bahwa sikap terhadap pro-lingkungan, norma subjektif, dan kontrol perilaku yang dipersepsikan (PBC) secara bersama-sama memberikan sumbangan sebesar 47,7 % untuk menjelaskan varian intensi pro-lingkungan, F (3,146)=44,31, p<0,000. Selain itu, secara parsial sikap dan kontrol perilaku (PBC) memprediksi secara signifikan intensi pro-lingkungan, namun  norma subjektif ditemukan tidak dapat memprediksi intensi pro-lingkungan, b= 0,21, p<0,005 untuk variabel sikap, b= 0,47, p<0,000 untuk variabel kontrol perilaku, dan b= 0,13, p>n.s untuk norma subjektif.
Perbedaan privasi tempat tinggal antara laki-laki yang tinggal di Perumahan Tipe 36 dengan Tipe 70 di Kota Pekanbaru Harmaini Harmaini; Rosita Rosita
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.09.013

Abstract

Privasi selalu dibutuhkan oleh siapapun, kapanpun dan dimanapun, agar diperoleh perasaan aman dan nyaman di dalam melakukan aktivitas, termasuk juga saat berada di lingkungan perumahan. Perumahan merupakan tempat berkumpulnya banyak orang untuk menjalankan fungsi sosial dalam kehidupan dan tentunya memerlukan privasi bagi penghuninya termasuk dalam bertetangga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan privasi bertetangga antara laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 36 dengan tipe 70 di Kota Pekanbaru. Subjek terbagi menjadi dua kelompok yaitu laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 36 yang berjumlah sebanyak 127 dan perumahan tipe 70 sebanyak 110. Teknik sampel menggunakan cluster randomsampling. Hasil Penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis t-test atau uji t. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai t hitung sebesar -9,126 dengan taraf signifikannya yaitu 0,000 lebih kecil dari 0,05 (p<0,05). Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima, yaitu ada perbedaan privasi tempat tinggal antara laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 36 dengan tipe 70 di Kota Pekanbaru. Privasi bertetangga di tempat tinggal antara laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 70 lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 36. Hal ini dapat dilihat dari besar rata-rata privasi bertetangga laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 36 lebih besar dari mean bertetangga laki-laki yang tinggal di perumahan tipe 70 yaitu 111,85 > 103,56.
Perilaku cyberbullying: Peran moral disengagement dan peer attachment pada siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Illya Adista Pratiwi Kesdu; Ilmi Amalia
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.09.012

Abstract

Tingginya penggunaan internet pada remaja dapat menambah risiko dari aktivitas online, salah satunya adalah cyberbullying. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh moral disengagement (cognitive restructuring, minimizing agency, distortion of negative consequences, blaming atau dehumanizing the victim), peer attachment, usia, dan jenis kelamin terhadap perilaku cyberbullying. Penelitian ini dilakukan pada 260 remaja berusia 12-15 tahun dan sedang bersekolah di tingkat SMP di Jabodetabek yang diperoleh menggunakan purposive sampling. Uji validitas instrumen dilakukan dengan menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dan uji hipotesis diolah dengan analisis regresi berganda. Cognitive restructuring, minimizing agency, dan peer attachment berpengaruh secara signifikan terhadap perilaku cyberbullying.
Hubungan orientasi nilai terhadap perilaku pro-lingkungan remaja Maria Ambarfebrianti; Anita Novianty
Jurnal Ecopsy Vol 8, No 2 (2021): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ecopsy.2021.09.015

Abstract

Isu kerusakan lingkungan dan kualitas lingkungan negara Indonesia yang rendah menjadi salah satu permasalahan yang perlu diatasi. Maka dari itu diperlukan perilaku pro-lingkungan sebagai suatu upaya untuk mengatasi hal tersebut. Salah satu faktor penggerak perilaku pro-lingkungan adalah orientasi nilai. Selain itu, masa remaja merupakan masa paling kritis bagi remaja untuk mengenal dan menentukan nilai yang menjadi acuannya kelak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kaitan orientasi nilai biosfer, altruistik, egoistik, dan hedonik terhadap perilaku pro-lingkungan pada remaja. Peneliti berhipotesis bahwa ketiga orientasi nilai biosfer, altruistik, dan hedonik berhubungan terhadap perilaku pro-lingkungan, sedangkan orientasi nilai egoistik tidak berhubungan terhadap perilaku pro-lingkungan. Partisipan dalam penelitian ini berjumlah 421 remaja yang terdiri dari 277 perempuan dan 144 laki-laki, berusia 17-21 tahun, dengan teknik pengambilan sampling accidental. Kuesioner penelitian menggunakan skala Environmental Portrait Value Questionnaire (E-PVQ) dan General Ecological Behavior (GEB) yang kemudian disebarkan secara online. Data yang terkumpul dianalisa dengan teknik regresi berganda. Hasilnya terdapat hubungan orientasi nilai biosfer secara positif dan hubungan secara negatif pada orientasi hedonik terhadap perilaku pro-lingkungan remaja. Orientasi nilai altruistik dan nilai egoistik justru tidak memiliki hubungan terhadap perilaku pro-lingkungan remaja.Hal tersebut menunjukkan perilaku pro-lingkungan dapat ditingkatkan melalui prinsip kepedulian terhadap kualitas lingkungan yang dimiliki remaja.

Page 1 of 1 | Total Record : 8