cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 41 Documents
Search results for , issue "Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO" : 41 Documents clear
Pengaruh Gradasi dan Porositas Agregat Terhadap Karakteristik Campuran AC-BC yang Menggunakan Aspal dengan Substitusi Plastik High Density Polyethylene (HDPE) Theresia Melina Kojongian; Joice E. Waani; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gradasi dan porositas agregat terhadap karakteristik campuran AC-BC menggunakan aspal yang disubstitusi sebagian dengan plastik HDPE. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah rekayasa laboratorium mengacu pada Spesifikasi umum Bina Marga 2018 Revisi II dan menggunakan cara pencampuran basah (wet process). Persentase HDPE yang disubstitusikan terhadap aspal adalah sebesar 0,0%, 4,0%, 5,0% dan 6,0%. Agregat yang digunakan terdiri dari 2 komposisi campuran untuk membedakan besarnya pori dalam campuran yang diharapkan akan memengaruhi kinerja campuran yang diteliti. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan komposisi campuran tidak berpengaruh secara signifikan terhadap karakteristik Marshall karena adanya substitusi HDPE terhadap kedua campuran. Pada campuran I, semakin besar persentase substitusi HDPE terhadap aspal mengakibatkan penurunan stabilitas, flow dan VMA meningkat, VIM relatif meningkat dan VFB yang semakin menurun. Pada campuran II, semakin besar persentase substitusi HDPE terhadap aspal mengakibatkan stabilitas meningkat sedangkan flow berfluktuasi, VMA dan VIM juga meningkat, serta VFB menurun. Maka, untuk campuran I dengan kadar agregat halus yang besar membutuhkan aspal yang cukup besar dengan kadar HDPE yang disubstitusikan sebesar 2,75% saja terhadap berat aspal. Sedangkan untuk campuran II dengan kadar agregat kasar yang besar membutuhkan aspal yang relative sedikit sehingga jumlah HDPE yang dapat disubstitusikan sebesar 4,25% terhadap berat aspal. Keyword: High Density Polyethylene; gradasi; porositas; Laston (AC-BC)
Pemanfaatan Pasir Gunung Lobu Sebagai Agregat Halus dalam Campuran Hot Rolled Sheet-Wearing Course (HRS-WC) Cecile N. Sambur; Mecky R. E. Manoppo; Theo K. Sendow
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasir gunung Lobu yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pasir hasil erupsi dari gunung Soputan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan sifat fisik dari pasir gunung Lobu serta untuk mengetahui bagaimana pengaruh pasir ini terhadap karakteristik Marshall dalam campuran HRS-WC. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimental dengan variasi pasir gunung Lobu 0%, 10%, 15%, 20%, 25% dan 30% sebagai pengganti sebagian agregat halus dalam campuran HRS-WC. Benda uji yang dibuat pada penelitian ini ada 90 benda uji. Dari hasil penelitian, pasir gunung Lobu memiliki ukuran butir yang berkisar 0,075-2,36 mm. Berat jenis bulk 2,482%, berat jenis SSD 2,590% dan berat jenis semu 2,780%. Pasir gunung Lobu ini juga mempengaruhi nilai karakteristik marshall dalam campuran seperti nilai stabilitas, kelelehan (flow) dan kepadatan (density) yang cenderung menunrun sendangkan nilai rongga di dalam agregat (VMA), nilai rongga di agregat (VIM), nilai rongga yang terisi aspal (VFB), nilai Marshall Quotient (MQ) dan nilai kadar aspal efektif cenderung meningkat, dimana hal ini dipengaruhi oleh berat jenis yang rendah dan penyerapan yang tinggi dari pasir gunung Lobu, juga ukuran butiran dari pasir gunung Lobu yang lebih cenderung lebih besar dari agregat halus Lansot, Kema. Kata kunci: pasir gunung Lobu; HRS-WC; uji Marshall
Evaluasi Kinerja Curved Seawall Terhadap Gelombang Pesisir di Kawasan Manado Town Square Kevin Kaunang; Tommy Jansen; Arthur H. Thambas
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manado Town Square merupakan pusat perbelanjaan yang berada pada posisi 1°28'14.4" LU 124°49'48.9"BT di Teluk Manado dan menjadi tempat masyarakat untuk melakukan aktifitas sosial serta kegiatan pariwasata lainnya. Dalam penataan prasarana Manado Town Square, salah satu elemen yang sangat penting yaitu bangunan pengaman pantai dalam hal ini Curved Seawall. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja bangunan pengaman pantai yang sudah ada dengan memperhitungkan gaya alam yang terdapat di sekitar pantai serta faktor lainnya untuk mengetahui kawasan tersebut aman atau tidak aman dari pengaruh overtopping gelombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan langsung di lapangan serta memakai data sekunder berupa Data Angin, Data Pasang-Surut, dan Data Gelombang dengan periode 5 tahunan (2016-2020) yang diolah dengan Metode Admiralty periode 15 piantan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, didapat Tinggi Gelombang (H) 4 meter, Periode Gelombang (T) 6 detik dan arah angin utama pada sisi Barat dengan periode ekstrim pada bulan Februari 2020 yang dapat menyebabkan adanya overtopping pada curved seawall. Dari analisa di lapangan terdapat 2 faktor utama penyebab overtopping, pertama, lereng depan/slope yang dibangun terlalu landai yaitu 27° (<30°), kedua, lereng depan/slope memiliki tingkat koefisien kekasaran Manning yang relatif rendah (n= 0.014) (n= >0.020) karena menggunakan material unfinished concrete, hal tersebut dapat memicu terjadinya run-up gelombang yang bisa merusak sarana prasarana ataupun mengancam keberadaan disekitar Curved Seawall. Dapat disimpulkan bahwa Curved Seawall yang dibangun tidak aman dari pengaruh overtopping sehingga membutuhkan desain ulang serta pembangunan kembali berupa peninggian bangunan pengaman pantai Keyword: Curved Seawall, Overtopping, bangunan pengaman pantai, Manado Town Square
Manajemen Persediaan Material dengan Menggunakan Economic Order Quantity pada Preservasi Jalan Beton Simpang Niam - Lubuk Kambing 1, Jambi Shiraj G. P. Bachmid; Ariestides K. T. Dundu; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada manajemen persediaan material untuk proyek preservasi jalan beton (rigid pavment) di jalan Simpangniam-Lubuk Kambing 1, Jambi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah material yang harus dipesan dalam periode tertentu sehingga dapat mengoptimalkan biaya-biaya yang timbul dalam persedian material pada proyek konstruksi jalan beton dengan menggunakan metode economic order quantity (EOQ). Metode yang digunakan untuk analisis data merupakan metode EOQ dengan memeperhatikan biaya simpan, biaya pesan, waktu tunggu material (lead time) dan kebutuhan material tahunan. Data yang dikumpulkan merupakan data sekunder berupa analisa harga satuan pekerjaan, rencana anggaran biaya dan penjadwalan (time schedule). Hasil dari penelitian dibutuhkan biaya sebesar Rp 526,672,069.- untuk biaya pesan dan Rp 526,701,699.- untuk biaya simpan dengan total biaya persediaan Rp 1,053,373,768.- hal ini menunjukan bahwa biaya optimal tercapai dengan kuantitas pemesanan sesuai metode EOQ. Keyword: manajemen persediaan, Economic Order Quantity, optimal
Analisa Tebal Perkerasan Jalan Untuk Beban Berlebih, Temperatur Perkerasan Tinggi, Curah Hujan Tinggi Dan Tanah Lunak Pada Desain Perkerasan Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap 1 Dengan MDP 2017 Gisella P. Montolalu; Theo K. Sendow; Joice E. Waani
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Manado Outer Ringroad (MORR) III Tahap 1 adalah jalan yang baru, maka perlu dilakukan analisa untuk pengaruh beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, curah hujan tinggi dan tanah lunak terhadap tebal perkerasan jalan, untuk melakukan analisa tersebut digunakan metode manual desain perkerasan (MDP) 2017. Selanjutnya dihitung nilai CESA untuk menghitung desain struktur dan tebal perkerasan eksisting yang kemudian digunakan sebagai acuan untuk menghitung tebal perkerasan jalan pada kondisi beban berlebih, temperatur perkerasan tinggi, curah hujan tinggi dan tanah lunak. Dapat disimpulkan bahwa untuk beban berlebih semakin tinggi nilai cesa maka tebal lapisannya akan semakin tebal, untuk temperatur tinggi tebal perkerasannya akan semakin tebal pada temperatur yang lebih tinggi, untuk curah hujan tinggi tebal perkerasannya akan lebih tebal dibandingkan dengan curah hujan rendah, untuk tanah lunak semakin rendah nilai CBR tanah dasar maka akan semakin tebal perkerasannya. Kata kunci: beban berlebih; curah hujan tinggi, MDP 2017, perkerasan lentur, temperatur perkerasan tinggi, tanah lunak
Karakteristik Geoteknik Geosynthetic Clay Liners Sebagai Lapisan Penahan Lindi Pada Sanitary Landfill Melalui Uji Konsolidasi Endridel B. Ragang; Steeva G. Rondonuwu; Jack H. Ticoh
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lempung merupakan tipe tanah lunak yang memiliki karakteristik indeks mampat besar, daya dukung rendah, kemampuan mengikat air besar dan mengalami konsolidasi. Konsolidasi merupakan peristiwa terjadinya deformasi pada lempung lunak akibat keluarnya air pori dari dalah tanah. Serangkain pengujian konsolidasi telah di lakukan di laboratorium terhadap tanah lempung dengan tambahan bentonite sebagai material pengisi geosynthetic clay liners (GCL). Sampel tanah yang digunakan dalam penelitian di ambil dari Desa Pulutan Kecamatan Remboken kabupaten Minahasa. Pada penelitian ini dilakukan pengujian sifat-sifat fisis dari sampel tanah pulutan dan bentonite, kemudian dilakukan pengujian konsolidasi untuk mendapatkan nilai indeks pemampatan (Cc) dan koefisien konsolidasi (Cv) pada sampel tanah asli dan sampel tanah dengan penambahan bentonite dengan variasi 0%, 50%, dan 100%. Dari hasil pengujian konsolidasi menggunakan alat Oedeometer maka di temukan koefisien konsolidasi (Cv) untuk tanah asli adalah 0, 0015 cm/menit, untuk tanah dengan variasi 0% lempung (100% bentonite) adalah 0,00009 cm/menit, sedangkan untuk variasi campuran 50% adalah 0,0012 cm/menit. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa semakin tinggi penambahan bentonite semakin kecil nilai koefisien konsolidasi Cv dan semakin kecil penurunan yang terjadi. Kata kunci - Gesynthetic Clay Linears, konsolidasi, lempung
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Metode PKJI Dan Metode PTV VISSIM (Studi Kasus: Jl. Sam Ratulangi – Jl. Babe Palar, Kota Manado) Muhammad I. C. Ahmad; Lucia I. R. Lefrandt; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan di Jl. Sam Ratulangi merupakan salah satu dengan tingkat kemacetan yang tinggi karena berdekatan dengan beberapa fasilitas umum yang ada di sepanjang ruas jalan persimpangan. ini membuat persimpangan Jl. Sam Ratulangi sering terjadi kemacetan walaupun sudah terdapat APILL sekalipun. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis kinerja dan melakukan simulasi untuk meningkatkan kinerja di persimpangan Jl. Sam Ratulangi – Jl. Babe Palar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik simpang bersinyal di Jl. Sam Ratulangi – Jl. Babe Palar dan menganalisis kinerja simpang bersinyal di Jl. Sam Ratulangi – Jl. Babe Palar menggunakan metode PKJI 2014 dan di simulasikan menggunakan aplikasi PTV Vissim. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2014 lalu disimulasikan pada aplikasi PTV VISSIM. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu pada hari Senin tanggal 19 September 2022, hari Rabu tanggal 21 September 2022, dan pada hari Sabtu tanggal 24 September 2022. Dari hasil survey yang dilakukan didapatkan data volume lalu lintas, data kecepatan,data arah pergerakan, data waktu siklus, dan data kondisi geometrik. Data yang digunakan dalam analisis adalah data hari Rabu pada periode jam puncak sore pukul 16.00 – 17.00 WITA. Data ini dianggap mewakili data lainnya karena merupakan data volume tertinggi selama 3 hari penelitian. Dari hasil analisiskinerja simpang bersinyal pada hari Rabu, 21 September 2022 didapatkan LOS F untuk lengan Micon dan LOS E untuk lengan Babe Palar dan lengan Lenso. Dari data yang diperolaeh maka dilakukan alternatif untuk meningkatkan kinerja dan didpatkan alternative terbaik yaitu penambahan Slip Lane dengan merubah waktu siklus dan juga pelebaran geometrik. Kata kunci: simpang bersinyal, PKJI 2014, PTV VISSIM
Evaluasi Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) Pada Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Pembangunan Pasar Bersehati Manado Christi V. T. Pomantow; Jantje B. Mangare; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pemenuhan standar keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan dalam penyelenggaraan konstruksi, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2021 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemertntah Nomor 22 Tahun 2020 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 20l7 Tentang Jasa Konstruksi, setiap pengguna jasa dan penyedia jasa dalam penyelenggaraan jasa konstruksi harus menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Menanggapi peraturan tersebut maka dilakukan penelitian yang bertujuan mengetahui tingkat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada proyek Pembangunan Pasar Bersehati Manado. Pada penelitian ini, analisis data yang dilakukan dengan menyusun dan membahas hasil kuesioner, observasi maupun dokumentasi berdasarkan Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat No. 10 Tahun 2021 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK). Data yang didapatkan kemudian diolah menggunakan analisis frekuensi statistik.Berdasarkan hasil yang didapatkan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa tingkat penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) pada pelaksanaan proyek pembangunan Pasar Bersehati Manado adalah baik. Keyword: SMKK, keselamatan konstruksi, PERMEN PUPR No. 10 Tahun 2021
Analisis Manajemen Material Dengan Menggunakan Lot for Lot Pada Proyek Preservasi Jalan Simpang Niam-Lubuk Kambing 1, Jambi Jeremy G. Tamatompol; Ariestides K. T. Dundu; Jantje B. Mangare
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manajemen material proyek bertujuan untuk mengatur penggunaan material secara efektif dan efisien selama pelaksanaan pekerjaan, sehingga tidak terjadi masalah kekurangan atau kelebihan material. Perencanaan kebutuhan material adalah metode untuk menentukan bahan atau komponen apa yang harus diproduksi atau dibeli, berapa banyak yang dibutuhkan, dan kapan dibutuhkan. Material Requirement Planning (MRP) terutama didasarkan dengan keadaan persediaan material dalam jadwal pelaksaan proyek. Metode Material Requirement Planning (MRP) diterapkan pada proyek Preservasi Jalan Simpang Niam-Lubuk Kambing 1, Jambi dengan menghitung jumlah material yang dibutuhkan berdasarkan data RAB, analisis harga satuan dan rencana pelaksanaan proyek. Setelah itu, dibuat distribusi material, yang merupakan masukan untuk menggunakan Material Requirement Plan (MRP). Dengan menggunakan teknik Lot for Lot, dana yang diperlukan untuk pengadaan material dapat diminimalisir Rp. 48.471.706. Hasil ini diperoleh dari selisih antara total cost perencanaan pihak proyek dengan total cost hasil Lot for Lot. Hasil tersebut membuktikan bahwa proses perencanaan kebutuhan material dengan menggunakan Lot for Lot dapat meminimalkan dana pengadaan persediaan material. Rencana pemesanan dan jumlah pemesanan juga diperoleh melalui penggunaan Lot for Lot. Kata kunci: Lot for Lot, pengadaan material, Material Requirement Planning
Strategi Penawaran Pada Proyek Konstruksi Bangunan Di Kota Tomohon Dengan Menggunakan Pemodelan Friedman Rakiando H. Poluan; Jermias Tjakra; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 21 No. 83 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam mendapatkan suatu proyek akan melalui proses tender yang didalamnya terdapat tahap yang penting yaitu tahap penawaran. Dalam pelelangan kontraktor dihadapkan pada dua kondisi yang bertolak belakang yaitu jika menjadi penawar terendah maka keuntungan yang diperoleh sangat kecil namun peluang memenangkan tender semakin besar sedangkan jika penawaran yang diusulkan tinggi maka profit yang didapat besar namun peluang menang tender menjadi kecil karena dapat dimenangkan oleh penawar dengan harga yang lebih rendah. Agar kontraktor dapat membuat penawaran yang lebih akurat dan efektif terhadap pelelangan maka kontraktor dapat menggunakan pendekatan melalui model strategi penawaran, model yang sering digunakan antara lain yaitu model Friedman. Untuk penerapan model ini memerlukan data penawaran proyek konstruksi bangunan selama 3 tahun yang akan di ambil melalui website LPSE Kota Tomohon dari tahun 2019 sampai tahun 2021, dari pengumpulan data terdapat 43 penawaran yang diikuti oleh 63 penawar. Dari hasil pembahasan terlihat bahwa peluang untuk memenangkan penawaran dipengaruhi oleh jumlah pesaing dan penentuan terhadap nilai Mark Up, jika jumlah pesaing semakin banyak maka peluang untuk memenangkan penawaran semakin kecil, untuk penentuan nilai Mark Up jika ingin mendapatkan keuntungan maksimum yang diharapkan pada penawaran dengan menggunakan pemodelan friedman maka dapat menggunakan Mark up 5% dan Mark up 7%. Kata kunci: strategi penawaran, model Friedman, mark up