cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
Penerapan Konsep Arsitektur Tektonika Pada Museum Gempa Yogyakarta M Shoifan Juma; Anisa Anisa; Anggana Fitri S
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempa. Gempa bumi terhebat yang pernah terjadi di Yogyakarta adalah pada tahun 2006 yang mengakibatkan banyak kerusakan dan jatuhnya korban jiwa. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa hebat yang pernah terjadi di Indonesia setelah peristiwa bencana tsunami Aceh pada tahun 2004. Namun, peristiwa gempa 2006 mulai memudar dari ingatan masyarakat karena tidak adanya lokasi atau tempat yang dapat mengembalikan kesan dan perasaan ketika terjadi gempa 2006. Maka dari itu, perlu dirancang sebuah Museum Gempa Yogyakarta dengan Konsep Arsitektur Tektonika di Yogyakarta. Dalam tulisan ini akan diuraikan analisa-analisa maupun konsep arsitektur tektonika melalui studi preseden Museum Tsunami Aceh, Kobe Earthquake Museum, dan Aspen Art Museum. Dengan dirancangnya Museum Gempa Yogyakarta diharapkan dapat mengabadikan bencana besar yang menimpa Yogyakarta serta dapat memberikan edukasi tentang bencana gempa bumi kepada masyarakat. Kata Kunci: Yogyakarta, Museum Gempa, Arsitektur Tektonika, Edukasi ABSTRACT. Daerah Istimewa Yogyakarta is one of the areas prone to earthquake disaster. The greatest earthquake that ever occurred in Yogyakarta was in 2006 which resulted in a lot of damage and casualties. the earthquake was a great incident that ever happened in Indonesia after the tsunami disaster of Aceh in 2004. However, the earthquake in 2006 began to fade from the memory of the community because there is no location or place that can restore the impression and feeling when the earthquake occurred in 2006. Therefore, it is necessary to design a Yogyakarta Earthquake Museum with the concept of tectonic architecture in Yogyakarta in the hope that the museum becomes a place that can restore the impression and feelings of society when the earthquake of 2006 and provide education. The museum will also use earthquake resistant structural system so it can survive in case of earthquake. Keywords: Yogyakarta, Earthquake Museum, Tectonic Architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA MUSEUM SEJARAH JAKARTA Ralianisa Trisna Putri; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia di dunia ini diciptakan dengan segala keunikan dan kondisi. Kondisi dari ssetiap manusia dapat berbeda-beda. Kondisi ini dapat dipengaruhi berdasarkan usia, jenis kelamin, dan berbagai faktor lainnya. Setiap manusia memiliki hak yang sama dalam menjalani keseharian walaupun sedang dalam keterbatasan secara fisik. Arsitektur memiliki bidang Arsitektur Universal, dimana pada bidang ini memberikan kesetaraan dalam penggunaan fasilitas baik untuk pengunjung norma maupun pengunjung dengan kebutuhan khusus. Prinsip dari desain universal merupakan suatu solusi untuk menentukan seluruh aspek pada konsep dari semua ilmu desain. Metode penelitian menggunakan metode penelitian naratif kualitatif. Metode naratif kualitatif merupakan metode yang digunakan dengan cara mengamati dan menganalisis keadaan dengan setiap aspek yang digunakan dalam penelitian. Tujuan dari metode naratif kualitatif yaitu untuk  menghasilkan gambaran tentang suatu keadaaan dan menjelaskan mengenai fasiltas dan keadaan suatu tempat. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder. Data primer digunakan dengan mengunjungi studi kasus secara langsung dan melakukan pengamatan pada studi kasus. Data sekunder yaitu berupa studi literatur. Studi literatur dapat memberikan informasi secara lengkap dan banyak. Informasi yang diperlukan dan diperoleh secara sekunder yaitu berupa teori-teori mengenai arsitektur universal dan informasi mengenai studi preseden. Tujuan dari diadakannya penelitian ini yaitu untuk memahami bagaimana Museum Sejarah Jakarta dapat mengakomodasi pengunjung dengan kebutuhan khusus.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR UNIVERSAL PADA PUSAT HIBURAN DUNIA FANTASI Zaqki Mubarak; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Dalam kehidupan masyarakat saat ini, dengan padatnya aktifitas dan tingginya tuntutan hidup serta tingkat stres dan kejenuhan membuat kebutuhan masyarakat akan hiburan bersama keluarga menjadi faktor penting. Masyarakat yang ingin menikmati hiburan datang dari berbagai kalangan yang memiliki keragaman usia tanpa batasan fisik, rentang usia, jenis kelamin, dan kemampuan dalam mengakses ruang publik, pada kenyataan banyak pusat hiburan yang belum menyediakan fasilitas yang reperentative untuk semua kalangan. Hal tersebut bisa diwujudkan dalam perencanaan dan perancangan bangunan melalui arsitektur universal. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami penerapan konsep dan prinsip universal pada pusat hiburan Dunia Fantasi. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan objek dari penelitian ini adalah pusat hiburan Dunia Fantasi. Kesimpulan Penelitian ini yaitu, ukuran dasar bangunan, jalur pedestrian, ramp, jalur evakuasi, toilet, area parkir dan fasilitas pendukung.   Kata Kunci: arsitektur universal, dunia fantasi, pusat hiburan ABSTRACT. In today's society, with the density of activities and the high demands of life as well as the level of stress and boredom, people's need for entertainment with family becomes an important factor. People who want to enjoy entertainment come from various groups who have a variety of ages without physical limitations, age range, gender, and ability to access public spaces, in fact many entertainment centers have not provided reperentative facilities for all groups. This can be realized in the planning and design of buildings through universal architecture. The purpose of this research is to know and understand the application of universal concepts and principles at the Dunia Fantasi entertainment center. This research method uses descriptive qualitative method, while the object of this research is the Dunia Fantasi entertainment center. The conclusion of this study is the basic size of the building, pedestrian paths, ramps, evacuation routes, toilets, parking areas and supporting facilities. Keywords: universal architecture, dunia fantasi, entertainment center
PENERAPAN ARSITEKTUR METAFORA PADA BANGUNAN PENDIDIKAN GIRI WIJAYA WIKASATRIAN Hendro Kurnianto; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Indonesia telah merdeka selama 74 tahun, angka tersebut merupakan usia yang cukup matang bagi sebuah negara untuk terus berkembang diberbagai bidang, salah satunya adalah perencanaan mengenai insfrastruktur yang layak dibidang pendidikan. Bangunan pendidikan bisa direncanakan dan dirancang dengan baik untuk merepresentasikan salah satu karakter pendidikan, sehingga dapat berperan untuk membantu mengidentifikasi karakter yang ditujukan oleh suatu lembaga pendidikan. Hal tersebut bisa diwujudkan dalam perencanaan dan perancangan bangunan melalui pendekatan asritektur matafora. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui dan memahami penerapan konsep dan kategori metafora pada bangunan Giri Wijaya Wikasatrian. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, sedangkan objek dari penelitian ini adalah bangunan Giri Wijaya Wikasatrian. Kesimpulan penelitian ini yaitu, massa, fasad, dan atap termasuk Combined Metaphor, sedangkan denah dan tangganya termasuk Tangible Metaphor. Kata Kunci: arsitektur, bangunan, metafora, pendidikan ABSTRACT. Indonesia has been independent for 74 years, this number is a ripe age for a country to continue to develop in various fields, one of which is planning on proper infrastructure in the field of education. Educational buildings can be planned and well designed to represent one of the characteristics of education, so that it can play a role to help identify the character intended by an educational institution. This can be realized in the planning and design of buildings through the Matafora architectural approach. The purpose of this research is to know and understand the application of the concepts and categories of metaphors in the building of Giri Wijaya Wikasatrian. This research method uses descriptive qualitative method, while the object of this research is the Giri Wijaya Wikasatrian building. The conclusion of this study is that the mass, facade, and roof are included in the Combined Metaphor, while the floor plan and stairs include Tangible Metaphor.. Keywords: architecture, building, metaphor, education
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER DEKONSTRUKSI PADA BANGUNAN PERTUNJUKAN TEATER JAKARTA guntur ismawan; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur Kontemporer Dekonstruksi merupakan konsep sebuah desain arsitektur yang lebih maju/ terbaharukan dengan menggunakan bentukan geometri yang tidak lazim. Konsep ini muncul akibat kebosanan dan kejenuhan pada gaya arsitektur modern dan mulai diterapkan pada bangunan pertunjukan di era modern ini untuk menghilangkan rasa kebosanan terhadap geometri pada umumnya. Hal tersebut membuat geometri pada bangunan pertunjukan dirasa cocok sebagai media penerapan konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi di era modernisasi. Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini berusaha mengkaji konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi pada bangunan pertunjukan Teater Jakarta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan pengumpulan data menggunakan studi literatur terkait dengan arsitektur kontemporer dekonstruksi. Analisis dilakukan dengan menggunakan pendekatan prinsip desain arsitektur kontemporer dekonstruksi, menghasilkan kajian bahwa Teater Jakarta menerapkan konsep arsitektur kontemporer dekonstruksi berdasarkan penerapan prinsip bentuk hybrid (bentuk campuran), bentuk yang complexity (kompleks), memiliki estetika dan ornament, pro simbolik, disorder (ketidakteraturan), disharmony (tidak harmoni), methaphor (metafora), distorsi (distortion) dan kontras (contrast). Kata Kunci: arsitektur, dekonstruksi, kontemporer. pertunjukan. ABSTRACT. Deconstruction Contemporary Architecture is the concept of a more advanced / updated architectural design using unusual geometric formations. This concept emerged as a result of boredom and boredom in modern architectural styles and began to be applied to performance buildings in this modern era to eliminate the sense of boredom towards geometry in general. This makes the geometry of the performance building suitable as a medium for implementing the contemporary architectural concept of deconstruction in the modernization era. Based on this background, this study seeks to examine the contemporary architectural concept of deconstruction in the Jakarta Theater performance building. The method used in this research is descriptive qualitative method and data collection using literature studies related to contemporary architecture deconstruction. The analysis was carried out using a contemporary architectural design principle approach to deconstruction, resulting in a study that the Jakarta Theater applies a contemporary architectural concept of deconstruction based on the application of the principle of hybrid expression, forms that are complex, have aesthetics and ornament, pro symbolic, disorder, disharmony, metaphor, distortion and contrast. Keywords: Architecture, Deconstruction, Contemporary, theatre 
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA PERANCANGAN MIXED-USE BUILDING DI JAKARTA SELATAN tedi kurnia; Lily Mauliani; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kota Jakarta merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Indonesia. Kebutuhan akan hunian, lapangan kerja, dan hiburan meningkat karena kebutuhan tersebut merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat, utamanya masyarakat yang berada di perkotaan. Mixed-use building yang berisi pusat perbelanjaan, apartemen dan hotel bintang 4 diharapkan dapat menjadi solusi untuk kota Jakarta yang semakin padat dan lahan kosong semakin menyusut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini akan membahas analisis apa saja yang diperlukan dalam penerapan arsitektur kontemporer pada mixed-use building. Metode pengumpulan data mixed-use building, pusat perbelanjaan, apartemen dan hotel bintang 4 berdasarkan literatur, serta Observasi lapangan mixed-use building. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian mixed-use building ini adalah arsitektur kontemporer menurut Ogin Schirmbeck dan Alfari. Di penelitian ini menghasilkasn konsep mixed-use building yang menggunakan material baru. Bangunan yang kokoh dengan gubahan massa yang ekspresif dan dinamis. Kata Kunci: Arsitektur, kontemporer, mixed-use building. ABSTRACT. The city of Jakarta is the center of business, trade, industry and education in Indonesia. The need for shelter, employment, and entertainment is increasing because these needs are a primary need for the community, especially those in urban areas. Mixed-use buildings that contain shopping centers, apartments and 4-star hotels are expected to be a solution for the increasingly crowded city of Jakarta and empty land is shrinking. The method used in this study will discuss the analysis of what is needed in the application of contemporary architecture in mixed-use building. Methods of collecting mixed-use building, shopping centers, apartments and 4-star hotels based on literature, as well as observing mixed-use building fields. The approach used in mixed-use building research is contemporary architecture according to Ogin Schirmbeck and Alfari. In this research the concept of mixed-use building produces new materials. A sturdy building with expressive and dynamic mass composition. Keywords: Architecture, contemporary, mixed-use building.
Penerapan Konsep Arsitektur Analogi Pada Bangunan Museum Purna Bhakti Pertiwi Muhammad Muslimin; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Museum merupakan bangunan yang menyimpan benda-benda bersejarah, karya seni dan yang bersifat edukasi lainya. Dalam perencanaanya setiap museum memiliki desain yang berbeda tergantung apa yang dipamerkan didalam museum, diantara pendekatan yang digunakan dalam perancangan museum adalah pendekatan konsep arsitektur analogi, konsep ini sudah banyak digunakan oleh para arsitek dalam perancangan karya dan menghasilkan karya yang spektakuler. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang makna arsitektur analogi dan bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur analogi kedalam bangunan museum, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu dengan mengumpulkan teori-teori dari beberapa ahli dan observasi studi kasus secara langsung, hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan data secara lebih akurat. penerapan prinsip arsitektur analogi selalu menghasilkan desain yang unik dan kontras terhadap bangunan disekitar nya, benang merah dalam penerapan prinsip arsitektur analogi ini adalah bahwa dalam penerapan nya tidak secara langsung menjiplak objek analogi akan tetapi diperlukan analisis mendalam sehingga tercipta bentuk yang sesuai.Kata kunci: Arsitektur Analogi, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi ABSTRACT. The museum is a building that holds historic objects, senior artwork and that opposes other education. In each museum has a different design depending on what is exhibited in the museum, between what is used in the design of the museum is the concept of analogy architecture, this concept has been widely used by architects in the design of works and produce spectacular works. This study aims to discuss more about the meaning of analogy architecture and the application of the principles of analogy to building a museum, the method used in this research is a descriptive qualitative method relating to gathering theories from several experts and direct case study observations, this allows researchers get data accurately. The application of analogy architecture produces a unique design and contrast to the building concerned, the common thread in the application of this analogy architecture is that in its application it does not directly trace the object of the analogy it will require the necessary analysis so that an appropriate shape is created.Keywords: Analogy Architecture, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi
KAJIAN CITRA KOTA KEVIN LYNCH PADA KAWASAN HUNIAN TERENCANA (KOTA HARAPAN INDAH BEKASI, KOTA WISATA CIBUBUR, SENTUL CITY) Afif Rajibnur; Lutfi Prayogi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Perkembangan kota saat ini cukup banyak terjadi di berbagai daerah. Tingginya tingkat kebutuhan hunian masyarakat membuat para pengembang berlomba untuk menghadirkan sebuah kawasan hunian terencana dengan ciri khasnya masing-masing. Kajian konsep citra kota dipilih karena setiap kawasan hunian terencana pastinya memiliki beberapa elemen-elemen yang berkaitan dengan teori tersebut. Metode kajian yang digunakan yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif yaitu interpretasi dari data yang didapat dihubungkan dengan landasan teori yang terkait, selain itu juga mewawancara beberapa responden untuk mengkonfirmasi kebenaran hubungan antara data dengan teori terkait. Hasil analisa yang didapat dari Kota Harapan Indah Bekasi, Kota Wisata Cibubur, dan Sentul City tersebut menerapkan kelima komponen yang terdapat di Teori Citra Kota Kevin Lynch pada masing-masing kota. Di antaranya path, edge berupa batas-batas yang ada diketiga lokasi tersebut, district yang masing-masing memiliki tiga sampai empat kawasan yang ada di kota tersebut. Nodes yang merupakan titik kumpul atau bertemu dan terakhir landmark yang ada di kota tersebut. Kata Kunci: Kawasan Hunian Terencana, Teori Citra Kota ABSTRACT. The development of the city is currently quite a lot happening in various regions. The high level of occupancy needs of the community makes the developers compete to present a planned residential area with their respective characteristics. The study of city image concept was chosen because each planned residential area must have several elements related to the theory. The study method used is descriptive qualitative method, the interpretation of the data obtained is related to the related theoretical basis, while also interviewing several respondents to confirm the truth of the relationship between the data and related theories. The analysis results obtained from Kota Harapan Indah, Bekasi, Kota Wisata Cibubur, and Sentul City, apply the five components contained in Kevin Lynch's City Image Theory in each city. Among them are paths, edges in the form of boundaries that exist in the three locations, districts, each of which has three to four areas in the city. Nodes which are meeting points or meeting points and the last landmarks in the city. Keywords: Planned Residential Areas, City Image Theory
KAJIAN KEARIFAN LOKAL PADA BANGUNAN KANTOR PEMERINTAHAN BALAIKOTA DEPOK Muhammad Zholla Fanani; Wafirul Aqli
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2021): Purwarupa Vol 5 No 1 Maret 2021
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kearifan lokal adalah pedoman hidup dan pengetahuan turun temurun serta berbagai teknik kehidupan yang diwujudkan dalam aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat setempat dalam menjawab berbagai masalah dalam pemenuhan kebutuhan mereka setiap hari. Jurnal ini bertujuan untuk meneliti kearifan lokal pada bangunan adat khas sunda, dalam bentuk penelitian produk pada bangunan gedung perkantoran Pemerintahan di Balaikota Depok. Dalam beberapa tahun belakangan, kebudayaan sering diartikan sebagai warisan sejarah dalam perancangan desain, karena semakin majunya zaman yang pesat dengan berbagai kebutuhan manusia yang semakin banyak, masyarakat lebih menyukai desain produk yang sederhana, bagus dipandang dan terkesan modern, sehingga penerapan kearifan lokal kurang diminati dalam merancang sebuah bangunan. Dari Kearifan Lokal inilah muncul beberapa ide yang cocok untuk dijadikan parameter penelitian dalam perancangan suatu bangunan. Namun pada saat ini, kami mengambil tema Kearifan Lokal pada rumah adat sunda di masukan dalam desain bangunan perkantoran di Balaikota Depok. Metode penelitian menggunakan ATUMICS yaitu Artefact, Technic, Utility, Material, Icon, Concept, dan Shape. Hasilnya bangunan pemerintah kota Depok menerapkan artefak berupa atap julang ngapak Kata Kunci: adat, balaikota, Depok, kearifan lokal, sunda ABSTRACT. Local wisdom is a way of life and knowledge from generation to generation as well as various life techniques that are manifested in the activities carried out by local people in answering various problems in fulfilling their daily needs. This journal aims to research local wisdom on Sundanese traditional buildings, in the form of product research on government office buildings in Depok City Hall. In recent years, culture has often been interpreted as a historical legacy in design, because of the rapid advancement of times with a growing number of human needs, people prefer product designs that are simple, good to look at and seem modern, so the application of local wisdom is less desirable in designing a building. From this local wisdom, some ideas emerge that are suitable as research parameters in designing a building. But at this time, we are taking the theme of Local Wisdom on Sundanese traditional houses in the design of office buildings in Depok City Hall. The research method uses ATUMICS, namely Artefact, Technic, Utility, Material, Icon, Concept, and Shape. As a result, the Depok city government building implemented an artifact in the form of Julang Ngapak roof Keywords: custom, local wisdom, sundanese, town hall, Depok city
ANALISIS BIAYA PEKERJAAN STRUKTUR BETON MENGGUNAKAN METODE AHSP (STUDI KASUS: RUMAH TINGGAL TYPE 90/72) Andi Asrul Sani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 2 (2020): Purwarupa Vol 4 No 2 September 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Museum merupakan bangunan yang menyimpan benda-benda bersejarah, karya seni dan yang bersifat edukasi lainya. Dalam perencanaanya setiap museum memiliki desain yang berbeda tergantung apa yang dipamerkan didalam museum, diantara pendekatan yang digunakan dalam perancangan museum adalah pendekatan konsep arsitektur analogi, konsep ini sudah banyak digunakan oleh para arsitek dalam perancangan karya dan menghasilkan karya yang spektakuler. Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam tentang makna arsitektur analogi dan bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur analogi kedalam bangunan museum, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu dengan mengumpulkan teori-teori dari beberapa ahli dan observasi studi kasus secara langsung, hal ini memungkinkan peneliti mendapatkan data secara lebih akurat. penerapan prinsip arsitektur analogi selalu menghasilkan desain yang unik dan kontras terhadap bangunan disekitar nya, benang merah dalam penerapan prinsip arsitektur analogi ini adalah bahwa dalam penerapan nya tidak secara langsung menjiplak objek analogi akan tetapi diperlukan analisis mendalam sehingga tercipta bentuk yang sesuai.Kata kunci: Arsitektur Analogi, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi ABSTRACT. The museum is a building that holds historic objects, senior artwork and that opposes other education. In each museum has a different design depending on what is exhibited in the museum, between what is used in the design of the museum is the concept of analogy architecture, this concept has been widely used by architects in the design of works and produce spectacular works. This study aims to discuss more about the meaning of analogy architecture and the application of the principles of analogy to building a museum, the method used in this research is a descriptive qualitative method relating to gathering theories from several experts and direct case study observations, this allows researchers get data accurately. The application of analogy architecture produces a unique design and contrast to the building concerned, the common thread in the application of this analogy architecture is that in its application it does not directly trace the object of the analogy it will require the necessary analysis so that an appropriate shape is created.Keywords: Analogy Architecture, Museum, Museum Purna Bhakti Pertiwi