cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KONSEP SIMBOLISME BUDAYA DALAM PEANCANGAN KAWASAN WISATA CAKAT RAYA KABUPATEN TULANG BAWANG priswanto, sigit; Marlina, Endy
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7190.548 KB)

Abstract

ABSTRAK. Aspek pariwisata yang perlu dikembangkan di Kabupaten Tulang Bawang untuk menjadikan sebuah ikon daerah Tulang Bawang yaitu proses pengenalan kebudayaan serta proses pelestarian budaya lokal kepada pendatang. Untuk memenuhi tujuan tersebut, konsep dalam pengembangan pariwisata di Tulang Bawang mennggunaka konsep simbolisme budaya. Penerapan desain simbolisme dalam bangunan mengacu pada bentukan simbolis kebudayaan fisik dari rumah adat tradisional Tulang Bawang, seperti pilar kayu dan ukiran khas Tulang Bawang. Atap menjulang diterapkan sebagai symbol dari keagungan Tuhan yang erasal dari rumah adat Sumatera Barat. Bangunan panggung symbol darikedudukan dan keselarasan alam dari rumah adat Sumatera Utara. Sedangkan bukaan lebar merupakan adaptasi dari rumah Jawa simbol darikeselarasan alam sekitar. Kata kunci : Kawasan wisata, Tulang Bawang, simbolisme budaya. ABSTRACT. Aspects of tourism that need to be developed in Tulang Bawang Regency to make an icon of the Tulang Bawang area are the process of introducing culture and the process of preserving local culture to migrants. To meet these objectives, the concept of developing tourism in Tulang Bawang uses the concept of cultural symbolism. The application of symbolism design in buildings refers to the symbolic formations of physical culture from traditional Tulang Bawang traditional houses, such as wooden pillars and Tulang Bawang carvings. The towering roof is applied as a symbol of the majesty of God from the traditional house of West Sumatra. The stage building is a symbol of the position and harmony of nature of the North Sumatra traditional house. While the wide opening is an adaptation of the Javanese house symbol of harmony of the natural surroundings. Keywords: Tourist area, Tulang Bawang, cultural symbolism.
KAJIAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN DI KOTA TUA JAKARTA Muhammad Rizky Saputra; Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3046.33 KB)

Abstract

ABSTRAK. Banyak bangunan bersejarah di Indonesia yang terbengkalai. Beberapa bangunan di Kota Tua Jakarta sempat terbengkalai namun difungsikan kembali. Penerapan adaptive reuse pada beberapa bangunan ini dapat menjadi referensi bagi penerapan adaptive reuse berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kiat-kiat yang diterapkan pada beberapa bangunan ini sehingga dapat diterapkan pada bangunan lain yang terbengkalai juga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan mengkaji sejarah bangunan mulai dari masa kolonial, renovasi hingga sekarang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan tolak ukur keberhasilan dalam penerapan adaptive reuse pada bangunan bersejarah. Aspek adative reuse berupa presentasi nilai bangunan diterapkan pada Kedai Seni Djakarte, Kerta Niaga dan Wonderloft Hostel. Sustainability bangunan diterapkan dengan baik oleh Wonderloft Hotel, dan Perawatan bangunan diterapkan dengan baik oleh Kedai Seni DjakarteKata Kunci: Adaptive Reuse, Kota Tua Jakarta, Konservasi, Bangunan Bersejarah ABSTRACT. Many historical buildings in Indonesia are abandoned. Some of the buildings in Jakarta Old Town had been abandoned but was re-functioned. The applications of adaptive reuse at these buldings can be  references for the subsequent implementation of adaptive reuse. The purpose of this study was to find out the strategies implemented to these buildings so that it could also be applied to other abandoned buildings. The research method is descriptive qualitative with a historical approach. The research was carried out by direct observation and study of the history of buildings from the colonial era, renovation era up until now. The results of this study are expected to be a reference and the measure of success in applying adaptive reuse to historic buildings. The adative reuse aspect in the form of building value presentation is applied to Djakarte Art Shop, Kerta Niaga and Wonderloft Hostel. Building sustainability is well implemented by Wonderloft Hotel, and building maintenance is well implemented by Kedai Seni Djakarte. Keywords: Adaptive Reuse, Jakarta Old Town, Conservation, Historic Building
KAJIAN ADAPTIVE REUSE PADA BANGUNAN DI KOTA TUA JAKARTA Saputra, Muhammad Rizky; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3046.33 KB)

Abstract

ABSTRAK. Banyak bangunan bersejarah di Indonesia yang terbengkalai. Beberapa bangunan di Kota Tua Jakarta sempat terbengkalai namun difungsikan kembali. Penerapan adaptive reuse pada beberapa bangunan ini dapat menjadi referensi bagi penerapan adaptive reuse berikutnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kiat-kiat yang diterapkan pada beberapa bangunan ini sehingga dapat diterapkan pada bangunan lain yang terbengkalai juga. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Penelitian dilakukan dengan observasi langsung dan mengkaji sejarah bangunan mulai dari masa kolonial, renovasi hingga sekarang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dan tolak ukur keberhasilan dalam penerapan adaptive reuse pada bangunan bersejarah. Aspek adative reuse berupa presentasi nilai bangunan diterapkan pada Kedai Seni Djakarte, Kerta Niaga dan Wonderloft Hostel. Sustainability bangunan diterapkan dengan baik oleh Wonderloft Hotel, dan Perawatan bangunan diterapkan dengan baik oleh Kedai Seni DjakarteKata Kunci: Adaptive Reuse, Kota Tua Jakarta, Konservasi, Bangunan Bersejarah ABSTRACT. Many historical buildings in Indonesia are abandoned. Some of the buildings in Jakarta Old Town had been abandoned but was re-functioned. The applications of adaptive reuse at these buldings can be  references for the subsequent implementation of adaptive reuse. The purpose of this study was to find out the strategies implemented to these buildings so that it could also be applied to other abandoned buildings. The research method is descriptive qualitative with a historical approach. The research was carried out by direct observation and study of the history of buildings from the colonial era, renovation era up until now. The results of this study are expected to be a reference and the measure of success in applying adaptive reuse to historic buildings. The adative reuse aspect in the form of building value presentation is applied to Djakarte Art Shop, Kerta Niaga and Wonderloft Hostel. Building sustainability is well implemented by Wonderloft Hotel, and building maintenance is well implemented by Kedai Seni Djakarte. Keywords: Adaptive Reuse, Jakarta Old Town, Conservation, Historic Building
Proses Analogi Budaya Dalam Perancangan Pusat Seni dan Budaya Gayo di Kabupaten gayo Lues. agus husri; Dita Ayu Rani Natalia
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.937 KB)

Abstract

ABSTRAK. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Sekitar 300 kelompok etnis yang berada di indonesia yang telah berkembang selama berabad-abad secara turun-temurun dari generasi-kegenerasi. Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh yang masih sangat kental dengan adat, seni dan budayanya. Hingga saat ini berbagai macam dan jenis kesenian di Gayo Lues terus mengalami perkembangan, hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat Gayo Lues akan pentingnya mempertahankan nilai kebudayaan. Pada saat ini Kabupaten Gayo Lues hanya mempunyai satu tempat pertunjukkan seni yang tetap, dapat digunakan untuk menyelenggarakan kesenian yang bersifat formal. Keadaan yang berbanding terbalik terhadap minat masyarakat Gayo Lues untuk terus mengembangkan dan mempertahankan nilai budayanya. Untuk dapat mewadahi segala kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Gayo Lues ini, oleh karna itu maka perlu adanya perancang sebuah pusat seni dan budaya sebagai salah satu wadah/tempat yang dibutuhkan di Kabupaten Gayo Lues. Perancangan pusat seni budaya Kabupaten Gayo Lues ini menggunakan pendekatan Analogi budaya, yang bertujuan mengangakat nilai seni dan budaya Gayo dengan memunculkan karakteristik dan juga ikon Kabupaten Gayo Lues. Metode perancangan pusat seni dan budaya gayo ini menggunakan metode analisis data, Metode ini dilakukan dengan menganalisis lokasi tapak dan objek rancangan. Analisis ini dapat memperoleh beberapa aspek yang mencangkup keseluruhan dari rancangan. Perancangan ini diharapkan mampu mewadahi dan memfasilitasi aktivitas seni dan budaya kuhsus nya di daerah Kabupaten Gayo Lues serta dapat dijadikan ikon kawasan, sehingga dengan adanya pusat seni budaya ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan dan melestarikan kebudayaan Gayo, dan juga sebagai sarana promosi dan rekreasi yang edukatif. Kata Kunci : Analogi, Gayo Lues, Ikon, Pusat Seni          ABSTRACT. Indonesia is a country that has a diversity of arts and cultures that are spread throughout Indonesia. About 300 existing ethnic groups in Indonesia have developed over the centuries from generation to generation. Gayo Lues Regency is one of the regencies in Aceh Province which still maintains its customs, arts and culture strongly. Until now, various kinds and types of arts in Gayo Lues continue to experience development. This is inseparable from the awareness of the Gayo Lues community on the importance of maintaining cultural values. At this time, Gayo Lues Regency only has one permanent place for art performances, it can be used to organize formal arts. The situation is inversely proportional to the interest of the Gayo Lues community to continue developing and maintaining its cultural values. To be able to accommodate all art and cultural activities in Gayo Lues Regency, it is necessary to have a designer of an art and cultural center as one of the places needed in Gayo Lues Regency. The design of the art and cultura center of Gayo Lues Regency uses a cultural analogy approach, which aims to bring the value of Gayo arts and culture by showing the characteristics and also the icon of Gayo Lues Regency. The method of designing the Gayo art and culture center used the data analysis method. This method was carried out by analyzing the location of the site and the design object. This analysis could obtain several aspects covering the whole of the design. This design is expected to be able to accommodate and facilitate the art and culture activities in Gayo Lues Regency and can be used as an icon of the area, so that the art and culture center can be used as a means of developing and preserving Gayo culture, as well as an educative promotional and recreational facility. Keywords: Analogy, Gayo Lues, Icon, Art Center
Proses Analogi Budaya Dalam Perancangan Pusat Seni dan Budaya Gayo di Kabupaten gayo Lues. husri, agus; Natalia, Dita Ayu Rani
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2494.937 KB)

Abstract

ABSTRAK. Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki keanekaragaman seni dan budaya yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Sekitar 300 kelompok etnis yang berada di indonesia yang telah berkembang selama berabad-abad secara turun-temurun dari generasi-kegenerasi. Kabupaten Gayo Lues merupakan salah satu Kabupaten yang berada di Provinsi Aceh yang masih sangat kental dengan adat, seni dan budayanya. Hingga saat ini berbagai macam dan jenis kesenian di Gayo Lues terus mengalami perkembangan, hal ini tidak terlepas dari kesadaran masyarakat Gayo Lues akan pentingnya mempertahankan nilai kebudayaan. Pada saat ini Kabupaten Gayo Lues hanya mempunyai satu tempat pertunjukkan seni yang tetap, dapat digunakan untuk menyelenggarakan kesenian yang bersifat formal. Keadaan yang berbanding terbalik terhadap minat masyarakat Gayo Lues untuk terus mengembangkan dan mempertahankan nilai budayanya. Untuk dapat mewadahi segala kegiatan seni dan budaya di Kabupaten Gayo Lues ini, oleh karna itu maka perlu adanya perancang sebuah pusat seni dan budaya sebagai salah satu wadah/tempat yang dibutuhkan di Kabupaten Gayo Lues. Perancangan pusat seni budaya Kabupaten Gayo Lues ini menggunakan pendekatan Analogi budaya, yang bertujuan mengangakat nilai seni dan budaya Gayo dengan memunculkan karakteristik dan juga ikon Kabupaten Gayo Lues. Metode perancangan pusat seni dan budaya gayo ini menggunakan metode analisis data, Metode ini dilakukan dengan menganalisis lokasi tapak dan objek rancangan. Analisis ini dapat memperoleh beberapa aspek yang mencangkup keseluruhan dari rancangan. Perancangan ini diharapkan mampu mewadahi dan memfasilitasi aktivitas seni dan budaya kuhsus nya di daerah Kabupaten Gayo Lues serta dapat dijadikan ikon kawasan, sehingga dengan adanya pusat seni budaya ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan dan melestarikan kebudayaan Gayo, dan juga sebagai sarana promosi dan rekreasi yang edukatif. Kata Kunci : Analogi, Gayo Lues, Ikon, Pusat Seni          ABSTRACT. Indonesia is a country that has a diversity of arts and cultures that are spread throughout Indonesia. About 300 existing ethnic groups in Indonesia have developed over the centuries from generation to generation. Gayo Lues Regency is one of the regencies in Aceh Province which still maintains its customs, arts and culture strongly. Until now, various kinds and types of arts in Gayo Lues continue to experience development. This is inseparable from the awareness of the Gayo Lues community on the importance of maintaining cultural values. At this time, Gayo Lues Regency only has one permanent place for art performances, it can be used to organize formal arts. The situation is inversely proportional to the interest of the Gayo Lues community to continue developing and maintaining its cultural values. To be able to accommodate all art and cultural activities in Gayo Lues Regency, it is necessary to have a designer of an art and cultural center as one of the places needed in Gayo Lues Regency. The design of the art and cultura center of Gayo Lues Regency uses a cultural analogy approach, which aims to bring the value of Gayo arts and culture by showing the characteristics and also the icon of Gayo Lues Regency. The method of designing the Gayo art and culture center used the data analysis method. This method was carried out by analyzing the location of the site and the design object. This analysis could obtain several aspects covering the whole of the design. This design is expected to be able to accommodate and facilitate the art and culture activities in Gayo Lues Regency and can be used as an icon of the area, so that the art and culture center can be used as a means of developing and preserving Gayo culture, as well as an educative promotional and recreational facility. Keywords: Analogy, Gayo Lues, Icon, Art Center
Analisis Penerapan Arsitektur Tropis Pada Bangunan Kantor Sewa Wisma Dharmala Sakti Jakarta Arisal Arisal; Yeptadian Sari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, Penelitian penerapan arsitektur tropis pada bangunan kantor sewa ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana arsitektur tropis diterapkan pada bangunan gedung Wisma Dharmala Sakti Jakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati objek penelitian langsung secara detail. Dalam proses peneletian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap pengambilan data, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Penerapan arsitektur tropis pada kantor sewa terdiri dari lima prinsip yang diterapkan pada bangunan studi kasus penelitian ini yaitu orientasi bangunan, pelindung dari radiasi sinarmatahari, pelindung dari curah hujan tinggi, penghawaan yang menyilang, dan penggunaan material yang tahan terhadap iklim tropis. Kata Kunci: Arsitektur Tropis, Bangunan Kantor Sewa, Penerapan ABSTRACT. Indonesia is a tropical country. The research on the application of tropical architecture in rental office buildings aims to analyze how tropical architecture is applied to the Wisma Dharmala Sakti building in Jakarta. The method used in this research is descriptive qualitative method that is research conducted by observing the research object directly in detail. In this research process, it is carried out in four stages, namely the data collection stage, the data collection stage, the data analysis stage, and the conclusion drawing stage. The application of tropical architecture to the rental office consists of five principles that are applied to the building studies of this study, namely the orientation of the building, protection from sunlight radiation, protection from high rainfall, crossing of the air, and the use of materials that are resistant to tropical climate. Keywords: Tropical Architecture, Office Building for Rent, Application
Analisis Penerapan Arsitektur Tropis Pada Bangunan Kantor Sewa Wisma Dharmala Sakti Jakarta Arisal, Arisal; Sari, Yeptadian
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan salah satu negara yang beriklim tropis, Penelitian penerapan arsitektur tropis pada bangunan kantor sewa ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana arsitektur tropis diterapkan pada bangunan gedung Wisma Dharmala Sakti Jakarta. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan mengamati objek penelitian langsung secara detail. Dalam proses peneletian ini dilakukan dalam empat tahap yaitu tahap pengambilan data, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penarikan kesimpulan. Penerapan arsitektur tropis pada kantor sewa terdiri dari lima prinsip yang diterapkan pada bangunan studi kasus penelitian ini yaitu orientasi bangunan, pelindung dari radiasi sinarmatahari, pelindung dari curah hujan tinggi, penghawaan yang menyilang, dan penggunaan material yang tahan terhadap iklim tropis. Kata Kunci: Arsitektur Tropis, Bangunan Kantor Sewa, Penerapan ABSTRACT. Indonesia is a tropical country. The research on the application of tropical architecture in rental office buildings aims to analyze how tropical architecture is applied to the Wisma Dharmala Sakti building in Jakarta. The method used in this research is descriptive qualitative method that is research conducted by observing the research object directly in detail. In this research process, it is carried out in four stages, namely the data collection stage, the data collection stage, the data analysis stage, and the conclusion drawing stage. The application of tropical architecture to the rental office consists of five principles that are applied to the building studies of this study, namely the orientation of the building, protection from sunlight radiation, protection from high rainfall, crossing of the air, and the use of materials that are resistant to tropical climate. Keywords: Tropical Architecture, Office Building for Rent, Application
TELAAH KONSEP ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Galih Prakasa; Ashadi Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4904.911 KB)

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur merupakan bidang ilmu yang akan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan tersebut melahirkan banyak aliran atau gaya dari Arsitektur itu sendiri. Salah satu gaya yang menyita perhatian dengan banyaknya pro dan kontra terkait gayanya yang tidak biasa, adalah Arsitektur Dekonstruksi. Gaya tersebut terinspirasi oleh dua peristiwa yang sedang popular pada waktu itu yaitu paham deconstruction Derrida terkait tata bahasa dan gerakan Konstruktivisme di Rusia di bidang seni rupa. Gaya yang tidak biasa pada Arsitektur Dekonstruksi bisa diketahui melalui konsepnya. Dalam telaah konsep Arsitektur Dekonstruksi ini menggunakan metode analisis terhadap isi dari pandangan, komentar, umpan balik dan pemikiran mengikuti taktik dari studi kualitatif. Studi analisis dilakukan pada karya-karya Daniel Libeskind, Zaha Hadid dan Frank O. Gehry. Telaah tersebut mengarahkan pada satu benang merah yaitu setiap tokoh-tokoh Arsitektur dekonstruksi sama-sama tidak mau terkekang pada satu aturan baku dan menuntut hal-hal yang baru pada setiap desainnya. Kata Kunci: Dekonstruksi, Dekonstruktivis ABSTRACT. Architecture is a field of science that will continue to experience development from time to time. These developments create many styles of architecture itself. One style that has drawn attention with the pros and cons of its unusual style is Deconstruction Architecture. The style was inspired by two events that were popular at the time, namely Derrida's deconstructionism related to grammar and the Constructivism movement in Russia in the field of fine arts. The unusual style of Deconstruction Architecture can be known through the concept. In the study of the concept of Deconstruction Architecture uses the method of analysis of the contents of the views, comments, feedback and thoughts following the tactics of qualitative studies. Analysis studies were carried out on the works of Daniel Libeskind, Zaha Hadid and Frank O. Gehry. The study leads to a conclusion that each deconstruction architectural figure does not want to be restrained by one standard rule and demands new things in each design. Keywords: deconstruction, deconstructivism, avant garde,
TELAAH KONSEP ARSITEKTUR DEKONSTRUKSI Prakasa, Galih; Ashadi, Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4904.911 KB)

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur merupakan bidang ilmu yang akan terus mengalami perkembangan dari masa ke masa. Perkembangan tersebut melahirkan banyak aliran atau gaya dari Arsitektur itu sendiri. Salah satu gaya yang menyita perhatian dengan banyaknya pro dan kontra terkait gayanya yang tidak biasa, adalah Arsitektur Dekonstruksi. Gaya tersebut terinspirasi oleh dua peristiwa yang sedang popular pada waktu itu yaitu paham deconstruction Derrida terkait tata bahasa dan gerakan Konstruktivisme di Rusia di bidang seni rupa. Gaya yang tidak biasa pada Arsitektur Dekonstruksi bisa diketahui melalui konsepnya. Dalam telaah konsep Arsitektur Dekonstruksi ini menggunakan metode analisis terhadap isi dari pandangan, komentar, umpan balik dan pemikiran mengikuti taktik dari studi kualitatif. Studi analisis dilakukan pada karya-karya Daniel Libeskind, Zaha Hadid dan Frank O. Gehry. Telaah tersebut mengarahkan pada satu benang merah yaitu setiap tokoh-tokoh Arsitektur dekonstruksi sama-sama tidak mau terkekang pada satu aturan baku dan menuntut hal-hal yang baru pada setiap desainnya. Kata Kunci: Dekonstruksi, Dekonstruktivis ABSTRACT. Architecture is a field of science that will continue to experience development from time to time. These developments create many styles of architecture itself. One style that has drawn attention with the pros and cons of its unusual style is Deconstruction Architecture. The style was inspired by two events that were popular at the time, namely Derrida's deconstructionism related to grammar and the Constructivism movement in Russia in the field of fine arts. The unusual style of Deconstruction Architecture can be known through the concept. In the study of the concept of Deconstruction Architecture uses the method of analysis of the contents of the views, comments, feedback and thoughts following the tactics of qualitative studies. Analysis studies were carried out on the works of Daniel Libeskind, Zaha Hadid and Frank O. Gehry. The study leads to a conclusion that each deconstruction architectural figure does not want to be restrained by one standard rule and demands new things in each design. Keywords: deconstruction, deconstructivism, avant garde,
KAJIAN PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN MUSEUM GEOLOGI. STUDI KASUS : MUSEUM FOSSA MAGNA muhammad ghiyas ghurotul muhajjalin; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2020): Purwarupa Vol 4 No 1 Maret 2020
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Kerusakan alam menjadi salah satu bencana besar bagi dunia, tidak terkecuali seperti pemanasan global, pembuangan limbah, polusi dan lain-lain. Begitu juga dengan bangunan, dimana bangunan menyumbang kerusakan pada lingkungan disekitarnya. Hal ini disebabkan banyaknya pemakaian kaca yang berlebih serta tidak memikirkan iklim dan masih banyak lagi. Berdasarkan permasalahan, tentu harus ada solusi untuk menghentikannya, setidaknya mengurangi konstribusi bangunan dalam perusakan lingkungan. Salah satu caranya adalah mendirikan sebuah bangunan dengan penerapan konsep arsitektur hijau. Arsitektur hijau merupakan sebuah konsep dimana bangunan yang akan didirikan harus memiliki kriteria yang mendukung alam sekitar. Tujuan dari penelitian ini antara lain untuk (1) memahami pengertian arsitektur hijau (2) mengetahui prinsip-prinsip arsitektur hijau pada museum (3) memahami penerapan konsep arsitektur hijau pada museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan fakta-fakta yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Museum fossa magna Jepang memenuhi arsitektur hijau melalui penghematan energi, selaras dengann iklim setempat, lingkungan eksisting terjaga, memeuhi aspek universal, dan penggunaan material ekonomis. Kata Kunci: Kerusakan Alam, Arsitektur Hijau, Deskriptif Kualitatif ABSTRACT. Natural damage is one of the major disasters globally, including global warming, waste disposal, pollution, and others, likewise with buildings, where buildings contribute to damage to the surrounding environment. This is due to the excessive use of glass and not thinking about the climate and much more. Based on the problem, of course, there must be a solution to stop it, at least reduce the contribution of buildings in environmental destruction. One way is to build a building with the application of the concept of green architecture. Green architecture is a concept where buildings must implement criteria that support the natural surroundings. The purpose of this study is to (1) understand the notion of green architecture (2) know the principles of green architecture in the museum (3) understand the application of the concept of green architecture in the museum. The method used in this study is a qualitative descriptive method, which is a description or explains the facts that are in the field by analyzing and discussing them broadly so that they can find results and conclusions. The Japanese Magna Fossa Museum fills green architecture through energy savings, harmony with the local climate, the existing environment is maintained, fulfills universal aspects, and uses economical materials.  Keywords: Natural Damage, Green Architecture, Qualitative Descriptive

Page 11 of 24 | Total Record : 239