cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR NEO KLASIK PADA BANGUNAN MIX USED (STUDI KASUS: DA VINCI PENTHOUSE, JAKARTA) Mulyantoro, Ahmad Azis; Ashadi, Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.23-30

Abstract

ABSTRAK. Dalam dunia aristektur perkembangan dalam hal gaya dan konsep arsitektur terus berkembang dan bertambah, salah satu gaya arsitektur yang berembang adalah gaya arsitektur neo klasik. Gaya ini mulai lahir dari Hasrat pemikiran manusia pada awal abad ke-18, gaya ini dimulai dari pemikiran akan kebosanan dengan gaya arsitektur yang hanya begitu-begitu saja dan kembalinya gairah akan gaya arsitektur klasik khususnya klasik Yunani. Dalam kehidupan sehari-hari kita memerlukan kebutuhan sandang,pangan,papan, dan dalam kondisi yang saat ini dimana kegiatan manusia sudah sangat sibuk dan hamper tidak ada waktu dalam perjalanan yang jauh, dan juga mayoritas lahan khususnya di perkotaan diperlukan lah bangungan yang dapat mengakomodir semua kebutuhan manusia tersebut. Dalam perkembangannya hadirlah bangunan mix used building yaitu adalah bangunan yang dapat memiliki beberapa fungsi dalam satu bangunan yang dibuat untuk mengakomodasi kegiatan manusia yakni sandang, pangan, papan dalam satu bangunan. Mix used building diharapkan dapat menjadi solusi untuk daerah perkotaan yang semakin padat dan lahan kosong semakin menyusut serta masyarakatnya yang ingin memangkas waktu dalam beraktifitas.Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk memahami konsep arsitektur neo klasik, untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan prinsip arsitektur Neo klasik pada bangunan Mix Used, untuk memahami penerapan gaya arsitektur neo-klasik pada  bangunan Mix Used. Metode yang digunakan dalam penelitian ini akan membahas analisis apa saja yang diperlukan dalam penerapan arsitektur neo klasik pada bangunan Mix Used. Metode pengumpulan data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu penelitian dengan mengamati bangunan secara langsung dan terperinci terhadap tiga studi kasus untuk mendapatkan suatu hasil dan kesimpulan. Dari hasil penelitian diketahui bahwa Da Vinci Penthouse telah menerapkan sekitar 80% prinsip gaya arsitektur neo klasik.Kata Kunci: Arsitektur, Bangunan Mix Used, Neo Klasik.ABSTRACT. In the world of architecture, developments in terms of architectural styles and concepts continue to grow and increase, one of the architectural styles that is developing is the neo-classical architectural style. This style began to be born from the desire of human thought in the early 18th century, this style began with thoughts of boredom with architectural styles that were just so-so and the return of passion for classical architectural styles, especially Greek classics. In everyday life we need clothing, food, shelter, and in the current conditions where human activities are very busy and there is almost no time to travel long distances, and also the majority of land, especially in urban areas, it is necessary to build buildings that can accommodate all the human needs. In its development, mix-used buildings are present, namely buildings that can have several functions in one building that are made to accommodate human activities, namely clothing, food, boards in one building. Mix used building is expected to be a solution for urban areas that are increasingly crowded and vacant land is shrinking and for people who want to cut down their time for activities. The purpose of writing this research is to understand the concept of neo-classical architecture, to identify and describe the principles of Neo-classical architecture in Mix Used buildings, to understand the application of neo-classical architectural styles to Mix Used buildings. The method used in this study will discuss what analysis is needed in the application of neo-classical architecture in Mix Used buildings. The data collection method uses descriptive qualitative research by observing buildings directly and in detail on three case studies to obtain a result and conclusion. From the research results it is known that Da Vinci Penthouse has implemented about 80% of the principles of neo-classical architectural style.Keywords: architecture, mix used building, neo classic
KAJIAN KONSEP TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PADA KAWASAN CENTRAL BUSINESS DISTRICT BINTARO JAYA, TANGERANG Syah, Ervin; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.107-118

Abstract

ABSTRAK. Transit Oriented Development atau disingkat TOD merupakan konsep pengembangan kawasan dengen menerapkan simpul transit pada kawasan sehingga terjadinya integrasi antar moda transportasi umum massal yang terkoneksi dengan moda transportasi tidak bermotor. Prinsip TOD dipergunakan untuk menata kawasan yang telah berkembang untuk mengurangi kemacetan dan kesemrawutan di kota sehingga meningkatkan kualitas lingkungan. Salah satu cara untuk mengatasi masalah transportasi perkotaan adalah dengan mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan adalah menerapkan konsep kawasan pembangunan berorientasi transit, yang mulai diterapkan di beberapa wilayah perkotaan di Indonesia. Kemacetan sering kali terjadi pada derah dengan kegiatan aktivitas yang tinggi seperti Central Business District (CBD) sehingga tujuan penelitian dilakukan untuk melihat potensi pengembangan TOD pada kawasan CBD Bintaro Jaya. Penelitian dilakukan dengan penedatan metode kualitatif deskriptif dengan mengkaji 8 prinsip TOD menurut Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) yaitu walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, dan shifting. Hasil dari penelitian pada kawasan CBD Bintaro Jaya belum menerapkan sepenuhnya prinsip TOD hal tersebut masih terdapat kekurangan pada setiap prinsip-prinsip TOD yang ada. Kata Kunci: TOD, CBD, Kawasan ABSTRACT. Transit Oriented Development or abbreviated as TOD is a regional development concept by implementing transit nodes in the area so that integration occurs between modes of mass public transportation that are connected to non-motorized modes of transportation. TOD principles are used to organize developed areas to reduce traffic jams and chaos in cities thereby improving environmental quality. One way to overcome urban transportation problems is to create a sustainable transportation system by implementing the concept of transit-oriented development areas, which is starting to be implemented in several urban areas in Indonesia. Congestion often occurs in areas with high activity such as the Central Business District (CBD), so the aim of the research was to see the potential for TOD development in the Bintaro Jaya CBD area. The research was carried out using descriptive qualitative methods by examining the 8 TOD principles according to the Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), namely walking, cycling, connecting, transit, mixing, densifying, compacting, and shifting. The results of research in the Bintaro Jaya CBD area have not fully implemented the TOD principles, this means that there are still deficiencies in each of the existing TOD principles. Keywords: TOD, CBD, Urban
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR TERITORI PADA GLOBAL SEVILLA SCHOOL PULOMAS Hasanah, Cecile Daraceti; Nur’aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.39-44

Abstract

ABSTRAKKepribadian dan kualitas individu dimasa dewasa sangat dipengaruhi oleh pengalaman pendidikan yang diperoleh selama masa kanak-kanak serta perlunya perhatian khusus pada pendidikan anak dalam perkembangannya. Sekolah Dasar adalah bentuk pendidikan formal paling dasar di Indonesia, perjalanan enam tahun untuk anak-anak berusia 7 hingga 12 tahun. Dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi pada berbagai bidang. Dalam penelitian konsep arsitektur teritori pada sebuah bangunan sekolah dasar ini bertujuan mengidentifikasi teritori dan wilayah seseorang dalam bangunan pendidikan dengan lingkungan upaya pembentukan prilaku pada bangunan sekolah dasar. Dalam Indonesia masih kurangnya batasan-batasan yang di lakukan untuk beberapa manusia baik anak kecil ataupun dewasa hal ini mempengaruhi perkembangan dan kualitas lingkungan seorang anak makan dari itu di perlukan Penelitian ini menggunakan konsep Arsitektur teriotri pada bangunan pendidikan yang akan mempengaruhi prilaku sesorang. metode penelitian kuasi kualitatif. Penerapan konsep teritorialitas pada perilaku anak-anak dan dewasa, membantu adanya penyesuaian kebutuhan, privasi, dan kenyamanan. Dalam segi perilaku, dewasa memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti tidak ingin adanya gangguan dari anak-anak dan memerlukan ruang khusus untuk berinteraksi sesama dewasa maupun untuk dirinya sendiri begitupun juga dengan anak-anak membutuhkan privasi untuk dapat berinteraksi dengan temannya secara bebas.  Kata Kunci: Arsitektur, Arsitektur teritori, sekolah dasarABSTRACT. The personality and quality of individuals in adulthood is greatly influenced by the educational experience gained during childhood as well as the need for special attention to the education of children in their development. Primary school is the most basic form of formal education in Indonesia, a six-year journey for children aged 7 to 12 years old. With the times and advances in technology in various fields. In researching the concept of territorial architecture in educational buildings, the aim is to identify a person's territory and territory in an educational building with an environment to shape behavior in educational buildings. In Indonesia, there is still a lack of restrictions for some humans, both small children and adults, this affects the development and quality of the environment for a child to eat. This research uses the concept of territorial architecture in educational buildings which will affect a person's behavior.This research uses quasi-qualitative research methods. The application of the concept of territoriality to the behavior of children and adults, helps to adjust the needs, privacy and comfort. In terms of behavior, adults have a number of things that need attention, such as not wanting distractions from children and needing a special space to interact with fellow adults and for themselves as well as children needing privacy to be able to interact with their friends freely.Keywords: Architecture, Territorial architecture, Education, Behavioral architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODERN PADA BANGUNAN MENARA CAKRAWALA DI JAKARTA Purnama, Dinar Agung; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.55-62

Abstract

ABSTRAK. Desain Arsitektur Modern merupakan salah satu konsep desain yang sangat familiar pada zaman dahulu hingga zaman milenial saat ini. Desain Arsitektur Modern membuat bangunan terlihat lebih sederhana, dengan salah satu caranya yaitu menhilangkan corak ornament, cara tersebut salah satu ciri khas yang sangat kental dalam desain Arsitektur Modern. Dengan membuat sebuah bangunan menjadi lebih minimalis dan sederhana desain arsitektur modern membawa efek yang baik pada dunia arsitektur dari dulu hingga zaman milenial saat ini. Salah satunya pada bangunan kantor, kantor merupakan tempat bekerja dengan waktu yang lama oleh seseorang atau suatu kelompok untuk menjalankan sebuah perusahaan, oleh karna itu kantor harus terasa nyaman. Saat ini banyak perusahaan perusahaan baru yang membutuhkan kantor, salah satunya perusahaan yang saat ini bermunculan yaitu perusahaan startup seperti Tokopedia, Shoppe, dan lain lain.  Peneranpan konsep arsitektur modern pada bangunan kantor berpengaruh baik, terlebih pada zaman milenial seperti ini banyak perusahaan perusahaan baru dan perusahaan besar yang bermunculan, pastinya membutuhkan bangunan kantor untuk perusahannya. Salah satunya ialah penerapan konsep arsitektur modern pada kantor. Studi kasus yang dipakai untuk penelitian ini yaitu bangunan kantor dalam negeri yaitu Menara Cakrawala yang berlokasikan di Jakarta. Dengan meneliti beberapa bagian dari prinsip prinsip arsitektur modern yaitu : Penggunaan bentuk dasar geometri, Penggunaan unsur grid, Kesan simetris pada bangunan, Jendela horizontal, Desain bebas pada fasad. Kesimpulannya dari penelitian ini yaitu bangunan kantor Menara Cakrawala di Jakarta telah menggunakan desain Arsitektur Modern dari prinsip-prinsip yang telah digunakan serta hasil analisis.Kata Kunci: Arsitektur Modern, Kantor, Arsitektur, Prinsip Arsitektur. ABSTRACT. Modern Architectural Design is one of the most familiar design concepts from ancient times to today's millennials. Modern Architectural Design makes buildings look simpler, in one of the ways, namely removing ornament patterns, this method is one of the strong characteristics in Modern Architectural design. By making a building more minimalist and simple, modern architectural designs have had a good effect on the world of architecture from the past to today's millennials. One of them is in an office building, an office is a place to work for a long time by a person or a group to run a company, therefore the office must feel comfortable. Currently there are many new companies that need offices, one of the companies that is currently emerging is startup companies such as Tokopedia, Shoppe, and others. The application of modern architectural concepts to office buildings has a good effect, especially in this millennial era, many new companies and large companies have sprung up, of course they need office buildings for their companies. One of them is the application of modern architectural concepts to offices. The case study used for this research is the domestic office building, namely the Cakrawala Tower which is located in Jakarta. By examining several parts of the principles of modern architecture, namely: Use of basic geometric shapes, Use of grid elements, Symmetrical impression on buildings, Horizontal windows, Free design on facades. The conclusion from this study is that the Cakrawala Tower office building on Jalan M.H Thamrin has used Modern Architectural design from the principles that have been used and the results of the analysis. Keywords: Modern Architecture, Office, Architecture, Architectural Principles.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN, Bangunan Politeknik Universitas Multimedia Nusantara (UMN) Alnawawi, Muhammad Sidiq; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.143-152

Abstract

ABSTRAK. Seorang arsitek bertindak sebagai perancang konsep untuk pembangunan sebuah struktur. Oleh karena itu, konsep bangunan harus dipertimbangkan secara serius oleh seorang arsitek. Salah satu konsep yang bisa diadopsi adalah konsep industrial, yang menitikberatkan pada aspek fungsional dari suatu bangunan yang akan dibangun. Konsep arsitektur industrial pada dasarnya melibatkan perencanaan mengenai bentuk, bahan, dan elemen lainnya. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dalam penelitian ini. Pendekatan ini melibatkan observasi langsung dan tidak langsung terhadap objek penelitian, kemudian menganalisis data yang terkumpul melalui observasi dan menjelaskannya dalam bentuk narasi. Tujuan penelitian ini adalah memberikan wawasan atau gambaran yang sesuai dengan realitas di lapangan mengenai konsep arsitektur industrial. Hasil penelitian ini mencakup penjelasan rinci tentang konsep arsitektur industrial pada bangunan fasilitas pendidikan politeknik multimedia nusantara. Mulai dari bagaimana bentuk bangunannya, penggunaan material pada politeknik UMN ini, penggunaan warna, hingga bagian ekspos pada bangunan, sehingga mengetahui prinsip apa saja yang di terapkan pada politeknik UMN ini yang di duga menggunakan konsep arsitektur industrial. Kata Kunci: Arsitektur, Bangunan, Fasilitas Pendidikan, Industrial ABSTRACT. An architect acts as a concept designer for the construction of a structure. Therefore, the building concept must be considered seriously by an architect. One concept that can be adopted is the industrial concept, which focuses on the functional aspects of a building to be built. The concept of industrial architecture basically involves planning regarding form, materials and other elements. The author used descriptive qualitative research methods in this research. This approach involves direct and indirect observation of the research object, then analyzing the data collected through observation and explaining it in narrative form. The aim of this research is to provide insights or descriptions that are in accordance with the reality in the field regarding the concept of industrial architecture. The results of this research include a detailed explanation of the concept of industrial architecture in the Nusantara Multimedia Polytechnic educational facility building. Starting from the shape of the building, the use of materials at the UMN polytechnic, the use of color, to the exposed parts of the building so that later you will know what principles are applied at this UMN polytechnic which is thought to use the concept of industrial architecture. Keywords: Architecture, Building, Educational Facilities, Industrial
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR METAFORA PADA GUGGENHEIM BILBAO MUSEUM, SPANYOL IBRAHIM, SHAFA ARMELIA; PURWANTIASNING, ARI WIDYATI
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.75-82

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur metafora merupakan salah satu konsep yang menggunakan simbol-simbol atau cerita untuk menyampaikan pesan, makna, dan nilai yang lebih dalam tentang bangunan itu sendiri kepada penggunanya. Penerapan konsep ini banyak digunakan pada bangunan-bangunan, terutama pada bangunan yang mempunyai arti penting dan sejarah dalam pembentukannya. Arsitektur metafora dibagi menjadi tiga jenis: metafora abstrak, metafora konkrit, dan metafora gabungan. Penerapan konsep arsitektur metafora pada desain museum dapat memungkinkan museum menyampaikan cerita dan makna secara lebih mendalam, menghidupkan koleksi seni dan budaya dalam konteks yang bermakna. Oleh karena itu, museum tidak lagi sekadar tempat menyimpan koleksi tetapi juga sarana edukasi dan pengalaman menarik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi penerapan prinsip konsep arsitektur metafora pada bangunan museum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukkan bahwa Guggenheim Bilbao Museum mengadopsi konsep arsitektur abstrak dan berdasarkan analisis, museum ini sebagian besar tampak seperti bentuk dengan ciri-ciri visual yang abstrak, biasanya menggunakan kiasan, dan sulit untuk dikenali. Kata Kunci: arsitektur, metafora, museum, Guggenheim ABSTRACT. Metaphor architecture is a concept that uses symbols or stories to convey messages, meanings, and deeper values about the building itself to its users. The application of this concept is widely used in buildings, especially in buildings that have significance and history in their creation. Metaphor architecture is divided into three types: abstract metaphor, concrete metaphor, and combined metaphor. Applying the concept of metaphor architecture to museum design can enable museums to convey stories and meanings more deeply, bringing art and cultural collections to life in a meaningful context. As a result, the museum is no longer just a place to store collections, but also a vehicle for education and engaging experiences. The purpose of this research is to explore the application of the principles of metaphorical architectural concepts in museum buildings. The method used in this research is descriptive qualitative method. The research shows that the Guggenheim Bilbao Museum adopts the concept of abstract architecture and based on the analysis, the museum mostly looks like a form with visual features that are abstract, usually use metaphors and are difficult to recognize.Keywords: architecture, metaphor, museum, Guggenheim
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PARAMETRIK PADA BANGUNAN APARTEMEN STUDI KASUS : Ishatvam 9 di India Hibatullah, Helmi Bariq; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.11-18

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur Parametrik mendeskripsikan tentang penerapan prinsip desain parametrik pada bangunan, Desain parametrik adalah proses merancang dengan variasi desain yang mudah, sehingga menggantikan singularitas dengan keragaman dalam proses desain. Desain parametrik dilakukan dengan bantuan parametrik model. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Dalam penelitinan pengumpulan data dilakukan dengan melakikan studi literatur pada bangunan Ishatvam 9 yang telah memenuhi standar bangunan apartemen parametrik yang di tinjau dari prinsip prinsip arsitektur parametrik dari hasil penelitian arsitektur parametrik penerapan konsep pada studi kasus bangunan apartemen, arsitektur parametrik memiliki bentuk elemen-elemen bangunan  yang sangat berpengaruh dalam setiap bangunan saling terkait satu sama lain, tujuan tersebut memiliki makna tersendiri pada setiap bangunan tetapi tetap memikirkan kenyamanan untuk penguna bangunan tersebut. Kata Kunci: Arsitektur, Arsitektur Parametrik, Bangunan Apartemen, Parametrik Desain ABSTRACT. Parametric Architecture describes the application of parametric design principles to buildings. Parametric design is the process of designing with easy design variations, thereby replacing singularity with diversity in the design process. Parametric design is done with the help of parametric models. The research method used is descriptive qualitative method. In research, data collection was carried out by carrying out a literature study on the Ishatvam 9 building which has met the standards of parametric apartment buildings in terms of the principles of parametric architecture from the results of parametric architectural research applying the concept to case studies of apartment buildings, parametric architecture has the form of building elements that are very influential in that every building is related to one another, this goal has its own meaning in each building but still thinks about the comfort for the users of the building.Keywords: Architecture, Parametric Architecture, Apartemen Building, Parametric Design
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR TROPIS PADA BANGUNAN PUSAT PERBELANJAAN MODERN TRANSMART CIBUBUR Farisi, Faiz Al; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.31-36

Abstract

ABSTRAK. Indonesia merupakan negara yang memiliki iklim tropis. Iklim tropis terdiri atas musim kemarau dan musim hujan. Di wilayah tropis memiliki suhu yang lumayan panas dan juga meiliki curah hujan yang tinggi sehingga hal ini dapat berdampak pada bentuk adaptasi bangunan di wilayah tropis. Salah satu bangunan yang lumayan penting pada era modern ini adalah Pusat Perbelanjaan atau Mall yang menjadi tempat transaksi dan jual beli. Untuk membuat sebuah mall juga harus memperhatikan kenyamanan terutama di iklim tropis sehingga dibutuhkan kajian mengenai arsitektur modern di bangunan Pusat perbelanjaaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ddan memahami tentang konsep arsitektur tropis pada bangunan Mall. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus Transmart Cibubur. Hasilnya Transmart Cibubur terdapat sebuah kanopi dan double façade pada muka bangunan, untuk menciptakan sistem penghawaan yang menyilang dilakukan dengan menerapkan dua bukaan pada sisi bangunan terdapat pula void untuk penghawaan. Kata Kunci: arsitektur, mall, tropisABSTRACT.. Indonesia is a country that has a tropical climate. The tropical climate consists of a dry season and a rainy season. In the tropics, the temperature is quite hot and also has high rainfall, so this can have an impact on the adaptation of buildings in the tropics. One of the buildings that is quite important in this modern era is the Shopping Center or Mall which is the place for transactions and buying and selling. To make a mall you also have to pay attention to comfort, especially in a tropical climate, so you need a study of modern architecture in shopping center buildings. This study aims to find out and understand the concept of tropical architecture in Mall buildings. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a case study of Transmart Cibubur. As a result, Transmart Cibubur has a canopy and double façade on the front of the building. To create a cross ventilation system, it is done by applying two openings on the sides of the building, there are also voids for ventilation.Keywords: architecture, mall, tropical
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR NEO VERNAKULAR PADA BANGUNAN KEBUDAYAAN KASUS BANGUNAN SASANA KRIYA NUR'ASIA, NUR'ASIA; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.119-124

Abstract

ABSTRAK. Munculnya bangunan-bangunan terbarukan dalam masa sekarang membuat khawatir akan terkikisnya lokalitas pada bangunan di Indonesia. Dalam hal ini sangat diperlukan pemahaman mendalam terkait arsitektur neo vernakular sebagai solusi permasalahan ini. Pembahasan dalam penelitian ini mencakup tentang konsep arsitektur neo vernakular yang ditujukan untuk mempertahankan keunikan dari lokalitas budaya dalam bangunan masa kini. Arsitektur neo vernakular mengandung unsur budaya yang kental yang dipadukan dengan teknologi modern. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan verifikasi data. sumber data dari penelitian ini mengunakan data primer. data primer didapatkan dengan observasi langsung pada studi kasus bangunan sasana kriya. data sekunder dibutuhkan sebagai pelengkap yang mendukung penelitian. Dari analisis yang dilakukan untuk dapat mengidentifikasi hasil dari analisis yang dilakukan keandalan struktural yang kuat adalah karakteristik utama dari bangunan sasana kriya. Hasil penelitian terhadap bangunan ini mencerminkan konsistensi dengan prinsip arsitektur neo-vernakular yang menjadi dasar analisis. Hampir semua elemen desain bangunan sasana kriya yang dijadikan studi kasus sesuai dengan prinsip neo-vernakular yang diterapkan dalam penelitian. Hubungan yang erat antara bentuk konstruksi baru dan bangunan sasana kriya dapat diidentifikasi. Selain itu, dalam proses pembangunannya, pertimbangan terhadap topografi wilayah setempat juga diperhitungkan. Pembangunan sasana kriya ini menerapkan metode dan bahan modern serta memperluas ruangannya untuk mengantisipasi perubahan kebutuhan di masa depan, seperti peningkatan minat pengunjung dan kebutuhan akan fasilitas tambahan dalam bangunan. Kata Kunci: Teknologi, Kebudayaan, Neo Vernakular ABSTRACT. The emergence of sustainable buildings in the present raises concerns about the erosion of local characteristics in Indonesian structures. In this context, a profound understanding of neo-vernacular architecture is highly necessary as a solution to this issue. This research delves into the concept of neo-vernacular architecture aimed at preserving the uniqueness of cultural localities in contemporary buildings. Neo-vernacular architecture incorporates strong cultural elements fused with modern technology. This study employs a qualitative descriptive research method involving data collection, reduction, data presentation, and data verification. The primary data source for this research is obtained through direct observation of the case study of the Sasana Kriya building. Secondary data is utilized as supplementary information supporting the research. The analysis conducted identifies that the primary characteristic of the Sasana Kriya building is its strong structural reliability. The research findings reflect consistency with the principles of neo-vernacular architecture, which serve as the foundation for the analysis. Nearly all design elements of the Sasana Kriya building, chosen as the case study, align with the neo-vernacular principles applied in the research. The close relationship between the new construction form and the Sasana Kriya building is evident. Moreover, in the construction process, considerations for the local topography are also taken into account. The construction of the Sasana Kriya building adopts modern methods and materials, expanding its space to anticipate future needs, such as an increase in visitor interest and the requirement for additional facilities in the building. Keywords: Technology, Culture, Neo-Vernacular
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KUBISME PADA BANGUNAN IBADAH: MASJID ISTIQLAL Fakhri, Reza Mushthafa; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.45-52

Abstract

ABSTRAK. Bangunan ibadah merupakan sebuah bangunan yang identik dengan bangunan yang fungsinya digunakan untuk ibadah bagi umat manusia yang menganut suatu agama. Dalam agama Islam rumah ibadah yang digunakan adalah masjid. Masjid membutuhkan area yang fungsional agar dapat menampung umat Islam yang akan melaksanakan ibadah.Penerapan konsep arsitektur kubisme pada masjid diharapkan mampu menghasilkan fungsi pada suatu bangunan menjadi lebih optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan konsep arsitektur kubisme pada bangunan ibadah khususnya bangunan masjid. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif-kualitatif. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi sebuah referensi dalam penerapan konsep arsitektur kubisme pada bangunan masjid. Kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian ini ialah pada bangunan masjid Istiqlal Jakarta telah memenuhi prinsip dari konsep arsitektur kubisme seperti massa bentuk kubus, fasad memiliki kesamaan disetiap sisinya, dan memiliki pencahayaan alami yang optimal. Kata Kunci: ArsitekturKubisme, Bangunan Ibadah, Masjid ABSTRACT. A house worship is a building that is identical to a building whose function is to serve as a place of worship for people who adhere to a religion. In Islam, the house of worship used is the mosque. The mosque needs a functional area to accomodate the Muslims who will perform worship. The application of cubism architectural concept to the mosque is expected to be able to produce functions in a building to be more optimal. This research aims to examine the application of cubism architectural concepts in worship building, especially mosque buildings. The method used in this research is descriptive-qualitative method. This research is expected to be a reference in the application of cubism architectural concepts in mosque buildings. The conclusion resulting from this research is that the Istiqlal Jakarta Mosque building has fulfilled the principles of cubist architectural concept such as the mass of the cube shape, the facade has similarities on each side, and has optimal natural lighting. Keywords: cubism architecture, worship building, mosque