cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PERKANTORAN DI KAWASAN INDUSTRI, STUDI KASUS : KANTOR PUSAT PT. KAWASAN BERIKAT NUSANTARA Prasetyo, Satrio Aji Nugroho; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.63-68

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur perilaku merupakan sebuah konsep arsitektur yang memperhatikan perilaku pada setiap proses perancangannya. Bangunan perkantoran merupakan sebuah bangunan yang menjalani fungsi administrasi dan manajemen. Kawasan industri merupakan sebuah kawasan yang terletak di zona perindustrian selain bangunan industri terdapat juga bangunan perkantoran. Bangunan perkantoran di kawasan industri memiliki ciri khas perilaku tersendiri. Bangunan perkantoran yang ada tidak jarang tidak memperhatikan perilaku penggunanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui serta mendeskripsikan penerapan arsitektur perilaku pada bangunan perkantoran di kawasan industri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif data yang ada baik primer maupun sekunder yang didapat melalui observasi maupun literatur di analisis dengan cara di deskripsikan kemudian diverifikasi dan ditarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini berupa elemen prinsip arsitektur perilaku yang diterapkan pada bangunan perkantoran di kawasan industri. Sirkulasi yang ada pada bangunan perkantoran di kawasan industri dapat mengakomodasi manusia dengan memiliki jalur yang lebar selebar bahu manusia. Warna yang digunakan dapat memberikan semangat serta ketenangan. Kebisingan yang ada memiliki kebisingan yang rendah untuk fokus karyawan serta pada pencahayaan terdapat bukaan cahaya alami yang dapat meningkatkan produktifitas pengguna.Kata Kunci: arsitektur perilaku, bangunan perkantoran, kawasan industriABSTRACT. Behavioral architecture is an architectural concept that pays attention to behavior in each design process. An office building is a building that performs administrative and management functions. Industrial area is an area located in an industrial zone besides industrial buildings there are also office buildings. Office buildings in industrial areas have their own characteristics of behavior. Existing office buildings often do not pay attention to the behavior of their users. This study aims to determine and describe the application of behavioral architecture in office buildings in industrial areas. This study used a descriptive-qualitative method. The existing data, both primary and secondary, obtained through observation and literature, were analyzed by means of descriptions, then verified and conclusions drawn. The results of this study are the principle elements of behavioral architecture applied to office buildings in industrial areas. The existing circulation in office buildings in industrial areas can accommodate humans by having wide lanes as wide as human shoulders. The colors used can give enthusiasm and serenity. The existing noise has low noise for employee focus and in the lighting there are natural light openings which can increase user productivity.Keywords: behavioral architecture, office building, industrial area
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR MODULAR PADA RUMAH SAKIT PUSAT PERTAMINA SIMPRUG, JAKARTA SELATAN Novita, Cindy; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.153-160

Abstract

ABSTRAK. Terdapatnya pemanasan global. Perlunya konsep arsitektur modular yang material yang ramah lingkungan. Studi ini bertujuan untuk memahami konsep arsitektur modular yang diterapkan pada Rumah Sakit Pusat Pertamina Simprug. Teori modular Le Corbusier dan teori arsitektur prefabrikasi Ryan E. Smith digunakan sebagai metode deskriptif kualitatif untuk variabel penelitian. Studi ini menemukan bahwa arsitektur modular telah diterapkan pada bangunan, setiap modul ruang maupun struktur prefabrikasi bangunan. Setiap ukuran modul ruang disesuaikan dengan pengguna dan berdasarkan skala manusia. Untuk struktur prefabrikasi, material prefabrikasi berbahan utama baja digunakan. Terlihat pada komponen struktural yang digunakan. Oleh karena itu, semua komponen bangunan ini menggunakan komponen modular. Kata Kunci: Arsitektur, Modular, Bangunan, Rumah, Sakit ABSTRACT. there is global warming. There is a need for a modular architectural concept with environmentally friendly materials. This study aims to understand the concept of modular architecture applied to the Pertamina Simprug Central Hospital. Le Corbusier's modular theory and Ryan E. Smith's prefabricated architectural theory are used as qualitative descriptive methods for research variables. This study found that modular architecture has been applied to buildings, each space module and prefabricated building structures. Each room module size is adjusted to the user and based on human scale. For prefabricated structures, prefabricated materials made from steel are used. It can be seen in the structural components used. Therefore, all components of this building use modular components. Keywords: Architecture, Modular, Building, House, Hospital
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA BANGUNAN SCIENCE CENTER (STUDI KASUS : ECORIUM NATIONAL INSTITUTE OF ECOLOGY, SOUTH KOREA) Bungawali, Nazlita; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.83-90

Abstract

ABSTRAK. Biofilik adalah konsep arsitektur yang berusaha menghubungkan manusia dengan alam melalui desain pada bangunan, berdasarkan teori biofilia dimana manusia memiliki kecintaan terhadap alam. Dengan menerapkan konsep desain arsitektur biofilik, diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup manusia dan lingkungan sekitar, dengan cara mengintegrasikan elemen-elemen alam ke dalam ruang yang dibangun oleh manusia. Salah satu contoh penerapan desain biofilik adalah pada bangunan pusat edukasi wisata, seperti science center, yang biasanya memiliki karakteristik atau orientasi bangunan yang tertutup. Dengan menggunakan prinsip- prinsip desain biofilik, seperti material alami, cahaya alami, udara segar, tanaman, air, dan bentuk organik, dapat menciptakan ruang yang lebih menarik, nyaman, dan interaktif bagi pengunjung. Selain itu, desain biofilik juga dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan motivasi belajar pengunjung, yang sesuai dengan fungsi utama bangunan, yaitu sebagai sarana edukasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prinsip-prinsip desain biofilik yang paling relevan dan efektif untuk diterapkan pada bangunan pusat edukasi wisata. Sebagai studi kasus, penelitian ini akan mengambil contoh National of Ecological Institue atau Ecorium, yang merupakan bangunan pusat edukasi wisata yang berhasil menggabungkan sistem alam ke dalam desainnya, melalui pemanfaatan unsur air, hewan, dan vegetasi. Kata Kunci: biofilik, alam, eduwisata, science center ABSTRACT. Biophilic is an architectural concept that seeks to connect humans with nature through building design, based on the theory of biophilia where humans have a love for nature. By implementing the concept of biophilic architectural design, it is hoped that it can improve the quality of human life and the surrounding environment, by integrating natural elements into spaces built by humans. One example of the application of biophilic design is in tourism education center buildings, such as science centers, which usually have closed building characteristics or orientation. By using biophilic design principles, such as natural materials, natural light, fresh air, plants, water, and organic forms, you can create spaces that are more attractive, comfortable, and interactive for visitors. Apart from that, biophilic design can also help increase visitors' concentration and motivation of learn, which is in accordance with the main function of the building, namely as an educational facility. Therefore, this research aims to determine the most relevant and effective biophilic design principles to be applied to tourist education center buildings. As a case study, this research will take the example of the National Ecological Institute or Ecorium, which is a tourist education center building that has successfully integrated natural systems into its design, through the use of water, animal and vegetation elements. Keywords: biophilic, nature, edutourism, science center
TELAAH PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA THE AMARTYA HOTEL YOGYAKARTA puspitasari, evi; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.19-26

Abstract

ABSTRAK. Konsep merupakan hal abstrak yang mengiringi kebutuhan ruang dalam desain arsitektur. Sebuah karya arsitektur merupakan perwujudan dari kebutuhan ruang, tipologi bangunan, dan konsep yang mendasarinya. Konsep yang melekat pada karya arsitektur juga membuat bangunan lebih unik dan menarik. Salah satu konsep yang dikaji pada penelitian ini adalah konsep arsitektur industrial. Konsep arsitektur industrial merupakan konsep yang sedang banyak digemari terutama oleh kalangan muda. Bangunan yang dijadikan kasus penelitian adalah bangunan hotel yang terletak di Yogyakarta. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan tujuan penelitian untuk mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menafsirkan penerapan arsitektur industrial pada bangunan hotel. Analisis dilakukan terhadap data yang didapatkan dari observasi lapangan dan studi literatur. Hasil dari penelitian ini adalah penerapan konsep arsitektur industrial pada hotel ditinjau dari 4 hal yaitu bentuk dasar, penggunaan material, penggunaan warna, dan ekspos utilitas. Bentuk dasar yang digunakan adalah bentuk geometri, selain sesuai dengan konsep industrial juga fungsional untuk kamar hotel dan fasilitas lainnya. Material yang digunakan diperlihatkan sesuai aslinya seperti dinding warna abu-abu dari acian, warna yang digunakan adalah warna alami dan monokrom, terutama abu-abu. Utilitas pada beberapa ruangan diekspos dan menjadi penunjang estetika. Kata Kunci: konsep arsitektur, industrial, bangunan hotel. ABSTRACT. Concepts are abstract things that accompany space requirements in architectural design. An architectural work is a manifestation of space requirements, building typology, and the underlying concept. The concepts attached to architectural works also make buildings more unique and interesting. One of the concepts studied in this research is the concept of industrial architecture. The concept of industrial architecture is a concept that is currently popular, especially among young people. The building used as a research case is a hotel building located in Yogyakarta. This research is a qualitative descriptive study with the research objective of identifying, describing and interpreting the application of industrial architecture in hotel buildings. Analysis was carried out on data obtained from field observations and literature studies. The result of this research is the application of the industrial architecture concept to hotels in terms of 4 things, namely basic form, use of materials, use of color, and exposure to utilities. The basic shape used is a geometric shape, apart from being in accordance with the industrial concept, it is also functional for hotel rooms and other facilities. The materials used are shown as original, such as the gray walls of the plaster, the colors used are natural and monochrome, especially grey. The utilities in several rooms are exposed and support the aesthetics. Keywords: architectural concept, industrial, hotel building.
KAJIAN PRINSIP ARSITEKTUR BERKELANJUTAN PADA BANGUNAN PERKANTORAN (STUDI KASUS : SHANGHAI TOWER,SHANGHAI,PUDONG) Febriadi, Gitra; Afgani, Jundi jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.37-42

Abstract

ABSTRAK. Isu Permasalahan lingkungan global tidak hanya mendorong munculnya kebutuhan akan penerapan konsep arsitektur berkelanjutan. Penggunaan konsep arsitektur berkelanjutan itu sendiri wajib mengikuti prinsip-prinsip pada standar arsitektur, Namun kondisi lingkungan alam tetap diutamakan dalam melakukan suatu perubahan yang baru. Topik ini dipilih untuk mengetahui bagaimana cara konsep arsitektur berkelanjutan dapat diterapkan di sebuah bangunan, seperti efisiensi lahan, efisiensi penggunaan energy,efisiensi konservasi air,efisiensi material,efisiensi kesehatan dan kenyamanan,efisiensi pengolahan limbah. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui tentang pemahaman mengenai aspek penting dalam konsep arsitektur berkelanjutan dan bagaimana cara penerapannya pada bangunan. Penerapan arsitektur berkelanjutan dicermati pada berbagai aspek yang terkait dengan perancangan bangunan, serta dampak aspek tersebut terhadap lingkungan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan konsep arsitektur pada bangunan perkantoran merupakan suatu pendekatan berkelanjutan yang diterapkan dengan maksimal. Kajian olahan ini dilakukan berharap menjadi suatu pengetahuan dan referensi nantinya mengenai pemanfaatan dari hasil rancangan bangunan yang menerapkan konsep arsitektur berkelanjutan.  Kata Kunci:Arsitektur Berkelanjutan,Penerapan Arsitektur Berkelanjutan, Perkantoran,Lingkungan ABSTRACT. Issues Global environmental problems not only encourage the emergence of the need for the application of sustainable architectural concepts. The use of the concept of sustainable architecture itself must follow the principles of architectural standard, however, the condition of the natural environment is still prioritized in making a new change. This topic was chosen to find out how the concept of sustainable architecture can be implemented in a building, such as land efficiency, energy use efficiency, water conservation efficiency, material efficiency, health and well-being efficiency, waste treatment efficiency. This study aims to find out about the understanding of important aspects in the concept of sustainable architecture and how to apply it to buildings. The application of sustainable architecture is examined in various aspects related to building design, as well as the impact of these aspects on the environment using a qualitative descriptive method. The results of the study show that the application of architectural concepts to office buildings is a sustainable approach that is maximally applied. This processed study is carried out hoping to become a knowledge and reference later regarding the utilization of the results of building designs that apply the concept of sustainable architecture. Keywords: Sustainable Architecture,Application of Sustainable,Office,Environment
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR EKOLOGI PADA SEKOLAH ALAM DEPOK Amalia, Gizka Nurizki; Aqli, Wafirul
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.125-130

Abstract

ABSTRAK. Setiap tahun, terjadi peningkatan kerusakan alam akibat pencemaran dan kegiatan konstruksi. Limbah dan eksploitasi bahan mentah oleh industri konstruksi merusak ekosistem, terutama di sekitar lokasi konstruksi, menyebabkan perubahan lingkungan yang signifikan. Meski demikian, upaya inovatif telah dilakukan untuk mengatasi masalah ini, termasuk melalui pendekatan arsitektur ekologi. Pendekatan ini menitikberatkan pada keberlanjutan dan keseimbangan ekologi dalam desain bangunan dan lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan bangunan dan lingkungan yang ramah lingkungan, mengurangi dampak negatif, dan mendorong penggunaan sumber daya secara berkelanjutan. Implementasi arsitektur ekologi dalam bangunan pendidikan menjadi langkah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan positif. Bangunan yang dirancang dengan baik dapat menciptakan atmosfer yang nyaman, memotivasi pembelajaran, dan menginspirasi pemikiran kreatif mengenai isu-isu lingkungan. Hal ini dianggap sebagai investasi dalam pendidikan berkelanjutan untuk generasi mendatang, di mana peserta didik dapat belajar secara langsung menghargai lingkungan.Kata Kunci: Arsitektur Ekologi, Ramah Lingkungan, Bangunan Pendidikan ABSTRACT. Every year, there is an increase in environmental damage due to pollution and construction activities. Waste and the exploitation of raw materials by the construction industry harm ecosystems, especially around construction sites, causing significant changes in the environment. Nevertheless, innovative efforts have been made to address this issue, including through the approach of ecological architecture. This approach emphasizes sustainability and ecological balance in the design of buildings and environments. The goal is to create environmentally friendly buildings and environments, reduce negative impacts, and promote the sustainable use of resources. The implementation of ecological architecture in educational buildings is a crucial step in creating a sustainable and positive learning environment. Well-designed buildings can create a comfortable atmosphere, motivate learning, and inspire creative thinking about environmental issues. This is considered an investment in sustainable education for future generations, where learners can directly learn to appreciate the environment. Keywords: Ecological Architecture, Environmentally Friendly, Educational Buildings
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA MALL OUTDOOR THE BREEZE BSD CITY Putri, Catur Sastania; Refranisa, Refranisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.53-58

Abstract

ABSTRAK. Mall Outdoor The Breeze BSD City dibangun di atas lahan seluas 13,5 hektar, The Breeze BSD City mengusung konsep open air lifestyle, menjadikannya pusat gaya hidup dengan konsep ruang terbuka pertama di Indonesia.  The Breeze dirancang dengan konsep arsitektur ruang terbuka yang disesuaikan dengan iklim dan budaya Indonesia. Mall tanpa dinding tersebut dibangun dengan mengacu pada pentingnya pelestarian lingkungan sehingga mengadaptasi penerapan arsitektur hujau pada bangunan yang ada didalamnya. Hal ini tentu menjadi sebuah komitmen diveloper dalam aspek pengembanganya. Arsitektur hijau memiliki prinsip-prinsip yang harus dipenuhi yaitu hemat energi, memanfaatkan kondisi dan sumber energi alami menanggapi keadaan tapak pada bangunan, memperhatikan pengguna bangunan meminimalkan sumber daya baru, dan holistik. Arsitektur hijau harus diterapkan di setiap bangunan demi menjaga keseimbangangan lingkungan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentigikasi penerapan konsep arsitektur hijau yang diterapkan pada kawasan Mall The Breeze BSD sehingga dapat diketahui karakteristik yang dapat menjadi pertimbangan pengembangan ketika akan melakukan pengembangan fasilitas. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penerapan arsitektur hijau berpengaruh terhadap penghematan energi dan dapat menjaga kelestaraian alam dan lingkunganKata Kunci: Arsitektur Hijau, Mall Outdoor, Kajian Konsep. ABSTRACT. The Breeze BSD City Outdoor Mall was built on an area of 13.5 hectares. The Breeze BSD City carries the open air lifestyle concept, making it the first open air concept lifestyle center in Indonesia. The Breeze was designed with an open space architectural concept that is adapted to the Indonesian climate and culture. The mall without walls was built with reference to the importance of preserving the environment so that it adapts the application of green architecture to the buildings inside. This is certainly a developer's commitment in the development aspect. Green architecture has principles that must be fulfilled, namely saving energy, utilizing natural energy conditions and sources responding to the condition of the building site, paying attention to building users, minimizing new resources, and being holistic. Green architecture must be implemented in every building to maintain balance in the natural environment. This research aims to identify the application of the green architecture concept applied to The Breeze BSD Mall area so that characteristics can be identified that can be taken into consideration when developing facilities. From the results of this research, it can be seen that the application of green architecture has an effect on energy savings and can preserve nature and the environment. Keywords: Green Architecture, Outdoor Mall, Concept Study.
PENERAPAN KONSEP ARSITEKTUR INDUSTRIAL PADA PERANCANGAN PUSAT PENGELOLAAN RUMPUT LAUT DI KABUPATEN WAJO Fadil, Sri; Tauhid, Fahmyddin A'raaf; Syuaib, Mayyadah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masyarakat Indonesia telah mengembangkan budidaya perairan yang melibatkan berbagai jenis rumput laut, seperti Eucheuma cottoni, yang mengalami perkembangan yang signifikan di perairan Indonesia. Kabupaten Wajo merupakan daerah pengelola rumput laut pertama di provinsi Sulawesi Selatan dengan data peningkatan dari tahun ketahun meningkat, pada penelitian ini menggunakan métode studi literatura, studi preseden serta studi lapangan atau observasi. Menanggapi hal tersebut dengan adanya pusat pengelolaan rumput laut dimana lokasinya berpusat pada Kecamatan Pammana dapat memberikan dampak baik dan penyaluran budidaya serta pengolahan berjalan lancar. Upaya perancangan pusat pengelolaan rumput laut dilandasi dari faktor-faktor tata guna lahan, aksebilitas, dekat dengan pusat industri lain, ketersedian fasilitas dan utilitas pengunjung, potensi, persebaran UMKM, pembudidaya rumput laut, dan eksport import. Penerapan konsep arsitektur industrial sebagaimana dalam indikator pencapaian dari segi pengeksposan struktur, penggunaan material alami, penggunaan warna-warna yang monokrom dapat dilakukan dengan pengaplikasian pada bangunan. Kata Kunci: Rumput laut, Pengolahan, Arsitektur Industrial ABSTRACT. Indonesian people have developed aquaculture involving various types of seaweed, such as Eucheuma cottoni, which has experienced significant development in Indonesian waters. Wajo Regency is the first seaweed management area in South Sulawesi province with increasing data from year to year. This research uses literature study methods, precedent studies and field studies or observations. Responding to this, the existence of a seaweed management center located in Pammana District can have a good impact and distribution of cultivation and processing will run smoothly. Efforts to design a seaweed management center are influenced by land use factors, accessibility, proximity to other industrial centers, availability of visitor facilities and utilities, potential, distribution of MSMEs, seaweed cultivators, and export, import. The application of the concept of industrial architecture as in terms of achievement indicators in terms of structural exposure, use of natural materials, use of monochrome colors can be done by applying it to buildings. Keywords: Seaweed, Processing, Industrial Architecture
KAJIAN KONSEP KONSERVASI ARSITEKTUR PADA KAWASAN JALAN BRAGA Tiara, Naria Vidalia; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Konservasi merujuk pada usaha untuk mencegah kerusakan dan memperpanjang umur bangunan atau kawasan bersejarah. Tujuannya adalah menjaga, memperbaiki, dan mengungkapkan sejarah yang terkait dengan bangunan atau artefak tersebut. Proses konservasi melibatkan langkah-langkah untuk memastikan agar bangunan atau kawasan bersejarah tetap aman, terjaga, dan memiliki masa depan yang terjamin dalam pengelolaannya. Hal ini dilakukan dengan maksud mempertahankan makna budaya sesuai dengan kondisi fisik dan situasi lokal di sekitar kawasan bersejarah tersebut. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memahami implementasi prinsip-prinsip konsep konservasi arsitektur pada kawasan bersejarah, khususnya di Kawasan Jalan Braga yang telah menerapkan konsep konservasi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis prinsip-prinsip konsep konservasi arsitektur di Kawasan Jalan Braga. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman penerapan prinsip-prinsip konservasi arsitektur dalam konteks kawasan bersejarah seperti Kawasan Jalan Braga. Hasil akhir dari penelitian ini mengeksplorasi implementasi prinsip-prinsip konservasi berdasarkan Piagam Burra Charter melalui studi kasus Kawasan Jalan Braga. Melalui analisis studi kasus pada kawasan tersebut yang menerapkan konsep konservasi untuk menghidupkan kembali wilayahnya, penelitian ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam produktivitas kegiatan di kawasan tersebut sebelum dan setelah proses konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini memberikan pemahaman mendalam mengenai implementasi prinsip-prinsip konservasi arsitektur dalam konteks kawasan bersejarah.Kata Kunci: konservasi arsitektur, kawasan, Jalan Braga ABSTRACT. Conservation refers to efforts to prevent damage and extend the life of buildings or historical areas. The goal is to preserve, repair, and reveal the history associated with the building or artifact. The conservation process involves measures to ensure that buildings or historical areas remain safe, secure, and have a secure future in their management. This is done with the intention of maintaining cultural significance in accordance with the physical conditions and local situation around the historical area. This study aims to understand the implementation of the principles of conservation architecture concept in historical areas, especially in the Braga Street Area which has applied the concept of conservation. The research method used is a qualitative descriptive method, which aims to describe and analyze the principles of conservation architecture concepts in the Braga Street Area. It is hoped that the results of this study can contribute to the understanding of the application of conservation architecture principles in the context of historical areas such as the Braga Street Area. The final result of this study explores the implementation of conservation principles based on the Burra Charter through a case study of the Braga Road Area. Through the analysis of case studies in the area that apply the concept of conservation to revive the area, this research shows a significant increase in the productivity of activities in the area before and after the conservation process. Therefore, this study provides an in-depth understanding of the implementation of conservation architecture principles in the context of historical areas. Keywords: architecture conversation, area, Braga Street
KAJIAN KONSEP REVITALISASI PADA BANGUNAN PASAR (STUDI KASUS: PASAR TANAH ABANG) Tamam, Muhammad Rifqi; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol. 9 No. 01 (2025): Purwarupa Vol 9 No 1 Maret 2025
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Pasar tradisional di Indonesia mengalami tantangan dalam pengembangannya, baik secara fisik maupun non fisik. Meskipun sebagian besar masyarakat Indonesia masih mengandalkan pasar tradisional untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, banyak pasar mengalami penurunan peran karena adanya kebutuhan yang meningkat. Pasar tradisional, menjadi salah satu tempat bagi masyarakat untuk mencari nafkah, berdagang dan menjual jasa, kini harus bersaing dengan perkembangan zaman yaitu belanja online dan toko swalayan. Revitalisasi pasar tradisional menjadi solusi untuk mengatasi tantangan tersebut. Revitalisasi diharapkan dapat meningkatkan daya saing pasar tradisional dengan cara memperbaiki kondisi fisik dan non fisik pasar, serta menyesuaikannya dengan perkembangan zaman. Bagaimana penerapan konsep revitalisasi pasar tradisional? Metode penelitian menggunakan metode kualitatif dan deskriptif,yaitu metode dengan menggunakan data yang ada serta landasan teori. Observasi lapangan dilakukan untuk mengkaji kondisi fisiki dan non fisik. Revitalisasi Pasar Tanah Abang telah berhasil dilakukan dengan melibatkan aspek fisik, ekonomi, sosial, dan institusional. Intervensi fisik berupa pembangunan jembatan penghubung antar blok telah meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas pasar, serta memberikan tempat berjualan bagi pedagang. Rehabilitasi ekonomi melalui fungsi campuran jembatan sebagai tempat berdagang telah meningkatkan pendapatan pedagang dan daya tarik pasar. Berdasarkan penelitian ini, revitalisasi sosial/institusional melalui pengelolaan pasar oleh pengurus yang bertanggung jawab telah meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pasar. Kata Kunci: Arsitektur, Revitalisasi, Pasar Tradisional                         ABSTRACT. Traditional markets in Indonesia experience challenges in their development, both physical and non-physical. Although the majority of Indonesian people still rely on traditional markets to meet their daily needs, many markets are experiencing a decline in their role due to increasing needs. Traditional markets, being a place for people to earn a living, trade and sell services, now have to compete with current developments, namely online shopping and supermarkets. Revitalizing traditional markets is a solution to overcome these challenges. Revitalization is expected to increase the competitiveness of traditional markets by improving the physical and non-physical conditions of the market, as well as adapting them to current developments. How is the concept of traditional market revitalization implemented? The research method uses qualitative and descriptive methods, namely methods using existing data and a theoretical basis. Field observations were carried out to assess physical and non-physical conditions. The revitalization of Tanah Abang Market has been successfully carried out involving physical, economic, social and institutional aspects. Physical intervention in the form of building connecting bridges between blocks has improved market connectivity and accessibility, as well as providing a place to sell for traders. Economic rehabilitation through the bridge's mixed function as a trading venue has increased traders' income and market attractiveness. Based on this research, social/institutional revitalization through market management by responsible administrators has improved service quality and market safety.                                                                                                      Keywords: Architecture, Revitalization, Traditional Markets