cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN ARSITEKTUR KONTEKSTUAL BENTUK PADA BANGUNAN KAMPUNG SUSUN PRODUKTIF TUMBUH CAKUNG DI JAKARTA TIMUR Musthapha, Zainal; Purwantiasning, Ari Widyati Purwantiasning
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.77-82

Abstract

ABSTRAK. Penerapan prinsip-prinsip arsitektur kontekstual, salah satunya adalah prinsip harmoni dan kontras dalam segi ukuran dapat dilihat pada suatu bangunan baru sehingga dapat diketahui dampak yang dihasilkan dengan adanya bangunan baru tersebut terhadap lingkungan sekitarnya. Dengan adanya bangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung yang tergolong bangunan baru berdasarkan waktu diresmikannya. Diperlukan adanya suatu kajian yang menjelaskan kesesuaian antara bangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung terhadap bangunan di sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penerapan prinsip arsitektur kontekstual dalam segi bentuk pada bangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi kualitatif dengan melakukan observasi pada bangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung untuk mengetahui kontekstualitas bangunan Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung terhadap bangunan di sekitarnya. Pada penelitian ini dapat diketahui bahwa Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung menerapkan prinsip arsitektur kontekstual teori Brolin. Kata Kunci: arsitektur kontekstual, kampung susun, ukuran, jakarta ABSTRACT. The application of contextual architectural principles, one of which is the principle of harmony and contrast in terms of size can be seen in a new building so that it can be known the impact produced by the existence of the new building on the surrounding environment. With the building of Kampung Susun Productive Tumbuh Cakung which is classified as a new building based on the time of its inauguration. A study is needed that explains the suitability of the Cakung Growing Productive Stacking Village building to the surrounding buildings. This study aims to identify the application of contextual architectural principles in terms of form in the building of the Cakung Growing Productive Stacking Village. The method used in this study is qualitative by observing the building of the Cakung Growing Productive Stacking Village to determine the contextuality of the Cakung Growing Productive Stacking Village building to the surrounding buildings. In this research, it can be seen that the Cakung Productive Susun Village applies the contextual architectural principles of Brolin's theory. Keywords: contextual architecture, bunk village, size, jakarta
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOFILIK PADA BANGUNAN SOUTH QUARTER JAKARTA SELATAN Pratiwi, Zahra Anindia; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.169-176

Abstract

ABSTRAK. Mixed Use Building dengan pendekatan Biofilik merupakan bangunan serbaguna yang mencakup fungsi beragam, termasuk area komersil, hunian, dan pedestarian. Permasalahan serius seperti polusi dan penggunaan energi yang tinggi di Jakarta berdampak signifikan pada kesehatan penghuni. Dengan menerapkan prinsip Biofilik, bangunan menambahkan unsur alam seperti tanaman, menciptakan Kesehatan, produktivitas dan investasi ekonomi untuk kesejateraan pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik konsep biofilik pada bangunan South Quarter Jakarta Selatan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian menunjukan desain bangunan South Quarter berhasil mengintegrasikan tumbuhan alam dan elemen alam dalam desainnya, menciptakan rangsangan langsung dengan alam, serta meningkatkan kenyamanan pengguna melalui desain yang merespon iklim sekitar. Kata Kunci: Arsitektur, Biofilik, Mixed Use ABSTRACT. The Mixed Use Building with a Biofilic approach is a versatile structure that encompasses various functions, including commercial areas, residences, and pedestrian spaces. Serious issues such as pollution and high energy consumption in Jakarta significantly impact the health of residents. By implementing Biofilic principles, the building incorporates natural elements like plants, contributing to health, productivity, and economic investment for the well-being of users. The objective of this research is to understand the characteristics of the biofilic concept in the South Quarter Building in South Jakarta. The method employed in this study is qualitative descriptive. South Quarter has successfully integrated natural plants and elements into its design, creating a direct connection with nature, and enhancing user comfort through a design that responds to the surrounding climate. Keywords:  Architectural, Biophilic, Mixed Use
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM HEYDAR ALIYEV CENTER AZERBAIJAN Gumilang, Muhammad Rizki; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.15-22

Abstract

ABSTRAK. Futuristik merupakan suatu paham kebebasan dalam mengungkapkan atau mengekspresikan ide atau gagasan ke dalam suatu bentuk tampilan yang tidak biasa, kreatif dan inovatif. Hasil dari futuristik ini adalah sesuatu yang dinamis, selalu berubah-ubah sesuai keinginan dan zamannya. Penerapan futuristik ini hanya terlihat pada penampilan atau tampaknya dengan tetap memperhatikan dan memperhitungkan fungsi dari objeknya. Futuristik merupakan arti yang mengarah pada konsep masa depan dengan paradigma perkembangan arsitektur. Penerapan konsep futuristik ini akan diterapkan kepada bangunan museum Heydar Aliyev Center Azerbaijan. Bangunan museum merupakan jenis bangunan yang berfungsi sebagai tempat edukasi dan sarana pendidikan untuk mengenalkan sejarah, peristiwa, makhluk hidup, dan lain sebagainya. Hasil penelitian ini menunjukkan tujuh dari delapan poin konsep arsitektur futuristik yaitu gaya universal, khayalan yang idealis, tidak memiliki ornamen, menggunakan kemajuan teknologi, nihilisme, ekspos material (kejujuran bahan), dan bersifat singular (tunggal).Kata Kunci: Futuristik, Museum, Arsitektur,ABSTRACT. Futuristic is an understanding of freedom in expressing or expressing ideas in an unusual, creative and innovative form. The result of this futurism is something dynamic, always changing according to desires and the times. This futuristic application is only visible in appearance or appearance while still paying attention and taking into account the function of the object. Futuristic is a meaning that leads to the concept of the future with a paradigm of architectural development. The application of this futuristic concept will be applied to the Heydar Aliyev Center Azerbaijan museum building. A museum building is a type of building that functions as a place of education and educational means to introduce history, events, living creatures, and so on. The results of this research show seven of the eight points of the futuristic architectural concept, namely universal style, idealistic imagination, no ornamentation, use of technological advances, nihilism, material exposure (honesty of materials), and singular (single).Keywords: Futuristic, Museum, Architecture,
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR IKONIK PADA BANGUNAN PERKANTORAN DENGAN STUDI KASUS SOUTH QUARTER OFFICE DI JAKARTA Fathin, Sayyid Muhammad; Ashadi, Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.99-106

Abstract

ABSTRAK. Pada masa saat ini arsitektur berkembang semakin pesat karena banyaknya konsep arsitektur yang berkembang, salah satunya adalah munculnya bangunan-bangunan ikonik di berbagai tempat bagian dari dunia. Bangunan ikonik merupakan bangunan yang menandai suatu tempat atau suatu zaman, bangunan ikonik seringkali terletak di lokasi strategis seperti persimpangan jalan, taman dan ruang terbuka. Keberadaan bangunan ikonik memberikan dampak yang besar terhadap daerah sekitarnya, bahkan mampu memasarkan wajah kota di masing-masing negara. Seiring berjalannya waktu banyaknya bangunan yang dikatakan ikonik belum memenuhi indikator ikonik karena masih minimnya makna dan penerapan ciri-ciri ikonik pada bangunan tersebut. Oleh karena itu, perlunya penulis melakukan penelitian terkait konsep arsitektur ikonik, dengan studi kasus, South Quarter Office. Sedangkan metode yang akan diterapkan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bangunan South Quarter Office merapkan konsep arsitektur ikonik yang di perlihatkan oleh ciri-cirinya yaitu: Bentuk bangunan yang atraktif secara visual. (attractive form), Bentuk yang simetris pada bangunan (simetrical form), Elemen berulang pada fasad (continuous rhythm), Memiliki pesan atau makna spesifik (specific signified by the building), Berada pada lokasi yang strategis (strategic location), Bentuk metafora (Metaphor Forms), Teknologi bangunan kekinian (Contemporary building technology). Kata Kunci: arsitektur, ikonik, bentuk, atraktif, metafora ABSTRACT. At this time architecture is growing rapidly because of the many architectural concepts that have developed, one of which is the emergence of iconic buildings in various parts of the world. Iconic buildings are buildings that mark a place or an era, iconic buildings are often located in strategic locations such as crossroads, parks, and open spaces. The existence of iconic buildings has a great impact on the surrounding area, even being able to market the face of the city in each country. Over time, many buildings that are said to be iconic have not met the iconic indicators because of the lack of meaning and application of iconic characteristics in the building. Therefore, the author needs to conduct research related to iconic architectural concepts, with a case study, South Quarter Office. The method to be applied is qualitative descriptive. The results showed that the South Quarter Office building applies the iconic architectural concept shown by its characteristics, namely: The shape of the building is visually attractive. (attractive form), A symmetrical form on the building (symmetrical form), Repeating elements on the façade (continuous rhythm), Have a specific message or meaning (specific signified by the building), Be in a strategic location (strategic location), Metaphor forms (Metaphor Forms), Contemporary building technology (Contemporary building technology). Keywords: architecture, iconic, form, attractive, metaphor 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR SIMBOLIK PADA BANGUNAN FASILITAS OLAHRAGA STADION UTAMA GELORA BUNG KARNO Adhima Faidir, Muhammad Fauzan; Ashadi, Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.33-38

Abstract

ABSTRAK. Fasilitas olahraga adalah semua prasarana olahraga yang mencakup semua lapangan olahraga dan bangunan beserta perlengkapannya (sarana) untuk melaksanakan program kegiatan olahraga. Maka dari itu, penggunaan identitas pada bangunan tersebut diharapkan untuk memudahkan orang-orang dalam mengenal bangunan. Arsitektur simbolik merupakan perwujudan dari bentuk ekspresi dalam desain bangunan yang memiliki maksud dan tujuan memberikan informasi mengenasi identitas atau ciri dari bangunan. Bentuk informasi identitas bangunan dapat diwujudkan dengan menggunakan simbol yang dapat mewakili dari bangunan tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data dilakukan dengan data primer berupa observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Metode observasi dilakukan untuk mengetahui simbol bangunan di bangunan olahraga. Metode pengambilan data pada penelitian ini adalah dengan cara mengamati beberapa elemen-elemen seperti lantai, dinding, dan atap bangunan olahraga yang diduga memiliki simbol yang memiliki ciri khas budaya. Maka penilitian ini bertujuan untuk memahami konsep simbolik yang mengandung makna dari unsur budaya Indonesia, serta penerapannya pada bangunan fasilitas olahraga. Dari hasil penelitian Arsitektur Simbolik penerapan pada bangunan stadion memiliki beberap hal penting dalam sebuah nilai – nilai sebuah bangunan, Elemen (atap, dinding, lantai) yang mengandung nilai-nilai secara fisik, bentuk dan makna akan membuat sebuah persepsi manusia, dan menjadi simbol yang dilestarikan karena memberikan sebuah konsep budaya dalam penyampaian pesan dari pemikiran manusia. Kata Kunci: Arsitektur Simbolik, Kualitatif, Fasilitas Olahraga. ABSTRACT. Sports facilities are all sports infrastructure that includes all sports fields and buildings along with their equipment (facilities) to carry out sports activity programs. Therefore, the use of identity in the building is expected to make it easier for people to recognize the building. Symbolic architecture is a manifestation of a form of expression in building design that has the intent and purpose of providing information about the identity or characteristics of the building. The form of building identity information can be realized by using symbols that can represent the building. The research method used in the research is descriptive qualitative. The data collection method was carried out with primary data in the form of observation, interviews, literature study, and documentation. The observation method is carried out to find out the building symbols in sports buildings. The data collection method in this research is by observing several elements such as floors, walls, and roofs of sports buildings that are thought to have symbols that have cultural characteristics. So this research aims to understand the symbolic concept that contains meaning from Indonesian cultural elements, as well as its application to sports facility buildings. From the results of the Symbolic Architecture research, the application to the stadium building has several important things in a building's values, Elements (roof, walls, floors) that contain physical values, shapes and meanings will be used in the building.Keywords: Symbolic Architecture, Qualitative, Sports Facilities.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN TERMINAL BUS CILEUNGSI Fadhilah, Sari Hibatunnisa; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.49-54

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur berwawasan perilaku adalah arsitektur yang merespon kebutuhan dan perasaan manusia, yang disesuaikan dengan cara pola hidup manusia. Sedangkan arsitektur perilaku sendiri adalah konsep arsitektur yang penerapannya dilandasi oleh perilaku pengguna dalam perancangan desain arsitektur, desain arsitektur dapat menjadi fasilitator terjadinya perilaku atau sebaliknya sebagai penghalang terjadinya perilaku (JB. Watson dalam Laurence, 2005). Konsep arsitektur perilaku ini juga perlu di terapkan pada bangunan fasilitas transportasi publik yaitu terminal bus khususnya pada bangunan Terminal Bus Cileungsi. Dengan demikian banyak hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sebuah terminal bus, khususnya pada kenyamanan yang diberikan dan fasilitas yang lengkap sesuai dengan kebutuhan pengguna bangunan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentikasi dan mendeskripsikan penerapan prinsip-psrinsip arsitektur perilaku pada bangunan Terminal Bus Cileungsi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, hasil penelitian ini adalah melihat penerapan prinsip arsitektur perilaku dan variabel yang mempengaruhi perilaku pengguna pada bangunan Terminal Bus Cileungsi. Kata Kunci: Arsitektur perilaku, Perilaku, Terminal Bus ABSTRACT. Behavioral-oriented architecture is architecture that responds to human needs and feelings, which are adapted to the way of human life patterns. Meanwhile, behavioral architecture itself is an architectural concept whose application is based on user behavior in architectural design, architectural design can be a facilitator of behavior or vice versa as a barrier to behavior (JB. Watson in Laurence, 2005). This behavioral architectural concept also needs to be applied to public transportation facility buildings, namely the bus terminal, especially in the Cileungsi Bus Terminal building. Thus, there are many things that need to be considered in designing a bus terminal, especially the convenience provided and complete facilities according to the needs of the users of the building. The purpose of this study is to identify and describe the application of behavioral architectural principles to the Cileungsi Bus Terminal building. This study uses a qualitative descriptive method, the results of this study are to look at the application of behavioral architectural principles and variables that influence user behavior in the Cileungsi Bus Terminal building. Keywords: Behavioral architecture, Behavior, Bus Terminal
Kajian Indoor Health and Comfort (IHC) Pada Ruang Kelas SDN Duren Sawit 14 Habibah, Rifa Nur; Sari, Yeptadian
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.137-142

Abstract

ABSTRAK. Ruang kelas, yang sering padat diisi dengan murid dan guru, digunakan selama 5 hari seminggu dengan durasi 5-8 jam per hari, dan dapat menampung 10-38 orang. Hal ini dapat dengan mudah menularkan penyakit, terutama jika ruang kelas tidak memenuhi standar kesehatan.Melihat banyaknya faktor yang mempengaruhi keberhasilan kegiatan belajar mengajar, maka diperlukan ruang kelas yang sehat dan nyaman. Oleh karena itu, perlu diteliti konsep Kesehatan dan Kenyamanan dalam Ruang (Indoor Health & Comfort/IHC) pada Sekolah Dasar, dengan studi kasus SDN Duren Sawit 14 yang terletak di Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan tujuan penelitian ini untuk memahami dan mengidentifikasi kualitas Kesehatan dan Kenyamanan dalam ruang pada ruang kelas di bangunan pendidikan SDN Duren Sawit 14. Hasil menunjukkan 6 dari 8 kriteria sudah memenuhi standar dan membuat ruang kelas menjadi sehat dan nyaman. Kata Kunci: Kesehatan dan kenyamanan dalam ruang, Ruang kelas, Sekolah Dasar ABSTRACT. Classrooms, which are often crowded, filled with students and teachers, are used 5 days a week for 5-8 hours per day, and can accommodate 10-38 people. This can easily spread disease, especially if the classroom does not meet health standards. Seeing the many factors that influence the success of teaching and learning activities, a healthy and comfortable classroom is needed. Therefore, it is necessary to research the concept of Indoor Health and Comfort (IHC) in elementary schools, with a case study of SDN Duren Sawit 14 which is located in East Jakarta. The method used is descriptive qualitative and the aim of this research is to understand and identify the quality of indoor health and comfort in classrooms in the educational building of SDN Duren Sawit 14. The results show that 6 of the 8 criteria meet the standards and make the classrooms healthy and comfortable. Keywords: Indoor health and comfort, classroom, junior high school
PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR MODERN PADA BENTUK DAN MATERIAL FASAD BANGUNAN KOMERSIAL (STUDI KASUS : MAL CIPUTRA TANGERANG) Hakim, Andhika Sebastian; Syoufa, Ade
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.65-74

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur modern membawa perubahan yang signifikan terhadap cara pandang terhadap desain bangunan. Permasalahan penelitian ini adalah bagaimana penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada fasad Mal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan prinsip-prinsip arsitektur modern pada fasad Mal Ciputra Tangerang. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan menganalisa penerapan prinsip-prinsip tersebut pada Mal Ciputra Tangerang. Hasil pembahasan dari penelitian ini adalah Mal Ciputra Tangerang yang menjadi objek penelitian telah menerapkan prinsip-prinsip arsitektur modern pada bentuk fasad dan material fasad bangunan meliputi fasad membentuk sudut, penyederhanaan bentuk, area jendela berorientasi horizontal, penggunaan material fabrikasi, bahan dan material sesuai fungsi, dan pengunaan warna-warna cerah. Kata Kunci: fasad, mal, prinsip arsitektur modern ABSTRACT. Modern architecture brings significant changes to the way building design is perceived. The problem of this research is the application of the principles of modern architecture to the facade of the mall. The purpose of this research is to find out the application of modern architecture principles to the facade of Ciputra Mall Tangerang. The method used is descriptive-qualitative, analyzing the application of these principles in Ciputra Mall Tangerang. The results of the discussion from this research are that Ciputra Tangerang Mall, which is the object of research, has applied modern architectural principles to the shape of the facade and building facade materials, including the facade forming angles, simplifying the shape, horizontally oriented window areas, using fabrication materials, materials and materials according to function, and the use of bright colors.Keywords: facade, mall, modern architecture principle
Kajian Konsep Arsitektur Perilaku pada Bangunan Fasilitas Penyandang Berkebutuhan Khusus Studi Kasus: SLB Negeri 2 Jakarta Khairunnisa, Rizka; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.1-10

Abstract

 ABSTRAK. Arsitektur perilaku adalah arsitektur yang membahas tentang hubungan antara perilaku manusia  dengan lingkungan. Dalam penerapan konsep arsitektur perilaku pada sebuah bangunan, terdapat prinsip dan faktor yang dapat mempengaruhi perilaku manusia. Salah satu bangunan fasilitas penyandang berkebutuhan khusus adalah Sekolah Luar Biasa (SLB). SLB adalah lembaga pendidikan yang merupakan bagian terpadu dari sistem pendidikan nasional yang secara khusus diselenggarakan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental sosial, tetapi memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif dan bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi konsep arsitektur perilaku pada bangunan fasilitas penyandang berkebutuhan khusus, khususnya fasilitas pendidikan. Hasil dari penelitian ini berupa kesimpulan yang berasal dari analisis yang berfokus pada pembahasan mengenai ruang dan tata letak perabot. Dua pembahasan tersebut dianalisis berdasarkan salah satu faktor yang mempengaruhi prinsip arsitektur, yaitu kelompok pengguna.Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, SLB Negeri 2 Jakarta telah menerapkan tiga prinsip arsitektur perilaku dengan sangat baik, meliputi mampu berkomunikasi dengan manusia dan lingkungan, mewadahi aktivitas penghuni dengan nyaman dan menyenangkan, serta memperhatikan kondisi dan perilaku dari pemakainya. Kata Kunci: arsitektur perilaku, sekolah luar biasa, ruang, tata letak perabot ABSTRACT. Behavioral architecture is an architecture that discusses the relationship between human behavior and the environment. In applying the concept of behavioral architecture to a building, there are principles and factors that can influence human behavior. One of the facilities for people with special needs is the Special School (SLB). SLB is an educational institution that is an integrated part of the national education system that is specifically organized for students who have a level of difficulty in participating in the learning process due to physical, emotional, social-mental disorders, but have the potential for intelligence and special talents. This study uses a descriptive-qualitative method and aims to find out how the concept of behavioral architecture is implemented in facilities for persons with special needs, especially educational facilities. The results of this study are in the form of conclusions derived from an analysis that focuses on discussing space and furniture layout. The two discussions are analyzed based on one of the factors that influence architectural principles, namely the user group. Based on the results of the analysis that has been carried out, SLB Negeri 2 Jakarta has implemented three principles of behavioral architecture very well, including being able to communicate with humans and the environment, accommodating residents activities comfortably and pleasantly, and paying attention to the condition and behavior of the users. Keywords: behavioral architecture, special schools, space, furniture layout
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN PANTI WREDHA/SENIOR LIVING (STUDI KASUS: SENTRA TERPADU “PANGUDI LUHUR” BEKASI) Zahra, Latifah Az; Nur'aini, Ratna Dewi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.177-186

Abstract

ABSTRAK. Kesadaran terhadap kebutuhan pelayanan dan fasilitas bagi orang tua menurun, menciptakan masalah sosial. Pemerintah merespons dengan membentuk program kebijakan, termasuk pendirian panti wredha sebagai fasilitas perawatan pribadi bagi orang tua. Penelitian menunjukkan bahwa mayoritas penghuni panti wredha adalah perempuan berusia 85 tahun ke atas. Motivasi para lanjut usia untuk memilih panti wredha melibatkan kekhawatiran akan kesendirian, ketidakmampuan untuk bergerak, dan perasaan kesepian di rumah. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin menganalisis karakteristik dari panti wredha/senior living yang berkaitan dengan prinsip dan Konsep dari pendekatan arsitektur perilaku. Adapun objek yang akan menjadi bahan penelitian ini adalah Bangunan Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui survey lapangan, wawancara, dan studi literatur. Hal ini mencakup desain bangunan yang mendukung aktivitas penghuni dan memperhatikan hubungan antara manusia dan lingkungannya. Hasil dari penelitian ini adalah Implementasi dari penerapan prinsip prinsip oleh sentra terpadu pangudi luhur seperti keamananan/ keselamatan yang memperhatikan beberapa aspek penting di dalamnya sampai ke aspek psikologis personalisasi yang membuat ruang jarak ke pada kehidupan sosial dengan kehidupan privat nya para lanjut usia, serta hasil dari aspek dari pendekatan arsitektur perilaku ruang personal, yang mencakup area tak kasat mata di sekitar individu, menjadi aspek kritis dalam memahami interaksi dan perilaku lanjut usia di Sentra Terpadu Pangudi Luhur Bekasi.Kata Kunci: Arsitektur Perilaku, Panti Wredha, Senior Living, Sentra Terpadu “Pangudi Luhur” Bekasi. ABSTRACT. Awareness of the need for services and facilities for parents decreases, creating social problems. The government responded by establishing program policies, including the establishment of nursing homes as personal care facilities for the elderly. Research shows that the majority of nursing home residents are women aged 85 years and over. Motivations for elderly people to choose wredha underwear include concerns about being alone, inability to move, and feeling lonely at home. The aim of this research is to analyze the characteristics of nursing/senior living homes related to the principles and concepts of the behavioral architecture approach. The object that will be the material for this research is the Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated Center Building. The research method used is descriptive qualitative with data collection techniques through field surveys, interviews and literature studies. This includes building designs that support occupant activities and pay attention to the relationship between humans and their environment. The results of this research are the implementation of the principles by the Pangudi Luhur integrated center, such as security/safety which pays attention to several important aspects in it, up to the psychological aspects of personalization which create space for distance between social life and the private life of the elderly, as well as the results of aspects of the personal space behavioral architecture approach, which includes invisible areas around individuals, are important aspects in understanding the interactions and behavior of elderly people at the Pangudi Luhur Bekasi Integrated Center. Keywords: Behavioral architecture, nursing homes, senior living, Bekasi "Pangudi Luhur" Integrated     Center.