cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
PURWARUPA Jurnal Arsitektur
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Arjuna Subject : -
Articles 239 Documents
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR BIOKLIMATIK PADA BANGUNAN EXPO ICE BSD, TANGERANG Sulistiowati Sulistiowati; Anggana Fitri Satwikasari
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 1 (2023): Purwarupa Vol 7 No 1 Maret 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.1.35-42

Abstract

ABSTRAK. Tingginya kenaikan laju pemanasan global tidak bisa dipungkiri dari fakta bahwa bumi dan manusia dalam bahaya karna efek dari pemanasan global. Dalam kurun waktu 50 tahun terakhir, suhu di muka bumi mengalami kenaikan yang sangat ekstrem sehingga membuat manusia memikirkan segala cara seperti menciptakan berbagai macam teknologi dan pengetahuan untuk mengurangi kenaikan laju pemanasan global seperti mengurangi penggunaan gas emisi atau gas karbon dioksida, mengurangi penggunaan efek rumah kaca serta memperbanyak RTH (Ruang Terbuka Hijau) sehingga peran arsitek sangat penting dalam mengurangi efek dari pemanasan global. Telah ditemukan prinsip arsitektur yang dapat mengurangi kelajuan pemanasan global yaitu arsitektur bioklimatik yang mengusung mengadaptasikan bangunan pada lingkungan sekitarnya sehingga mengurangi pemakaian energi listrik. Tujuan dari penelitian ini ialah mengkaji dan menganalisis prinsip arsitektur bioklimatik pada bangunan expo, di mana bangunan expo yang merupakan tempat berkumpulnya sekelompok manusia sehingga sangat penting mengutamakan kenyamanan pengguna bangunan tersebut. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang dikumpulkan dari data sekunder dan primer seperti literatur serta data survei menuju lokasi studi kasus ICE BSD, Tangerang. Menerapkan analisis dari 6 prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang dengan menyertakan keterangan dan penjelasan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa ICE BSD menerapkan 75% dari prinsip arsitektur bioklimatik menurut Ken Yeang sehingga dapat dikatakan bahwa bangunan ICE BSD telah menerapkan konsep arsitektur bioklimatik dan berpartisipasi dalam mengurangi kenaikan laju pemanasan global di dunia. Kata Kunci: Arsitektur, Bioklimatik, Perubahan Iklim, ExpoABSTRACT. The high increase in the rate of global warming cannot be denied by the fact that the earth and humans are in danger because of the effects of global warming. In the last 50 years, the temperature on earth has risen so extremely that it has made people think of all kinds of ways, such as creating various kinds of technology and knowledge to reduce the increase in the rate of global warming, such as reducing the use of emission gases or carbon dioxide gas, reducing the use of the greenhouse effect. as well as increasing GOP (Green Open Space) so that the role of architects is very important in reducing the effects of global warming. An architectural principle has been found that can reduce the rate of global warming, namely bioclimatic architecture which carries out adapting buildings to their surrounding environment to reduce the use of electrical energy. The purpose of this research is to examine and analyze the principles of bioclimatic architecture in the expo building, where the expo building is a gathering place for a group of people so it is very important to prioritize the comfort of the building users. By using a qualitative descriptive method collected from secondary and primary data such as literature and survey data to the ICE BSD case study location, Tangerang. Applying an analysis of the 6 principles of bioclimatic architecture according to Ken Yeang by including descriptions and explanations. The results of the study show that ICE BSD applies 75% of the principles of bioclimatic architecture according to Ken Yeang so it can be said that the ICE BSD building has implemented the concept of bioclimatic architecture and participated in reducing the increase in the rate of global warming in the world. Keywords: Architecture, Bioclimatic, Climate Change, Expo
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HYBRID PADA BANGUNAN TRANSPORTASI STUDI KASUS: STASIUN MANGGARAI Ramadhan, Dhia Faudzan; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.1-6

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur di dunia memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri tergantung pada budaya dan kondisi lingkungan. Untuk itulah, ada banyak jenis gaya arsitektur yang ada di dunia. Hal ini juga mengaktifkan persinggungan gaya arsitektur dengan gaya dan karakteristik yang berbeda dalam sebuah bangunan atau biasa dikenal dengan arsitektur hybrid. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi arsitektur hybrid yang terdapat pada bangunan transportasi. Bangunan Transportasi adalah tempat di mana aktivitas memindahkan orang dan barang dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kendali manusia atau mesin. Bangunan transportasi yang menjadi bahan studikasus adalah stasiun yang memiliki hybrid antara gaya arsitektur modern dan kolonial Belanda.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan studi kasus Bangunan transportasi stasiun. Hasil yang didapat pada bangunan yaitu adanya modifikasi serta unifikasi pada fasad dan blokplan. Kata Kunci: Arsitektur Hybrid, Bangunan Transportasi, fasilitas,ABSTRACT.. Architecture in the world has its own characteristics and uniqueness depending on culture and environmental conditions. For this reason, there are many types of architectural styles in the world. This also enables the intersection of architectural styles with different styles and characteristics in a building or commonly known as hybrid architecture. This study aims to identify the hybrid architecture found in transportation buildings. Transportation Buildings are places where activities move people and goods from one place to another using human or machine control. The transportation building which is the case study material is a station which has a hybrid between modern and Dutch colonial architectural styles. The method used in this study is a qualitative descriptive method with a case study of the station transportation building. The results obtained for the building are modification and unification in facade and block plan.Keywords: Hybrid Architecture, Transportation Buildings, facilities,
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR PERILAKU PADA KAMPUNG SUSUN AKUARIUM, JAKARTA UTARA Erlangga, Agus; Purwantiasning, Ari Widyati
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.7-14

Abstract

Kampung Vertikal saat ini sudah mulai dikembangkan oleh pemerintah di Jakarta. Sudah ada beberapa permukiman horizontal yang menjadi permukiman vertikal, beberapa permukiman yang sudah menjadi permukiman vertikal salah satunya di sebabkan program pemerintah yang akhirnya mengahruskan permukiman itu terkena gusuran untuk pembangunan-pembangunan pemerintah. Sebuah Kampung Vertikal merupakan salah satu solusi kepadatan di permukiman dengan lahan yang terbatas. Studi Kasus pada penelitian ini yang di gunakan adalah Kampung Susun Akuarium yang terletak di Jakarta Utara. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi perilaku penghuni dan memahami apa saja kebutuhan dari penghuni Kampung Vertikal/Kampung Susun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskritif kualitatif naratif yang acuan variable nya di antaranya adalah observasi, wawancara, analisis dokumen pribadi, lalu menguraikan suatu hal dengan apa adanya dengan data-data yang di kumpulkan berupa sebuah gambar, kata-kata atau penalaran, dan bukan berupa angka-angka. Berdasarkan hasil dari analisis prinsip-prinsip arsitektur perilaku menurut teori dari Weinstein & David, Kampung Susun Akuarium ini sudah memenuhi keempat prinsip yang ada pada teori tersebut. Semua prinsip yang sudah diterapkan pada kampung susun ini di antaranya Memiliki ruang yang sesui dengan fungsinya dan dapat dimanfaatkan oleh warga seperti ruang usaha (kios) dan koridor yang cukup lebar. memiliki koridor yang lebar sehingga memberikan kenyamanan untuk warga dan memiliki ruang usaha, ruang terbuka hijau (Kebun) dan aula yang dapat mewadahi aktivitas warganya. Memiliki bentuk atap yang selaras dengan sekiatarnya menjadi harmonis, warna cat putih pada bangunan memberikan nilai estetika dan memberikan kesan bersih dan nyaman untuk warga, dan pola ruang yang unik di sesuaikan dengan prilaku warga seperti ruang dapur yang berada di dekat pintu keluar/masuk untuk mengantisipasi sesuatu hal yang tidak di inginkan.
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR POSTMODERN PADA BANGUNAN TEATER JAKARTA TAMAN ISMAIL MARZUKI PUTRI, ALIFVIA MALINDA; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.69-76

Abstract

ABSTRAK. Awal mula muncul konsep postmodern ini berawal dari kejenuhan masyarakat terhadap era modern yang hanya terlihat kaku dan monoton. Seperti pemakaian elemen geometris dalam suatu bentuk yang terlihat tidak fungsional dan sangat kurangnya inovasi dalam arsitektur modern yang telah berkembang pada masa itu. Konsep postmodern ini mulai dikenal sejak tahun 1970. Dengan hal tersebut penelitian ini akan menganalisis bangunan studi kasus yang menerapkan konsep arsitektur postmodern, bangunan yang menjadi studikasus yaitu bangunan Teater Jakarta di Taman Ismail Marzuki yang akan di analisis menggunakan prinsip arsitektur postmodern. Dengan tujuan penelitian yaitu untuk memahami konsep arsitektur postmodern dan penerapannya di bangunan studikasus. Penelitian ini dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan data yaitu primer dan sekunder. Bangunan Teater Jakarta ini dirancang dengan penggunaan material modern atau masa kini, tetapi tetap menonjolkan konsep tradisional dan tidak terlepas dari sejarahnya.Kata Kunci: Arsitektur, Postmodern, Teater Jakarta  ABSTRACT. The beginning of the emergence of this postmodern concept stems from the saturation of society against the modern era which only looks stiff and monotonous. Such as the use of geometric elements in a form that looks non-functional and the lack of innovation in modern architecture that had developed at that time. This postmodern concept has been known since 1970. With this in mind, this research will analyze a case study building that applies the concept of postmodern architecture, the building which is the case study, namely the Jakarta Theater building in Taman Ismail Marzuki which will be analyzed using postmodern architectural principles. With the aim of research is to understand the concept of postmodern architecture and its application in case study buildings. This research was conducted using a qualitative descriptive method with primary and secondary data collection. This research produces an analysis of the postmodern architectural principles applied to the Jakarta Theater building. The Jakarta Theater building was designed using modern or contemporary materials, but still emphasizes traditional concepts and is inseparable from its history. Keywords: Architecture, Postmodern, Jakarta Theatre
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN FASILITAS TRANSPORTASI (STUDI KASUS: STASIUN MRT BLOK A, JAKARTA) HANIFIANTO, RIFQI; Hantono, Dedi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.161-168

Abstract

ABSTRAK. Infrastruktur transportasi memegang peranan penting sebagai sarana pergerakan orang dan barang. Infrastruktur transportasi kereta api menjadi  solusi permasalahan kemacetan jalan, dimana jumlah kendaraan setiap tahunnya  menjadi permasalahan di Indonesia. Kereta api merupakan salah satu alat transportasi jalan raya yang memiliki keunggulan dibandingkan alat transportasi jalan lainnya. Kereta api merupakan metode pengangkutan penumpang dan barang dalam jumlah besar dengan banyak keuntungan: menghemat lahan, menghemat energi, dan mengurangi polusi juga meimiliki jam yang dapat di andalkan. Saat ini stasiun – stasiun kereta api di seluruh Indonesia merupakan bangunan peninggalan zaman penjajahan. Untuk memfasilitasi penumpang dengan baik dan dengan melonjaknya jumlah pengguna kereta api setiap tahunnya.  stasiun kereta api kedepannya akan menerapkan konsep desain arsitektur kontemporer agar tampilan dan ruang yang dihasilkan menjadi unik dan inovatif serta, apalagi jika stasiun tersebut berada di Tengah kota yang modern. Arsitektur kontempoer juga dapat menghadirkan keterbukaan antara bangunan dan lingkungan disekitarnya karena itu menjadi ciri khas arsitektur kontemporer. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahn yang timbul pada bangunan kereta api yang dimana bangunan kereta api di Indonesia masih menggunakan bangunan lama yang dibangun pada masa kolonial. Dimana bangunan stasiun terkadang masih tidak serupa dengan bangunan di disekitarnya terutama dikota besar yang dimana bangunan disekitarnya merupakan bangunan modern dan ikonik. Penerapan Arsitektur kontempoerer pada bangunan stasiun dapat menjawab bagaimana stasiun kereta dapat dibangunan dengan konsep arsitektur kontemporer pada Kawasan kota yang sudah maju. Kata Kunci: Infrastuktur, Stasiun, Kereta Api, Arsitektur, Kontemporer ABSTRACT. Transportation infrastructure plays an important role as a means of movement of people and goods. Railway transportation infrastructure is a solution to the problem of road congestion, where the number of vehicles each year is a problem in Indonesia. Train is one of the means of road transportation that has advantages over other means of road transportation. Trains are a method of transporting passengers and goods in large quantities with many advantages: saving land, saving energy, and reducing pollution as well as having reliable clocks. Currently, train stations throughout Indonesia are buildings from the colonial era. To facilitate passengers well and with the soaring number of train users every year.  The train station in the future will apply contemporary architectural design concepts so that the resulting look and space become unique and innovative and, especially if the station is in the middle of a modern city. Contemporary architecture can also present openness between the building and the surrounding environment because it is a characteristic of contemporary architecture. This study aims to answer the problems that arise in railway buildings where railway buildings in Indonesia still use old buildings built during the colonial period. Where the station building is sometimes still not similar to the surrounding buildings, especially in big cities where the surrounding buildings are modern and iconic buildings. The application of contemporary architecture to station buildings can answer how train stations can be built with contemporary architectural concepts in developed city areas. Keywords: Infrastructure, Station, Railway, Architecture, Contemporary
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR IKONIK PADA BANGUNAN MASJID: Kasus Masjid Dian Al-Mahri Depok Rachela, Yohana Dea; Anisa, Anisa
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.91-98

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur adalah seni dan ilmu merancang. Dari segi desain, ide, dan material yang digunakan, arsitektur mengalami perkembangan yang pesat. Bangunan ikonik telah menjadi populer sebagai penanda suatu tempat atau penanda zaman di era arsitektur modern. Bangunan ikonik biasanya dibangun di lokasi strategis, seperti persimpangan jalan, taman, dan ruang terbuka atau tempat kumpul orang. Tak jarang masjid di Indonesia, bahkan di Jakarta, menggunakan konsep ikonik sebagai ciri khas tipologi paling penting dan berpengaruh dalam menafsirkan ajaran dan keyakinan inti agama ke dalam struktur mereka. Halaman terbuka, arcade, ruang sholat, dan menara adalah bagian dari Arsitektur Khas Masjid. Salah satunya adalah bangunan masjid. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan penelitian deskriptif sebagai jenisnya. Data primer dan sekunder digunakan dalam penelitian ini. Data primer berasal dari observasi studi kasus: Masjid Dian Al-Mahri. Data sekunder berasal dari literatur yang mendukung penelitian. Hasil dari tulisan ini dapat disimpulkan bahwa studi kasus bangunan yang diteliti yaitu pada Masjid Dian Al-Mahri dapat disebut bangunan Ikonik, karena pada bagian bangunan Masjid Dian Al-Mahri ini menerapkan prinsip-prinsip ikonik. Diantaranya seperti, skala bangunan yang relatif besar atau megah, bentuk bangunan yang akraktif dan menarik, kekuatan bangunan yang kokoh sehingga berumur panjang, dan letaknya yang strategis. Kata Kunci: arsitektur, ikonik, masjid ABSTRACT. Architecture is the art and science of designing. In terms of design, ideas, and materials used, architecture has experienced rapid development. Iconic buildings have become popular as markers of a place or markers of the times in the era of modern architecture. Iconic buildings are usually built in strategic locations, such as crossroads, parks, and open spaces or gathering places. It is not uncommon for mosques in Indonesia, even in Jakarta, to use iconic concepts as the most important and influential typological hallmark in interpreting the core teachings and beliefs of religion into their structure. Open courtyards, arcades, prayer halls, and minarets are part of the mosque's distinctive architecture. One of them is the mosque building. This research uses qualitative methods, with a descriptive research approach as its type. Primary and secondary data were used in this study. The primary data comes from the observation of a case study: Dian Al-Mahri Mosque. Secondary data come from literature that supports the study. The results of this paper can be concluded that the case study of the building studied, namely the Dian Al-Mahri Mosque, can be called an Iconic building, because the Dian Al-Mahri Mosque building applies iconic principles. Among them, such as, the scale of the building is relatively large or magnificent, the shape of the building is acractive and attractive, the strength of the building is sturdy so that it lives long, and its strategic location. Keywords: architecture, iconic, mosque 
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR KONTEMPORER PADA BANGUNAN PENDIDIKAN P.K. OJONG-JAKOB OETAMA TOWER Zulfa, Azka Raihan; Afgani, Jundi Jundullah
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.27-32

Abstract

ABSTRAK. Ilmu merupakan sebuah kunci akan segala kebaikan serta pengetahuan. Ilmu menjadi sebuah sarana untuk bisa menjalankan hidup ini dan apa yang menjadi perintah Allah SWT kepada kita. Dalam perkembangannya pembangunan bangunan pendidikan sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan bermanfaat bagi pengguna, sekaligus sebagai penanda bahwa pendidikan tidak hanya berkembang pada sistem saja akan tetatapi juga dengan pembangunan penunjang fasilitas yang berkualitas dan menjadi citra yang baik untuk pendidikan Indonesia. Kajian ini bertujuan lebih memehami konsep kontemporer terhadap prinsip dan penerapan pada bangunan pendidikan lebih tepatnya universitas dengan rumusan masalah Bagaimana bangunan pendidikan dalam studi kasus dikatakan menerapkan konsep arsitektur kontemporer?. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah kulaitatif dengan pendekatan deskriptif pada studi kasus bangunan kontemporer pada bangunan pendidikan lebih tepatnya universitas. Hasil dari kajian ini menunjukan bahwa konsep kontemporer memiliki prinsip tersendiri dari segi bentuk yang dinamis, kompleks, dan bentuk pengulangan dan simetri. Kajian ini diharapkan dapat digunakan sebagai awal pengembangan desain dalam rancangan arsitektur kontemporer. Kata Kunci: Konsep Kontemporer, Bangunan Pendidikan, Arsitektur ABSTRACT. Science is the key to all goodness and knowledge. Science becomes a means to be able to live this life and what Allah Almighty commands us. In its development, the construction of educational buildings is very important to create a comfortable and useful learning atmosphere for users, as well as a sign that education will not only develop in the system, but also with the construction of supporting quality facilities and become a good image for Indonesian education. This study aims to better understand the contemporary concept of principles and application to educational buildings, more precisely universities with the formulation of the problem How is educational building in case studies said to apply the concept of contemporary architecture?. The method used in this study is quantifiable with a descriptive approach to case studies of contemporary buildings in educational buildings, more precisely universities. The results of this study show that contemporary concepts have their own principles in terms of dynamic, complex shapes, and forms of repetition and symmetry. This study is expected to be used as a prelude to design development in contemporary architectural design. Keywords: Contemporary Concepts, Educational Buildings, Architecture
KAJIAN KONSEP ARSITEKTUR HIJAU PADA BANGUNAN UNIVERSITAS BINA NUSANTARA ALAM SUTERA Alifianto, Arento Pandu; Satwikasari, Anggana Fitri
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 7, No 2 (2023): Purwarupa Vol 7 No 2 September 2023
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.7.2.43-48

Abstract

ABSTRAK. Arsitektur hijau atau yang dikenal dengan sebutan green architecture merupakan salah satu konsep pada arsitektur yang mempunyai karakteristik dan berfokus pada arsitektur yang ramah lingkungan. Poin penting yang terdapat pada arsitektur hijau ini yaitu seperti meminimalisasi konsumsi sumber daya alam, efisiensi energi, penggunaan air yang bijak dan berkelanjutan, dan material non polusi serta daur ulang. Pada bangunan Pendidikan konsep arsitektur hijau ini sangat penting digunakan, selain untuk mengurangi emisi dan pemanasan global, arsitektur hijau ini sangat berpengaruh dengan kinerja atau kenyamanan orang didalam nya saat menuntut ilmu, fenomena desain bangunan pendidikan berkonsep arsitektur hijau banyak digunakan pada bangunan Universitas yaitu seperti Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, konsep desain pada bangunan Universitas Bina Nusantara Alam Sutera ini mengusung arsitektur hijau yang hemat energi. Tujuan dari peneleitian ini adalah untuk (1) memahami bagaimana konsep arsitektur hijau pada bangunan Universitas Bina Nusantara Alam Sutera, (2) Memahami konsep dan prinsip- prinsip pada arsitektur hijau sehingga menjadi bangunan yang ramah lingkungan, yaitu dengan cara menganalisis konsep arsitektur hijau berdasarkan prinsip- prinsip khususnya membahas tentang: pemanfaatan energi pada bangunan, tampak bangunan, tapak bangunan, dan material yang digunakan pada bangunan. Selain itu manfaat dari penelitian ini juga untuk mengetahui bagaimana prinsip-prinsip pada bangunan yang berkonsep arsitektur hijau dan dapat menjadi acuan untuk mahasiswa arsitektur dalam merancang bangunan yang berkonsep arsitektur hijau. pada penelitian ini pengelolaan data menggunakan metode deskriptif dengan strategi kualitatif, yaitu penggambaran atau menjelaskan keadaan yang ada di lapangan dengan cara menganalisis serta membahasnya secara luas sehingga dapat menemukan hasil dan kesimpulan. Universitas Bina Nusantara Alam Sutera memenuhi standar konsep arsitektur hijau melalui penghematan energi, bangunan menyesuaikan dengan iklim setempat, tidak merusak lingkungan sekitar, memenuhi kebutuahan pengguna, dan material yang hemat energiKata Kunci: Arsitektur, Arsitektur Hijau, Bangunan Pendidikan ABSTRACT. Green architecture or what is known as green architecture is a concept in architecture that has characteristics and focuses on environmentally friendly architecture. The important points contained in this green architecture are minimizing the consumption of natural resources, energy efficiency, wise and sustainable use of water, and non-polluting and recycled materials. In educational buildings the concept of green architecture is very important to use, in addition to reducing emissions and global warming, this green architecture is very influential on the performance or comfort of people in it when studying, the phenomenon of educational building design with the concept of green architecture is widely used in university buildings, such as universities. Bina Nusantara Alam Sutera, the design concept for the Bina Nusantara Alam Sutera University building carries energy-efficient green architecture. The purpose of this research is to (1) understand how the concept of green architecture in Bina Nusantara Alam Sutera University buildings, (2) understand the concepts and principles of green architecture so that it becomes an environmentally friendly building, namely by analyzing the concept of green architecture based on the principles - the principles specifically address: energy utilization in buildings, the appearance of the building, the site of the building, and the materials used in the building. Apart from that, the benefits of this research are also to find out how the principles of buildings with a green architectural concept can be used as a reference for architecture students in designing buildings with a green architectural concept. In this study, data management uses descriptive methods with qualitative strategies, namely describing or explaining the conditions in the field by analyzing and discussing them broadly so that results and conclusions can be found. Bina Nusantara Alam Sutera University meets the standards of green architectural concepts through energy saving, buildings adapt to the local climate, do not damage the surrounding environment, meet user needs, and energy-efficient materials Keywords: Architecture, Green Architecture, Education Building
KAJIAN ARSITEKTUR PERILAKU PADA BANGUNAN FASILITAS PENDIDIKAN OLAHRAGA SEPAK BOLA PSF ACADEMY, JAKARTA SELATAN Ferdiansyah, Rafli; Lissimia, Finta
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 2 (2024): Purwarupa Vol 8 No 2 September 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.2.131-136

Abstract

ABSTRAK. Sepak bola menjadi olahraga yang sangat populer di kalangan berbagai orang termasuk anak-anak dan remaja. Besarnya minat terhadap olahraga sepak bola  tidak sebanding dengan minimnya sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan pembinaan olahraga sepak bola. Artinya, masih kurangnya pelatihan sepak bola yang seharusnya dilakukan secara profesional. Membangun sebuah gedung sarana latihan olahraga sepak bola tentunya memerlukan peran seorang arsitek untuk merancang bangunan tersebut guna memenuhi kebutuhan latihan olahraga sepak bola. Studi kasus pada penelitian ini yang digunakan adalah PSF Academy yang terletak di Jakarta Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi perilaku pengguna dan memahami kebutuhan pengguna pada bangunan fasilitas olahraga pendidikan sepak bola. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif naratif bentuknya berupa wawancara, observasi langsung, dan analisis dokumen pribadi, yang dimana bersifat menggambarkan, menguraikan suatu hal dengan apa adanya dan data yang di kumpulkan yaitu berupa sebuah kata-kata atau penalaran, dan gambar. Berdasarkan hasil dari analisis prinsip-prinsip arsitektur perilaku menurut teori Weinstein & David 1987. Pada fasilitas pendidikan olahraga sepak bola ini baru memenuhi 3 poin prinsip yang belum terpenuhi. Kata Kunci: arsitektur, fasilitas olahraga, perilaku, sekolah sepak bola ABSTRACT. Football has become a very popular sport among a variety of people including children and adolescents. The greatest interest in football is not equal to the minimal means and means to organize the construction of football sports. I mean, there's still a lack of football training that should be done professionally. The construction of a building for a football training facility requires the role of an architect to design the building to meet the needs of football training. The case study on this study used was the PSF Academy located in South Jakarta. The objective of this research is to identify user behavior and understand user needs on building football education sports facilities. The methods used in this research are qualitative descriptive narrative variables such as interviews, direct observations, and analysis of personal documents, which are describing, describing a thing by what it is and the data collected is a word or reasoning, and a picture. Based on the results of the analysis of behavioral architectural principles according to Weinstein & David's 1987 theory. This football sports educational facility has just met three principles that have not been met. Keywords: architecture, behavior, football academy, sport center 
KAJIAN ARSITEKTUR FUTURISTIK PADA BANGUNAN MUSEUM (STUDI KASUS : ENZO FERRARI MUSEUM DI MODENA, ITALIA) Fadhillah, Hilman; Ashadi, Ashadi
PURWARUPA Jurnal Arsitektur Vol 8, No 1 (2024): Purwarupa Vol 8 No 1 Maret 2024
Publisher : Arsitektur UMJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/purwarupa.8.1.59-64

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penerapan arsitektur futuristik, khususnya pada bangunan museum, dengan mengambil studi kasus Enzo Ferrari Museum di Modena, Italia. Latar belakang penelitian menyoroti kejarangan penerapan arsitektur futuristik pada bangunan-bangunan di Indonesia, terutama pada museum. Tujuan utama penelitian ini adalah mendeskripsikan prinsip-prinsip konsep arsitektur futuristik dan memahami serta mendeskripsikan penerapannya pada bangunan museum, terutama Enzo Ferrari Museum. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Enzo Ferrari Museum mengadopsi konsep arsitektur futuristik dalam konsep, bentuk, struktur, dan penggunaan material. Kesimpulan penelitian ini menyatakan bahwa bangunan Enzo Ferrari Museum secara konsisten menerapkan prinsip-prinsip arsitektur futuristik dalam perancangannya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman konsep arsitektur futuristik, terutama pada bangunan museum.Kata Kunci: Arsitektur Futuristik, Enzo Ferrari, Museum, Mobil