cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Analisis Fungsi Implikasi Max-Min dan Max-Prod Dalam Pengambilan Keputusan Raheliya Br Ginting
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 2 (2014): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.424 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i2.16

Abstract

Pengambilan keputusan harus dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu agar keputusan yang diambil dapat bersifat objektif, karena pengambilan keputusan yang dilakukan tanpa pertimbangan yang benar dapat mengakibatkan keputusan yang diambil menjadi kurang objektif. Logika fuzzy merupakan salah satu metode untuk melakukan analisis sistem yang mengandung ketidakpastian. Pada penelitian ini digunakan metode mamdani dengan fungsi implikasi Min dan Prod dan defuzzifikasi dilakukan dengan menggunakan metode centroid. Dari analisis yang telah dilakukan maka didapatkan output dengan fungsi implikasi Max-Prod lebih besar dibanding Max-Min, maka sebelum menyelesaikan suatu kasus seharusnya dilakukan pertimbangan terhadap pemilihan fungsi implikasi yang sesuai.Decision-making should be performed based on the certain considerations in order to obtain objective decisions since the decision made without proper consideration can lead to less objective. Fuzzy logic is one of the methods for analyzing systems that contain uncertainty. In this reserch, we use implication functions Min and Prod in Mamdani method and defuzzifikasi performed by using the centroid method. From the earlier analysis done, we obtained the final results of Max-Min and Max-Prod where the Max-Prod implication functions manually produces the greater value than Max-Min, then before completing a case consideration should be done to the selection of an appropriate implication function.
Pembuatan Aplikasi Diagnosa Kerusakan Mesin Sepeda Motor Matic dengan Case-Based Reasoning Sandy Kosasi
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 3 (2015): Mei - Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1067.121 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v2i3.48

Abstract

Sepeda motor matic sebagai terobosan baru kendaraan roda dua dengan transmisi otomatis memberikan implikasi kepada sistem perawatannya. Jumlah mekanik yang terbatas dan minimnya pengetahuan pengguna menyebabkan berbagai kesulitan dalam perawatannya khususnya dalam mengatasi kerusakan mesin. Pembuatan aplikasi sistem cerdas melalui metode case-based reasoning dapat memberikan kemudahan melakukan diagnosis awal secara mandiri. Case-based reasoning memiliki kemampuan dapat memberikan hasil diagnosis yang lebih akurat berdasarkan kejadian terdahulu dan dapat direvisi kembali dalam memecahkan permasalahan terbaru. Metode perancangan aplikasinya menggunakan reuse-based yang meliputi enam tahap yaitu spesifikasi persyaratan, analisis komponen, modifikasi persyaratan, integrasi design sistem dengan reuse, pengembangan dan integrasi, serta validasi sistem. Tujuan penelitian untuk melakukan diagnosa kerusakan mesin sepeda motor matic dan memberikan solusi awal mengenai kondisi kerusakan dan pencegahannya melalui media situs web. Hasil pengujian memperlihatkan aplikasi ini memiliki kemampuan mendiagnosa kerusakan dan memberikan solusi penyelesaian masalah dari pengguna dengan rata-rata nilai similaritas antara 0,62 dan 0,7 dengan nilai keakuratan solusi dari pakar sebesar 80% dan 90%. Automatic motorcycles as a new breakthrough of two-wheeled vehicle with an automatic transmission have implications for the system maintenance. A limited number of mechanics and lack of users’ knowledge cause many difficulties in treatment, especially in dealing with the engine damage. The Design of the intelligent system through case-based reasoning method can provide easiness of initial diagnosis independently. Case-based reasoning has the ability to provide more accurate diagnosis results based on the previous events and may be revised to solve the latest problems. The design of application uses a reuse-based method that includes six stages: requirements specification, component analysis, modification of the terms, integration with reuse system design, development and integration, and system validation. The purpose of the research is for diagnosing automatic motorcycle engine damage and provide an initial solution on its condition and prevention through the medium of the website. The test results demonstrate that this application has the ability to diagnose the damage and provide problem solving solutions to the users with an average of similarity value between 0,62 and 0,7 with an accuracy value of expert solutions for 80% and 90%.
Perancangan Data Warehouse pada Laporan PDPT di Kopertis Wilayah V Sukarsono Windu Kumoro; Abidarin Rosidi; Armadyah Amborowati
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 3 (2016): Mei - Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2940.544 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v3i3.82

Abstract

Evaluasi terhadap Program Studi pada Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang memperoleh Ijin Penyelenggaraan dari Dirjen Dikti dibutuhkan oleh Koordinator Kopertis Wilayah V. Laporan PDPT telah terkumpul sejak tahun akademik 2002 semester ganjil (2002-1) sampai dengan tahun akademik 2013 semester genap (2013-2) yang terdiri dari data transaksi yang terkait dengan proses belajar mengajar di PTS. Laporan PDPT dari PTS dikerjakan atas dasar “Culture Trust”. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dibangun sebuah data warehouse di Kopertis Wilayah V DIY. Data warehouse ini dikembangkan dengan menggunakan Foxpro dan Clipper dikarenakan data yang dilaporkan menggunakan file berekstendi DBF. Foxpro dan Clipper adalah sebuah paket basisdata dan dapat didistribusikan.Dalam pengerjaan pembangunan data warehouse ini akan melalui proses ETL dan pembuatan Star Schema (Skema Bintang) berupa dimensi-dimensi yang terhubung dengan tabel fakta berupa tabel aktifitas perkuliahan mahasiswa, evaluasi program studi dan aktifitas dosen mengajar di seluruh program studi pada PTS yang menjadi binaan Kopertis Wilayah V. Kemudian hasil data warehouse akan dianalisa melalui proses OLAP (On-line Analytical Processing).The evaluation of the Program on Private Higher Education (PTS) which derive from the Operating Licence required by the Coordinator General of Higher Education Kopertis Region V. PDPT reports have been collected since 2002 semester of the academic year (2002-1) until the second semester of academic year 2013 (2013-2), which consists of transaction data associated with the teaching and learning process in the PTS. PDPT reports of PTS is done on the basis of "Culture Trust".To overcome these problems built a data warehouse in Kopertis Region V DIY. The data warehouse was developed using FoxPro and Clipper because the data reported using a DBF file extension. FoxPro and Clipper is a package database and can be distributed. In the execution of data warehouse development is going through the ETL process and the making of Star Schema (Star Schema) in the form of dimensions that are connected with the fact table in the form of table activity lecturing students, evaluation of courses and activities throughout the faculty teaching courses at private universities being built Kopertis region V. Then the results will be analyzed data warehouse through a process of OLAP (On-line Analytical Processing).
Penerapan Teknologi Augmented Reality Sebagai Model Media Edukasi Kesehatan Gigi Bagi Anak Tonny Hidayat
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 1 (2014): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1351.312 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v2i1.39

Abstract

Augmented Reality adalah sebuah teknologi yang relatif baru dan masih dikembangkan sampai saat ini. Konsepnya adalah menggabungkan dimensi dunia nyata dengan dimensi 'dunia nyata' yang termediasi, atau dunia virtual, untuk menciptakan kesan bahwa dimensi dunia nyata kita diperkaya dengan objek maya tiga dimensi. Hal ini dilakukan dengan cara 'menggambar' objek tiga dimensi pada marker, yakni sebuah 'pola' dalam bingkai segi empat yang bersifat unik dan dapat dikenali oleh aplikasinya. Aplikasi yang bersangkutan menerima input berupa video stream, yang berarti menggunakan input berupa citraan dari perangkat keras yang berfungsi menangkap gambar, biasanya sebuah webcam. Karena berupa video stream, artinya gambaran yang ditangkap sebagai input akan berubah-ubah, dan program harus dapat tetap mengenali marker meskipun berubah posisi dan orientasi relatif terhadap perangkat input. Pengenalan terhadap posisi dan pergerakan ini adalah salah satu konsep Teknologi Informasi yang bernama Computer Vision, dan digunakan untuk mendeteksi pola pergerakan relatif objek terhadap kamera.Pendidikan terhadap anak harus dilakukan sedini mungkin terutama dalam hal kesehatan. Seiring dengan berkembangnya pemahaman masyarakat tentang pentingnya kesehatan gigi, banyak pihak yang telah memberikan informasi terkait kesehatan gigi di berbagai media. Tidak hanya orang dewasa yang menjadi sasaran akan tetapi juga mulai dari anak-anak sudah dikenalkan dengan pengetahuan tersebut. Karena dibutuhkan media penyampaian untuk anak maka banyak bermunculan media edukasi yang diharapkan bisamendidik anak dengan berbagai macam cara..Pemanfaatan Augmented Realitysebagai alat untuk mengedukasi anak, ini akan memberikan pandangan baru terhadap media edukasi yang ada pada saat ini, bukan hanya menggunakan objek secara nyata tapi juga bisa digunakan objek berbentuk virtual dalam penyampaian informasi. Nilai tambah dari media ini adalah mempermudah penyampaian dan membuat informasi semakin menarik terutama bagi anak.Augmented Reality is a technology that is relatively new and still being developed today. The concept is to combine real-world dimensions to the dimensions of the 'real world' are mediated, or the virtual world, to create the impression that the dimensions of the real world we are enriched by virtual three-dimensional objects. This is done by 'drawing' a three-dimensional object on the marker, which is a 'pattern' in a rectangular frame that is unique and can be recognized by the application. Pertinent application accepts input in the form of a video stream, which means using the input in the form of images of the hardware image capture function, typically a webcam. Because the form of a video stream, meaning that as the input image captured will vary, and programs must be able to recognize the markers remained unchanged despite the position and orientation relative to the input device. Introduction to the position and movement is one of the Information Technology concept called Computer Vision, and is used to detect object movement patterns relative to the camera.Education of children should be done as early as possible, especially in terms of health. Along with the development of public understanding about the importance of dental health, many people who have provided information related to dental health in a variety of media. Not only adults who were targeted but also start from the children has been introduced with such knowledge. Because it takes delivery of media for children then many emerging medium of education is expected to educate children with a variety of ways.Utilization of Augmented Reality as a tool to educate the child, this will provide a new perspective on media education that existed at this time, instead of just using the real object but also can be used in the form of a virtual object in the delivery of information. The added value of this medium is to facilitate the delivery and make the information more interesting, especially for children.
Perancangan Sistem Informasi Penilaian Kinerja Instruktur Musik dengan Metode Analytical Hierarchy Process Sinta Siti Sundari; Hendri Julian Pramana
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 2 (2016): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.163 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v3i2.71

Abstract

Purwa Caraka Musik Studio Cabang Tasikmalaya merupakan sebuah lembaga pendidikan nonformal yang bergerak di bidang musik. Penilaian kinerja instruktur di Purwa Caraka Music Studio Cabang Tasikmalaya saat ini dirasakan belum optimal dan belum didokumentasikan dengan baik. Sehingga diperlukan sebuah sistem untuk melakukan penilaian kinerja instruktur musik. Penilaian kinerja instruktur menggunakan metode AHP didasarkan pada 5 kriteria yaitu kehadiran (absensi) dan kompetensi untuk penilaian kinerja seorang guru meliputi kompetensi pedagogik, kepribadian, professional dan sosial. Metode perancangan program aplikasi yang digunakan adalah waterfall. Sedangkan teknik pengumpulan data yang penulis gunakan yaitu observasi, wawancara dan studi pustaka perancangan program atau aplikasi dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan Mysql sebagai databasenya. Hasil dari proses ini berupa nilai dari kinerja instruktur pada periode penilaian tertentu, laporan penilaian kinerja instruktur yang terdokumentasi dengan baik dapat untuk dijadikan bahan pendukung bagi kepala cabang untuk berbagai keperluan, seperti rapat evaluasi kinerja dan proses pengambilan kebijakan.Purwa Caraka Music Studio Tasikmalaya Branch is a non-formal educational institutions engaged in musik. Performance assessment of instructor in Purwa Caraka Music Studio Branch Tasikmalaya this time had not been optimal and have not been documented with baik. So needed a system to assess the performance of instructors musik. Performance assessment of instructor using AHP is based on five criteria: presence (absence) and the competence to assess a teacher's performance include pedagogical, personality, professional and social. Application program design method used is the waterfall. While data collection techniques that writers use that observation, interview and literature study design or an application program using the programming language PHP and MySQL as the database. The result of this process is the value of the performance of instructors at a certain assessment period, the performance assessment reports are well documented instructors can to be used as a support for the head of the branch for a variety of purposes, such as meeting performance evaluation and decision-making processes.
Aplikasi Screen Lock pada Smartphone Menggunakan Identifikasi Wajah dengan Menerapkan Pointwise Andi Widiyanto; Bintang Dian Mahardika
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 1 (2013): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1051.875 KB) | DOI: 10.24076/citec.2013v1i1.5

Abstract

Penerapan identifikasi wajah (face recognition) telah diterapkan pada komputer, laptop atau alat-alat lain yang memang dikhususkan untuk identifikasi wajah. Perkembangan smartphone khususnya android berkembang dengan cepat. Untuk menjaga keamanan supaya hanya dapat digunakan oleh pemilik telah disediakan dengan PIN, phone code, pola geser titik sentuh layar. Aplikasi identifikasi wajah digunakan sebagai pengganti PIN atau code phone pada smartphone android dibutuhkan sebagai proteksi supaya hanya pemiliknya saja yang dapat menggunakannya. Supaya proses identifikasi wajah pemilik lebih mudah perlu dilakukan konversi dari gambar true color ke grayscale proses yang digunakan adalah pointwise. Aplikasi face recognition yang dibangun membutuhkan training wajah pemilik dengan 6 pose wajah yang disimpan, kemudian akan dibandingkan dengan identifikasi wajah saat aplikasi digunakan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan antara 70% - 90%. Jarak antara wajah dan kamera serta tingkat kecerahan cahaya mempengaruhi hasil dari identifikasi wajah. Tingkat keberhasilan identifikasi wajah ditentukan oleh pengambilan image, pemrosesan image, dan perhitungan dengan PCA (eigenface).Face recognition has been implemented on a computer, laptop or other device tool which is dedicated for face identification. Developments in particular android smartphones growing rapidly. To maintain the security that can only be used by owners have been provided with a PIN, phone code, pattern shear point touch screen. Face recognition application used as a substitute for or a PIN code on the phone android smartphone needed as protection so only the owner who can use it. So that the process of identification of the owner's face needs to be done easier conversion of true color images into grayscale process used is pointwise. Face recognition application that is built requires owners face training with 6 face pose saved , then will be compared with the face identification when the application is used . The test results showed that the success rate of between 70 % - 90 %. The distance between the face and the camera and the brightness of light affect the results of face identification. The success rate is determined by identifying the face image capture, image processing, and computation with PCA eigenface.
Digital Signage sebagai Media Penyampaian Informasi Kegiatan Akademik Berbasis Mikrokomputer I Wayan Aditya Suranata; I Nyoman Kusuma Wardana
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 4 (2014): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.156 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i4.30

Abstract

Penelitian ini menerapkan salah satu jenis mikrokomputer, yaitu Raspberry Pi Tipe B yang digunakan sebagai perangkat pemroses inti sebuah sistem pengelola konten berbasis web pada digital signage untuk kepentingan akademik. Sistem pengelola konten yang dibangun pada penelitian ini menggunakan framewok berbasis Drupal 7 dan sistem operasi Raspbian Wheezy. Berdasarkan penelitian sebelumnya, penggunaan digital signage sebagai media untuk menyebarkan informasi memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan media konvensional, seperti media cetak. Digital signage mampu menampilkan informasi yang lebih atrakif dan dapat menarik pengunjung lebih banyak. Kelebihan yang dimiliki oleh sebuah mikrokomputer, seperti harga yang relatif terjangkau, ukurannya yang kecil (seukuran kartu ATM), dan konsumsi daya yang rendah (3,5 Watt) bisa dipadukan dengan penggunaan digital signage dalam hal pemilihan perangkat pemroses inti. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti selama eksperimen, mikrokomputer mampu menjalankan antarmuka berbasis web dinamis yang menampilkan konten multimedia seperti gambar dan efek transisi yang atraktif dengan baik untuk keperluan penyampaian informasi akademik di Laboratorium Robotics and Embedded Systems STMIK STIKOM Bali.This study implements a kind of microcomputers which is called Raspberry Pi type B as a core processing device of digital signage for academic purposes. The content management systems constructed in this study used Drupal framewok and Raspbian Wheezy as operating systems. Compared to the conventional method (printed brochures, etc.), the use of microcomputers for displaying information offer some advantages. According to the previous work, it is concluded that digital signage can be more attractively invite the audiences. A relatively affordable price, small size (at the size of an ATM card), and low power consumption (approximately 3.5 Watts), make the microcomputer as an ideal choice for digital signage. According to the obtained results, the microcomputer is capable to run a dynamic web-based interface that displays a multimedia content such as images and transition effects etc. for academic information systems implemented at the Laboratory of Robotics and Embedded Systems STMIK STIKOM Bali.
Kendali Logika Fuzzy Pada Robot Line Follower David David
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 1 (2015): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.541 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v3i1.62

Abstract

Pada Penelitian ini, dirakit dan dikodekan program sebuah robot line follower menggunakan sensor cahaya. Logika fuzzy digunakan sebagai kendali dalam mengidentifikasi kecepatan robot agar dapat bergerak dan berjalan sesuai dengan jalur/garis pita berwarna hitam. Metode yang digunakan adalah metode Mindstorms dengan robot line follower berbasiskan microcontroller seri ATMega16. Metode ini adalah metode sederhana yang terdiri dari empat tahapan yaitu mencari ide untuk robot, membangun robot, memprogram robot dan dokumentasi. Pemrograman robot dengan menggunakan bahasa pemrograman BASCOM AVR digunakan untuk mendapatkan program yang bekerja terbaik. Pengujian dilakukan terhadap penggunaan sensor, motor DC dan ketelitian gerak line follower. Robot line follower yang dibuat dengan menggunakan microcontroller ATMega16 dapat melakukan scanning jalur pita berwarna hitam dan laju pergerakan berdasarkan kendali logika fuzzy.In this study, assembled and coded program a line follower robot using a light sensor. Fuzzy logic is used as a control in order to identify the speed of the robot can move and run in accordance with the path / line black ribbon. The method used is a method Mindstorms robot line follower based microcontroller ATmega16 series. This method is a simple method that consists of four stages, namely looking for ideas for robots, building robots, robot programming and documentation. Programming robots using BASCOM AVR programming language used to get a program that works best. Tests conducted on the use of sensors, DC motors and precision motion line follower. Line follower robot created using ATmega16 microcontroller can scan a black ribbon path and rate of movement is based on fuzzy logic control.
Metode FUZZY AHP untuk Pemilihan Ketua OSIS pada SMA N 1 Jogonalan Klaten Yuli Astuti; Alif Safrudin
Creative Information Technology Journal Vol 4, No 1 (2016): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.755 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v4i1.95

Abstract

Organisasasi Intra Sekolah atau OSIS sudah sering didengar ketika masih berada di bangku sekolah. Dimana pada organisasi tersebut terdapat banyak tujuan sehingga menimbulkan antusias siswa siswi menjadi ketua osis. Penentuan ketua OSIS yang tepat merupakan salah satu faktor penting dalam menjamin kesuksesan organisasi tersebut. Untuk itu pada penelitian ini akan dibuat sistem terkomputerisasi yang dapat digunakan untuk membantu memberi penilaian yang lebih objective dalam pengambilan keputusan yang mampu melakukan penilaian kelayakan menjadi ketua OSIS. Hasil yang didapatkan berupa peringkat, dimana yang memiliki nilai tertinggi akan menjadi ketua OSIS dengan kriteria intelegensia, kepribadian, sikap, dan manajerial. Penilaian tingkat konsistensi menggunakan metode Fuzzy-AHP yang dilakukan pada setiap level struktur hirarki mampu mengakomodir ketidak konsistenan dalam penilaian yang pada akhirnya, akan diperoleh ketua OSIS terbaik dan dapat melakukan perhitungan nilai Sintesis (Si), Nilai Vektor (V), Nilai Ordinat Defuzzifikasi (d’), Normalisasi Bobot Vektor (W), Analisa dan Pemobobotan. Sehingga, setelah dilakukan perhitungan tersebut didapatkan perankingan dari alternatif calon OSIS. Hasil dari pembahasan ini bahwa Mustofa mendapatkan nilai akhir 29.342, Danang mendapatkan nilai akhir 29.244, Fajar mendapatkan nilai akhir 29.093 dan Agatha mendapatkan nilai akhir 27.656. Dari data-data tersebut dapat disimpulkan bahwa Mustofa yang terpilih menjadi ketua OSIS dengan nilai tertinggi yaitu 29.342.Students' Union or usually called the student council often familiar in school. Where the organization there is interest to students became student council president. Determination of the student council president is important factor organization to success. This research will make a computerized system that can be used to help provide an objective assessment of the decision to conduct a feasibility assessment into student council president.The result is rank which has the highest score will be the student council president with intelligence criteria, personality, attitude, and managerial. The level assessment of consistency using Fuzzy-AHP conducted hierarchy structure level to accommodate inconsistencies in the valuation, which in turn, will obtain a student council president the best and can be calculate of Synthesis Value (Si), Vector Value (V), Ordinate Defuzzification Value (d '), Normalized Vector Weights (W), Analysis and Weighting. After the calculation obtained a rank of the alternative candidates for the council. The results are Mostopha get the final value 29 342, Danang get the final value 29 244, Fajar get the final value 29 093 and 27 656 Agatha get the final value. Data established that Mustafa who was elected student council president with the highest score is 29 342.
Perbandingan Penggunaan Bilangan Prima Aman Dan Tidak Aman Pada Proses Pembentukan Kunci Yudhi Andrian
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 3 (2014): Mei - Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (529.872 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i3.21

Abstract

Algoritma ElGamal merupakan algoritma dalam kriptografi yang termasuk dalam kategori algoritma asimetris. Keamanan algoritma ElGamal terletak pada kesulitan penghitungan logaritma diskret pada bilangan modulo prima yang besar sehingga upaya untuk menyelesaikan masalah logaritma ini menjadi sangat sukar. Algoritma ElGamal terdiri dari tiga proses, yaitu proses pembentukan kunci, proses enkripsi dan proses dekripsi. Proses pembentukan kunci kriptografi ElGamal terdiri dari pembentukan kunci privat dan pembentukan kunci public. Pada proses ini dibutuhkan sebuah bilangan prima aman yang digunakan sebagai dasar pembentuk kunci public sedangkan sembarang bilangan acak digunakan sebagai pembentuk kunci privat. Pada penelitian sebelumnya digunakan bilangan prima aman pada proses pembentukan kunci namun tidak dijelaskan alasan mengapa harus menggunakan bilangan prima aman tersebut. Penelitian ini mencoba membandingkan penggunaan bilangan prima aman dan bilangan prima tidak aman pada pembentukan kunci algoritma elgamal. Analisa dilakukan dengan mengenkripsi dan dekripsi sebuah file dengan memvariasikan nilai bilangan prima aman dan bilangan prima tidak aman yang digunakan untuk pembentukan kunci public dan kunci privat. Dari hasil analisa dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan bilangan prima aman maupun bilangan prima tidak aman, proses pembentukan kunci, enkripsi dan dekripsi tetap dapat berjalan dengan baik, semakin besar nilai bilangan prima yang digunakan, maka kapasitas cipherteks juga semakin besar.Elgamal algorithm is an algorithm in cryptography that is included in the category of asymmetric algorithms. The security of Elgamal algorithm lies in the difficulty in calculating the discrete logarithm on large number of prime modulo that attempts to solve this logarithm problem becomes very difficult. Elgamal algorithm is consists of three processes, that are the key generating, encryption and decryption process. Key generation of elgamal cryptography process is consisted of the formation of the private key and public key. In this process requires a secure prime number is used as the basis for forming public key while any random number used as forming of the private key. In the previous research is used secure prime number on key generating process but does not explain the reasons of using the secure primes. This research tried to compare using secure and unsecure primes in elgamal key generating algorithm. The analysis is done by encrypting and decrypting a file by varying the value of secure and unsecure of prime numbers that are used on generating of a public and a private key. From the analysis it can be concluded that using secure and unsecure of prime numbers, the process of key generating, encryption and decryption can run well, the greater value of prime numbers are used, the greater the capacity of the ciphertext.

Page 5 of 18 | Total Record : 175