cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Creative Information Technology Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Creative Information Technology Journal (CITEC) merupakan jurnal yang berisi hasil penelitian ilmiah di bidang ilmu komputer, teknik komputer, informatika, sistem informasi, dan teknik industri. Jurnal ini bertujuan untuk menjembatani adanya kesenjangan antara kemajuan teknologi informasi secara faktual dengan hasil penelitian yang ada.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
Analisis Segmentasi Citra USG Hati Menggunakan Metode Fuzzy C-Mean Charles Jhony Mantho Sianturi
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 3 (2015): Mei - Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.449 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v2i3.53

Abstract

Segmentasi merupakan proses yang sering digunakan dalam pemilahan citra dan telah menjadi subyek kegiatan penelitian. Fuzzy CMeans (FCM) adalah salah satu algoritma segmentasi yang banyak digunakan dan memiliki banyak varian dari hasil pengembangan metode tersebut. Dalam jurnal ini memberikan alternatif penyelesaian segmentasi citra dengan menerapkan metode pengembangan dari FCM yaitu Generalized Fuzzy CMeans Clustering. Metode membership constraint mengatasi noise dan meningkatkan konvergensi dari proses segmentasi. Dalam jurnal ini dilakukan segmentasi citra yang dihasilkan oleh metode FCM. Segmentation is the process that is often used in sorting the image and has been the subject of research activities. Fuzzy CMeans (FCM) is one of the segmentation algorithm that is widely used and has many variants of the results of the development of such methods. In this paper provides an alternative solution to implement image segmentation methods, namely the development of FCM CMeans Generalized Fuzzy Clustering. Methods membership constraint overcome noise and improve the convergence of the segmentation process. In this paper carried the image segmentation generated by FCM method.
Sistem Pendukung Keputusan Konsentrasi dan Peminatan Prodi Teknik Informatika Universitas Janabadra Yogyakarta Yumarlin MZ
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 4 (2016): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.402 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v3i4.86

Abstract

Penentuan konsentrasi dan peminatan prodi Teknik Informatika Universitas Janabadra Yogyakarta yang akan diterapkan diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam menentukan tugas akhir yang sesuai. Konsentrasi dan peminatan ini akan mulai dilaksanakana mahasiswa yang telah memasuki semester 5, berguna bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dirinya menjadi lebih baik lagi. Untuk membantu penentuan konsentrasi dan peminatan mahasiwa yang terbaik maka dibutuhkan sebuah sistem pendukung keputusan. Dalam proses pembuatan sistem pendukung keputusan konsentrasi dan peminatan, mengggunakan metode Fuzzy Multiple Attribute Decission Making (FMADM) dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini di pilih karena mampu menyeleksi alternative terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksudkan yaitu konsentrasi dan peminatan yang baik berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Penelitian dilakukan dengan mencari nilai bobot untuk setiap kriteria, kemudian dilakukan proses perankingan yang akan menentukan alternatif yang memiliki nilai tertinggi, yaitu jalur peminatan yang sesuai berdasarkan nilai-nilai akademik dari semester 1 sampai semester 4.
Purwarupa Sistem Kunci Kombinasi Berbasis Sidik Jari dan Sensor Passive Infrared Receiver Octarifia Kusumawardhani; Panggih Basuki
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 2 (2015): Februari - April
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (506.691 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v2i2.44

Abstract

Purwarupa sistem ini dilatar belakangi karena kurangnya sistem keamanan yang memadai sehingga terjadi tindakan pencurian dan penghuni asrama atau kost membawa teman tanpa seizin pemilik kost. Sistem ini mengimplementasikan pola sidik jari penghuni yang telah terdaftar. Dengan menggunakan satu pola sidik jari dipastikan tidak membawa lebih dari satu orang, sehingga sistem dapat mengizinkan akses masuk kost atau asrama maupun menolak akses masuk karena ada orang lain yang tidak terdaftar.Pengujian sistem dilakukan setiap hari dengan menggunakan beberapa sampel pola sidik jari penghuni yang diambil oleh alat sensor sidik jari Fingerspot U.are.U 4500.Pendeteksian orang menggunakan sensor Passive Infrared Receiver dengan bantuan sensor photodiode untuk menghitung jumlah orang.Untuk mempermudah pendeteksian digunakan sistem minimum ATMega16 dan bahasa pemrograman Bascom AVR.Microsoft Visual Basic 6 digunakan sebagai antarmuka sehingga dapat berinteraksi dengan alat. Data yang telah diambil selanjutnya disimpan dalam basis data menggunakan MySQL dan Microsoft Access 2007.The prototype of this system is due to the lack of adequate security systems in the boarding house that there was a theft and tenants bring their friends without the permission of the owner of the boarding house. This system is based on fingerprint patterns of the tenants who have been registered. By using a fingerprint pattern for security mechanism, a tenant will not be able to bring his/her friends without permission.The system is implemented using Fingerspot U.are.U 4500 as the fingerprint reader. The presence and number of people is detected using Passive Infared Receiver and photodiode. In order to simplify the system, detection of people is implemented using ATMega16 as minimum system and Bascom AVR as programming language. Microsoft Visual Basic 6 is used for interaction with the interface. The data whisch have been taken are stored in Microsoft Access 2007 and MySQL.
Model Fuzzy Tsukamoto untuk Klasifikasi dalam Prediksi Krisis Energi di Indonesia Achmad Zaki; Heru Agus Santoso
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 3 (2016): Mei - Juli
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (846.548 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v3i3.76

Abstract

Krisis energi dunia juga terjadi di Indonesia. Cadangan energi di Indonesia terutama energi fosil (minyak bumi, batubara, dan gas alam) semakin hari semakin menyusut. Ketersediaan akan energi fosil juga semakin berkurang karena peningkatan konsumsi energi per kapita. Untuk memprediksi krisis energi di Indonesia, paper ini mengusulkan pengembangan sistem inferensi fuzzy sukamoto untuk klasifikasi krisis energi berdasarkan parameter jumlah produksi, konsumsi energi dan faktor penggerak kebutuhan energi, yakni GDP dan populasi penduduk. Luaran dari sistem ini adalah klasifikasi berdasarkan parameter tersebut, yaitu kondisi aman, waspada dan krisis. Hasil eksperimen menunjukan sistem yang dibangun menghasilkan tingkat akurasi pada minyak bumi 90%, batubara 100 % dan gas alam 100%. Dengan adanya sistem ini diharapkan mampu memberikan peringatan dini dan pendukung keputusan bagi pemerintah atau pihak instansi terkait dalam memberikan penangan atau solusi terhadap masalah krisis energi. World energy crisis also occurred in Indonesia. Energy reserves in Indonesia, especially fossil fuels (petroleum, coal, and natural gas) are increasingly shrinking. The availability of fossil energy will also be on the wane because of an increase in energy consumption per capita. To predict the energy crisis in Indonesia, this paper proposes the development of sukamoto fuzzy inference systems for classification energy crisis based on parameters the amount of production, energy consumption and energy demand driven factors, namely GDP and population. Outcomes of this system is the classification based on these parameters, i.e., a safe condition, alert and crisis. The experimental results show the system produce levels of accuracy at 90% petroleum, natural gas 100% and CoA, 100%. This system are expected to provide an early warning and decision support for the government or the relevant agencies in giving the handlers or the solution to the problem of energy crisis. 
Implementasi Secure Hash Algorithm-1 Untuk Pengamanan Data Dalam Library Pada Pemrograman Java Komang Aryasa; Yeyasa Tommy Paulus
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 1 (2013): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.889 KB) | DOI: 10.24076/citec.2013v1i1.10

Abstract

Masalah Keamanan merupakan salah satu aspek penting dari sistem informasi. Begitu pentingnya nilai informasi menyebabkan seringkali informasi diinginkan oleh orang tertentu kemudian dapat memodifikasi informasi tersebut. Untuk dapat mengesahkan informasi yang didapatkan, maka harus dilakukan authentication pada informasi sehingga diketahui keaslian informasi. Dalam penelitian ini diimplementasikan suatu metode secure hash algorithm-1, sehingga penerima informasi dapat mengetahui adanya perubahan terhadap data penting yang diterima dari pihak lain. Metode ini mampu membangkitkan nilai hash dari sebuah string atau file. Dengan perubahan sekecil apapun pada informasi yang diterima, dapat diketahui keasliannya. Secure Hash Algorithm adalah fungsi hash yang bekerja satu arah, ini berarti pesan yang sudah diubah menjadi message digest tidak dapat dikembalikan menjadi pesan semula. Dua pesan yang berbeda akan selalu menghasilkan nilai hash yang berbeda pula. Hasil rancangan perangkat lunak ini dengan input panjang string yang berbeda akan menghasilkan output dengan panjang string tetap yaitu 160 bit, yang dapat dibuat dalam bentuk library pada pemrograman java sehingga dapat langsung digunakan untuk proses otentikasi dan keamanan data.Security problem is one of the important aspects of the information system. Once the importance of the value of information causes information is often desired by a particular person can then modify that information. To be able to certify that the information obtained, it must be done so that the authentication on the information known to the authenticity of the information. In this study implemented a method of secure hash algorithm-1, so that the recipient can know the information of changes to important data received from the other party. This method is able to generate a hash value from a string or file. With the slightest change to the information received, it is known authenticity. Secure Hash Algorithm is a hash function that works in one direction, this means that the message has been converted into a message digest can not be restored to its original message. Two different messages will always produce a different hash value. Software design results with different input string length would produce output with fixed string length is 160 bits, which can be made in the form of the Java programming library that can be directly used for authentication and data security.
Jaringan Saraf Tiruan dengan Backpropagation untuk Memprediksi Penyakit Asma Dahriani Hakim Tanjung
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 1 (2014): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.188 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v2i1.35

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi penyakit asma menggunakan teknik pengenalan pola yaitu jaringan saraf tiruan dengan metode backpropagation. Data penilaian asma mengacu pada riwayat penyakit asma seseorang. Jaringan saraf tiruan dilakukan dengan menentukan jumlah unit untuk setiap lapisan dengan fungsi aktivasi sigmoid biner. Pengujian dilakukan menggunakan perangkat lunak matlab yang diuji dengan beberapa bentuk arsitektur jaringan. Arsitektur dengan konfigurasi terbaik terdiri dari 18 lapisan masukan, 8 lapisan tersembunyi dan 4 lapisan keluaran dengan nilai learning rate sebesar 0.5, nilai toleransi error 0.001, menghasilkan maksimal epoch 4707 dan MSE 0.00100139. MSE berada di bawah nilai error yaitu 0.001, Parameter tersebut dipilih menjadi parameter terbaik karena menghasilkan jumlah iterasi yang memiliki nilai akurasi MSE yang cukup baik, karena nilai MSE paling kecil dari arsitektur yang lain serta nilai MSE dibawah dari nilai error yang ditentukan. Sigmoid Biner Fungsi ini digunakan untuk jaringan saraf yang dilatih dengan menggunakan metode backpropagation. Fungsi sigmoid memiliki nilai range 0 sampai 1. Oleh karena itu, fungsi ini sering digunakan untuk jaringan saraf yang membutuhkan nilai output yang terletak pada interval 0 sampai 1.This study aims to predict asthma using pattern recognition techniques namely artificial neural network with back propagation method. Asthma assessment data refers to a person's history of asthma. Artificial neural network is done by determining the number of units for each layer with binary sigmoid activation function. Testing is done using matlab software being tested with some form of network architecture. Architecture with the best configuration consists of 18 layers of input, 8 hidden layer and output layer 4 with a value of learning rate of 0.5, the error tolerance value 0001, 4707 and resulted in the maximum epoch MSE .00100139. MSE is under the error value is 0.001, the parameter is chosen to be the best parameters for generating the number of iterations that have an accuracy value of MSE is quite good, because the smallest MSE value than other architectures as well as the value of the MSE under a specified error value. Binary sigmoid function is used for neural network trained using the backpropagation method. Sigmoid function has a value in the range 0 to 1. Therefore, this function is often used for neural networks that require output value lies in the interval 0 to 1.
Analisis Pengaruh Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Profesi Guru (Studi Kasus: Kab. Kebumen) Sapto Wimartono; Bambang Soedijono; Armadyah Amborowati
Creative Information Technology Journal Vol 3, No 1 (2015): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.816 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v3i1.67

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan teknologi informasi terhadap profesi guru di Kabupaten Kebumen. Penelitian melibatkan 100 responden guru SMP negeri maupun swasta sebagai sampel. Jumlah guru SMP/MTs menurut data dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Kebumen adalah sebanyak 4.464 orang. Hasil analisis data dengan regresi linier menunjukkan faktor – faktor seorang guru menggunakan teknologi informasi dipengaruhi oleh faktor sosial dengan koefisien sebesar 46,0%, kesesuaian tugas sebesar 30%, kondisi yang memfasilitasi sebesar -10,1% (berkontribusi negatif), Kompleksitas sebesar -48,0% (berkontribusi negatif), Konsekuensi jangka panjang sebesar 14,0%, dan faktor Affect (perasaan individu) sebesar 20,4%. Keberadaan teknologi informasi berkontribusi negatif, artinya kehadirannya belum mendapat respon yang positif oleh guru. Penelitian ini merekomendasikan perlunya peningkatan kompetensi TIK bagi guru melalui pelatihan TIK. Merujuk pada tugas guru dalam menjalankan kompetensi pedagogik dan profesional, maka pelatihan yang diusulkan meliputi pembuatan presentasi materi ajar dan publikasi materi ajar secara online.This research aims to find out the effect of using information technology toward the teaching profession in Kebumen regency. The research involves 100 respondents of state and private Junior High School teachers as samples. The number of SMP/MTs teachers according to data from Central Bureau of Statistic in Kebumen regency is 4.464 people. The result of data analysis with linear regression indicates the factor of a teacher using information technology are influenced by the social factor with coefficient 46%, the task compatibility 30,0%, the facilitating condition -10,1% (contributing negative) the complexity - 48,0% (contributing negative), the long term consequences 14,0% and the affect factor (individual feeling)20,4%. The existence of information technology contributes negative. It means the presence of it has not got positive response from teacher. This research recommends that it is necessary to increase the competence of ICT for teacher by training. Referring to the task of teacher in doing profesional and pedagogy competence, then the proposed trainings involve presentation of making teaching materials and teaching materials online publication.
Pemilihan Kulit Ular Berkualitas Untuk Kerajinan Kulit Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Ria Eka Sari
Creative Information Technology Journal Vol 1, No 4 (2014): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.268 KB) | DOI: 10.24076/citec.2014v1i4.26

Abstract

Kulit Ular merupakan elemen utama yang sangat menentukan kualitas suatu produk kerajinan. CV. Asia Exotica Medan pada mulanya merupakan industri yang hanya menerima kulit dari pembudidaya ular, dan kemudian sekarang berkembang mengolah kulit ular untuk dijadikan produk dan kerajinan lainnya. Karena kurangnya pengetahuan perusahaan Kulit dibidang industri ini mengakibatkan terjadi kesulitan dalam menentukan keputusan memilih kulit untuk dijadikan bahan kerajinan Tas, Jaket, Sepatu , Dompet dan Aksesoris lainnya yang bagus dan berkualitas, padahal untuk menentukan sebuah kulit layak atau tidaknya sebagai bahan kerajinan diperlukan perhitungan yang sistematis dan akurat agar diperoleh pengambilan keputusan yang tepat. Penggunaan perangkat lunak sistem pendukung keputusan (SPK) dengan metode Analytical Hierarchy Process(AHP) ini terdiri dari 3 kriteria, yaitu kriteria ukuran kulit, fisik kulit dan warna kulit pada suatu kulit ular dan yang menjadi alternatif kulit phyton, sunbean, radiata dan sunbean. Setelah mengetahui parameter, langkah selanjutnya adalah menganalisis kebutuhan sistem, merekayasa pengetahuan, menerapkan metode dan pengujian sistem dengan menggunakan software Super Decisions.Snake skin is the main element that will determine the quality of a craft product. CV.Asia Exotica was originally a field that only accepts industry of cultivators snake skin, and then now grown to be a snake skin processing and other handicraft products .Because Less of knowledge in the field of industrial enterprises has resulted leather happened difficulty in determining the decision to choose the skin to be used as craft Bag, Jacket, Shoes, Wallets and other accessories are good quality, but to determine whether or not a leather craft materials required as a systematic calculation and accurately in order to obtain the right decision. The use of decision support software system ( DSS ) with Analytical Hierarchy Process ( AHP ) is composed of three criteria, namely is criteria skin, physical skin, skin color in a snake skin and python skin is a viable alternative, sunbean, radiata and sunbean. After knowing the parameters, the next step is to analyze the need of the system, manipulating knowledge, implement the method and system testing using the Super Decisions software.
Pemodelan Enterprise Architecture Pelayanan di RSUD Murjani Sampit Slamet Riyadi; Bambang Soedijono Wiraatmadja; Armadyah Amborowati
Creative Information Technology Journal Vol 2, No 4 (2015): Agustus - Oktober
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (894.955 KB) | DOI: 10.24076/citec.2015v2i4.58

Abstract

Proses pengembangan aplikasi yang belum tertata dan terdokumentasi dengan baik dan hanya memperhatikan kebutuhan sesaat memungkinkan penerapan sistem informasi yang saling tumpang tindih. Kondisi tersebut membuat sistem informasi tidak dapat dimanfaatkan sesuai yang diharapkan yaitu efesiensi dan efektifitas dalam pemenuhan kebutuhan rumah sakit. Jika ada dokumentasi elemen-elemen organisasi yang mencakup arsitektur bisnis, sistem informasi, dan teknologinya, tentu akan mudah melihat kaitan-kaitan antar elemennya. Pendokumentasian elemen-elemen organisasi dapat dilakukan dengan pengembangan Enterprise Architecture (EA). Tujuan penelitian ini yaitu untuk membangun model enterprise architecture yang dapat digunakan untuk mempermudah proses pengembangan arsitektur Sistem Informasi Pelayanan di RSUD dr. Murjani. Hasil dari penelitian ini, blueprint enterprise architecture pelayanan RSUD Murjani, diharapkan dapat menggambarkan elemen-elemen arsitektur organisasi yang saling berkaitan antar elemen-elemen tersebut, sehingga menjadi salah satu sumber pengambilan keputusan organisasi yang terus mengalami perubahan.Application development process that has not been organized and well documented and only pay attention to the need for a moment allow the application of information systems overlap. These conditions make the system information can not be utilized as expected that the efficiency and effectiveness in meeting the needs of the hospital. If there is documentation of elements of the organization that includes business architecture, information systems, and technology, it would be easy to see the linkages between elements. Documenting the elements of the organization can be done with the development of Enterprise Architecture (EA). The purpose of this research is to build a model of enterprise architecture that can be used to simplify the process of architectural development of Services Information Systems of dr. Murjani hospital. The results of this research, enterprise architecture blueprint Murjani hospital services, is expected to describe the architectural elements are inter-related organizations between these elements, thus becoming one of the sources of organizational decision making that continues to change.
Implementasi Heterogenous Distributed Database System Oracle Xe 10g dan MySQL Rekam Medis Poliklinik UIN Sunan Kalijaga Valdi Adrian Abrar; Moh Didik R. Wahyudi
Creative Information Technology Journal Vol 4, No 1 (2016): November - Januari
Publisher : UNIVERSITAS AMIKOM YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.4 KB) | DOI: 10.24076/citec.2016v4i1.91

Abstract

Infrastruktur yang biasa digunakan oleh sistem informasi yang ada di Indonesia kebanyakan mempunyai model yang terpusat. Sehingga, jika terjadi masalah pada server seperti server mati atau terjadi kerusakan pada basis data, maka sistem informasi tidak dapat digunakan sampai masalah pada server tersebut teratasi. Untuk mengatasi hal tersebut, sistem replikasi atau duplikasi data pada sistem basis data terdistribusi diharapkan dapat meminimalisir kehilangan data rekam medis sehingga walaupun ada server yang mengalami masalah, maka data tidak akan hilang. Dalam konteks sistem rekam medis di poliklinik UIN Sunan Kalijaga, hal ini bisa menjadi solusi untuk memenuhi aspek ketersediaan data. Sinkronisasi data antara server utama dan replika dapat dilakukan secara otomatis maupun secara manual. Sinkronisasi otomatis dilakukan dengan cara menjalankan baris program secara otomatis dan berkala dengan aturan tertentu. Sinkronisasi manual dijalankan oleh operator dengan menjalankan suatu perintah. Berdasarkan hasil dan pembahasan, diperoleh kesimpulan bahwa implementasi Heterogenous Distributed Database System pada sistem informasi poliklinik dapat mengatasi masalah jika terjadi pada beberapa server dengan cara mengolah dan mendisribusikan data pada server lain yang aktif. Proses replikasi dan sinkronisasi data rekam medis yang dilakukan, ternyata dapat meminimalisir kehilangan data.Infrastructure used by the existing information systems in Indonesia, mostly have a centralized model. Thus, if a problem occurs on the server as the server is dead or there is damage to the database, the system information can not be used until the problem is solved on the server. To overcome this, the system replication or duplication of data in a distributed database system is expected to minimize the loss of medical records so that even if there is a server that has the problem, then the data will not be lost. In the context of medical records system at the clinic UIN Sunan Kalijaga, this could be a solution to meet aspects of data availability. The data synchronization between the primary and replica servers can be done automatically or manually. Automatic synchronization is done by running the program line automatically and periodically with certain rules. Manual synchronization is run by an operator to execute a command. Based on the results and discussion, we concluded that the implementation of heterogenous Distributed Database System on clinic information systems can solve the problem if it occurs on multiple servers by processing and mendisribusikan data on another server that is active. The process of replication and synchronization of medical records that do, it can minimize data loss.

Page 6 of 18 | Total Record : 175