cover
Contact Name
Bustanul Arifin
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalstaia@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ngoro-Kandangan KM 3 PA Rejoagung Jombang 61473
Location
Kab. jombang,
Jawa timur
INDONESIA
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah
Published by STAI At-Tahdzib
ISSN : 20897723     EISSN : 25031929     DOI : -
Core Subject : Education,
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang pada bulan September 2013. Berisi kajian studi Islam, muamalah dan bidang-bidang keilmuan. Sesuai dengan peraturan penulisan yang diterbitkan dua kali (bulan Maret Dan September ) dalam setahun dan publikasi penelitian keagamaan, muamalah (ekonomi Islam) serta keilmuan lainnya sebagai tanggung jawab ilmiah dan perwujudan Tri Darma Perguruan Tinggi.
Articles 185 Documents
Fungsi Sosial-Ekonomi Pasar Tradisional (Studi Tentang Pasar Karah Kec. Jambangan, Kota Surabaya) Triana Rosalina Noor
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 5 No 1 (2017): Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.841 KB)

Abstract

This study examines about traditional markets function in social and economic community around. The object is Karah Traditional Market, Kec. Jambangan, Surabaya. This study uses qualitative descriptive method involving as many as 30 respondents, which are 15 buyers and 15 sellers conduct transactions in the Karah Traditional Market and used incidental sampling. The results of this study indicate that the social function of traditional markets Karah for communities that exist around the market first is a function of social relations, the market used as a strengthening of social relationships between sellers and buyers. Other activities are also the traders and buyers often discuss the latest news that busy discussed in public. The second social function is a function of socialization / exchange information which market participants interact with each other and make the process of delivering information and learning. As for economy functions, the first is to people who are buying and selling function which becomes meeting community needs. The second function is to bring jobs for the people around, because it absorbs jobs for the surrounding communities. The third function is the function adds to the welfare of society, the intention is Karah Market provides an additional income for the economic welfare of the community.
PENDIDIKAN AGAMA DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN SHALAT PADA ANAK TUNA GRAHITA (Studi Deskriptif Kualitatif di Barehsos Disgranda “RAHARJO” Sragen) Sukamdi , Etik Kurniawati
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 5 No 1 (2017): Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.249 KB)

Abstract

Anak tunagrahita adalah anak yang memiliki keterbatasan kecerdasan di bawah anak normal, dimana belum mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Tetapi anak tunagrahita mempunyai kewajiban yang sama dengan anak normal yaitu melaksanakan shalat karena termasuk makhluk Allah SWT yang berakal. Penelitian ini bertujuan mendiskripsikan dan menganalisis tentang pelaksanaan pendidikan agama dalam meningkatkan kemandirian shalat pada anak tunagrahita, metode yang digunakan, serta faktor pendukung dan penghambat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan mengambil latar Balai Rehabilitasi Sosial Disgranda “RAHARJO” Sragen. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, pelaksanaan pendidikan agama dalam meningkatkan kemandirian shalat menekankan pada proses bimbingan budi pekerti dan bimbingan shalat agar anak tuna grahita mampu hidup selaras dengan ketentuan dan petunjuk Allah SWT, sehingga dapat memberikan kedisiplinan diri, kemandirian diri, dan ketentraman jiwa anak tuna grahita, karena agama merupakan kebutuhan psikis manusia. Dengan demikian akan dapat mengenal shalat, mengenal tata cara shalat, dapat menghafal bacaan shalat serta dapat melakukan gerakan shalat dengan baik. Kedua, ada beberapa metode yang digunakan yaitu metode ceramah, metode demonstrasi, metode tanya jawab, metode praktek, dan metode pemberian motivasi. Ketiga, ada tiga faktor yang mendukung yaitu, sebagai seorang muslim wajib hukumya untuk menjalankan ibadah shalat, tidak terkecuali anak tuna grahita dengan segala kekurangan yang dilikinya, para pembimbing agama terdorong mengamalkan ilmunya dengan penuh keikhlasan supaya anak tuna grahita bisa menjalankan shalat sebagaimana mestinya dengan mandiri, penuh kesadaran tanpa diperintah oleh siapapun, serta penyampaian materi yang diberikan diselaraskan dengan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan anak tuna grahita. Sedangkan selain faktor pendukung ada pula faktor penghambatnya yaitu tingkat intelegensi anak tuna grahita berbeda-beda, tingkat konsentrasi anak tuna grahita yang mudah terganggu, dan jumlah pembimbing agama sangat terbatas.
Analisis Kinerja Sinkronisasi Learning Management System (LMS) Perguruan Tinggi Pada Jaringan Publik: Learning Management System, Sinkronisasi Uni-direksional, moodle, ADSL, GPRS, HSDPA Ely Suwaibatul Aslamiyah
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 5 No 1 (2017): Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.086 KB)

Abstract

E-learning secara umum diidentikkan dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi pada suatu jaringan (network) untuk mendukung proses belajar dan mengajar. Penelitian sebelumnya, mensinkronisasi LMS server dan LMS client secara uni-direksional (satu arah). Dalam suatu proses sinkronisasi yang melibatkan 2 LMS, perlu diketahui bagaimana kinerja aplikasi sinkronisasi LMS uni-direksional pada jaringan publik.Proses sinkronisasi yang diteliti adalah sinkronisasi dengan 3 jalur komunikasi yaitu memakai jaringan ADSL, jaringan HSDPA dan jaringan GPRS, dengan memakai besaran data 1 MB, 5 MB, 10 MB, 20 MB dan 50 MB. Fakta-fakta yang didapat antara lain proses sinkronisasi berjalan paling baik pada jaringan ADSL dengan rata-rata throughput yang didapat pada jaringan ADSL adalah 832 kbps, mendekati bandwidth jaringan yang mencapai 1 Mbps. Pada jaringan HSDPA throughput yang didapat rendah meskipun masih jauh lebih besar dari jaringan GPRS, mengingat bandwidth dari jaringan HSDPA yang cukup besar. Pada jaringan GPRS, ternyata menghasilkan prosentase packetloss terkecil yaitu rata-rata 0,0000035 % dibanding dengan jaringan HSDPA dan jaringan ADSL yang memberikan throughput dan durasi sinkronisasi yang lebih baik. Durasi sinkronisasi yang paling singkat didapat ketika proses sinkronisasi dijalankan pada jaringan ADSL, disusul jaringan HSDPA dan jaringan GPRS. Sinkronisasi dengan ukuran data yang besar masih rentan mengalami masalah.
Adaptasi Sistem Pendidikan Pesantren Dalam Era Modernisasi: Jurusan Tarbiyah Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) At-Tahdzib Jombang Robi’ul Afif Nurul Aini
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 5 No 1 (2017): Vol 5 No 1 (2017)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (610.485 KB)

Abstract

Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arus globalisasi telah mengancam eksistensi, pesantren sehingga muncul gagasan modernisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transformasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi idenitas dan fungsi pokok pesantren.Adaptasi Sistem Pendidikan Pesantren Dalam Era Modernisasi pesantren yang masih perkembang yang dalam hal ini podok pesantren menerapkan metode atau sistem pendidikan yang baru agar sesuai dengan mata pelajaran dan menyesuaikan metode dengan kemampuan peserta didik, walaupun pesantren mengambil metode atau sistem pembelajaran yang baru, pondok pesantren tidak mudah dengan membuang budaya atau sitem metode pembelajaran yang lama seperti wetonan, bandongan dan lain sebagainya, pondok pesantren tetap mengambil metode yang lama yang masih digunakan dan baik untuk peserta didik, dan mengambil sistem atau metode yang baru yang baik yang juga sesuai dengan keadaan peserta didik dan sesuai dengan tempat, kondisi, sarana, dan fasilitas yang ada dipondok pesantren. Dari sinilah pondok pesantren dapat merelevansikan atau dapat menyesuaikan dengan kondisi dipesanteren. Sistem Pendidikan pondok pesantren menggunakan sistem konvensional dan madrasah di Pondok Pesantern Jawa pada umumnya, seluruh materi pembelajaran atau pengajaran menggunakan kitab kuning atau klasik (al-kutub al-qadimah) ala ahl al-Sunnah wa al-Jama’ah dan juga didalamnya terdapat metode atau sistem baru yang disesuaikan dengan kondisi dan peserta didik dengan cara menyesuaikanya. Dan dapat disimpulkan bahwasanya di dalam pesantren pondok pesanteren ada beberapa gabungan sistem metode tradisional yang masih dipergunakan dan juga memakai sistem pembelajaran baru seperti metode tanya jawab dengan pengajaran pendidik menggunakan Viwer. Dampak era modernisasi terhadap pendidikan pondok pesantren adalah Seperti halnya yang sudah peneliti paparkan diatas bahwasanya semua hal yang baik atau buruknya ada dampak positf dan negatifnya seperti sistem yang digunakan dalam pondok pesantren diatas, dapat dikatakan bahwa pondok pesantren telah menyesuaikan sitem metode pengajaranya sesuai dengan kemampuan peserta didik, dan semua kondisi fisik atau non fisik dipondok pesantren tersebut.
Toleransi Beragama (Studi Konsep Tawasut, I’tidal, Tawazun, dan Tasammuh) Sebagai Upaya Resolusi Konflik pada Masyarakat Perumahan Giri Pekukuhan Asri Mojosari: Toleransi Beragama Muhammad Sirojuddin Cholili
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 4 No 2 (2016): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.738 KB)

Abstract

Fenomena konflik di lingkungan masyarakat yang hidup di pemukiman perumahan seringkali diawali perbedaan faham antar warga, terutama dalam hal menjalankan ibadah, amaliyah dan tradisi di lingkungan masyarakat. Keberadaan warga masyarakat di perumahan sangat kompleks, artinya ada yang menganut faham tradisional, syar‟iyah dan modern. Hal itu yang seringkali mengawali pertikaian dalam beribadah dan amaliah dalam menjalankan tradisi keislaman. Perbedaan paham seputar ibadah dan amalia dalam beragama Islam pernah terjadi 15 abad yang lampau, seperti yang disampaikan dalam sabda Nabi SAW, Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: “Rasulullah SAW telah bersabda, „Kaum Yahudi telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) golongan atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan kaum Nasrani telah terpecah menjadi tujuh puluh satu (71) atau tujuh puluh dua (72) golongan, dan ummatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga (73) golongan. Konsep Bineka tunggal ika sebagai salah satu perwujudan manifes pancasila, merupakan konsep dasar dalam bertoleransi. Sebab bangsa ini terdiri dari berbagai suku, ras dan agama. Seperti halnya dalam lingkup kecil yang majemuk, Perumahan Griya Pekukuhan Asri (Perum GPA) Kecamatan Mojosari Kabupaten Mojokerto Jawa Timur ini unik untuk diamati karena perbedaan paham dalam hal beribadah dan amalia seringkali terjadi di tempat peribadatan (masjid). Seperti halnya pembagian zakat, perlakuan sholat dan implementasi dalam menjalankan puasa. Sehingga perbedaan dalam berbagai hal utamanya masalah ritual keagamaan tidak dapat dihindari.
Masyarakat dan Pendidikan sebagai Sistem Sosial Hilyah Ashoumi
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 2 No 1 (2014): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.491 KB)

Abstract

Pendidikan dan masyarakat memiliki hubungan resiprokal yang sangat kuat. Hubungan resiprokal ini dapat dijelaskan secara filosofis maupun sosiologis dengan melihat peran masing-masing, dan juga dapat pula dijelaskan secara paedagogies. Stratifikasi masyarakat mempunyai peran yang mempengaruhi proses pendidikan, selanjutnya pendidikan sendiri mempunyai peran dan pengaruh terhadap sistem stratifikasi masyarakat. Sehingga pada dasarnya, pendidikan dan sistem stratifikasi masyarakat mempunyai hubungan integral satu sama lain, masyarakat merupakan kesatuan sistem yang saling bergantung dan berhubungan—pendidikan dituntut melakukan penyesuaian terus menerus dengan perkembangan masyarakat. Sesuai dengan ciri masyarakat tersebut, maka pendidikan yang akan dipilih oleh masyarakat adalah pendidikan yang dapat memberikan kemampuan secara teknologis, fungsional, individual, informatif dan terbuka. Serta kemampuan secara etik dan moral yang dapat dikembangkan melalui agama. Kata Kunci : Masyarakat, Pendidikan.
Dual Banking System di Indonesia Arivatu Ni'mati Rahmatika
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 2 No 2 (2014): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.699 KB)

Abstract

Dual Banking System sebagai sistem perbankan yang dianut di Indonesia. pengelolaan asset agar tidak terlalu banyak idlefund juga menjadi salah satu dari sekian banyak kebijakan yang diprioritaskan oleh manajemen baik bank konvensional maupun bank syariah.Dana pihak ketiga merupakan sumber pendapatan terbesar yang diperoleh oleh bank konvensional dan bank syariah, dana pihak ketiga dikelola sedemikian rupa agar fungsi lembaga keuangan bank tetap berjalan yaitu funding dan lending. Dalam praktiknya, Bank Syariah dan Bank Konvensional memberikan kredit/pembiayaan kepada UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah), baik secara langsung maupun melalui Microfinance, sesuai dengan target masing-masing lembaga keuangan bank. Oleh karena itu, konsep Dual Banking System harus diperjelas agar tingkat keamanan syariah bagi muslim benar-benar terjaga dari sisi pengelolaan asset, pendapatan dana pihak ketiga (DPK) oleh bank dan penyaluran dananya. Kata Kunci: Dual Banking System, Asset, DPK, Penyaluran Dana
Urgensi Penerapan Syariah dalam Bisnis Jasa Konstruksi Kholis Firmansyah
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 3 No 2 (2015): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.441 KB)

Abstract

Dalam hal pembangunan nasional, maka sangat perlu melibatkan perusahaan jasa konstruksi, karena jasa konstruksi mempunyai peranan penting dan strategis, mengingat jasa konstruksi menghasilkan produk akhir berupa bangunan atau bentuk fisik lainnya, baik yang berupa prasarana maupun sarana yang berfungsi mendukung pertumbuhan dan perkembangan berbagai bidang. Pada pelaksanaan bisnis jasa konstruksi, penerapan syariah sangatlah urgen. Adapunyang menyebabkan penerapan syariah menjadi sangat urgen dalam bisnis jasa konstruksi, antara lain dikarenakan maraknya budaya bisnis yang tidak sehat dalam dunia bisnis jasa konstruksi dimana terdapat kecurangan, suap-menyuap dan kong kalikong/kesepakatan untuk berbuat tidak baik dalam upaya mendapatkan proyek serta pengurangan timbangan/takaran dalam pelaksanaan proyek; serta upaya yang dilakukan oleh pebisnis muslim dalam menghilangkan unsur haram dalam bisnis, yakni menghilangkan unsur haram dari segi modal dengan cara mendapatkakn modal yang halal dan non ribawi, menghilangkan unsur haram dari cara mendapatkan proyek serta menghilangkan unsur haram dalam pelaksanaan proyek. Maka dalam hal tersebut pemahaman kembali terhadap syariah Islam serta implementasinya sangat dibutuhkan dalam bisnis yang berorientasi kebahagiaan dunia dan akhirat.
Strategi Ekonomi Industri Dampaknya Terhadap Alih Fungsi Tanah Pertanian Dan Peran Hukum Pengendaliannya Mustamim M. Hum
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 2 No 2 (2014): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.223 KB)

Abstract

Disadari bahwa alih fungsi tanah pertanian untuk keperluan industri dalam pembangunan ekonomi telah membawa dampak perbaikan bagi kondisi ekonomi, tetapi telah juga meminta korban berupa hilangnya tanah pertanian yang subur. Di era industrialisasi tak dapat dipungkiri alih fungsi tanah pertanian untuk keperluan industri terus berlangsung seakan tanpa terkendali terutama di daerah-daerah yang intensitas industrinya cukup tinggi. Dasar pemikiran penulisan ini adalah ingin mengetahui dasar pemikiran dan pertimbangan pemerintah dalam memilih industri sebagai strategi ekonomi, mengidentifikasi dampak-dampak yang ditimbulkan dari industrialisasi, mengetahui bagaimana upaya hukum yang dilakukan pemerintah dalam rangka pengendalian alih fungsi tanah pertanian. Arah kebijaksanaan ekonomi Nasional dan Daerah sekalipun memberi peluang besar terhadap ekonomi sektor industri yang mengarah pada pertumbuhannya, harus tetap memperhatikan pondasi utama ekonomi yang bersumber dari ekonomi agraris, yaitu fungsi penataan terhadap penyediaan, peruntukan dan penggunaan tanah pertanian terus berjalan dengan maksimal. Upaya hukum sebagai tindakan pengendalian tanah pertanian menjadi tapak pembangunan industri dilalui dengan tahapan-tahapan penerapan hokum perijinan yang selektif dan evaluatif, tindakan administrative berupa pencabutan izin usaha maupun pengendalian secara perdata dan pidana.
Pendidikan Seks Pada Anak Dalam Islam Machnunah Ani Zulfah
AT-Tahdzib: Jurnal Studi Islam dan Muamalah Vol 1 No 1 (2013): At-Tahdzib
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam At-Tahdzib Ngoro Jombang Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (247.962 KB)

Abstract

Tulisan ini membahas tentang problematika seks pada anak dan bagaimana penerapan pendidikan seks pada anak sesuai dengan kaidah-kaidah Islam.Sasaran utama dalam tulisan ini adalah untuk memberikan peahaman tentang pentingnya memberikan pendidikan seks pada anak,serta bagaimana penerapan pendidikan seks menurut pandangan Islam Kata Kunci: Pendidikan,anak, seks dalam Islam

Page 7 of 19 | Total Record : 185