cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metodik Didaktik
ISSN : 19076967     EISSN : 25285653     DOI : https://doi.org/10.17509
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENGEMBANGAN SOFTWARE MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK MENUNJANG PELATIHAN PENDALAMAN MATERI IPA BAGI MAHASISWA NONSAINS CALON GURU SEKOLAH DASAR Putri, Suci Utami
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3231

Abstract

Pembagian mahasiswa ke dalam konsentrasi Matematika, IPA, IPS, danBahasa di PGSD menyebabkan keterbatasan penguasaan konsep mahasiswa calon guru sekolah dasar terhadap beberapa bidang studi tertentu. Dalam konteks pembelajaran IPA, keterbatasan penguasaan konsep mahasiswa calon guru SD dapat mempengaruhi kemampuan guru dalam merancang pembelajaran IPA. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan software multimedia interaktif yang dapat menunjang pelatihan pendalaman materi IPA bagi mahasiswa nonsains calon guru sekolah dasar untuk meningkatkan penguasaan konsep. Desain penelitian yang digunakan adalah Research and Development. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar penilaian multimedia yang digunakan oleh validator dan sejumlahmahasiswa yang terlibat pada tahap uji coba terbatas dan uji coba lapangan.Berdasarkan hasil analisis multimedia interaktif melalui uji coba terbatas, validasi ahli dan uji coba lapangan, diperoleh dua buah software multimedia interaktif yang layakuntuk digunakan pada program pelatihan pendalaman materi IPA yang terdiri darimultimedia interaktif Anatomi Fisiologi Tubuh Manusia dan Hewan serta AnatomiFisiologi Tumbuhan.
PENERAPAN STRATEGI METAKOGNISI DAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENULIS ARGUMENTASI PADA MAHASISWA PGSD UPI KAMPUS PURWAKARTA Nurmahanani, Indah
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3178

Abstract

Kemampuan menulis argumentasi merupakan salah satu bekal ilmu yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru Sekolah Dasar. Hasil menulis argumentasi yang dipublikasikan oleh mahasiswa akan menjadi jendela informasi bagi pembaca di era globalisasi dewasa ini. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis khususnya argumentasi pada mahasiswa PGSD banyak mengalami kendala. Sebagian besar mahasiswa merasa sulit mengembangkan pendahuluan, belum dapat menyuguhkan fakta, sistematika gagasan yang dikemukakan masih terloncat-loncat, dan kemampuan menulis berdasarkan analisis masih belum baik. Selain itu, strategi pembelajaran dalam menulis argumentasi kurang tepat, proses menulis argumentasi kurang mengarah pada pencapaian tujuan akhir/publikasi, proses menulis lebih mengutamakan aspek teori kepenulisan, dan latihan pengembangan tulisan argumentasi kurang dibahas mendetail secara konsisten. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis argumentasi pada mahasiswa PGSD maka dalam proses pembelajarannya dilakukan melalui strategi metakognisi dan berpikir kritis. Hal ini disebabkan melalui strategi ini, mahasiswa harus merencanakan, memantau dan mengendalikan pikirannya dalam menulis. Selain itu berpikir kritis diperlukan oleh mahasiswa untuk memahami masalah, menilai dengan berdasarkan analisis pada informasi dari berbagai sumber, dan menarik kesimpulan dengan penalaran logis.
KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR YANG BELAJAR MENGGUNAKAN PERMAINAN TRADISIONAL Saputro, Bagus Ardi
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3790

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan menggunakan permainan, kemampuan komunikasi matematis siswa lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar secara konvensional. penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen berdesain eksperimen perbandingan kelompok statik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar secara konvensional lebih baik dari pada kemampuan komunikasi matematis siswa yang belajar menggunakan permainan tradisional ditinjau secara keseluruhan, pada tiap level sekolah, dan pada tiap kemampuan awal matematis. Terdapat pengaruh interaksi antara level sekolah dan jenis pembelajaran terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Tidak terdapat pengaruh interaksi antara jenis pembelajaran dengan kemampuan awal matematis terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
PENERAPAN MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE MAKE A MATCH UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL IPS SISWA SEKOLAH DASAR Rohmah, Rini Siti; Suhaedah, Suhaedah; Mulyani, Srie
Metodik Didaktik Vol 13, No 1 (2017): Metodik Didaktik Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v13i1.7693

Abstract

Keterampilan sosial merupakan salah satu hal yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran IPS. Berdasarkan data dan fakta yang terdapat di lapangan yaitu SDN Kertajaya 02, keterampilan sosial siswa sekolah dasar masih rendah, maka dari itu perlu adanya upaya dalam hal meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa dan peningkatan keterampilan sosial siswa sekolah dasar dalam pembelajaran IPS dengan menerapkan model cooperative learning tipe make a match yaitu model pembelajaran saling mencocokan soal dan jawaban dalam suasana yang menyenangkan. Metode yang yang digunakan dalam penelitian ini adalah metodel penelitian tindakan kelas (PTK), yang terdiri dari proses perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Dari penelitian yang telah dilaksanakan, data menunjukan adanya peningkatan yang terjadi pada setiap siklusnya. Pada siklus I hasil pengamatan aktivitas siswa mencapai 53,5%, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 71,25%, dan pada siklus III mengalami peningkatan kembali menjadi 84,58%. Keterampilan sosial siswapun mengalami peningkatan, pada siklus I keterampilan sosial siswa mencapai 55,91%, pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 67,61%, dan siklus III mengalami peningkatan kembali menjadi 84,43%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Penerapan Model Cooperative Learning tipe Make A Match pada pembelajaran IPS dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa sekolah dasar.
PENERAPAN METODE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASAR Ruskandi, Kanda; Hendra, Hendra
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3184

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi sebelumnya bahwa pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas V SDN Ciseureuh Kecamatan Purwakarta kurang bervariasi sehingga siswa kurang termotivasi untuk berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran. Hal tersebut perlu diperbaiki dengan cara merubah pendekatan pembelajaran dari yang bersifat konvensional kepada pendekatan pembelajaran yang bersifat inovatif. Salah satunya adalah penerapan  model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah yaitu metode problem solving. Penelitian secara umum bertujuan untuk mengetahui : 1). Kemampuanpemecahan masalah siswa kelas V SDN Ciseureuh dengan menerapan metode Problem Solving; 2) Hasilbelajar siswa kelas 5 SDN Ciseureuh dalam pembelajaran IPS selama penerapan metode problem solving. Jenis Penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), karena penelitian ini bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran di kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas V berjumlah 37 orang. Instrumen penelitiannya adalah lembar observasi dan tes hasil belajar. Penelitian ini dilihat dari aspek proses, telah berhasil mengubah pola pikirdan cara  siswa dalam kegiatan pembelajaran yang sebelumnya lebih menekankan kepada penguasaan bahan melalui informasi dan bersifat pasif menjadi sistem belajar yang bersifat aktif dan mampu memecahkan masalah, sedangkan dilihat dari aspek konten penelitian ini, juga telah dapat meninghatkan hasil belajarnya.
PENGGUNAAN MEDIA WAYANG PADA PEMBELAJARAN IPS MATERI TOKOH TOKOH KEMERDEKAAN INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR Salamah, Evi Rizqi
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7684

Abstract

Penelitian ini bermula dari pembelajaran IPS yang hanya berpusat pada guru yang kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya, berpendapat serta tidak adanya media dalam pembelajaran. Akibatnya aktivitas siswa dalam pembelajaran di kelas menjadi rendah. Dengan adanya permasalahan ini maka perlu adanya solusi perbaikan dalam pembelajaran. Solusi tersebut adalah dengan menggunakan media wayang pada mata pelajaran IPS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana aktivitas guru dan siswa, peningkatan hasil belajar dan respon siswa terhadap penggunaan media wayang dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Tindakan kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus dengan prosedur penelitian yang meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindikan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data ini dengan menggunakan metode observasi, tes dan angket. Instrumen. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa media wayang materi tokoh-tokoh kemerdekaan Indonesia pada siswa kelas V Sekolah Dasar dapat meningkatkan hasil belajar siswa.  Hasil Penelitian menunjukan bahwa aktivitas  pembelajaran dengan menggunakan media wayang mengalami peningkatan selama tiga siklus , pada siklus I 71,66%, siklus II 77,21% dan siklus III 83,56%. Respon siswa juga sangat baik pada penggunaan media wayang ini dapat dilihat pada peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS kelas V Sekolah Dasar.
KETERKAITAN PENERAPAN PENDEKATAN CPA DAN PENINGKATAN KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA SEKOLAH DASAR Putri, Hafiziani Eka; Rahayu, Puji; Saptini, Ria Dewi; Misnarti, Misnarti
Metodik Didaktik Vol 11, No 1 (2016): Metodik Didaktik Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v11i1.3785

Abstract

Penerapan pendekatan CPA dalam pembelajaran matematika memberian peluang untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa SD. Kegiatan pembelajaran yang diawali dengan kegiatan memanipulasi benda konkret memberikan kesempatan kepada siswa SD belajar mengaitkan materi matematika yang dipelajari dengan kehidupan sehari hari. Kegiatan pembelajaran pada tahapan pictorial dimana siswa diberikan kesempatan menggambar sesuatu yang menyerupai benda konkret dan kemudian membuat gambar secara simbolis dari benda konkret merupakan sebuah jembatan yang membantu siswa sampai pada sebuah pemikiran matematika yang abstrak.  Jembatan berpikir yang dibangun pada tahapan ini akan membantu siswa memahami keterkaitan antara topik matematika yang dipelajari dengan topik matematika lainnya, serta membantu siswa memahami adanya keterkaitan antara matematika dengan bidang ilmu lainnya. Hal ini sejalan dengan indikator yang ingin dicapai dalam kemampuan koneksi matematis.
MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SEKOLAH DASAR Muqodas, Idat
Metodik Didaktik Vol 9, No 2 (2015): Metodik Didaktik Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v9i2.3250

Abstract

Kreativitas memang bukan salah faktor utama dalam pendidikan tapipendidikan yang baik adalah pendidikan yang mampu menstimulus siswanyauntuk mengembangkan kreativitasnya. Kreativitas merupakan ciri keberanianmanusia yang menggemakan siapa dirinya dan apa menjadi apa manusiatersebut di kemudian hari. Kreativitas berakar dalam rasa keingintahuan danketerbukaan alamiah individu ketika menjelajahi dunia sekelilingnya danmencari tahu tentang dirinya. Penelitian menggunakan metode literatur reviewdimana peneliti melakukan pengamatan terhadap hasil penelitian yangdilakukan peneliti lain yang tersaji dalam jurnal penelitian. Hasil penelitianmenunjukan terdapat korelasi yang signifikan antara model pembelajarandengan pengembangan kreativitas. Juga terdapat korealsi yang positif antarakreativitas dengan keterampilan membaca.
PENERAPAN METODE EKSPERIMEN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP SISWA KELAS V PADA MATERI GAYA DAN PEMANFATANNYA Hendawati, Yuyu; Kurniati, Cici
Metodik Didaktik Vol 13, No 1 (2017): Metodik Didaktik Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v13i1.7689

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa mengenai materi gaya dalam pelajaran IPA. Hal ini dikarenakan metode pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi dan tidak menggunakan media dalam pembelajaran. Siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru, akibatnya siswa kesulitan dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan sehingga pencapaian hasil belajar masih rendah. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi gaya dan mengetahui aktivitas yang terjadi selama pembelajaran dengan menerapkan metode eksperimen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan mengadaptasi desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap kegiatan yaitu, perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SDN Legokhuni dengan jumlah 30 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes dan observasi. Berdasarkan data hasil penelitian dengan menerapkan metode eksperimen diperoleh hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari persentase ketuntasan klasikal yang mengalami peningkatan. Pada siklus I sebesar 66,7%  meningkat menjadi 86,7% pada siklus II. Selain itu aktivitas siswa dalam proses pembelajaran juga mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Dari data di atas, disimpulkan bahwa pembelajaran IPA di SD dengan menerapkan metode eksperimen dapat meningkatkan pemahaman konsep dan aktivitas belajar siswa.
PEMBELAJARAN SENI TARI DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN EKSPRESI BEBAS BERBANTUAN SOM Wulandari, Hayani
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3232

Abstract

Mahasiswa PGSD adalah mahasiswa yang memiliki latar belakang yangberbeda-beda. Namun yang pasti mereka adalah mahasiswa yang menekuni perkuliahan tentang ke SD an. Ketika mahasiswa bertemu dengan mata kuliah pendidikan seni tari dan drama, maka dampak yang terjadi pun akan beragam. Ada yang tidak punya pengalaman dalam menari, baru mengenal pemahaman tari pada saat mengambil perkuliahan pendidikan seni tari dan drama, tidak berani melakukan gerak karena malu, takut salah, grogi, tidak mau bergerak, apalagi sampai mengungkapkan sebuah ide kretaif, memikirkannya saja sudah membuat mereka enggan untuk berfikir dan berinovasi. Kemampuan mahasiswa PGSD sebagai calon guru diharapkan mampu untuk dapat terampil dan berinovasi di setiap pembelajaran yang ada di SD. Pendidikan seni tari dan drama merupakan salah satu mata kuliah praktek yang perlu dikuasai dan dipahami oleh mahasiswa PGSD. Untuk Mengatasi kendala tersebut maka mahasiswa perlu dibimbing dalam proses berkarya seni tari dan drama yaitu melalui pendekatan ekspresi bebasdengan berbantuan SOM. Mahasiswa akan lebih dapat menggali potensi terhadap pemikiran kreatif yang akan di kemukakan mereka dalam sebuah karya tari dan drama pendidikan. Berbantuan SOM akan mengarahkan mereka untuk dapat memberikan sebuah proses pembelajaran seni tari dan drama secara teknologi yang di dalamnya dilakukan secara bertahap serta disesuiakan dengan ide garapan yang akan dimunculkan.

Page 2 of 15 | Total Record : 147