cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metodik Didaktik
ISSN : 19076967     EISSN : 25285653     DOI : https://doi.org/10.17509
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENDIDIKAN MUSIK UNTUK GURU SEKOLAH DASAR: MENJADI GENERALIS ATAU SPESIALIS? Gunara, Sandie
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3179

Abstract

Walaupun mungkin ada sekolah-sekolah yang memperkerjakan seorang guru spesialis musik pada tingkat Sekolah Dasar (SD), tetapi sejauh ini di sekolah dasar-sekolah dasar negri khususnya, belum memperkerjakan guru spesialis (guru musik yang berlatar belakang sarja pendidikan musik). Selama ini kurikulum pendidikan sekolah dasar pun, mengarahkan guru-gurunya untuk mampu memadukan semua area mata pelajaran, termasuk musik dengan mata pelajaran lainnya. Hal inilah yang membawa kepada arah atau tujuan pendidikan musik pada program pendidikan guru SD. Tujuan tersebut adalah memberikan kemampuan dasar musik dan pengajarannya. Tetapi hal ini berdampak kepada pertanyaan - kemampuan dasar musik seperti apa yang harus diberikan? Ini perlu dijawab karena mau kemana arah pendidikan guru SD kita, apakah menjadi generalis atau spesialis? Berdasarkan permasalahan itulah, makalah ini menyajikan sebuah uraian koseptual tentang program pendidikan musik untuk guru SD. Penulis berharap makalah ini menjadi langkah awal untuk mengkaji lebih dalam tentang pendidikan musik untuk guru SD.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA PADA MATERI LIMAS MENGGUNAKAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK INDONESIA (PMRI) Jannati, Rizky Putri; Isnaini, Muhammad; Afgani, Muhammad Win
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7679

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan Lembar Kerja Siswa yang valid, praktis dan efektif serta mengetahui pengaruh penggunaan LKS yang dikembangkan menggunakan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia terhadap indikator pemahaman konsep siswa. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII di salah satu SMP Palembang. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini adalah validasi pakar, angket dan tes. Berdasarkan hasil penelitian telah menghasilkan LKS yang valid, praktis dan efektif. Dari hasil validasi, LKS termasuk dalam kategori valid dengan rata-rata 3,38. Dari hasil angket kepraktisan, LKS termasuk dalam kategori sangat praktis dengan rata-rata 95. Keefektifan LKS ini dilihat dari kemampuan pemahaman konsep siswa. Dari hasil analisis data tes kemampuan pemahaman konsep LKS menunjukkan efektif dengan rata-rata 83,43.
PENGARUH PEMBELAJARAN MUSIKALISASI PUISI TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACAKAN PUISI DI SEKOLAH DASAR Prawiyogi, Anggy Giri; Cahyani, Isah
Metodik Didaktik Vol 11, No 1 (2016): Metodik Didaktik Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v11i1.3781

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena rendahnya kemampuan siswa kelas V SDN Ciwangi kabupaten Purwakarta dalam membacakan puisi.Kemampuan membaca awal puisi mayoritas siswa memiliki kualitas yang rendah, baik dari aspek penghayatan, gerak maupun intonasi.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keefektifan pembelajaran musikalisasi dalam peningkatan kemampuan membacakan puisi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu dengan Nonrandomized pretest-posttes control group design. Penelitian dilakukan di SDN Ciwangi Kabupaten Purwakarta dengan mengambil partisipan penelitian yakni siswa kelas V yang ditentukan secara non-random menggunakan teknik purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis secara statistik melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji perbedaan dua rata-rata dengan menggunakan uji Mann-Withney.Subjek dalam penelitian ini sebanyak dua kelas. Data penelitian dikumpulkan melalui tes yang terdiri dari pretest dan postest berupa tes membacakan puisi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran musikalisasi puisi berpengaruh terhadap kemampuan membacakan puisi siswa Hal ini dibuktikan dengan kenaikan prestasi kemampuan membacakan puisi dari rata-rata hasil perolehan nilai pada kelas eksperimen 36,27 pada saat pretest menjadi 76,93 pada saat posttest.
PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN LEARNING CYCLE 7E TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN IPA Rosani, Ani; Muqodas, Idat; Putri, Suci Utami
Metodik Didaktik Vol 13, No 1 (2017): Metodik Didaktik Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v13i1.7694

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh temuan penelitian terdahulu yang menujukkan masih terindikasinya pembelajaran IPA yang tidak memberikan siswa kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pembelajaran IPA hanya sebatas menghafal teori, penyampaian materi dalam bentuk permasalahan jarang diberikan, dan siswa kurang terlibat dalam pembelajaran. Ini menyebabkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran learning cycle 7e terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran IPA materi cahaya dan sifatnya. Metode penelitian yang dipilih adalah kuasi eksperimen dengan the nonequivalent control group design. Sampel yang digunakan sejumlah 71 siswa yang terdiri dari siswa kelas VB dan VC di satu sekolah dasar negeri di Kecamatan Cikampek Karawang. Penelitian ini menggunakan instrumen tes berbentuk essay, lembar observasi aktivitas siswa dan guru. Hasil uji beda rata – rata skor pretest menunjukkan sig.(2-tailed) α (0,05), artinya bahwa kelas eksperimen dan kontrol memilik kemampuan yang setara sebelum adanya perlakuan. Sedangkan hasil uji beda rata – rata skor posttest menunjukkan sig.(2-tailed) α (0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara siswa yang belajar IPA dengan menerapkan model learning cycle 7e dan siswa yang belajar IPA tanpa menerapkan model learning cycle 7e. N-gain kelas eksperimen menujukkan rata – rata peningkatan dengan kategori sedang. Sedangkan n-gain kelas kontrol menujukkan rata – rata peningkatan dengan kategori rendah. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa pembelajaran IPA dengan menerapkan model  learning cycle 7e lebih efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan pembelajaran IPA tanpa menerapkan model  learning cycle 7e.
UPAYA BIMBINGAN BAGI SISWA UNDERACHIEVER Sulistiana, Dewang; Muqodas, Idat
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3228

Abstract

Salah satu indikator pencapaian keberhasilan belajar siswa dapatdilihat dari prestasi. Namun, tidak semua siswa dapat mencapai prestasisesuai dengan potensi yang dimiliki, banyak di antara siswa tidakmenampilkan hasil optimal atau underachiever. Underachiever merupakansuatu masalah yang sangat komplek dalam dunia pendidikan. Banyak latarbelakang yang mempengaruhi siswa underachiever karena permasalahansiswa underachiever akan terjadi di kemudian hari. Upaya bimbingan bagisiswa underachiever dapat dilakukan dengan meningkatkan konsep diri,meningkatkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik, mengajari cara belajar (studyskills), manajemen waktu dan mengatasi kekurangannya dalam hal akademik.Secara teknik sembilan tahapan layanan bimbingan yang ditawarkan bisamenjadi solusi untuk memberikan membantu siswa underachiever.
PEMBELAJARAN SENI MUSIK TEMATIK SEBAGAI IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Ridwan, Ridwan
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7685

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendiskusikan implementasi kurikulum 2013 yang diyakini adalah kurikulum kekinian yang mampu menjawab tantangan zaman, terkait dengan persaingan global. Kurikulum 2013 merupakan sebuah pembelajaran yang menekankan pada aspek afektif atau perubahan perilaku dan Kompetensi yang ingin dicapai adalah kompetensi yang berimbang antara sikap, keterampilan, dan pengetahuan, disamping cara pembelajarannya yang holistik dan menyenangkan. Di dalam artikel ini dibahas bagaimana implementasi kurikulum 2013 pada mata pelajaran seni budaya dan keterampilan (SBK). Dengan pendekatan dan metode kualitatif, data diperoleh dengan cara wawancara, studi pustaka, kajian elektronik (internet) dari berbagai sumber dan dari pengalam empiris peneliti. Menyajikan hasil bahwa dengan menggunakan kurikulum 2013, diterapkan dengan pendekatan yang baik dan benar mampu mengimplementasikan pembelajaran seni musik berbasis tematik.
PEMBELAJARAN TARI ANAK-ANAK DENGAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI SOSIAL DAN KOMPETENSI KEPRIBADIAN MAHASISWA PGPAUD KAMPUS UPI DI PURWAKARTA Wulandari, Hayani
Metodik Didaktik Vol 11, No 1 (2016): Metodik Didaktik Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v11i1.3786

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian melalui pembelajaran seni tari. Model discovery learning merupakan salah satu model yang dapat ditumbuhkan dalam pendidikan seni tari. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai kompetensi yang harus dimiliki oleh guru beserta karakteristiknya, berbagai metode yang dapat membantu implementasi pembelajaran seni tari untuk meningkatkan kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian mahasiswa PGPAUD. Data diperoleh dari studi literatur, observasi dan dokumentasi. Artikel ini menyimpulkan bahwa melalui model discovery learning dapat meningkatkan berbagai kompetensi calon guru PGPAUD
PENGARUH STRATEGI PENYULUHAN DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEPEDULIAN KESEHATAN LINGKUNGAN Pratomo, Suko
Metodik Didaktik Vol 9, No 2 (2015): Metodik Didaktik Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v9i2.3251

Abstract

The Objective of the research is to study the effect of the extension strategy, the educational level and the interaction effect of those two variables to concern on the environmental health. The research was conducted in Purwakarta Regency with a sample of 36 housewives by using an experiment with analysis technique was used ANAVA with 2 lines; 2x2 factorial design, significantly α: 0,05. Based on the results of these research are: 1) Basically we could find the influence towards the housewives concern on the environmental health of using the cooperative extension strategy and the presentation strategy. 2) The housewives who have high educational level more highly concern towards the environmental health than of those who received presentation. 3) The housewives who have low educational level and received presentation strategy more highly concern towards the environmental health than of those who received cooperative strategy. 4) There is an interaction between extension strategy and the educational level towards the housewives concern on the environmental health.
PENERAPAN MODEL NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SEKOLAH DASARUNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA KELAS IV SDN DAWUAN TIMUR II MJ, Gina Sonia; Iskandar, Sofyan; Mulyani, Srie
Metodik Didaktik Vol 13, No 1 (2017): Metodik Didaktik Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v13i1.7690

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dawuan Timur II yang bertujuan untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial  IPS Siswa  Sekolah Dasar dengan menerapkan Model Numbered Head Together (NHT). Latar belakang penelitian ini mengacu pada studi pendahuluan yang telah dilakukan bahwa keterampilan sosial siswa masih rendah, hal tersebut dapat dilihat dari perilaku siswa yang masih belum baik selama proses pembelajaran berlangsung, berdasarkan data lapangan yang sudah dilakukan, siswa memiliki sikap yang kurang baik seperti siswa tidak memperhatikan penjelasan guru pada saat pembelajaran berlangsung, tidak mendengarkan penjelasan guru dan siswa tidak menghargai temannya ketika ada yang sedang berbicara di depan kelas, kemudian siswa sering membuat keributan di dalam kelas dan tidak mau untuk mengerjakan tugas. Salah satu solusi yang dianggap tepat adalah  dengan menerapkan Model Numbered Head Together (NHT) karena model ini dapat meningkatkan suatu interaksi dan komunikasi siswa satu dengan yang lainnya, selain itu juga model ini memiliki kelebihan yang lain yaitu dapat bekerja sama dan menghargai pendapat orang lain, melatih siswa untuk bisa menjadi tutor sebaya, memupuk rasa kebersamaan, membuat siswa menjadi terbiasa dengan perbedaan. Dan model pembelajaran ini mengacu pada interaksi sosial sehingga pembelajaran Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan hubungan sosial antarsiswa. Sehingga aktivitas siswa dapat meningkat baik secara individu maupun kelompok. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan desain penelitian Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Instrumen yang digunakan yaitu Lembar observasi Aktivitas siswa dan lembar observasi keterampilan sosial siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keterampilan sosial siswa pada pembelajaran IPS. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan setiap siklusnya. Pada siklus 1 hasil keterampilan sosial siswa memperoleh persentase sebesar 42%, pada siklus 2 meningkat menjadi 62%, dan pada siklus ke 3 meningkat kembali sebesar 86%. Dengan demikian kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan model Numbered Head Together (NHT) dapat meningkatkan keterampilan sosial IPS siswa Sekolah Dasar.
PENERAPAN STRATEGI METAKOGNISI DAN BERPIKIR KRITIS DALAM MENULIS ARGUMENTASI PADA MAHASISWA PGSD UPI KAMPUS PURWAKARTA Nurmahanani, Indah
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3242

Abstract

Kemampuan menulis argumentasi merupakan salah satu bekal ilmu yangharus dimiliki oleh mahasiswa calon guru Sekolah Dasar. Hasil menulis argumentasi yang dipublikasikan oleh mahasiswa akan menjadi jendela informasi bagi pembaca di era globalisasi dewasa ini. Akan tetapi, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa kemampuan menulis khususnya argumentasi pada mahasiswa PGSD banyak mengalami kendala. Sebagian besar mahasiswa merasa sulit mengembangkan pendahuluan, belum dapat menyuguhkan fakta, sistematika gagasan yang dikemukakan masih terloncat-loncat, dan kemampuan menulis berdasarkan analisismasih belum baik. Selain itu, strategi pembelajaran dalam menulis argumentasi kurang tepat, proses menulis argumentasi kurang mengarah pada pencapaian tujuan akhir/publikasi, proses menulis lebih mengutamakan aspek teori kepenulisan, dan latihan pengembangan tulisan argumentasi kurang dibahas mendetail secara konsisten. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan menulis argumentasi pada mahasiswa PGSD maka dalam proses pembelajarannya dilakukan melalui strategi metakognisi dan berpikir kritis. Hal ini disebabkan melalui strategi ini, mahasiswa harus merencanakan, memantau dan mengendalikan pikirannya dalammenulis. Selain itu berpikir kritis diperlukan oleh mahasiswa untuk memahami masalah, menilai dengan berdasarkan analisis pada informasi dari berbagai sumber, dan menarik kesimpulan dengan penalaran logis.

Page 3 of 15 | Total Record : 147