cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Metodik Didaktik
ISSN : 19076967     EISSN : 25285653     DOI : https://doi.org/10.17509
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 147 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN REPRESENTASI MATEMATIS SISWA Graciella, Misel; Suwangsih, Erna
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3180

Abstract

Kemampuan representasi matematis yang dimiliki siswa kelas IV SDN 17 Nagri Kaler masih tergolong rendah. Hal itu disebabkan karena dalam proses pembelajaran matematika yang diterapkan di SDN 17 Nagri Kaler masih bersifat konvensional, yaitu pemberian materi langsung pada tahap simbolik, pemberian contoh-contoh serta soal latihan, menyebabkan siswa cenderung menghafal materi dan bekerja secara procedural. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan langkah-langkah pembelajaran matematika realistik dalam pembelajaran materi pokok pecahan untuk siswa kelas IV SDN 17 Nagri Kaler tahun pelajaran 2014/2015, (2) mengetahui peningkatan kemampuan representasi siswa kelas IV SDN 17 Nagri Kaler tahun pelajaran 2014/2015 tentang materi pokok pecahan melalui pembelajaran matematika realistik. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan pada siswa kelas IV SDN 17 Nagri Kaler Purwakarta. Berdasarkan data hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan matematika realistik dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan representasi matematis siswa dan aktivitas siswa kelas IV di IV SDN 17 Nagri Kaler.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Widodo, Suprih
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7681

Abstract

Karakter sangatlah penting untuk dikembangkan karena karaker adalah jati diri bangsa dan diperlukan dalam menguatkan dasar-dasar nilai yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Ketahanan nilai, budaya sebagai identitas yang harus dimiliki dan terus dijaga oleh generasi muda, dalam menghadapi masuknya budaya asing ke Indonesia. Kajian ini mendeskripsikan dan menganalisis bagaimana pendidikan karakter diterapkan dalam proses pembelajaran matematika di sekolah dasar
PENGARUH MODEL COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) DAN COOPERATIVE SCRIPT(CS) TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR Humairoh, Siti; Rahman, Rahman
Metodik Didaktik Vol 11, No 1 (2016): Metodik Didaktik Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v11i1.3782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan model  Cooperative Script terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa sekolah dasar.  Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain yang digunakan adalah “prstest-posttest two treatment desaign”. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri Karangreja 04 Kabupaten Bekasi. Teknik pengambilan sampel  yaitu dengan teknik sampling jenuh dimana semua populasi dijadikan sampel. Intrumen yang digunakan berupa prates dan pascates dan lembar observasi. Sistem pengolahan data ini menggunakan software SPSS16.0 dan Microsoft Excel 2007. Hasil yang diperoleh dari penelitian adalah: (1) Penerapan Model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam pembelajaran membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, (2) Model Cooperative Script dalam pembelajaran membaca dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa, (3) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa antara siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca pemahaman dengan model Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dan siswa yang mendapatkan pembelajaran membaca pemahaman dngan model Cooperative Script. (4)  Peningkatan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan model  Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) lebih tinggi dibandingkan dengan model Cooperative Script.
PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN APLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR Kurniawan, Neng Mumun; Sumiati, Tati
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3229

Abstract

Penulisan karya ilmiah ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yangbelum memahami konsep materi dan jawaban yang kurang tepat dalammenyelesaikan soal yang diberikan oleh guru. Selain itu ditemukan siswa yangmeskipun mendapat nilai yang tinggi tetapi tidak mampu menerapkan apa yangdiperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Peran siswa lebih banyak hanya menerimainformasi dari guru yang kemudian dihapalkan untuk ujian dan mendapatkan nilai.Hal tersebut diakibatkan karena kurang aktifnya siswa dalam proses pembelajaran,dimana metode atau pendekatan pembelajaran yang digunakan masih berpusatpada guru. Oleh karena itu diperlukan suatu cara belajar yang dapat meningkatkanpemahaman konsep siswa dalam pembelajaran IPA. Salah satu pendekatantersebut adalah pendekatan Contextual Teaching and Learning. PendekatanContextual Teaching and Learning merupakan suatu pendekatan yang mengaitkanmateri pembelajaran dengan kehidupan nyata sehingga membuat pembelajaranlebih bermakna dan mendorong siswa menerapkan pengetahuan yang dimilikinyadalam kehidupan sehari-hari. Dalam proses pembelajaran kontekstual melibatkantujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni: kontruktivisme (contructivism),menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learningcommunity), pemodelan (modeling), refleksi dan penelitian sebenarnya (authenticassessment). Dengan menerapkan pendekatan CTL dalam pembelajaran IPA,diharapkan hasil pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaranberlangsung lebih alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami,bukan sekedar transfer pengetahuan dari guru kepada siswa.
PEMBELAJARAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA DENGAN PENDEKATAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH DASAR PADA POKOK BAHASAN KONSEP BILANGAN PECAH Adjie, Nahrowi; Widodo, Suprih; Wahyudin, D.
Metodik Didaktik Vol 12, No 2 (2017): Metodik Didaktik Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v12i2.7686

Abstract

Seorang guru sejatinya pandai dalam memilih pendekatan/strategi dalam pembelajaran. Materi pemecahan masalah seringkali terlupakan karena guru sering terfokus pada pembelajaran pemahaman konsep matematika. Sedangkan materi pemecahan masalah matematika merupakan muara dari belajar konsep matematika. Materi matematika adalah abstrak dan ilmu matematika adalah ilmu deduktif, oleh karenanya siswa akan merasa kesulitan dalam belajar matematika, termasuk gurunya. Alternatif pendekatan/strategi yang dapat digunakan adalah matematika realistik. Matematika realistik akan mampu menjembatani proses pembelajaran matematika menjadi mudah dipelajari dan terasa manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan gambaran pelaksanaan pembelajaran pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik. Penelitian ini juga bertujuan untuk mendapatkan model pembelajaran matematika dalam pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik dari kelas 3 (tiga) Sekolah Dasar.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model siklus dengan langkah-langkah (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Observasi, dan (4) Refleksi. Hasil penelitian yang diharapkan adalah: (1) Tersusunnya silabus dan RPP matematika yang mengacu pada pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika relistik, yang melibatkan penggunaan bilangan pecah; (2) Tersedianya media dan sumber belajar pembelajaran pemecahan masalah matematika dengan pendekatan matematika relistik di sekolah dasar; (3) Tersedianya alat evaluasi proses pembelajaran matematika yang mengacu pada pokok bahasan pemecahan masalah matematika dengan menggunakan pendekatan matematika realistik. 
PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGENAL BENTUK GEOMETRI PADA ANAK USIA DINI MELALUI PERMAINAN MENCARI HARTA KARUN Rachmat, Nur Asiah; Sumiati, Tati
Metodik Didaktik Vol 11, No 1 (2016): Metodik Didaktik Juli 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v11i1.3787

Abstract

Permasalahan yang menyangkut aktivitas anak dalam proses pembelajaran mengenal bentuk geometri, dapat dilihat dari sebagian besar anak yang tidak tertarik dan tidak senang dalam pembelajaran. Hal tersebut ditunjukkan dengan tidak memperhatikan guru yang sedang menjelaskan di depan kelas. Sebagian besar anak terlihat bersikap pasif terhadap kegiatan pembelajaran. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam pembelajaran di TK adalah bermain. Kegiatan mengenal bentuk geometri dapat dilakukan dengan mengamati lingkungan sekitar dan mencari bentuk-bentuk yang akan diperkenalkan pada saat belajar mengenal bentuk dan diperkenalkanlah pada anak bentuk bujur sangkar, segitiga, lingkaran dan aneka bentuk lainnya, kemudian beri kesempatan anak untuk belajar mengamati bentuk geometri melalui kegiatan mengelompokkan benda berdasarkan bentuk geometri yang sama. Permainan mencari harta karun merupakan permainan yang dilakukan dengan tujuan mencari benda yang disembunyikan (Hidden Object). Secara umum permainan mencari harta karun bertujuan untuk mengembangkan konsep analisis data dan probabilitas, mengklasifikasikan bentuk dan warna, permainan ini dapat mengembangkan kemampuan menganalisis bentuk dan warna sehingga anak dapat mengenal bentuk dan warna. Permainan ini juga dapat mengeksplorasi imajinasi anak sehingga anak benar-benar dalam kenyataan mencari harta karun.
PENDIDIKAN UMUM DALAM PRESPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN TR, Burhanuddin
Metodik Didaktik Vol 9, No 2 (2015): Metodik Didaktik Januari 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v9i2.3252

Abstract

Pada tataran Pendidikan Umum sebagai General Education, tata hidup dankehidupan antar sesama mengacu pada mengembangkan keseluruhankepribadian manusia dalam kaitannya dengan kehidupan bermasyarakat serta lingkungan hidup lainnya, dengan satu tujuan agar: 1) manusia memiliki wawasan yang menyeluruh tentang segala aspek kehidupan, serta 2) memiliki kepribadian yang utuh. Istilah menyeluruh dan utuh merupakan dua terminologi yang memerlukan isi dan bentuk yang disesuaikan dengan konteks sosial budaya dan keyakinan suatu bangsa. Pendidikan Al-Islam dan pendidikan kewarganegaraan menghendaki masyarakat yang universal, seia-sekata, ringan sama dijinjing, dan berat sama dipikul. Tidak menghendaki adanya sistem prioritas kemakmuran suatu kelompok, akan tetapi kemakmuran dalam suatu kelompok seyogianya mampu mengangkat derajat kemakmuran kelompok yanglemah, sehingga kaum yang lemah pada gilirannya dapat diangkat dari lembah kemiskinan. Lebih kasat mata, dalam pendidikan Al-Islam ada sasaran khusus yakni membangun manusia agar mampu bertaqarrub kepada Allah Swt. dengan benar, dan dapat layak hidup sebagai manusia.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI ENERGI GERAK DALAM PEMBELAJARAN IPA SEKOLAH DASAR Yulindaria, Lia; Cahyani, Isah
Metodik Didaktik Vol 13, No 1 (2017): Metodik Didaktik Juli 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v13i1.7691

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran IPA yang monoton, yaitu mengunakan metode ceramah sehingga kurang melibatkan aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran yang mengakibatkan siswa jenuh dan kesulitan dalam memahami materi pelajaran sehingga hasil belajar siswa rendah. Penerapan pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) dijadikan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut. CTL mengutamakan pengalaman nyata, berfikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa aktif, kritis dan kreatif, pengetahuan bermakna, dan kegiatannya bukan mengajar tetapi belajar. Selain itu keunggulan lain yakni kegiatannya lebih kepada pendidikan bukan pembelajaran, sebagai pembentukan manusia, memecahkan masalah, siswa aktif guru mengarahkan, dan hasil belajar diukur dengan berbagai alat ukur tidak hanya tes saja. Adapun tujuan penelitian yaitu : untuk mengetahui aktifitas dan hasil belajar siswa kelas III SD Plus 2 Al-Muhajirin setelah menerapkan pendekatan CTL. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, yaitu penelitian yang digunakan untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Penelitian ini terdiri dari deskripsi awal, siklus satu dan siklus dua. Masing-masing siklus meliputi beberapa tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar siswa, angket dan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada siklus I, siswa yang memdapatkan nilai sesuai KKM (75) sebanyak 21 siswa dari 33 siswa dengan nilai rata-rata 77.87 dan daya serap klasikal sebesar 63.63%. Sedangkan pada siklus II, siswa yang mendapat nilai sesuai KKM sebanyak 29 siswa dari 33 siswa dengan nilai rata-rata 90.61 dan daya serap klasikal sebesar 93.94%. Aktivitas  siswa meningkat dari 66.99% di siklus I, menjadi 87.77 di siklus II. Demikian pula dengan respon siswa terhadap pembelajaran mencapai 96.6% yang berarti dengan penerapan pendekatan CTL pun dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan  siswa dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi Energi Gerak.
PENERAPAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LERNING DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SD UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Ruskandi, Kanda; Ferdian, Yuda
Metodik Didaktik Vol 10, No 1 (2015): Metodik Didaktik Juli 2015
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i1.3243

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemikiran derasnya arus informasiyang masuk ke Indonesia sebagai dampak dari kemajuan di bidang teknologiinformasi dan komunikasi yang tidak semuanya semua dengan kepribadianbangsa. Untuk menangkal pengaruh negatif tersebut diperlukan manusia yang dapat menyaring dan menyeleksi melalui kemampuan dan keterampilanberpikir kritis. Berdasarkan kenyataan menunjukkan bahwa keterampilanberpikir kritis siswa khususnya siswa kelas IV SD Negeri Karangtanjung Imasih rendah. Hal tersebut terlihat kurang aktifnya para siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kondisi tersebut tentu saja tidak hanya disebabkan oleh faktor siswa semata, akan tetapi mungkin oleh faktor guru yang tidak variatif dalam mengembangkan berbagai pendekatan pembelajaran yang bersifat inovatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran mengenai kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan contextual teaching ang learning (CTL), keterampilan berpikir kritis siswa, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS. Penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subjek penelitian adalah guru kelas IV SD Negeri Karangtanjung I dan siswanya berjumlah 30 orang siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah pedoman observasi untuk guru dan siswa, serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan CTL dalam pembelajaran IPS di SD Negeri Karangtanjung I Karawang dengan materi pokok kegiatan ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam selain dapat meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang inovatif, juga dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dan hasil belajar.
PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR Ananda, Tegar; Putri, Hafiziani Eka
Metodik Didaktik Vol 10, No 2 (2016): Metodik Didaktik Januari 2016
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/md.v10i2.3181

Abstract

Pendekatan inkuiri merupakan salah satu pendekatan yang dapat diterapkan pada pembelajaran matematika di sekolah dasar. Inkuiri merupakan pendekatan penemuan namun berbeda dengan penemuan pada pendekatan discovery. Inkuiri lebih menekankan pada pencarian. Inkuiri menuntut siswa untuk menjadi seorang peneliti atau ilmuwan, namun dalam konteks pembelajaran, siswa masih dibimbing oleh guru, maka dari itu inkuiri dikatakan sebagai pendekatan penemuan terbimbing. Inkuiri dapat dilakukan melalui beberapa langkah sistematis, yaitu: 1) Merumuskan masalah; 2) Mengajukan hipotesis; 3) Mengumpulkan data; 4) Menguji hipotesis berdasarkan data yang dikumpulkan; dan 5) Membuat kesimpulan. Penerapkan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran matematika dapat membantu siswa belajar menemukan asal-usul sebuah rumus, konsep, ataupun teori matematika.

Page 4 of 15 | Total Record : 147