cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
OPTIMALISASI PRODUKTIVITAS ALAT MUAT DAN ALAT ANGKUT DALAM MENCAPAI TARGET PRODUKSI PADA PT. SEMEN BOSOWA KABUPATEN MAROSPROVINSI SULAWESI SELATAN Arif Nurwaskito
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (578.253 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.34

Abstract

Alat muat dan alat angkut adalah alat yang sangat berpengaruh dalam mencapai target produksi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui produktivitas dan fakto-faktor yang mempengaruhi produktivitas dari alat muat dan alat angkut agar tercapai target produksi. Metode pengambilan data penelitian yang peneliti gunakan yaitu deskriptif kuantitatif, data-data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data efisiensi kerja, fill factor,  swell factor,  cycle time, produktivitas alat muat, dan produktivitas alat angkut kemudian disintesa untuk memperoleh nilai produktivitas. Kemampuan produksi yang ditentukan dengan perhitungan secara teoritis adalah 436,551 Ton/Jam x 7 jam = 3.055,857 Ton/ shift, karena dalam sehari terdapat 3 shift maka produksi yang dihasilkan dalam satu hari adalah 3.055,857 Ton/ shift x 3  shift = 9.167,571 Ton/hari. Faktor-faktor penghambat antara lain kondisi jalan  hauling yang memiliki medan mendaki dan berkelok-kelok, antrian di area  stockpile,  keserasian alat muat dan alat angkut yang kurang ideal, dan pola pemuatan. Adapun cara yang perlu dilakukan untuk memenuhi target produksi pelebaran jalan, perubahan Pola pemuatan, keserasian alat muat dan alat angkut,  blasting yang dilakukan menghasilkan material-material yang mudah diolah oleh  crusher  agar tidak terjadi antrian di area stockpile.  Target produksi tidak tercapai hanya menghasilkan 9.167,671 Ton/hari dimana target produksi yang ditargetkan adalah 10.000 Ton/hari, perlunya pelebaran jalan sebejar 6 meter agar dapat bekerja secara optimal, perubahan pola pemuatan dari  bottom loading  menggunakan  double back up,  hasil  blasting  harus menghasilkan material yang mudah di olah  crusher  agar alat angkut tidak bertumpuk diarea  stockpile  dan dapat bekerja secara optimal
ANALISIS KEMAJUAN PENAMBANGAN BATUBARA MENGGUNAKAN SOFTWARE DAN PRISMOIDAL DI KALIMANTAN TIMUR Arifuddin Ramli
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.495 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.93

Abstract

Pada umumnya pertambangan batubara diindonesia menggunakan metode penambangan tambang terbuka, salah satu penentu keberhasilan metode penambangan ini adalah pengupasan batuan penutup atau over burden yang berada di atas lapisan batubara itu sendiri. Maka dari itu tujuan penelitian ini adalah menghitung dan menganalisis kemajuan penambangan pada kegiatan pengupasan over burden. Dalam penelitian ini dilakukan pengukuran cress, toe, dan spot pada pertambangan batubara menggunakan total station, dari hasil pengukuran ini diolah kemudian dibandingkan volume over burden yang terkupas menggunakan surpac dan prismoidal. Hasil volume over burden yang tertambang dengan surpac minggu pertama yaitu 10,643 m3, minggu kedua 54,556 m3, dan pada minggu ketiga 63,596 m3, sedang hasil perhitungan dengan prismoidal pada minggu pertama 11,66 m3, minggu kedua 53,99 m3, dan pada minggu ketiga 64,64 m3. Jadi dari hasil perbandingan penambangan volume pengupasan  over burden antara surpac dan prismoidal pada minggu pertama 1,02, minggu kedua 0,56, dan pada minggu ketiga 1,05. Berdasarkan perbandingan disimpulankan bahwa hasil perhitungan surpac dan prismoidal memiliki perbandingan yang cenderung sama.
ANALISIS FAKTOR KEAMANAN GEOMETRI LERENG DISPOSAL DAN MENGETAHUI JUMLAH VOLUME DISPOSAL OPTIMAL Arif Nurwaskito
Jurnal Geomine Vol 4, No 3 (2016): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1004.913 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i3.72

Abstract

Kestabilan lereng berkaitan dengan kelongsoran yang merupakan proses perpindahan massa tanah secara alami dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah, kestabilan lereng dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu jarak muka air tanah, sudut kemiringan lereng, nilai kuat geser tanah dan jenis tanah lapisan penyusunnya yang memiliki nilai kohesi dan sudut geser dalam yang berbeda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui stabil atau tidaknya suatu lereng yang ditampilkan dalam bentuk nilai faktor keamanan untuk menentukan batas dumping limit dan mengetahui batas volume disposalyang optimal. Tahapan dari proses analisis kestabilan lereng ini dilakukan dengan menggunakan metode Fellenius, yang dalam proses analisisnya menggunakan software Geoslope/W. Parameter yang digunakan yaitu sudut geser dalam, kohesi, dan berat jenis tanah. Untuk menghitung jumlah volume disposal digunakan metode penampang. Berdasarkan hasil analisis dari kedua section A dan B menggunakan metode Fellenius diperoleh nilai faktor keamanan yang termasuk kedalam lereng stabil yaitu lereng section A-A' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,298, 1,291, 1,285, 1,264, 1,241. Lereng section B-B' dari jarak 10 meter sampai 50 meter diperoleh nilai Fk = 1,294, 1,292, 1,263, 1,250, 1,248. Luas yang diperoleh dari penampang A dan B = 897 m2, penampang C dan D = 3.055 m2, dan penampang E dan F = 4.584 m2 dari luas penampang tersebut akan diperoleh jumlah volume disposal yang dapat ditampung disposal. Batas dumping limit yang direkomendasikan dari perhitungan faktor keamanan yang telah dihitung adalah maksimal 15 m dari setiap crest desain lereng disposal dan jumlah volume overburden optimal yang dapat ditampung disposal yaitu 222.834 m3.
STUDI PENENTUAN KANDUNGAN SULFUR ( SULPHUR ANALYSIS ) ) DALAM BATUBARA PADA PT GEOSERVICES SAMARINDA KALIMANTAN TIMUR Andi Artiningsih
Jurnal Geomine Vol 2, No 1 (2015): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.516 KB) | DOI: 10.33536/jg.v2i1.25

Abstract

Batubara merupakan bahan galian yang strategis dan salah satu bahan energi nasional yang mempunyai peran besar dalam pembangunan nasonal.Tujuan dari penelitian adalah untukmengetahui jumlah persentase kandungan sulfur dalam batubara dan dampak kandungan sulfur terhadap pemanfaatannya dalam bidang industri. Adapun metode yang digunakan dalam pengambilan data yaitu dengan melakukan preparasi sampel dengan cara penimbangan, penggilingan, pencampuran, pengeringan dan milling, setelah itu dianalisis Furnace  TS untuk mendapatkan persentase kadar sulfur dari sampel tersebut. Persentase kadar sulfur dari lima sampel yang dianalisis yaitu sampel B1 memiliki kadar sulfur 1,56%, sampel B2 memiliki kadar sulfur 1,16%, sampel B3 memiliki kadar sulfur 1,23%, sampel B4 memiliki kadar sulfur 1,43%, dan sampel B5 memiliki kadar sulfur 1,36%. Maka dari kelima sampel tersebut di dapatkan nilai rata-rata yaitu 1,34%. Dari kelima sampel yang diteliti dengan rata-rata kandungan kadar sulfur 1,34% tidak layak untuk digunakan dalam bidang industri pabrik semen karena melebihi parameter yang dibutuhkan yaitu maksimal 0,80%, dan begitupun penggunaanya dalam industri PLTU karena total sulfurnya melebihi parameter kebutuhan yaitu maksimal 0,40%.
IDENTIFIKASI SEBARAN NIKEL LATERIT BERDASARKAN HASIL TEST PIT KECAMATAN KABAENA KABUPATEN BOMBANA PROVINSI SULAWESI TENGGARA Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 5, No 2 (2017): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.384 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i2.134

Abstract

Test pit merupakan salah satu kegiatan eksplorasi yang dilakukan untuk memperoleh gambaran yang representative mengenai bentuk dan letak endapan bahan galian secara garis besar. Maksud dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sebaran endapan nikel laterit berdasarkan hasil test pit dan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran arah sebaran endapan nikel laterit. Data yang diperoleh dari hasil analisis test pit antara lain data collar, data assay dan data litologi. Dari hasil penelitian diketahui pada zona limonite nilai kadar Ni, 1,38 – 1,79 % dengan penyebaran ke arah selatan, barat dan timur laut. Pada zona saprolite nilai kadar Ni, 1,8 – 2,35% dengan penyebaran ke arah timur laut, timur, utara dan barat laut. Sedangkan pada zona bedrock nilai kadar, 0,01-0,07 % dan arah sebarannya merata. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa penyebaran endapan nikel laterit relatif mengarah ke timur laut dengan nilai kadar 1,38-2,35%.
ANALISIS PERBANDINGAN KANDUNGAN UNSUR NIKEL (Ni) DAN BESI (Fe) DARI DATA TITIK BOR DENGAN REALISASI PENAMBANGAN Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 4, No 2 (2016): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (85.116 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i2.53

Abstract

Salah satu kendala dalam penambangan nikel adalah adanya perubahan kadar nikel (Ni) dan kadar besi (Fe) dari data hasil pemboran yang tidak sesuai dengan kadar hasil realisasi penambangan. Penelitian bertujuan untuk mengetahui persentase perubahan kadar nikel (Ni) dan besi (Fe) dari data hasil pemboran dengan hasil realisasi penambangan. Metode penelitian meliputi pengolahan sampel dari hasil pemboran dan hasil realisasi penambangan di laboratorium untuk diketahui kadarnya. Tahap selanjutnya dilakukan pengolahan dan analisis data kadar untuk mengetahui rata-rata dari kadar nikel dan besi. Hasil identifikasi data titik bor menghasilkan kadar rata-rata Ni = 1,90% dan Fe = 22,86% sedangkan hasil kadar rata-rata hasil realisasi penambangan Ni = 1,86% dan Fe = 20,55%. Sedangkan kadar yang hilang akibat proses penambangan yaitu Ni = 0,04% dan Fe = 2,31%. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar hasil identifikasi data titik bor mengalami penurunan kadar setelah  ditambang, dimana persentase perubahan nikel sebesar 2,10% sedangkan besi sebesar 10.10%.
STUDI PERBANDINGAN ANTARA METODE POLIGON DAN INVERSE DISTANCE PADA PERHITUNGAN CADANGAN Ni PT. CIPTA MANDIRI PUTRA PERKASA KABUPATEN MAROWALI Sri Widodo
Jurnal Geomine Vol 3, No 1 (2015): Edisi Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.678 KB) | DOI: 10.33536/jg.v3i1.16

Abstract

Perbandingan  dua metode untuk menghitung  cadangan merupakan  kegiatan untuk mendapatkan hasil yang lebih presisi atau sesuai dengan keadaan sebenarnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan jumlah cadangan Ni antara metode poligon dan metode  inverse distance.  Adapun jenis data yang digunakan yaitu berupa data coring yang berjumlah 59 titik bor, data koordinat dari setiap lubang bor yang berada pada lokasi penelitian, dan data hasil analisis kadar laboratorium. Dari penelitian yang dilakukan, perbandingan hubungan  cut off grade  –  tonnage  bijih nikel berdasarkan dua metode yaitu poligon dan  inverse distance  didapatkan jumlah cadangan untuk metode poligon Ni 1,5% - 1,79: 346.790 ton, Ni 1,8% - 1,9%: 167.907 ton, dan Ni 2,0% :489.066 ton. Sedangkan dengan metode  inverse distance yaitu Ni 1,5% - 1,79: 490.313 ton, Ni 1,8% - 1,9%: 167.813 ton, dan Ni 2,0%: 291.618 ton. Dari data tersebut dibuatkan grafik perbandingan cut off grade  – tonnage .  Dari grafik COG menunjukkan jumlah cadangan  COG  1,5% - 1,79% dan  COG  1,8% - 1,9% dengan menggunakan metode poligon lebih sedikit dibandingkan metode  inverse distance  dan Jumlah cadangan  COG 2,0% dengan menggunakan metode poligon lebih banyak dibandingkan dengan metode  inverse distance
ANALISIS AKUIFER AIRTANAH KOTA MAKASSAR Alfian Nawir; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 6, No 1 (2018): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.528 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i1.182

Abstract

Kota Makassar yang berada di sepanjang pesisir barat pulau Sulawesi merupakan dataran rendah, terdiri dari daerah rawa dan daerah pasang-surut sehingga berdampak pada kompleksitas lapisan akuifer yang tinggi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik lapisan akuifer Kota Makassar. Metode penelitian menggunakan metode resistivity, dengan data-data penelitian meliputi nilai potensial, arus, panjang bentangan, dan jenis batuan yang terdapat di lokasi penelitian. Akuisisi data diperoleh nilai resistivity, kemudian dikorelasikan berdasarkan kesamaan nilai resistivity pada level kedalaman yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua jenis aquifer di lokasi penelitian yang berada pada kisaran 12,3 Ohm.m dan 12,9 Ohm.m. Resistivity dengan nilai 12,3 Ohm.m diinterpretasikan sebagai lapisan tufa yang mengandung air kualitas rendah (payau) sedangkan resistivity 12,9 Ohm.m diinterpretasikan sebagai lapisan tufa yang mengandung air kualitas baik (tawar). Kedua jenis aquifer baik yang mengandung air tawar atau payau berselang seling berdasarkan level kedalaman yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa karakteristik lapisan akuifer Kota Makassar menunjukkan kekhasan lapisan aquifer di Lingkungan Pengendapan Delta.
ANALISIS RESISTIVITAS BATU BARA BARRU DUSUN PALLUDA KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 5, No 1 (2017): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.138 KB) | DOI: 10.33536/jg.v5i1.98

Abstract

Batubara di daerah penelitian tidak diolah secara maksimal meskipun memiliki kualitas yang tinggi disebabkan oleh faktor kehadiran pirit namun sangat menarik untuk diteliti arah penyebarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui informasi sebaran batubara berdasarkan analisis dari nilai resistivitas di daerah penelitian. Metodelogi yang digunakan adalah pemetaan potensi batubara dengan penggunaan metode geolistrik resistivitas. Metode ini dapat memberikan informasi mengenai beda parameter fisis daya hantar listrik antar batuan bawah permukaan. Hal tersebut sejalan dengan keterdapatan batubara yang merupakan batuan sedimen berbentuk lapisan yang homogen sehingga sangat sesuai jika menggunakan metode geolistrik resistivitas. Berdasarkan hasil interpretasi geolistrik keterdapatan batubara di daerah penelitian diperoleh pada elevasi 322–324m dengan ketebalan relatif mengarah ke Tenggara daerah penelitian. Tingkat pematangan atau nilai kalori tinggi berdasarkan kenampakan megaskopis berada di Daerah Tenggara pula. Dari hasil penelitian menunjukkan nilai resistivitas batubara di daerah penelitian 100–300Ωm. Arah sebaran batubara mengarah dan menebal ke arah Tenggara yang berbanding lurus dengan penebalan lapisan penutup. 
ESTIMASI SUMBERDAYA BIJIH NIKEL LATERIT DENGAN MENGGUNAKAN METODE IDW DI PROVINSI SULAWESI TENGGARA Muh. Rafiq Rafsanjani
Jurnal Geomine Vol 4, No 1 (2016): Edisi April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.29 KB) | DOI: 10.33536/jg.v4i1.39

Abstract

Estimasi sumberdaya adalah estimasi potensi dari endapan mineral bijih yang terletak di permukan bumi untuk mengetahui apakah endapan tersebut layak untuk dilanjutkan ke proses penambangan selanjutnya yaitu perhitungan cadangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi sumberdaya dari endapan bijih nikel laterit serta mengetahui ketebalan endapan mineral, kedalaman titik bor dan topografi dari area yang diestimasi tersebut. Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data assay, collar,  litologi dan  survey  yang mana data ini akan dihitung dengan menggunakan metode  Inverse Distance Weighted  menggunakan Software Surpac 6.5 . Dari data yang ada maka diperoleh hasil yaitu ketebalan endapan mineral bijih 5 – 21m, dengan topografi perbukitan ketinggian 250 – 311mdpl, kedalaman titik bor 9 – 26m, potensi sumberdayanya dengan tonase sebesar 5.646.563 ton.

Page 9 of 23 | Total Record : 230