cover
Contact Name
Alam Budiman Thamsi
Contact Email
alambudiman.thamsi@umi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
geomine@umi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Geomine
ISSN : 24432083     EISSN : 25412116     DOI : -
Core Subject : Science,
Jurnal Geomine (JG) merupakan jurnal yang memuat artikel-artikel ilmiah yang mengkaji ilmu-ilmu dan pengembangan dalam bidang pertambangan, geologi dan geofisika. Jurnal Geomine (JG) memiliki No.ISSN : 2443-2083 (Cetak) dan No.ISSN : 2541-2116 (Online). Jurnal Geomine diterbitkan oleh Prodi Jurusan Teknik Pertambangan Fakultas Teknologi Industri Universitas Muslim Indonesia. Terbit 3 (tiga) kali dalam setahun pada Bulan April, Agustus dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 230 Documents
ANALISIS KARAKTERISTIK LIMBAH PENGOLAHAN EMAS DAN POTENSI PEMICU AIR ASAM TAMBANG PADA PERTAMBANGAN RAKYAT KELURAHAN POBOYA KAB. DONGGALA, PROV. SULAWESI TENGAH Abdullah Kilian; Sri Widodo; Nurliah Jafar
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.558 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.208

Abstract

Pengolahan emas menggunakan merkuri di Poboya menyebabkan timbulnya limbah yang dapat mengakibatkan masalah lingkungan di daerah sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi air asam tambang yang berasal dari limbah pengolahan emas. Metode yang digunakan yaitu dengan karakterisasi mineralogi dan geokimia. Hasil penelitian menunjukkan terdeteksi adanya mineral sulfida pada setiap sampel yaitu rambergit (FeMnS) dan violarit (FeNi2S4), serta mineral sulfida sekunder yaitu melanterit (FeSO4.7H2O) dan retgersit (NiSO4.6H2O). Kehadiran mineral sulfida pada sampel berpengaruh terhadap pembentukan air asam tambang. Hasil Pengujian terhadap semua sampel terdeteksi unsur- unsur yang banyak terkandung dalam air asam tambang seperti seperti besi (Fe) sebesar 6.975,88?g/g sampai 15.755,67?g/g dengan ambang batas 20?g/g, mangan (Mn) sebesar 202,66?g/g sampai 372,92?g/g dengan ambang batas 0,15?g/g, dan seng (Zn) sebesar 4,98?g/g sampai 75,04?g/g dengan ambang batas 0,06?g/g, semua unsur tersebut telah melebihi ambang batas menurut Badan Standarisasi Nasional (SNI, 2004). Hasil penelitian menunjukkan limbah pengolahan emas di lokasi penelitian berpotensi menimbulkan air asam tambang.
ANALISIS KELAYAKAN EKONOMIS UNTUK PENENTUAN PENGADAAN ALAT ANGKUT DAN ALAT MUAT PADA KEGIATAN PENAMBANGAN NIKEL SULAWESI TENGGARA Marwan Syah; Sri Widodo; Nur Asmiani
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.621 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.213

Abstract

Dalam kegiatan penambangan sangat diperlukan analisis kelayakan ekonomis untuk mendapatkan nilai ekonomis dari pengadaan alat muat dan alat angkut. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menghitung biaya beli, sewa alat muat dan alat angkut serta menganalisis nilai ekonomis antara beli, sewa dari alat muat dan alat angkut. Dalam penelitian ini, data yang digunakan berupa data target produksi, harga beli, harga sewa alat angkut dan alat muat, biaya produksi, biaya maintenance dan gaji operator, kemudian diolah menggunakan persamaan Net Present Value untuk mendapatkan nilai ekonomis biaya beli, sewa alat muat dan alat angkut. Dari hasil analisis diperoleh harga beli alat muat dump truck Hino 500 FM260 per unit sebesar Rp. 1.000.000.000 dan alat angkut excavator Komatsu PC200 per unit sebesar Rp. 1.675.000.000, excavator Volvo EC330B per unit sebesar Rp. 2.200.000.000, sedangkan harga sewa alat muat dump truck Hino FM260 per unit sebesar Rp. 549.600.000 dan alat angkut excavator Komatsu PC200 per unit sebesar Rp. 577.500.000, excavator Volvo EC330B per unit sebesar Rp. 735.000.000. Maka diperoleh nilai NPV alternatif beli sebesar Rp. 20.708.505.510 dan nilai NPV alternatif sewa sebesar Rp. 9.709.878.363. Dari hasil tersebut dinyatakan bahwa kedua alternatif layak dijalankan karena telah memenuhi syarat kelayakan investasi berdasarkan NPV.
ANALISIS DAMPAK POSITIF INDUSTRI TERHADAP LINGKUNGAN MASYARAKAT Samsul Samsul; Agus Ardianto Budiman; Anshariah Anshariah
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.354 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.209

Abstract

Pembangunan sektor industri sebagai bagian dari proses pembangunan nasional dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang telah membawa perubahan terhadap kehidupan masyarakat. Tujuan penelitian ini, untuk mengetahui dampak positif industri semen terhadap lingkungan masyarakat. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang meliputi koordinat lokasi dan kuesioner serta data sekunder yang berupa data pemanfaatan tenaga kerja dan Company Social Responsibility (CSR). Semua data dari hasil kuesioner atau wawancara dikumpulkan dan diolah dengan diuraikan dalam bentuk tabel untuk dapat dibagi kelompok umur, pendidikan, dan pekerjaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa industri mempunyai dampak positif bagi masyarakat. Dari pernyataan 41 pernyataan masyarakat atau atau 100% orang yang dijadikan responden mengatakan bahwa masyarakat merasakan dampak positif industri serta pembangunan infrastruktur seperti pembangunan masjid, sarana kesehatan, sarana olahraga serta serta sarana jalan. Serta pemanfaatan tenaga kerja lokal yang berkisar 581 dari pangkep, 777 dari daerah lain atau kota di Sulawesi Selatan dan 274 dari luar Sulawesi Selatan dari 1.623 karyawan industri.
ANALISIS PENANGANAN AIR ASAM TAMBANG BATUBARA Indra Wahyudin; Sri Widodo; Arif Nurwaskito
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (231.404 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.214

Abstract

Kegiatan pertambangan batubara menggunakan sistem tambang terbuka berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan, salah satu kerusakan lingkungan adalah munculnya air asam tambang. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pengelolaan air asam tambang pada settling pond berdasarkan uji AHP (Analytic Hierarchy Process) dari parameter yang digunakan agar sesuai dengan standar bakumutu. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data hasil dokumen perusahaan berupa data potensial of hydrogen (pH) dan total suspenden solid (TSS), untuk mendapatkan nilai rata-rata bulanan settling pond pada periode tahun 2015 dan dibandingkan dengan standar baku mutu pemerintah yang diolah dan di analisis secara statistik dengan menggunakan Microsoft Excel. Hasil analisis secara statistik menunjukan bahwa kualitas air asam tambang pada settling pond WMP22 adalah pH 6.68 dikategorikan baik dan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah daerah yaitu pH 6. Sedangkan untuk nilai TSS adalah 48.09 mg/l sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian penggunaan uji AHP pada settling pond dianggap sudah efektif sebagai metode pengolahan air asam tambang.
PENDUGAAN POTENSI AIR TANAH MENGGUNAKAN GEOLISTRIK TAHANAN JENIS DAERAH PESISIR KABUPATEN LUWU PROVINSI SULAWESI SELATAN Arief Nashrullah; Sri Widodo; Hasbi Bakri; Emi Prasetyawati Umar
Jurnal Geomine Vol 6, No 2 (2018): Edisi Agustus
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.369 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i2.210

Abstract

Air merupakan kebutuhan utama bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, di Kabupaten Luwu dilakukan penelitian pendugaan potensi air tanah menggunakan geolistrik tahanan jenis. Tujuan penelitian yaitu mengetahui potensi air tanah secara umum dengan interpretasi lapisan batuan berdasarkan parameter nilai tahanan jenis untuk menentukan lapisan pembawa air tanah (akuifer). Tahap pengambilan data, dilakukan dengan pengukuran di lapangan menggunakan instrument geolistrik multi channel yang dilengkapi dengan 32 patok elektroda dengan spasi 10 meter. Data pengukuran didapatkan pada saat proses pengukuran sedang berlangsung, hasil dapat dilihat sesaat setelah pengambilan data. Koreksi terhadap nilai data yang dianggap distorsi dapat juga dilakukan langsung. Tahap pengolahan data dilakukan dengan metode komputerisasi. Hal tersebut dilakukan dengan cara, memasukkan data nilai tahanan jenis yang telah didapatkan. Kemudian, diproses menjadi sebuah gambar berupa penampang tahanan jenis lapisan batuan. Hasil interpretasi menunjukkan bahwa lintasan 01 merupakan air bersih, yang bisa didapatkan dengan cara pembuatan sumur gali dangkal dengan kedalaman 12-15 meter. Pada lintasan 02, untuk mendapatkan air bersih layak konsumsi, perlu dilakukan pengeboran air bawah tanah hingga kedalaman mencapai lebih dari 35 meter atau mencapai lapisan batuan dasar. Pada lintasan 03, keterdapatan air bersih hanya dimungkinkan dengan penggunaan bor karena kedalamannya 50 meter.
ANALISIS PROKSIMAT, SULFUR, DAN NILAI KALOR DALAM PENENTUAN KUALITAS BATUBARA DI DESA PATTAPPA KECAMATAN PUJANANTING KABUPATEN BARRU PROVINSI SULAWESI SELATAN Erwin Malaidji Erwin Malaidji; Anshariah Anshariah; Agus Ardianto Budiman Agus Ardianto Budiman
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (814.026 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.244

Abstract

Salah satu parameter utama yang menentukan suatu kegiatan pengolahan dan pemanfaatan bahan galian batubara adalah kualitas batubara. Di Daerah penelitian terdapat singkapan batubara yang perlu dilakukan analisis proksimat, sulfur dan nilai kalor untuk menentukan kualitas batubara menurut Classification of in Seam Coal (UN-ECE 1998) dan Polish Geological Institute (PGI). Sampling dilakukan pada Lapisan batubara dengan kedudukan N 255°E/5° (tebal 83 cm) menggunakan metode channel sampling. Hasil analisis di laboratorium yaitu analisis proksimat dengan nilai rata-rata untuk moisture in air dried 7,98 %, ash content 16,95 %, volatile matter 45,63 % dan fixed carbon 29,49 % dalam basis air dried basis (adb). Selain itu, untuk hasil rata-rata kandungan sulfur dan nilai kalor adalah masing-masing 0,56% dan 4460,89 kkal/gram dalam basis air dried basis (adb). Basis adb pada ash content dikonversi ke dalam basis db, yaitu 18,42 % (db). Nilai kalor dikonversi ke dalam basis daf, yaitu 24,8 Mj/kg (daf). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa batubara yang tersingkap di daerah penelitian termasuk dalam medium grade coal berdasarkan ash content (% db) dan rank batubara tersebut termasuk dalam subbituminous rank (low rank) berdasarkan nilai kalor menurut Classification of In Seam Coal (UN-ECE 1998). Selain itu, berdasarkan kandungan sulfur yang rendah ( 1%) menunjukkan bahwa batubara termasuk dalam steam coal menurut Polish Geological Institute (PGI).
ANALISIS LONGSORAN BIDANG, STUDI KASUS PADA LERENG PIT BAKAM PT KBK DI KABUPATEN KATINGAN PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Nuansa Mare Apui Ganang Nuansa Mare Apui Ganang; Budi Sulistianto Budi Sulistianto; Tri Karian Tri Karian
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1296.92 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.240

Abstract

Secara umum, kestabilan lereng batuan dikontrol oleh kehadiran struktur geologi, demikian halnya di pit Bakam dengan batuan yang ada cenderung keras sehingga potensi longsor busur cukup kecil, namun longsoran bidang dengan volume yang cukup besar terjadi pada daerah tersebut. Hal ini perlu diketahui penyebabnya dan analisis kekuatan bidang lemah perlu untuk dilakukan. Untuk itu perlu dilakukan analisis balik untuk menentukan faktor yang menyebabkan longsoran terjadi. Pendekatan menggunakan berbagai kriteria seperti kriteria Mohr-Coulomb dan kriteria Hoek-Brown dilakukan untuk mendapatkan nilai kekuatan pada bidang lemah saat longsor. Data didapatkan dengan melakukan pengamatan langsung di lapangan dan pengujian sample pada batuan yang longsor diperlukan untuk menunjang penelitian ini. Hasil Penelitian dengan menggunakan analisis balik menunjukkan bahwa bidang lemah pada lereng pit Bakam mengalami pengurangan kekuatan mekanik berupa nilai kohesi dan sudut gesek dalamnya. Untuk daerah yang longsor pada lereng SYG, bidang lemah mengalami penurunan kekuatan sampai menjadi 29,2 KPa dan sudut geser dalam 26,80 dengan nilai FK sebesar 0,99. Sedangkan pada Lereng BSW menjadi 30,6 KPa dan sudut geser dalam 33,40 dengan nilai FK sebesar 0,99. Faktor yang menyebabkan penurunan nilai kekuatan parameter ini adalah air karena longsor terjadi pada saat hujan, dan beberapa hari sebelumnya ada peledakan pada daerah yang mengalami longsor.
ANALISIS POTENSI AIR ASAM TAMBANG PADA BATUAN PENGAPIT BATUBARA DI SALOPURU BERDASARKAN KARAKTERISTIK GEOKIMIA Kasmiani Kasmiani; Sri Widodo Sri Widodo; Hasbi Bakri Hasbi Bakri
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (426.415 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.245

Abstract

Hubungan antara kegiatan penambangan dengan lingkungan selalu menjadi isu hangat hingga saat ini, salah satu bagian yang menjadi perhatian adalah adanya pencemaran air yang disebabkan oleh kegiatan penambangan yaitu masalah Air Asam Tambang (AAT). Penelitian bertujuan untuk memprediksi potensi AAT pada batuan pengapit batubara (floor dan roof) di Salopuru, Kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Pengujian ini menggunakan metode uji XRD (X- Ray Diffraction) dan Petrografi (sayatan poles). Hasil analisis XRD maupun Petrografi menunjukkan adanya mineral-mineral sulfida sebagai salah satu faktor penyebab atau pemicu sifat asam yang terkandung dalam setiap sampel. Pada lapisan floor terdapat mineral Pirit (FeS2) dan Spalerit (ZnS), sedangkan pada lapisan roof terdapat mineral Pirit (FeS2) dan Kalkopirit (CuFeS2). Sehingga berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwabatuan pengapit lapisan floor maupun lapisan roof dapat dikategorikan sebagai batuan PAF (Potentially Acid Forming).
EVALUASI BATUAN INDUK BERDASARKAN DATA GEOKIMIA HIDROKARBON PADA SUMUR PRABUMULIH, CEKUNGAN SUMATRA SELATAN Jamaluddin Jamaluddin; Johanes Gedo Sea Johanes Gedo Sea
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (630.922 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.241

Abstract

Identifikasi suatu batuan menggunakan metode geokimia hidrokarbon merupakan salah satu langkah awal untuk mengetahui apakah batuan tersebut termasuk batuan induk yang dapat berpotensi menghasilkan hidrokarbon atau tidak. Suatu batuan dapat dikatakan sebagai batuan induk apabila mempunyai kuantitas material organik, kualitas untuk menghasilkan hidrokarbon, dan kematangan termal. Pada analisis geokimia ini, data yang digunakan berupa data Rock-Eval Pyrolysis dan Vitrinite Reflectance. Berdasarkan analisis geokimia yang telah dilakukan terhadap sejumlah sampel batuan dari sumur Prabumulih, karakteristik potensi batuan induk memiliki tingkat kekayaan material organik berkisar antara 0.25%-58.05%. Hal ini mengindikasikan batuan induk pada sumur tersebut berkisar antara berpotensi rendah, baik hingga sangat baik. Tipe material organik pada penelitian berupa tipe kerogen II/IIIb-III yang berpotensi menghasilkan gas/minyak dan gas. Batuan sedimen Formasi Lahat pada kedalaman 3050 m – 3055 m berpotensi bagus sebagai pembentuk hidrokarbon, sedangkan awal pembentukan minyak bumi terjadi pada kedalaman 2575 m. Lima sampel batubara Formasi Talang Akar yaitu pada kedalaman 2265 m, 2715 m, 2762 m, 2929 m, dan 3025 m berpotensi besar menjadi batuan sumber hidrokarbon bila telah mencapai kematangan termal. Hasil dari analisa yang dilakukan menunjukkan bahwa sampel dari Sumur Prabumulih cukup berpotensi hingga berpotensi baik sebagai batuan induk.
SILICIFIED COAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PENAMBANGAN DI DAERAH ARAHAN, KABUPATEN LAHAT, SUMATERA SELATAN Rahmad Hidayatullah Rahmad Hidayatullah; Stevanus Nalendra Jati Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Geomine Vol 6, No 3 (2018): Edisi Desember 2018
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1396.681 KB) | DOI: 10.33536/jg.v6i3.246

Abstract

Pada kegiatan penambangan, silicified coal sangat mempengaruhi kualitas batubara, selain kuantitas dari produksi batubara, kualitas juga menjadi tolak ukur keberhasilan dalam suatu proses penambangan. Salah satu tujuan dilakukannya penelitian ini adalah upaya untuk pengendalian kualitas batubara dengan cara mengurangi produksi yang melibatkan unsur pengotor salah satunya silicified coal. Daerah penelitian terletak di Desa Arahan, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan berupa studi literatur, pemetaan permukaan baik secara lateral maupun vertikal, analisis laboratorium berupa analisis petrografi dan XRD. Sampel diambil menggunakan teknik grab sampling dengan jumlah 10 sampel pada lokasi yang kemungkinan mewakili secara keseluruhan. Formasi pada daerah penelitian adalah Formasi Muaraenim yang terendapkan di lingkungan delta plain, Formasi Kasai yang tersedimentasikan di lingkungan darat. Silicified coal merupakan sisa tumbuhan yang membatu akibat penggantian komponen dengan silika. Mineral silika terbentuk dalam rekahan-rekahan, bukaan antar sel tumbuhan, dan pada cairan yang tertinggal dalam sel tumbuhan. Kenampakan fisik silicified coal pada lapisan batubara berupa layered dan lenses dan hampir sama seperti batubara berwarna hitam, tetapi memiliki nilai kekerasan yang lebih tinggi. Pada lapisan batubara daerah penelitian didominasi oleh silicified coal yang berbentuk lenses dengan tebal 10 - 40 cm. Pola sebaran silicified coal dikontrol oleh lapisan batubara. Dari hasil analisa XRD dan Petrografi silicified coal, ditemukan bahwa mineral yang mendominasi adalah mineral silika, sedikit karbon dan oksidabesi. Dari hasil observasi lapangan, pemetaan mengenai silicified coal pada lapidan batubara sangat penting dilakukan untuk menghindari penurunan kualitas produksi batubara.

Page 11 of 23 | Total Record : 230