Articles
188 Documents
ANALISIS KINERJA SIMPANG BERSINYAL SECARA TEORITIS DAN PRAKTIS
Risna Rismiana Sari
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17 No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v17i1.517
Yogyakarta merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang mengalami pertumbuhan pesat. Kota ini terkenal sebagai kota pelajar dan budaya karena mempunyai banyak institusi pendidikan. Daerah Simpang Jetis adalah salah satunya. Simpang ini merupakan salah satu simpang empat bersinyal di Yogyakarta yang memiliki arus lalulintas cukup padat karena merupakan jalur untuk menuju ke berbagai universitas dan sekolah di sekitar kawasan simpang. Penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kembali kinerja Simpang Jetis yang terdapat di lapangan saat ini dan membandingkan dengan prediksi dari perhitungan berdasarkan MKJI 1997. Analisis yang dilakukan meliputi arus jenuh, waktu siklus, kapasitas dan derajat kejenuhan serta perilaku lalulintas. Dari hasil analisis, didapatkan perbedaan nilai dari hasil observasi dan prediksi. Perbedaan ini dikarenakan berbedanya faktor penyesuaian dan kondisi yang dipertimbangkan. Dalam analisis berdasarkan MKJI 1997, analisis didasarkan pada kondisi lalulintas ideal yang sesuai dengan peraturan. Tetapi yang terjadi di lapangan tidak selalu demikian. Maka nilai analisis hasil obsevasi dianggap lebih dapat digunakan untuk dijadikan bahan evaluasi terhadap kondisi simpang karena data dan analisis didasarkan pada kondisi sebenarnya di lapangan.
PERANCANGAN BAK PRASEDIMENTASI
R. Esther Ambat;
R. Andjar Prasetyo
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17 No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v17i1.518
Sistem penyediaan air minum harus dapat menyediakan air yang memadai dari segi kualitas maupun kuantitas. Fungsi utama dari bangunan bak prasedimentasi (Plain Sedimentation Basins) adalah untuk menghilangkan/mencegah gravel, pasir, lumpur, maupun material kasar lainnya agar tidak masuk ke dalam Instalasi Pengolahan Air (IPA). Bila kecepatan aliran masuk pada saluran (V) 60 cm/detik, debit yang diolah (Q) 0,15 m3/detik, maka penyisihan tingkat kekeruhan yang optimal diperoleh dari bak prasedimentasi dengan dimensi: panjang 12 meter, lebar 6,7 meter dan tinggi 1,75 meter, dengan syarat pembuangan lumpur harus dilakukan secara periodik dan teratur sesuai dengan perencanaan, yaitu setiap 3 hari. Aliran air harus dijaga agar tetap tenang /tidak bergejolak (laminer) sehingga tidak mengganggu proses pengendapan secara gravitasi.
PENGUJIAN DAYA DUKUNG LAPIS TANAH DASAR (SUBGRADE) PADA TANAH TIMBUNAN UNTUK LAPISAN JALAN DENGAN ALAT DCP (DYNAMIC CONE PENETROMETER)
Tatang Sumarna
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17 No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v17i1.519
Jalan merupakan prasarana transportasi yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk melakukan mobilitas keseharian sehingga volume kendaraan yang melewati suatu ruas jalan mempengaruhi kapasitas dan kemampuan dukungnya. Kekuatan dan keawetan kontruksi perkerasan jalan sangat ditentukan oleh sifat-sifat daya dukung tanah dasar. Pengujian dilakukan dengan Calfornia Bearing Ratio (CBR) rendaman untuk bahan tanah timbunan, dan dengan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untuk prototipe subgrade jalan. Nilai CBR akan berbeda-beda sesuai dengan kedalaman lapisan yang diuji. Pada kedalaman 0-340 mm, 340-590 mm dan kedalaman 590-950 mm berturut-turut diperoleh nilai CBR rata-rata sebesar 7.62%, 19.67% dan 21.90%, lebih besar dari nilai CBR rencana yaitu 5.7%. Hal ini berarti subgrade memenuhi syarat kekuatan.
ANALISIS KEKUATAN TEKAN KAYU BERDASARKAN PKKI 1961, SNI 03-xxxx-2000 DAN SNI 7973-2013
Heri Kasyanto
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 17 No 1 (2015): Potensi: Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v17i1.523
Perkembangan peraturan di Indonesia tergolong yang paling lama jika dibandingkan dengan perkembangan peraturan konstruksi material lainnya. Sejak tahun 1961 peraturan konstruksi kayu di Indonesia secara resmi baru satu kali mengalami perubahan yaitu tahun 2013, Meskipun pada tahun 2000 secara tidak resmi sudah ada perubahan peraturan tentang konstruksi kayu. Perubahan peraturan kayu yang terjadi di Indonesia selain menyesuaikan dengan peraturan National Design Spesification (NDS) dari Amerika, juga disesuaikan dari hasil penelitian di Indonesia. Adanya perubahan peraturan kayu tersebut akan dilakukan analisis kekuatan kayu pada komponen struktur tekan berdasarkan PKKI 1961, SNI 03-xxxx-2000 dan SNI 7973-2013. Analisis yang dilakukan dalam studi ini hanya pada komponen struktur tekan sejajar serat. Hasil dari ketiga analisis ini akan dibandingkan dengan hasil experimental Pranata Y. A dan Suryoatmono B (2014), untuk itu jenis kayu dan dimensi penampang disamakan. Kayu yang digunakan adalah adalah jenis kayu ulin dan dimensi penampang adalah 50x50 mm2 dengan panjang 200 mm. Adapun berat jenis kayu ulin sebesar 1,04. Hasil analisis struktur komponen struktur tekan menunjukkan bahwa antara peraturan kayu tahun 2013 dengan tahun sebelumnya menghasilkan gaya tekanyang lebih kecil dibandingkan dari peraturan sebelumnya, sehingga peraturan kayu 2013 secara analisis lebih aman. Besarnya gaya tekan kayu jika ditinjau dari hasil experimental yang dilakukan Pranata Y A dan Suryoatmono (2014) masih pada kondisi elastis.
PERBANDINGAN KEPADATAN MARSHALL DAN KEPADATAN MUTLAK (PRD) PADA CAMPURAN BERASPAL
Ranna Kurnia
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.526
Umumnya campuran beraspal dirancang menggunakan metoda Marshall konvensional di laboratorium dengan pemadatan benda uji sebanyak 2 x 75 tumbukan untuk lalu lintas berat dan batas rongga campuran antara 3% - 5%. Hasil pengendalian mutu menunjukkan bahwa parameter kontrol dilapangan seringkali tidak terpenuhi sehingga metoda Marshall konvensional belum cukup menjamin kinerja campuran beraspal sesuai spesifikasi. Perancangan campuran beraspal dengan metoda kepadatan mutlak (PRD) dilakukan dengan batasan rongga campuran maksimum 3% dengan pemadat getar listrik (vibratory hammer) atau menggunakan pemadat Marshall. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan membandingkan parameter kepadatan campuran beraspal antara tiga metoda pemadatan yaitu Marshall 2x75 tumbukan, Marshall 2x400 tumbukan, dan vibratory hammer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada kadar aspal yang tinggi, kurva kepadatan ketiga metoda cenderung berimpit. Hal ini mengindikasikan bahwa campuran Marshall konvensional 2x75 tumbukan dapat mendekati kondisi membal (kepadatan maksimum) tanpa harus menambah jumlah tumbukan jika menggunakan kadar aspal yang tinggi.
KAJIAN PERBAIKAN SUBGRADE DARI TANAH EKSPANSIF MENGGUNAKAN SPENT CATALYST RCC 15 DAN ABU BATOK KELAPA SAWIT
Totok Hermawan;
Syahril Syahril
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.527
Hasil pengujian pada lapisan Subgrade yang dilakukan di ruas jalan tol Cisumdawu khususnya pada STA 13+500 tergolong pada jenis tanah ekspansif. Kondisi Subgrade tersebut jika tidak segera diperbaiki maka dapat mengakibatkan berbagainya jenis kerusakan pada perkerasannya. Dalam penelitian perbaikan Subgrade yang dilakukan adalah menggunakan metode stabilisasi dengan Abu Batok Kelapa Sawit dan Spent Catalyst RCC 15. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pengaruh penambahan Abu Batok Kelapa Sawit dan Spent Catalyst RCC 15 terhadap kembang susut dan daya dukung sebagai lapisan Subgrade konstruksi perkerasan ruas jalan tol Cisumdawu. Penelitian ini menghasilkan beberapa kesimpulan yaitu (1) Terjadi penurunan nilai untuk kadar air optimum, Plasticity Index, Swelling Potential dan Swelling Pressure. (2) Terjadi Kenaikan nilai untuk Berat Isi Kering, CBR Unsoaked, CBR Soaked, CBR Peram, Permeabilitas, Ca-dd dan K-dd. (3) Tercapainya campuran bahan stabilisasi yang dapat digunakan sebagai perbaikan Subgrade pada tanah ekspansif untuk standar minimal Subgrade lapisan perkerasan jalan. (4) Belum tercapainya nilai yang optimum pada campuran bahan stabilisasi yang digunakan terhadap perubahan nilai karakteristik Subgrade. (5) Hasil pengujian secara statistik yang dilakukan didapatkan suatu hubungan yang yang berarti secara statistic.
PEMERIKSAAN GEOMETRIK SIMPANG EMPAT LENGAN PASCA BEROPERASINYA BUS TMB KORIDOR III DI SARIJADI
Aisyah Alhumaira Nur Ramadhani;
Uswatun Hasanah;
Angga Marditama Sultan Sufanir;
Yackob Astor
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.533
Terdapat beberapa jalan di Kota Bandung yang tidak dapat mengakomodasi kemunculan bus TransMetro Bandung (TMB). Hal ini menimbulkan kemacetan jalan yang disebabkan berkurangnya ruangjalan untuk kendaraan lain, juga menyulitkan pengendara bus TMB terutama pada saat berbelok dibeberapa persimpangan jalan seperti yang terjadi di persimpangan jalan di daerah Sarijadi. Pemeriksaankondisi geometrik pada simpang jalan di Sarijadi ini mengacu pada beberapa pedoman diantaranya Pd.T-18-2004-B dan RSNI T-14-2004 dipakai untuk memeriksa karakteristik fungsi jalan yang ditinjau,kelas jalan dan dimensi kendaraan maksimum yang diijinkan. Selanjutnya untuk mengetahui jenislintasan belokan bus TMB digunakan pedoman Pt. T-02-2002-B yang digunakan juga sebagai pedomanuntuk pemotongan sudut apabila dibutuhkan perbaikan. Untuk menghitung panjang dan lebar perbaikanjalan digunakan pedoman Bina Marga tahun 1992 tentang Standar Perencanaan Geometrik Untuk JalanPerkotaan dan peraturan Departemen Perhubungan Mengenai Perekayasaan Tempat PerhentianKendaraan Penumpang Umum. Hasil dari pemeriksaan geometrik simpang empat lengan di Sarijadiadalah keadaan eksisting ketiga simpang yang ditinjau tidak memenuhi syarat untuk dilalui bus TMBbaik itu berdasarkan syarat lebar jalan, jenis lintasan bus, dan dimensi kendaraan maksimum. Maka dariitu perlu dilakukan perbaikan berupa pelebaran dan pembuatan lajur pergeseran.
REVIEW AND THE STATE OF THE ART PADA PERSIMPANGAN BERSINYAL DENGAN MODEL FUZZY LOGIC
Moch. Duddy Studyana
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.534
Masalah klasik kondisi lalu-lintas perkotaan adalah sering timbulnya kemacetan (jam), antrian (queue), penurunan kapasitas simpang (drop capacity) dan waktu tunggu (delay time) yang lama saat melewati persimpangan. Keberhasilan dalam menangani suatu persimpangan akan menjadikan tolok ukur guna mengevaluasi kinerja simpang (intersection performance). Kenyataan yang terjadi dilapangan pengaturan sinyal lalu-lintas (traffic light) seringkali dilakukan dengan melibatkan berdasarkan variabel yang bersifat numerik atau kuantitatif, padahal variabel yang bersifat linguistik atau kualitatif sering diabaikan dan ada kecenderungan tidak pernah dipertimbangkan. Ternyata penggunaan model fuzzy logic dapat memberikan kontribusi cukup besar dalam menangani kondisi persimpangan bersinyal, terutama pada penelitian ini dievaluasi terhadap waktu sinyal tetap (fixed time signal) dan simpang yang terisolasi (isolated intersection), karena dapat melibatkan analisa kombinasi variabel numerik dan linguistik. Hasil review dan penelaahan secara the state of the art dari beberapa penelitian terdahulu, diharapkan akan menjadi terobosan baru untuk memberikan solusi terbaik bagi pengaturan sinyal lalu-lintas, khususnya simpang terisolasi yang berada di Indonesia.
STUDI ANALISA PENGARUH BEBAN TIMBUNAN TINGGI TERHADAP RASIO PEMAMPATAN TANAH DASAR
Putu Tantri K.Sari
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.535
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pemampatan tanah dasar di kaki timbunan serta untuk mengetahui seberapa besar ratio pemampatan pada kaki timbunan dan sisi timbunan terhadap pemampatan maksimal di tengah timbunan. Besarnya ratio tersebut kemudian dibandingkan antara beberapa variable yaitu jenis tanah dasar,kedalaman tanah dasar lunak, tinggi timbunan dan lebar timbunan. Penelitian ini dilakukan dengan beberapa pendekatan empiris untuk memperoleh nilai Indeks pemampatan (Cc). Nilai Index mengembang (Cs) tanah adalah dibuat variasi antara 1/5-1/10 Cc. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah berupa ratio pemampatan tanah dasar dikaki timbunan (a), sisi timbunan (b) dan tengah timbunan (c) . Nilai a/c apabila kedalaman tanah mampu mampat 10 meter adalah 0.22 dan kedalaman tanah mampu mampat 20 meter adalah 0.27. Nilai b/c apabila kedalaman tanah mampu mampat 10 meter adalah 0.87 dan kedalaman tanah mampu mampat 20 meter adalah 0.82. Hasil studi menunjukan bahwa ratio (a/c) adalah y=0.0047x + 0.1729; ratio (b/c) adalah y=-0.0046x +0.9121.
PERBANDINGAN KEPADATAN MARSHALL DAN KEPADATAN MUTLAK (PRD) PADA CAMPURAN BERASPAL
Ranna Kurnia
Potensi: Jurnal Sipil Politeknik Vol 18 No 2 (2016): Potensi : Jurnal Sipil Politeknik
Publisher : Politeknik Negeri Bandung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35313/potensi.v18i2.536
Umumnya campuran beraspal dirancang menggunakan metoda Marshall konvensional di laboratorium dengan pemadatan benda uji sebanyak 2 x 75 tumbukan untuk lalu lintas berat dan batas rongga campuran antara 3% - 5%. Hasil pengendalian mutu menunjukkan bahwa parameter kontrol dilapangan seringkali tidak terpenuhi sehingga metoda Marshall konvensional belum cukup menjamin kinerja campuran beraspal sesuai spesifikasi. Perancangan campuran beraspal dengan metoda kepadatan mutlak (PRD) dilakukan dengan batasan rongga campuran maksimum 3% dengan pemadat getar listrik (vibratory hammer) atau menggunakan pemadat Marshall. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji dan membandingkan parameter kepadatan campuran beraspal antara tiga metoda pemadatan yaitu Marshall 2x75 tumbukan, Marshall 2x400 tumbukan, dan vibratory hammer. Berdasarkan hasil penelitian diketahui pada kadar aspal yang tinggi, kurva kepadatan ketiga metoda cenderung berimpit. Hal ini mengindikasikan bahwa campuran Marshall konvensional 2x75 tumbukan dapat mendekati kondisi membal (kepadatan maksimum) tanpa harus menambah jumlah tumbukan jika menggunakan kadar aspal yang tinggi.