cover
Contact Name
Alex Denny Kambey
Contact Email
-
Phone
+6282196305145
Journal Mail Official
sdperairan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
ISSN : 2302609X     EISSN : 23026081     DOI : https://doi.org/10.35800/jpkt
Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis merupakan terbitan berkala ilmiah yang bertujuan menjadi sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan dalam bidang Perikanan dan Kelautan di daerah Tropis. Hasil penelitian akan diutamakan untuk diterbitkan. Namun demikian, redaksi juga menerima ulasan ilmiah berupa tinjauan teori, ulasan buku baru, komunikasi singkat dan karya ilmiah lainnya. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 3 (2012)" : 8 Documents clear
NIRA LONTAR SEBAGAI KANDIDAT DALAM MEMPERTAHANKAN KANDUNGAN PROTEIN SILASE JEROAN IKAN CAKALANG Hege, Yandres Nelson; Suwetja, I Ketut; Ijong, Frans G
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.128 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.407

Abstract

Jeroan ikan sebagai limbah dari pengelolaan ikan cakalang panggang di Kupang, Nusa Tenggara Timur dapat dimanfaatkan untuk membuat silase dengan menambahkan bahan nira lontar (Borassus flabellifer) yang telah mengalami fermentasi. Fermentasi dilakukan selama 0–15 hari dan pengujian terhadap total asam, pH, serta kadar protein kasar dilakukan secara teratur. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penambahan nira lontar yang telah difermentasi ke dalam jeroan ikan cakalang pada semua konsentrasi secara nyata memberi­kan pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri asam laktat dan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk, hal ini erat kaitannya dengan kandungan asam (total asam) nira lontar yang berkontribusi terhadap penurunan pH bahan fermentasi. Produk silase jeroan ikan cakalang terbaik, ditinjau dari aspek kadar protein kasar, adalah pada perlakuan konsentrasi nira lontar 10% dengan lama fermentasi 24 jam yang memiliki kandungan protein sebesar 15,46% dari berat basah bahan fermentasi (silase). Kata kunci: Silase, jeroan ikan cakalang, nira lontar, fermentasi   The innards from fresh tuna fish grill in Kupang, Nusa Tenggara Timur can be used to make silage with addition of fermented sap of lontar palm (Borassus flabellifer). Fermentation was carried out for 0–15 days and regularly tested for total acid, pH, as well as the crude protein content. The results showed that the addition of palm sap that has been fermented into the innards of tuna at all concentrations significantly impact the growth of lactic acid bacteria and suppress the growth of spoilage bacteria, it is closely related to the acid content (total acid) that contribute to the palm sap decrease in pH of fermentation ingredients. Tuna offal silage products best viewed from the aspect of the content of crude protein in the treatment of palm sap concentration of 10% with a 24-hour fermentation time which has a protein content of 15.46% by weight of the wet ingredients fermentation (silage). Keywords: Silage, tuna offal, lontar palm sap, fermentation
PROFIL SALINITAS DAN SUHU DI TELUK MANADO PADA HARI-HARI HUJAN DAN TIDAK HUJAN Kalangi, Patrice NI; Masengi, Kawilarang WA; Iwata, Masamitsu; Pangalila, Fransisco PT; Mandagi, Ixchel F
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (783.032 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.2443

Abstract

Pengukuran salinitas dan suhu perairan dilakukan pada hari-hari hujan dan tidak hujan di dua tempat di perairan Teluk Manado, yang memiliki lima sungai utama di pinggirannya, untuk menyelidiki profil vertikal dari salinitas dan suhu, serta ketebalan air tawar. Profil salinitas dan suhu perairan pada hari yang sama di kedua tempat adalah mirip. Pada hari-hari hujan, salinitas rata-rata lapisan permukaan perairan adalah 33,9 lebih rendah 0,3 dibandingkan pada hari-hari tidak hujan. Salinitas permukaan ini setara dengan ketebalan lapisan air tawar sebesar 0,45 m. di lapisan permukaan, profil suhu cukup mirip. Akan tetapi, pada lapisan yang lebih dalam, suhu berosilasi pada fase yang berbeda dengan bertambahnya kedalaman. Kata kunci: ketebalan lapisan air tawar, termoklin, Bunaken.   Salinity and temperature measurements were carried out on rainy days and non rainy days in two locations in Manado Bay, which is the outlet of fresh water masses from five main rivers, to investigate vertical profiles of salinity and temperature, and the thickness of the fresh water layer. Same day salinity and temperature profiles in both places is similar. On rainy days, the average salinity in the surface layer was 33.9, 0.3 lower than that of non rainy days. The surface salinity is equivalent to the thickness of the freshwater layer thickness of 0.45 m. In the surface layer, the temperature profile is quite similar. However, in the deeper layers, the temperature oscillates at different phases according to the increasing depths. Keywords: freshwater thickness, thermocline, Bunaken.
ALTERNATIVE MANAGEMENT OF MARINE TOURISM AREAS AT BANDENGAN WATERS, JEPARA, CENTRAL JAVA Juliana, .; Sya’rani, Lachmuddin; Zainuri, Muhammad
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (956.189 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.1065

Abstract

Bandengan waters have the potential to serve as a marine tourism area, its sustainability has to be preserved. Optimal utilization of Bandengan waters can provide benefits not only to the environment but also to the economic improvement of the community. Efforts to optimize marine tourism in Bandengan waters were conducted by reviewing area management alternatives to preserve and improve the welfare of the commu­nity. This study aims to analyze the alternative management of the marine tourism area using A'WOT analysis which is a combined analysis of SWOT and AHP (Analytical Hierarchy Process) to establish strategies and to determine alternative management on marine tourism in Bandengan waters. Based on A'WOT analysis obtained alternatives to manage marine tourism area which consists of spatial planning based on biophysical parameters, spatial planning based on the carrying capacity of the environment, increasing public and tourist awareness to cleanliness, improving both the quantity and quality of infrastructure, and the making of legis­lation. The recommended alternative management is basically aimed to preserve the marine tourism in Bandengan waters and to improve the people's welfare. Keywords: marine tourism, alternative management, SWOT, AHP  Perairan Bandengan memiliki potensi yang dapat dijadikan sebagai kawasan wisata bahari, sehingga perlu dijaga kelestariannya. Pemanfaatan perairan Bandengan secara optimal dapat memberikan manfaat tidak hanya terhadap lingkungan tetapi juga terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Upaya untuk meng­optimalkan wisata bahari di perairan Bandengan dilakukan pengkajian terhadap alternatif pengelolaan ka­wasan menjaga kelestarian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa alternatif pengelolaan kawasan wisata bahari dengan menggunakan analisa A’WOT yaitu ga­bungan analisa SWOT dan PHA untuk menetapkan strategi dan menentukan alternatif pengelolaan kawasan wisata bahari di Perairan Bandengan. Berdasarkan analisa A’WOT diperoleh alternatif pengelolaan kawasan wisata bahari yang terdiri dari penataan ruang berdasarkan parameter biofisik, penataan ruang berdasarkan daya dukung lingkungan, peningkatan kesadaran masyarakat dan wisatawan terhadap kebersihan, peningkatan infrastruktur baik kuantitas maupun kualitas, serta pembuatan peraturan perundang-undangan. Alternatif pengelolaan yang dihasilkan pada dasarnya bertujuan untuk menjaga kelestarian kawasan wisata bahari di perairan Bandengan dan meningkatkan  kesejahteraan masyarakat Bandengan. Kata kunci: wisata bahari, alternatif pengelolaan, SWOT, AHP
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Taofiqurohman, Ankiq; Ismail, Mochamad Furqon Azis
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.669 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.659

Abstract

Pengamatan mengenai perubahan garis pantai di pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat telah dilakukan dengan menggunakan program Digital Shoreline Analysis System berdasarkan citra satelit Landsat TM dari tahun 1996–2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar perubahan garis pantai di Kabupaten Subang serta zonasi kawasan yang mengalami perubahan garis pantai tersebut. Metode yang digunakan adalah pemprosesan citra dan survey lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari tahun 1996–2010 perairan pesisir Kabupaten Subang mengalami perubahan garis pantai oleh adanya akresi dan abrasi yang maksimalnya sejauh lebih dari 1 km. Hasil analisis regresi antara perubahan waktu dengan akresi serta abrasi memberikan nilai positif. Secara keseluruhan, lebih dari 50% panjang pesisir Kabupaten Subang dikategorikan dalam kerusakan yang parah. Perubahan garis pantai di Pesisir Kabupaten Subang terjadi terutama karena kegiatan pembangunan di sekitar pesisir seperti pembukaan lahan mangrove menjadi tambak dan sawah, pembangunan pemukiman, serta transpor sedimen dari sungai-sungai di kawasan pesisir Kabupaten Subang. Kata kunci: perubahan garis pantai, Kabupaten Subang, citra satelit, akresi, abrasi.   Observation of coastal shoreline changes in the Subang District was conducted using Digital Shoreline Analysis System Program based on the satellite images of Landsat TM from 1996 to 2010. The purpose of this study was to determine the distance of shoreline change and the zoning area in the Coastal of Subang District. Methods used in this study were images processing and field survey. The results of the study indicated the presence of shoreline changes which experienced maximum accretion and abrasion of more than 1 km between 1996 to 2010. The results of regression analysis between time and accretion as well as time and abrasion showed positive correlation. More than 50% the coastal area of Kabupaten Subang was in severely damaged con­dition. Coastal shoreline change in Kabupaten Subang occurred mainly due to the developmental activities such as residential construction, coastal mangrove conversion to ponds and rice paddies and sediment transport from the river around Kabupaten Subang. Keywords: shoreline change, Subang District, satellite images, accretion, abrasion.
KAJIAN STABILITAS DINAMIS KAPAL PUKAT CINCIN (SMALL PURSE-SEINER) DI BEBERAPA LOKASI SEMENANJUNG SULAWESI Tumiwa, Johnny H; Masengi, Kawilarang WA; Pamikiran, Revols DCh; Polii, Janny Franka
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.457 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.240

Abstract

Kapal penangkap ikan yang terbuat dari kayu dan yang dirancang dan dibangun secara tradisional sangat umum digunakan oleh nelayan di Sulawesi Utara. Untuk efisiensi operasi penangkapan, kapal yang digunakan seharusnya memiliki stabilitas yang baik. Untuk mengetahui nilai stabilitas dari kapal-kapal yang digunakan nelayan, maka penelitian ini telah dilakukan pada salah satu jenis kapal ikan yang umum digunakan yaitu kapal pukat cincin kecil (pajeko) dari tiga tempat di Sulawesi Utara, yaitu di Kota Bitung (pantai timur), Molibagu (pantai selatan) dan Manado (pantai barat). Kapal yang diteliti berjumlah 6 kapal, masing-masing 2 kapal dari setiap tempat, dengan ukuran 4–100 GT. Analisis stabilitas dilakukan melalui tahapan pengukuran deskripsi teknik kapal dan percobaan kemiringan. Hasil analisis, berdasarkan posisi relative titik M (metacenter) terhadap G (titik berat), menunjukkan bahwa secara keseluruhan keenam kapal memiliki nilai stabilitas positif berkisar dari 0,289-1,044 meter. Kata kunci: kapal pukat cincin, pajeko, stabilitas dinamis, Sulawesi utara.   Traditionally-built wooden fishing vessels are very common in North Sulawesi. For the efficiency of fishing operation, those vessels should have good stability. To determine the value of the stability of those fishing vessels, this study has been done on one of the commonly used fishing boats, i.e. small purse seiners (pajeko) from three sites in North Sulawesi, which are the City of Bitung (east coast), Molibagu (south coast) and Tumumpa (west coast). As many as 6 vessels were observed, 2 vessels from each location, with vessel tonnage of 4–100 GT. Stability analysis performed through measurement of vessel technical description and inclining experiment. The results of the analysis, based on the relative position of the M (metacenter) point to G (center of gravity) point, indicating that the overall stability of the six ships have positive values ranging from 0.289 to 1.044 meters. Keywords: small purse seiner, pajeko, dynamic stability, North Sulawesi.
HUBUNGAN UKURAN DAN KEMAMPUAN MUAT PERAHU KATIR DI KOTA BITUNG, SULAWESI UTARA Pamikiran, Revols DCh
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1116.186 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.3424

Abstract

Perahu katir (pumpboat) di kota Bitung, Sulawesi Utara, digunakan untuk penangkapan tuna dengan menggunakan alat tangkap tuna hand-line. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ukuran utama perahu dan kapasitas muat (GT). Penelitian ini dilakukan terhadap 92 sampel perahu katir yang tersebar di kota Bitung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara ukuran utama perahu katir, Panjang (L) dan Lebar (B), mengikuti persamaan: B= 0,3584+0,0860L, dengan r=0,56; serta hubungan Panjang (L) dan Dalam (D) mengikuti D=0,1491+0,0775L, dengan r=0,64. Hubungan antara Panjang (L) dan kapasitas muat (GT) perahu katir mengikuti persamaan kuadrat GT=0,00887-0,1119(L)+0,03315(L2) dengan r=0,72. Kata kunci: katir, pumpboat, tonase kotor.   Outrigger boat (pumpboat) in the city of Bitung, North Sulawesi are used on tuna fisheries using Tuna hand-line fishing gear. The purpose of this research was to determine the relationship between the principle dimension and the loading capacity (GT). This research was conducted on 92 samples of outrigger boats around the city of Bitung. The results showed that the relation between the principle dimensions of outrigger boat was following the equation: B=0.3584+0.0860L, with r=0.56; and D=0.1491+0.0775L, with r=0.64. The relationship between the Length (L) and loading capacity (GT) of outrigger boat was following the quadratic equation that is GT=0.00887-0.1119(L)+0.03315(L2) with r=0.72. Keywords: outrigger, pumpboat, gross tonnage.
MUTU SENSORIK DAN NILAI–K IKAN CAKALANG (Katsuwonus pelamis. L) DARI INDUSTRI PENGOLAHAN IKAN ASAP DI MANADO Onibala, Hens
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.08 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.7337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kajian mutu sensorik dan tingkat kesegaran awal dari ikan cakalang (Katsuwonus pelamis. L) yang digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan ikan asap di Manado. Ikan cakalang yang digunakan sebagai bahan baku memiliki nilai organoleptik rata–rata 7,79 dan nilai–K 37,08%. Hal ini berarti bahwa bahan baku ikan cakalang yang digunakan pada industri pe­ngolahan ikan asap tersebut pada umumnya menggunakan bahan baku ikan yang masuk dalam tingkatan mutu III. Kata kunci: cakalang, Katsuwonus pelamis. L, ikan asap, nilai–K, organoleptik.This objective of this research is to identifying the initial organoleptic quality and freshness level of skipjack tuna, Katsuwonus pelamis. L, used as raw materials for smoked fish in Manado, North Sulawesi. Results found that skipjack tuna used as raw materials for smoked fish has an average organoleptic value of 7.79 and K-value of 37.08%. It means that the raw materials of the skipjack used in the smoked fish processing industry come from the fish of class III quality. Keywords: skipjack tuna, Katsuwonus pelamis. L, smoked fish, K-value, organoleptic.
EVALUASI EFEK KOMBINASI PAKAN DAN ESTRADIOL_17β TERHADAP PEMATANGAN GONAD IKAN LELE DUMBO (Clarias gariepinus) Ibo, Frengky; Pangkey, Henneke; Sinjal, Hengky J; Salindeho, Indra RN
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.588 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.406

Abstract

Keberhasilan reproduksi dan efisiensi waktu kersediaan benih merupakan hal yang penting dalam budidaya lele dumbo (Clarias gariepinus). Reproduksi ikan banyak ditentukan oleh nutrisi dan stimulasi dengan menggunakan hormon. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi efek pemberian pakan dengan komposisi nutrien berbeda dan penyuntikan hormon estradiol_17β dosis berbeda, terhadap pematangan gonad induk lele dumbo. Ada dua jenis pakan yang digunakan yaitu pakan Profish yang diramu oleh Balai Budidaya Air Tawar, Tatelu; dan pakan KRA sebagai pakan komersil untuk budidaya ikan kerapu. Hasil penelitian menunjukan bahwa perbedaan perlakuan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap perbedaan lama waktu matang gonad induk ikan lele dumbo. Selanjutnya, hasil analisis pegaruh faktor jenis pakan terhadap lama waktu matang menunjukkan bahwa perbedaan jenis pakan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap lama waktu matang induk lele dumbo. Hasil analisis pengaruh dosis hormon terhadap lama waktu matang gonad induk lele dumbo menunjukkan bahwa terdapat beda lama waktu matang yang sangat nyata antara induk ikan lele dumbo yang disuntik dengan dosis estradiol_17β yang berbeda. Sementara, hasil analisis interaksi antara faktor jenis pakan dan faktor dosis hormon menunjukkan bahwa pengaruh faktor jenis pakan terhadap lama waktu matang gonad induk lele dumbo, berubah secara signifikan, pada saat perubahan taraf faktor dosis hormon. Kata kunci: lele dumbo Clarias gariepinus, pakan, estradiol_17β, pematangan gonad   The success reproduction and time efficiency in producting seed are crucial in the culture of African catfish (Clarias gariepinus). Fish reproduction is greatly affected by nutrition and responded will to external hormonal introduction. The purpose of this study was to evaluate the effects of feeding with different nutrient composition and hormone injections estradiol_17β different doses, the parent gonad maturation African catfish. There are two types of feed used as feeds Profish concocted by the Balai Budidaya Air Tawar, Tatelu, and KRA as feed commercial feed for grouper. The results showed that the difference in treatment provides a significant influence on differences in the length of time the parent fish gonads mature African catfish. Furthermore, the results of factor analysis pegaruh diets for a long time is ripe suggests that differences in the type of feed is a very real influence on the length of time differences stem mature African catfish. The results of the analysis of the influence of the hormone dose to the gonads mature long stem African catfish showed that there are different length of time is a very real mature between African catfish parent fish were injected with different doses estradiol_17β. Meanwhile, the results of the analysis of the interaction between these factors and the type of feed-dose hormonal factors suggests that the influence of the type of feed for a long time holding the gonads mature African catfish, changed significantly, at a dose factor hormone level changes. Keywords: catfish Clarias gariepinus, diet, estradiol_17β, gonadal maturation.

Page 1 of 1 | Total Record : 8