Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

SEBARAN HORIZONTAL SUHU, SALINITAS DAN KEKERUHAN DI PANTAI DUMOGA, SULAWESI UTARA Azis Ismail, M. Furqon; Taofiqurohman, Ankiq
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Jurnal Harpodon Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.339 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.81

Abstract

Horizontal Distribution of Temperature, Salinity and Turbidity in Dumoga Coastal Waters, North Sulawesi. Observation of water quality parameter namely temperature, salinity and turbidity were carried out in Dumoga Coastal waters on July 2006. The objective of this research is to know the horizontal distribution of temperature, salinity and turbidity which can be used to obtain the information regarding the feasibility of Dumoga Coastal waters for aquaculture. The methods were used are field observation using sensor system of CTD SBE 19. The result of the research shows that the water quality parameters in Dumoga Coastal waters there are no thermocline layer with water temperature between 24,22 °C – 28,53 °C. The presence of freshwater inputs from Dumoga River to the seaside with salinity varies from 4,66 psu – 33,89 psu. The turbidity are relatively high with values between 8,33 NTU – 272,59 NTU. Viewed from temperature, salinity and turbidity, the Dumoga Coastal waters still within the tolerance limits for tropical aquaculture.  Keywords: temperature, salinity, turbidity, Dumoga Coastal waters
ANALISIS SPASIAL PERUBAHAN GARIS PANTAI DI PESISIR KABUPATEN SUBANG, JAWA BARAT Taofiqurohman, Ankiq; Ismail, Mochamad Furqon Azis
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol 8, No 3 (2012)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (899.669 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.8.3.2012.659

Abstract

Pengamatan mengenai perubahan garis pantai di pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat telah dilakukan dengan menggunakan program Digital Shoreline Analysis System berdasarkan citra satelit Landsat TM dari tahun 1996–2010. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui besar perubahan garis pantai di Kabupaten Subang serta zonasi kawasan yang mengalami perubahan garis pantai tersebut. Metode yang digunakan adalah pemprosesan citra dan survey lapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dari tahun 1996–2010 perairan pesisir Kabupaten Subang mengalami perubahan garis pantai oleh adanya akresi dan abrasi yang maksimalnya sejauh lebih dari 1 km. Hasil analisis regresi antara perubahan waktu dengan akresi serta abrasi memberikan nilai positif. Secara keseluruhan, lebih dari 50% panjang pesisir Kabupaten Subang dikategorikan dalam kerusakan yang parah. Perubahan garis pantai di Pesisir Kabupaten Subang terjadi terutama karena kegiatan pembangunan di sekitar pesisir seperti pembukaan lahan mangrove menjadi tambak dan sawah, pembangunan pemukiman, serta transpor sedimen dari sungai-sungai di kawasan pesisir Kabupaten Subang. Kata kunci: perubahan garis pantai, Kabupaten Subang, citra satelit, akresi, abrasi.   Observation of coastal shoreline changes in the Subang District was conducted using Digital Shoreline Analysis System Program based on the satellite images of Landsat TM from 1996 to 2010. The purpose of this study was to determine the distance of shoreline change and the zoning area in the Coastal of Subang District. Methods used in this study were images processing and field survey. The results of the study indicated the presence of shoreline changes which experienced maximum accretion and abrasion of more than 1 km between 1996 to 2010. The results of regression analysis between time and accretion as well as time and abrasion showed positive correlation. More than 50% the coastal area of Kabupaten Subang was in severely damaged con­dition. Coastal shoreline change in Kabupaten Subang occurred mainly due to the developmental activities such as residential construction, coastal mangrove conversion to ponds and rice paddies and sediment transport from the river around Kabupaten Subang. Keywords: shoreline change, Subang District, satellite images, accretion, abrasion.
SEBARAN HORIZONTAL SUHU, SALINITAS DAN KEKERUHAN DI PANTAI DUMOGA, SULAWESI UTARA M. Furqon Azis Ismail; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Harpodon Borneo Vol 5, No 1 (2012): Volume 5 No 1 April 2012
Publisher : Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (205.338 KB) | DOI: 10.35334/harpodon.v5i1.81

Abstract

Horizontal Distribution of Temperature, Salinity and Turbidity in Dumoga Coastal Waters, North Sulawesi. Observation of water quality parameter namely temperature, salinity and turbidity were carried out in Dumoga Coastal waters on July 2006. The objective of this research is to know the horizontal distribution of temperature, salinity and turbidity which can be used to obtain the information regarding the feasibility of Dumoga Coastal waters for aquaculture. The methods were used are field observation using sensor system of CTD SBE 19. The result of the research shows that the water quality parameters in Dumoga Coastal waters there are no thermocline layer with water temperature between 24,22 °C – 28,53 °C. The presence of freshwater inputs from Dumoga River to the seaside with salinity varies from 4,66 psu – 33,89 psu. The turbidity are relatively high with values between 8,33 NTU – 272,59 NTU. Viewed from temperature, salinity and turbidity, the Dumoga Coastal waters still within the tolerance limits for tropical aquaculture.  Keywords: temperature, salinity, turbidity, Dumoga Coastal waters
Zonasi Kawasan Wisata Pantai di Kabupaten Garut Jawa Barat Menggunakan Pemodelan Viewshed Ankiq Taofiqurohman
Majalah Geografi Indonesia Vol 33, No 1 (2019): Majalah Geografi Indonesia
Publisher : Fakultas Geografi, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/mgi.37679

Abstract

Kabupaten Garut merupakan salah satu kabupaten di Jawa Barat yang memiliki pesisir dengan garis pantai sepanjang 80 km. Pesisir Kabupaten Garut belum dioptimalkan untuk tujuan wisata padahal Pesisir Kabupaten Garut diprioritaskan menjadi kawasan wisata minat khusus Provinsi Jawa Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan zonasi kawasan wisata pantai dengan memanfaatkan data foto geotagging dan pemodelan viewshed. Data foto geotagging yang digunakan adalah foto yang menangkap pemandangan pesisir di Kabupaten Garut. Hasil penelitian menunjukan terdapat 3 zona inti kawasan pariwisata dengan masing-masing zona terdiri dari 4 kawasan pantai wisata yang biasa dikunjungi wisatawan. Tiap kawasan pantai wisata memiliki rata-rata luas viewshed antara 0,073 km2 sampai dengan 1,481 km2.
Pemodelan Tinggi Gelombang Akibat Keberadaan Hutan Mangrove di Desa Mayangan, Kabupaten Subang Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Akuatika Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Akuatika
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.42 KB)

Abstract

Hutan mangrove merupakan salah satu solusi untuk mencegah terjadinya erosi dan abrasi di wilayah pesisir. Pohon mangrove mempunyai kemampuan untuk mengurangi energi gelombang yang datang ke daerah pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi perubahan tinggi gelombang yang disebabkan oleh hutan mangrove di Desa Mayangan Kabupaten Subang. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa hutan mangrove dapat mengurangi tinggi gelombang dari 1,7 m menjadi 0,1 m. Jika tidak ada lagi hutan mangrove di Desa Mayangan, pemodelan memprediksi penjalaran gelombang dapat mencapai hingga 1,6 km dari tepi pantai. Kata Kunci : Desa Mayangan, gelombang, mangrove, pemodelan
ANALISIS MASSA AIR DI PERAIRAN MALUKU UTARA Valdi Muhamad Haikal; Ankiq Taofiqurohman; Indah Riyantini
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol 3. No. 1, Maret 2012
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter fisika, kimia, dan karakteristik massa air serta menganalisis gambaran dinamikanya di perairan Maluku Utara dan juga untuk mengetahui hubungan antara temperatur dan salinitas, dengan kesuburan perairan Maluku Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menggunakan metode analisis deskriptif dengan cara melakukan studi perbandingan literatur data pada tahun yang berbeda (time series), yaitu tahun 2005, 2009, dan 2010. Kemudian untuk melihat keterkaitan antara temperatur dan salinitas dengan kesuburan perairan digunakan regresi linier. Hasil menunjukan bahwa perairan Maluku Utara ini dipengaruhi oleh massa air samudera Pasifik dan massa air lokal Laut Banda. Hubungan antara temperatur dan salinitas dengan klorofil pada perairan sekitar Pulau Halmahera ini tidak kuat, hal ini terlihat dari nilai determinasinya (R2) 0,303. Hubungan temperatur dan salinitas dengan fosfat dan nitrat pada perairan Laut Maluku ini sangat kuat dan tergambar dari nilai determinasinya (R2) 0,960 untuk Fosfat dan 0,977 untuk Nitrat.
Analisis Kesesuaian Wisata Pantai Di Pulau Tunda Kabupaten Serang Provinsi Banten Muhamad Satrio Legowo; Ankiq Taofiqurohman; Wahyuniar Pamungkas; Subiyanto . .
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. X No. 2/Desember 2019
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (796.023 KB)

Abstract

Pulau Tunda merupakan salah satu pulau di Kabupaten Serang Provinsi banten yang berpotensi untuk kegiatan wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kualitas estetika dan mencari zona yang berpotensi untuk kegiatan wisata pantai di Pulau Tunda. Metode yang dilakukan adalah metode survey, data pengukuran diperoleh langsung dari lapangan (in-situ), kemudian pengukuran nilai estetika menggunakan klasifikasi eucledient. Hasil pengambilan data menunjukan kualitas estetika di Pantai Pulau Tunda memiliki nilai tinggi dan rendah. Stasiun yang memiliki kualitas estetika tinggi adalah stasiun 1,2,5,6,7,8,9,10 dan 11 memiliki nilai estetika 3.72 – 3.84 dikarenakan didominasi oleh tipe pantai berpasir dan bewarna putih. Sedangkan stasiun 3 dan 4 memiliki kualitas rendah dan memiliki nilai 2.32 – 2.64 dikarenakan didominasi oleh vegetasi mangrove dan pantai Pulau Tunda memiliki empat zona yang sering dikunjungi oleh wisatawan. Tiga zona dikategorikan sebagai zona estetika tinggi dan terletak di bagian utara , selatan dan barat  Pulau Tunda. Di sisi lain, satu lokasi lainnya memiliki estetika berkualitas tinggi dan terletak di timur Pulau Tunda. Zona yang memiliki kualitas estetika tinggi didominasi oleh hamparan pasir putih dan memiliki pandangan kearah laut hamparan terumbu karang. Pada zona yang memiliki kualitas rendah didominasi oleh vegetasi pantai estuari. 
KONTRIBUSI EKONOMI PRODUKTIF WANITA NELAYAN TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA NELAYAN Hendra Wawansyah; Iwang Gumilar; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Desa Juru Seberang, Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung pada bulan Maret 2012. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata kontribusi pendapatan wanita nelayan yang bekerja pada bidang perikanan terhadap pendapatan keluarga nelayan, rata-rata curahan waktu wanita nelayan pada kegiatan produktif, domestik, dan sosial serta pengambilan keputusan dalam keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus dengan unit analisis wanita nelayan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner dari sampel yang dipilih secara sengaja. Data yang diperoleh dari hasil penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi pendapatan wanita nelayan berpengaruh  cukup besar yaitu sebesar 39,45% terhadap pendapatan keluarga. Curahan waktu tertinggi wanita nelayan adalah pada kegiatan produktif yaitu selama 5,35 jam dan pengambilan keputusan urusan rumah tangga didominasi oleh wanita nelayan. kata kunci : curahan waktu, kontribusi, pendapatan, wanita nelayan
KAJIAN TINGKAT KERENTANAN LINGKUNGAN FISIK PESISIR MENGGUNAKAN METODE AHP (ANALITICAL HIRARCHY PROCESS) DI KABUPATEN BANTUL, YOGYAKARTA Mellanie Amelia Dasty Savitri; Junianto -; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepentingan faktor lingkungan fisik di pesisir Kabupaten Bantul, dan untuk memperoleh informasi tentang bahaya, dan resiko kerentanan di pesisir Kabupaten Bantul. Data yang digunakan adalah citra Landsat TM, data pasang surut, tinggi gelombang, kemiringan pantai, dan morfologi pantai, dan wawancara dengan pakar ahli. Metode yang digunakan adalah metode pembobotan untuk menentukan tingkat kepentingan faktor fisik dengan menggunakan Analitical Hirarchy Process (AHP) dan metode observasi langsung ke lapangan (ground check) selanjutnya data diolah dengan analisis spatial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kerentanan Kabupaten Bantul Yogyakarta adalah rendah dengan presentase 57% dan tinggi dengan presentase 26% dari keseluruhan wilayah pesisir Kabupaten Bantul.   Kata kunci : bantul, kerentanan, pesisir
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN Bacillus sp. HASIL ISOLASI DARI SALURAN PENCERNAAN IKAN PATIN PADA PAKAN KOMERSIAL TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Ryan Anggriani; Iskandar -; Ankiq Taofiqurohman
Jurnal Perikanan Kelautan Vol 3, No 3 (2012): Jurnal Perikanan dan Kelautan
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis penambahan Bacillus sp. hasil isolasi dari saluran pencernaan ikan patin sebagai probiotik pada pakan komersial untuk meningkatkan kelangsungan hidup dan benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian dilaksanakan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan dosis penambahan Bacillus sp. yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan Bacillus sp., perlakuan dengan penambahan Bacillus sp. sebanyak 500 ml/kg pakan, 1000 ml/kg pakan, 1500 ml/kg pakan dan 2000 ml/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan Bacillus sp. hasil isolasi dari saluran pencernaan ikan patin  pada pakan buatan berpengaruh terhadap kelangsungan hidup, efisiensi pakan dan laju pertumbuhan ikan nila merah. Penambahan Bacillus sp. dengan dosis sebesar 1000 ml/kg pakan menghasilkan tingkat kelangsungan hidup sebesar 70%, efisiensi pakan tertinggi sebesar 116,60% dan laju pertumbuhan tertinggi sebesar 2,92%.   Kata kunci: Bacillus sp., efisiensi pakan, ikan nila merah, kelangsungan hidup, pakan komersial,  pertumbuhan.