cover
Contact Name
Alex Denny Kambey
Contact Email
-
Phone
+6282196305145
Journal Mail Official
sdperairan@unsrat.ac.id
Editorial Address
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi Manado Indonesia 95115
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS
ISSN : 2302609X     EISSN : 23026081     DOI : https://doi.org/10.35800/jpkt
Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis merupakan terbitan berkala ilmiah yang bertujuan menjadi sarana penyebarluasan hasil penelitian dan ilmu pengetahuan dalam bidang Perikanan dan Kelautan di daerah Tropis. Hasil penelitian akan diutamakan untuk diterbitkan. Namun demikian, redaksi juga menerima ulasan ilmiah berupa tinjauan teori, ulasan buku baru, komunikasi singkat dan karya ilmiah lainnya. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau Inggris.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10 No. 3 (2021)" : 6 Documents clear
Morphometric study of seagrass Thalassia hemprichii in the coastal area of the Bahoi Village, West Likupang Sub-distritct, North Minahasa District Yuneke Kansil; Khristin I.F. Kondoy; Joudy R.R. Sangari; Alex D. Kambey; Adnan S. Wantasen; Hermanto Manengkey
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.204 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.27490

Abstract

The purposes of the morphometrics of seagrass Thalassia hemprichii study (based on samples taken from the coast of Bahoi Village, Likupang Barat Sub-district, North MInahasa District) were as follow: (1) to know the environmental conditions (temperature, salinity, pH, substrate) on the coastal area of Bahoi Village, (2) to describe the morphometrics of seagrass T. hemprichii,  and (3) to compare the morphometric of seagrass Thalassia hemprichii based on sampling stations. Data were collected using a survey method, to sample the seagrass T. hemprichii in three locations. As many as 30 individuals at each study location, were then measured using a digital caliper. The results of the measurement analyzed statistically show that the value was not significantly different. There is no significant difference in the size of the seagrass growth due to environmental conditions or environmental parameters that exist at these 3 stations and supposedly are still within the safe limits for seagrass growth. This evidence was gained based on the results of the ANOVA test (one way ANOVA) which was not significantly different.Keyword : Morphometrics; Thalassia hemprichii; Seagrass; Bahoi Village; Coast ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah mengetahui morfometrik Lamun Thalassia hemprichii berdasarkan sampel yang diambil di Pesisir Pantai Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat. yaitu : (1) Mengetahui kondisi lingkungan perairan lamun (suhu, salinitas, pH, substrat) di Pesisir Pantai Desa Bahoi, (2) Mendeskripsikan morfometrik dari lamun Thalassia hemprichii, (3) Membandingkan morfometrik lamun Thalassia hemprichii berdasarkan stasiun pengambilan sampel. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakaan metode survei jelajah, dengan menggunakan Global Positioning System (GPS) dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel Lamun Thalassia hemprichii sebanyak 30 individu pada setiap lokasi penelitian,   kemudian  diukur dengan menggunakan caliper digital. Hasil yang analisis diperoleh berdasarkan nilai statistik Thalassia hemprichii di Pesisr Pantai Desa Bahoi adalah tidak berbeda nyata. Tidak adanya perbedaan yang nyata dari ukuran pertumbuhan  lamun tersebut  disebabkan oleh kondisi lingkungan atau parameter lingkungan yang ada  pada ke 3 stasiun ini masih dalam batas yang aman bagi pertumbuhan Lamun. Dibuktikan dengan Hasil uji ANOVA satu jalur (one way ANOVA) diperoleh tidak berbeda nyata.Kata kunci : Morfometrik; Thalassia hemprichii; Lamun; Desa Bahoi; Pesisir
Species And Abundance Of Fish In The Seagrass Beds Napomanuk Island, West Likupang, North Minahasa Ardi Lensun; Nego E. Bataragoa; Ari B. Rondonuwu
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.549 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.27532

Abstract

This study aims to know fish genera, species abundance, and biomass in the seagrass bed of Napomanuk island. It applied swept area method using a beach seine 60 m long 3 m depth with 0.5 cm mesh at the purse and 1 cm at the wings. The study was conducted at full moon and new moon period at both high tide and low tide. There were 55 fish species of 31 families recorded. In full moon period, 37 species occurred at high tide. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0126/m2 with the highest in Diodon liturosus, 0.0126/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0019 g/m2 to 1.133 g/m2, with the highest in Diodon liturosus,1.133 g/m2. At low tide, there were 16 species recorded with the species abundance (Ki) of 0.0006/m2 to 0.0037/m2 and the highest in Diodon liturosus 0.0037/m2 and the biomass abundance (Kb) of 0.0002 g/m2 to 0.2949 g/m2 and the highest in  Diodon liturosus 0.2949 g/m2. In new moon period, there were 29 species recorded at high tide. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0041/m2 with the highest in Diodon liturosus with the highest in Diodon liturosus, 0.0041/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0007 g/m2 to 0.4015 g/m2, with the highest in Diodon liturosus 0.4015 g/m2. At low tide, there  were 22 species recorded. The species abundance (Ki) ranged from 0.0004/m2 to 0.0096/m2 with the highest in Diodon liturosus, 0.0096/m2. The biomass abundance (Kb) ranged from 0.0011 g/m2 to 1.1119 g/m2, with the highest in Diodon liturosus, 1.1119 g/m2.Keyword: Seagrass Ecosystem, Abundance, Species, Biomass, Napomanuk Island ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ikan dan kelimpahan individu dan biomassa ikan di Padang Lamun Pulau Napomanuk. Metode penelitian menggunakan metode daerah sapuan (sweept area) dengan menggunakan pukat pantai dengan panjang 60 m, tinggi bagian kantong 3 m, mata jaring kantong 0,5 cm, dan mata jaring sayap 1 cm. Penelitian dilaksanakan pada fase bulan purnama dan bulan baru baik waktu air pasang maupun air surut. Selama penelitian ini ditemukan 31 famili dan 55 spesies ikan. Pada periode air pasang bulan purnama terdapat 37 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0126/m2, dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0126/m2. Kelimpahan biomassa (Kb)  berkisarantara 0,0019 g/m2 sampai 1,133 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 1,133 g/m2. Pada periode air surut bulan purnama terdapat 16 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0006/m2 sampai 0,0037/m2, dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0037/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0002 g/m2 sampai 0,2949 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,2949 g/m2. Pada periode air pasang bulan baru terdapat 29 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0041/m2 dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0041/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0007 g/m2 sampai 0,4015 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,4015 g/m2. Pada periode air surut bulan baru terdapat 22 spesies ikan. Kelimpahan individu (Ki) berkisar antara 0,0004/m2 sampai 0,0096/m2 dengan nilai Ki terbesar pada spesies Diodon liturosus 0,0096/m2. Kelimpahan biomassa (Kb) berkisar antara 0,0011 g/m2 sampai 1,1119 g/m2, dengan nilai Kb terbesar pada spesies Diodon liturosus 1,1119 g/m2.Kata kunci : Ekosistem Lamun, Kelimpahan, Spesies, Biomassa, Pulau Napomanuk
Tondano watershed and Plastic Waste Elimination Activities Henneke Pangkey; Hariyani Sambali
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.334 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.25414

Abstract

The role of Tondano watershed is very important for the people of North Sulawesi. It can be said as the heart of the economy for the people who live suround it. One of them is the existence of aquaculture business activities in the form of fixed cage. It was found that Tondano watershed has shown an alarming decline in function. There are several causes, one of which is the increasing volume of plastic waste. The house wife group is important in its role in maintaining the sustainability of Tondano watershed. This group is believed to be one of the leaders for removing plastic waste in Tondano watershed.Keyword: Tondano watershed, plastic waste, housewife group, sustainability ABSTRAKWilayah DAS Tondano sangat penting peranannya bagi masyarakat Sulawesi Utara.  Dapat dikatakan sebagai jantungnya perekonomian bagi masyarakat yang hidup di sekitarnya.  Salah satu di antaranya adalah adanya kegiatan usaha akuakultur dalam bentuk karamba jaring tancap. Ditemukan fungsi DAS Tondano telah menunjukkan adanya penurunan yang mengkuatirkan. Ada beberapa penyebab, salah satunya adalah meningkatnya volume limbah plastik. Kelompok ibu RT penting dalam perannya menjaga keberlanjutan DAS Tondano.  Kelompok ini dipercaya dapat menjadi salah satu ujung tombak untuk mengentas limbah plastik di DAS Tondano.Keyword: DAS Tondano, limbah plastik, kelompok ibu RT, keberlanjutan
Gastropod Density and Diversity in the Intertidal Zone of Malalayang Beach, Manado Sheyrel Tongkeles; Fransine B. Manginsela; Jety K. Rangan; Alex D. Kambey
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.257 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.27533

Abstract

This study held in Malalayang Beach Manado, aims to determine  the density and diversity of Gastropods on the Malalayang coast of Manado. So the research objective is to find out the density and diversity of  Gastropods in Malalayang Beach, Manado. The study using the line transect technique with 50 cm x 50 cm sized. The transect line is placed perpendicular to the coastline. The distance between the line transects is 20 meters. On each transect line 5 squares are placed. The distance between squares is determined using random numbers. Gastropod species found in Malalayang Beach Manado consist of  31 species and 17 genus, each consisting of the Archaeogastropoda that consists of 3 species, Mesogastropoda consists of  9 species, and the Order of the Neogastropoda of 19 species. The total density of Gastropods in Malalayang Beach in Manado is 6.27 individuals / m2 with diversity of 3.07, according to the criteria for diversity index of Malalayang coast having high diversity. Based on this, it is suggested that Manado Malalayang Beach can be maintained and carried out management that considers the feasibility of the environment as one of the requirements for sustainable development.Keywords: Gastropods, Density, Species DiversityABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Pantai Malalayang Manado,berkaitan dengan permasalahan yang dikemukakan bagaimanakah kepadatan dan keanekaragaman Gastropoda di pantai Malalayang Manado. Maka tujuan penelitian adalah Mengetahui kepadatan dan keanekaragaman Gastropoda di Pantai Malalayang Manado. Pengumpulan data dengan pendekatan Teknik line transect menggunakan kuadrat berukuran 50cm x 50cm. Line transect diletakkan tegak lurus dengan garis pantai. Jarak antara line transect sebesar 20 meter. Pada masing- masing line transect diletakkan 5 kuadrat. Jarak antar kuadrat ditentukan dengan menggunakan angka acak. Spesies Gastropoda yang ditemukan di Pantai Malalayang Manado terdiri dari 31 spesies dan 17 genera yang masing-masing terdiri dari Ordo Archaeogastropoda 3 spesies, Ordo Mesogastropoda 9 spesies, dan Ordo Neogastropoda 19 spesies. Kepadatan total Gastropoda di Pantai Malalayang Manado 6.27 individu/m2 dengan keanekaragaman 3,07, Menurut kriteria indeks keanekaragaman pantai Malalayang memiliki keanekaragaman yang tinggi. Berdasarkan hal tersebut, maka disarankan agar Pantai Malalayang Manado dapat dijaga dan dilakukan pengelolaan yang mempertimbangkan sskelayakan lingkungan sebagai salah satu syarat pembangunan berkelanjutan.Kata kunci: Gastropoda, Kepadatan, Keanekaragaman Jenis
Protection of Tondano Watershed and Plastic Waste Hazard to the Environment Fanny Silooy; Henneke Pangkey
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.607 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.25415

Abstract

The Tondano watershed is a very important natural resource and has a strategic function for the surrounding area up to the city of Manado. However, lately there are many problems that occur in the Tondano watershed. The activity of community partnership program for the PKK group of women in the Pinaesaan Kelurahan is carried out, to refresh the knowledge of the existence and sustainability of the Tondano watershed and to recycle the 2 L plastic bottle waste for simple aquaponic activities.Keyword: Tondano Watershed, plastic waste, sustainability, PKK groupABSTRAKDaerah aliran sungai (DAS) Tondano merupakan sumberdaya alam yang sangat penting dan memiliki fungsi strategis bagi daerah sekitarnya sampai ke kota Manado.  Namun demikian, akhir-akhir ini terdapat banyak permasalahan yang terjadi di DAS Tondano. Kegiatan program kemitraan masyarakat bagi kelompok ibu PKK di Kelurahan Pinaesaan dilakukan untuk penyegaran kembali tentang eksistensi dan keberlanjutan DAS Tondano serta mendaur ulang limbah botol plastik kemasan 2 L untuk kegiatan akuaponik
Multi-Criteria Analysis (Mca) For Fisheries Management In Marine Conservation Area, Kapoposang Islands Yonvitner Yonvitner; Lukman Faisol; Yasir Yasir; Ilham Ilham
JURNAL PERIKANAN DAN KELAUTAN TROPIS Vol. 10 No. 3 (2021)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.638 KB) | DOI: 10.35800/jpkt.10.3.2019.26089

Abstract

Multi-criteria analysis has been used widely in the conservation project, especially in the assessment of coastal zones and small islands. In its application to the conservation area, Kapoposang was developing a multi-criteria approach to determine the no-take zone, utilization zone, and sustainable fisheries zone. The multi-criteria approach in Kapoposang constructed by biophysics, ecology, economy and social aspect. Decisions were taken after aggregate analysis of all criteria (Brawn et al 2001) done. The results obtained that the suitable island for the no-take zone is Kapoposang and Suranti Island. Tambakulu Island and Pemangangan were selected as a buffer zone. Finally, the sustainable fisheries zones are Papandangan and Gondongbali island. The spatial analysis of all regional boundaries determined by the three zones reached a total area of 50011.35 ha. Thus the conservation management plan design in each zone were characteristic by different function and management system.Keyword: Zonation, Multi Criteria, Conservation Are, Kapoposang Island, Management plan ABSTRAKAnalisis multi kriteria secara umum sudah sangat luas penggunaanya dalam penelitian konservasi, khusuny untuk penilaian di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.  Dalam hal ini, untuk wilayah konservasi perairan laut Kapoposang, penelitian ini mengujikan pendekatan multi kriteria untuk menentukan kawasan inti, kawasan pemanfaatan dan zona perikanan perikanan berkelanjutan.  Pendekatan multi kriteria di kapoposang disusun dari aspek biofisik, ekologi, ekonomi dan social.  Keputusan akan diambil setelah analisis agregat dari semua kriteria menurut (Brawn et al 2001) didapatkan.  Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa pulau cocok untuk kawasan zona inti adalah pulau Kapoposang dan Suranti.  PulauTambakulu dan Pemanggangan terpilih sebagai kawasan penyangga.  Kemudian zona perikanan berkelanjutan adalah pulau Papandangan dan Gondongbali. Analisis spasial  dari semua  semua wilayah dikaji tercatat total luas wilayah mencapai 50011.35 ha.  Sehingga kemudin rencana aksi konservasi dirancang ditiap zon sesuai dengan perbedaan karakternya serta fungsi.Kata kunci : Zonasi, Multi Kriteria, Konservasi, Kepulauan Kapoposang, Rencana Pengelolaan 

Page 1 of 1 | Total Record : 6