cover
Contact Name
Husnah
Contact Email
husnah@univrab.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ts@univrab.ac.id
Editorial Address
Redaktur Jurnal RACIC Universitas Abdurrab: Gedung Universitas Abdurrab Pekanbaru Jl. Riau Ujung No. 73 Pekanbaru Riau - Indonesia
Location
Kota pekanbaru,
Riau
INDONESIA
RACIC : Rab Construction Research
Published by Universitas Abdurrab
ISSN : 25277073     EISSN : 26203170     DOI : https://doi.org/10.36341/racic
Core Subject : Engineering,
RACIC "Rab Construction Research" (ISSN 2527-7073) adalah Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Abdurrab, yang terbit secara berkala dalam dua edisi per tahun.
Arjuna Subject : -
Articles 165 Documents
ANALISIS PARAMETRIK ALTERNATIF FONDASI PADA DAERAH TANAH LUNAK (STUDI KASUS: KANTOR BUPATI KAB. ROKAN HILIR, RIAU) Alfi Fadillah; Budi Susilo Soepandji
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4130

Abstract

Fondasi adalah suatu bagian dari sistem rekayasa yang bekerja dengan cara meneruskan beban yang ditopangnya dan beratnya sendiri kedalam tanah atau batuan yang terletak dibawahnya. Pada penelitian ini penulis merencanakan membandingkan pondasi bored pile yang sudah di terapkan dibangunan tersebut dengan alternatif pondasi lain yaitu fondasi tiang pancang 1 dengan dalam 38meter dengan diamater 0.8 meter, Serta tiang pancang 2 dengan dalam 38meter dengan diameter 1meter dari sisi kapasitas daya dukung dan besaran terjadi penurunan. Kemudian dilakukanlah perhitungan daya dukung pondasi dengan metode Meyerhof (1976), McClelland (1974), Skempton (1966), dan Reese & O'neill (1999). Penurunan tiang tunggal dengan metode Vesic (1977) dan Poulos & Davis (1980) serta menggunakan program Plaxis v.20. Selanjutnya dari hasil perhitungan dibandingkan antara fodasi bored pile dengan tiang pancang model 1 dan 2. Didapat bahwa fondasi bored pile dan fondasi tiang pancang 1 tidak memenuhi batas izin penurunan fondasi hanya fondasi tiang pancang 2 yang memenuhi batas tersebut yakni penurunan lebih kecil dari 10% diameter fondasi.
EVALUASI QUANTITY TAKE OFF MENGGUNAKAN AUTODESK REVIT PADA PEKERJAAN STRUKTUR BAJA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR PT. TRI KANIGARA GROUP Ari Wibowo; Michella Beatrix
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4142

Abstract

With the development of technology, the use of BIM (Building Information Modeling) software such as Autodesk Revit is becoming increasingly common in the construction industry. Quantity Take Off (QTO) in Autodesk Revit is the process of calculating and identifying the amount of construction materials needed for a project based on a 3D model created using the Autodesk Revit software. This study aims to evaluate the use of steel structural materials and the estimated price generated through Autodesk Revit. In the QTO calculation using Autodesk Revit, the results are the volume of WF column work of 18,117.54 kg, the volume of WF beam work of 16,084.15 kg, and the volume of nut bolt work reaching 1,894 pieces. Furthermore, the estimated cost of work is also generated by Autodesk Revit, with the cost of WF column work of Rp. 389,527,110,-, the cost of WF beam work of Rp. 345,809,225,-, and the cost of nut bolt work of Rp. 52,085,000,-. This evaluation aims to identify the accuracy and efficiency of QTO calculations using Autodesk Revit.
STRATEGI TEKNIS PENANGANAN LALU LINTAS (STUDI KASUS KAWASAN PELABUHAN MENGKAPAN) Frans Deddy Arisandy; Rizki Ramadhan Husaini
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4152

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kawasan pelabuhan mengkapan di Kabupaten Siak, khususnya pada Jalan Raya Lintas Sumatera. Selama hari libur, Verhicle/Capacity (V/C) Ratio di ruas jalan tersebut mencapai 0,631. Hal ini disebabkan oleh kendala parkir kendaraan di badan jalan, menghambat keluar-masuknya kendaraan dari Pelabuhan dan menyebabkan kemacetan pada jam sibuk antara pukul 13.00 hingga 14.30 WIB. Kecepatan ruas jalan menurun hingga 30 km/jam, menghasilkan antrian dan kemacetan yang mencapai ruas jalan lintas sumatera, jalur utama kawasan pelabuhan mengkapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas dan efisiensi pelayanan lalu lintas di Jalan Raya Lintas Sumatera dan jalan akses pelabuhan. Melalui penggunaan software VISSIM dan berdasarkan pada perhitungan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI), analisis dilakukan terhadap kinerja simpang, kecepatan ruas, tundaan kendaraan, dan volume lalu lintas di kawasan pelabuhan mengkapan. Hasil analisis ini menjadi dasar untuk merekomendasikan strategi manajemen rekayasa lalu lintas guna meningkatkan pelayanan di ruas jalan lintas sumatera dan akses pelabuhan. Implikasi temuan ini dijadikan acuan untuk penyusunan kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kapasitas dan kinerja sistem transportasi di kawasan tersebut.
EVALUASI WAKTU DAN BIAYA MENGGUNAKAN METODE EARNED VALUE ANALYSIS PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSKESMAS TALUN Kab. BLITAR Reza Rahmattullah; Masca Indra Triana
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4158

Abstract

The Earned Value approach is employed to meticulously track project time and expenses, facilitating early identification of performance issues. Specifically, the construction project for the community health center in Talun, Blitar, encountered variations during the 11th to 13th weeks. Upon doing an analysis in the 13th week, it was discovered that the Schedule Variance (SV) amounted to IDR. -165,313,862.5, suggesting that the actual employment (BCWP) was lower than the anticipated employment (BCWS). The Cost Variance (CV) is Rp. 286,761,471.2, showing that the cost is less than the value of the work accomplished. The SPI (Schedule Performance Index) for week 13 was 0.7, signifying a significant delay in the execution of the project. The Consumer Price Index (CPI) recorded a value of 3.64 in week 13, suggesting that spending efficiency fell short of the budgeted target.
OPTIMASI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG WORKSHOP TEKNIK MESIN UPN VETERAN JAWA TIMUR DENGAN METODE TIME COST TRADE OFF Muhammad Rafli Nurabidin; Michella Beatrix
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4162

Abstract

Proyek adalah inisiatif sementara dengan waktu, sumber daya, dan tujuan terbatas. Karena keterbatasan waktu dan keuangan, perencanaan proyek sangat penting, dengan manajemen proyek menjadi faktor kunci dalam keberhasilannya. Konsistensi dalam kualitas, biaya, dan waktu proyek konstruksi membutuhkan pemilihan metode konstruksi yang efektif. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui biaya pembangunan dengan penambahan jam kerja menerapkan metode TCTO, mengetahui waktu percepatan pembangunan dengan penambahan jam kerja denagan metode TCTO. Metode ini berdampak pada durasi konstruksi, penggunaan material, peralatan, dan tenaga kerja. Dalam kasus Gedung Workshop Teknik Mesin UPN Veteran Jawa Timur, masalah muncul selama pekerjaan tiang bor karena tanah berawa, membatasi pemasangan hanya 2 titik per hari, mengakibatkan penundaan 9 minggu dari minggu 11 hingga minggu 20. Selain itu, tantangan termasuk pembuangan tanah tumpukan bosan dan kerusakan peralatan yang memakan waktu, membutuhkan perbaikan mingguan yang berlangsung sekitar 4 jam. Oleh karena itu, diperlukan percepatan untuk mengatasi keterlambatan tersebut, yang dapat dicapai melalui pendekatan Project Crashing dengan menggunakan metode Time Cost Trade Off (TCTO)
Analisis ANALISIS KARAKTERISTIK CAMPURAN AC-WC MENGGUNAKAN ASPAL POLIMER DENGAN PENAMBAHAN WETFIX BXE SEBAGAI ANTI STRIPPING AGENT Mochamad Aldinata Sholeh; Nurani Hartatik
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4167

Abstract

Penelitian ini diteliti oleh penulis untuk mengetahui karakteristik campuran AC-WC menggunakan aspal polimer dengan penambahan wetfix bxe sebagai anti stripping agent. Dari hasil pengujian marshall test dengan kadar aspal polimer optimum tanpa zat aditif wetfix muncul nilai nilai karakteristik dari pengujian marshall test tersebut seperti di kadar aspal polimer optimum 5,5% dengan waktu perendaman 30 mnt : VIM = 4,67%, VMA = 15,15%, VFA = 69,18, Stabilitas = 1366 kg, Flow = 3,65 mm, Rasio passing #200 aspal efektif = 0,798 %. Sedangkan di kadar aspal polimer optimum 5,5% dengan waktu perendaman 24 jam : VIM = 4,52%, VMA = 15,02%, VFA = 69,91%, Stabilitas = 1244 kg, Flow = 4,15 mm, Rasio passing #200 aspal efektif = 0,798%. Untuk Stabilitas sisanya senilai 91,06%. telah memenuhi syarat Spesifikasi Umum Bina Marga 2020 (Revisi 2).
ANALISIS PENENTUAN PRIORITAS PEMELIHARAAN BANGUNAN DENGAN METODE ”ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS” PADA BANGUNAN GEDUNG CREATIVE SPACE UNICORN - SURABAYA M. Roudlloh Nur Kusuma putra; Michella Beatrix
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4169

Abstract

Pemeliharan (maintenance) bertujuan untuk memastikan bahwa bangunan mencapai performa fungsionalnya sesuai persyaratan dan keinginan pengguna Penelitian ini menggunakan metode“Analytical Hierarchy Process(AHP)”,Sebagai pengambilan keputusan dalam menentukan urutan prioritas pemeliharan dengan menganalisis indeks kondisi komponen. Dari hasil analisis didapatkan Tingkat kerusakan berdasarkan nilai Indeks Kondisi Pada bangunan Gedung Creative Space Unicorn, Menunjukan prioritas pemeliharan Gedung yang pertama adalah komponen Arsitektur pada cat dinding dengan presentase sebesar 1,16, kedua utilitas yaitu lampu memiliki presentase nilai sebesar 0,79.. Maka dapat disimpulkan bangunan Gedung Creative Space Unicorn, dengan indeks kondisi bangunan pada skala 72,04. berarti bahwa uraian kondisi bangunan tersebut cukup (hanya terjadi kerusakan kecil).
IDENTIFIKASI RISIKO KETERLAMBATAN PEMBANGUNAN JALAN TOL DENGAN PENDEKATAN RII (RELATIVE IMPORTANCE INDEX) (Studi Kasus Pembangunan Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan) Yanuar Widiandi Nufah; Ari Sandyavitri; Muhammad Yusa
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4184

Abstract

Jalan Tol Binjai – Pangkalan Brandan merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 117 tahun 2015. Dimana berdasarkan informasi dari Pihak Penyedia Jasa dan Pengguna Jasa mengalami keterlambatan dalam penyelesaiannya. Tujuan dari studi kasus ini adalah mengidentifikasi faktor penyebab keterlambatan, menganalisis risiko dengan pendekatan probabilistik. Studi kasus pada penelitian ini mengkombinasikan 2 metode analisis diharapkan dapat memberi masukan baru bagi para peneliti selanjutnya. Metode RII (Relative Importance Index) diperoleh 5 faktor dominan yang paling berpengaruh terhadap keterlambatan proyek ini adalah pembebasan lahan, investigasi lahan tidak memadai sebelum pekerjaan desain, data survey tidak akurat (pra desain), perubahan desain, perijinan terkait dengan pemerintah.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU SERABUT KELAPA (ASK) SEBAGAI BAHAN TAMBAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON ALIR Santoso Nugroho; Nurul Rochmah
Racic : Rab Construction Research Vol 9 No 1 (2024): JUNI
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v9i1.4210

Abstract

Development in Indonesia continues to increase every year, this is due to the increasing population in this country. This construction requires important construction materials, such as concrete. Flowing concrete is a type of concrete that has a slump flow value of more than 19 cm, but still maintains the natural strength of the concrete according to ASTM C 1017 standards. Flowing concrete is usually used for placing thin sections or in areas of solid reinforcing steel to reduce handling costs, explained by (Dawood and Ramli 2010). To produce flowable concrete, it is necessary to use a superplasticizer so that the cement particles can be suspended evenly and separated into fine particles in the concrete mixture. Based on the research results, it shows that the addition of coconut fiber ash with percentages of 0%, 2.5%, 5%, 7.5% and 10% with superplasticizer of 1.5% of the cement weight to determine the compressive strength of the concrete. The coconut fiber ash test object used acts as an additive in the optimum concrete mixture. The sample used was a 15 x 30 cm cylinder for testing the compressive strength of coconut fiber ash at the age of 7 days, 14 days and 28 days. The test results showed that with the addition of coconut fiber ash, the compressive strength of the concrete experienced fluctuations up and down at mixed percentages of 2.5% and 5%, while at percentages of 7.5% and 10% it tended to decrease compared to normal concrete.
ANALISA REOLOGI DASAR ASPAL MODIFIKASI NANO ABU CANGKANG SAWIT Fitra Ramdhani; Bambang Sugeng Subagio; Harmein Rahman; Russ Bona Frazila
Racic : Rab Construction Research Vol 8 No 2 (2023): DESEMBER
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/racic.v8i2.4216

Abstract

Pengembangan aspal modifikasi dengan menggunakan nano teknologi merupakan salah satu inovasi dalam menciptakan sebuah material baru yang berskala nano meter yang mempunyai sifat lebih unggul dari material yang berukuran besar. Keunikan dari nano material yaitu semakin kecil ukuran material maka luas permukaan dan kinerja karakteristik material dalam campuran aspal semakin meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari penambahan Nano Abu Cangkang Sawit (NACS) pada bitumen terhadap sifat reologi dasar aspal.. Metode penelitian menggunakan metode pengujian di laboratorium. Material nano yang digunakan adalah material abu cangkang sawit yang diperoleh dari limbah sisa pembakaran cangkang sawit yang berasal dari Riau yang kemudian diproses menjadi Nano Abu Cangkang Sawit (NACS) di laboratorium Kimia ITB. Aspal yang digunakan yaitu aspal Pen 60/70 produksi Pertamina. Penggunaan material NACS dalam modifikasi aspal dengan variasi 1%, 2%, dan 3% NACS dapat menurunkan nilai penetrasi ,meningkatkan titik lembek, menurunkan nilai daktilitas dan menurunkan suhu pencampuran dan suhu pemadatan seiring dengan bertambahnya persentase NACS.. Kata-kata Kunci: Nano Abu Cangkang Sawit (NACS), reologi dasar aspal, Nano teknologi