cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota magelang,
Jawa tengah
INDONESIA
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching
Published by Universitas Tidar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2017): Metathesis" : 12 Documents clear
A Critical Review on Post-Method Era in English Language Teaching for Indonesian Context Khafidhoh Khafidhoh
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.239

Abstract

Kurikulum dan metodologi pembelajaran merupakan konsep inti dalam sistem pembelajaran.  Para  ahli  sepakat  bahwa  kurikulum  merupakan  elemen  yang  lebih  luas daripada metodologi pembelajaran. Namun, keduanya saling berkaitan. Sebenarnya, ada beragam metodologi dalam pembelajaran bahasa Inggris tetapi sekarang ini merupakan post- method era dimana tidak ada metodologi yang spesifik yang diklaim sebagai metodologi yang terbaik untuk diimplementasikan. Dalam konteks pembelajaran di Indonesia, kurikulum didesain secara umum oleh pemerintah. Faktanya, faktor yang mempengaruhi pembelajaran yang sangat beragam memerlukan metodologi yang beragam pula untuk diterapkan di dalam kelas. Hal tersebut menunjukkan pentingnya pemerintah memberikan perhatian pada konsep post-method era sehingga desain pembelajaran yang dikembangkan oleh pemerintah dapat lebih fleksibel untuk digunakan dalam konteks yang beragam di Indonesia. Sejalan dengan paparan  tersebut,  guru  sebagai  pengembang  kurikulum,  pelaksana  kurikulum,  fasilitator dalam pembelajaran, serta peneliti kurikulum, sebaiknya memahami post-method era dalam konteks pendidikan di Indonesia sehingga mereka dapat mengembangkan dan menerapkan kurikulum, memfasilitasi pembelajaran, melakukan penelitian yang sesuai dengan konteks pendidikan di Indonesia untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan  untuk  mengeksplor  beberapa  isu  terkait  topik  utama  yang  didiskusikan  dalam artikel ini yang meliputi kurikulum, metodologi, hubungan antara kurikulum dan metodologi, pembelajaran  bahasa  Inggris,  post-method  era,  serta  post-method  era  dalam  konteks Indonesia.Kata kunci: post-method era, pembelajaran bahasa Inggris, konteks Indonesia
Lesson and Forum Modules of http://daviqr.com in the Subject of Discourse Analysis in the Faculty of Teacher Training and Education, UIN Walisongo Semarang Daviq Rizal
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.234

Abstract

Sampai saat ini UIN Walisongo Semarang tidak memiliki sebuah laman berbasis Moodle yaitu sebuah aplikasi hybrid online course yang diperuntukkan bagi mahasiswa dan dosen. Oleh karena itu, sebuah laman yang beralamatkan http://daviqr.com berbasis model Moodle diciptakan dan dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan desain Research and Development. Partisipan dalam penelitian ini adalah 90 mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggrissemester 6, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, IAIN Walisongo Semarang yang mengambil mata kuliah Discourse Analysis pada tahun akademik 2015/2016. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner dengan model open-ended and closed-ended questions. Merujuk pada hasil penelitian sebelumnya, siswa mempunyai ketertarikan tinggi pada forum-forum diskusi online, kuis berbasis daring, dan materi ajar berbasis daring. Mahasiswa berpendapat bahwa konsep modul materi yang terdiri atas materi ajar dan modul forum dapat diimplementasikan untuk pengajaran lainnya. Mereka berpendapat bahwa dosen tidak hanya mengajar dan memberikan materi di ruang kelas, tetapi mereka dapat memberikan kebebasan pada mahasiswa untuk belajar dari sumber materi online. Hal ini dapat membuat hubungan dosen dan siswa menjadi lebih kuat dan dekat. Kata Kunci: Moodle-based websites, hybrid online courses, discourse analysis, discussion forum, quiz, reading materials
The Role of Genre in Teaching Writing Lutfi Ashar Mauludin
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.240

Abstract

Kemampuan menulis merupakan salah satu kemampuan bahasa Inggris yang harus dikuasai bagi pembelajar bahasa Inggris. Untuk menguasai kemampuan ini, seorang guru perlu menggunakan beragam metode. Setiap metode mempunyai kelebihan dan kekurangannya tersendiri. Dalam artikel ini dianalisis dua metode yang biasa digunakan dalam pengajaran kemampuan menulis yakni grammar instruction dan genre-based instruction. Di dalam artikel ini, empat penelitian yang berhubungan dengan grammar instruction dan empat penelitian yang berhubungan genre-based instruction dianalisis secara mendalam. Kelebihan dan kekurangan dari setiap metode dielaborasikan untuk mendapatkan informasi metode yang tepat dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa. Di dalam artikel ini genre-based instruction mempunyai peran yang lebih baik dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa.Kata Kunci: genre, genre-based instruction, grammar instruction, writing skill
Evaluating a Classroom Process Endah Ratnaningsih
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.235

Abstract

Evaluasi proses belajar mengajar dalam kelas biasanya dilakukan dengan alasan internal untuk melihat apakah program tersebut berfungsi seperti yang direncanakan. Selain itu, evaluasi ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan yang dimungkinkan dilontarkan oleh pihak luar (eksternal) dan sebagai langkah untuk evaluasi aspek pendanaan. Sementara itu, evaluasi dapat dilakukan baik oleh pihak internal maupun eksternal yang berkompeten di bidangnya. Namun, evaluasi juga dapat dilakukan melalui kemitraan di antara dua pihak, internal dan eksternal. Sebagai evaluator kurikulum, guru mengumpulkan data, misalnya data tentang proses dalam kelas. Setelah itu, mereka mengenalisa data tersebut dan memberikan umpan balik. Dengan menggunakan data itu, mereka memberikan informasi yang dapat digunakan untuk membantu dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan kinerja proses belajar mengajar di dalam kelas.  Artikel ini membahas aspek evaluasi proses kelas, seperti langkah-langkah yang digunakan, kriteria untuk mengevaluasi proses kelas, dan instrumen yang digunakan.Kata kunci: evaluator kurikulum, aspek evaluasi, langkah langkah evaluasi, instrumen
The Effectiveness of Question Writer in Assessing Grammar Amalia Rosaline; Gatot Prasetyo
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.230

Abstract

Penelitian ini menyelidiki efektivitas tes berbasis komputer menggunakan Question Writer untuk mengevaluasi kemampuan grammar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pelaksanaan Question Writer dalam mengevaluasi kemampuan grammar siswa khususnya dalam membedakan Simple Past Tense dengan Present Perfect Tense, dan untuk mengetahui efektivitas dan kesulitan-kesulitan yang siswa hadapi selama pelaksanaan. Mixed-method dilakukan untuk memperoleh dan menganalisis data dari 60 siswa SMA dalam bentuk pra dan pasca test dan wawancara. Hasil dari tes menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Dari wawancara, ditemukan bahwa masalah utama yang dihadapi oleh siswa saat menggunakan aplikasi adalah masalah konektivitas internet. Oleh karena itu, maka disimpulkan bahwa Question Writer efektif untuk mengevaluasi pemahaman siswa tentang Present Perfect Tense dan menyarankan bahwa guru sangat dianjurkan untuk menggunakan aplikasi ini di kelas menulis Bahasa Inggris.Kata kunci: Effectiveness, Computer-based Test, Question Writer, Present Perfect Tense.
Experiential Meaning Breadth Variations of Interlingual Translation: The English-Bahasa Indonesia Subtitle of Avatar Movie Robith Khoiril Umam
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.241

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan kedalaman variasi makna eksperiensial yang terdapat dalam penerjemahan interlingual: subtitle film Avatar dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, (2) mendeskripsikan faktor kontekstual yang menyebabkan terjadinya variasi dari kedua subtitle tersebut, dan (3) menginterpretasi efek kontekstual dari kedalaman variasi makna eksperiensial dari kedua subtitle tersebut. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian adalah subtitle berbahasa Inggris dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia yang diambil dari DVD film Avatar. Data dalam penelitian ini adalah semua klausa utama dalam subtitle. Variasi makna dianalisis dengan menggunakan sistem transitivitas. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variasi secara umum antara teks bahasa sumber (Bahasa Inggris) dan teks bahasa sasaran (Bahasa Indonesia) sangat rendah dari segi keluasan makna eksperiensial. Faktor kontekstual yang menyebabkan variasi adalah konteks intertekstual dan konteks situasional. Kontekstual yang berdampak terhadap penonton bahasa target termasuk dalam aspek keterbacaan teks.Kata kunci: Makna Eksperiensial, penerjemahan, subtitle, Avatar.     
Written Corrective Feedbacks for English Learners with High and Low Anxiety Levels Gatot Prasetyo
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.236

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa umpan balik memainkan peran penting dalam menulis bahasa kedua siswa, seperti mempengaruhi perkembangan bahasa siswa secara signifikan dan memfasilitasi akuisisi bahasa target. Namun efek umpan balik dapat bervariasi dikarenakan karakteristik siswa, gaya mengajar, kelas, dll. Studi ini mencoba meneliti apakah umpan balik tertulis oleh guru atau rekan sebaya berperan penting dalam meningkatkan kemampuan menulis bahasa kedua siswa dengan kecemasan tinggi dan rendah. Studi ini menggunakan metode eksperimen dengan 63 mahasiswa dari dua kelompok yang diberi dua perlakuan yang berbeda: umpan balik tertulis guru dan rekan sebaya. Foreign Language Classroom Anxiety Scale digunakan untuk menentukan tingkat kecemasan siswa. Hasil uji ANOVA menunjukkan signifikansi dan efektivitas kedua jenis umpan balik tersebut. Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada mereka yang menerima umpan balik guru dengan tingkat kecemasan tinggi. Namun, hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara kecemasan dan umpan balik siswa yang diterima. Sebagai saran, guru harus mempertimbangkan karakter siswa guna meningkatkan kefektifan umpan balik dan meningkatkan belajar siswa.Kata kunci: teacher feedback, peer feedback, writing, anxiety
The Puritan Law on Adultery and its Impacts on Society: A Sociological Approach of Literature in The Scarlet Letter Atsani Wulansari
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.231

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menemukan dan menganalisis hukum yang digunakan oleh masyarakat Puritan dalam kasus perzinaan yang dilakukan oleh tokoh utama dalam novel The Scarlet Letter karya Nathaniel Hawthorne. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendiskusikan dampak hukum tersebut terhadap kehidupan masyarakat Puritan. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan sosiologi sastra. Terdapat berbagai macam pendekatan dalam penelitian sastra. Dengan pendekatan yang berbeda, hasil yang akan diperoleh dalam penelitian juga akan berbeda. Pendekatan sosiologi sastra dipilih karena novel The Scarlet Letter memiliki aspek sosiologis yang sangat kental. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Puritan menggunakan hukum agama dan moral sebagai dasar pemberian hukuman. Kedua jenis hukum tersebut diberlakukan agar pelaku diberi hukuman sesuai dengan pelanggarannya. Dalam hal perzinaan, kedua hukum tersebut juga diterapkan terhadap tokoh utama dalam novel ini. Hukum yang diterapkan dalam masyarakat Puritan ini mempunyai dampak positif dan juga negatif bagi tokoh utama dan juga masyarakat. Konsekuensi dari hukuman harus diterima oleh pelaku agar ketertiban dalam suatu wilayah tercapai.Kata kunci: Puritan, Hukum Masyarakat Puritan, Perzinaan, Sosiologi Sastra
Directive Illocutionary Act on English Teacher in Elementary School Sukoharjo 3 Probolinggo (Pragmatics Study) Hosnol Wafa; Indrawati Vahmita
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.237

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SDN Sukoharjo 3 Probolinggo. (2) mengetahui penggunaan dominan dari tindak tutur ilokusi direktif yang digunakan oleh guru bahasa inggris di SDN Sukoharjo 3Probolinggo. Penelitian ini membahas pragmatik sebagai dasar teori. Tindak tutur ilokusi direktif dipilih karena sebagian besar dari tuturan pada aktifitas pembelajaran menggunakan jenis, bertanya, berpesan, meminta, mengundang, menyarankan, dan memohon sebagai komunikasi strategi yang digunakan guru bahasa inggris. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif.  Hasil dari penelitian ini ditemukan semua jenis tindak tutur direktif, yaitu bertanya 38 ujaran (49,35%), terdiri dari 5 ujaran yang memberikan konfirmasi, 27 ujaran memberikan informasi dan 6 ujaran menegaskan. 25 ujaran berpesan (32,46%), 4 ujaran meminta (5,19%), 2 ujaran mengundang (2,59%), 4 ujaran menyarankan. Dan ditemukan 4 ujaran memohon (5,19%). Bertanya adalah ujaran yang paling banyak ditemukan karena guru memberikan pertanyaan tidak hanya untuk mendapatkan informasi, tetapi juga untuk mengajak siswa aktif selama proses pembelajaran di kelas.Kata kunci: Ilokusi, Direktif, Tindak tutur, Guru bahasa inggris, Pragmatik
Assessing Students’ Reading Fluency C. Prima Ferri Karma
Metathesis: Journal of English Language, Literature, and Teaching Vol 1, No 1 (2017): Metathesis
Publisher : English Education Study Program, Faculty of Education and Teachers Training, Tidar Univer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/metathesis.v1i1.232

Abstract

Memeriksa kelancaran membaca mahasiswa kadang menjadi sesuatu kegiatan yang terabaikan oleh Dosen. Pada kenyataannya, salah satu karakteristik menjadi seorang pembaca yang baik adalah kelancaran dalam membaca, ketidaklancaran dalam membaca merupakan salah satu ciri pembaca yang buruk. Kelancaran dalam membaca mencakup ketepatan bunyi, kecepatan dan intonasi. Seorang dosen dapat mengetahui tingkatan kelancaran membaca mahasiswanya dengan cara meminta mahasiswa membaca sebuah teks secara lisan. Sehingga, dosen dapat memeriksa ketepatan bunyi melalui rekaman lisan dan mencari kesalahan membaca yang dilakukan mahasiswa. Sedangkan untuk intonasi, dosen dapat memeriksanya dengan menggunakan daftar yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk kecepatan membaca, dosen dapat memeriksanya melalui lamanya waktu yang dibutuhkan, waktu dihitung dengan menggunakan Words per Minute (WPM) atau Correct Words per Minute (CWPM). Ini tergantung pada masing-masing individu, variasi teks, dan tujuan pembaca. Artikel ini selain bertujuan tidak hanya untuk mengetahui kelancaran mahasiswa dalam membaca sebuah teks tetapi juga pemahaman mahasiswa terhadap isi teks tersebut.Kata Kunci: assessing, reading, fluency

Page 1 of 2 | Total Record : 12