cover
Contact Name
Mohammad Fauziddin
Contact Email
Mohammad Fauziddin
Phone
+6282285580676
Journal Mail Official
jurnalobsesi@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai Nomor 23 Bangkinang Kota Kabupaten Kampar Riau
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini
ISSN : 23561327     EISSN : 25498959     DOI : https://doi.org/10.31004/obsesi
Core Subject : Education,
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini is an peer-reviewed journal dedicated to interchange for the results of high quality research in all aspect of early childhood educatuion. The journal publishes state-of-art papers in fundamental theory, experiments and simulation, as well as applications, with a systematic proposed method, sufficient review on previous works, expanded discussion and concise conclusion. As our commitment to the advancement of science and technology, the Jurnal Obsesi follows the open access policy that allows the published articles freely available online without any subscription.
Articles 149 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 5 (2022)" : 149 Documents clear
Model Pengasuhan Alternatif pada Dual Career Family: Studi pada Keluarga suku Batak Toba Muhammad Abrar Parinduri; Endang Haryati; Marizha Nurcahyani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1846

Abstract

Terbatasnya penelitian tentang model pengasuhan alternatif pada dual-career family khususnya keluarga suku batak Toba membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang model pengasuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pengasuhan alternatif yang dilakukan oleh ayah-ibu bekerja pada keluarga suku Batak Toba di Kabupaten Dairi Sumatra Utara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Terdapat 3 (tiga) model pengasuhan alternatif pada suku Batak Toba antara lain: Pertama, dipalemehon oppung suhut yakni anak diasuh oleh nenek dari pihak ayah; Kedua, dipalemehon oppung bao yakni anak diasuh oleh nenek dari pihak ibu; Ketiga, parorot yakni anak diasuh oleh orang lain. Orang tua menyadari betapa pentingnya memperhatikan masa golden age bagi anak. Apapun usaha orang tua dalam memenuhi kebutuhan tumbuh kembang anak adalah mengganti waktu yang terlewatkan dengan mengajak anak bermain, jalan bersama, dan hiburan bersama keluarga
Faktor-Faktor Keluarga yang Mempengaruhi Perkembangan Kreativitas Anak Usia Dini Amalia Novianti; Linda Primana
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2628

Abstract

Dalam perkembangan kreativitas anak usia dini, keluarga merupakan salah satu faktor yang signifikan. Beberapa penelitian sebelumnya telah membuktikan faktor tertentu dalam keluarga yang berpengaruh terhadap perkembangan kreativitas anak. Namun, penelitian-penelitian tersebut masih berdiri sendiri-sendiri dan belum ada suatu kajian literatur terbaru yang spesifik mengumpulkan, mengorganisasikan, mengkaji serta menganalisa faktor-faktor tersebut. Penelitian ini merupakan sebuah kajian literatur sistematis yang bertujuan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan, mengkaji serta menganalisa faktor keluarga yang mempengaruhi kreativitas anak. Kajian literatur sistematis ini dilakukan dengan mengacu pada pedoman PRISMA yang terdiri dari identifikasi, pemilihan, penilaian hingga sintesis artikel. Berdasarkan kajian literatur ini, dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat beberapa faktor keluarga yang mempengaruhi perkembangan kreativitas anak yang dapat dikategorikan menjadi: (1) karakteristik demografi dan struktur keluarga; (2) karakteristik pribadi orang tua; (3) nilai yang dianut dalam keluarga; (4) iklim hubungan dan perilaku orang tua dalam keluarga; dan (5) dinamika keluarga. Kajian literatur ini merupakan pembaharuan dari kajian literatur sebelumnya, dimana karakteristik pribadi orang tua dan dinamika keluarga merupakan kategori baru yang ditemukan
Dinamika Karakteristik Pronunciation Difficulties pada Anak Usia Dini Khusnul Laely; Lilis Madyawati; Margana Margana; Suparno Suparno
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1777

Abstract

Anak pronunciation difficulties merupakan individu anak yang mengalami kesulitan pengucapan. Di Kelompok Bermain Al-Ma’shum Tempuran Magelang ditemukan 3 anak mengalami pronunciation difficulties. Penelitian bertujuan mengetahui dinamika anak pronunciation difficulties. Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu penelitian kualitatif yang lebih diarahkan pada case study (studi kasus). Adapun subyek terdiri 3 anak berusia 4 tahun yang mengalami pronunciation difficulties. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) usia kehamilan premature salah satu penyebab terjadinya pronunciation difficulties; 2) kemampuan pada aspek fisik motorik, sosial emosional, dan kognitif berkembang dengan baik sesuai dengan indikator yang ada dalam Satuan Tingkat Pencapaian Perkembangan (STPPA); 3) anak kesulitan untuk mengucapkan kata yang mengandung huruf “m, k, s, c, l, dan r”; dan 4) aspek moral agama pronunciation difficulties berkembang dengan baik sesuai dengan indikator perkembangannya namun dalam pengucapan doa harian masih membutuhkan stimulasi khusus. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu melakukan penelitian tentang kemampuan pengucapan doa harian pada anak pronunciation difficulties
The Urgency of Teacher Adaptation to Post-Online Face-to-Face Learning Nurazila Sari; Suyadi Suyadi; Na’imah Na’imah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2585

Abstract

The adaptation of teachers to face-to-face learning after online has become an urgent matter. Research shows the urgency of teacher adaptation to face-to-face learning after online, as happened at TK-IT Ibu Harapan Bengkalis. The research method used is a descriptive qualitative approach, with sources of document data and credible sources. Data was collected through observation, documentation, and in-depth interviews, and analyzed inductively. The results of the study show that Teachers who are able to adapt in teaching and learning activities will have a positive impact on students. The post-online learning system set by the government with a shift/sharing system is favored by teachers because it makes the process easier and achieves learning outcomes. The ability possessed by the teacher is growing for the better. So that teachers who are able to adjust or adapt become one of the components to create a better and more effective teaching and learning process.
Koping untuk Mengembangkan Kemampuan Mengelola Emosi Negatif Anak Usia 4-6 Tahun Muthmainah Muthmainah; Edi Purwanta; Suwarjo Suwarjo
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1967

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model pembelajaran keterampilan koping untuk mengelola emosi negatif anak usia 4-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada langkah-langkah desain pembelajaran ADDIE. Subjek penelitian ini adalah ahli model pembelajaran, ahli materi, ahli media, anak TK berusia 4-6 tahun, dan guru TK di wilayah DIY yang ditentukan dengan teknik cluster proporsional random sampling. Pengumpulan data menggunakan skala, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran keterampilan koping meliputi sintaks yang terdiri dari rasional strategi, identifikasi emosi anak, latihan dan praktik, penugasan, dan pembiasaan. Model pengembangan pembelajaran keterampilan koping ini dinyatakan valid karena memiliki V hitung lebih besar dari V tabel 5%. Selain itu, model ini juga efektif untuk mengelola emosi negatif anak usia 4-6 tahun karena hasil uji Wilcoxon Signed Ranks menunjukkan nilai (Sig.) 0,0000,05.
Pengembangan Dadu QR Code untuk Alternatif Pengenalan Calistung Anak Usia 5 – 6 Tahun Hasti Anastasia Turnip; Lanny Wijayaningsih
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2595

Abstract

Kemampuan membaca, menulis dan berhitung (calistung) penting bagi anak agar dapat melanjutkan belajar ditingkat selanjutnya. Namun, kemampuan ini tidak menjadi ukuran keberhasilan belajar ditingkat pendidikan anak usia dini. Mengenalkan dan menstimulasi kemampuan calistung sejak dini perlu diberikan, akan tetapi aktivitas pengenalannya perlu diperkaya dengan berbagai media yang menyenangkan, karena dengan aktivitas yang menyenangkan dapat memunculkan ketertarikan anak dalam belajar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Dadu QR Code yang di dalamnya berisikan media pembelajaran berbentuk gambar dan suara pada slide Microsoft PowerPoint. Menggunakan metode Research and Development (RD) dengan model ADDIE. Subjek penelitian ini yaitu 16 siswa TK yang ada di Kota Salatiga. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara tidak terstruktur terhadap guru dan orangtua. Validasi ahli media memberikan penilaian dengan kategori “Baik” dan ahli materi memberikan penilaian dengan kategori “Sangat baik”. Kesimpulannya, media Dadu QR Code untuk alternatif pengenalan calistung anak usia 5 – 6 tahun layak untuk digunakan
Perbedaan Kemampuan Bersosialisasi Anak yang Mengalami Kecanduan Gadget dengan yang Tidak Sean Marta Efastri; Lucky Lhaura; Chitra Charisma Islami
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2296

Abstract

Fenomena di lapangan ditemukan permasalahan pada kemampuan bersosialisasi yang tampak masih ada anak yang tidak mau di tinggalkan oleh orang tuanya ketika akan memasuki kelas untuk belajar, dan orang tua memberikan Gadget untuk dibawa anak ke sekolah, sebagian besar anak menunjukkan sikap tidak mau bermain dengan teman yang baru dikenalnya dan cenderung lebih menyendiri pada jam istirahat dengan menggunakan Gadget. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan jenis penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif komparatif. Perbedaan kemampuan bersosialisasi anak usia 5-6 tahun yang mengalami kecanduan dengan yang tidak terhadap gadget di PAUD Se-Kecamatan Bukit Raya di tunjukan dari hasil uji t  menunjukan t-hitung (7.416) ttabel (2.00) dan nilai signifikansi (0,000) α (0,05) artinya Ha diterima Ho ditolak. Adapuan besarnya perbedaan antara anak yang kecanduan dengan yang tidak terhadap gadget yakni mencapai 6.83%.
Blended Learning untuk Pendidikan Anak Usia Dini: Implementasi dan Tantangannya Farida Mayar; Desmila Desmila; Nurhamidah Nurhamidah; Rika Rahmawati; Umi Uzlah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2654

Abstract

Pandemi Covid-19 menyebabkan sekolah perlu memilih metode pembelajaran yang sesuai. Salah satu metode yang dapat memfasilitasi siswa adalah blended learning. Penggunaan metode tersebut di satuan PAUD masih sangat minim pembahasannya. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi dan tantangan metode blended learning  untuk anak usia dini menggunakan metode kualitatif fenomenologis. Enam guru PAUD di Yogyakarta menjadi partisipan yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan menggunakan wawancara. Hasil dari analisis data menunjukkan bahwa terdapat lima tema yang menjadi fokus utama dalam implementasi metode blended learning. Aspek keterlibatan tersebut adalah : pemahaman guru terhadap metode blended learning, persiapan blended learning, respon dan pemahaman anak ketika blended learning, faktor yang mempengaruhi keberhasilan blended learning, kesesuaian metode blended learning untuk PAUD. Implikasi hasil penelitian dibahas lebih lanjut dalam artikel
Siap Sekolah dari Rumah: Stimulasi Aspek Sosial-Emosional pada Anak Usia Dini Edilburga Wulan Saptandari; Arum Febriani; Ammik Kisriyani
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.2002

Abstract

Anak yang memiliki keterampilan sosial-emosional yang baik cenderung bisa beradaptasi dengan lingkungan dan berhasil dalam pembelajaran. Namun, kondisi pandemi COVID-19 telah membuat interaksi sosial anak menjadi sangat terbatas. Studi ini adalah kajian literatur untuk mengetahui pentingnya kematangan sosial-emosional anak usia dini dalam persiapan memasuki Sekolah Dasar dan bagaimana cara stimulasinya. Studi ini diawali dengan menetapkan beberapa kata kunci yang relevan dengan topik penelitian, menerapkan kriteria inklusi pada artikel yang akan dicari, pencarian artikel, dan diakhiri dengan penulisan kajian literatur. Pada kondisi pandemi COVID-19, stimulasi berbasis rumah menjadi hal yang penting untuk dioptimalkan. Keterlibatan orangtua dan significant others, sebagai sistem terdekat anak (mikrosistem),  sangat dibutuhkan agar anak bisa mencapai perkembangan sosial-emosional sesuai tahapan usianya. Implikasi dari hasil penelitian ini adalah dapat menjadi masukan bagi orangtua untuk terlibat aktif dalam memberikan stimulasi perkembangan sosial-emosional anak. Harapannya, stimulasi berbasis rumah ini akan dilakukan oleh orangtua secara konsisten, bukan hanya dalam kondisi pandemi COVID-19.
Islamic Religious Education Learning For Early Childhood in the Covid-19 Period Ida Windi Wahyuni; Abdul Madjid
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 5 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i5.1799

Abstract

Islamic religious education is given from the time the child is in the womb to birth. The pandemic period is the biggest challenge for families, where more children have to stay at home, limit going out of the house, and study at non-formal institutions. The purpose of this study was to determine the learning of Islamic religious education for early childhood during the pandemic in Riau Province. This research is expected to be an evaluation for parents and teachers in developing, providing examples and being role models for early childhood at home in everyday life during the pandemic. The number of subjects in this study amounted to 10 parents who came from several 4 districts in Riau Province. The results showed that Islamic religious education for early childhood has been implemented well, where parents and people around them always provide examples of good religious practices so that children are easier to imitate and implement every day. Parents' biggest hope is that this pandemic will end soon so that children can go back to school so that children's social development will develop better as a provision for their future

Page 6 of 15 | Total Record : 149