cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Sistem : Jurnal Ilmu-Ilmu Teknik
ISSN : 02167131     EISSN : 25496867     DOI : 10.37303
Core Subject : Engineering,
Jurnal Sistem diterbitkan 3 (tiga) kali setahun oleh Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana Malang, sebagai sarana informasi dan forum kajian masalah-masalah teknik. Berisi tentang tulisan ilmiah, ringkasan hasil penelitian, pembahasan kepustakaan dan pemikiran kritis yang orisinil dan up to date. Redaksi menerima para ahli, praktisi dan siapa saja yang berminat untuk menyumbangkan tulisan yang belum pernah diterbitkan dalam media lain.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
ANALISA PENGENDALIAN KUALITAS PRODUK GULA KRISTAL PUTIH DENGAN METODE SEVEN TOOLS Sholiha, Lailatus; Syaichu, Achmad
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 13 No 1 (2017)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.601 KB)

Abstract

Adanya MEA dan rencana swasembada gula nasional tahun 2019 yang  mengharuskan pabrik gula di Indonesia mampu memenuhi kebutuhan gula nasional dengan kualitas premium dan dengan harga yang rendah membuat Pabrik Gula Lestari patianrowo nganjuk, meningkatkan kualitas produk gula yang dihasilkan. Akan tetapi, pada kenyataannya masih terdapat banyak cacat pada 2014 yang melebihi spesifikasi dari perusahaan. Jenis cacat yang terjadi pada periode2014 adalah cacat scrap sugar basah, abu dan krikilan, serta molasses sugar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengendalian kualitas Gula Kristal Putih di pabrik gula Lestari Patianrowo Nganjuk, dengan menggunakan metode seven tools. Dimana dengan menggunakan metode tersebut dapat mengidentifikasi permasalahan dan mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya kecacatan serta akar penyebab permasalahan agar didapatkan solusi untuk perbaikan kualitas produk Gula Kristal Putih. Hasil dari checksheet menunjukkan bahwa periode 2014dimana perhitungan dari rata-rata proporsi cacat mencapai 0.008, sedangkan ketetapan dari perusahaan adalah proporsi cacat harus 0 atau zero defect. Untuk histogram menunjukkan bahwa sebaran data semakin longgar kearah kanan. Berdasarkan diagram pareto, fokus perbaikan adalah pada jenis cacat scrap sugar basah (42.3%) serta jenis cacat abu dan krikilan (34.7%). Berdasarkan scatter diagram menunjukkan bahwa korelasi antara variabel x (Jumlah produksi) dan variabel y (jumlah cacat) adalah positif. Berdasarkan cause effect diagram dengan analisa five why faktor penyebab jenis cacat adalah faktor manusia, bahan baku, mesin, metode, dan lingkungan kerja.
ANALISA TRIANGULAR FUZZY NUMBER DALAM PERANCANGAN METODE AHP (ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS) Hariyanto, Krisnadhi
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11 No 2 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (246.5 KB)

Abstract

The study aims to design decision support system using triangular fuzzy number approach in Analytical Hierarchy Process method. The Analytical Hierarchy Process (AHP) is one of the decision  support system  method which controls experiences and intuition but critical at coupled comparative scales because it uses crisp. A triangular fuzzy number is used to approach AHP scale so as to obtain more fexible value of coupled comparison. The triangular fuzzy number-AHP method uses analysis synthetic extent in the priority processing implemented on ranking cases  of  potential  acceptors of scholarship of PPA and BBM in Wijaya Putra University of  Surabaya. The  result is  the  average of  mismatch between the  result by  triangular fuzzy number-AHP method and the result of manual work which are 23.93% of the PPA scholarship and 27,35% of the BBM scholarship.
PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PEKERJAAN PASANGAN BATA RINGAN (Studi Kasus Proyek Pembangunan MIPA Center Tahap 2 Universitas Brawijaya) Youngky Pratama, Hariyono Seputro
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 10 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.938 KB)

Abstract

Suatu keberhasilan proyek konstruksi secara keseluruhan tergantung dari keberhasilan setiap pekerjaan yang ada dalam proyek tersebut, sedangkan salah satu faktor yang mempengaruhi  keberhasilan  suatu  pekerjaan  adalah  produktivitas  tenaga  kerjanya. Salah satu pekerjaan pada proyek konstruksi yang mempunyai volume pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang besar adalah pekerjaan pasangan bata. Dengan volume dan jumlah tenaga kerja yang besar maka diperlukan pula dana yang besar untuk menyelesaikanya, maka produktivitas tenaga kerja harus dimaksimalkan untuk meminimalkan anggaran dan waktu guna memperoleh hasil maksimal. Dalam pengukuran produktivitas terdapat banyak metode yang bisa digunakan, salah satunya productivity rating, dimana aktivitas pekerja diklasifikasikan dalam 3 hal, yaitu Essential contributory work, Effective work, dan not useful. Data pendukung penelitian digunakan laporan harian yang merupakan produk dari kontraktor dengan diklarifikasi dengan data primer yang diperoleh secara langsung di lapangan dengan cara pengamatan terhadap kegiatan-kegiatan tersebut. Analisis data dilakukan dengan cara matematis sederhana untuk mendapatkan besarnya produktivitas. Hasil penelitian yang diperoleh hal-hal sebagai berikut. 1. Besarnya  tingkat  produktivitas  tenaga  kerja  pada  pekerjaan  pasangan  bata  pada proyek Pembangunan MIPA Center Tahap 2 Universitas Brawijaya  cukup memuaskan  karena rata-rata produktivitasnya sebesar 76,14% > 50%. 2. Variabel yang telah ditentukan yaitu umur, pengalaman kerja, tingkat pendidikan, kesesuaian upah, jumlah tanggungan keluarga, kesehatan pekerja, hubungan antar pekerja, manajerial, dan komposisi kelompok kerja secara simultan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap besarnya produktivitas pekerjaan pasangan bata. Secara   parsial   atau   sendiri-sendiri   variabel   yang   mempunyai   pengaruh   yang signifikan terhadap besarnya tingkat produktivitas tenaga kerja adalah variabel umur dan variable pengalaman kerja. 3.  Variabel pengalaman kerja mempunyai pengaruh yang dominan terhadap tingkat produktivitas tenaga kerja di proyek Pembangunan MIPA Center Tahap 2 Universitas Brawijaya.
ANALISIS SISTEM PROTEKSI DIRECTIONAL OVER CURRENT RELAYS (DOCR) DENGAN INTERKONEKSI DISTRIBUTED GENERATION (DG) PADA PENYULANG JOLOTUNDO Hartono, Bambang Prio; Nurcahyo, Eko; Hayusman, Lauhil Mahfudz
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 12 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.192 KB)

Abstract

Keandalan dan kemampuan sistem tenaga listrik dalam suatu jaringan sangat tergantung pada sistem pengaman yang digunakan. Oleh sebab itu dalam perencanaan suatu sistem tenaga listrik, perlu dipertimbangkan kondisi-kondisi gangguan yang mungkin terjadi pada sistem melalui analisis gangguan hubung singkat. Gangguan hubung singkat merupakan salah satu gangguan yang sering timbul, baik itu gangguan satu fasa ke tanah dua fasa ke tanah antar fasa. Penelitian ini akan menganlisis sistem proteksi Directional Over Current Relay (DOCR). Directional Over Current Relay(DOCR) atau lebih dikenal dengan relay arus lebih yang mempunyai arah tertentu adalah relay pengaman yang bekerja karena adanya besaran arus dan tegangan serta dapat membedakan arah arus gangguan. Penelitian ini juga akan mencoba menganalisis pengaruh interkoneksi DistributedGeneration (DG) yaitu PLTMH Seloliman Mojokerto pada penyulang Jolotundo khususnya kenaikan arus lebih yang bisa berdampak pada sistem. Pemodelan dan simulasi menggunakan software ETAP power station. Hasil setting relay DOCR lebih sensitif dan selektif dibandingkan  seting awal, yaitu dari t = 0,95 detik menjadi t = 0,23 detik, setting relay lebih cepat 0,72 detik dari setting awal.
ANALISA UMUR PAKAI POROS PADA PUTARAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN UJI DEFLEKSI EKSPERIMENTAL (CRITICAL SPEED APPARATUS) Prasetiyo, Gatot Budy; Subagyo, Tulus
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 9 No 3 (2013)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.963 KB)

Abstract

Shaft (shaft) is one of the stationary part of a rotating, usually globular, which is attached elements such as gears, pulleys, gears (flywheel), crank the power transfer from the other elements. Shafts can receive materials bending, pull, press, or torsion, which work independently or be combined with each other. When the load is incorporated, we can expect to achieve static strength and fatigue strength petimbangan need for planning, because a single shaft voltages can be static, complete alternating voltage, the voltage over and over, who all work at the same time. Shaft covers a wide range of variations, such as (axle) and wave (spindle). An axle (axle) is whether the shaft is stationary or rotating is not got a torsional load. Rotating shaft is often called short wave (spindle). When the lateral deflection or twisting of the shaft must be maintained in strict limits, the shaft must be sized based on the deflection before doing an analysis of stresses. Shaft is the most important part of the machine, almost all engine power forward along with rounds. The main role in this transmission is held by a shaft, the shaft can be classified according to their shape over a common straight shaft, crank shaft as the main shaft of the engine piston and others, flexible shaft to the transmission power so that there is little freedom to change direction. With the critical speed analysis apparatus, is aimed at testing done on the useful lifetime of the shaft to improve the performance of a machine and as well informed about the losses that occur later. From the analysis we found the variation of the rotation distance of F = 2.3607 <F table = 4.256495, contrary to the variation of the magnitude of the deflection distance of F = 0.7385815 <F table = 4.256495 koeefesien the magnitude of correlation (R2) is 0.6363864 and for the deflection distance there is also a real relationship with a correlation coefficient (R2) = 0.96188. And the age of the life of the shaft in a critical condition dadalah round 193.944 minutes = 2 hours 21 minutes
SKEMA BASIS DATA PENGELOLAAN ASET BARANG UNIVERSITAS Nugroho, Bayu Adhi
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11 No 1 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.237 KB)

Abstract

Dalam sistem administrasi modern dibutuhkan sistem basis data yang terdesain dengan baik, sehingga mampu menjadi solusi permasalahan penyimpanan data secara terstruktur. Normalisasi merupakan metode yang dikenal luas sebagai solusi permasalahan basis data relasional. Penelitian ini hendak memberikan solusi bagi penyimpanan dan pengelolaan data aset barang sebuah universitas. Metode yang digunakan secara umum adalah normalisasi sehingga menghasilkan skema basis data yang dapat diterapkan pada sistem informasi aset barang secara umum. Solusi yang ditawarkan diupayakan supaya netral terhadap implementasi vendor baik dari sisi basis data maupun bahasa pemrograman yang digunakan.
PERENCANAAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN MENGUNAKAN SOFT WARE SAP 90 DAN STAAD PRO DALAM KAJIAN SRTUKTUR PORTAL DUA DIMENSI Wahono, Arif
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11 No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.173 KB)

Abstract

Dalam dunia konstruksi, khususnya untuk perhitungan struktur telah banyak berkembang menuju aplikasi computer. Tetapi tidak meninggalkan begitu saja metode manual yang memiliki prinsip sama dengan aplikasi computer (berbasic matrik, elemen hingga dan mekanika teknik)dengan banyaknya program aplikasi, para sarjana terasa lebih mudah untuk melakukan perhitungan struktur. SAP 90 dan Staad Pro merupakan sebagian kecil program aplikasi yang ada dalam dunia konstruksi. Kedua program ini mempunyai persamaan dan perbedaan dalam pengoprasian dan hasil aplikasi. Untuk membandingkan kedua program ini, dengan cara pengoprasian aplikasi input dan output program. Pengoprasian program meliputi proses memasukkan data, analisis data dan cetak hasil analisis. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa SAP 90 berbasic dos dengan input data yang diketik, satu layar melayani perintah, membutuhkan waktu yang lebih lama dari staad Pro dan secara hasil analisis dari kedua aplikasi tersebut menjunkkan hasil yang sama
FORMULASI STRATEGI DENGAN MEMPERTIMBANGKAN FAKTOR BAURAN PEMASARAN (MARKETING MIX) Sunyoto, Sunyoto
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 10 No 3 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (64.082 KB)

Abstract

Strategi pemasaran sesuai dengan kondisi lingkungan yang ada sangat diperlukan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Berdasarkan analisis SWOT, dan matrik QSPM didapat bentuk strategi pemasaran pada UKM industri kerajinan genteng yang dibagi dalam dua kelompok yaitu kelompok skala kecil dan kelompok skala besar dari faktor internal dan eksternal dengan mempertimbangkan marketing mix antara lain; a) kebijakan produk pada kelompok skala kecil dengan mempertahankan kualitas produk yang sudah ada atau bisa memilih untuk beralih usaha membuat produk selain genteng, sedangkan pada kelompok skala besar strategi yang perlu dilakukan mengembangkan usaha dengan membuat variasi dan inovasi produk sesuai dengan keinginan konsemen. b) kebijakan distribusi; pada  kelompok usaha ini dengan membuat jaringan atau menjalin relasi, memanfaatkan koperasi serta memperluas lokasi usaha. c) kebijakan harga; meyeragamkan harga sesuai dengan tipe produk dari masing-masing pengrajin melalui koperasi, pemasaran produk di kelola oleh koperasi yang ada. d) kebijakan promosi; dengan adanya kemajuan teknologi informasi sekarang ini bisa dimanfaatkan sebagai sarana memperkenalkan produk-produk baru maupun lama yang di produksi. e) kebijakan Orang; mengingat kemampuan manajerial dalam mengelola usaha yang masih rendah, maka perlu adanya pengembangan SDM baik melalui pelatihan-pelatihan maupun penyuluhan terhadap para pengrajin. f) kebijakan proses; ditekankan pada teknologi produksi dengan berusaha menekan biaya produksi oleh karena itu perlu adanya inovasi atau perlu memodifikasi alat pengolahan bahan.
SISTEM PENGGAJIAN BERBASIS KOMPETENSI DI PT PAL. INDONESIA ', Subaderi
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 11 No 3 (2015)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.044 KB)

Abstract

Sistem kompensasi merupakan imbal balik dari hasil karya yang dihasilkan oleh karyawan atau SDM dalam suatu Perusahaan atau Industri dalam proses produksi, permasalahan ini sering menjadi pertentangan dalam keseharian yang terjadi pada suatu Perusahaan atau Industri yang mana dalam kenyataannya terjadi ketidak seimbangan atau keadilan dalam membuat sistim penggajian yang dapat disebut tumpang tindih. Yang sering dilaksanakan oleh perusahaan atau industri bahwa struktur penggajian hanya melihat suatu bentuk yang berdasarkan keputusan Pemerintah Daerah atau pun Pemerintah Pusat dan tingkat kemampuan Perusahaan beroperasi dan tidak berdasarkan kompetensi SDM atau karyawan dalam melaksanakan pekerjaan atau output yang dihasilkan. Banyak terjadi bahwa penyusunan atau struktur penggajian hanya berdasarkan waktu, suatu contoh penggajian yang kenaikannnya hanya berdasarkan tahun misal bahwa gaji karyawan akan naik setiap tahunnya dengan sebutan kenaikan berkala dan selang waktu 3 (tiga) tahun karyawan akan mengalami kenaikan pangkat, sehingga apa yang dihasilkan atau dengan kata lain karyawan yang outputnya rendah akan menerima gaji yang jumlahnya sama dengan karyawan yang outputnya tingga sehingga akan terjadi kesenjangan sosial dalam kesehariannya dan dapat mengakibatkan penurunan gairah kerja pada karyawan yang mempunya skill dan kecepatan tinggi.
PENENTUAN JENIS PEMELIHARAAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS: KECAMATAN JABUNG, KABUPATEN MALANG) Saputro, Dian Agung
SISTEM Jurnal Ilmu Ilmu Teknik Vol 10 No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wisnuwardhana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.66 KB)

Abstract

Kerusakan jalan dapat dibedakan menjadi dua bagian, yaitu kerusakan struktural yang mencakup kegagalan perkerasan atau kerusakan dari satu atau lebih komponen perkerasan yang mengakibatkan perkerasan tidak dapat lagi menanggung beban lalu lintas, dan kerusakan fungsional yang mencakup keamanan dan kenyamanan, oleh karena itu perlu dilakukan adanya Pemeliharaan Jalan, yaitu kegiatan penanganan jalan yang meliputi perawatan, rehabilitasi, penunjangan, dan peningkatan. Metode evaluasi kerusakan jalan yang akan digunakan yaitu metode Bina Marga. Metode Bina Marga umumnya digunakan di Indonesia dapat menghasilkan nilai prosentase kerusakan jalan. Pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat kerusakan jalan sehingga dapat ditentukan jenis pemeliharaan yang akan dilakukan

Page 2 of 22 | Total Record : 211