cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Potensi Permainan Tradisional Dende (Engklek) dalam Mengurangi Resiko Jatuh Saat Berjalan pada Penderita Parkinson Disease Rahmat Nugraha; Latifa Insani Nurhalim; Rizky Wulandari Ramli; Tiar Erawan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14304

Abstract

Decreased dopamine in Parkinson's patients causes damage to the function of the basal ganglia which causes many motor disturbances, one of which is a balance disorder which causes the elderly to often fall. On the other hand, decreased dopamine causes Parkinson's sufferers to rely on documented external stimuli on visual cues to form motor output, so one way to reduce the risk of falling is through traditional games that have the potential to become visual cues and as a walking medium, namely the Dende game in South Sulawesi. This study aimed to determine the potential of traditional Dende game in reducing the risk of falling while walking in people with Parkinson's. The application of traditional Dende game to Parkinson's patients was based on standards that have been modified according to the needs and conditions of the patients. This study used the application of the traditional Dende game on Parkinson's patients who were prone to falling when walking. The method used was a case report on a Parkinson's patient who often experiences falls as measured using the time up and go test which was analyzed through the data from the pre-test and post-test results. The results showed that there were changes after giving the intervention. It was concluded that Parkinson's patients rely on visual cues to initiate and form motor output, in this case the visual cues are the numbers and boxes in the Dende game, resulting in a motor output that can reduce freezing and hesitation, be aware of movements, improve physical abilities and train balance so that they can reduce the risk of falling.Keywords: parkinson; balance disorders; risk of falling; Dende                                                                                                      ABSTRAK Penurunan dopamin pada pasien parkinson menyebabkan kerusakan fungsi basalis ganglia yang menyebabkan banyak gangguan motorik, salah satunya yaitu gangguan keseimbangan yang mengakibatkan lansia sering jatuh. Di sisi lain, penurunan dopamin menyebabkan penderita parkinson mengandalkan rangsangan eksternal yang terdokumentasi pada isyarat visual untuk membentuk motoric output, sehingga salah satu cara untuk mengurangi resiko jatuh ialah melalui permainan tradisional yang berpotensi menjadi isyarat visual dan sebagai media berjalan yaitu permainan Dende di Sulawesi Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi permainan tradisional Dende dalam mengurangi resiko jatuh saat berjalan pada penderita parkinson. Penerapan permainan tradisional Dende pada pasien parkinson berdasarkan standar yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan dan kondisi pasien. Studi ini menggunakan penerapan permainan tradisional Dende pada pasien Parkinson yang rentan mengalami jatuh saat berjalan. Metode yang digunakan ialah case report pada seorang penderita parkinson yang sering mengalami jatuh yang diukur menggunakan time up and go test yang dianalisis melalui data hasil pre-test dan post-test. Didapatkan hasil bahwa terdapat perubahan setelah pemberian intervensi. Disimpulkan bahwa pasien parkinson mengandalkan isyarat visual untuk memulai dan membentuk motoric output, dalam hal ini sebagai isyarat visual ialah angka dan kotak pada permainan Dende, sehingga terbentuk motoric output yang dapat mengurangi freezing dan hesitation, menyadari gerakan, meningkatkan kemampuan fisik dan melatih keseimbangan sehingga dapat mengurangi resiko jatuh.Kata kunci: parkinson; gangguan keseimbangan; resiko jatuh; Dende
Pengaruh Tepid sponge Terhadap Penurunan Suhu Pada Anak Yang Mengalami Hipertermi Di Ruang Rawat Inap Anak RSUD Aceh Singkil Eriyani, Eriyani; Widyawati, Widyawati; Rahmini, Juwi Athia; Lubis, Elvi Susanti; Zulianti, Zulianti; Warama, Jati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14311

Abstract

This study aims to identify the effect of a tepid sponge on reducing temperature in children who experience hyperthermia. Methods: the design of this research is Quasy experimental with One Group Pre-Post Test design. The sample in this study was 10 pediatric patients who experienced hyperthermia in the category of febrile (38-40°C) and hyperthermic (>40°C). Data analysis used the Paired Sample T Test statistical test. The research instruments used by researchers in this study were informed consent, questionnaires, observation sheets and thermometers. The first research questionnaire given concerns the identity of the respondent. The second research instrument is an observation sheet containing steps to perform the tepid sponge technique as well as temperature records before and after the action. The initial stage of conducting the experiment, theo researcher measured body temperature before the experiment/pre test, by placing a thermometer in the axilla/armpit of the respondent, then the researcher carried out the tepid sponge procedure, after 15 minutes the researcher returned to measure temperature after the experiment/post test. Most respondents' temperature before treatment was in the febrile category (38-40°C) as many as 8 people (80%), while for the hyperthermia category (> 40°C) there were 2 people (20%). Respondents' temperature after treatment was the most in the febrile category there were 5 people (50%), while for the sub-febrile category there were 4 people (40%) and normal there were 1 person (10%). Analysis of the effect of the tepid sponge on decreasing temperature, the results of the statistical test obtained a value of p = 0.000, where the value of p <0.05, it can be concluded that there is a significant effect between the tepid sponge on decreasing temperature.  There is an effect of giving a tepid sponge on decreasing temperature in children who have hyperthermia.Keywords : tepid sponge, temperature, hyperthermia. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh tepid sponge  terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami hipertermi. Desain penelitian ini adalah quasy experimental dengan rancangan One Group Pre-Post Test . Sampel pada penelitian ini berjumlah 10 orang pasien anak yang mengalami hipertermi pada kategori febris (38-40°C) dan hipertermi (>40°C). Analisa data menggunakan uji statistik Paired Sampel T Test. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah informed consent, kuesioner, lembar observasi dan termometer. Kuesioner penelitian pertama yang diberikan adalah menyangkut identitas responden. Instrumen penelitian kedua adalah lembar observasi yang berisi langkah-langkah melakukan teknik tepid sponge serta catatan suhu sebelum dan sesudah tindakan. Tahap awal melakukan eksperimen, peneliti melakukan pengukuran suhu tubuh sebelum eksperimen/pre test, dengan cara meletakkan termometer di daerah axila/ketiak responden, selanjutnya peneliti melakukan prosedur tepid sponge, setelah 15 menit peneliti kembali melakukan pengukuran suhu setelah eksperimen/post test. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu suhu responden sebelum perlakuan paling banyak pada kategori febris (38-40°C) sebanyak 8 orang (80%), sedangkan untuk kategori hipertermi (>40°C) sebanyak 2 orang (20%) .Suhu responden sesudah perlakuan paling banyak pada kategori febris sebanyak 5 orang (50%), sedangkan untuk kategori sub febris sebanyak 4 orang (40%) dan normal sebanyak 1 orang (10%). Analisis pengaruh tepid sponge terhadap penurunan suhu, hasil uji statistik diperoleh nilai p = 0,000, dimana nilai p < 0,05 maka dapat disimpulkan ada pengaruh yang bermakna antara tepid sponge terhadap penurunan suhu sehingga dapat disimpulkan dari penelitian yaitu ada pengaruh pemberian  tepid sponge terhadap penurunan suhu pada anak yang mengalami hipertermiKata kunci : tepid sponge, suhu, hipertermi.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan Keluarga Tentang Pencegahan Demensia Pada Lansia Firna Dewi Safitri; Anung Ahadi Pradana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.2669

Abstract

Data demografi menunjukkan 9,92% lansia di Indonesia dengan ketergantungan lansia terhadap penduduk usia produktif mengalami peningkatan menjadi 15,54%.  Di Indonesia seseorang yang mengalami demensia terdapat sekitar 1,2 juta orang di tahun 2016, peningkatan akan terjadi diperkirakan di tahun 2030 dengan 2 juta orang dan di tahun 2050 meningkat dengan 4 juta orang. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan keluarga tentang pencegahan demensia pada lansia. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross secsional sampel sebanyak 98 responden dan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling. Kriteria inklusi responden adalah  keluarga yang tinggal bersama lansia berumur >60 tahun, keluarga yang tinggal di kelurahan karang satria, responden berumur >18 tahun, dan responden dapat membaca dan menulis. Analisis data penelitian ini dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor yang berhubungan dengan pengetahuan keluarga tentang pencegahan demensia didapatkan hasil adanya hubungan terdapat pada variabel tingkat pendidikan (p-value = 0,002), sedangkan tidak ada hubungan pada variabel umur (p-value = 0,221), pekerjaan (p-value = 0,871) dan sumber informasi (p-value = 0,123) dengan pengetahuan keluarga tentang pencegahan demensia. Dari hasil penelitian faktor yang dapat mempengaruhi pengetahuan keluarga tentang pencegahan demensia adalah tingkat pendidikan.Kata Kunci : “Demensia”, “Pencegahan”, “Pengetahuan Keluarga”, “Lansia”.
Peran Potensial Anemia Ibu dan Pemberian MP-ASI Terhadap Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Tamangapa Makassar Nurlina Akbar; Andi Tenri Abeng
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14323

Abstract

The incidence of stunting is not only caused by nutritional factors but also environmental factors, the behavior of giving exclusive breastfeeding and complementary foods for breast milk, the mother's history of anemia, whether or not basic immunizations for toddlers are complete and ownership of MCH books. The aim of this research was to determine the determinants of stunting in toddlers in the Tamangapa Community Health Center area as a final waste disposal site in Makassar City. This research implemented a case control design, involving 27 stunted toddlers and 27 non-stunting toddlers, who were selected using a purposive sampling technique. Data was collected through interviews and filling out questionnaires. Then analysis was carried out using the Chi-square test. The results of the study showed that factors related to the incidence of stunting were maternal anemia (p = 0.000; OR = 12.6) and giving complementary foods for breast milk (p = 0.023; OR = 0.21). Meanwhile, factors that were not related to the incidence of stunting were exclusive breastfeeding (p = 0.398; OR = 1.90), immunization history (p = 0.326; OR = 2.42), source of drinking water (p = 0.224; OR = 0.38 ) and ownership of MCH books (p = 1,000; OR = 0.74). This research proves that maternal anemia and the provision of complementary foods for breast milk are determinants of the incidence of stunting in toddlers in the Tamangapa area.Keywords: stunting; determinant; maternal anemia; complementary foods for breast milk ABSTRAK Kejadian stunting tidak hanya disebabkan oleh factor gizi namun juga faktor  lingkungan, perilaku pemberian ASI eksklusif dan makanan pendamping ASI, riwayat anemia ibu, lengkap tidaknya imunisasi dasar balita serta kepemilikan buku KIA. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui determinan kejadian stunting pada balita di wilayah Puskesmas Tamangapa sebagai tempat pembuangan akhir sampah Kota Makassar. Penelitian ini menerapkan desain case control, yang melibatkan 27 balita stunting dan 27 balita tidak stunting, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuisioner. Lalu dilakukan analisis dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting adalah anemia pada ibu (p = 0,000; OR = 12,6) dan pemberian makanan pendamping ASI (p = 0,023; OR = 0,21). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan dengan kejadian stunting adalah ASI eksklusif (p = 0,398; OR = 1,90), riwayat imunisasi (p = 0,326; OR = 2,42), sumber air minum (p = 0,224; OR = 0,38) dan kepemilikan buku KIA (p = 1.000; OR = 0,74). Penelitian ini membuktikan bahwa kondisi anemia ibu dan pemberian makanan pendamping ASI merupakan determinan bagi kejadian stunting pada balita di wilayah Tamangapa.Kata kunci: stunting; determinan; anemia ibu; makanan pendamping ASI
Penerapan Strategi Promosi Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Puskesmas Air Besar Kota Ambon Abd Rijali Lapodi; Herlien Sinay
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14nk312

Abstract

At the Air Besar Ambon Community Health Center there were 55 cases of stunting, which of course require serious treatment strategies, including health promotion strategies in preventing stunting. The aim of this research was to explore more in-depth information regarding advocacy, building an atmosphere and empowering the community in preventing stunting at the Air Besar Ambon Community Health Center. This type of research was a qualitative study involving informants selected using a purposive sampling technique. The key informant was the head of the community health center, apart from that there were 3 supporting informants and a main informant, namely an employee in the health promotion sector. Data was collected through interviews, documentation studies and field notes. After the data is collected, content analysis is then carried out. The results of the research show that advocacy, atmosphere building and community empowerment in preventing stunting at the Air Besar Ambon Health Center were carried out with the involvement of health promotion programs as well as cross-program and cross-sectoral issues. It was concluded that the health promotion strategy in preventing stunting does not only involve health promotion programs, but also all sectors including the health service, posyandu cadres and the community.Keywords: stunting; health promotion; advocacy; build atmosphere; empowerment ABSTRAK Di Puskesmas Air Besar Ambon terdapat 55 kasus stunting, yang tentunya memerlukan strategi penanganan yang serius, termasuk strategi promosi kesehatan dalam pencegahan stunting. Tujuan penelitian ini adalah menggali informasi lebih mendalam terkait advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting di Puskesmas Air Besar Ambon. Jenis penelitian ini merupakan studi kualitatif yang melibatkan para informan yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Informan kunci adalah kepala puskesmas, selain itu ada 3 informan pendukung dan seorang informan utama yakni pegawai bidang promosi kesehatan. Data dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumentasi dan catatan lapangan (field note). Setelah data terkumpul selanjutnya dilakukan analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa advokasi, bina suasana, dan pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan stunting di Puskesmas Air Besar Ambon terlaksana dengan keterlibatan program promosi kesehatan maupun lintas program dan lintas sektoral. Disimpulkan bahwa strategi promosi kesehatan dalam pencegahan stunting, tidak hanya melibatkan program promosi kesehatan, tetapi juga semua sektor baik dari dinas kesehatan, kader-kader posyandu dan masyarakat.Kata kunci: stunting; promosi kesehatan; advokasi; bina suasana; pemberdayaan
Kualitas Tidur dan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil Ferawati Taherong; Siti Aqma Ibrahim; Yunita Suriani; Vivi Adriana; Yanti Mustarin; Zelna Yuni Andryani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14313

Abstract

Sleep quality is one's satisfaction with sleep, so that one does not feel tired, yawns often and is sleepy in the morning. Among others: sleep quality, sleep duration, sleep duration, sleep efficiency, sleep disturbances at night, daytime sleep dysfunction, use of sleeping pills. The aim is to know the relationship between sleep quality and the incidence of anemia in pregnant women at the Jongaya Health Center, Makassar. This study used a cross sectional study method. The population was all anemic patients in pregnant women at the Jongaya Health Center, Makassar, as many as 51 respondents. The sampling technique uses nonprobability sampling. This research took 2 weeks to collect data in the form of questionnaires and interviews. Furthermore, the data was processed using a computer to determine Univariate and Bivariate analysis. Bivariate results with the Gamma Test p = 0.033 > p = 0.05, so Ha is accepted, meaning that there is a relationship between sleep quality and the incidence of anemia in pregnant women at the Jongaya Health Center, Makassar City in 2019.Keywords: sleep quality, anemia in pregnant women                  ABSTRAK Kualitas tidur kepuasan seseorang terhadap tidurnya, sehingga seseorang tidak merasakan kelelahan, sering menguap dan mengantuk di pagi hari. Antara lain: Kualitas tidur, durasi tidur, lantensi tidur, efesiensi tidur, gangguan tidur pada malam hari, disfungsi tidur siang hari, penggunaan obat tidur. Tujuan diketahui hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian anemia pada ibu hamil di puskesmas jongaya makassar. Penelitian ini menggunakan metode  cross sectional studi. Populasi adalah semua pasien anemia pada ibu hamil di puskesmas jongaya kota makassar sebanyak 51 responden. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan nonprobability sampling. Waktu penelitian ini selama 2 minggu dengan pengumpulan data berupa lembar kuesioner dan wawancara. Selanjutnya data diolah dengan menggunakan komputer untuk menentukan analisis Univariat dan Bivariat. Hasil bivariat dengan Uji Gamma p=0.033> p= 0.05 maka Ha di terima artinya ada Hubungan Kualitas Tidur Dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil Di Puskesmas Jongaya Kota Makassar Tahun 2019.Kata kunci: kualitas tidur, anemia pada ibu hamil
Efektifitas Konseling kepada Suami dalam Pengambilan Keputusan Menggunakan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang Andi Masnilawati; Akbar Asfar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14308

Abstract

The results of previous research show that one of the factors associated with choosing a long-term contraceptive method is a lack of support from the husband. The aim of this research was to determine the influence of counseling for husbands in making decisions about selecting long-term contraceptive methods. This research implemented a one group pretest posttest design, which was carried out in the working area of the Kassi Kassi Community Health Center, Makassar City from September to December 2022. The subjects of this research were husbands of couples of childbearing age who were selected using a purposive sampling technique based on inclusion criteria. Decision making by husbands was measured through filling out questionnaires. Comparison of decision making between before and after counseling was analyzed using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that 65.37% of husbands chose long-term contraceptive methods after being given counseling (p=0.000). It was concluded that providing counseling to husbands was effective in supporting decision making in selecting long-term contraceptive methods.Keywords: long-term contraceptive method; counseling; husband's support ABSTRAK Hasil penelitian terdahulu menunjukkan bahwa salah satu faktor yang berhubungan dengan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang adalah kurangnya dukungan dari suami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling kepada suami dalam pengambilan keputusan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini menerapkan rancangan one group pretest posttest, yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Kassi Kassi Kota Makassar pada bulan September sampai Desember 2022. Subjek penelitian ini adalah suami pasangan usia subur yang dipilih dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi. Pengambilan keputusan oleh suami diukur melalui pengisian kuesioner. Perbandingan pengambilan keputusan antara sebelum dan sesudah konseling dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa 65,37% suami memilih metode kontrasepsi jangka panjang setelah diberikan konseling (p = 0,000). Disimpulkan bahwa pemberian konseling kepada suami efektif untuk mendukung pengambilan keputusan pemilihan metode kontrasepsi jangka panjang.Kata kunci: metode kontrasepsi jangka panjang; konseling; dukungan suami
Umur, Durasi Duduk dan Low Back Pain pada Sopir Bus Trans Mamminasata Ayu Puspitasari; Nurhikmawati Abdullah; Rezky Aulia Yusuf; Nurul Hikmah Baharuddin; Nurfachanti Fattah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14306

Abstract

Low back pain is a form of work related musculoskeletal disorders. This disorder is often found among workers, including drivers who drive buses. The aim of this study was to analyze the relationship between age and sitting duration and the incidence of low back pain in Trans Mamminasata bus drivers. This research is a quantitative analytical research using a cross-sectional design. This research involved 98 bus drivers selected using accidental sampling technique. Data was collected by filling out a questionnaire, then analyzed using the Chi-square test. The p value in the correlation analysis between age and the incidence of low back pain is 0.000, as well as in the correlation analysis between sitting duration and the incidence of low back pain. Furthermore, it was concluded that age and sitting duration were related to the incidence of low back pain in Trans Mamminasata bus drivers.Keywords: low back pain; bus driver; sitting duration; age ABSTRAK Low back pain merupakan salah satu bentuk dari work related musculoskeletal disorders. Gangguan ini banyak dijumpai pada para pekerja, termasuk para sopir yang mengemudikan bus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara umur dan durasi duduk dengan kejadian low back pain pada sopir bus Trans Mamminasata. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif analitik dengan menggunakan desain cross-sectional. Penelitian ini melibatkan 98 sopir bus yang dipilih dengan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-square. Nilai p pada analisis korelasi antara umur dengan kejadian low back pain adalah 0,000, demikian pula pada analisis korelasi antara durasi duduk dengan kejadian low back pain. Selanjutnya disimpulkan bahwa umur dan durasi duduk berhubungan dengan kejadian low back pain pada sopir bus Trans Mamminasata.Kata kunci: low back pain; sopir bus; durasi duduk; umur
Efek Kombinasi Ekstrak Pegagan (Centella Asiatica) dan Ikan Gabus (Channa Striata) terhadap Fungsi Kognitif dan Tingkat Stres Oksidatif pada Tikus Model Penuaan Fahmi, Sumaiyah; Girsang, Ermi; Nasution, Ali Napiah; Ginting, Chrismis Novalinda
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14322

Abstract

Increased oxidative stress can accelerate the aging process. This process is also accompanied by a decrease in the body's ability to overcome the effects of free radicals. Spatial learning and memory behavior with the Morris Water Maze test were carried out to determine whether the mice had cognitive impairment. MDA is a product of lipid peroxidation which is used as a marker of oxidative stress. This study aimed to determine the effect of a combination of gotu kola and snakehead fish extracts in reducing oxidative stress, cognitive function and brain histopathology in aging model mice. The design of this research was a post test only control group design. There were 7 sample groups, each consisting of 4 Wistar rats (n = 28). The control group (K0) was only given standard feed, the negative control group was induced with D-galactose 150 mg / kg / body weight, group P1 = Gotu Kola (Centella Asiatica) extract group 300 mg/kgBW/day and injected with D-galactose 150 mg/kgBW /day, P2 = Group of snakehead fish extract (Channa Striata) 300 mg/kg/day and injected with D-galactose 150 mg/kgBW/day, P3 = Group of gotu kola (Centella Asiatica) extract and snakehead fish extract (Channa Striata) 100/day 300 mg/kg/day and injected D-galactose 150 mg/kgBW/day, P4 = Gotu kola (Centella Asiatica) extract group and snakehead fish extract (Channa Striata) 300/300 mg/kg and injected D-galactose 150 mg/kgBW /day, P5 = Pegagan (Centella Asiatica) and snakehead fish (Channa Striata) extract groups 600/300 mg/kg and injected with D-galactose 150 mg/kgBW/day, treatment was given for 6 weeks. The collected data was analyzed using the One Way Annova test. The analytical results showed p-value <0.05 for cognitive function, p <0.05 for oxidative stress (MDA) levels, and p <0.05 for the histopathological picture of the rat brain. It can be concluded that in aging model mice, administration of a combination of gotu kola and snakehead fish extracts can reduce stress levels, improve cognitive function and increase neurogenesis.Keywords: gotu kola extract; snakehead fish extract; cognitive function, oxidative stress; brain histopathology ABSTRAK Peningkatan stress oksidatif dapat mempercepat proses penuaan. Proses ini juga disertai penurunan kemampuan tubuh dalam mengatasi efek radikal bebas. Pembelajaran spasial dan perilaku memori dengan tes morris water maze dilakukan untuk menentukan apakah tikus mengalami gangguan kognitif. MDA adalah produk dari peroksidasi lipid yang digunakan sebagai marker stress oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek dari kombinasi ekstrak pegagan dan ikan gabus dalam mengurangi stress oksidatif, fungsi kognitif dan gambaran histopatologi otak  pada tikus model penuaan. design penelitian ini adalah post test only control group design. Ada 7 kelompok sampel yang masing-masing terdiri atas 4 tikus galur wistar (n = 28). Kelompok kontrol (K0) hanya diberikan pakan standar, kelompok kontrol negatif diinduksi dengan D-galaktosa 150 mg / kg / bb, kelompok P1 = Kelompok ekstrak pegagan (Centella Asiatica) 300 mg/kgBB/hari dan diinjeksi D-galaktosa 150 mg/kgBB/hari, P2 = Kelompok ekstrak ikan gabus (Channa Striata) 300 mg/kg/hari dan diinjeksi D-galaktosa 150 mg/kgBB/hari, P3 = Kelompok ektrak pegagan (Centella Asiatica) dan ektrak ikan gabus (Channa Striata) 100/300 mg/kg/hari dan diinjeksi D-galaktosa 150 mg/kgBB/hari, P4 = Kelompok ekstrak pegagan (Centella Asiatica) dan ekstrak ikan gabus (Channa Striata) 300/300 mg/kg dan diinjeksi D- galaktosa 150 mg/kgBB/hari, P5 = Kelompok ekstrak pegagan (Centella Asiatica) dan ikan gabus (Channa Striata) 600/300 mg/kg dan diinjeksi D-galaktosa 150 mg/kgBB/hari, perlakuan diberikan selama 6 minggu. Data yang telah terkumpul dianalis menggunakan uji One Way Annova. Hasil analis menunjukkan nilai p <0,05 untuk fungsi kognitif, p <0.05 untuk tingkat stress oksidatif (MDA), dan p <0.05 untuk gambaran histopatologi otak tikus. Dapat disimpulkan bahwa pada tikus model penuaan, pemberian kombinasi ekstrak pegagan dan ikan gabus dapat menurunkan tingkat stress, dan dapat meningkatkan fungsi kognitf serta dapat meningkatkan neurogenesis.Kata kunci: ekstrak pegagan; ekstrak ikan gabus; fungsi kognitif, stres oksidatif; histopatologi otak
Skrining Strenght and Difficulties Questionnaire Sebagai Metode Analisis Gangguan Emosional dan Perilaku Santri Baru Pondok Pesantren Sunarto, Sunarto; Millatipuan, Meika Arifatull; Sumaningsih, Rahayu; Saadah, Nurlailis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3833

Abstract

Problematika santri pondok pesantren berasal dari maladaptasi dengan lingkungan baru. Stres psikologis karena belum memiliki teman juga faktor pencetus problem santri baru. Berbagai problem ini berdampak pada gangguan kesehatan dan disharmonis hubungan antar santri dan pengasuh pondok pesantren. Aturan pondok pesantren yang ketat menjadi stresor tersendiri bagi santri sehingga mereka mengalami gangguan emosional dan perilaku. Gangguan emosional dan perilaku sering di alami oleh santri baru yang baru masuk pondok pesantren. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin terhadap gangguan emosional dan perilaku pada santri baru menggunakan pendekatan Strenghts and Difficulties Questionnaire. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik observasional dengan desain cross sectional. Subyek penelitian sebanyak 170 santri dari total populasi 235 santri yang ditentukan dengan teknik simple random sampling. Lokasi penelitian di Pondok Pesantren Darul Ulum Poncol Magetan. Pengumpulan data dengan cara wawancara. Guiden wawancara adalah kuesioner SDQ. Analisis hasil menggunakan uji statistik chi square. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa gangguan emosional dan perilaku yang dialami santri laki-laki lebih tinggi dibanding dengan santri perempuan. Jenis kelamin berpengaruh signifikan terhadap gangguan emosional dan perilaku pada santri baru. Pimpinan dan pengasuh pondok pesantren diharapkan mengurangi stresor lingkungan pondok dengan pendampingan oleh pengasuh pondok dan perlunya pojok konseling pondok pesantren.Kata Kunci: Jenis kelamin; Gangguan emosional dan perilaku; SDQ

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue