cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Pengembangan Program Pengurangan Asupan Garam Pada Lansia Dengan Hipertensi M. Alfian Rajab; Erwin Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14302

Abstract

Hypertension is a health problem that needs attention because of its high morbidity and mortality. The alarming increase in the prevalence of hypertension in the world has led to many calls for preventive measures, with one effective measure being a reduction in salt intake. Therefore, the author conducted a literature review aimed at identifying developments in salt reduction programs. This study used the PRISMA method to filter articles in detail. A comprehensive literature search was carried out from various databases such as Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest and Google Scholar, which included relevant articles published in 2015-2021 in English. There were five articles regarding the development of a program to reduce salt intake in the form of education and training. Intervention was provided by providing booklets, story telling integrated into DVDs (using traditional language), and guided practice. Next there were two articles with intervention and control, the intervention was given using the School-EduSalt method which was carried out by children in the family to persuade family members who cook to reduce the amount of salt, and replace salt with garlic, ginger and spices recommended for cooking. improve the taste quality of food. It was concluded that there was various evidence of the benefits of education, training and control that had been identified in reducing salt intake in the elderly.Keywords: hypertension; reduced salt intake; elderly ABSTRAK Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian karena morbiditas dan mortalitasnya yang tinggi. Peningkatan prevalensi hipertensi yang mengkhawatirkan di dunia menyebabkan banyak seruan untuk tindakan pencegahan, dengan salah satu langkah efektif yaitu pengurangan asupan garam. Oleh karena itu, penulis melakukan tinjauan literatur yang bertujuan untuk mengidentifikasi pengembangan program pengurangan garam. Studi ini menggunakan metode PRISMA untuk menyaring artikel secara rinci, Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif dari berbagai database seperti Pubmed, ScienceDirect, EBSCOHost, Wiley, ProQuest dan Google Scholar, yang mencakup artikel relevan yang diterbitkan pada 2015-2021 dengan bahasa Inggris. Didapatkan lima artikel tentang pengembangan program penurunan asupan garam berupa pendidikan dan pelatihan. Intervensi diberikan dengan cara pemberian booklet, story telling yang diintegrasikan ke dalam DVD (menggunakan bahasa tradisional), dan praktek terbimbing. Selanjutnya ada dua artikel dengan intervensi disertai kontrol, intervensi diberikan dengan metode School-EduSalt yang dilakukan oleh anak-anak dalam keluarga untuk membujuk anggota keluarga yang memasak agar mengurangi jumlah garam, dan mengganti garam dengan bawang putih, jahe dan rempah-rempah yang direkomendasikan untuk meningkatkan kualitas rasa makanan. Disimpulkan bahwa terdapat berbagai bukti menguntungkan baik pendidikan, pelatihan serta kontrol yang berhasil diidentifikasi dalam menurunkan asupan garam pada lansia.Kata kunci: hipertensi; pengurangan asupan garam; lansia 
Gambaran Penggunaan KB secara Umum dan KB Paska Persalin selama Pandemi Covid-19 di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progro, Yogyakarta Resta Betaliani Wirata; Kristian Setyo Widagdo; Gian Lisuari Adityasiwi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3750

Abstract

Di Indonesia, program Keluarga Berencana (KB) merupakan program skala nasional dengan tujuan untuk menekan angka kelahiran dan mengendalikan pertambahan jumlah penduduk. Tujuan lainnya untuk menciptakan kemajuan, kestabilan dan kesejahteraan ekonomi keluarga. Pemerintah  Indonesia  telah  menetapkan  bencana  non  alam  penyebaran COVID-19  sebagai  Bencana  Nasional  dan  menerapkan  kebijakan  Pembatasan  Sosial  Berskala  Besar (PSBB)   untuk   pencegahan   penularan   COVID-19 selama masa pandemi pada tahun 2021. Kondisi ini   menyebabkan   dampak   terhadap kelangsungan  pelayanan  kesehatan  masyarakat, termasuk  pelayanan  Keluarga  Berencana  (KB)  dan kesehatan  reproduksi di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran KB secara umum dan paska persalinan selama Covid-19 di Puskesmas Samigaluh 2 Kulon Progo, Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode studi deskriptif dengan populasi sebanyak 81 pasangan usia subur. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang dimiliki oleh Puskesmas Samigaluh 2, Kulon Progo mengenai penggunaan KB oleh akseptor KB pada bulan Januari – Desember tahun 2021 saat pandemi Covid-19. Hasil penelitian ini menunjukan mayoritas menggunakan jenis KB Implan sebanyak 42 responden (51,9%), dan tidak menggunakan KB Paska Salin sebanyak 64 responden (79%). Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan gambaran penggunaan KB di Puskesmas Samigauh 2 Kulon Progo, Yogyakarta menunjukan mayoritas akseptor menggunakan KB Implan dan masih rendahnya penggunaan KB Paska Persalinan selama masa pandemi Covid-19.
Durasi Kerja Harian Sebagai Determinan Utama Kelelahan Pekerja House Keeping Febryan Antoni; Baiduri Widanarko
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14303

Abstract

One way to protect the safety of workers is to prevent work fatigue, some of which are caused by fatigue that occurs due to individual factors, work environment factors, and work factors. The purpose of this cross-sectional study was to analyze factors related to job burnout in housekeeping workers using a quantitative approach. This research involved 90 house keeping workers at PT Metropolitan Kentjana, Tbk. The independent variables were age, work shift, daily work duration, smoking, and length of service. Data were collected through interviews and filling out IFRC questionnaires. Data were analyzed descriptively and inferentially to see the description and relationship between variables. The results showed that the p-value for each factor was age = 0.004, work shift = 0.031, daily work duration = 0.001, smoking behavior = 0.004 and years of service = 0.374. Furthermore, it was concluded that the determinants of work fatigue were age, work shift, work duration and smoking behavior.Keywords: work fatigue; age; duration of daily work; smoking behavior; shift work ABSTRAK Salah satu cara untuk melindungi keselamatan para kerja adalah mencegah terjadinya kelelahan kerja, yang sebagian di antaranya tersebut diakibatkan oleh kelelahan yang terjadi karena faktor individu, faktor lingkungan kerja, dan faktor pekerjaan. Tujuan penelitian cross-sectional ini adalah untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja house keeping dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini melibatkan 90 pekerja house keeping di PT Metropolitan Kentjana, Tbk. Variabel independen adalah usia, shift kerja, durasi kerja harian, merokok, dan masa kerja. Data dikumpulkan melalui wawancara dan pengisian kuesioner IFRC. Data dianalisis secara deskriptif dan inferensial untuk melihat gambaran dan hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk masing-masing faktor adalah usia = 0,004, shift kerja = 0,031, durasi kerja harian = 0,001, perilaku merokok = 0,004 dan masa kerja = 0,374. Selanjutnya disimpulkan bahwa determinan dari kelelahan kerja adalah usia, shift kerja, durasi kerja dan perilaku merokok.Kata kunci: kelelahan kerja; usia; durasi kerja harian; perilaku merokok; shift kerja
Konseling untuk Mewujudkan Rencana Pemberiaan ASI Eksklusif pada Ibu Bekerja dalam Kehamilan Trimester III M, Azrida; Jama, Fatma; Thamrin, Halida
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14307

Abstract

Working mothers are one of the factors that prevent exclusive breastfeeding, while the number of female workers continues to increase every year. Counseling in the third trimester focuses on interventions to support the fetus, but midwives can also provide information about matters related to lactation. This study aimed to analyze the effect of counseling on plans for exclusive breastfeeding for working mothers in the third trimester of pregnancy. The research method used was pre-experimental research with a one group pretest-posttest design. The sample size in this study was 31 working mothers selected using purposive sampling technique. Data was collected through a questionnaire and then analyzed using a paired sample t-test. The results of the analysis show p-value = 0.000 or there was a difference in plans for exclusive breastfeeding between before and after counseling. It was concluded that counseling during the third period of pregnancy was effective in realizing plans for exclusive breastfeeding for working mothers.Keywords: exclusive breastfeeding; working mother; third trimester of pregnancy; counseling ABSTRAK Ibu bekerja merupakan salah satu faktor yang menghalangi pemberian ASI eksklusif, sedangkan jumlah pekerja perempuan terus meningkat setiap tahunnya. Konseling pada trimester III berfokus pada intervensi pendukung keadaan janin, namun bidan juga bisa memberi imformasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan laktasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konseling terhadap rencana pemberiaan ASI eksklusif pada ibu bekerja pada kehamilan trimester III. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pra eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Ukuran sampel dalam penelitian ini adalah 31 ibu bekerja yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner lalu dianalisis menggunakan paired sample t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai p = 0,000 atau ada perbedaan rencana pemberian ASI eksklusif antara sebelum dan sesudah konseling. Disimpulkan konseling pada kehamilan timester III efektif untuk mewujudkan rencana pemberian ASI eksklusif pada ibu bekerja.Kata kunci: ASI eksklusif; ibu bekerja; kehamilan trimester III; konseling
Peningkatan Efikasi Diri Melalui Edukasi Kesehatan Terstruktur pada Pasien Tuberkulosis Paru Kausar, Lola Illona Elfani; Nursasi, Astuti Yuni; Fitriyani, Poppy
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v0i0.3604

Abstract

Clients with pulmonary tuberculosis experience physical, psychological, social, and spiritual changes that can have an impact on decreasing self-efficacy, so that they tend to stop treatment and as a result can become agents of transmission. This study aimed to analyze the effectiveness of structured health education to improve the self-efficacy of clients with pulmonary tuberculosis. This study was a quasi-experimental study with a pretest-posttest with control group design, which was conducted in 2 health centers in Murung Raya Regency. This study involved 76 clients with tuberculosis recruited using a cluster sampling technique, which were then divided into 2 groups. The treatment group was given structured health education for 4 times 60-120 minutes (4 sessions) in four weeks. In the pre- and post-intervention phases, self-efficacy measurements were carried out using a questionnaire. Furthermore, data analysis was carried out using the t-test. The results of the paired samples t-test showed a p-value of 0.001 (there was a difference in self-efficacy between before and after the intervention) for the treatment group and 0.694 (there was a difference in self-efficacy between before and after the intervention) for the control group. The results of the independent samples t-test for the difference in self-efficacy between the two groups in the post-intervention phase showed a p-value of 0.001, which means there was a difference in self-efficacy between the two groups. Based on the results of the analysis, it could be concluded that structured health education is effective in increasing the self-efficacy of clients with pulmonary tuberculosis.Keywords: pulmonary tuberculosis; self-efficacy; structured health education ABSTRAK Klien dengan tuberkulosis paru mengalami perubahan fisik, psikologis, sosial, dan spiritual yang bisa berdampak pada penurunan efikasi diri, sehingga cenderung akan menghentikan pengobatan dan akibatnya dapat menjadi agen penularan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifitas edukasi kesehatan terstruktur untuk meningkatkan efikasi diri klien dengan tuberkulosis paru. Penelitian ini merupakan studi eksperimental kuasi dengan rancangan pretest-posttest with control group, yang dilaksanakan di 2 puskesmas di Kabupaten Murung Raya. Studi ini melibatkan 76 klien dengan tuberkulosis yang direkrut dengan teknik cluster sampling, yang selanjutnya terbagi dalam 2 kelompok. Kelompok perlakuan diberi edukasi kesehatan terstruktur selama 4 kali 60-120 menit (4 sesi) dalam empat minggu. Pada fase sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran efikasi diri menggunakan kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji t. Hasil paired samples t-test menunjukkan nilai p adalah 0,001 (ada perbedaan efikasi diri antara sebelum dan sesudah intervensi) untuk kelompok perlakuan dan 0,694 (ada perbedaan efikasi diri antara sebelum dan sesudah intervensi) untuk kelompok kontrol. Hasil independent samples t-test untuk perbedaan efikasi diri antara kedua kelompok pada fase sesudah intervensi menunjukkan nilai p adalah 0,001, yang berarti ada perbedaan efikasi diri antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi kesehatan terstruktur efektif untuk meningkatkan efikasi diri klien dengan tuberkulosis paru.Kata kunci: tuberkulosis paru; efikasi diri; edukasi kesehatan terstruktur
The Effect of Yoga Exercise With Friction On The Application Of Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation (TENS) On Pain Reduction In Low Back Pain Miogenic Patients Hasbiah Hasbiah; Rachmaniar Rachmaniar; Muh Thahir; Aco Tang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3245

Abstract

Low Back Pain is a complaint that is often encountered in everyday life. It is estimated that almost everyone has experienced back pain during their lifetime. Low Back Pain can be overcome by using Yoga, Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation and TENS. This study aims to determine the effect of yoga exercise with Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation on the application of Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) to reduce pain in myogenic Low Back Pain patients at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency. This study includes a quasi-experimental design with a pretest-post test two group design. The population in this study were 14 myogenic Low Back Pain patients aged 25-60 years, male and female, experiencing Low Back Pain due to muscle spasm at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency. The sample in this study were 14 people. The results showed that there was no difference in the effect between the 2 treatment groups on reducing pain in myogenic Low Back Pain patients at the Maniangpajo Health Center, Wajo Regency.Keywords: yoga; Transcutaneus Electrical Nerve Stimulation; TENS; Low Back Pain
Pengetahuan, Sikap Pekerja dan Penggunaan Alat Pelindung Diri di Perkebunan Kelapa Sawit PT. Henrison Inti Persada Klamono Kabupaten Sorong Talakua, Febry
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14309

Abstract

The number of work accidents in Indonesia is currently still high. This research aimed to analyze the relationship between workers' knowledge and attitudes and the use of personal protective equipment in oil palm plantations. This research design was cross-sectional. This research was carried out in the Palm Oil Plantation area of PT. Henrison Inti Persada Klamono, involving 72 workers selected using total population sampling techniques. Knowledge, attitudes and use of personal protective equipment were measured through filling out questionnaires. Next, data analysis was carried out using the Chi-square test. The results of hypothesis testing show that the p value for the knowledge factor was 0.003, while for the knowledge factor it was 0.002. Furthermore, it was concluded that knowledge and attitudes were related to the use of personal protective equipment by workers at PT. Henrison Inti Persada Klamono, Sorong Regency.Keywords: knowledge; attitude; worker; personal protective equipment; oil palm plantation ABSTRAK Angka kecelakaan kerja di Indonesia saat ini masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap pekerja dengan penggunaan alat pelindung diri di perkebunan kelapa sawit. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional. Penelitian ini dilaksanakan di wilayah Perkebunan Sawit PT. Henrison Inti Persada Klamono, dengan melibatkan 72 pekerja yang dipilih dengan teknik total population sampling. Pengetahuan, sikap dan penggunaan alat pelindung diri diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa nila p untuk faktor pengetahuan adalah 0,003, sedangkan untuk faktor pengetahuan adalah 0,002. Selanjutnya disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap berhubungan dengan penggunaan alat pelindung diri oleh pekerja di PT. Henrison Inti Persada Klamono Kabupaten Sorong.Kata kunci: pengetahuan; sikap; pekerja; alat pelindung diri; perkebunan kelapa sawit
Determinan Kejadian Tuberkulosis Paru pada Usia Dewasa di Wilayah Kerja Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor Dzakiyah, Rifda Nurul; Karima, Ulya Qoulan; Simanjorang, Chandrayani; Apriningsih, Apriningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14321

Abstract

Indonesia is ranked third highest in the world regarding the incidence of tuberculosis. Based on daily case data, tuberculosis at the Parungpanjang Community Health Center, Bogor Regency is among the ten most common diseases found in the community. This study aimed to analyze the determinants of the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Parungpanjang Community Health Center. This study used a case control design, involving 35 case samples and 70 control samples. Data was collected through filling out questionnaires with direct interviews. Next, analysis was carried out using a multiple logistic regression test. The results of the analysis showed that the magnitude of the risk for each factor studied was the level of education: OR = 3.782; 95% CI = 1.281-11.165); smoking status: OR = 6.831; 95% CI = 2.295-20.331); and close contact with pulmonary tuberculosis sufferers: OR = 7.750; 95% CI = 2.267-26.497. It was concluded that the determinants of the incidence of pulmonary tuberculosis in adults at the Parungpanjang Community Health Center were education level, smoking status and close contact with pulmonary tuberculosis sufferers.Keywords: pulmonary tuberculosis; determinant; mature ABSTRAK Indonesia berada pada peringkat tertinggi ketiga di dunia terkait dengan angka kejadian tuberkulosis. Berdasarkan data kasus harian, penyakit tuberkulosis di Puskesmas Parungpanjang, Kabupaten Bogor termasuk ke dalam sepuluh penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan kejadian tuberkulosis paru di wilayah kerja Puskesmas Parungpanjang. Penelitian ini menggunakan desain kasus kontrol, yang melibatkan 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dengan wawancara secara langsung. Selanjutnya dilakukan analisis menggunakan uji regresi logistik berganda.  Hasil analisis menunjukkan bahwa besarnya risiko untuk masing-masing faktor yang diteliti adalah tingkat pendidikan: OR = 3,782; 95% CI = 1,281-11,165); status merokok: OR = 6,831; 95% CI = 2,295-20,331); dan kontak erat dengan penderita tuberkulosis paru: OR = 7,750; 95% CI = 2,267-26,497. Disimpulkan bahwa determinan dari kejadian tuberkulosis paru pada usia dewasa di Puskesmas Parungpanjang adalah tingkat pendidikan, status merokok dan dan kontak erat dengan penderita tuberkulosis paru.Kata kunci: tuberkulosis paru; determinan; dewasa
Faktor Risiko Obesitas pada Siswa MAN 1 Banda Aceh Irma Suryani; Maidar Maidar; Fahmi Ichwansyah Fahmi Ichwansyah; Hermansyah Hermansyah; Asnawi Abdullah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14324

Abstract

The prevalence of excess nutrition in adolescents continues to increase, which can increase the risk of non-infectious diseases such as diabetes, hypertension, heart problems and psychological problems. In Aceh, cases of overweight and obesity in teenagers reached 11.6%, and this is thought to be caused by a diet dominated by instant processed foods, soft drinks, fast food, and lack of physical activity. This study aimed to analyze the relationship between fast food consumption habits, snacking habits, duration of watching television and playing games, physical activity, nutritional knowledge, pocket money, and place of residence and obesity in MAN 1 Banda Aceh students. This study used a cross-sectional approach. Data was collected through filling out questionnaires and measuring weight and height. Data were analyzed using the logistic regression test. Based on the test results, it was found that the p value for each factor was frequent consumption of fast food = 0.163, frequent snacking = 0.056, duration of watching & playing games = 0.061, nutritional knowledge = 0.852, pocket money = 0.901, residence in a dormitory = 0.025, residence in boarding house = 0.005 and lack of physical activity = 0.604. It was concluded that the risk factors for obesity in MAN 1 Banda Aceh students were residence in a dormitory = 0.025 and residence in a boarding house = 0.005Keywords: obesity; teenager; residence ABSTRAK Prevalensi kelebihan gizi pada remaja terus meningkat, yang dapat meningkatkan risiko penyakit non-infeksi seperti diabetes, hipertensi, gangguan jantung, serta masalah psikologis. Di Aceh, kasus kegemukan dan obesitas pada remaja mencapai 11,6%, dan hal ini diduga disebabkan oleh pola makan yang didominasi oleh makanan olahan instan, minuman ringan, makanan cepat saji, dan kurangnya aktivitas fisik. Studi ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebiasaan konsumsi makanan cepat saji, kebiasaan mengemil, durasi menonton televisi dan bermain game, aktivitas fisik, pengetahuan gizi, uang saku, dan tempat tinggal dengan obesitas pada siswa MAN 1 Banda Aceh. Studi ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner dan pengukuran berat dan tinggi badan. Data dianalisis menggunakan uji regresi logistik. Berdasarkan hasil uji ditemukan bahwa nilai p untuk setiap faktor adalah sering mengkonsumsi fast food = 0,163, sering ngemil = 0,056, durasi menonton & main game = 0,061, pengetahuan gizi = 0,852, uang jajan = 0,901, tempat tinggal di asrama = 0,025, tempat tinggal di kost = 0,005 dan aktivitas fisik kurang = 0,604. Disimpulkan bahwa faktor risio obesitas pada siswa MAN 1 Banda Aceh adalah tempat tinggal di asrama = 0,025 dan tempat tinggal di kost = 0,005Kata kunci: obesitas; remaja; tempat tinggal
Faktor Risiko Stres Emosional pada Mahasiswa Kedokteran tahun Pertama Universitas Andalas di Masa Pandemi COVID-19 Mar’atul Fadhilah; Arina Widya Murni; Amel Yanis
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14320

Abstract

Emotional stress is a psychological reaction due to stressors that can be detrimental, whether physical, mental or emotional stimuli that tend to disrupt the function of the organism which can activate the organism's flight or fight reaction. The COVID-19 pandemic situation is a new stressor for first year medical students because they immediately face the transition period of learning to online so they have to adapt to the new learning system. The aim of the research was to determine the risk factors that trigger emotional disorders in first year medical students at Andalas University class of 2020 during the COVID-19 pandemic. This study implemented a cross-sectional design. The subjects of this research were first year medical students at Andalas University. The measurement instruments used were the DASS-42 and the Holmes and Rahe Stress Scale for Youth. The total number of medical students who experienced stress from a total sample of 225 was 74 people (32.9%). The risk factor for student stress in this study was the learning process (69 people). Factors that aggravate academic stress were the death of family members/other family members/partners/close friends. The factor that relieves academic stress was vacation. The p value for the analysis of the relationship between stress levels and risk factors was >0.05 (not significant). It was concluded that the risk factor for emotional stress for medical students class of 2020 at Andalas University during the COVID-19 pandemic was the academic atmosphere.Keywords: medical students; first year; risk factors; stress ABSTRAK Stres emosional adalah reaksi psikologis akibat stressor yang dapat merugikan, baik stimulus fisik, mental, ataupun emosional yang cenderung mengganggu fungsi organisme yang dapat mengaktifkan reaksi  flight or fight oleh organisme tersebut. Situasi pandemi COVID-19 merupakan  stressor baru bagi mahasiswa kedokteran tahun pertama karena langsung menghadapi masa transisi pembelajaran menjadi daring sehingga mereka harus beradaptasi dengan sistem pembelajaran baru. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor risiko pencetus timbulnya gangguan emosi mahasiswa kedokteran Universitas Andalas tahun pertama angkatan 2020 di masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Subjek penelitian ini ialah mahasiswa kedokteran tahun pertama Universitas Andalas. Instrumen pengukuran yang digunakan adalah DASS-42 dan Holmes and Rahe Stress Scale for Youth. Total mahasiswa kedokteran yang mengalami stres dari total sampel 225 adalah sebanyak 74 orang (32,9%). Faktor risiko stres mahasiswa pada penelitian ini ialah proses pembelajaran (69 orang). Faktor yang memperberat stres akademik tersebut ialah kematian anggota keluarga/anggota keluarga lain/pasangan/teman dekat. Faktor yang meringankan stres akademik ialah liburan. Nilai p unuk analisis hubungan antara tingkat stres dengan faktor risikonya adalah >0,05 (tidak signifikan). Disimpulkan bahwa faktor risiko stres emosional mahasiswa kedokteran angkatan 2020 Universitas Andalas di masa pandemi COVID-19 ialah faktor suasana akademik.                         Kata kunci: mahasiswa kedokteran; tahun pertama; faktor risiko; stres

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue