cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Perawatan Luka Berbasis Teori Florence untuk Mendukung Penyembuhan Luka Fase Inflamasi Pasien Pasca Operasi Laparatomi Ikhsania Ikhsania; Tri Johan Agus Yuswanto; Maria Diah Ciptaning Tyas; Wiwin Martiningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15311

Abstract

Currently, laparotomy surgery is a health problem that is often encountered in hospitals around the world. After a laparotomy surgical procedure, wound care becomes an important focus because it has the potential to become a breeding ground for bacteria, fungi, or viruses that can cause infection. According to Florence's theory, the environment is the main cause of disease in patients. Therefore, wound care with an environmental approach can be integrated into wound care. The purpose of this study was to determine the effect of Florence's theory-based wound care on the inflammatory phase wound healing process in post-laparotomy patients. The design of this study was a posttest only with control group, involving 32 post-laparotomy patients in the Emerald Room of Lavalette Hospital Malang who were selected using a purposive sampling technique, then divided into a treatment group and a control group. The results of wound healing in both groups were measured through observation, then an analysis of differences in wound healing was carried out using an independent samples t-test. The results of wound healing in the treatment group were mostly in the very good category, while in the control group most were in the moderate category. The results of the analysis showed a p value of less than 0.05, which indicated a difference in wound healing speed between the two groups. Based on the results of the study, it was concluded that wound care based on Florence's theory is effective in accelerating wound healing in the inflammatory phase in post-laparotomy patients.Keywords: laparotomy; wound care; Florence's theory ABSTRAK Saat ini, pembedahan laparatomi menjadi masalah kesehatan yang sering di jumpai di rumah sakit di seluruh dunia. Setelah prosedur pembedahan laparatomi, perawatan luka menjadi fokus penting karena berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya bakteri, jamur, atau virus yang dapat menyebabkan infeksi. Menurut teori Florence, lingkungan merupakan penyebab utama penyakit pada pasien. Oleh karena itu perawatan luka dengan pendekatan lingkungan dapat diintegrasikan dalam perawatan luka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka berbasis teori Florence terhadap proses penyembuhan luka fase inflamasi pada pasien pasca operasi laparatomi. Rancangan penelitian ini adalah posttest only with control group, yang melibatkan 32 pasien pasca laparatomi di Ruang Emerald RS Lavalette Malang yang dipilih dengan teknik purposive sampling, selanjutnya dibagi menjadi kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hasil penyembuhan luka pada kedua kelompok diukur melalui observasi, selanjutnya dilakukan analisis perbedaan penyembuhan luka menggunakan independent samples t-test. Hasil penyembuhan luka pada kelompok perlakuan sebagian besar pada kategori sangat baik, sedangkan pada kelompok kontrol sebagian besar pada kategori sedang. Hasil analisis menunjukkan nilai p kurang dari 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan kecepatan penyembuhan luka di antara kedua kelompok. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa perawatan luka berbasis teori Florence efektif untuk mempercepat penyembuhan luka pada fase inflamasi pada pasien pasca operasi laparatomi.Kata kunci: laparatomi; perawatan luka; teori Florence
Length of Stay di Unit Gawat Darurat Berdampak pada Hasil Klinis Pasien Antung Farah Zhafira; Dwiyanti Attoriq; Fathia Qonitati; Reza Rostika; Yudha Nurfauzan; Heri Ridwan; Popi Sopiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15448

Abstract

Length of stay is the length of time an emergency patient waits, calculated from the time the patient arrives at the emergency department until they are transferred or moved to another unit. Length of stay is often associated with adverse events including mortality. In fact, the mortality of patients treated in the emergency department for a shorter time (<6 hours) is 0.6% higher. However, a shorter length of stay may also indicate a lack of resources or reduced bed supply, with subsequent negative consequences for patients. This study aimed to determine the impact of length of stay on the clinical impact of patients in the emergency department. The method used in this study is a literature review. The article search strategy was carried out using online databases, namely PubMed and ScienceDirect. The keywords used in finding articles were Length of Stay, Emergency Department, and health outcome. The number of literature included in the review was 8 articles. The results of the review showed that a long length of stay contributed to the risk of adverse events such as cardiac arrest and death, especially in critically ill patients. On the other hand, a shorter length of stay can increase the chances of better outcomes, although sometimes this can reflect resource limitations. It is further concluded that these findings underscore the importance of time and resource management in the emergency department to improve the quality of care and patient clinical outcomes.Keywords: emergency department; clinical outcomes; length of stay ABSTRAK Length of stay merupakan lamanya waktu tunggu pasien gawat darurat, dihitung sejak pasien tiba di unit gawat darurat hingga dipindahkan atau dipindah ke unit lain. Length of stay sering dikaitkan dengan kejadian buruk termasuk mortalitas. Faktanya, mortalitas pasien yang dirawat di unit gawat darurat dalam waktu yang lebih singkat (<6 jam) adalah 0,6% lebih tinggi. Namun, length of stay yang lebih pendek juga dapat mengindikasi kurangnya sumber daya atau berkurangnya pasokan tempat tidur, dengan konsekuensi negatif selanjutnya bagi pasien. Studi ini bertujuan untuk mengetahui dampak length of stay terhadap dampak klinis pasien di unit gawat darurat. Metode yang digunakan dalam studi ini adalah literature review. Strategi pencarian artikel dilakukan menggunakan online database yaitu PubMed dan ScienceDirect. Kata kunci yang digunakan dalam menemukan artikel yaitu length of stay, emergency department, dan health result. Jumlah literatur yang diikutsertakan dalam telaah adalah 8 artikel. Hasil review menunjukkan bahwa length of stay yang lama berkontribusi terhadap risiko buruk seperti henti jantung dan kematian, terutama pada pasien yang sakit kritis. Di sisi lain, length of stay yang lebih pendek dapat meningkatkan peluang hasil yang lebih baik, meskipun terkadang hal ini dapat mencerminkan keterbatasan sumber daya. Selanjutnya disimpulkan bahwa temuan ini menggarisbawahi pentingnya manajemen waktu dan sumber daya di unit gawat darurat untuk meningkatkan kualitas perawatan dan hasil klinis pasien.Kata kunci: unit gawat darurat; hasil klinis; length of stay
Dukungan Sosial untuk Kesejahteraan Nelayan Tradisional Tulungagung melalui Inisiasi Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) dan Kepesertaan Jaminan Sosial Paskarini, Indriati; Dwiyanti, Endang
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v15i4.5555

Abstract

The problems faced by traditional fishermen are that they are not yet protected by social security and there is no Occupational Health Effort Post (UKK). This study aimed to identify social support as an effort to improve the welfare of traditional fishermen through the initiation of the UKK Post. This study was a qualitative study in order to identify social support, including emotional support, instrumental support, informational support, and appreciation support as well as cross-sectoral efforts to initiate the formation of the UKK Post. Data collection was carried out through focused group discussions involving 29 participants from cross-sector elements. Data were analyzed thematically and then presented descriptively. The results of this study showed an analysis of the conditions and readiness to be able to form the UKK Post from several important relevant aspects and participation in fishermen's social security as an effort to support social support. It could be concluded that the UKK Post and social security participation need to be initiated and efforts to be implemented optimally as an effort to support social support in improving the welfare of fishermen.Keywords: social support; social security; welfare; fishermen; Occupational Health Effort Post ABSTRAK Permasalahan yang dihadapi oleh nelayan tradisional adalah belum terlindungi oleh jaminan sosial dan belum adanya Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dukungan sosial sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan nelayan tradisional melaui inisiasi Pos UKK. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dalam rangka mengidentifikasi dukungan sosial, meliputi dukungan emosional, dukungan instrumental, dukungan informasional, dan dukungan penghargaan serta upaya lintas sektoral untuk menginisiasi pembentukan Pos UKK. Pengambilan data dilakukan melalui focused group discussion dengan melibatkan 29 partisipan 29 dari unsur lintas sektor. Data dianalisis secara tematik lalu disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan analisis kondisi dan kesiapan untuk dapat dibentuk Pos UKK dari beberapa aspek penting yang relevan serta kepesertaan jaminan sosial nelayan sebagai upaya dukungan sosial. Dapat disimpulkan bahwa Pos UKK dan kepesertaan jaminan sosial perlu diinisiasi dan diupayakan terlaksana dengan optimal sebagai upaya dukungan sosial dalam mensejahterakan nelayan.Kata kunci: dukungan sosial; jaminan sosial; kesejahteraan; nelayan; Pos Upaya Kesehatan Kerja 
Dismenorea pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dalam Kaitannya dengan Pengetahuan dan Stres Asmalia, Resy; Anggina, Dientyah Nur; Badri, Putri Rizki Amalia; Ghifari, Muhammad Zulisandi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16114

Abstract

Dysmenorrhea is pain that occurs during menstruation, which is mostly suffered by young women. Dysmenorrhea is caused by many factors, including knowledge and stress. Medical students have higher stress due to academic demands that exceed students' abilities, which tends to affect dysmenorrhea. This study aimed to determine the relationship between knowledge and stress with dysmenorrhea pain in students of the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Palembang. The design of this study was cross-sectional, involving 86 female students of the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Palembang, who were selected using the total sampling technique. Data were collected by filling out questionnaires, namely a questionnaire on knowledge about dysmenorrhea, a questionnaire on the level of dysmenorrhea and a DASS questionnaire for stress levels. Data analysis was performed using the Chi-square test. The results showed that the most knowledge was good (98.8%), the most stress level was severe (67.4%) and the most pain was severe dysmenorrhea (53.5%). The p-value for knowledge was 0.465 (not correlated with dysmenorrhea pain) and for stress was 0.170 (not correlated with dysmenorrhea pain). Furthermore, it was concluded that dysmenorrhea pain in female students of the Faculty of Medicine, Muhammadiyah University of Palembang was not related to knowledge and stress.Keywords: dysmenorrhea; medical students; knowledge; stress ABSTRAK Dismenorea merupakan nyeri yang terjadi saat menstruasi, yang mayoritas diderita oleh wanita muda. Dismenorea disebabkan banyak faktor, di antaranya adalah pengetahuan dan stress. Mahasiswa kedokteran memiliki stres lebih tinggi karena tuntutan akademik yang melebihi kemampuan mahasiswa, sehingga cenderung mempengaruhi dismenorea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan stres dengan nyeri dismenorea pada mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, yang melibatkan 86 mahasiswa putri Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang, yang diseleksi menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yaitu kuesioner pengetahuan mengenai dismenorea, kuesioner tingkat dismenorea dan kuesioner DASS untuk tingkat stres. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan terbanyak adalah baik (98,8%), tingkat stres terbanyak adalah berat (67,4%) dan nyeri terbanyak adalah dismenorea berat (53,5%). Nilai p untuk pengetahuan adalah 0,465 (tidak berkorelasi dengan nyeri dismenorea) dan untuk stres adalah 0,170 (tidak berkorelasi dengan nyeri dismenorea). Selanjutnya disimpulkan bahwa nyeri dismenorea pada mahasiswa putri Fakultas Kedokteran, Universitas Muhammadiyah Palembang tidak berhubungan dengan pengetahuan dan stres.Kata kunci: dismenorea; mahasiswa kedokteran; pengetahuan; stres
Lama Penggunaan Gadget Sebagai Pemicu Peningkatan Derajat Miopia Tulangow, Dwintya Saffira; Lastriyanti, Lastriyanti; Sapeni, Muhammad Al-Amin R.
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16106

Abstract

Myopia is a condition of blurred distance vision, and there is a tendency to squint to see something. One of the causes of myopia is the use of gadgets for a long time. The behavior of using gadgets for a long time can cause eye fatigue, stress on the eye accommodation muscles and will make myopia continue to develop. Thus, it is necessary to conduct research that aimed to determine the relationship between the duration of gadget use and the degree of myopia in students. This study applied a cross-sectional design. Data collection was carried out directly by filling out a questionnaire about the identity of the respondents, the intensity of gadget use, and the degree of myopia. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that there was a difference in the proportion of severe myopia between students with and without long-term gadget use, which was indicated by a p value = 0.001, so it was interpreted that there was a significant relationship between the duration of gadget use and the degree of myopia. Thus it could be concluded that the duration of gadget use is a trigger for increasing the degree of myopia in students.Keywords: myopia; gadget; degree of myopia; students ABSTRAK Miopia adalah keadaan pengelihatan jauh yang kabur, dan terdapat kecenderungan memicingkan mata untuk melihat sesuatu. Salah satu penyebab miopia adalah pengggunaan gadget yang lama. Perilaku penggunaan gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah, stress pada otot akomodasi mata dan akan membuat miopia terus berkembang. Dengan demikian, perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk untuk mengetahui hubungan antara lama penggunaan gadget dengan derajat miopia pada mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan secara langsung melalui pengisian kuesioner tentang identitas responden, intensitas penggunaan gadget, dan derajat miopia. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan proporsi derajat miopia berat antara mahasiswa dengan penggunaan gadget lama dan tidak, yang ditunjukkan dengan nilai p = 0,001, sehingga diinterpretasikan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lama penggunaan gadget dengan derajat miopia. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa lama penggunaan gadget merupakan pemicu peningkatan derajat miopia pada mahasiswa.Kata kunci: miopia; gadget; derajat miopia; mahasiswa
Website Edukasi untuk Perubahan Pengetahuan dan Perilaku Defensive Driving Operator Head Truck Washul, Muhammad; Widjanarti, Maria Paskanita; Fauzi, Rachmawati Prihantina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15426

Abstract

The operational activity of unloading and loading packaging at PT X Semarang involves the performance of operators who drive the head truck and chassis. The operators were poorly knowledgeable and behaved towards defensive driving. This study aimed to analyze the effectiveness of the Defensive Driving Site or “Devise” educational website to improve head truck operators’ defensive driving knowledge and behavior. The design of this study was pre-test and post-test with control group. The respondents of the study were 106 head truck operators of PT X Semarang, with the intervention and control groups consisting of 53 respondents each. Before and after the intervention measurements of defensive driving knowledge and behavior were conducted. Comparison of the results between the two groups was analyzed by t -test. The results of the study showed that the p-value for the comparison of knowledge about defensive driving in the intervention group that received an educational website was 0.001 (there was a meaningful difference). The p value for the comparison of defensive driving behavior in the intervention group was 0.001 (there was a meaningful difference). The p-value for the comparison of knowledge about defensive driving in the control group was 0.146 (no meaningful difference). The p-value for the comparison of defensive driving behavior in the control group was 0.226 (no meaningful difference). There was a difference in defensive driving knowledge (p = 0.001) and a difference in defensive driving behavior (p = 0.001) between the intervention group and the control group. It was further concluded that the educational website was successful in improving the knowledge and defensive driving behavior of PT X Semarang head truck operators.Keywords: educational website; defensive driving; knowledge; behavior; operator head truck ABSTRAK Aktivitas operasional bongkar-muat peti kemas di PT X Semarang melibatkan kinerja operator yang mengendarai head truck dan chassis. Para operator berpengetahuan dan berperilaku kurang baik terhadap defensive driving. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas website edukasi Defensive Driving Site atau “Devise” untuk meningkatkan pengetahuan dan perilaku defensive driving operator head truck. Desain penelitian ini adalah pre-test and post-test with control group. Responden penelitian adalah 106 operator head truck PT X Semarang, dengan kelompok intervensi dan kontrol masing-masing terdiri atas 53 responden. Sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran pengetahuan dan perilaku defensive driving. Perbandingan hasil antara kedua kelompok dianalisis dengan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk perbandingan pengetahuan tentang defensive driving pada kelompok intervensi yang mendapatkan website edukasi adalah 0,001 (ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan perilaku defensive driving pada kelompok intervensi adalah 0,001 (ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan pengetahuan tentang defensive driving pada kelompok kontrol adalah 0,146 (tidak ada perbedaan bermakna). Nilai p untuk perbandingan perilaku defensive driving pada kelompok kontrol adalah 0,226 (tidak ada perbedaan bermakna). Terdapat perbedaan pengetahuan defensive driving (p = 0,001) dan perbedaan perilaku defensive driving (p = 0,001) antara kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa website edukasi sukses dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku defensive driving head truck operators PT X Semarang.Kata kunci: website edukasi; defensive driving; pengetahuan; perilaku; operator head truck
Uji Sifat Fisik dan Aktivitas Antibakteri Krim Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L.) Terhadap Streptococcus pyogenes Efrianti, Devi; Mulyaningsih, Sri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16109

Abstract

The development of bacterial resistance to antibiotics requires the discovery of alternative treatments for infectious diseases. Current trends show an increase in public confidence in using herbal medicine to treat diseases. Previous studies have shown that cherry leaves have strong antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the physical properties and antibacterial activity of cherry leaf extract cream against Streptococcus pyogenes which is the cause of erysipelas. This research was an experimental study. The extract was made by maceration method with 96% ethanol solvent. The extract obtained was tested organoleptically, tested free of ethanol and its yield was calculated. Furthermore, the extract was formulated into a cream preparation with a vanishing cream base type m / a. Furthermore, the 1%, 5% and 10% formula creams were tested for physical properties including adhesion, spreadability, pH, homogeneity, protection ability and viscosity. Antibacterial activity test of 1%, 5% and 10% formula creams using the diffusion method. The diameter of the inhibition zone was compared using the Kruskal-Wallis followed by the Mann-Whitney test. The results showed that increasing the concentration of cherry leaf extract in the cream caused an increase in pH, adhesion, viscosity and antibacterial activity. While the spreadability test was inversely proportional to the adhesion and viscosity tests. All creams were homogeneous and provided protection against bases. Statistical analysis showed a significant difference in the antibacterial activity of the cream at extract concentrations of 1%, 5%, 10% with negative controls (p value <0.05). It could be concluded that the physical properties of the cream meet the requirements except for spreadability. The formula with an extract content of 10% was the best formula in terms of the physical properties of the cream and antibacterial activity against S. pyogenes.Keywords: diffusion; erysipelas; vanishing cream ABSTRAK Berkembangnya resistensi bakteri terhadap antibiotik memerlukan adanya penemuan alternatif pengobatan terhadap penyakit infeksi. Tren saat ini menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan obat herbal dalam mengatasi penyakit. Penelitian terdahulu menunjukkan daun kersen mempunyai aktivitas antibakteri yang kuat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas antibakteri krim ekstrak daun kersen terhadap Streptococcus pyogenes yang merupakan penyebab erisipelas. Penelitian ini merupakan studi eksperimental. Ekstrak dibuat dengan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak yang diperoleh dilakukan uji organoleptik, diuji bebas etanol dan dihitung rendemennya. Selanjutnya ekstrak diformulasikan menjadi sediaan krim dengan basis vanishing cream tipe m/a. Selanjutnya krim formula 1%, 5% dan 10% diuji sifat fisik meliputi daya lekat, daya sebar, pH, homogenitas, kemampuan proteksi dan viskositas. Uji aktivitas antibakteri krim formula 1%, 5% dan 10%. menggunakan metode difusi. Diameter zona hambatan dibandingkan menggunakan Kruskal-Wallis dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi ekstrak daun kersen dalam krim menyebabkan peningkatan pH, daya lekat, viskositas dan aktivitas antibakteri. Sedangkan uji daya sebar berbanding terbalik dengan uji daya lekat dan viskositas. Semua krim bersifat homogen dan memberikan proteksi terhadap basa. Analisis statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan pada aktivitas antibakteri dari krim pada konsentrasi ekstrak 1%, 5%, 10% dengan kontrol negatif (nilai p <0,05). Dapat disimpulkan bahwa sifat fisik krim memenuhi syarat kecuali daya sebar. Formula dengan kadar ekstrak 10% merupakan formula terbaik dilihat dari sifat fisik krim dan aktivitas antibakteri terhadap S. pyogenes.Kata kunci: difusi; erysipelas; vanishing cream 
Proses Caring Perawat Menurut Swanson untuk Membangun Motivasi Sembuh Pasien pada Tahapan Operasi Juwita Asfi Wibowo; Tri Johan Agus Yuswanto; Arief Bahtiar; Joko Wiyono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15409

Abstract

Motivation to recover is a personal drive to take action as desired in order to recover from illness and become healthy. Until now, there are still patients who have low motivation to recover, even though they have been given good health services by nurses. This study aimed to determine the effect of the caring process according to Swanson on patient motivation to recover at the surgical stage. The design of this study was a pre-test and post-test with control group. The sample involved was 46 patients selected using random sampling techniques. Motivation measurements before and after the intervention were carried out by filling out a questionnaire. Data analysis was carried out using paired samples t-test and independent samples t-test. The results of the analysis showed that the p-value of the comparison test results between the treatment group and the control group was 0.001, with a mean difference of 22.26. Thus, it was interpreted that there was a significant difference in motivation between the treatment group and the control group. Furthermore, it was concluded that the caring process according to Swanson has succeeded in increasing patient motivation to recover at the surgical stage.Keywords: Swaasnon caring; patient; surgery; recover; motivation ABSTRAK Motivasi untuk sembuh merupakan dorongan dari pribadi seseorang untuk melakukan tindakan sesuai yang diinginkan agar dapat pulih dari kondisi sakit dan menjadi sehat. Hingga kini masih ada pasien yang memiliki motivasi yang rendah untuk sembuh, meskipun sudah diberikan pelayanan kesehatan dengan baik oleh perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh proses caring menurut Swanson terhadap motivasi pasien untuk sembuh pada tahapan operasi. Desain penelitian ini adalah pre test and post test with control group. Sampel yang dilibatkan adalah 46 pasien yang dipilih dengan teknik random sampling. Pengukuran motivasi sebelum dan sesudah intervensi dilakukan dengan pengisian kuesioner. Analisis data dilakukan dengan uji paired samples t-test dan independent samples t-test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p dari hasil uji perbandingan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol adalah 0,001, dengan perbedaan nilai rerata adalah 22,26. Dengan demikian diinterpretasikan bahwa ada perbedan motivasi secara signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa proses caring menurut Swanson berhasil meningkatkan motivasi pasien untuk sembuh pada tahapan operasi.Kata kunci: Swaasnon caring; pasien; operasi; sembuh; motivasi
Dominasi Stres Kerja akibat Konflik Peran Ganda pada Perempuan di Unit Gawat Darurat dan Intensive Care Unit Melasari Ika Safitri; Dwi Prijatmiko; Dodi Wijaya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15440

Abstract

Dual role conflict results in adverse effects on health by decreasing mental health and psychological well-being. A longitudinal study explained the relationship between dual role conflict and mental health found to differ by gender. The purpose of this study was to compare the level of work stress due to dual role conflict between male and female nurses in the emergency and intensive care units of government hospitals in Jember Regency. This study used a cross-sectional design. The technique for determining the research subjects was total sampling. Data were collected by filling out questionnaires, then continued with analysis using the Mann-Whitney U and Kruskal-Wallis tests. The results showed differences in work stress due to dual role conflict between male and female nurses in the emergency and intensive care units with a p value = 0.019; there was a difference in work stress due to dual role conflict between male and female nurses in the emergency and intensive care units with a p value = 0.021; and there was no difference in work stress due to dual role conflict between male and female nurses in the intensive care unit with a p value = 0.133. Furthermore, it was concluded that work stress in female nurses is higher than in male nurses, so it can be an evaluation material for hospitals to carry out stress management actions for nurses.Keywords: dual role conflict; work stress; gender ABSTRAK Konflik peran ganda mengakibatkan efek buruk pada kesehatan dengan menurunnya kesehatan mental dan kesejahteraan psikologis. Sebuah studi longitudinal menjelaskan hubungan antara konflik peran ganda dan kesehatan mental ditemukan berbeda menurut jenis kelamin. Tujuan penelitian ini adalah membandingkan tingkat stres kerja akibat konflik peran ganda antara perawat laki-laki dan perempuan di instalasi gawat darurat dan intensive care unit rumah sakit pemerintah di Kabupaten Jember. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Teknik penentuan subyek penelitian adalah total sampling. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dilanjutkan dengan analisis menggunakan uji Mann-Whitney U dan Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan stres kerja akibat konflik peran ganda antara perawat laki-laki dan perempuan di instalasi gawat darurat dan intensive care unit dengan nilai p = 0,019; terdapat perbedaan stres kerja akibat konflik peran ganda antara perawat laki-laki dan perempuan di instalasi gawat darurat dengan nilai p = 0,021; serta tidak terdapat perbedaan stres kerja akibat konflik peran ganda antara perawat laki-laki dan perempuan di intensive care unit dengan nilai p = 0.133. Selanjutnya disimpulkan bahwa stres kerja pada perawat perempuan lebih tinggi daripada perawat laki-laki, sehingga dapat menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit untuk melakukan tindakan manajemen stres kepada perawat.Kata kunci: konflik peran ganda; stres kerja; jenis kelamin
Dukungan Keluarga dan Sikap Sebagai Faktor Pendukung Kepatuhan Mengonsumsi Tablet Fe pada Remaja Putri Mirani Legita; Siti Aisyah; Eka Afrika
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15433

Abstract

One of the nutritional problems in adolescence is anemia. The Indonesian government's efforts to prevent and overcome anemia in adolescent girls are by providing Fe tablets; however, many adolescent girls are still not compliant in consuming Fe tablets in the program that has been given. This study aimed to analyze the correlation between knowledge, attitudes and family support with compliance in consuming Fe tablets in adolescent girls. This study used a cross-sectional design, which included 70 adolescent girls selected using the proportionate stratified random sampling technique. Variable measurements were carried out using a questionnaire. Data analysis techniques were carried out using the Chi-square test. The results showed that factors related to adolescent girls' compliance in consuming Fe tablets were attitudes (p = 0.023) and family support (p = 0.001); while unrelated factors were knowledge (p = 0.399). Based on the results of the analysis, it could be concluded that the supporting factors for adolescent girls in consuming Fe tablets are attitudes and family support.Keywords: adolescent girls; Fe tablets, attitudes; family support ABSTRAK Salah satu permasalahan gizi pada masa remaja yaitu anemia. Upaya pemerintah Indonesia untuk pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu dengan pemberian tablet Fe; namun masih banyak remaja putri yang tidak patuh dalam mengonsumsi tablet Fe dalam program yang telah diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis korelasi antara pengetahuan, sikap dan dukungan keluarga dengan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe pada remaja putri. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional, yang mengikutsertakan 70 remaja putri yang dipilih dengan teknik proportionate stratified random sampling. Pengukuran variabel dilakukan menggunakan kuesioner. Teknik analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang berhubungan dengan kepatuhan remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe adalah sikap (p = 0,023) dan dukungan keluarga (p = 0,001); sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah pengetahuan (p = 0,399). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa faktor pendukung remaja putri dalam mengonsumsi tablet Fe adalah sikap dan dukungan keluarga.Kata kunci: remaja putri; tablet Fe, sikap; dukungan keluarga

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue