cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Ischemic Compression dan Passive Stretching untuk Menurunkan Nyeri pada Myofascial Pain Syndrome Otot Upper Trapezius Andi Halimah; Aco Tang; Nur Hikmah Ramadhani; Yonathan Ramba; Sri Saadiyah Leksonowati; Rahmat Nugraha
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15431

Abstract

Myofascial pain syndrome is a chronic muscle pain disorder characterized by the presence of trigger points. Trigger points are hypersensitive pain points located in tense muscles or what is called taut bands due to poor posture and static positions during activities. This study aimed to analyze the effectiveness of ischemic compression and passive stretching to reduce pain levels in myofascial pain syndrome of the upper trapezius muscle. The design of this study was a two-group pre-test and post-test. The sample for each group was 9 people selected using purposive sampling technique from the population. In both groups, before and after the intervention, pain levels were measured using the Visual Analog Scale. The difference in pain levels between before and after the intervention was analyzed using a paired samples t-test; while the difference in pain levels between the two groups was analyzed using an independent samples t-test. The results showed that the p value for the paired samples t-test in both groups was 0.000 each; so it was interpreted that there was a difference in pain levels between before and after the intervention, both groups that received ischemic compression and passive stretching. The pain level was lower in the post-intervention phase. The p-value for the independent samples t-test was 0.592, which means that there was no difference in the effectiveness of ischemic compression and passive stretching. In conclusion, ischemic compression and passive stretching are effective interventions to reduce pain levels in myofascial pain syndrome of the upper trapezius muscle in office workers.Keywords: myofascial pain syndrome; upper trapezius muscle; ischemic compression; passive stretching ABSTRAK Myofascial pain syndrome merupakan suatu gangguan nyeri pada otot yang bersifat kronik yang ditandai dengan adanya trigger point. Trigger point adalah titik nyeri yang hipersensitif yang terletak di otot yang menegang atau yang disebut dengan taut band karena postur tubuh yang buruk dan posisi statis saat beraktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas ischemic compression dan passive stretching untuk menurunkan tingkat nyeri pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Rancangan penelitian ini adalah two group pre test and post test. Sampel untuk masing-masing kelompok 9 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dari populasi. Pada kedua kelompok, sebelum dan sesudah intervensi dilakukan pengukuran tingkat nyeri menggunakan Visual Analog Scale. Perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah intervensi dianalisis dengan paired samples t-test; sedangkan perbedaan tingkat nyeri antara kedua kelompok dianalisis dengan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk paired samples t-test pada kedua kelompok masing-masing adalah 0,000; sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat nyeri antara sebelum dan sesudah intervensi, baik kelompok yang mendapatkan ischemic compression maupun  passive stretching. Tingkat nyeri lebih rendah pada fase sesudah intervensi. Nilai p untuk independent samples t-test adalah 0,592, yang berarti bahwa tidak ada perbedaan efektivitas ischemic compression dan passive stretching.  Sebagai kesimpulan, ischemic compression dan passive stretching merupakan intervensi yang efektif untuk menurunkan tingkat nyeri pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius pada karyawan kantor.Kata kunci: myofascial pain syndrome; otot upper trapezius; ischemic compression; passive stretching
Pop-Up Book Sebagai Media untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Sekolah Dasar tentang Konsumsi Makanan Kariogenik Ananta, Indriyani; Larasati, Ratih; Isnanto, Isnanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16116

Abstract

Cariogenic foods are foods that contain high levels of sugar, which can cause cavities. The high incidence of caries in children can be caused by the limited knowledge of children about the consumption of cariogenic foods. The knowledge that will be conveyed to children must attract attention so that the information conveyed can be accepted. The purpose of this study was to determine the effectiveness of using pop-up book media on increasing knowledge about the consumption of cariogenic foods in elementary school students. This study used a one group pretest-posttest design involving 33 sixth grade students of SDN Marengan Laok 1, Sumenep. The level of knowledge in the phases before and after counseling with pop-up book media was measured by filling out a questionnaire. Furthermore, a comparative analysis of the level of knowledge between before and after the intervention was carried out using the Wilcoxon test. The results of the analysis showed that before the intervention, the highest level of knowledge was sufficient (68%); while after the intervention, the highest level of knowledge was good (95%). The p-value from the results of the comparative analysis of the level of knowledge was 0.000, so it was interpreted that there was a significant difference in the level of knowledge between before and after counseling using pop-up book media. Furthermore, it could be concluded that counseling with pop-up book media is effective in increasing elementary school students' knowledge about the consumption of cariogenic foods.Keywords: cariogenic foods; students; elementary school; knowledge; pop-up book media ABSTRAK Makanan kariogenik merupakan makanan yang mengandung tinggi akan gula, yang dapat menyebabkan gigi berlubang. Tingginya angka kejadian karies pada anak salah dapat disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan anak tentang konsumsi makanan kariogenik. Pengetahuan yang akan disampaikan kepada anak harus menarik perhatian sehingga informasi yang disampaikan dapat diterima. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas penggunaan media pop-up book terhadap peningkatan pengetahuan tentang konsumsi makanan kariogenik pada siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan rancangan one group pretest-posttest dengan melibatkan 33 siswa kelas VI SDN Marengan Laok 1, Sumenep. Tingkat pengetahuan pada fase sebelum dan sesudah penyuluhan dengan media pop-up book diukur melalui pengisian kuesioner. Selanjutnya dilakukan analisis perbandingan tingkat pengetahuan antara sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebelum intervensi, tingkat pengetahuan terbanyak adalah cukup (68%); sedangkan sesudah intervensi, tingkat pengetahuan terbanyak adalah baik (95%). Nilai p dari hasil analisis perbandingan tingkat pengetahuan adalah 0,000, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan tingkat pengetahuan secara signifikan antara sebelum dan sesudah penyuluhan menggunakan media pop-up book. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa penyuluhan dengan media pop-up book efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa sekolah dasar tentang konsumsi makanan kariogenik.Kata kunci: makanan kariogenik; siswa; sekolah dasar; pengetahuan; media pop-up book
Kesiapsiagaan terhadap Bahaya Kebakaran dalam Rumah Tangga pada Masyarakat Desa Dina Waldani; Rotua Lenawati Tindaon; Dina Supriyati; Eva Elfrida Pardede
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15427

Abstract

Fire disasters have a negative impact on life and property, especially in places with low levels of fire disaster preparedness. The community has a role in reducing the risk of fire disasters. The purpose of this study was to determine the level of fire preparedness in households in the Sukajaya Village community, Gelumbang District, Muara Enim, South Sumatra. This study was a quantitative descriptive study, involving 40 Sukajaya Village communities, who were selected using a random sampling method. Data on the level of fire disaster preparedness were collected using a questionnaire. The data were processed and continued with an analysis process carried out using descriptive statistical methods, in the form of frequencies and percentages. The results of the analysis showed that the distribution of the level of community preparedness in dealing with fires was 75% in the very prepared category, 15% in the prepared category and 10% in the unprepared category. Thus, it could be concluded that in general the Sukajaya Village community is very prepared in dealing with fire disasters.Keywords: disaster; fire; preparedness; village community ABSTRAK Bencana kebakaran memberikan dampak negatif terhadap kehidupan dan harta benda, terutama di tempat-tempat dengan tingkat kesiapsiagaan bencana kebakaran yang rendah. Masyarakat memiliki peran dalam mengurangi resiko kebencanaan kebakaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesiapsiagaan kebakaran dalam rumah tangga pada masyarakat Desa Sukajaya, Kecamatan Gelumbang, Muara Enim, Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif, dengan melibatkan 40 masyarakat Desa Sukajaya, yang diseleksi dengan metode random sampling. Data tentang tingkat kesiapsiagaan bencana kebakaran dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data diolah dan dilanjutkan dengan proses analisis yang dilakukan dengan metode statistika deskriptif, berupa frekuensi dan persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa distribusi tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi kebakaran adalah 75% dalam kategori sangat siap, 15% dalam kategori siap dan 10% dalam kategori tidak siap. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa secara umum masyarakat Desa Sukajaya sangat siap dalam menghadapi bencana kebakaran.Kata kunci: bencana; kebakaran; kesiapsiagaan; masyarakat desa 
Evaluasi Resilience dalam Budaya Keselamatan Organisasi: Studi Kasus di Situs Tambang Batubara Iqmalia, Bella Naziel; Djunaidi, Zulkifli
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i1.5640

Abstract

The high operational risks in the coal mining sector, including repeated work accidents, emphasize the urgency of implementing a resilient and adaptive safety culture. This study aimed to evaluate the implementation of Resilience Safety Culture (RSC) at PT. X. This study is a descriptive quantitative study. The subjects of the study were 300 employees selected using stratified random sampling techniques. Related data were collected by filling out a structured questionnaire based on James Reason's safety culture framework and Erik Hollnagel's Resilience Engineering principles. The collected data were analyzed descriptively and then presented categorically. The results of the study indicated that PT. X excels in the learning culture dimension through continuous training and incident investigation, but is still weak in response capabilities due to bureaucratic constraints and the less than optimal implementation of Stop Work Authority (SWA). Furthermore, it was concluded that PT. X needs to strengthen worker autonomy in emergency situations, simplify reporting flows, and prioritize safety over production to create a more resilient and adaptive safety system.Keywords: resilience engineering; safety culture; resilience safety culture; mining industry ABSTRAK Tingginya risiko operasional di sektor tambang batubara, termasuk kecelakaan kerja yang berulang, menekankan urgensi penerapan budaya keselamatan yang tangguh dan adaptif. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Resilience Safety Culture (RSC) di PT. X. Penelitian ini merupakan studi kuantitatif deskriptif. Subyek penelitian adalah 300 karyawan yang dipilih dengan teknik stratified random sampling. Data terkait dikumpulkan melalui pengisian kuesioner terstruktur berdasarkan kerangka budaya keselamatan James Reason dan prinsip Resilience Engineering Erik Hollnagel. Data yang telah terkumpul dianalisis secara deskriptif lalu disajikan secara kategorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. X unggul pada dimensi learning culture melalui pelatihan berkelanjutan dan investigasi insiden, namun masih lemah dalam kemampuan respond akibat kendala birokrasi dan implementasi Stop Work Authority (SWA) yang belum optimal. Selanjutnya disimpulkan bahwa PT. X membutuhkan penguatan otonomi pekerja dalam situasi darurat, penyederhanaan alur pelaporan, dan prioritas keselamatan di atas produksi untuk menciptakan sistem keselamatan yang lebih tangguh dan adaptif.Kata kunci: resilience engineering; budaya keselamatan; resilience safety culture; industri pertambangan
Terapi Hipnosis untuk Mengatasi Masalah Psikologis Pasien dengan Kanker Tissa Aulia Putri; Dewi Gayatri; Hening Pujasari; Agung Waluyo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15454

Abstract

Asia accounts for almost half of all cancer cases worldwide, and the number of cancer patients is expected to continue to increase until 2040. Patients undergoing chemotherapy face not only physical but also psychological and emotional challenges, including anxiety, depression, sleep disturbances, and fatigue that impact their quality of life. This review aimed to assess the effectiveness of hypnosis therapy as a complementary approach in managing psychological problems in cancer patients. This study implemented a systematic review with a strict protocol. Literature searches were conducted in several databases such as ScienceDirect, ProQuest, Taylor & Francis, Sage Journals, Oxford Academic, Springer Link, JSTOR and Scopus, with the keywords “cancer Patients” AND “hypnosis therapy” OR “hypnotherapy” AND “reduction in psychological problems”. Articles were screened based on specific inclusion and exclusion criteria, focusing on quantitative studies evaluating the impact of hypnosis therapy on psychological outcomes such as anxiety, depression, and overall well-being. This review found 7 articles related to hypnosis therapy on psychological problems in cancer patients. The review results indicated that hypnosis therapy has significant potential to manage psychological problems and improve the quality of life in cancer patients. Despite some limitations in the existing research, the available evidence supports the use of hypnosis as an effective complementary therapy. Further research is needed to confirm these findings and explore the mechanisms underlying the positive effects of hypnosis in cancer patients. Thus, it can be concluded that the integration of hypnosis in cancer care can provide significant benefits to patients, improving quality of life and reducing psychological burden.Keywords: cancer; complementary therapy; hypnosis therapy; psychological problems; quality of life ABSTRAK Asia menyumbang hampir setengah dari seluruh kasus kanker di dunia, dan jumlah pasien kanker diperkirakan akan terus meningkat hingga tahun 2040. Pasien yang menjalani kemoterapi tidak hanya menghadapi tantangan fisik tetapi juga psikologis dan emosional, termasuk kecemasan, depresi, gangguan tidur, dan kelelahan yang berdampak terhadap kualitas hidup mereka. Review ini bertujuan untuk menilai efektivitas terapi hipnosis sebagai pendekatan komplementer dalam menangani masalah psikologis pada pasien kanker. Studi ini menerapkan tinjauan sistematis dengan protokol yang ketat. Pencarian literatur dilakukan di beberapa database seperti ScienceDirect, ProQuest, Taylor & Francis, Sage Journals, Oxford Academic, Springer Link, JSTOR dan Scopus, dengan kata kunci “cancer Patients” AND “hypnosis therapy” OR “hypnotherapy” AND “reduction in psychological problems”. Artikel disaring berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang spesifik, berfokus pada studi kuantitatif yang mengevaluasi dampak terapi hipnosis terhadap hasil psikologis seperti kecemasan, depresi, dan kesejahteraan secara keseluruhan. Review ini menemukan 7 artikel terkait terapi hipnosis pada masalah psikologis pasien kanker. Hasil review menunjukkan bahwa terapi hipnosis berpotensi secara signifikan untuk mengelola masalah psikologis dan meningkatkan kualitas hidup pasien kanker. Meskipun terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian yang ada, bukti yang ada mendukung penggunaan hipnosis sebagai terapi pelengkap yang efektif. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengonfirmasi temuan ini dan mengeksplorasi mekanisme yang mendasari efek positif dari hipnosis pada pasien kanker. Dengan demikian, bisa disimpulkan bahwa integrasi hipnosis dalam perawatan kanker dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pasien, meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi beban psikologis.Kata kunci: kanker; terapi komplementer; terapi hipnosis; masalah psikologis; kualitas hidup
Perilaku Merokok Sebagai Faktor Risiko Hipertensi pada Usia 30-65 Tahun Sondang Sidabutar; Nur Masdalifah; Peterson Yosua Silaen; Arita Saragi; Resfiani Rambe; Sindy Mepita Purba
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15417

Abstract

Currently, the number of hypertension sufferers is always increasing every year. There are many risk factors for hypertension, one of which is smoking behavior in certain age groups. Therefore, a study is needed that aims to analyze the significance of smoking behavior as a risk factor for hypertension at the age of 30-65 years at the Bane Health Center, Pematang Siantar. This study was an analytical survey study with a cross-sectional design. The sampling technique used was systematic random sampling, so that 83 respondents were obtained. Smoking behavior was measured by filling out a questionnaire, while the incidence of hypertension was measured with a digital tensiometer. Data analysis was carried out descriptively and continued with the Chi-square test. The results of the study showed that the p value obtained from the hypothesis test was 0.000, so it was interpreted that there was a correlation between smoking behavior and the incidence of hypertension. Furthermore, it was concluded that at the Bane Health Center, Pematang Siantar.Keywords: hypertension; smoking; age 30-65 years ABSTRAK Saat ini, angka penderita hipertensi selalu meningkat setiap tahun. Ada banyak faktor risiko hipertensi, salah satunya yaitu perilaku merokok pada berbagai kelompok umur tertentu. Oleh karena itu diperlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis signifikansi perilaku merokok sebagai faktor risiko hipertensi pada usia 30-65 tahun di Puskesmas Bane, Pematang Siantar. Penelitian ini merupakan studi survei analitik dengan rancangan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu systematic random sampling, sehingga didapatkan 83 responden. Perilaku merokok diukur dengan pengisian kuesioner, sedangkan kejadian hipertensi diukur dengan tensimeter digital. Analisa data dilakukan secara deskriptif dan dilanjutkan dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan nilai p yang diperoleh dari uji hipotesis adalah 0,000, sehingga dtafsirkan bahwa ada korelasi antara perilaku merokok dengan kejadian hipertensi. Selanjutnya disimpulkan bahwa di Puskesmas Bane, Pematang Siantar.Kata kunci: hipertensi; merokok; usia 30-65 tahun
Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif untuk Memperkuat Sistem Imun terhadap Risiko Kejadian Leukemia Limfoblastik Akut pada Anak Lucy Nuryudha Ramadhani; Yessi Crosita Octaria; Nur Intania Sofianita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15340

Abstract

Leukemia is one of the most common cancers in children, especially acute lymphoblastic leukemia and acute myeloid leukemia. Breastfeeding can reduce the risk of childhood cancer by improving the immune system. Breast milk has an immune system that can prevent acute lymphoblastic leukemia in children. This literature review aimed to evaluate the effect of exclusive breastfeeding on the incidence of acute lymphoblastic leukemia in children. This study was conducted in March-June 2024 using the literature review method. This review follows the guidelines set out in the Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Literature sources were obtained from several databases such as Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, JAMA, and Scopus in 2014-2024. There were 459 articles from 5 databases and 9 articles met the criteria. These literatures showed that breastfeeding can significantly reduce the risk of acute lymphoblastic leukemia in children. Exclusive breastfeeding and longer breastfeeding duration were believed to reduce the risk of acute lymphoblastic leukemia. Based on this review, it is concluded that exclusive breastfeeding can strengthen the immune system against the risk of acute lymphoblastic leukemia in children.Keywords: acute lymphoblastic leukemia; children; exclusive breastfeeding ABSTRAK  Leukemia merupakan salah satu kanker yang paling sering terjadi pada anak-anak, terutama leukemia limfoblastik akut dan leukemia myeloid akut. Menyusui dapat mengurangi risiko kanker pada masa anak-anak dengan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Air susu ibu memiliki sistem imun yang dapat mencegah terjadinya leukemia limfoblastik akut pada anak. Literature review ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap kejadian leukemia limfoblastik akut pada anak. Studi ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni 2024 menggunakan metode literature review. Tinjauan ini mengikuti pedoman yang ditetapkan dalam Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analysis (PRISMA). Sumber literatur diperoleh dari beberapa database seperti Google Scholar, ScienceDirect, PubMed, JAMA, dan Scopus dalam tahun 2014-2024. Terdapat 459 artikel dari 5 database dan didapatkan 9 artikel yang memenuhi kriteria. Literatur-literatur tersebut menunjukkan bahwa menyusui secara signifikan dapat menurunkan risiko kejadian leukemia limfoblastik akut pada anak. Pemberian air susu ibu eksklusif dan durasi menyusui yang lebih lama dipercaya dapat menurunkan risiko kejadian leukemia limfoblastik akut. Berdasarkan tinjauan tersebut disimpulkan bahwa pemberian air susu ibu eksklusif bisa memperkuat sistem imun terhadap risiko kejadian leukemia limfoblastik akut pada anak.Kata kunci: leukemia limfoblastik akut; anak; air susu ibu eksklusif
Kesenjangan Hasil Pemeriksaan Glukosa Darah Sewaktu pada Pasien Diabetes antara Metode Point of Care Testing dan Enzimatik Tirsayanti AD. Hamidi; Joko Murdiyanto; Isnin Aulia Ulfah Mu’awanah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15434

Abstract

Type II diabetes mellitus is a significant public health problem in Indonesia, with increasing prevalence. The difference in results between the Point of Care Testing (Accu-Chek) and Enzymatic (ABX Pentra 400) examination methods is not yet known for certain, in terms of blood glucose examination. This study aimed to determine the difference in the results of random blood glucose levels in patients with type II diabetes with the Accu-Chek device and the ABX Pentra 400 device. This study was an experimental study. The population in this study were 694 people with type II diabetes in Buol Regency who received standard treatment, and 30 sample members were selected using a purposive sampling technique. In 30 patients, venous blood glucose measurements were carried out using the Accu-Chek and ABX Pentra 400 devices, respectively. Blood glucose levels from both methods were compared using a paired samples t-test. The average blood glucose level examined by the Point of Care Testing method was 324.90 mg/dl, while the Enzymatic method was 339.40 mg/dl, with a mean difference of 14.50 mg/dl. The p value was <0.05, which means there was a significant difference in blood glucose levels. It was concluded that blood glucose examination in patients with type II diabetes mellitus using the Point of Care Testing method (Accu-Chek) and the Enzymatic method (ABX Pentra 400) give different results.Keywords: random blood glucose examination; Accu-Chek; ABX Pentra 400 ABSTRAK Diabetes mellitus tipe II menjadi masalah kesehatan masyarakat yang signifikan di Indonesia, dengan prevalensi yang terus meningkat. Perbedaan hasil antara metode pemeriksaan Point of Care Testing (Accu-Chek) dan metode Enzimatik (ABX Pentra 400) belum diketahui secara pasti, dalam hal pemeriksaan glukosa darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kadar glukosa darah sewaktu pada pasien diabetes tipe II dengan alat Accu-Chek dan alat ABX Pentra 400. Penelitian ini adalah studi eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah 694 orang penderita diabetes tipe II di Kabupaten Buol yang mendapat pengobatan sesuai standar, dan 30 anggota sampel dipilih dengan teknik purposive sampling. Pada 30 pasien dilakukan pengukuran glukosa darah vena dengan alat masing-masing adalah alat Accu-Chek dan ABX Pentra 400. Kadar glukosa darah dari kedua metode dibandingkan dengan paired samples t-test. Rerata kadar glukosa darah yang diperiksa dengan metode Point of Care Testing adalah 324,90 mg/dl, sedangkan metode Enzimatik adalah 339,40 mg/dl, dengan selisih rerata adalah 14,50 mg/dl. Nilai p adalah <0,05 yang berarti ada perbedaan kadar glukosa darah secara signifikan. Disimpulkan bahwa pemeriksaan glukosa darah pada pasien diabetes mellitus tipe II menggunakan metode Point of Care Testing (Accu-Chek) dan metode Enzimatik (ABX Pentra 400) memberikan hasil yang berbeda.Kata kunci: pemeriksaan glukosa darah sewaktu; Accu-Chek; ABX Pentra 400 
Sikap dan Akses Informasi sebagai Determinan Utama Perilaku Merokok pada Siswa Sekolah Menengah Pertama Nisrina Hanum; Evi Dewi Yani; Ismail Ismail
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15428

Abstract

Smoking behavior is a threat to public health, which not only affects health and death, but also contributes to poverty. Every year there is an increase in smoking behavior in school children. Many factors are related to smoking behavior in students. This study aimed to analyze the determinants of smoking behavior in students in the Aceh Besar region. This study used a cross-sectional design. The research sample was 305 students aged 12-15 years who were selected randomly. Data collection was carried out using a questionnaire, namely the Global Youth Tobacco Survey. Data analysis was carried out using the Chi-square test followed by multiple logistic regression tests. The results showed that in the final model of logistic regression analysis, the p value for each factor of smoking friends = 0.028, knowledge = 0.001, attitude = 0.000, exposure to cigarette smoke = 0.002. Access to information = 0.000 and cigarette advertising = 0.002. Furthermore, it was concluded that attitudes and access to information are the main determinants of smoking behavior in junior high school students in the Aceh Besar region.Keywords: smoking behavior; students; attitude; access to information   ABSTRAK Perilaku merokok menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat, yang tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kematian, tetapi juga berkontribusi terhadap kemiskinan. Setiap tahun terjadi peningkatan perilaku merokok pada anak sekolah. Banyak faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan perilaku merokok pada siswa di Wilayah Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian yaitu 305 siswa berusia 12-15 tahun yang dipilih secara random. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yaitu Global Youth Tobacco Survey. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square yang dilanjutkan dengan uji regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam model final analisis regresi logistik, nilai p untuk masing-masing faktor teman perokok = 0,028, pengetahuan = 0,001, sikap = 0,000, paparan asap rokok = 0,002. Akses informasi = 0,000 dan iklan rokok = 0,002. Selanjutnya disimpulkan bahwa sikap dan akses informasi merupakan determinan utama perilaku merokok pada siswa sekolah menengah pertama di wilayah Aceh Besar.Kata kunci: perilaku merokok; siswa; sikap; akses informasi
Senam Ergonomi untuk Menurunkan Keluhan Nyeri yang Dirasakan oleh Para Pekerja Kopra Fika, Elfira Christin; Suhry, Hendro Christi; Taiwiland, Marsya Marsela; Waduy, Vebriela
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i1.5473

Abstract

Ergonomic gymnastics is an exercise to restore or improve the position and flexibility of the nervous system and blood flow, so that it can reduce pain in the body. Copra workers are at risk of working in a non-ergonomic position. Unergonomic postures during physical activities such as carrying goods, if done with poor posture, can cause pain complaints while working. This study aimed to test the effectiveness of ergonomic gymnastics to reduce pain complaints felt by copra workers. This study used a one group pre-test and post-test design, involving all copra workers in Dokulamo Village, West Galela District, North Halmahera Regency as many as 50 people. Pain measurements were carried out subjectively. Comparative analysis of pain levels between before and after exercise was carried out using a marginal homogeneity test. The results of the analysis showed that the p value was 0.000. Thus, it could be interpreted that there is a significant difference in pain complaints between before and after ergonomic gymnastics in copra workers. Furthermore, it could be concluded that ergonomic gymnastics is effective in reducing pain complaints experienced by copra workers.Keywords: copra workers; pain complaints; ergonomic gymnastics ABSTRAK Senam ergonomi adalah latihan untuk mengembalikan atau memperbaiki posisi dan fleksibilitas sistem saraf dan aliran darah, sehingga dapat mengurangi nyeri pada tubuh. Pekerja kopra beresiko bekerja dalam suatu posisi yang tidak ergonomis. Postur tubuh yang tidak ergonomis saat beraktivitas fisik seperti mengangkut barang, bila dilakukan dengan postur tubuh yang buruk maka dapat menyebabkan keluhan nyeri saat bekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas senam ergonomi untuk mengurangi keluhan nyeri yang dirasakan oleh pekerja kopra. Penelitian ini menggunakan desain one group pre test and post test, yang melibatkan seluruh pekerja kopra di Desa Dokulamo, Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 50 orang. Pengukuran nyeri dilakukan secara subyektif. Analisis perbandingan level nyeri antara sebelum dan sesudah latihan dilakukan menggunakan marginal homogenity test. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai p adalah 0,000. Dengan demikian bisa diinterpretasikan bahwa ada perbedaan keluhan nyeri secara signifikan antara sebelum dan sesudah dilakukan senam ergonomi pada pekerja kopra. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa senam ergonomi efektif untuk menurunkan keluhan nyeri yang dialami pekerja kopra.Kata kunci: pekerja kopra; keluhan nyeri; senam ergonomi 

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue