cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Uji Kromatografi Lapis Tipis dan Deteksi Senyawa Antibakteri Fraksi N-Heksan Ekstrak Etanol Daun Pandan Wangi terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus Setiyanto, Riyan; Maulani, Yulita; Marshanda, Camelia; Rifai, Ryan Nur
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16138

Abstract

Pandanus amaryllifolius Roxb leaves contain chemical compounds in the form of tannins, saponins, alkaloids, flavonoids, in the pandan wangi plant has antibacterial and antifungal activity. The purpose of this study was to detect the antibacterial compounds of the n-hexane fraction of ethanol extract of pandan wangi leaves against Methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Detection of the content of compounds contained in pandan wangi leaves was carried out using thin layer chromatography with dragendrof spray reagent, FeCl3, sitroborate and vanillin sulfuric acid. From the results of thin layer chromatography it was found that pandan wangi leaves contain tannins, flavonoids, alkaloids and saponins. The content of compounds contained in pandan leaves was tested again by bioautography to determine which compounds have antibacterial properties to overcome the resistance of Methicillin-resistant Staphylococcus aureus bacteria. From the results of the thin layer chromatography bioautography test, there were 4 Rf clear zones found in petri dishes. After matching the clear zones, it was discovered that the substances were suspected to be tannins, alkaloids, terpenoids, and saponins. It was concluded that pandan wangi leaves contain tannins, flavonoids, alkaloids, and saponins, with the n-hexane fraction having antibacterial activity against methicillin-resistant Staphylococcus aureus.Keywords: pandan wangi leaves; n-hexane fraction; methicillin-resistant Staphylococcus aureus ABSTRAK Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb) mengandung senyawa kimia berupa tannin, saponin, alkoloid, flavonoid, pada tumbuhan pandan wangi memiliki aktivitas antibakteri dan antifungi. Tujuan penelitian ini adalah melakukan deteksi senyawa antibakteri fraksi n-heksan ekstrak etanol daun pandan wangi terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Deteksi kandungan senyawa yang terkandung dalam daun pandan wangi dilakukan dengan menggunakan kromatografi lapis tipis dengan pereaksi semprot dragendrof, FeCl3, sitroborat dan vanilin asam sulfat. Dari hasil kromatografi lapis tipis didapatkan bahwa daun pandan wangi mempunyai kandungan tanin, flavonoid, alkaloid dan saponin. Kandungan senyawa yang terdapat dalam daun pandan ini diuji lagi dengan bioautografi untuk mengetahui senyawa mana yang mempunyai khasiat sebagai antibakteri untuk mengatasi resistensi bakteri Methicillin-resistant Staphylococcus aureus. Dari hasil uji kromatografi lapis tipis bioautografi didapat ada 4 Rf zona bening yang terdapat dalam petri. Zona bening tersebut setelah kita cocokkan ternyata zat tersebut diduga senyawa tanin, alkaloid, terpenoid dan saponin. Disimpulkan bahwa daun pandan wangi mempunyai kandungan tanin, flavonoid, alkaloid, dan saponin, dengan fraksi n-heksan mempunyai aktivitas antibakteri terhadap Methicillin-resistant Staphylococcus aureus.Kata kunci: daun pandan wangi; fraksi n-heksan; Methicillin-resistant Staphylococcus aureus 
Risiko Ergonomi pada Postur Tubuh Operator Produksi Pengemasan Aluminium Sulfat Padat Fanegi, Clara Nisa; Hendra, Hendra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16128

Abstract

One important aspect of ergonomics is the analysis of work posture, which examines how body position during work can affect health outcomes. This study aimed to analyze the work posture of solid aluminum sulfate packaging production operators at PT. XYZ. This study was a descriptive study involving solid aluminum sulfate packaging production operators at PT XYZ. The operator's work posture was observed directly and video recording of the operator's activities during the packaging process was carried out. Work posture was assessed using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method to assess ergonomic risks that have the potential to cause musculoskeletal disorders, so that they can be analyzed descriptively. The results showed that activities in the packaging process, such as moving products from the bagging hopper to the scale and moving products after the stripping process onto the pallet, had very high REBA scores, indicating a significant risk for musculoskeletal disorders. Unergonomic work postures, such as bending at excessive angles and rotations, were found to be the main factors that increase the load on muscles and joints, thereby increasing the likelihood of injury. It was concluded that many packaging operator work postures are at high risk for musculoskeletal disorders.Keywords: aluminum sulfate packaging; operator; posture; ergonomics; musculoskeletal disorders  ABSTRAK Salah satu aspek penting ergonomi adalah analisis postur kerja, yang meneliti bagaimana posisi tubuh selama bekerja dapat memengaruhi hasil kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis postur kerja operator produksi pengemasan aluminium sulfat padat di PT. XYZ. Penelitian ini merupakan studi deskriptif yang melibatkan para operator produksi pengemasan aluminium sulfat padat di PT XYZ. Postur kerja operator diobservasi secara langsung dan dilakukan perekaman video aktivitas operator selama proses pengemasan. Postur kerjadi dinilai menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA) guna menilai risiko ergonomi yang berpotensi menyebabkan gangguan muskuloskeletal, agar bisa dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dalam proses pengemasan, seperti pemindahan produk dari baging hopper ke timbangan dan pemindahan produk setelah proses stripping ke atas pallet, memiliki skor REBA yang sangat tinggi, yang menunjukkan risiko signifikan untuk terjadinya gangguan muskuloskeletal. Postur kerja yang tidak ergonomi, seperti membungkuk dengan sudut dan rotasi yang berlebihan, ditemukan sebagai faktor utama yang meningkatkan beban pada otot dan sendi, sehingga memperbesar kemungkinan terjadinya cedera. Disimpulkan bahwa banyak postur kerja operator pengemasan yang berisiko tinggi untuk terjadi gangguan muskuloskeletal.Kata kunci: pengemasan aluminium sulfat; operator; postur; ergonomi; gangguan muskuloskeletal 
Artikel Review: Pengaruh Bahan Polimer Terhadap Uji Disolusi Tablet Salut Enterik Cahyani, Theresia Natalie; Ratnasari, Devi; Shella, Tasya Permata; Az-zahraa, Ailla; Valentine, Diva; Adzkia, Muhammad Adit
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v16i1.5587

Abstract

Tablet salut enterik memiliki peran penting dalam meningkatkan bioavailabilitas obat dengan melindungi zat aktif dari lingkungan asam lambung dan memungkinkan pelepasannya dalam usus, di mana penyerapan optimal dapat terjadi. Salah satu faktor kunci yang memengaruhi keberhasilan tablet salut enterik adalah pemilihan polimer yang digunakan dalam lapisan salut. Artikel review ini mengkaji bagaimana karakteristik dan konsentrasi berbagai polimer memengaruhi disolusi dan bioavailabilitas obat pada tablet salut enterik. Metode yang digunakan pada pengumpulan data dalam review ini adalah studi literatur review, dengan mencari dan mengumpulkan artikel dari jurnal ilmiah yang telah diterbitkan sebelumnya dengan kata kunci yang sesuai. Polimer yang umum digunakan, seperti Eudragit, Kollicoat MAE 30D, cellulose acetate phthalate, HPMCP, chitosan succinate, dan ethyl cellulose. Masing-masing polimer memiliki karakteristik unik yang memengaruhi profil disolusi di lingkungan asam dan basa. Konsentrasi dan jenis polimer ini menentukan waktu pelepasan serta kestabilan zat aktif, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas terapeutik obat.Kata kunci: : tablet salut enterik, polimer, disolusi
Tingkat Pengetahuan Ibu Sebagai Faktor Penentu Keikutsertaan dalam Kelas Ibu Hamil Setiarini, Dwi Anik Karya
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16103

Abstract

By participating in the prenatal class, pregnant women can interact with each other, including with midwives and health cadres. In the prenatal class activities, pregnant women can increase their knowledge and information needed during pregnancy, so that the health of the mother and fetus is always monitored. The purpose of this study was to analyze the correlation between the knowledge of pregnant women and their participation in the prenatal class. This study used a cross-sectional design. The subjects of the study were 32 pregnant women selected using the total sampling technique. The level of knowledge was measured by filling out a questionnaire, while participation was measured by a documentation study on the attendance list in the prenatal class. Furthermore, descriptive data analysis was carried out in frequency and percentage formats. Hypothesis testing was carried out using the Chi-square test. The results of the analysis showed a p value = 0.037, so it could be interpreted that there was a significant positive correlation between the level of knowledge and the participation of mothers in the prenatal class. Thus, it could be concluded that the level of knowledge of mothers is a determining factor in participation in the prenatal class.Keywords: prenatal class; knowledge; participation ABSTRAK Dengan ikutserta dalam kelas ibu hamil, para ibu hamil dapat saling berinteraksi, termasuk juga dengan bidan dan kader kesehatan. Di dalam kegiatan kelas ibu hamil bisa menambah ilmu dan informasi yang dibutuhkan selama kehamilan, supaya kesehatan ibu dan janin selalu terpantau. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara pengetahuan ibu hamil dengan keikutsertaan dalam kelas ibu hamil. Studi ini menggunakan rancangan cross-sectional. Subyek penelitian adalah 32 ibu hamil yang dipilih dengan teknik total sampling. Tingkat pengetahuan diukur melalui pengisian kuesioner, sedangkan keikutsertaan diukur dengan studi dokumentasi pada daftar kehadiran dalam kelas ibu hamil. Selanjutnya dilakukan analisis data secara deskriptif berformat frekuensi dan persentase. Uji hipotesis dilakukan dengan uji Chi-square. Hasilnya analisis menunjukkan nilai p = 0,037, sehingga bisa diinterpretasikan bahwa ada korelasi positif secara signifikan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan ibu dalam kelas ibu hamil. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan ibu merupakan faktor penentu keikutsertaan dalam kelas ibu hamil.Kata kunci: kelas ibu hamil; pengetahuan; keikutsertaan
Tipe Diagnosis Sebagai Faktor Penentu Utama Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis pada Anak Kurniawati, Anerinanta Ajeng Nurul; Deniati, Ema Novita; Nurrochmah, Siti; Supriyadi, Supriyadi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16130

Abstract

Tuberculosis is one of the diseases that contributes to the high death rate in Indonesia. Tuberculosis cases are not only found in adults, but can also affect children. Every six months, an evaluation of the final results of treatment is carried out to determine the success rate of treatment. The high and low rates of treatment success are one of the benchmarks for the success of the tuberculosis control program. The purpose of this study was to determine the factors that influence the high and low rates of treatment success in children with tuberculosis in Malang Regency. The subjects of the study were 505 children selected using a purposive sampling technique. The method used in this study was quantitative using an observational research study with a cohort approach. The data used in this study were secondary data, namely the Tuberculosis Information System (SITB) Data on form 03 in 2023, which came from the Malang Regency Health Office. The data were analyzed using the Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, Kendall's Tau-b, and Multinomial Logistic Regression tests. The p-value for statistical test for diagnosis type was <0.001, diagnosis based on scoring result was 0.006 and age was 0.002. It could be concluded that the final outcome of treatment is influenced by diagnosis type, diagnosis based on scoring result and age.Keywords: tuberculosis; children; final outcome of treatment ABSTRAK Tuberkulosis menjadi salah satu penyakit yang banyak menyumbangkan angka kematian di Indonesia.  Kasus tuberkulosis tidak hanya ada pada orang dewasa, namun juga dapat menyerang anak-anak. Setiap enam bulan dilakukan evaluasi hasil akhir pengobatan guna mengetahui angka keberhasilan pengobatan. Tinggi rendahnya angka keberhasilan pengobatan menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan program penanggulangan tuberkulosis. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor yang menjadi pengaruh tinggi rendahnya angka keberhasilan pengobatan pada penderita tuberkulosis anak di Kabupaten Malang. Subyek penelitian adalah 505 anak yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang menggunakan studi penelitian observasional dengan pendekatan kohort. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu Data Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) pada form 03 tahun 2023, yang bersumber dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Data dianalisis menggunakan uji Kruskal-Wallis, Mann-Whitney, Kendall’s Tau-b, dan Regresi Logistik Multinomial. Nilai p untuk uji statistik untuk tipe diagnosis adalah <0,001), diagnosis berdasarkan hasil skoring adalah 0,006 dan usia adalah 0,002. Dapat disimpulkan bahwa hasil akhir pengobatan dipengaruhi oleh tipe diagnosis, diagnosis berdasarkan hasil skoring dan usia.Kata kunci: tuberkulosis; anak; hasil akhir pengobatan
Masalah Pengelolaan Air Minum dan Sanitasi Makanan Rumah Tangga Sebagai Faktor Risiko Kejadian Diare pada Balita Salindra, Balgis Putri; Ma’rufi, Isa; Yani, Ristya Widi Endah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16139

Abstract

Limited access to clean drinking water and low sanitation levels are contributing factors to the high prevalence of waterborne diseases. The purpose of this study was to analyze the correlation between household drinking water and food management and the incidence of diarrhea. This case-control study involved 23 mothers of toddlers who had experienced diarrhea as the case group and 23 mothers of toddlers who had not experienced diarrhea as the control group. Data collection methods included observation and questionnaires. The statistical analysis used the Chi-Square test. The analysis found that the p-value for both drinking water management and household food sanitation was less than 0.001. Therefore, it can be concluded that household drinking water and food sanitation management are significantly correlated with the incidence of diarrhea in toddlers. Therefore, it can be concluded that household drinking water and food sanitation management are risk factors for diarrhea in toddlers.Keywords: toddlers; diarrhea; household; food sanitation; water management ABSTRAK Rendahnya akses terhadap air bersih untuk minum dan rendahnya tingkat merupakan faktor penyebab masih tingginya penyakit yang ditularkan oleh air minum. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis korelasi antara pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga dengan kejadian diare. Penelitian ini merupakan studi case-control, yang melibatkan 23 ibu balita yang pernah menderita diare sebagai kelompok kasus dan 23 ibu balita yang tidak menderita diare sebagai kelompok kontrol. Cara pengumpulan data adalah observasi dan pengisian kuisioner. Analisis statistik yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil analisis menemukan bahwa nilai p untuk faktor pengelolaan air minum maupun sanitasi makanan rumah tanga adalah kurang dari 0,001. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa pengelolaan air minum dan sanitasi makanan rumah tangga berkorelasi secara signifikan dengan kejadian diare pada balita. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa pengelolaan air minum dan sanitasi makanan rumah tangga merupakan faktor risiko bagi kejadian diare pada balita.Kata kunci: balita; diare; rumah tangga; sanitasi makanan; pengelolaan air
Menumbuhkan Perilaku Penerapan Protokol Kesehata pada Anak Usia Sekolah Dasar melalui Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rahmatullah, Alam; Ain, Hurun; Subekti, Imam
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16129

Abstract

Health education about clean and healthy living behavior is a process of trying for an individual or group to improve their behavioral abilities in implementing health protocols. This study aimed to determine the effect of clean and healthy living behavior education on the implementation of health protocols in school-age children. The instrument used was an observation sheet for measuring the behavior of implementing health protocols with the options always, rarely and never. This study used a one-group pretest-posttest design, with the number of respondents being 58 students of Elementary School 2 Bandulan. Malang. The implementation of clean and healthy living behavior was measured by observation. The results showed that most respondents before being given education behaved in implementing health protocols at a sufficient level (70.7%). After being given education, most students behaved in implementing health protocols at a good level (96.6%). The results of the Wilcoxon statistical test showed a p value = 0.000, so it was interpreted that there was a difference in the level of behavior in implementing health protocols between before and after education. In conclusion, it was stated that clean and healthy living behavior education succeeded in increasing the implementation of health protocols by students.Keywords: clean and healthy living behavior; elementary school students; education; health protocols ABSTRAK Edukasi kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat merupakan proses mengupayakan suatu individu maupun kelompok yang dapat meningkatkan kemampuan perilaku dalam penerapan protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi perilaku hidup bersih dan sehat terhadap penerapan protokol kesehatan pada anak usia sekolah. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi pengukuran perilaku penerapan protokol kesehatan dengan pilihan selalu, jarang dan tidak pernah. Penelitian ini menggunakan desain one grup pretest posttest, dengan jumlah responden yaitu 58 siswa Sekolah Dasar Negeri 2 Bandulan. Malang. Penerapan perilaku perilaku hidup bersih dan sehat diukur dengan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum diberikan edukasi berperilaku menerapkan protokol kesehatan dalam level cukup (70,7%). Setelah diberikan edukasi, sebagian besar siswa berperilaku menerapkan protokol kesehatan dalam level baik (96,6%). Hasil uji statistik Wilcoxon menunjukkan nilai p = 0,000, sehingga ditafsirkan bahwa ada perbedaan level perilaku penerapan protokol kesehatan antara sebelum dan sesudah edukasi. Sebagai kesimpulan, dinyatakan bahwa edukasi perilaku hidup bersih dan sehat berhasil meningkatkan penerapan protokol kesehatan oleh siswa.Kata kunci: perilaku hidup bersih dan sehat; siswa sekolah dasar; edukasi; protokol kesehatan
Pandangan Guru tentang Efektifitas Pembelajaran Matematika dalam Optimalisasi Kesehatan Intelektual Anak dengan Disabilitas Mental Ayuni, Anggun; Kusuma, Anggi; Palupi, Rini; Kameliawati, Feri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16142

Abstract

Functional limitations in various aspects of children with mental disabilities are a challenge for special school teachers in achieving learning objectives. Mathematics subjects often present difficulties for students without mental disabilities, let alone children with mental disabilities, so this is a challenge for teachers. The purpose of this study was to describe the experiences of teachers in the process of teaching mathematics to children with special needs. This research was a qualitative study with a phenomenological approach. Informants were selected by snowball sampling, namely 3 mathematics teachers. Data were collected through in-depth interviews. Data analysis was carried out using the Miles & Huberman model, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study revealed that teachers' experiences in utilizing mathematics learning media for children with special needs consist of 4 themes: support, obstacles, and teacher strategies, as well as the role of parents. Based on teacher presentations, it was found that teacher support for children with special needs is by giving appreciation and praise during the learning process; obstacles faced are the child's mood so that teachers must be extra patient in teaching; strategies used by teachers, especially picture media; making the classroom comfortable can help the learning process for children with special needs; The role of parents is essential for repeating learning at home. Furthermore, four key factors are needed for effective learning: appreciation and praise, the child's mood as a major obstacle, making learning more engaging, and the role of parents in repetition.Keywords: children; mental disabilities; learning; mathematics; teachers ABSTRAK Keterbatasan fungsi dari berbagai aspek pada anak dengan disabilitas mental merupakan tantangan bagi guru sekolah luar biasa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Mata pelajaran matematika banyak menyulitkan siswa tanpa disabilitas mental, apalagi anak dengan disabilitas mental, maka ini menjadi tantangan tersendiri bagi guru. Tujuan penelitian ini adalah menggambarkan pengalaman guru dalam proses pembelajaran mata pelajaran matematika pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan dipilih dengan snowball sampling, yakni 3 guru pengajar matematika. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan model Miles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman guru dalam pemanfaatan media pembelajaran matematika pada anak berkebutuhan khusus terdiri atas 4 tema yaitu dukungan, hambatan, dan strategi guru, serta peran orangtua. Berdasarkan pemaparan guru, didapatkan bahwa dukungan guru bagi anak berkebutuhan khusus adalah dengan cara memberikan apresiasi pujian pada saat proses pembelajaran; hambatan yang dihadapi yaitu mood anak sehingga guru harus ekstra sabar dalam mengajar; strategi yang digunakan oleh guru terutama media gambar; membuat kelas menjadi nyaman dapat membantu proses pembelajaran bagi anak berkebutuhan khusus; dan peran orangtua sangat diperlukan untuk pengulangan pembelajaran di rumah. Selanjutnya disimpulkan perlunya 4 poin efektivitas pembelajaran yaitu apresiasi pujian, mood anak merupakan hambatan utama,  membuat pembelajaran lebih menarik dan peran orang tua dalam pengulangan.Kata kunci: anak; disabilitas mental; pembelajaran; matematika; guru
Kombucha Rosella Campuran Buah Nipah Sebagai Minuman Fungsional untuk Meningatkan Hemoglobin Calon Pengantin Wanita dengan Anemia Bastian, Bastian; Hartati, Dewi; Ulva, Maria
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16134

Abstract

A potential alternative solution to address anemia is the administration of roselle kombucha mixed with nipah fruit. The purpose of this study was to demonstrate the benefits of roselle kombucha mixed with nipah fruit as a functional drink to increase hemoglobin levels in brides-to-be with anemia. This was an experimental study with a one-group pretest and posttest design. The study was conducted in the microbiology laboratory of the Muhammadiyah Institute of Health Sciences and Technology, Palembang, from September to October 2024. The sample consisted of 30 brides-to-be. Hemoglobin levels were measured before and after treatment, and then a comparison test was performed using the Wilcoxon test. The analysis showed that the mean hemoglobin levels before and after administration of roselle kombucha mixed with nipah fruit were 10.67 g/dL and 12.12 g/dL, respectively, with a p-value of 0.000, indicating a significant difference. Furthermore, it was concluded that administration of roselle kombucha mixed with nipah fruit successfully increased hemoglobin levels in brides-to-be.Keywords: brides-to-be; anemia; hemoglobin levels; roselle kombucha; nipah fruit ABSTRAK Solusi yang dapat dijadikan alternatif untuk mengatasi permasalahan anemia adalah pemberian kombucha rosella dari campuran buah nipah. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan manfaat kombucha rosella campuran buah nipah sebagai minuman fungsional untuk meningkatkan kadar hemoglobin calon pengantin wanita dengan anemia. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan one group pretest and posttest. Penelitian ini dilakukan di laboratorium mikrobiologi Institut Ilmu Kesehatan dan Teknologi Muhammadiyah Palembang pada bulan September hingga Oktober 2024. Sampel penelitian adalah 30 calon pengantin wanita. Kadar hemoglobin diukur pada fase sebelum dan sesudah perlakuan dan selanjutnya dilakukan uji perbandingan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil analisis menunjukkan bahwa rerata kadar hemoglobin pra dan pasca pemberian kombucha rosella campuran buah nipa, masing-masing adalah 10,67 g/dL dan 12,12g/dL dengan nilai p = 0,000, yang berarti bahwa ada perbedaan secara signifikan. Selanjutnya disimpulkan bahwa pemberian kombuca rosella campuran buah nipah berhasil meningkatkan kadar hemoglobin calon pengantin wanita.Kata kunci: calon pengantin wanita; anemia; kadar hemoglobin; kombucha rosella; buah nipah 
Peran Kematangan Emosi dalam Mengurangi Somatic Symptom Burden pada Mahasiswa, dengan Stres Sebagai Mediator Baso, Syahrul Hidayat Putra; Fakhri, Nur Fitriany; Ismail, Ismalandari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf16143

Abstract

The academic and social demands experienced by college students have triggered stress, which can impact physical health through the emergence of somatic symptoms. The purpose of this study was to examine the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students, with stress as a mediator. The method used in this study was a quantitative study, with 452 active college students aged 17-25 studying in Makassar and its surrounding areas as subjects. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Spearman correlation test and the Hayes Macro Process mediation test. The analysis showed that stress played a significant role as a mediator in the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students, with a correlation value of 0.0410 and a significance level of 0.000. Furthermore, it was concluded that there is a relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students mediated by stress, meaning that stress plays a mediator in the relationship between emotional maturity and somatic symptom burden in college students.Keywords: emotional maturity; somatic symptoms; college students ABSTRAK Tuntutan akademik dan sosial yang dialami mahasiswa telah memicu terjadinya stres yang dapat memengaruhi kesehatan fisik dengan munculnya gejala somatis. Tujuan penelitian ini adalah menguji hubungan antara kematangan emosi dan somatic symptom burden pada mahasiswa, dengan stres sebagai variabel mediator. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan subjek penelitian adalah 452 mahasiswa aktif berusia 17-25 tahun yang berkuliah di Kota Makassar dan sekitarnya. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner, lalu dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dan uji mediasi Process Macro Hayes. Hasil analisis menunjukkan bahwa stres berperan signifikan sebagai mediator pada hubungan kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa dengan nilai korelasi sebesar 0,0410 dan taraf signifikansi 0,000. Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa yang dimediasi oleh stres, artinya stres berperan sebagai mediator dalam hubungan antara kematangan emosi dengan somatic symptom burden pada mahasiswa.Kata kunci: kematangan emosi; gejala somatis; mahasiswa 

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue