cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Faktor Determinan Lingkungan Fisik Rumah terhadap Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Juwita Suma; Sulastri Pua Age; Indra Haryanto Ali
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i4.1434

Abstract

TB (Tuberculosis) is still a world health problem that requires special attention. TB is a common infectious disease and can be deadly if not treated properly. TB is an infectious disease that is the number two killer in the world. This study aims to determine the determinants of the physical environment on the incidence of pulmonary tuberculosis in the Kabila Community Health Center. This study was an analytic observational study with a case control study design. The research was conducted for 3 months from September to November 2020 and the location of this research was carried out in the Work Area of the Kabila Health Center, Bone Bolango Regency. The research subjects were 30 cases recorded and reported during the months of May - September 2020, and the number of controls were houses of non-sufferers who were located in the work area of the Kabila Community Health Center, totaling 30 samples. The physical environment factor variables of the house that have a significant relationship to the incidence of pulmonary tuberculosis are house humidity and floor type. Meanwhile, occupancy density, natural lighting, and ventilation area are variables of physical environmental factors that have no significant relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis in the working area of the Kabila Community Health Center. The factor most related to the incidence of pulmonary tuberculosis is the type of floor. Health agencies are expected to be able to take health promotion measures as a preventive measure for the community against the incidence of pulmonary TB disease. The community is expected to pay attention to the condition of the environment in which they live in order to avoid the transmission of pulmonary TB disease and immediately go to the Puskesmas if there are symptoms of TB disease.Keywords: physical environment; house humidity; floor type; pulmonary tuberculosisABSTRAKTB (Tuberkulosis) masih menjadi masalah kesehatan dunia yang memerlukan perhatian khusus. TB merupakan penyakit menular yang umum dan bersifat mematikan jika tidak ditangani dengan benar. TB merupakan penyakit infeksi yang menjadi pembunuh nomor dua di dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor determinan lingkungan fisik rumah terhadap kejadian penyakit TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan desain penelitian case control. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan mulai September sampai dengan November 2020 dan lokasi penelitian ini dilakukan di Wilayah Kerja Puskesmas Kabila Kabupaten Bone Bolango. Subyek penelitian adalah jumlah kasus yang tercatat dan terlaporkan selama bulan Mei-September 2020 sebanyak 30 penderita, dan jumlah kontrol adalah rumah penduduk yang bukan penderita bertempat di wilayah kerja Puskesmas Kabila berjumlah 30 sampel. Variabel faktor lingkungan fisik rumah yang memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian TB Paru yaitu kelembaban rumah dan jenis lantai. Sedangkan kepadatan hunian, pencahayaan alami, dan luas ventilasi merupakan variabel faktor lingkungan fisik yang tidak ada hubungan signifikan terhadap kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kabila. Faktor yang paling berhubungan terhadap kejadian penyakit TB Paru yaitu jenis lantai. Instansi kesehatan diharapkan agar dapat melakukan tindakan promosi kesehatan sebagai tindakan pencegahan bagi masyarakat terhadap kejadian penyakit TB Paru. masyarakat diharapkan dapat memperhatikan kondisi lingkungan tempat tinggal agar dapat terhindar dari penularan penyakit TB Paru dan segera memeriksakan diri ke Puskesmas apabila terdapat gejala-gejala penyakit TB.Kata kunci: lingkungan fisik; kelembaban rumah; jenis lantai; tuberkulosis paru
Prevalensi Infeksi Luka Kaki Diabetik pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Najihah Najihah; Paridah Paridah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12203

Abstract

Diabetic Foot Infection (DFI) is one of the most frequent and severe complications in people with Diabetes Mellitus (DM). The aim of this study was to identify the prevalence of DFI in type II DM patients. This research was a descriptive analytic study with a cross-sectional approach with a total sample of 53 wounds obtained through accidental sampling technique. The data obtained were analyzed descriptively. The prevalence of DFI was 52.8%, based on the classification of the Infectious Disease Society of America (IDSA), there were three out of four categories, namely grade 1 (no infection), grade 2 (mild infection) and grade 3 (moderate infection). So it was concluded that type II DM patients with Diabetic Foot Ulcer (DFU) mostly have infections. So that every DM patient with DFU must be assessed for the possibility of infection Keywords: prevalence; diabetic foot infection; DM type II ABSTRAK Infeksi Luka Kaki Diabetik (LKD) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering dan parah pada penderita Diabetes Mellitus (DM). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengindentifikasi prevalensi kejadian infeksi LKD pada pasien DM tipe II. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 53 luka yang diperoleh melalui teknik accidental sampling. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi infeksi LKD yaitu 52,8%, berdasarkan klasifikasi Infectious Disease Society of America (IDSA) ditemukan tiga dari empat kategori yaitu grade 1 (tidak infeksi), grade 2 (infeksi ringan) dan grade 3 (infeksi sedang). Jadi disimpulkan bahwa pasien DM tipe II dengan LKD sebagian besar mengalami infeksi. Sehingga setiap pasien DM dengan luka kaki harus dinilai untuk kemungkinan adanya infeksi Kata kunci: prevalensi; infeksi luka kaki diabetik; DM tipe II
Pengaruh Iklim Kerja Panas dan Pencahayaan Terhadap Tingkat Kelelahan pada Operator Di PLTDKarang Asam Samarinda Tahun 2019 Suwignyo Suwignyo; Riska Rahmaniya Ayu Ningsih
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk136

Abstract

Fatigue is a body's protective mechanism in order to protect the body from further damage resulting in recovery after rest. The purpose of this study was to determine the effect of Hot Work Climate and Lighting towards the level of fatigue in operators at the Karang Asam PLTD Samarinda. The type of this research method was Quantitative using cross sectional and conducted at the Karang Asam PLTD in the operator section on September 2019 the sample consisted of 28 respondents. The sampling used total sampling. Data analysing techniques were using univariate and bivariate analysis with Spearman correlation statistical tests. The results showed that respondents experienced fatigue with a low level of fatigue as many as 19 people (67.9%) and respondents with moderate fatigue level as many as 9 people (32.1%). There are effects of hot working climate (p = 0.001), lighting (p = 0.014). The suggestions of this study are to provide education to workers so that they will understand the importance of adequate fluid intake at work, consider the number of lamps used to meet lighting needs, Stay disciplined in the use of protective equipment. Keywords: fatigue, hot climate; lighting ABSTRAK Kelelahan merupakan suatu mekanisme perlindungan tubuh agar tubuh terhindar dari kerusakan yang lebih lanjut sehingga terjadi pemulihan setelah istirahat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui Pengaruh Iklim Kerja Panas dan Pencahayaan terhadap tingkat kelelahan pada operator di PLTD Karang Asam Samarinda. Jenis penelitian ini adalah Kuantitatif menggunakan cross sectional dan dilakukan di PLTD Karang Asam Samarinda pada bagian operator dibulan September 2019 sampel terdiri dari 28 responden. Pengambillan sampel menggunakan total sampling. Pengolahan data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji statistik kolerasi spearman. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden mengalami kelelahan dengan tingkat kelelahan Rendah sebanyak 19 orang (67,9%) dan responden dengan kelelahan sedang sebanyak 9 orang (32,1%). Terdapat pengaruh iklim kerja panas (p = 0,001) berpengaruh kuat dan searah, pencahayaan (p = 0,014) cukup berpengaruh dan searah. saran dalam penelitian ini adalah memberi anjuran terhadap pekerja agar memahami pentingnya asupan cairan yang cukup saat bekerja, mempertimbangkan jumlah lampu yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan, tetap disiplin dalam penggunaan alat pelindung. Kata kunci: iklim panas; pencahayaan; kelelahan
Gambaran Tingkat Depresi, Kecemasan dan Stres Pada Mahasiswa Keperawatan Universitas Kristen Indonesia Maluku di Masa Pandemi COVID-19 Vernando Yanry Lameky; Donny Japly Pugesehan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk316

Abstract

Background: Coronavirus (COVID-19) is an infectious disease caused by the virus if acute acute syndrome coronavirus-2 (SARS-COV-2) that attacks the respiratory system. It has become a world health crisis because of its rapid spread and causes mental health problems at all ages, one of which is the age of the late teens (students). The mental health problems that occur during the pandemic are depression, anxiety and stress. Objective: The purpose of research is to identify the level of depression, anxiety and stress in college students. Methods: The research method was descriptive with cross sectional approach. The sample was collected by total sampling from 90 respondents. The data collecting used DASS-21 (Depression, Anxiety and Stress Scales) questionnaire. Results: The result from this research was 5.6% did not experience the depression, 48.9% mild depression, 40% moderate depression, 4.4% severe depression, 1.1% more severe depression. 2.2% did not feel anxiety, 7.8% mild anxiety, 56.7% moderate anxiety, 13.3% severe anxiety, 20% panic. 2.2% were not stress, 37.8% mild stress, 47.8% moderate stress, 8.9% severe stress, 3.3% more severe stress. Conclusion: To cope with depression, anxiety and stress, it is recommended to adopt a healthy pattern of life, engage in physical activity and manage a good thought pattern.Keywords: depression; anxiety; stress; covid-19; college studentsABSTRAKLatar Belakang: Coronavirus (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus severe acute respiratory syndrome coronavirus-2 (SARS-CoV-2) yang menyerang sistem pernapasan telah menjadi krisis kesehatan dunia karena penyebarannya sangat cepat serta menimbulkan masalah kesehatan mental pada semua usia, salah satunnya yaitu usia remaja akhir (mahasiswa). Masalah kesehatan mental yang terjadi selama pandemi adalah depresi, kecemasan dan stres. Tujuan: Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui gambaran tingkat depresi, kecemasan dan stres pada mahasiswa. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif, dengan rancangan potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling yaitu 90 responden. Pengambilan data menggunakan kuesioner DASS-21 (Depression, Anxiety and Stress Scales). Hasil: Hasil penelitian didapatkan 5,6% tidak mengalami depresi, 48,9% depresi ringan, 40% depresi sedang, 4,4% depresi berat, 1,1% depresi sangat berat. 2,2% tidak mengalami kecemasan, 7,8% kecemasan ringan, 56,7% kecemasan sedang, 13,3% kecemasan berat, 20% kecemasan sangat berat. 2,2% tidak mengalami stres, 37,8% stres ringan, 47,8% stres sedang, 8,9% stres berat, 3,3% stres sangat berat. Kesimpulan: Untuk mengatasi depresi, kecemasan dan stres disarankan untuk menerapkan pola hidup sehat, melakukan aktifitas fisik dan mengelolah pola berpikir dengan baik.Kata kunci: depresi; kecemasan; stres; covid-19; mahasiswa
Identifikasi Upaya Peningkatan Kualitas Layanan Keperawatan Gawat Darurat di Instalasi Gawat Darurat: Perspektif Perawat Yulia Candra Lestari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk221

Abstract

Patients who come to the emergency department need prompt and precise rescue actions. The aim of this study was to identify the efforts needed to improve the quality of emergency nursing services from a nurse's perspective. This research was a phenomenological study involving 8 nurses who work in the emergency department. They were selected by purposive sampling technique according to the inclusion criteria, namely having a minimum training certificate of basic life support in the last 5 years. Data were collected by in-depth interviews for 30-60 minutes. The transcribed interview results were analyzed using thematic analysis techniques. Furthermore, 4 themes were obtained, namely strengthening the delegation process policy, continuous updating of science, improving facilities and infrastructure and increasing the quantity of human resources. Keywords: care; emergency; quality of service ABSTRAK Pasien yang datang ke instalasi gawat darurat memerlukan tindakan pertolongan yang cepat dan tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas layanan keperawatan gawat darurat dari perspektif perawat. Penelitian ini merupakan studi fenomenologis yang melibatkan 8 perawat yang bekerja di instalasi gawat darurat. Mereka dipilih dengan teknik purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi yaitu mempunyai sertifikat pelatihan minimal basic life support maksimal dalam 5 tahun terakhir. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam selama 30-60 menit. Hasil wawancara yang telah ditranskripsi dianalisis dengan teknik analisis tematik. Selanjtnya didapatkan 4 tema yaitu penguatan kebijakan proses delegasi, perbaruan ilmu yang berkelanjutan, peningkatan sarana dan prasarana serta peningkatan kuantitas sumber daya manusia. Kata kunci: perawatan; gawat darurat; kualitas layanan
Tingkat Kecemasan pada Ibu Hamil selama Pandemi Coronavirus Disease 2019 Azwar Asy'ari Fahruddin; Mateus Sakundarno Adi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12312

Abstract

The Coronavirus-2019 (Covid-19) pandemic is spreading across the globe. Indonesia is one of the countries worst affected by COVID-19. The COVID-19 pandemic has raised serious concerns including anxiety in pregnant women. Mental and physical changes during pregnancy, pregnant women are most likely to be exposed to the virus. The purpose of this study was to assess the level of anxiety and related factors during the COVID-19 pandemic in pregnant women. This study method was a literature review of electronic data such as Google Scholar, Science Direct, Pubmed and selected 5 articles published in 2020. The results of this literature review study indicated that the corona virus pandemic has a significant psychological impact on the mother's physiological state. Covid-19 has been shown to greatly affect the level of maternal anxiety during pregnancy during this pandemic. Excessive anxiety can adversely affect the health of the fetus. The length of time during isolation, quarantine, national lockdown, gestational age, lack of information related to COVID-19, low education are factors that affect the level of maternal anxiety during pregnancy. Keywords: anxiety; pregnant mother; covid-19; coronavirus disease 2019 ABSTRAK Pandemi Coronavirus-2019 (Covid-19) menyebar di seluruh dunia. Indonesia termasuk salah satu negara yang paling parah terkena dampak covid-19. Pandemi covid-19 telah menimbulkan kekhawatiran serius termasuk kecemasan pada ibu hamil. Perubahan mental dan fisik selama kehamilan, ibu hamil kemungkinan besar akan terkena virus tersebut. Tujuan penelitian ini untuk menilai tingkat kecemasan dan faktor-faktor terkait selama pandemi covid-19 pada ibu hamil. Metode studi ini adalah literature review dari data elektronik seperti Google Scholar, Science Direct, Pubmed dan terpilih 5 artikel yang dipublikasikan tahun 2020. Hasil penelitian literatur review ini menunjukkan bahwa pandemi virus corona memiliki dampak psikologis yang signifikan terhadap keadaan fisiologis ibu. Covid-19 terbukti sangat berpengaruh terhadap tingkat kecemasan ibu saat hamil dimasa pandemi ini. Kecemasan yang berlebihan dapat berpengaruh buruk terhadap kesehatan janin. Lamanya waktu saat isolasi, karantina, lockdown nasional, usia kehamilan, kurangnya informasi terkait covid-19, pendidikan yang rendah merupakan faktor yang berpengauh terhadap tingkat kecemasan ibu saat hamil. Kata kunci: kecemasan; ibu hamil; covid-19; coronavirus disease 2019
Hubungan Status Gizi dan Perkembangan Anak Umur 0-24 Bulan (Baduta) di Kabupaten Karawang Yeni Iswari; Rohayati Rohayati; Susi Hartati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk109

Abstract

The prevalence of malnutrition and stunting in Indonesia has decreased from the previous period, but has not yet reached the target set according to WHO. Nutritional problems can affect a child's level of development. Nutritional problems and developmental disorders in children 0-2 years can determine the quality of life of children in the future. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and development. The study was conducted using a cross sectional design for children aged 0-2 years. The number of respondents was 234 with inclusion criteria for healthy children and having KMS / KIA books. Research locations were in the villages of Sukaluyu and Sri Kamulyan, Karawang Regency. Nutritional status was analyzed using the Z score from WHO and child development using KPSP. Statistical data analysis used descriptive analysis, Chi square test and Spearman-rank test. The results showed that the majority of respondents were male, aged 12-24 months. The nutritional status of the children showed that 5.6% were very thin, 12.8% thin, 71.4% normal and 10.3% obese. The level of child development showed 78.6% conformed, 19.2% doubted and 2.1% disturbed. Disturbed aspects of development include fine motor skills and socialization. The results of the Chi square test showed that there was no significant relationship between nutritional status and child development with p-value 0.335 (α> 0.05). The result of the Spearman rank test with a result of 0.088 means that the better the nutritional status, the more appropriate the child's level of development. Nurses need to provide assistance and education to parents regarding nutritional stimulation and child development. Keywords: children under 2 years; nutrition status; child development ABSTRAK Prevalensi gizi kurang dan stunting di Indonesia mengalami penurunan dari periode sebelumnya, tetapi belum mencapai target yang ditetapkan sesuai WHO. Masalah gizi dapat mempengaruhi tingkat perkembangan anak. Masalah gizi dan gangguan perkembangan pada anak 0-2 tahun dapat menentukan kualitas kehidupan anak di kemudian hari. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan status gizi dengan perkembangan anak. Penelitian dilakukan menggunakan desain cross sectional kepada anak usia 0-2 tahun. Jumlah responden 234 dengan kriteria inklusi anak sehat dan memiliki KMS/ buku KIA. Lokasi penelitian di desa Sukaluyu dan Sri Kamulyan Kabupaten Karawang. Status gizi dianalisis menggunakan Z score dari WHO dan perkembangan menggunakan KPSP. Analisis data secara statistik menggunakan analisis deskriptif, uji Chi square dan rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden laki-laki dengan rentang usia 12-24 bulan. Status gizi anak menunjukkan 5,6% kurus sekali, 12,8% kurus, 71,4% normal dan 10,3% gemuk. Tingkat perkembangan anak menunjukkan 78,6% sesuai, 19,2% meragukan dan 2,1% terganggu. Aspek perkembangan yang terganggu antara lain motorik halus dan sosialisasi. Hasil uji Chi square menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dan perkembangan anak dengan p-value 0,335 (α > 0,05). Hasil uji rank Spearman dengan hasil 0,088 artinya semakin baik status gizi, tingkat perkembangan anak semakin sesuai usianya. Perawat perlu melakukan pendampingan dan edukasi kepada orang tua terkait stimulasi gizi dan perkembangan anak. Kata kunci: baduta; status gizi; perkembangan anak
Determinan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Tatanan Rumah Tangga Eny Pemilu Kusparlina
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12422

Abstract

PHBS (Clean and Healthy Life Behavior) in a household is an attempt to empower and increase family’s ability to be aware of, willing to, and capable of carrying out PHBS in order to maintain and improve their health, to forestall the risk for ill ness, and to protect against the threat, and to be active in public health movement. The objective of the research was to find out the influence of the factors of knowledge, attitude, economic status, support from health care providers, and social support on PHBS of household structure in the Working Area of Banjarejo Puskesmas, Madiun City. The research used explanatory method with cross sectional design. The samples were 100 respondents based on their proportion at 4 villages. The result of chi square test showed that there was the correlation of knowledge (p=0.003), attitude (p=0.016), economic status (p=0.021) support from health care providers (p=0.021), and social support (p=0.036) with PHBS in household structure. It is recommended that the management of Puskesmas increase people’s knowledge of PHBS by providing counseling and create exemplary village in order to empower people in maintaining, increasing, and protecting their health so that they will be aware of, willing to, and capable of being independent in actively increasing their health status.Keywords: determinant; clean and healthy life behavior; household structureABSTRAKPerilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) pada tatanan rumah tangga adalah upaya pemberdayaan dan peningkatan kemampuan keluarga agar sadar, mau dan mampu melakukan perilaku hidup bersih dan sehat untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya, mencegah risiko terjadinya penyakit dan melindungi diri dari ancaman penyakit serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh faktor pengetahuan, sikap, status ekonomi, dukungan petugas kesehatan dan dukungan sosial terhadap perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan rumah tangga di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo Kota Madiun. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatori dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 471 KK, terhadap 100 responden berdasarkan proporsi di 4 desa lokasi penelitian. Hasil uji chi square diperoleh pengetahuan nilai p = 0,003, sikap nilai p = 0,016, status ekonomi nilai p = 0,021, dukungan petugas kesehatan nilai p = 0,021, dan dukungan sosial nilai p = 0,036 artinya ada hubungan dukungan sosial dengan PHBS tatanan rumah tangga. Disarankan kepada Puskesmas untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) melalui kegiatan penyuluhan dan dan membuat desa percontohan dengan tujuan untuk memberdayakan masyarakat dalam memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya sehingga sadar, mau, dan mampu secara mandiri ikut aktif dalam meningkatkan status kesehatannya.Kata kunci: determinan; perilaku hidup bersih dan sehat; rumah tangga
Aspek Psikologis Pasien Gagal Jantung Basuki Rachmat; I Made Kariasa
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk106

Abstract

Heart failure is a cardiovascular disorder with a high prevalence, morbidity and mortality. The prevalence of heart failure is predicted to increase to 46% in 2030 which is estimated to reach more than 8 million cases in people aged more than 18 years. The quality of life of patients with heart failure is indirectly affected by the condition of the damage to the anatomy and physiology of the heart. More over, it can also result in changes in the psychological condition due to the worsening of the disease. The quality of life is reflected in the limitation of mental and physical activity and decreased social role. The symptoms of the psychological disorder such as anxiety, anger, depression and hostility. Those both will influence each other so that the healing and recovery process of heart failure will be hampered, it can be worse, which in turn will increase re-hospitalization and death rates. The purpose of this literature review was to examine the impact of psychological aspect, especially depression and anxiety in patients with heart failure. The articles were searched through google search, such were BMJ, BMC Psychology, Heart Journal, JAMA and school or university journal. Those articles were published between 2000 – 2019, and selected through the keyword depression, heart failure, self care, then critically examined using CASP guidelines. Those articles should discuss (1) the relationship between psychological factor such as depression or anxiety on heart failure (2) tke mechanism of depression that affect heart faiure and (3) the influence of psychological factors on self care of heart failure patient. This study revealed that the prevalence of depression in heart failure is quite high, around 19-63%. The emergence of depression, anxiety and other psychological disorders are influenced by several factor such as age, gender, level of education, economic status and education about the disease. Patient’s perceptions about the disease are related to depression and anxiety cases of heart failure patients. The interaction between the physical response to heart failure and the neuron connections will cause psychological disorders in heart failure patients. Psychological factors are often forgotten by health workers so that patients feel more “alone” in dealing with heart failure. Depression, anxiety and other psychological disorder often occur in patients with heart failure. The prevalence is quite high around 19-63%. There are no theories and studies that explain precisely how this disorder can occur, but from the literature review it is suspected that this disorder occurs due to neuro-hormonal responses in the central and peripheral neural networks that are disturbed due to heart failure. Inverselly, psychological disorder can aggravate existing heart failure condition. These two things were interrelated and will affect the recovery process of heart failure. Although often forgotten, depression and other psychological disorders are strong predictors of self-care behavior and quality of life and re-hospitalization of heart failure patients. Keywords: depression; heart failure; self-care ABSTRAK Gagal jantung merupakan salah satu ganguan kardiovaskuler dengan prevalensi yang tinggi dan angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi pula. Prevalensi gagal jantung diprediksi semakin meningkat hingga 46% pada tahun 2030, yang diperkirakan akan mencapai lebih dari 8 juta kasus pada penduduk berumur 18 tahun keatas. Penyakit ini dapat menurunkan produktifitas penderitanya, menurunkan kualitas hidup dan sering mengalami perawatan ulangan. Kualitas hidup pasien gagal jantung secara tidak langsung dipengaruhi oleh kondisi kerusakan anatomi dan fisiologi jantung. Selain itu juga dapat mengakibatkan perubahan kondisi psikologis akibat semaikn memburuknya kondisi penyakitnya. Kualitas hidup ini tercermin dengan adanya keterbatasan aktifitas fisik, mental dan penurunan peran sosial. Adapun gejala gangguan psikologis seperti cemas, marah, depresi dan rasa permusuhan. Kedua hal tersebut akan saling mempengaruhi sehingga akan mengakibatkan proses penyembuhan dan pemulihan gagal jantung menjadi terhambat, bahkan dapat semakin memburuk yang pada akhirnya akan meningkatkan angka rawat inap ulang dan angka kematian. Tujuan dari review literatur ini adalah untuk menelaah pengaruh aspek psikologis khususnya depresi dan ansietas pada pasien gagal jantung. Artikel dicari melalui google search, seperti BMJ, BMC Psychology, Heart Journal, JAMA dan jurnal sekolah atau universitas Kemudian dipilih artikel yang terbit antara tahun 2000 – 2019, melalui kata kunci gagal jantung, depresi, self care, kemudian dilakukan telaah kritis dengan menggunakan pedoman dari CASP. Artikel yang dimaksud harus membahas mengenai (1) hubungan antara faktor psikologis seperti depresi atau kecemasan terhadap gagal jantung, (2) mekanisme terjadinya depresi yang mempengaruhi gagal jantung dan (3) pengaruh faktor psikologis terhadap self care pasien gagal jantung. Dari penelitian ini terungkap bahwa prevalensi depresi pada gagal jantung cukup tinggi, sekitar 19 – 63%. Munculnya depresi, ansietas dan gangguan psikologis lainnya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti usia, gender, tingkat pendidikan, status ekonomi dan edukasi tentang penyakit. Interaksi antara respon fisik akibat gagal jantung dan koneksi neuron akan menyebabkan munculnya gangguan psikologis pada pasien gagal jantung. Persepsi pasien tentang penyakitnya juga berhubungan dengan kejadian depresi dan kecemasan pasien gagal jantung, Faktor psikologis sering terlupakan untuk diperhatikan oleh petugas kesehatan sehingga pasien semakin merasa “sendiri” dalam menghadapi penyakit gagal jantungnya. Kejadian depresi, ansietas dan gangguan psikologis lain sering terjadi pada pasien dengan gagal jantung. Prevalensinya cukup tinggi sekitar 19-63%. Gangguan ini bisa terjadi karena adanya respon neurohormonal pada jaringan saraf pusat dan tepi yang terganggu akibat gagal jantung. Sebaliknya, gangguan psikologis yang terjadi dapat memperberat kondisi gagal jantung yang telah ada. Kedua hal ini saling berkaitan dan akan mempengaruhi proses pemulihan gagal jantung. Meskipun sering terlupakan, depresi dan gangguan psikologis lain ini merupakan prediktor kuat terhadap perilaku self care, rawat inap ulang serta kualitas hidup pasien dengan gagal jantung. Kata kunci: depresi; gagal jantung; self care
Perbandingan Efektivitas Pijat Bayi dengan Menggunakan Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) dengan Minyak Zaitun (Olive Oil) pada Perkembangan Motorik Halus Bayi Umur 3-6 Bulan Arum Meiranny; Endang Susilowati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1344

Abstract

Backgrounds: Baby massage is very beneficial for child development. Baby massage can be done using olive oil and coconut oil. The purpose of this study was to determine the comparison of the effectiveness of infant massage using coconut oil and olive oil on the fine motoric of infants aged 3-6 months. Methods: This type of research was the Pre-Experimental Design with Control Group Design with a total sample of 10 respondents according to the inclusion and exclusion criteria that have been determined by the researcher. The inclusion criteria in this study were: mature babies, infants aged 3-6 months, infants who breastfeed exclusively, mother babies are willing to be respondents in this study. The exclusion criteria in this study were babies who had abnormalities or disabilities. The sampling technique used was purposive sampling. The instruments used in this study were the observation sheet, KPSP, and questionnaires. Data analysis used univariate analysis in the form of frequency distribution and bivariate analysis using Mann Whitney statistical test. The research site was conducted at the Kalibakung Health Center, Tegal Regency in October-December 2020. Results: The results showed that there was an effect of baby massage using coconut oil and olive oil on fine motoricof infants aged 3-6 months (p <0.05), however There was no difference in the effectiveness of infant massage using coconut oil and olive oil (p> 0.05). The conclusion in this study is there is no difference in the effectiveness of infant massage using coconut oil and olive oil.Keywords:baby massage; coconut oil; fine motoric; olive oilABSTRAKLatar belakang: Pijat bayi sangat bermanfaat untuk perkembangan anak. Pijat bayi dapat dilakukan dengan menggunakan minyak zaitun dan minyak kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas pijat bayi dengan menggunakan minyak kelapa dengan minyak zaitun pada perkembangan motorik bayi umur 3-6 bulan. Metode:Jenis penelitian ini adalah Pre-Experimental Design dengan Control Group Design dengan jumlah sampel sebanyak 10 responden sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan peneliti. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah: Bayi matur, Bayi umur 3-6 bulan, Bayi yang menyusui ASI eksklusif, Ibu Bayi bersedia untuk menjadi responden dalam penelitian ini. Adapun Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah Bayi yang memiliki kelainan atau cacat. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, KPSP, dan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat berupa distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji statistic mann whitney. Tempat penelitian dilakukan di Puskesmas Kalibakung Kabupaten Tegal pada Bulan Oktober-Desember 2020. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh pijat bayi menggunakan minyak kelapa dan minyak zaitun terhadap perkembangan motorik halus pada bayi umur 3-6 bulan (p<0,05), akan tetapi tidak terdapat perbedaan efektivitas pijat bayi menggunakan minyak kelapa dan minyak zaitun (p>0,05). Simpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan efektivitas pijat bayi menggunakan minyak kelapa dan minyak zaitun.Kata kunci: minyak kelapa; minyak zaitun; motorik halus; pijat bayi

Page 60 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue