cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
COVID-19 pada Anak dan Langkah Pencegahan yang Perlu Dilakukan di Sekolah Kota Tanjungpinang Indra Martias; Luh Pitriyanti; Rahmat Rahmat
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v12i0.1636

Abstract

The Indonesian government has intervened to suppress the increasingly massive spread of the COVID-19 virus. COVID-19 has affected all age groups, although it appears to be milder in the pediatric population than adults. As for the possible reasons, the children had fewer comorbidities, did not smoke, and had lower ACE-2 expression. This study aims to identify the epidemiology of COVID-19 in children, risk factors for infection and the necessary preventive measures, especially for the implementation of face-to-face schools and also the challenges. Methods: this study is a descriptive study that aims to identify the epidemiology of COVID-19 in children, risk factors for infection and the necessary preventive measures, especially for the implementation of face-to-face schools and also the challenges. Data on COVID-19 patients were taken in April 2021 as many as 572 patients. 94 patients (16%), while patients in the age group > 18 years were as many as 478 patients (84%). There were 49 patients (53%) with female children, while 45 patients (47%). Forty-one (41) people had symptoms (44%) while 53 people had no symptoms (56%). Most of the pediatric patients had a history of close contact with other patients as many as 88 patients (94%). Most pediatric patients live in Batu IX sub-district, Tanjungpinang City as many as 26 patients (28%). Face-to-face schools during the COVID-19 pandemic require sufficient resources to implement and sustain effective mitigation strategies and everyone's support is needed to ensure that schools are healthy, safe and equal for students, teachers, staff and families.Keywords: COVID-19; age group; gender; symptomsABSTRAKPemerintah Indonesia sudah melakukan intervensi untuk menekan penyebaran virus COVID-19 yang semakin masif. COVID-19 telah mepengaruhi semua kelompok usia, meskipun tampaknya lebih ringan pada populasi anak daripada orang dewasa. Adapun kemungkinan alasannya, anak-anak memiliki penyakit penyerta yang lebih sedikit, tidak merokok, dan memiliki ekspresi ACE-2 yang lebih rendah. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi epidemiologi COVID-19 pada anak, faktor risiko infeksi dan langkah pencegahan yang diperlukan khususnya untuk pelaksanaan sekolah tatap muka dan juga tantangannya. Penelitian ini adalah penelitian yang bersifat deskriptif yang bertujuan mengidentifikasi epidemiologi COVID-19 pada anak, faktor risiko infeksi dan langkah pencegahan yang diperlukan khususnya untuk pelaksanaan sekolah tatap muka dan juga tantangannya. Data pasien COVID-19 diambil pada Bulan April 2021 sebanyak 572 pasien. pasien dengan kelompok umur 0-18 tahun sebanyak 94 pasien (16%), sedangkan pasien dengan kelompok umur > 18 tahun sebanyak 478 pasien (84%). Pasien anak-anak dengan jenis kelamin perempuan berjumlah 49 pasien (53%) sedangkan berjenis kelamin laki-laki berjumlah 45 pasien (47%). Empat puluh satu (41) orang memiliki gejala (44%) sedangkan 53 orang tidak memiliki gejala (56%). Sebagian besar pasien anak memiliki riwayat kontak erat dengan pasien lain sebanyak 88 pasien (94%). Pasien anak paling banyak berdomisili di kelurahan Batu IX Kota Tanjungpinang sebanyak 26 pasien (28%). Pemahaman yang lebih baik tentang infeksi pada anak-anak dapat memberikan wawasan penting tentang patogenesis penyakit, praktik perawatan kesehatan, dan kebijakan kesehatan masyarakat. Sekolah secara tatap muka selama pandemi COVID-19 membutuhkan sumber daya yang cukup untuk menerapkan dan mempertahankan strategi mitigasi yang efektif juga dibutuhkan dukungan semua orang untuk memastikan bahwa sekolah sehat, aman, dan setara bagi siswa, guru, staf, dan keluarga.Kata kunci: COVID-19; kelompok umur; jenis kelamin; gejala
Perbandingan Efektivitas Mindfulness Based Intervention Terhadap Diabetes Resilience Training pada Diabetes Burnout Syndrome dan Kontrol Glikemik Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Made Dian Kusumawati; Kusnanto Kusnanto; Bambang Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1648

Abstract

 Introduction: Diabetes burnout is a major challenge in the management of Diabetes mellitus. It can lead the patient to an uncontrolled blood sugar situation, which ends up in an increased mortality rate caused by Diabetes complications. The aim of this study was to compare the effectiveness of a mindfulness-based intervention to diabetes resilience training on diabetes burnout syndrome and glycemic control in type 2 diabetes mellitus patients. Methods: Eight databases were systematically searched namely Scopus, ProQuest, PubMed, Science Direct, EBSCO, SINTA, Springer Link, and Google Scholars, using a randomized controlled trial or quasi-experimental design, published between 2011-2021 with the combinations of 6 groups of keywords in English and Bahasa Indonesia limited articles. Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-analysis (PRISMA) guidelines and JBI’s checklist were followed during all stages of this review. The researcher independently assessed the eligibility of the studies by title, abstract, full-text, and the methodological quality of the studies. Data tabulation and narrative analysis of study findings were performed. Results and Analysis: A total of 25 studies were satisfied the inclusion criteria and have been included in this review. Of the studies reviewed, 3549 participants included were T2DM patients undergoing Diabetes treatments for more than 6 years. Of the 12 mindfulness-based studies, 7 studies showed a significant effect. Meanwhile, in diabetes resilience training, 8 out of 13 studies showed a significant effect on both outcomes. The significance of the results in both interventions as indicated by the p-value < 0 .05 Discussion: Mindfulness reducing depression by increasing the volume and density of the gray areas of the brain which previously decreased due to stress or depression. Meanwhile, diabetes resilience training works by increasing cognitive, social, and effective brain coping functions in the hippocampus and prefrontal cortex areas, so that respondents become more aware of their self-management and glycemic control. Conclusion: Both interventions are effective in reducing diabetes burnout/depression. But diabetes resilience training is more effective if given in early diabetes conditions because the knowledge gained will help respondents to be aware of their self-management and glycemic control earlier.Keywords: diabetes burnout syndrome; glycemic control; mindfulness; diabetes resilience trainingABSTRAK Pendahuluan: Diabetes burnout merupakan tantangan utama dalam pengelolaan Diabetes mellitus. Hal ini berdampak pada tidak terkontrolnya gula darah pasien, yang berakhir dengan peningkatan angka kematian disebabkan oleh komplikasi Diabetes. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan efektivitas intervensi berbasis mindfulness dengan diabetes resilience training terhadap diabetes burnout dan kontrol glikemik penderita DMT2. Metode: delapan database dicari secara sistematis meliputi: Scopus, ProQuest, PubMed, Science Direct, EBSCO, SINTA, Springer Link, dan Google Scholars, menggunakan Randomized Controlled Trial atau desain kuasi eksperimen, diterbitkan antara tahun 2011-2021 dengan kombinasi 6 kelompok kata kunci dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. The Joanna Briggs Institute Guideline digunakan untuk menilai kualitas studi, sedangkan PRISMA checklist digunakan sebagai panduan dalam membuat review. Peneliti secara independen menilai kelayakan penelitian berdasarkan judul, abstrak, teks lengkap, dan kualitas metodologi penelitian. Data diekstraksi, ditabulasi, dan analisis naratif dari temuan studi ditampilkan serta dirangkum secara singkat. Hasil dan analisis: sebanyak 25 studi memenuhi kriteria inklusi dan telah dimasukkan dalam tinjauan ini. Dari seluruh studi yang ditinjau, 3549 responden adalah pasien DMT2 yang menjalani perawatan diabetes selama lebih dari 6 tahun. Dari 12 studi berbasis mindfulness, 7 studi menunjukkan efek yang signifikan. Sementara itu, dalam studi diabetes resilience training, 8 dari 13 studi menunjukkan efek yang signifikan pada kedua outcomes. Signifikansi hasil pada kedua intervensi ditunjukkan dengan p-value < 0,05. Diskusi: mindfulness menurunkan depresi dengan meningkatkan volume dan kepadatan area abu-abu otak yang sebelumnya menurun karena stres atau depresi. Sementara itu, diabetes resilience training bekerja dengan meningkatkan fungsi kognitif, sosial, dan koping otak di area hipokampus dan korteks prefrontal, sehingga responden menjadi lebih sadar akan manajemen diri dan kontrol glikemik mereka. Kesimpulan: kedua intervensi efektif dalam menurunkan burnout/depresi diabetes. Namun, diabetes resilience training lebih efektif jika diberikan pada kondisi awal diabetes karena pengetahuan yang diperoleh akan membantu responden untuk menyadari manajemen diri dan kontrol glikemiknya lebih dini.Kata kunci: diabetes burnout syndrome; kontrol glikemik; mindfulness; diabetes resilience training
Pengaruh Pemberian Edukasi Online Terhadap Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat dalam Pencegahan Penularan Covid-19 di Masa New Normal Indirwan Hasanuddin; Jumiarsih Purnama AL
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1583

Abstract

The application of the new normal (new phase of life) must be with high compliance from the community to prevent Covid-19 so that new cases do not occur. One solution to prevent being infected with Covid-19 is to obtain various information about the mechanism of the Covid-19 virus so there is still a need for socialization related to Covid-19 one of which is through online education. The method of delivering messages or information through online courses that include peer interaction is an effective method of delivering information. This study aims to identify the effect of providing online education on people's knowledge and behavior in preventing covid 19 in the new normal period. The design used in this study was quantitative using a pre-experimental method with pre and post-test one group design. Sampling using non-probability sampling namely purposive sampling. The sample in this study was the community in the Lalebata village Panca Rijang sub-district as many as 50. The results of the analysis using the paired sample t-test. The statistical test results for the knowledge variable obtained the difference in knowledge before being given online education in the average of 1.66 while after being given online education the average was 1.88 with p value of 0.001. For the behavioral variables obtained before being given online education the average was 1.26 while after being given online education the average average which was 1.86 with p-value of 0.000. A significant difference could be found between people's knowledge and behavior in preventing the transmission of covid-19 before and after being given online education. It is recommended that these online educational activities can be carried out especially during the current new normal.Keywords: online education; knowledge; behavior; Covid-19ABSTRAK Penerapan new normal (fase kehidupan baru) harus diimbangi dengan kepatuhan yang tinggi dari masyarakat untuk mencegah Covid-19 agar tidak terjadi kasus baru. Salah satu solusi untuk mencegah agar tidak terinfeksi Covid-19 adalah dengan memperoleh berbagai informasi tentang mekanisme virus Covid-19, maka dengan hal ini masih perlu adanya sosialisasi terkait covid-19, salah satunya melalui edukasi online. Metode penyampaian pesan atau informasi melalui online course’s yang menyertakan interaksi teman sebaya merupakan metode penyampaian informasi yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengindentifikasi pengaruh pemberian edukasi online terhadap pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan covid 19  di masa new normal. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, menggunakan metode pra eksperimen dengan pre and post-test one group design. Pengambilan sampel menggunakan nonprobability sampling yaitu purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berada di Kelurahan Lalebata Kecamatan Panca Rijang sebanyak 50. Analisis data menggunakan paired sample t-test. Hasil uji statistik untuk variabel pengetahuan didapatkan perbedaan pengetahuan sebelum diberi edukasi online dengan rata-rata 1,66, sedangkan setelah diberi edukasi online dengan rata-rata 1,88; dengan  nilai p = 0,001. Untuk variabel perilaku didapatkan perbedaan perilaku sebelum diberi edukasi online dengan rata-rata 1,26 sedangkan setelah diberi edukasi online dengan rata-rata 1,86 dengan nilai p = 0,000. Dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku masyarakat dalam pencegahan penularan Covid-19 sebelum dan setelah diberikan edukasi online. Disarankan kegiatan edukasi online ini bisa dilaksanakan secara berkesinambungan terutama dimasa new normal.Kata kunci: edukasi online; pengetahuan; perilaku; Covid-19
Peran Perawat pada Pasien Sepsis di Unit Critical Care: A Narrative Review Regina Saragih Turnip; Nur Fadilla Bahri; Irmawati Irmawati; Mashudi Mashudi; Amelia Ganefianty; Ismail Fahmi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i1.1532

Abstract

Sepsis is a medical emergency that describes the body's systemic immunological response to infectious processes that can lead to end-stage organ dysfunction and death. The role of nurses in tackling sepsis patients is critical to identifying the initial condition of sepsis and reducing the continuation of even more severe sepsis. This narrative review aims to identify the role of nurses in treating sepsis patients in critical care units. This research method was the narrative review by analyzing online search databases namely Pubmed, Google Scholar, and Science Direct. The search inclusion criteria were an English-language article, published in 2008-2021, full text, the keywords used were "sepsis", "the role of nurses", "critical care". Our search found 11 articles showed that the role of nurses in treating sepsis patients is early introduction to sepsis to start treatment, team training to ensure a safe and effective approach and the implementation of infection prevention and control measures as prevention of sepsis. So the role of nurses in tackling sepsis patients is critical to identifying the early conditions of sepsis, controlling and preventing sepsis, preventing the progression of the disease and contributing to decreased morbidity and mortality.Keywords: sepsis; the role of nurses; critical care ABSTRAK Sepsis merupakan keadaan darurat medis yang menggambarkan respons imunologi sistemik tubuh terhadap proses infeksi yang dapat menyebabkan disfungsi organ stadium akhir dan kematian. Peran perawat dalam menanggulangi pasien sepsis sangatlah penting untuk mengidentifikasi kondisi awal sepsis serta mengurangi kelanjutan sepsis yang lebih berat lagi. Tinjauan naratif ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran perawat dalam merawat pasien sepsis di unit critical care.Metode penelitian ini adalah narrative review dengan menganalisis database online pencarian yaitu Pubmed, Google Scholar, dan Science Direct. Kriteria inklusi pencarian adalah artikel berbahasa inggris, terbit tahun 2008-2021, full text, dengan kata kunci pencarian  “sepsis”, “the role of nurses”, “critical care”.  Dari hasil penelusuran kami menemukan 11 artikel yang menunjukkan bahwa peran perawat dalam merawat pasien sepsis yaitu adanya pengenalan dini terhadap sepsis untuk memulai pengobatan, pelatihan tim untuk memastikan pendekatan yang aman dan efektif serta penerapan langkah-langkah pencegahan dan pengendalian infeksi sebagai pencegahan sepsis. Sehingga peran perawat dalam menanggulangi pasien sepsis sangatlah penting untuk mengidentifikasi kondisi awal sepsis, pengendalian dan pencegahan sepsis, mencegah perkembangan penyakit dan berkontribusi pada penurunan morbiditas dan mortalitas.Kata kunci: sepsis; peran perawat; perawatan kritis
Prediktor Pilihan Karir Alumni Keperawatan yang Bekerja di Bidang Non-Keperawatan Achmad Haidar Ulinuha; Ferry Efendi; Sylvia Dwi Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1615

Abstract

The nursing profession needs to maintain nursing resources to become a professional nurse. Therefore, it is necessary to know the predictors of alumni career choice in the non-nursing field. This study aims to analyze the predictors related to the career choice of nursing alumni who work in non-nursing fields. The design of this study was cross-sectional. The research subjects were 101 graduates who were selected using purposive sampling. The variables analyzed in this study were age, gender, place of residence, program, salary, cumulative achievement index (GPA) in undergraduate education and professional education. The data was obtained from the tracer study of the alumni of the Faculty of Nursing, Universitas Airlangga through filling out questionnaires, then analyzed using Chi-square and logistic regression tests. The results showed that 26.7% of nursing alumni chose to work in the non-nursing field. There is a relationship between the programs taken and the career choices of nursing alumni who work in non-nursing fields, but there is no predictor that affects the career choices of nursing alumni who work in non-nursing fields. There needs to be special attention related to nursing education programs offered through activities that can increase interest and pride in the nursing profession, so as to retain alumni working as nurses.Keywords: non-nursing; career choice; tracer study ABSTRAK Profesi keperawatan perlu mempertahankan sumber daya keperawatan untuk menjadi perawat profesional. Oleh sebab itu perlu diketahui prediktor pilihan karir alumni di bidang non-keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis prediktor yang berhubungan dengan pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan. Desain penelitian ini adalah cross-sectional. Subyek penelitian adalah 101 lulusan yang dipilih menggunakan purposive sampling. Variabel yang dianalisis dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, tempat tinggal, program, gaji, indeks prestasi kumulatif (IPK) dalam pendidikan sarjana dan pendidikan profesi. Data diperoleh dari tracer study alumni Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga melalui pengisian kuisioner, selanjutnya dianalisis menggunakan Chi-square dan uji regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,7% alumni keperawatan memilih bekerja di bidang non-keperawatan. Ada hubungan antara program yang diambil dengan pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan, tetapi tidak ada prediktor yang berpengaruh terhadap pilihan karir alumni keperawatan yang bekerja di bidang non-keperawatan. Perlu ada perhatian khusus terkait dengan program pendidikan keperawatan yang ditawarkan melalui kegiatan yang dapat meningkatkan rasa minat dan bangga terhadap profesi keperawatan, sehingga dapat mempertahankan alumni bekerja sebagai perawat.Kata kunci: non-keperawatan; pilihan karir; tracer study
Interpersonal and Social Rhythm Therapy (IPSRT) sebagai Alternatif Terapi bagi Pengidap Bipolar Kurniawan Kurniawan; Khoirunnisa Khoirunnisa; Alvira Putri Gitsyana; Mentari Yesika Putri; Anbar Fitriani; Irma Nuralawiah; Moudy Muhaiminurrohima Putri
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1674

Abstract

IPSRT is a psychotherapy for bipolar disorder that focuses on the stability of the rhythm of daily activities, such as time to sleep, wake up, and eat. This regular rhythm aims to reduce symptoms that occur in bipolar patients. This study aims to review IPSRT as an alternative therapy for people with bipolar disorder. The databases used in this study are Google Scholar and Pubmed which were selected based on the PRISMA flow chart, consisting of articles using the RCT method and quasi-experimental methods published in 2011-2021, nationally and internationally, full text, and free of charge. Based on the results of a review of 7 articles, 6 articles were found that said that IPSRT was effective for reducing symptoms in bipolar patients, which was seen from the quality of life of patients, as well as decreasing depressive and manic symptoms and improving social functioning in bipolar patients. It is recommended that further studies evaluate the long-term effects and recurrence of IPSRT therapy.Keywords: bipolar disorder; effectiveness; interpersonal and social rhythm therapy; psychotherapy ABSTRAK IPSRT merupakan salah satu psikoterapi gangguan bipolar yang berfokus pada kestabilan ritme aktivitas sehari-hari, seperti waktu untuk tidur, bangun, hingga makan. Teraturnya ritme ini bertujuan untuk mengurangi gejala yang terjadi pada pasien bipolar. Studi ini bertujuan untuk meninjau IPSRT sebagai alternatif terapi bagi pengidap bipolar. Database yang digunakan dalam studi ini adalah Google Scholar dan Pubmed yang terseleksi berdasarkan diagram alir PRISMA, terdiri atas artikel dengan metode RCT dan eksperimen kuasi yang diterbitkan pada tahun 2011-2021, dalam lingkup nasional dan internasional, full text, dan tidak berbayar. Berdasarkan hasil review pada 7 artikel, didapatkan 6 artikel yang mengatakan bahwa IPSRT efektif untuk menurunkan gejala pada pasien bipolar, yang dilihat dari kualitas hidup pasien, serta menurunnya gejala depresi dan maniak dan meningkatkan fungsi sosial pada pasien bipolar. Disarankan penelitian selanjutnya mengevaluasi efek jangka panjang dan kekambuhan dari terapi IPSRT.Kata kunci: gangguan bipolar; efektifitas; interpersonal and social rhythm therapy; psikoterapi
Pengetahuan Mahasiswa STIKES RS Husada dalam Memberikan Edukasi Kepada Pasien Diabetes Mellitus dengan Mengunakan Diabetes Self Management Education Fendy Yesayas; Fatima Ura Pabanne; Yulian Heiwer; Yarwin Yari; Jolan Wenno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk341

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic non-communicable disease and one of the main public health problems in the world with an increase in new cases which continues to increase from year to year. The latest estimate of the International Diabetes Federation (IDF), there were 382 million people living with diabetes mellitus in the world in 2013 and in 2017 there were 451 million people with an age range of 18-99 years. This figure is estimated to increase to 693 million people in 2045, analyzing the knowledge of STIKES RS Husada students before and after being given diabetes self-management education in providing education to diabetes mellitus patients. The type of research carried out was a Quasi Experiment using the One Group Pre follow-up method. -Post Test is to see the knowledge of STIKES RS Husada students before and after being given Diabetes Self Management Education on the ability to provide education to diabetes millitus patients. There is a variable relationship between respondents and a history of having a family history of DM patients with knowledge before being given diabetes selfmanagement education, it was found a value of 0,000 and after being given diabetes self-management education it was found a value of Pvalue 0.009. There was a difference in Good Knowledge before being given diabetes self-management education as much as 44.2% and after being given diabetes self-management education as much as 71.2%, with a value of Pvalue 0.000. Based on the results of the estimated parameter test, the variable history of having a family of DM sufferers greatly influences the knowledge of students in providing education to DM sufferers with a value of 0.003. There are differences in knowledge Both before and after being given diabetes self-management education, this is obtained by having a family history of DM sufferers.Keywords: diabetes mellitus; knowledge; diabetes self management educationABSTRAKDiabetes Militus (DM) adalah penyakit kronik yang tidak menular dan salah satu menjadi masalah kesehatan utama masyarakat di dunia dengan peningkatan kasus baru yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Estimasi terakhir International Diabetes Federation (IDF), terdapat 382 juta jiwa yang hidup dengan diabetes melitus di dunia pada tahun 2013 dan tahun 2017 terdapat 451 juta jiwa dengan rentang usia 18-99 tahun. Angka ini di perkirakan meningkat menjadi 693 juta jiwa di tahun 2045, Untuk menganalisis pengetahuan mahasiswa STIKES RS Husada sebelum dan sesudah diberikan diabetes self management education dalam memberikan edukasi kepada pasien diabetes mellitus, Jenis penelitian yang dilakukan adalah Quasi Eksperimen dengan menggunakan metode follow up dengan pendekatan desain One Group Pre – Post Test yaitu untuk melihat pengetahuan mahasiswa STIKES RS Husada sebelum dan sesudah diberikan Diabetes Self Management Education terhadap kemampuan dalam memberikan edukasi kepada pasien diabetes millitus. Terdapat hubungan variabel responden dengan riwayat memiliki keluarga penderita DM terhadap pengetahuan sebelum diberikan diabetes self management education ditemukan nilai Pvalue 0,000 dan sesudah diberikan diabetes self management education ditemukan nilai Pvalue 0,009. Terdapat perbedaan Pengetahuan Baik sebelum diberikan diabetes self management education sebanyak 44,2% dan sesudah diberikan diabetes self management education sebanyak 71,2%, dengan nilai Pvalue 0,000. Berdasarkan hasil uji Parameter Estimates variabel riwayat memiliki keluarga Penderita DM sangat berpengaruh terhadap pengetahuan mahasiswa dalam meberikan edukasi kepada penderita DM dengan Pvalue 0,003. Terdapat perbedaan Pengetahuan Baik sebelum dan sesudah diberikan diabetes self management education hal ini dipengaruhi oleh riwayat memiliki keluarga Penderita DM.Kata Kunci: diabetes melitus; pengetahuan; diabetes self management education
Kebijakan Kesehatan Seksual: Urgensi Pemenuhan Hak Atas Kebutuhan Seksual bagi Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang Rika Yunita Hardiyati; Natangsa Surbakti; Wardah Yuspin; Binar Sapto Nugroho; Yulian Dwi N; Moh Indra Bangsawan
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2022
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v13i0.1782

Abstract

Integration between the correctional system and the protection of human rights is a must in the context of the role of the state as the holder of obligations in various human rights instruments, both national and international. One of these rights is the right to sexual needs. This study will discuss how the implementation of the fulfillment of the right to sexual needs for prisoners in the Class I Penitentiary Semarang? and What is the urgency of the policy to fulfill the right to sexual needs for prisoners at the Class I Penitentiary in Semarang? The research method used is a juridical-empirical approach by conducting field studies. The results of the research in this paper are that the implementation of the fulfillment of the right to sexual needs for prisoners in the Class I Penitentiary Semarang is not carried out in accordance with existing provisions, where the implementation is not provided with adequate facilities and infrastructure or there is a conjugal room, which is related to conjugal visits that have not been carried out. carried out accordingly, meanwhile the provision of leave to visit family 2x24 hours from the data given to 10 people has not been given CMK. Second, the urgency of the policy of fulfilling the right to sexual needs for prisoners at the Class I Penitentiary in Semarang is very necessary with the non-fulfillment of the right to sexual needs which will have a negative impact on the prisoners themselves, namely men who experience blockages in releasing their sexual desires can lead to sexual deviations.Keywords: sexual; convict; correctional institution ABSTRAK Integrasi antara sistem pemasyarakatan dengan perlindungan HAM merupakan suatu keharusan dalam konteks peran negara sebagai pemangku kewajiban dalam berbagai instrument HAM baik nasional maupun internasional. Salah satu hak tersebut yaitu ha katas kebutuhan seksual. Penelitian ini akan membahas mengenai Bagaimana pelaksanaan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang? dan Bagaimana urgensi kebijakan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang? Metode penelitian yang digunakan yaitu pendekatan hokum yuridis-empiris dengan dilakukan studi lapangan. Hasil penelitian di dalam penulisan ini yaitu pelaksanaan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang tidak dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang ada, dimana pelaksanaanya tidak disediakan sarana dan prasarana yang memadai atau adanya conjugal room, yang berkaitan dengan conjugal visit yang belum dilksanakan secara sesuai, sementara itu pemberian cuti mengunjungi keluarga 2x24 jam dari data yang diberikan kepada 10 orang belum ada yang diberikan CMK. Kedua, Urgensi kebijakan pemenuhan hak atas kebutuhan seksual bagi narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Semarang sangat diperlukan dengan tidak dipenuhinya hak atas kebutuhan seksual ini  akan memberikan dampak negative kepada narapidana itu sendiri yaitu pria yang mengalami sumbatan di dalam melepaskan hasrat seksnya dapat menyebabkan melakukan penyimpangan seksKata kunci: seksual; narapidana; lembaga pemasyarakatan 
Pemberian Core Stability Exercise Mengurangi Nyeri Punggung Bawah pada Pasien dengan Kondisi Low Back Pain Myogenic di RS Baptis Batu Linda Amiriawati; Achmad Fariz; Retno Dewi Prisusanti; Agung Hadi Endaryanto; Angria Pradita
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12nk317

Abstract

Low back pain myogenic is discomfort in the area around the lower back is caused by weakness and imbalance of the back muscles. Core stability exercises are believed to be able to maintain the stability of the vertebral position by activating the trunk (core) muscles, diaphragm, abdominal muscles and basic muscles. This study aims to investigate the decrease in the degree of complaints of low back pain after giving core stability exercise. With a pre-post study design, one group used a numerical rating scale (NRS) measurement before and after 8 treatments for 4 weeks. A total of 20 samples in the 45-65 years age group. The results of this study indicate a median value of 5.50 on the NRS measurement before administering core stability and a median value of 3.00 on the NRS measurement after the administration of core stability indicating a Wilcoxon test significance value <0.001. The conclusion of this study shows that the provision of core stability exercise techniques is effective in reducing pain in patients with low back pain.Keywords: low back pain; core stability; numeric rating scaleABSTRAKNyeri punggung bawah myogenik adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah disebabkan oleh kelemahan dan ketidakseimbangan otot-otot punggung. Latihan core stability diyakini dapat menjaga kestabilan posisi vertebra dengan mengaktivasi otot trunk (core), diafragma, otot abdominal dan otot dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi penurunan derajat keluhan nyeri punggung bawah setelah pemberian latihan core stability. Dengan desain penelitian pre-post satu kelompok menggunakan pengukuran numeric rating scale (NRS) sebelum dan sesudah 8 kali treatment selama 4 minggu. Sebanyak 20 sampel pada kelompok umur 45-65 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai median 5.50 pada pengukuran NRS sebelum pemberian core stability dan nilai median 3.00 pada pengukuran NRS setelah pemberian core stability menunjukkan nilai signifikansi uji Wilcoxon <0,001. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian teknik core stability exercise efektif dalam menurunkan nyeri pada penderita nyeri punggung bawah myogenik.Kata kunci: nyeri punggung bawah; core stability; numeric rating scale
Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Orang Tua Tentang Kesehatan Reproduksi Terhadap Kejadian Pernikahan Dini Di Desa Marayoka Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto Nurhayati, Nurhayati; Masnilawati, Andi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/%x

Abstract

Pernikahan dini atau Perkawinan usia remaja merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan kesehatan reproduksi remaja puteri. Masalah kesehatan yang dapat ditimbulkan antara lain kanker serviks, anemia, keguguran dan bahkan dapat terjadi kematian ibu maupun kematian bayi yang dilahirkan oleh ibu yang melakukan perkawinan di usia remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pengetahuan dan sikap orang tua tentang kesehatan reproduksi dengan kejadian pernikahan dini. Penelitian ini merupakan penelitian survey analitik dengan desain penelitian cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Desa Marayoka Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto. Jumlah sampel penelitian sebanyak 52 sampel yang diambil dengan tekhnik pengambilan sampel Purposive Sampling. Analisis data yang digunakan yaitu uji chi-square serta uji fisher dengan nilai ρ

Page 62 of 174 | Total Record : 1733


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue