cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Keperawatan BSI
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue " Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN" : 13 Documents clear
Pengaruh Kegiatan Finger Painting Terhadap Perkembangan Motorik Halus Anak Usia Pra Sekolah di Tk At-Taqwa Cimahi Nurjanah, Nunung
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.846 KB)

Abstract

ABSTRAK   [BB1]                                                                                                                                Perkembangan motorik halus merupakan aspek yang mempengaruhi perkembangan lainnya. Keterlambatan motorik halus pada usia pra sekolah dapat menyebabkan anak menjadi rendah diri, terjadi kecemburuan pada anak yang lain, ketergantungan dan timbul rasa malu. Hal tersebut dapat membuat anak kesulitan untuk memasuki bangku sekolah karena kemampuan motorik  halus sangat diperlukan dalam bersosialisasi dengan teman sebayanya. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus melalui pemberian stimulasi sejak dini. Salah satu kegiatan yang diharapkan dapat menstimulasi perkembangan motorik halus adalah kegiatan Finger Painting. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kegiatan finger painting terhadap perkembangan motorik halus anak usia pra sekolah di TK At-Taqwa.Metodologi penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah anak yang berusia 36-72 bulan sebanyak 25 anak. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi modifikasi KPSP dan Denver II. Uji statistik univariat menggunakan median  dan uji statistik bivariat menggunakan uji Wilcoxon.Hasil uji univariat didapatkan nilai median pre test 4,00 dan post test 6,00 , hasil uji bivariat didapatkan nilai p Value 0,001 (α < 0,05), dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan perkembangan motorik anak usia pra sekolah sebelum dan setelah diberikan kegiatan finger painting.Berdasarkan hasil penelitian disarankan TK At-Taqwa menjadikan kegiatan finger painting sebagai salah satu program sekolah dalam upaya meningkatkan perkembangan motorik halus anak. Kata kunci       : Anak Pra Sekolah, Finger Painting, Perkembangan Motorik Halus  ABSTRACT                                                                                                                                Fine motor skills development is an aspect that can be affect the next development of child. Delayed on fine motor skills can cause the child become inferior, jealous of other child, dependence and become a shy person. It can make the child difficult to enter a school because fine motor skills is needed in socializing with other chid. Given stimulation earlier to the child is very important, they need an activities that can help in the process to improve fine motor skills development, one of the activities is finger painting. The aim of this study is to determine the influence of finger painting activity to fine motor skills development of preschool children at At-Taqwa Kindergarten Cimahi.The research methodology used quasy experiment design  with a one-group pretest-postest. The sampling used consecutive sampling. The sample in this study was children aged 36-72 month as many as 25 respondents. The instrument in this research using observation checklist sheet which is a combine of KPSP and Denver II. The result of univariat statistical test is median and bivariat statistical test used Wilcoxon test.The result of univariat obtained that median 4,00 on pre test and 6,00 on post test. The resut of bivariat obtained that p Value 0,001 (α < 0,05), it can be concluded that there is a significant difference of fine motor skills development before and after given finger painting activity.Based on the research results suggested that TK At-Taqwa makes finger painting activity as one of a school program in an effort to improve the fine motor skills development of child. Keywords : Preschool Children, Finger Painting, Fine Motor Skills Development 
Peningkatan Fungsi Motorik Melalui Akupresur Pada Klien Pasca Stroke Mustopa, Mustopa; Hermayanti, Yanti; Yani, Desy Indra
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.363 KB)

Abstract

ABSTRAKTahun 2007 kejadian stroke   di Indonesia sekitar 8,3 per 1000 penduduk.  Pada tahun 2013 bertambah menjadi 12,3. Kondisi ini perlu diwaspadai karena 70% penderita mengalami kecacatan akibat  penurunan fungsi motorik. Untuk meningkatkan fungsi tersebut diperlukan cara agar sirkulasi dan metabolisme jaringan terperbaiki. Sejak 3000 tahun yang lalu akupresure diyakini mampu meningkatkan fungsi motorik, namun penerapannya oleh petugas kesehatan belum banyak dilakukan. Penelitian ini akan membuktikan apakah akupresur mampu memperbaiki fungsi motorik klien pasca Stroke di tiga puskesmas kabupaten Kuningan. Metode penelitian menggunakan kuasi eksperimen pretest dan posttest design. Jumlah sampel 27 yang memenuhi kriteria penelitian.  Alat ukur menggunakan Motor Assessment Scale.  Hasil menunjukkan pada aktivitas terlentang lalu berbaring, terlentang lalu duduk, dan duduk seimbang berada pada nilai tertinggi (6) dengan (p=1,000), namun ketika bergerak menggunakan fungsi ekstremitas atas, terjadi perbedaan. Saat  duduk kemudian berdiri nilai berubah dari 5,25 menjadi 5,40. Ketika  lengan atas difungsikan sebelum  intervensi 4,22 setelah menjadi 4,66. Perubahan yang dicapai pada keduanya belum bermakna (p=0,157).  Untuk fungsi berjalan nilai sebelum dari 3,66 menjadi 4,55 (p=0,000), pergerakan tangan dari 4,14 menjadi 4,59 (p=0,026),  dan Aktifitas tangan lanjutan dari 4,00 menjadi 4,44 (p=0,038). Ketiga perubahan tersebut menunjukan perbedaan bermakna, sekaligus menjadi bukti bahwa intervensi yang dilakukan mampu membantu memperbaiki sirkulasi. Bila kegiatan tersebut masuk dalam perencanaan pulang sejak perawatan di rumah sakit akan tercapai hasil yang lebih baik, dan fungsi motorik terperbaiki optimal.       Kata Kunci: Akupresur, fungsi motorik, pascastroke, ABSTRACTThe  incidence of stroke in Indonesia in 2007 about 8.3 per 1000. It increased to 12.3 in 2013. This needs special attention because 70% of them become disability due to motorik mallfunction. To improve the function required a strategy which can make the metabolism and the blood circulation within the cell work properly.  Since 3000 years ago acupressure is believed can improve the motorik function, but nurses rarely used this method.  This study will prove whether acupressure is able to improve client,s post-stroke motor function in three district health centers at Kuningan. This research used quasi experiment with pretest and posttest design. The samples was 27  who met the criteria of the study.  Motorik Assessment Scale used to measure the functions before and after intervention. The results show that the average score before and after intervention  on activity lie down, sit from lie down, and sit in balance position at the highest poin (6) with (p = 1,000), but when used the function of  hand to make standing position, before  was 5.25 and after interventin was  5.40. The score before intervention on moving the upper arm was 4.22, and  after was 4.66. The changes were not significant (p = 0.157). The avarege of running function before interventin was 3.66 and after intervention was 4.55 (p = 0.000), hand movement from 4.14 to 4.59 (p = 0.026), and advanced hand activity from 4.00 to 4.44 (p = 0.038). These changes showed that the acupressure help respondent to improve motorik activity.   If the activity carried out since  the patient houspitalized,   the motoric functions will improved optimally.  Discharge planning should be made to support client’s motoric functions for better outcome.   Keywords: Accupressure, motoric function, pascastroke
Sosial Budaya Dalam Kehidupan Klien Kanker Payudara: Study Literatur Witdiawati, Witdiawati; Purnama, Dadang; Eriyani, Theresia
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.135 KB)

Abstract

ABSTRAKKanker payudara masih menempati urutan pertama sebagai penyebab kematian  pada kasus baru kanker di Indonesia bahkan didunia. Faktor sosial budaya merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas hidup penderita kanker payudara. Tujuan penulisan ini adalah mengidentifikasi pengaruh sosial budaya dalam kehidupan klien dengan kanker payudara. Metodologi penelaahan artikel adalah dengan literatur review naratif pada penelitian kuantitatif dan kualitatif yang terpublikasi secara online dari tahun 2010-2017 dengan database EBSCO, CINAHL, Proquest dan Goggle schollar dengan menggunakan kata kunci sosial budaya, kanker payudara. Hasil telaahan didapatkan bentuk faktor sosial budaya yang teridentifikasi dalam  penelitian ini adalah unsur agama  (religi), komunikasi, informasi, dukungan sosial dan keluarga, kondisi sosial ekonomi dan pelayanan kesehatan. Faktor sosial budaya dapat mempengaruhi dan meningkatkan kualitas hidup serta perawatan penderita kanker payudara. Review ini menyimpulkan kajian penelitian menunjukan sosial budaya dapat mempengaruhi kehidupan serta kualitas hidup bagi penderita kanker payudara dari mulai awal didiagnosa. Intervensi keperawatan dengan berbasis sosial budaya sangat penting dalam penatalaksanaan perawatan kanker payudara. Kata Kunci: sosial budaya, kanker payudara ABSTRACTBreast cancer mortality is a high rate cases in Indonesia and even the world. The purpose of this study was to explore the socio- cultural in breast cancer patients’ life. The purpose of this study was to explore the influence socio- cultural factor in breast cancer patients’ life. The methodology of the article review is with the narrative review literature on quantitative and qualitative research published online from 2010-2017 with EBSCO, CINAHL, Proquest and Goggle schollar databases using socio-cultural keywords, breast cancer. Search results are the socio-cultural factors identified in this study are religious (religious), communication, information, social and family support, socio-economic conditions and health services. Socio-cultural factors can affect and improve the quality of life and treatment of breast cancer patients. This review concludes that research studies show that social culture can affect life and quality of life for breast cancer patients from early on diagnosed. Nursing interventions with socio-cultural based is very important in the management of breast cancer care. Keywords: socio-cultural, breast cancer.
Resiliensi Remaja Stunting: Sebagian Merasa Sulit Bangkit dan Bertahan Menghadapi Permasalahan Sari, Rina Fajar; Sari, Sheizi Prista; Hernawaty, Taty
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.774 KB)

Abstract

ABSTRAKRemaja dengan perawakan pendek (stunting) perlu memiliki resiliensi yang tinggi  agar mampu bangkit dan bertahan dalam situasi yang terjadi pada dirinya. Jika mereka mempunyai tingkat resiliensi yang rendah maka akan menimbulkan permasalahan psikososial yang semakin parah seperti depresi dan menarik diri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran resiliensi remaja dengan stunting yang dilakukan melalui pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden dalam penelitian ini adalah seluruh siswa SMPN 2 Jatinangor kelas VII dan kelas VIII yang mengalami stunting sebanyak 65 siswa. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Resilience Scale for Adolescent (READ) yang telah diuji back translate methode dan dilakukan uji construct dengan nilai reliabilitas 0,86-0.90. Hasil penelitian menunjukan bahwa 53,8% responden sudah memiliki resiliensi tinggi namun masih terdapat 46,2% responden memiliki tingkat resiliensinya rendah. Resiliensi rendah ditemukan mayoritas pada siswa berjenis kelamin laki-laki. Diperlukan upaya pendampingan yang terencana dan berkesinambungan untuk meningkatkan resiliensi, khususnya pada remaja yang masih memiliki resiliensi rendah, supaya mereka dapat dicegah dari depresi dan menarik diri serta dapat melewati masa remaja dengan baik.   Kata kunci: Remaja, Resiliensi, Stunting   ABSTRACTAdolescents who are stunting need to have high resilience to adopt in any difficult situations because of their physical condition. If they have low level of resilience it will lead to severe psychosocial problems such as depression and withdrawal. This study aimed to determine the resilience of adolescents who are stunting by quantitave descriptive method. Respondents were all stunting students of SMPN 2 Jatinangor class VII and class VIII. Data were collected using Resilience Scale for Adolescent (READ) instrument with reliability value 0.86-0.90. The results showed that some respondents (53.8%) or as many as 35 people have high resilience level, while some respondents (46.2%) or 30 people have low resilience. Low resilience is found in majority among female students. An intensive and well planning program is needed to improve resilience among students who still have low capability in adaptation process in order to accompany them successfully past adolescence.  Keywords: Adolescent, Resilience, Stunting.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diare Pada Balita (Studi Kasus: Puskesmas Babakansari) Maidartati, Maidartati; Anggraeni, Rima Dewi
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.979 KB)

Abstract

ABSTRAKPenyakit diare merupakan sesuatu penyakit endemis di Indonesia khususnya kelompok umur balita. Kejadian diare tersebut disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya faktor gizi, makanan, sosial ekonomi dan lingkungan. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung. Desain penelitian yang digunakan adalah observasional analitik, dengan menggunakan rancangan survey cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh orangtua dan balita usia 1 – 5 Tahun yang berobat ke Puskesmas Babakan Sari Kota Bandung pada bulan Januari – April 2017 dengan jumlah sampel sebanyak 128 responden, tehnik pengumpulan data secara accidental sampling. Analisis Data menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan signifikan dengan kejadian diare pada balita usia 1-5 tahun di Puskesmas Babakan sari Kota Bandung yaitu faktor gizi p(0.000), faktor makanan p(0.000), faktor sosial ekonomi (pendidikan orangtua p(0.004), penghasilan orangtua p(0.038), dan faktor lingkungan p(0.000). Saran bagi orang tua berdasarkan hasil penelitian menyarankan orangtua dapat memperhatikan balitanya ketika memberikan makanan kepada anaknya dengan melakukan pencucian terlebih dahulu pada makanan mentah dan menjaga kebersihan tangan sebelum dan sesudah makan. Kata kunci: Balita, Diare, Faktor-faktor kejadian Diare  ABSTRACTDiarrhea was an endemic disease in Indonesia, especially in children under five years old. where the incidence of diarrhea is caused by various factors such as nutritional factors, food, social economy and environment. The aims of this study was to identified the factors related to the incidence of diarrhea in infants aged 1-5 years old at Babakansari Public Health Center Bandung. The methodof this research is analytical observational with cross sectional design. The population in this study were all parents and children aged 1- 5 years who went to Puskesmas Babakan Sari Bandung in January - April 2017 with 128 respondent used accidental sampling technique. The data was Analyze used Chi Square analysis.The result of this tudy showed that the factorswhich has a significant correlationwith diarrheain infant aged 1-5 years old at Puskesmas Babakansari Kota Bandung was nutrition factor p(0.000), food factor p(0.000), social economic factor (parent’s education) p(0.004), parents’ income p(0.038), and environment factor p(0.000). Based on the results of this study, adviceable to parents to put attention when giving foods to their children by washing the raw of food firstly, and keep the hand hygiene before and after meals time. Keywords: Toddler, Diarrhea, Factors of Diarrhea Occurrence
Hubungan Pengetahuan Ibu Tentang Metode Kontrasepsi Dengan Pemilihan Kontrasepsi (Studi Kasus: Puskesmas Majalaya) Hayati, Sri; Maidartati, Maidartati; Komar, Swara Nur
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.073 KB)

Abstract

ABSTRAKKeluarga Berencana merupakan suatu program pemerintah yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Perencanaan jumlah keluarga melalui pembatasan yang bisa dilakukan dengan penggunaan alat-alat kontrasepsi baik kontrasepsi hormonal atau kontrasepsi non hormonal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi hormonal dan non hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung. Desain penelitian ini menggunakan desain studi korelasi  (Corelation Study) dengan rancangan operasional silang (Cross Sectional). Populasi pada penelitian ini adalah seluruh akseptor yang menggunakan KB baru di Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung sebanyak 236 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah Probability sampling dengan Stratified Random Sampling, sampel yang digunakan sebanyak 148 responden. Uji analisa data pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji korelasi Chi square (x2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 148 responden sebagian besar responden yang memiliki pengetahuan cukuptentang pemilihan alat kontrasepsi sebanyak 91 (61.5%) dan untuk pemilihan metode kontrasepsi hormonal dan non hormonal sebagian besar responden menggunakan kontrasepsi hormonal sebanyak 177 orang (79.1%). Hasil uji statistic chi square menunjukkan bahwa tidak terdapat  hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu mengenai metode kontrasepsi dengan pemilihan kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal di Wilayah Puskesmas Majalaya Kabupaten Bandung dengan p-value 0,423 > 0,05. Saran bagi puskesmas diharapkan dapat memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat tentang pengetahuan pemilihan metode kontrasepsi secara tepat dan benar dalam upaya meningkatkan pengetahuan pada akseptor KB atau masyarakat. Kata Kunci: Kontrasepsi Hormonal dan Non Hormonal, Pengetahuan. ABSTRACTFamily Planning is a government program designed to balance needs and populations. Planning the number of families through restrictions that can be done using contraceptives either hormonal contraceptives or non hormonal contraceptives. This study aims to determine the relationship between maternal knowledge about contraceptive methods with choice of hormonal contraception and non Hormon in Majalaya Regency Bandung Regency. The design of this study used the design of correlation studies with cross sectional design. Population in this research are all acceptors who use new KB at Majalaya Health Center Bandung Regency as many as 236 people. Sampling technique in this study is Probability sampling with Stratified Random Sampling, the sample used as many as 148 respondents. Test of data analysis in this research is done by using Chi Square correlation test x2. The results showed that of 148 respondents most of respondents who have enough knowledge about the choice of contraception were 91 (61,5%) and for the selection of hormonal and non hormonal contraception method, most of respondent use hormonal contraception counted 177 people (79,7%). The result of chi square statistic test shows that there is no significant correlation between mother knowledge about contraception method with hormonal and non hormonal contraception choice in Majalaya Regency Bandung with p value 0,423> 0,05. Suggestion for puskesmas is expected to give health education to public about knowledge about choosing contraception method appropriately and correctly in an effort to increase knowledge about KB acceptor or community. Keywords: Hormonal Contraception and Non Hormonal, Knowledge. 
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Lansia (Studi Kasus: di Kelurahan Sukamiskin Kota Bandung) Ningrum, Tita Puspita; Okatiranti, Okatiranti; Kencana Wati, Desak Ketut
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.911 KB)

Abstract

ABSTRAKPeningkatan harapan hidup lanjut usia mempunyai dampak yang berpengaruh terhadap kualitas kesehatan lansia. Keluarga merupakan support sistem bagi lansia dalam mempertahankan kesehatannya. Dukungan keluarga merupakan salah satu hal terpenting dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Dukungan keluarga yang baik akan meningkatkan kualitas hidup lansia sehingga lansia dapat menikmati hidup di masa tuanya. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia di Kelurahan Sukamiskin Wilayah Kerja Puskesmas Arcamanik Kota Bandung. Desain penelitian menggunakan studi korelasi dengan rancangan cross sectional. Responden sebanyak 160 orang diambil dengan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data  menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan kualitas hidup WHOQOL BREF. Analisis univariat menggunakan rumus persentase, sedangkan untuk melihat hubungan variabel dependen dan independen menggunakan  uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh lansia yaitu 106 orang (100%) memiliki tingkat dukungan keluarga yang cukup, dan hampir seluruh lansia yaitu 105 orang (99%) memiliki kualitas hidup yang cukup. Hasil uji statistic rank spearman menunjukkan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup lansia dengan nilai signifikansi 0,048< 0,05. Nilai koefisiensi sebesar 0,193 yang menunjukkan keeratan hubungan yang rendah. Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kualitas Hidup, Lansia. ABSTRACTThis research aims at recognizing the correlation between family support and the quality of elderly life in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik, Bandung. The research design implemented in this research was cross sectional. The population was all elderlies living in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik, Bandung in 2016 of 1,058 people. The data was gathered by using questionnaire of family support and questionnaire of quality of life. The respondents of 106 people were selected through stratified random sampling technique. The data were analyzed by using spearman rank correlation test. The research results shows that all respondents of 106 people (100%) considered to have sufficient family support, and pertaining quality of life, 105 respondents (99%) considered to have sufficient quality of life. The result of spearman rank shows that there is correlation between family support and the quality of elderly life in Sukamiskin Village coverage area of Public Health Center of Arcamanik with significant value 0.048 < 0.05. The coefficient value is 0.193 showing a low level of correlation. It suggested that the Public Health Center and Community become more aware about the elderly existence and health to provide a support for a better quality of elderly life. Keywords: Elderly, Family Support,  Quality of Life
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Penderita Kanker Payudara Irawan, Erna; Hayati, Sri; Purwaningsih, Desi
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.883 KB)

Abstract

ABSTRAKKanker payudara merupakan salah satu penyakit tidak menular yang paling banyak menyerang perempuan, lebih dari 400.000 wanita meninggal akibat kanker payudara. Penderita kanker payudara akan merasa malu karena perubahan fisik yang terjadi pada dirinya, dan akan berpengaruh pada kualitas hidupnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas hidup adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah teduh Sahabat Iin Kota Bandung. Desain penelitian studi korelasi dengan cross sectional. Populasi penelitian ini seluruh penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Kota Bandung sebanyak 33 orang. Sampel penelitian diambil dengan teknik total sampling Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan analisa data dilakukan uji korelasi rank spearman. Hasil menunjukan bahwa sebagian responden 21 orang (63,6%) memiliki dukungan keluarga dengan kategori cukup, dan untuk kualitas hidup hampir seluruh responden 30 orang (90,9%) memiliki kualitas hidup dalam kategori baik. Berdasarkan hasil uji statistic rank spearman menunjukan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup penderita kanker payudara di Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Dahabat Iin Kota Bandung dengan nilai signifikansi 0,024 < 0,05. Nilai koefisiensi +0,393 yang menunjukkan terdapat hubungan yang positif. Saran kepada pengelola diharapkanuntuk merencanakan program yang berkaitan dengan dukungan keluarga ataupun kualitas hidup penderita kanker payudara.Kata Kunci: Dukungan Keluarga, Kanker Payudara, Kualitas Hidup ABSTRACTBackground: Breast cancer is one of the most non infectious diseases that affects to women, more than 400,000 women die after breast cancer. Breast cancer patients will feel ashamed of the physical changes, and affect the quality of life. The one factors affect quality of life is family support. This Purpose is need to knowing the correlation family support with the quality of life of breast cancer patients in Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung. Research design correlation study with cross sectional. The population of this study all breast cancer patients in shelter Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung as much as 33 people. Data collection using questionnaires with total sampling technique. Data analysis by spearman rank correlation test. The result that some respondents 21 people (63,6%) have sufficient family support, and for quality of life almost all respondents 30 people (90,9%) have quality of life in good category. Result of spearman rank statistic test, there is relation between family support with quality of life of breast cancer patient at Rumah Singgah Kanker Rumah Teduh Sahabat Iin Bandung with significance value 0,024<0,05. Coefficient value of +0.393 positive correlation. Good family support will improve the quality of life breast cancer patients. Recomendations to managers It is expected that managers to plan programs related family support or quality of life for breast cancer patients.Keywords: Breast Cancer, Family Support, Quality of Life
Hubungan Perilaku Ibu Dengan Status Gizi Anak Balita di Kabupaten Garut Purnama, Dadang; Raksanagara, Ardini S.; Arisanti, Nita
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.961 KB)

Abstract

ABSTRAK      Derajat kesehatan suatu masyarakat diukur oleh angka kematian, angka kesakitan, usia harapan hidup dan status gizi. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010 menunjukan masalah gizi yang terjadi di Indonesia 13,3%, Jawa Barat 11%, Garut 2,6%. Hasil penimbangan balita pada bulan penimbangan balita di Kabupaten Garut pada Tahun 2012 Kurang Energi Protein (KEP),  Kekurangan Yodium, dan Kekurangan Vitamin menunjukan angka 1,63%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam pemberian makan dengan status gizi anak balita dan, untuk mengetahui hubungan antara perilaku ibu dalam pola asuh dengan status gizi anak balita.Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, yang bersifat cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknikProporsional, pada 73 sampel penelitian yang memiliki anak balita yang berada di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Garut. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara langsung menggunakan kuesioner. Analisis bivariat menggunakan Uji Chi Square.Kesimpulandari penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan perilaku ibu dalam pemberian makan dengan status gizi anak balita, (p) = 0,152, dan terdapat hubungan perilaku ibu dalam pola asuh dengan status gizi anak balita(p) = 0,021.Perlu peningkatan kapasitas ibu dalam pengasuhan anak balita. Puskesmas membutuhkan sumberdaya manusia serta pembiayaan untuk promosi kesehatan di bidang gizi perlu lebih ditingkatkan. Salah satu sumber yang potensial adalah dana kapitasi Puskesmas dari Jaminan Kesehatan Nasional. Kata kunci: perilaku pemberian makan, perilaku pola asuh, status gizi. ABSTRACTThe degree of a community health may be measured by mortality, illness, life expectation age, and nutrient status. Basic Health Research in 2010 show nutrient issues in Indonesia at 13.3%, West Java, 11%, Garut, 2.6%. The weighing of children under five on children under five weighing month in Regency of Garut by 2012 for Protein Energy Deficit, Iodine Deficit, and Vitamin Deficit indicates the rate of 1.63%. The aims of this study are to know relationship between maternal behaviors in feeding and nutrient status of children under five and to understand relationship between maternal behaviors in parenting and nutrient status of children under five. This study design use cross-sectional quantitative approach. The sampling technique in this study is using proportional technique applied to 73 samples with children under five living in Sukaresmi District, Regency of Garut. The data were collected by means of direct interviews using questionnaire. The bivariate analysis was made by using Chi Square test.The conclusion of this study suggest there is not correlation of maternal behavior in feeding with nutrient status of children under five, (p) = 0.152), and there is correlation of maternal behavior in parenting with nutrient status of children under five, (p) = 0.021.There is need for improvement of maternal capacity in parenting for children under five. Clinical Center need for human resource and, therefore, the funding for promotion of health in nutrition will have to be improved. On potential source is Clinical Center capacitance funding of National Medical Assurance.Keywords: feeding behavior, nutrient status, parenting behavior.
Perbedaan Efektivitas Relaksasi Otot Progresif Dan Hipnoterapi Terhadap Disminore Primer Pada Remaja Fitriani, Hemi; Achmad, Achmad
KEPERAWATAN Vol 5, No 2 (2017): JURNAL KEPERAWATAN
Publisher : LPPM BSI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.38 KB)

Abstract

ABSTRAKDismenore merupakan gangguan menstruasi yang umum dialami remaja. 54,89% remaja usia 14-19 tahundi Indonesiapada tahun 2011 mengalami dismenore. Dismenore sering mengakibatkan terganggunya aktivitas dan prestasi remaja di sekolah. Intervensi yang tepat dan efektif untuk mengatasi dismenore harus dilakukan untuk membantu remaja. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi perbedaan efektivitas relaksasi otot progresif dan hipnoterapi terhadap penurunan skala dismenore primer pada remaja. Jenis penelitian Quasi Experiment, dengan desain Non-equivalent Control Group.Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling, berjumlah 26 siswi. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Numeric Rating Scale (NRS). Data yang terkumpul kemudian dianalisa menggunakan median untuk data univariat dan uji Mann Whitney untuk data bivariat. Hasiluji Mann-Whitney didapatkan pValue=0,018, nilai ini menggambarkanterdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nyeriantara relaksasi progresif dan hipnoterapi. Simpulan dari penelitian ini adalah, secara statistik hipnoterapi lebih efektif dibandingkan dengan relaksasi progresif. Saran bagi petugas kesehatan, dalam menangani dismenore primer pada remaja adalah dengan intervensi hipnoterapi. Kata kunci: Dismenore primer, Hipnoterapi, Relaksasi Otot Progresif, Remaja ABSTRACTDysmenorrhea, also known as menstrual cramps and pain often occurs in teenagers. In 2011, around 54.89% of Indonesian teenagers at the age of 14-15 suffer from dysmenorrhea. This painful period is the most frequent cause restricted to social activities and academic performances. Therefore, an appropriate and effective intervention is required. This study aims to identify the differences of effectiveness of progressive muscle relaxation and hypnotherapy to relieve primary dysmenorrhea among Indonesian teenagers.This study belongs to quasi-experimental research employing Non-equivalent Control Group design. The subjects include 26 female students chosen by purposive sampling technique. Data are collected by Numeric rating Scale (NRS) questionnaire. Univariatedata are analyzed by Mean while bivariate data by Mann Whitney analysis. Mann Whitney analysis obtained pValue= 0.018 which lead to the significant differences on the average value between progressive muscle relaxation and hypnotherapy. The statistical result shows that hypnotherapy produces the significant relief in menstrual painamong teenagers. Therefore, hypnotherapy can be recommended by Nurses as the first intervention to relieve primary dysmenorrhea among teenagers. Keywords: primary dysmenorrhea, hypnotherapy, progressive muscle relaxation, teenagers.

Page 1 of 2 | Total Record : 13