cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 256 Documents
Pengembangan Pengelolaan Homestay Dalam Mendukung Desa Wisata Diro Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman Heni Widyaningsih
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.004 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7822

Abstract

Abstrak- Desa wisata menjadi peluang untuk menyediakan homestay, belum banyaknya wisatawan yang datang dan memanfaatkan fasilitas homestay di desa wisata Diro memerlukan penelitian yang bertujuan untuk menganalisis tentang kondisi homestay dilihat dari komponen pengembangan program homestay yaitu kelembagaan, pelaku dan produk.  Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti menggunakan wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan studi pustaka. Analisis data dilakukan dengan cara non statistik dengan metode kualitatif. Berdasarkan analisis dan pembahasan, kelembagaan pokdarwis SOBO DIRO telah menjalin kerjasama dengan pemerintah, swasta, dan institusi pendidikan. Kelompok pelaku pengembang wisata di desa wisata Diro yaitu kelompok pemberdayaan masyarakat desa dan pemilik homestay. Atraksi wisata sebagai produk lokal dapat dinikmati oleh wisatawan yang tinggal di homestay desa wisata Diro yaitu wisatawan bisa menikmati keindahan alam berupa hamparan sawah, belajar membajak, menanam padi dan menuai, field trip pegunungan, dan situs budaya Sendang beji sebagai petilasan ki Ageng Tunggul Wulung serta Sendang Gunung Kinjeng. Peserta live-in disambut dengan menikmati kuliner tradisional yang dikemas dalam kembul dhahar, serta dapat belajar menganyam kerajinan bambu seperti tempat pensil, tempat tisu, pegon, tas, dompet, besek dan sebagainya. Di desa wisata Diro wisatawan juga dapat belajar kesenian tradisional yang beraneka macam seperti tari, karawitan, jathilan, dan encling. Kata Kunci:, Desa Wisata, Homestay, Pengembangan.Development of Homestay Management in Support Diro Sendangmulyo Tourism Village, Minggir District, Sleman RegencyAbstract- Desa Wista becomes an opportunity to provide homestay, not yet many tourists who come and take advantage of homestay facilities in Desa wisata Diro require research aimed at analyzing the conditions of the homestay seen from the component development of the homestay program, namely institutions, actors and products. This study used qualitative research methods. To obtain data, researchers used in-depth interviews (in-depth interviews), observation and literature study. Data analysis was performed using non-statistical methods with qualitative methods. Based on the analysis and discussion, the SOBO DIRO pokdarwis institution has cooperated with the government, private sector, and educational institutions. The group of tourism development actors in the Diro tourism village is the village community empowerment group and homestay owner. Tourist attractions as local products can be enjoyed by tourists who live in the Diro tourist village homestay, namely tourists can enjoy the natural beauty in the form of rice fields, learning to plow, planting rice and reaping, mountain field trips, and the Sendang beji cultural site as a pile of Ki Ageng Tunggul Wulung and Kinjeng Mountain Spring. Live-in participants were welcomed by enjoying traditional culinary which was packed in dahahar kembul, and could learn to weave bamboo handicrafts such as pencil cases, tissue holders, pegons, bags, wallets, baskets and so on. In the tourist village of Diro, tourists can also learn various kinds of traditional arts such as dance, karawitan, jathilan, and encling. Keywords: Development, Homestay, Tourism Village.
Pengaruh Digital Marketing Terhadap Peningkatan Kunjungan Wisata Di Danau Toba Dewi Yanti
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (458.017 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7607

Abstract

Abstrak - Kemunculan digital marketing telah membawa perubahan penting di beberapa sektor industri salah satunya industri pariwisata. Terkhususnya pada pemasaran objek wisata Danau Toba yang saat ini telah menjadi salah satu objek wisata utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja Digital Marketing yang digunakan untuk meningkatkan kunjungan wisata di Danau Toba dan bagaimana pengaruh Digital Marketing terhadap peningkatan kunjungan wisata di Danau Toba. Penelitian ini menggunakan metode peneltian kuantitatif dengan analisis data bersifat deduktif yang dilakukan kepada 60 wisatawan yang melakukan perjalanan ke Danau Toba. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa Ada beberapa media digital marketing yang dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mendapatkan informasi seputar Danau Toba, diantaranya adalah  Facebook, Twitter, Instagram, Aplikasi. Instagram menempati posisi teratas sebagai digital marketing yang paling banyak digunakan oleh wisatawan sebesar 58%. Digital Marketing juga memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap peningkatan kunjungan wisata di Danau Toba dengan presentasi sebesar 59,8%. Hal ini dipengaruhi cukup tingginya tingkat penggunaan terhadap konten/situs digital marketing seputar Danau Toba dengan presentase sebesar 84%. Kata Kunci : Digital Marketing, Kunjungan, Objek Wisata The Effect Of Digital Marketing Toward Enhancement Tourist  Visit In Toba Lake Abstract - The emergence of digital marketing has brought important changes to the world of tourism, especially in destination marketing. Lake Toba as one of top priority tourist attraction in Indonesia requires special treatment in digital destination marketing. This study aims to find out what Digital Marketing is used to increase tourist visits on Lake Toba and how the influence of Digital Marketing on increasing tourist visits on Lake Toba. This study uses quantitative research methods with data analysis that is deductive conducted to 60 tourists who travel to Lake Toba. The results of this study indicate that there are several digital marketing media that are used by tourists to get information about Lake Toba, including Facebook, Twitter, Instagram, Applications. Instagram occupies the top position as the most widely used digital marketing by tourists by 58%. Digital Marketing also had a huge influence on the increase in tourist visits on Lake Toba with a presentation of 59.8%. This is influenced by the high level of usage of digital marketing conten/sites around Lake Toba with a percentage of 84%.   Keywords: Digital Marketing, Visit, Attraction
Prospek Pengembangan Pariwisata Berbasis Kearifan Lokal Di Kabupaten Kulonprogo Maximianus Agus Prayudi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (147.178 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7530

Abstract

Abstrak - Sektor pariwisata diproyeksikan penghasil devisa terbesar, merupakan salah satu kunci pembangunan negara dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata sebagai faktor pendapatan ekspor, penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha dan infrastruktur. Pariwisata di Kabupaten Kulonprogo, memiliki beragam obyek wisata yang meliputi obyek wisata alam, budaya, tirta (air), sejarah, religi dan edukasi, dengan desa wisata serta kerajinan. Namun jumlah wisatawan yang berkunjung belum memenuhi harapan dan jika dibandingkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata di Kabupaten/Kota yang lain di DIY, Kabupaten Kulonprogo paling sedikit. Disimpulkan sesudah beroperasi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), Bedah Menoreh yang menghubungkan Kabupaten Kulonprogo dengan kawasan wisata Borobudur, dan penerangan pengembangan wisata berbasis kearifan lokal akan meningkatkan jumlah wisatawan dan lama kunjung, dan akan meningkatkan pendapatan Asli Daerah (PAD), serta kesejahteraan masyarakat Kabupaten Kulonprogo. Kata kunci : Prospek, Pengembangan Pariwisata dan Kearifan Lokal. Prospects for Tourism Development Based on Local Wisdom In Kulon Progo Regency Abstract - The tourism sector is projected to be the largest foreign exchange earner, which is one of the keys to the country's development and improvement of people's welfare. Tourism as a factor in export income, job creation, business development and infrastructure. Tourism in Kulonprogo Regency has a variety of tourism objects that include natural, cultural, water, historical, religious and educational attractions, with tourism and craft villages. But the number of tourists visiting has not met expectations and when compared to the number of tourists visiting tourist objects in other Regencies / Cities in DIY, Kulonprogo Regency is the least. It was concluded that after the operation of Yogyakarta International Airport (YIA), Menoreh Surgery which connects Kulonprogo Regency with Borobudur tourism area, and the illumination of tourism development based on local wisdom will increase the number of tourists and length of visit, and will increase Regional Original Revenue (PAD), as well as the welfare of Regency residents. Kulonprogo. Keywords: Prospects, Tourism Development and Local Wisdom.
Potensi Pengembangan Destinasi Wisata Umbul Pluneng Di Kabupaten Klaten Jawa Tengah Atun Yulianto; Anis Kumalaningrum
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.213 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7957

Abstract

Abstrak - Umbul Pluneng di kota Klaten Jawa Tengah merupakan salah satu objek wisata air yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif di kota Klaten. Namun demikian pemanfaatan Umbul Pluneng sebagai destinasi wisata secara ekonomi belum terlihat optimal, karena masih dibutuhkan pengembangan baik dari sisi fasilitas, pelayanan, pemasaran dan sarana prasarana kepariwisataan yang lebih memadai. Metode penelitian bentuk deskriptif kualitatif dipilih peneliti untuk menjadi alat dalam membuat analisis dan mereduksi pembahasan penelitianmenjadi kesimpulan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Umbul Pluneng sangat berpotensi untuk dikembangkan lagi dengan beberapa strategi, antara lain disimpulkan melalui strategi pengembangan dengan memanfaatkan kreatifitas budaya masyarakat dalam sebuah agenda wisata (festival) yang didiukung kesenian modern untuk mendorong motivasi berkunjung masyarakat melalui promosi digital, meningkatkan peran masyarakat dalam BUMDES Tirta Sejahtera untuk kegiatan pelayanan, kebersihan dan pengelolaan wahana Umbul Pluneng yang didukung pemerintah setempat, meningkatkan jumlah kerjasama dengan tour operator, memanfaatkan peran serta masyarakat dalam pengadaan lahan parkir yang lebih luas, kebersihan dan peningkatan keamanan lingkungan, memanfaatkan internet atau sosial media untuk memposting pentingnya membersihkan diri seperti mandi dan cuci tangan menggunakan air yang jernih dari sumber mata air Umbul Pluneng untuk mengurangi resiko terpapar virus corona, dan  membuat karakteristik pembeda bagi objek wisata Umbul Pluneng melalui peningkatan kebersihan, perbaikan fasilitas, aksesbilitas, layanan serta membangun pusat informasi berbahasa Indonesia maupun asing. Kata Kunci:, Pengembangan, Umbul Pluneng, Wisata Alternatif Potential Development of Umbul Pluneng Tourism Destinations In Klaten Regency Jawa Tengah Abstract - Umbul Pluneng in the city of Klaten Jawa Tengah is one of the water attractions that have the potential to be developed as an alternative tourist destination in the city of Klaten. However, the use of Umbul Pluneng as a tourist destination economically is not yet seen to be optimal, because development is still needed both in terms of facilities, services, marketing and tourism infrastructure facilities that are more adequate. The descriptive qualitative form of research methods chosen by researchers to be a tool in making analysis and reducing the discussion of research into conclusions. Data collection techniques carried out by observation, interviews, and documentation. The results of the study showed that Umbul Pluneng has the potential to be developed further with several strategies, among others, it was concluded through a development strategy by utilizing the cultural creativity of the community in a tourism agenda (festival) supported by modern art to encourage the motivation to visit the community through digital promotion, increasing the role of the community in BUMDES Tirta Sejahtera for service activities, cleanliness and management of the Umbul Pluneng vehicle supported by the local government, increase the amount of collaboration with tour operators, take advantage of community participation in the provision of wider parking lots, cleanliness and increased environmental safety, utilizing the internet or social media to post the importance of cleaning up like bathing and washing hands using clear water from the Umbul Pluneng spring to reduce the risk of corona virus exposure, and create distinguishing characteristics for Umbul Pluneng attractions through improved cleanliness, improved facilities, accessibility, services and building information centers in Indonesian and foreign languages. Keyword : Development, Umbul Pluneng, Alternative tourism
Daya Tarik Aliran Sungai Opak di Wilayah Yogyakarta Sebagai Destinasi Wisata Alam dan Pendidikan. Wisnu Hadi
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.588 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7912

Abstract

Abstract – The potential of natural tourism in the Yogyakarta region is widely spread throughout the districts and cities in the Special Region of Yogyakarta Province so that it enriches the treasury of tourism for both local and foreign tourists. The Opak watershed has a positive impact on local residents because there is a lot of potential that can be developed into new tourist destinations so that welfare increases. With a qualitative research method the researcher wants to explain the various tourism objects or tourist destinations in the Opak river basin of Yogyakarta to tourists who want to know the potentials in the area. Retrieval of data using observation of tourism objects and supported by literature related to history and description of tourist destinations in the Opak river area. The Opak watershed has a lot of potential that has already been developed and can be further developed so that it can increase tourist visits. Management of tourist objects while maintaining the rules for continuing to preserve the authenticity of nature along the Opak river basin. The application of Sapta Pesona is the duty of the tour manager so that the quality of service can be carried out optimally. Opak River Yogyakarta will always provide community welfare for residents along the watershed if managed wisely and creativelyKeyword : Attraction, River Flow, Travel DestinationsAbstrak- Potensi wisata alam di wilayah Yogyakarta banyak tersebar di seluruh wilayah kabupaten maupun kota yang ada di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga memperkaya khasanah wisata untuk dikunjungi wisatawan daerah maupun asing. Daerah aliran sungai Opak memberi dampak positif kepada warga sekitar karena banyak potensi yang dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata baru sehingga kesejahteraan meningkat. Dengan metode penelitian kualitatif peneliti ingin mempaparkan berbagai obyek wisata atau destinasi wisata yang ada di daerah aliran sungai Opak Yogyakarta kepada wisatawan yang ingin mengetahui potensi-potensi yang ada di daerah tersebut. Pengambilan data menggunakan cara observasi  ke obyek wisata serta didukung literature yang berhubungan dengan sejarah serta deskripsi destinasi wisata di daerah sungai Opak tersebut. Kawasan daerah aliran sungai Opak mempunyai banyak potensi yang sudah dikembangkan dan dapat dikembangkan lagi sehingga dapat meningkatkan kunjungan wisata. Pengelolaan obyek wisatanya tetap menjaga kaidah-kaidah untuk terus melestarikan keaslian alam sepanjang daerah aliran sungai Opak. Penerapan Sapta Pesona menjadi kewajiban pengelola wisata agar kualitas pelayanan dapat dilakukan secara optimal. Sungai Opak Yogyakarta akan selalu memberi kesejahteraan masyarakat bagi warga sepanjang daerah aliran sungai jika dikelola secara bijak dan kreatifKata Kunci : Daya Tarik, Aliran Sungai, Destinasi Wisata
Peran Komunitas Aleut dalam Pelestarian Bangunan Cagar Budaya Kota Bandung Marciella Elyanta
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (417.014 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7750

Abstract

Abstrak - Kota Bandung mewarisi berbagai bangunan cagar budaya dan peristiwa bersejarah namun belum sepenuhnya dikenal oleh masyarakat.Upaya untuk memperkenalkan bangunan cagar budaya kota Bandung kepada masyarakat dan wisatawan dengan cara yang menyenangkan adalah dengan wisata pusaka. Komunitas Aleut adalah salah satu komunitas hobi yang aktif mengadakan wisata pusaka bernama ngaleut setiap minggunya dengan tujuan untuk menyebarkan wawasan sejarah ke sebanyak mungkin warga kota Bandung.Penyebaran wawasan sejarah oleh komunitas yang berisi generasi muda ini rutin dilakukan karena eksploitasi pada bangunan cagar budaya kota Bandung masih sering terjadi.Keaktifan Komunitas Aleut dalam menyebarkan wawasan sejarah menggugah peneliti untuk melakukan penelitian dengantujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang digunakan di Komunitas Aleut, dan mengetahui peran Komunitas Aleut dalam pelestarian bangunan cagar budaya kota Bandung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi berperanserta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, metode pembelajaran yang digunakan di Komunitas Aleut adalah metode ceramah, diskusi, dan karyawisata. Peran Komunitas Aleut dalam pelestarian bangunan cagar budaya kota Bandung adalah melakukan pelindungan pada bangunan cagar budaya berupa inventarisasi, pemeliharaan, penyelamatan, dan publikasi. Kata kunci:  metode pembelajaran, pelestarian, peran The role of Komunitas Aleut in the Preservation of Cultural Heritage Buildings in Bandung Abstract - The city of Bandung inherits various heritage buildings and historical eventsbut they are not yet fully recognized by the public. The effort to introduce Bandung’s heritage buildings to the public and touristsin a fun way is through heritage tourism. Komunitas Aleut is one of the communities of interest that actively held heritage tourism, named ngaleut, every week with the aim to spread historicalknowledge to Bandung residents. The spread of historical knowledge is done by the young generation because the exploitation of Bandung cultural heritage buildings is still happened. Community activeness in spreading history through tourism inspired researchers to hold a research with the aim to findoutthe learning methods which is used by Komunitas Aleut, and to find out the role of Komunitas Aleut in preserving Bandung’s cultural heritage buildings. The method used in this research is qualitative method and using participant observation, in-depth interviews, and documentation in order to collect data. Based on the results of research and discussion, the learning methods used in Komunitas Aleut are lectures, discussions and field trips. The role of Komunitas Aleut in the preservation of cultural heritage buildings in Bandung is to protect cultural heritage buildings in the form of inventory, maintenance, rescue, and publication. Keyword : conservation, learning method, role
Wisata Kuliner Sebagai Strategi Penguatan Pariwisata Di Kota Yogyakarta, Indonesia Ani Wijayanti
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.582 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7998

Abstract

Abstrak - Kota Yogyakarta merupakan tujuan pariwisata yang berkarakteristik pariwisata kota, yakni menawarkan daya tarik Kota yang dikemas dalam berbagai paket pariwisata. Kota Yogyakarta menjadi penyangga bagi destinasi wisata disekitarnya, yang menawarkan daya tarik wisata alam. Wisata kuliner menjadi strategi yang tepat dalam pengembangan pariwisata di kota Yogyakarta sebagai upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan, karena tidak memiliki potensi wisata alam. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, yang bertujuan menggali potensi wisata kuliner untuk memperoleh gambaran secara komprehensif tentang pengelolaan wisata kuliner di Kota Yogyakarta sebagai dasar perumusan program, strategis dan rencana aksi. Data primer dikumpulkan melalui forum group discussion untuk menggali informasi dari para stakeholder, sedangkan verifikasi data dilakukan dengan cara uji petik. Data dianalisis melalui proses reduksi untuk menghasilkan program-program prioritas dan rencana aksi untuk percepatan pengembangan wisata kuliner di Kota Yogyakarta. Kata Kunci : Wisata Kuliner; Pariwisata Kota; Gastronomy; StorytellingCulinary Tourism as a Strategy for Strengthening Tourism in the City of Yogyakarta, IndonesiaAbstract - Yogyakarta City is a tourism destination that is characterized by city tourism, which offers City attractions that are packaged in various tourism packages. The Yogyakarta city is a buffer for nearby tourist destinations, which offer natural tourist attractions. Culinary tourism is the right strategy in developing tourism in the Yogyakarta city as an effort to create sustainable tourism, because it does not have the potential for nature tourism. This research is a qualitative descriptive study, which aims to explore the potential of culinary tourism to obtain a comprehensive picture of culinary tourism management in the Yogyakarta city as a basis for program formulation, strategic and action plans. Primary data are collected through group discussion forums to gather information from stakeholders, while data verification is done by means of quotation tests. Data were analyzed through the reduction process to produce priority programs and action plans to accelerate the development of culinary tourism in the Yogyakarta city. Keywords : Culinary Tourism; City Tourism; Gastronomy; Storytelling
Pelestarian Budaya Puro Pakualaman Sebagai Wisata Sejarah Di Yogyakarta . Yulianto; R. Jati Nurcahyo
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.657 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.7978

Abstract

Abstrak - Puro Pakualaman merupakan satu dari Istana yang ada di Yogyakarta beralamat di Jalan Sultan Agung Kecamatan Pakualaman Yogyakarta, untuk masuk ke komplek Puro Pakualaman lebih dulu melalui regol (gapura) Wiwara Kusuma Wianang Reksa ( Lambang Mahkota Praja Pakualaman dan Tanaman Lung-lungan), Budaya yang ada dan yang berjalan merupakan salah satu pelestarian budaya yang masih menjadi tradisi upacara adat yakni upacara adat yang berkaitan dengan daur kehidupan manausia yang meliputi mitoni, kelahiran, tedhak siten, supitan, tetesan, tarapan , pernikahan, upacara adat peringatan dan upacara adat penghormatan benda pusaka dan sebagainnya.  Metodelogi penelitian yang digunakan yakni penelitian deskritif dengan analisa kualitatif. penelitian deskriptif (Descriptive Research) adalah penelitian yang bertujuan membuat deskriptif atas atau suatu fenomena social atau alam secara sistematis, factual dan akurat sedangkan untuk teknik pengumpulan data penelitian kualitaitif yakni melalui a)..Observasi,  pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematika gejala-gejala yang diselidiki, sehingga dapat mencatat materi yang diperoleh. b). Wawancara, proses jawab dalam penelitian secara lisan. Wawancara langsung ke responden dan c). Dokumentasi,  pengambilan data yang diperoleh memlaui dokumentasi. Hasil dari penelitian ini bahwa nilai kebudayaan yang ada merupakan perwujudan dari pembinaan yang berkelanjutan yang ada pada negara maupun di masyarakat Indonesia. Warisan budaya merupakan nilai nilai luhur yang selalu dijaga dan dipertahankan, sehingga kegiatan budaya yang ada di Puro Pakualaman akan mendatangkan wisatawan baik wisatawan domestic maupun wisatawan internasional. Kata Kunci : Kebudayaan, Puro Pakualaman, wisatawan Puro Pakualaman Cultural Preservation as Historical Tourism in Yogyakarta Abstract - Puro Pakualaman is one of the palaces in Yogyakarta located in Sultan Agung street, Pakualaman subdistrict, Yogyakarta. To enter the Puro Pakualaman complex, it needs to pass the gate of Wiwara Kusuma Wianang Rekso (the symbol of Praja Pakualaman’s crown and Lung-lungan plant). The existing and ongoing culture is one of the cultural preservation that still becomes traditional ceremony traditions, that is, the traditional ceremonies related to the cycles of human lives including mitoni, birth, tedhak siten, supitan, tetesan, tarapan, wedding, traditional ceremonies of commemorations and heirloom homage, etc.   The research method employed in this study is a descriptive research with qualitative analysis. Descriptive research is a research that aims to make a description of a social phenomenon or nature systematically, factually, and accurately. Moreover, the data collection technique of a qualitative research encompasses a) observation, a data collection carried out by observing and taking notes systematically the investigated symptoms so that the researchers can take notes the obtained materials; b) interview,  a process of asking and answering questions in a research orally, a direct interview to the respondents; and c) documentation, a data collection which is gained through documentation.  The result of this study is that the existing cultural value is the embodiment of the ongoing coaching that exists in either the state or societies of Indonesia. The cultural heritage is the noble values that are always preserved and maintained, so that the cultural events in Puro Pakualaman can attract tourists to come, either domestic or international tourists.  Keywords : Culture, Puro Pakualaman, Tourists
Potensi Kearifan Lokal Desa Bugisan Sebagai Upaya Pengembangan Daya Tarik Wisata Pendukung Kawasan Candi Plaosan Rekta Deskarina; Annisaa Nurul Atiqah
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (723.657 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i1.6906

Abstract

Abstrak - Indonesia dengan keanekaragamannya tentu memiliki nilai-nilai kearifan lokal yang sudah sepatutnya dilestarikan. Salah satu wujud menjaga nilai-nilai kearifan lokal adalah dengan mengembangkan konsep pariwisata berbasis kearifan lokal. Nilai-nilai kearifan lokal menjadi salah satu pilihan strategi untuk meminimalisir dampak negatif dari era globalisasi ini. Lokasi penelitian ini adalah di Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Propinsi Jawa Tengah karena secara lokasi Desa Bugisan ini sangat strategis. Wilayahnya berada di Kawasan Stategis Nasional (KSN) Prambanan untuk aktivitas sosial budaya. Di Desa Bugisan terdapat satu candi yang terkenal yaitu Candi Plaosan. Disamping kondisi alam sekitar yang masih asri, nilai-nilai kearifan lokal perlu digali karena kearifan lokal merupakan potensi besar dalam pengembangan Desa Bugisan yang secara lokasi sangat mendukung keberadaan Candi Plaosan. Penelitian ini bertujun untuk mengkaji potensi kearifan lokal di Desa Bugisan dalam upaya pengembangan Desa Bugisan sebagai daya tarik pendukung di kawasan Candi Plaosan. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitik yaitu memberikan gambaran yang cermat dan lengkap tentang objek yang diteliti, menjelaskan fenomena yang ada dan diakhiri dengan sebuah analisis dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa nilai-nilai kearifan lokal Desa Bugisan antara lain seni-budaya, mitos-mitos, sosial-ekonomi, dan arsitektur lokal yang berpotensi dikemas sebagai daya tarik pendukung di Kawasan Candi Plaosan.Kata kunci : candi plaosan, daya tarik, desa bugisan, kearifan lokal Potential Local Wisdom of Bugisan Village as an Development Effort Attraction to Support the Plaosan Temple AreaAbstract - Indonesia with its diversity certainly has local wisdom values which should be preserved. One form of maintaining the values of local wisdom is to develop the concept of tourism based on local wisdom. The values of local wisdom become one of the strategy choices to minimize the negative impacts of this globalization era. The location of this research is in the Bugisan Village, Prambanan District, Central Java Province because the location of the Bugisan Village is very strategic. The area is in the Prambanan National Strategic Area (KSN) for socio-cultural activities. In the village of Bugisan there is one famous temple, the Plaosan Temple. In addition to the natural surroundings that are still beautiful, the values of local wisdom need to be explored because local wisdom is a great potential in the development of the Bugisan Village which is very supportive of the existence of Plaosan Temple. This study aims to examine the potential of local wisdom in the Bugisan Village in an effort to develop the Bugisan Village as a supporting attraction in the Plaosan Temple area. This research method uses a qualitative method with a descriptive-analytic approach which provides a careful and complete picture of the object under study, explains the phenomena that exist and ends with an analysis and drawing conclusions. The results of this study indicate that there are several values of local wisdom in the Bugisan Village, including arts, culture, myths, socio-economics, and local architecture that have the potential to be packaged as a supporting attraction in the Plaosan Temple Area. Keywords: attractiveness, bugisan village, local wisdom, plaosan temple
Implementasi Penerapan Sapta Pesona Wisata Terhadap Kunjungan Wisatawan Di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman Daerah Istimewa Yogyakarta Wisnu Hadi; Heni Widyaningsih
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.985 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8862

Abstract

Abstrak Dalam penelitian ini dibuat untuk tujuan mengetahui kegiatan masyarakat di Desa Sambirejo Kecamatan Prambanan Kabupaten Sleman dalam menerapkan implementasi program Sapta Pesona sudah berjalan baik atau belum sehingga pengembangan obyek wisata dapat berjalan dengan arah yang tepat. Untuk jenis penelitian yang digunakan  adalah penelitian kualitatif, dengan tujuan utama untuk menemukan data dengan interprestasi yang tepat untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadan secara obyektif. Sedangkan Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah observasi, kuesioner,wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa wilayah Desa Sambirejo khususnya di obyek wisata Tebing Breksi  telah melakukan implementasi penerapan program Sapta Pesona sudah berjalan dengan baik. Fakta di lapangan dari data obseravasi dan kuesioner dari wisatawan bahwa penerapan Sapta Pesona Pariwisata berjalan secara sinergis antara satu dengan yang lain, yang dimana Sapta Pesona Pariwisata memiliki 7 aspek yaitu adalah: 1. Aman, 2. Tertib, 3. Bersih, 4. Sejuk, 5. Indah, 6. Ramah, 7. Kenangan dan Pemerintah Desa Sambirejo memiliki  kebijakan   dimana kebijakan tersebut adalah menjadikan Tebing Breksi sebagai aset wisata yang vital dikelola secara profesional dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sehingga berkaitan dengan pengembangan objek wisata yang berdasarkan pada Program Sapta Pesona sebagai acuan. Pemerintah dan masyarakat desa Sambirejo dapat memahami pentingnya penerapan Sapta Pesona Pariwisata dilakukan secara baik karena dampaknya memberikan keuntungan yaitu kesejahteraan ekonominya. Kata kunci: Implementasi, Kunjungan, Sapta Pesona, Wisatawan. Implementation of Sapta Pesona Wisata Application to Tourist Visits in Sambirejo Village, Prambanan District, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta. Abstract In this study, it was made for the purpose of knowing the community activities in Sambirejo Village, Prambanan District, Sleman Regency in implementing the Sapta Pesona program whether or not it has been running well or not so that the development of tourism objects can go in the right direction. For this type of research used is qualitative research, with the main objective to find data with the right interpretation to make a picture or description of an object objectively. While the data collection techniques that I use are observation, questionnaire, interview, documentation, and literature study. Based on the results of the study it can be seen that the Sambirejo Village area, especially in the Breksi Cliff tourism object, has implemented the Sapta Pesona program implementation well. Facts in the field from observational data and questionnaires from tourists that the application of Sapta Pesona Tourism runs synergistically with one another, where Sapta Pesona Tourism has 7 aspects, namely: 1. Safe, 2. Orderly, 3. Clean, 4. Cool , 5. Beautiful, 6. Friendly, 7. Memories and The Sambirejo Village Government has a policy whereby the policy is to make the Breksi Cliff a vital tourism asset managed professionally by forming a Village-Owned Enterprise (BUMDES) so that it is related to the development of attractions based on the Sapta Pesona Program as a reference. The government and the Sambirejo village community can understand the importance of implementing the Sapta Pesona Tourism, which is carried out well because its impact provides benefits, namely economic prosperity. Keyword : Implementation, Sapta Enchantment, Visitation, Tourists

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue