cover
Contact Name
Indriyanti
Contact Email
indriyanti.iyt@bsi.ac.id
Phone
+6285643793653
Journal Mail Official
jurnal.khasanahilmu@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Barat, Gamping Kidul, Ambarketawang, Kec. Gamping, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55184
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya
ISSN : 26555433     EISSN : 2527449X     DOI : http://dx.doi.org/10.31294/khi
Core Subject : Social,
Jurnal Khasanah Ilmu sebagai bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu pengetahuan hasil dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian pada masyarakat luas. Situs Jurnal Khasanah Ilmu menyediakan artikel-artikel jurnal untuk diunduh secara gratis. Jurnal kami adalah jurnal ilmiah nasional yang merupakan sumber referensi akademisi di bidang Pariwisata, Perhotelan dan Budaya.
Articles 256 Documents
Destinasi Super Prioritas Mandalika dan Covid-19 Shandra Rama Panji Wulung; Aisha Hanun Puspasari; Aulia Zahira; Icha Novelia Mutiara; Khonsa Mutiah; Mediani Triastika; Rinrin Yuliana; Shafira Aliya Fibriani; Talitha Aulia Sukma Nabila; Vira Rizky Dwi Yulian
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.291 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8552

Abstract

Abstrak Pendemi Covid-19 berdampak pada penurunan tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi pariwisata super prioritas Mandalika. Penundaan dan pembatalan kunjungan wisatawan menyebabkan terhentinya kegiatan wisata, sehingga terdapatnya pemutusan hubungan kerja para pegawai di industri pariwisata. Berbagai upaya dilakukan oleh pengelola destinasi dan pemerintah setempat sebagai upaya meminimalisasi penyebaran Covid-19 dan mempertahankan kepariwisataan di destinasi pariwisata Mandalika. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak Covid-19 di destinasi pariwisata Mandalika dan upaya kelembagaan kepariwisataan dalam menghadapi Covid-19. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis data sekunder yang didapatkan melalui penelitian terdahulu, dokumen kebijakan, dan media daring. Unit analisis mencakup destinasi pariwisata atau daya tarik wisata, industri pariwisata, pemasaran pariwisata, dan kelemnbagaan kepariwisataan. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif kualitatif dan analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Covid-19 berdampak pada menurunnya kunjungan wisatawan mancanegara, penutupan industri pariwisata, dan pemberhentian sumber daya manusia pariwisata. Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat berupaya meminimalisasi dampak Covid-19 melalui berbagai program dengan melibatkan pemangku kepentingan pariwisata. Upaya serupa dilakukan oleh pengelola destinasi pariwisata Mandalika melalui berbagai program-program yang diperuntukan bagi enam desa penyangga di destinasi. Program-program tersebut berlangsung selama dan sesudah pandemi Covid-19. Kata kunci: Covid-19, Manajemen Destinasi, Mandalika Mandalika Super-Priority Destination and Covid-19 Abstract The Covid-19 pandemic has an impact on decreasing tourist visits to Mandalika's super-priority tourism destinations. Postponements and cancellations of tourist visits have caused tourist activities to stop and have an impact on layoffs of employees in the tourism industry. Various efforts have been made by destination managers and the local government to minimize the spread of Covid-19 and maintain tourism in the Mandalika tourist destination. The purpose of this study was to identify the impact of Covid-19 in Mandalika tourism destinations and the institutional efforts of tourism in dealing with Covid-19. This research approach uses qualitative methods with secondary data obtained through previous research, policy documents, and online media. The unit of analysis includes tourism destinations or tourist attractions, the tourism industry, tourism marketing, and tourism organization. The analytical method used is a descriptive qualitative analysis and content analysis. The results showed that Covid-19 had an impact on the decline in foreign tourist arrivals, the closure of the tourism industry, and the dismissal of human resources. The West Nusa Tenggara Tourism Office seeks to minimize the impact of Covid-19 through various programs involving tourism stakeholders. Mandalika tourism destination managers make efforts through programs intended for six buffer villages in the destination. These programs took place during and after the Covid-19 pandemic. Keywords:  Covid-19, Destination Management, Mandalika
Faktor Eksternal Dan Internal Dalam Pengembangan Daya Tarik Wisata Taman Buah Kusuma Agrowisata Kabupaten Batu Malang Hesti Purwaningrum
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (261.712 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8855

Abstract

Abstrak Faktor yang mempengaruhi strategi pengembangan Kusuma Agrowisata di Batu Malang adalah pengembangan tempat wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor eksternal dan internal dalam bentuk kekuatan dan kelemahan serta peluang dan ancamannya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena sosial dan alam secara sistematis, faktual dan akurat sehingga dapat menganalisis faktor internal dan eksternal sebagai kekuatan ataupun kelemahan. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa faktor eksternal yang ditemukan meliputi sifat, ekonomi, teknologi, regulasi, politik, persaingan pasar dan faktor internal seperti tanah, produk harga, distribusi, sumber daya, modal dapat menjadi peluang dan kekuatan dalam pengembangan daya tarik wisata di Kabupaten Batu, Malang. Kata kunci: faktor eksternal, faktor internal, agrowisata. External And Internal Factors In The Development  Of Tourism For Kusuma Agrowisata, Batu Malang District Abstract Factors that influence the development strategy of Kusuma Agro-tourism in Batu Malang are the development of tourist attractions. This research aims to determine the analysis of external and internal factors in the form of strengths and weaknesses as well as opportunities and threats. This study uses a qualitative descriptive method, namely research that aims to describe social and natural phenomena systematically, factually and accurately so that it can analyze internal and external factors as strengths or weaknesses. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the external factors found include nature, economy, technology, regulation, politics, market competition and internal factors such as land, product prices, distribution, resources, capital can be opportunities and strengths in the development of tourist attractions. in Batu, Malang. Keywords: external factor, internal factor, agrotourism
Instagram Marketing Engagement di Wana Wisata Ranca Upas Kabupaten Bandung Nurdin Hidayah; Luthfia Eka Putri A.; Suteja Wira Dana Kusuma
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (27.289 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.7623

Abstract

Abstrak Pengelolaan interaksi (engagement) dari Instagram Marketing Wana Wisata Ranca Upas (WWRU) belum terlihat optimal, oleh karena itu penelitian ini bermaksud untuk mendalami informasi mengenai Instagram Marketing dalam upaya untuk merancang pengelolaan engagement akun Instagram WWRU dengan khalayak atau followers-nya. Penelitian ini menggunakan disain penelitian kualitatif dengan pendekatan penelaahan secara eksplorasi. Partisipan yang dipilih dalam penelitian ini adalah Bidang Pemasaran Perum Perhutani Unit III Jawa Barat dan Banten WWRU sebagai informan 1, admin akun instagram WWRU sebagai informan 2, dan followers Instagram WWRU sebagai informan 3. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara secara mendalam terhadap informan 1 dan 2 beserta kuesioner wawancara tertutup (interviewed questionnaire) kepada informan 3. Untuk menjaga keabsahan data dilakukan metode trianggulasi dengan cara konfirmasi antar informan dan membandingkannya dengan observasi terhadap akun Instagram WWRU dengan menggunakan alat analisis kinerja Instagram yaitu Instagram Insight, iconsquare, dan popsters.us. Hasil penelitian menunjukam bahwa WWRU belum memiliki kapasitas sumber daya manusia yang ideal untuk menjalankan Instagram marketing, setingan notifikasi Instagram WWRU semuanya hanya berasal dari audience yang diikuti atau from people I follow, konten terlihat belum interaktif dan belum mengacu pada konsep content marketing, serta tidak ada penjadwalan yang konprehensif antara timeline postingan, konten stories dan jadwal untuk kegiatan interaksi. Kata kunci: instagram marketing, pemasaran destinasi pariwisata, social media marketing Instagram Marketing Engagement at Wana Wisata Ranca Upas, Bandung Regency Abstract Wana Wisata Ranca Upas (WWRU) Instagram Marketing engagement has not looked optimal, therefore this study intends to explore information about Instagram Marketing in an effort to design engagement management for WWRU's Instagram account with its audience or followers. This study uses a qualitative research design with an exploratory study approach. Participants in this study were Marketing Division of Perum Perhutani Unit III West Java and Banten WWRU as informant 1, admin of WWRU Instagram account as informant 2, and WWRU Instagram followers as informant 3. Data collection techniques were carried out by in-depth interviews of informant 1 and 2 along with a closed interview questionnaire to informants 3. To maintain the validity of the data, triangulation method was carried out with confirmation between informants and compared it with observations of the Instagram account WWRU using Instagram performance analysis tools namely Instagram Insight, Iconsquare, and Popsters.us. The results of the study show that WWRU does not yet have the ideal human resource capacity to run Instagram Marketing, WWRU's Instagram notification settings all come from the audience that is followed or “from people I follow”, the content does not seem to be interactive and does not refer to the concept of content marketing, and there is no a comprehensive scheduling of timeline posting, content stories and schedules for interaction activities. Keyword:  instagram marketing, tourism marketing, social media marketing
Analisa Potensi Pengambangan Pemasaran Digital Kain Tenun Lurik Produksi ATBM Klaten Menggunakan Factor Analysis Diah Pradiatiningtyas; Chriswardana Bayu Dewa
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.195 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8927

Abstract

Abstrak Klaten, merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang  sudah sejak puluhan tahun dikenal sebagai penghasil kain tenun lurik ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) diantaranya Desa Tlingsing dan Pedan. Saat inipun Klaten masih dikenal sebagai penghasil lurik tradisional. Namun dengan gempuran jaman dan maraknya industri tekstil dengan teknologi yang modern membuat pamor tenun lurik ATBM menurun mulai tahun 2016 lalu. Sampai saat ini masih banyak kelompok pengrajin yang bertahan dengan melakukan banyak upaya dan inovasi produk luriknya, dengan efek teknologi yang merugikan para pengrajin tersebut. Pengrajin kain tenun lurik ATBM kalah saing dengan kain tenun lurik yang diproduksi dengan mesin. Daya jangkau pemasaran yang sudah terdigitalisasi diharapkan mampu menjangkau semua pihak, sehingga potensi Desa Tlingsing dan Pedan sebagai penghasil tenun lurik ATBM dapat maksimal tereksplorasi kepada pelanggan di belahan dunia manapun dan juga penghasilan kelompok masyarakat yang bergerak didalamnya juga dapat maksimal. Analisa dibutuhkan untuk menemukan faktor-fator yang menjadi potensi agar dapat dikembangkan pemasaran digitalnya agar sesuai peruntukkannya. Untuk itu penelitian ini bertujuan menggali faktor dimensi yang menjadi potensi dikembangkannya pemasaran digital kain tenun lurik ATBM di Desa Tlingsing dan Pedan Klaten. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan kuantitatif. Analisa yang dilakukan adalah analisa faktor dan regresi linier berganda. Survei dilakukan kepada kelompok pengrajin kain tenun lurik ATBM Tlingsing dan Pedan Klaten serta masyarakat secara umum. Hasil yang didapatkan adalah menunjukkan bahwa semua variabel independen memberikan pengaruh terhadap variabel dependen. Faktor potensi pengembangan pemasaran digital kain tenun lurik ATBM di Klaten adalah keunikan Kain, pamor kain tenun, ketersediaan sinyal (koneksi memadai), minat pelanggan, pamor kain tenun lurik di dunia fashion, budaya Lurik, dan kemampuan penguasaan teknologi. Kata kunci : Tenun Lurik, Klaten, Pemasaran Digital, Analisis Faktor  Potential Analysis of Digital Marketing Development for Lurik Woven Fabrics Production of ATBM Klaten Using Factor Analysis Abstract Klaten, is one of the districts in Central Java which has been known for decades as a producer of ATBM lurik (non-machine weaving tools), including Tlingsing and Pedan villages. Even now, Klaten is still known as a producer of traditional lurik. However, with the onslaught of times and the rise of the textile industry with modern technology, the prestige of ATBM lurik weaving has decreased since 2016. Until now, there are still many groups of craftsmen who have survived by making a lot of efforts and innovating their lurik products, with a detrimental effect on technology for these craftsmen. ATBM's lurik woven fabric craftsmen are less competitive than machine-produced lurik woven fabrics. The digitalized marketing reach is expected to be able to reach all parties, so that the potential of Tlingsing Village and Pedan Village as producers of ATBM lurik weaving can be maximally explored to customers in any part of the world and also the income of community groups operating in them can also be maximized. Analysis is needed to find potential factors so that digital marketing can be developed so that it is suitable for its purpose. For this reason, this study aims to explore the dimensional factors that have the potential to develop digital marketing of ATBM lurik woven fabrics in Tlingsing and Pedan Klaten Villages. The research method used is qualitative and quantitative. The analysis performed was factor analysis and multiple linear regression. The survey was conducted among the groups of ATBM Tlingsing and Pedan Klaten lurik woven fabrics as well as the general public. The results obtained are indicating that all independent variables have an influence on the dependent variable. The potential factors for the development of digital marketing of ATBM's lurik woven fabrics in Klaten are the uniqueness of the cloth, the prestige of the woven fabric, the availability of signals (adequate connections), customer interest, the prestige of lurik woven fabrics in the world of fashion, Lurik culture, and the ability to master technology.Keywords:  Lurik Woven, Klaten, Digital Marketing, Factor Analysis
Pemulihan Fungsi Alam Pariwisata Ditengah Pandemi Covid-19 I Gusti Ketut Indra Pranata Darma; Ni Made Rai Kristina
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (611.688 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8480

Abstract

Abstrak Industri pariwisata merupakan salah satu industry yang cukup tergantung terhadap ketersediaan alam. Bertebarannya destinasi wisata yang menggunakan alam sebagai objeknya menunjukkan bagaimana peran alam terhadap perkembangan pariwisata. Eksploitasi terhadap alam juga tidak jarang kita jumpai pada beberapa objek wisata tertentu. Adanya pariwisata secara tidak langsung akan mendatangkan wisatawan dari berbagai Negara, sehingga terjadi suatu perjalanan wisata. Perjalanan wisata dengan berbagai macam moda transportasi berperan serta dalam mencemari alam dan sekitarnya. Hingga pandemi covid-19 yang merubah hampir seluruh jenis kegiatan industry di dunia tidak terkecuali industry pariwisata. Berbagai sektor industry yang berhenti beroperasi selama lebih dari 2 bulan, diikuti dengan turunnya tingkat polusi yang ditimbulkan. Berdasarkan data dari IQAir salah satu aplikasi pemantauan kualitas udara  terjadi penurunan indeks polusi dibawah 50 selama masa covid-19 ini. Penurunan tersebut menjadi suatu hal yang menarik. Permasalahan polusi yang mengalami penurunan selama pandemic covid menjadi suatu hal yang dikaji pada penelitian kali ini. Pada kajian ini, bertujuan untuk menggali tingkat pemulihan fungsi alam pariwisata ditengah pandemi covid yang terjadi. Pada penelitian ini menggunakan kajian literature serta membandingkan dengan pengambilan data-data menggunakan aplikasi IQAir. Diharapkan mendapatkan hasil mengenai tingkat perbaikan dari adanya penurunan polusi kendaraan selama masa awal pandemi covid. Kata Kunci : Pariwisata, Alam, Covid Recovery Of Natural Tourism Function In The Middle Of Pandemi Covid-19 Abstract The tourism industry is one industry that is quite dependent on the availability of nature. The spread of tourist destinations that use nature as an object shows how the role of nature in the development of tourism. Exploitation of nature is also not uncommon we find in certain tourist attractions. The existence of tourism will indirectly bring tourists from various countries so that a tour will occur. Travel tours with various modes of transportation play a role in polluting nature and its surroundings. Until the co-19 pandemic that changed almost all types of industrial activity in the world was no exception the tourism industry. Various industrial sectors have stopped operating for more than 2 months, followed by a decrease in the level of pollution they have caused. Based on data from IQAir, one of the air quality monitoring applications, there was a decrease in the pollution index to below 50 during the covid-19 period. This decline is an interesting thing. The problem of pollution which has decreased during the Covid pandemic is one thing that was studied in this research. In this study, it aims to explore the rate of restoration of the natural functions of tourism amid the Covid pandemic that has occurred. In this study, using a literature review and comparing it with data collection using the IQAir application. It is expected to get results regarding the level of improvement from the decrease in vehicle pollution during the initial period of the Covid pandemic. Keywords: Tourism, Nature, Covid
Wisata Kelautan Berkelanjutan di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara: Sebuah Studi Tentang Persepsi Masyarakat Kawasan Pesisir Alexander M. A. Khan; Imam Musthofa; Indarwati Aminuddin; Fitri Handayani; Ratna Ningsih Kuswara; Ajeng Wulandari; Ute Lies Siti Khadijah; Evi Novianti
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.256 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8062

Abstract

Abstrak Keterlibatan masyarakat merupakan elemen penting untuk mencapai pembangunan pariwisata berkelanjutan. Potensi sumber daya alam dan sumber daya manusia di Wakatobi menjadi salah satu faktor yang menunjang pembangunan pariwisata berkelanjutan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi dan  menentukan strategi pengelolaan pariwisata berdasarkan persepsi masyarakat. Penelitian ini dibagi menjadi beberapa tahapan diantaranya pengumpulan data, analisis faktor internal-eksternal, analisis data dan analisis strategi pengembangan dengan menggunakan matriks SWOT dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat sumber daya alam di Wakatobi yang dapat dijadikan sebagai daya tarik wisata namun belum dikelola dan dikembangkan dengan baik. Diantaranya adalah Pantai Yoro, Pantai Buku, Gua Lasikori, Bukit Koncu, dan Situs Kerajaan Pertama. Hasil analisis kuantitatif menunjukkan nilai positif pada faktor internal dan faktor eksternal yaitu 7.195 dan 5.428. Hal tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan paling optimal di Wakatobi adalah dengan memaksimalkan kekuatan untuk mencapai peluang, seperti (1) Membuat kegiatan yang menarik dan berbasis konservasi untuk wisatawan yang dikelola oleh masyarakat, (2) Mempromosikan pariwisata dengan menyampaikan keunggulan daya tarik wisata, (3) Menjadikan lokasi pariwisata sebagai tempat penelitian bagi siswa untuk memeriksa flora dan fauna, kemudian menggunakan hasil penelitian sebagai referensi untuk menggambarkan kondisi lingkungan, dan (4) Mengembangkan kemampuan masyarakat dalam menyediakan layanan pariwisata, untuk meningkatkan peluang kerja bagi masyarakat lokal dan meningkatkan kondisi ekonomi.Kata Kunci :  Analisis SWOT, Potensi sumber daya alam, Strategi Pengembangan, Wakatobi, Wisata berkelanjutan Sustainable Marine Tourism in Wakatobi, Southseast Sulawesi: A Study if Coastal Community Perceptions  Abstract Community involvement is an important element to succeed the sustainable tourism development. Potential of natural and human resources in Wakatobi is one of the factors that support the sustainable tourism development. The purpose of this study is to determine the tourism potential and tourism management strategies based on community perceptions. This research is divided into several stages including data collection, internal-external factor analysis, data analysis and analysis of development strategies using the SWOT matrix with quantitative and qualitative approaches. The results showed that there are several natural resources in Wakatobi that can be used as a tourist attraction but have not been managed and developed properly. There are Yoro Beach, Buku Beach, Lasikori Cave, Koncu Hill, and the First Kingdom Site. The result of the quantitative analysis shows a positive value on internal and external factors, there are 7.195 and 5.428. It shows the most optimal sustainable tourism development strategy in Wakatobi is to maximize the strength to achieve all the opportunities, such as (1) Create an attractive and conservation-based activities for tourists that managed by the community, (2) Promote tourism by conveying the advantages of tourist attractions, attractions, (3) Make a tourism location as a research sites for students to examine the flora and fauna, and use the research results as a reference to describe an environmental condition, and (4) Develop the community abilities in providing tourism service to increase the employment opportunities and improve economic conditions Keyword:  Development strategy, Natural resources, Sustainable Tourism, SWOT Analysis, Wakatobi
Pengaruh Pelatihan Kerja Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Di Swiss-Bel Hotel Mangga Besar Juliana Juliana; Theresia Jessica; Tiffany Meilivia; Emmanuel Fernando; Ulung Pratama
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.615 KB) | DOI: 10.31294/khi.v11i2.8032

Abstract

Abstrak Pelatihan kerja dan motivasi kerja merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Pada penelitian kali ini, penulis melakukan penelitian dengan tujuan yaitu menganalisa pengaruh pelatihan kerja terhadap kinerja karyawan di Swiss-Bel Hotel Mangga Besar, serta menganalisa pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja karyawan di Swiss-Bel Hotel Mangga Besar. Dalam karya tulis ilmiah ini metode penulisan yang peneliti gunakan adalah kuesioner dengan teknik sampel jenuh dengan responden karyawan di Swiss-Bel Hotel Mangga Besar, wawancara dan kajian pustaka. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 110 responden. Metode analisis menggunakan regresi dengan SPSS ver 25. Hasil penelitian ini mendukung hipotesis yang dibuat, yaitu pelatihan kerja dan motivasi kerja memiliki pengaruh positif terhadap kinerja karyawan. Saran yang dapat diberikan kepada Swiss-Bel Hotel Mangga Besar yaitu tetap mempertahankan pelatihan kerja dan motivasi kerja yang sudah dilakukan. Kata kunci: Pelatihan Kerja, Motivasi Kerja, dan Kinerja Karyawan Influence Of Work Training And Work Motivation To Employee Performance In Swiss-Bel Hotel Mangga Besar Abstract Job training and work motivation are important factors in improving employee performance. In this study, the authors conducted a study with the aim of analyzing the effect of job training on employee performance at Swiss-Bel Hotel Mangga Besar, and analyzing the effect of work motivation on employee performance at Swiss-Bel Hotel Mangga Besar. In this scientific paper, the research method used was a questionnaire with a saturated sample technique with employee respondents at Swiss-Bel Hotel Mangga Besar, interviews and literature review. The sample in this study were 110 respondents. The method of analysis uses regression with SPSS ver 25. The results of this study support the hypothesis, namely that job training and work motivation have a positive influence on employee performance. The advice that can be given to Swiss-Bel Hotel Mangga Besar is to maintain job training and work motivation that has been done. Keywords: Job Training, Work Motivation, and Employee Performance
Upaya Pelestarian Topeng Warno Waskito di Diro Pendowoharjo Sewon Bantul Yogyakarta R. Jati Nurcahyo; Yulianto Yulianto
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.244 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.10304

Abstract

Abstrak - Topeng Warno Waskito yang terletak di Diro Pendowoharjo Sewon Bantul Yogyakarta adalah salah satu asset budaya asli bangsa Indonesia. Adanya kekhawatiran kesenjangan di masyarakat terhadap pelestarian Topeng Warno Waskito yang pada akhirnya akan dilupakan oleh generasi muda, bahkan meninggalkan atas karya seni topeng klasik yang menjadi jati diri bangsa Indonesia merupakan permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui upaya pelestarian Topeng Warno Waskito sebagai komponen kesenian tradisional dalam memperkuat budaya Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, studi Pustaka, pengamatan langsung dan dokumentasi. Adapun Teknik Analisa data berupa reduksi penyajian dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian mewujudkan bahwa dari kedelapan bagian etnografi ada hubungan erat terhadap keadaan tempat yang mempengaruhi topeng diciptakan, sistem teknologi yang membentuk keberlangsungan pembuatan topeng, organisasi yang dihadirkan dikehidupan masyarakat, sistem pencaharian yang melatarbelakangi terciptanya topeng dan sistem religi yang berkaitan dengan perkembangan Topeng Warno Waskito. Upaya pelestarian Topeng Warno Waskito melalui 1) Tetap mempertahankan ciri khas keaslian (pakem) Topeng Warno Waskito 2) Melalui Pendidikan seni dan budaya dan ketrampilan 3) Pengembangan beragam kompetensi, apresisasi dan kreasi 4) Menumbuhkembangkan Kembali kesadaran kepada masyarakat terhadap keragaman seni budaya Indonesia Kata kunci : Profile Warno Waskito, Topeng, Desain Warno Waskito Mask Preservation Efforts At The Diro Pendowoharjo Sewon Bantul, Yogyakarta Abstract - The Mask of Warno Waskito which is locked in Diro Pendowoharjo Sewon Bantul Yogyakarta one of the Indonesian original national asset. The society gap in preserving the Warno Waskito mask which is lately forgotten by the young generation, they event leave the classical mask are which becomes the identity of Indonesia, are the problems brought up in this research. The objective of the research is to find out the efforts to preserve the Warno Waskito mask as a traditional art component in enriching the Indonesian culture. This study used the qualitative method and ethnographic approach. The techniques to collect the data are interviews, literature reviews, direct observation and documentation. The data analysis techniques are presentation reduction and conclusion. The result of the study shows that out of the eight ethnographic parts, there is a strong relationship between the place where the mask is created. The technology system that shapes the mask production, the organization existing in the society, the daily profession that grounding the mask production and the religion system related to the development of the Warno Waskito mask. Preservation efforts of the Warno Waskito Mask through : 1) Keep maintaining the original characteristics of Warno Waskito mask 2) Through the education of arts and culture, 3) The development of various competencies, appreciation an creations. 4) Regrowing the awareness to the society about the diversity of the Indonesian art and culture. Keyword : Profile Warno Waskito, Mask, design
Peluang dan Tantangan Pengembangan Pariwisata di Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta RR. Erna Sadiarti Budiningtyas; H. Muhammad Sirod
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.713 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i1.9978

Abstract

Abstrak Kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan Surakarta yang disebut Baluwarti merupakan kawasan permukiman tradisional yang banyak dihuni oleh abdi dalem dan sentana dalem Keraton Kasunanan Surakarta. Menyadari potensi budaya yang dimiliki, masyarakat berupaya untuk mengembangkan pariwisata. Akan tetapi sudah satu dekade, usaha tersebut belum juga memberikan hasil nyata. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis peluang dan tantangan pengembangan pariwisata di kawasan permukiman yang berada dalam pengaruh penguasa lokal tradisional. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data mendalam melalui wawancara, pengamatan, dan dokumentasi. Pemilihan narasumber dilakukan dengan teknik snowball purposive. Analisis data dilakukan secara deskriptif analitis Miles dan Huberman. Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagai permukiman yang berada di kawasan cagar budaya Keraton Kasunanan, Baluwarti memiliki banyak potensi budaya. Namun norma-norma dan pandangan budaya yang melekat kuat dalam diri masyarakat Baluwarti terhadap tatanan budaya keraton, menyebabkan pariwisata sulit berkembang di Baluwarti. Masyarakat memerlukan keterbukaan pihak Keraton sebagai panutan untuk bersama-sama membangun pariwisata Baluwarti agar Keraton dan masyarakat mendapatkan manfaat pariwisata. Kata kunci: Baluwarti, Kawasan Cagar Budaya, Keraton Kasunanan Surakarta, Pengembangan Pariwisata, Penguasa Lokal Tradisional. Opportunities and Challenges of Tourism Development in the Cultural Heritage Area of the Kasunanan Surakarta PalaceAbstractThe cultural heritage area of the Kasunanan Surakarta Palace which is called Baluwarti is a traditional settlement area which is mostly inhabited by abdi dalem and sentana dalem Kasunanan Surakarta Palace. Realizing the cultural potential they have, the community strive to develop tourism. However, for a decade, these efforts have not yielded tangible results. This research was conducted with the aim of analyzing the opportunities and challenges of tourism development in residential areas that are under the influence of traditional local authorities. A qualitative approach is used to obtain in-depth data through interviews, observations, and documentation. The selection of sources was carried out using the snowball purposive technique. Data analysis was performed using descriptive analytical methods by Miles and Huberman. This research shows that as a settlement located in the cultural heritage area of the Kasunanan Palace, Baluwarti has a lot of cultural potential. However, cultural norms and views that are strongly inherent in the Baluwarti community against the palace's cultural order, make it difficult for tourism to develop in Baluwarti. The community needs the openness of the Keraton as a role model to jointly build Baluwarti tourism so that the Palace and the community can benefit from tourism.Keyword:  Baluwarti, Kasunanan Surakarta Palace, Preserve Area, Tourism Development, Traditional Local Rulers.
Konsekuensi Consumer Engagement: Iklan dan Konten Media Sosial Berfokus pada Konsumen Restoran Indonesia: Perspektif Uses and Gratification Theory Juliana Juliana; Amelda Pramezwary; Alicia Alicia; Daria Daria; Fenny Fenny; Rhoswenlin Rhoswenlin
Khasanah Ilmu - Jurnal Pariwisata Dan Budaya Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2625.542 KB) | DOI: 10.31294/khi.v12i2.10489

Abstract

Abstrak Pada masa pandemi covid 19 ini kehadiran social media juga membangun pengaruh iklan dan konten di dalamnya untuk mempengaruhi konsumen restoran favorit di negara Indonesia dalam melakukan pembelian produk maupun jasa dan akan membangun consumer engagement. Sehingga, dalam pemasaran yang dilakukan oleh restoran tersebut pada saat ini juga memiliki dampak yang besar bagi keberlangsungan restoran untuk menarik konsumen yang ada demi menciptakan kestabilan pada restoran serta adanya waktu jangka panjang bagi restoran dalam melakukan ekspansi atau promosi terhadap perkembangannya tersebut. Kehadiran konsumen, merek, produk, serta layanan yang diberikan juga sangat penting bagi perkembangan restoran saat ini terutama yang mempengaruhi konsumen adalah dengan adanya informasi yang disebarkan di dalam content social media ataupun pengunaan iklan yang terdapat dalam restoran tersebut.  Tujuan penelitian untuk mengembangkan model konseptual consumer engagement melalui konten media sosial dan iklan. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuesioner secara daring dengan teknik non probability sampling. Sampel dalam penelitian yang valid sebanyak 120 responden. Metode analisis data menggunakan PLS-SEM. Hasil penelitian membuktikan bahwa semakin tinggi penggunaan iklan dalam promosi maka semakin tinggi tingkat consumer engagement, begitu juga semakin tinggi penggunaan konten media sosial maka semakin tinggi tingkat consumer engagement yang dapat disimpulkan seluruh hipotesis didukung. Penelitian ini memberikan wawasan kepada manajer pemasar restoran mengenai cara memanfaatkan konten media sosial dan iklan media sosial dalam meningkatkan consumer engagement. Keyword : Content Social Media, Iklan, Consumer Engagement Consequences Consumer Engagement : Advertisement and Content Social Media Focusing on Restaurant Indonesia Consumers A Perspective Uses and Gratification Theory Abstract During the COVID-19 pandemic, social media also builds the influence of advertisements and content to influence consumers of favourite restaurants in Indonesia in purchasing products and services and will build consumer engagement. Thus, the marketing carried out by the restaurant at this time also has a major impact on the sustainability of the restaurant to attract existing consumers to create stability in the restaurant, and there is a long-term period for the restaurant to expand or promote its development. The presence of consumers, brands, products, and services provided is also significant for the development of restaurants today, especially those that affect consumers are the information disseminated in social media content or the use of advertisements contained in the restaurant. The research objective is to develop a conceptual model of consumer engagement through social media content and publicity—the sampling technique used online questionnaires with non-probability sampling techniques. The sample in the valid study was 120 respondents—data analysis method using PLS-SEM. The study results prove that the higher the use of advertising in promotions, the higher the level of consumer engagement, as well as the higher the use of social media content, the higher the level of consumer engagement, which can be concluded that all hypotheses are supported. This research provides insight to restaurant marketers on utilizing social media content and social media advertising to increase consumer engagement. Keywords: Social Media Content, Advertising, Consumer Engagement

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2025 Vol 15, No 2 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2024 Vol 15, No 1 (2024): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2024 Vol 14, No 2 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2023 Vol 14, No 1 (2023): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2023 Vol 13, No 2 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2022 Vol 13, No 1 (2022): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2022 Vol 12, No 2 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2021 Vol 12, No 1 (2021): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2021 Vol 11, No 2 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2020 Vol 11, No 1 (2020): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2020 Vol 10, No 2 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2019 Vol 10, No 1 (2019): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2019 Vol 9, No 2 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2018 Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2018 Vol 8, No 2 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2017 Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2017 Vol 7, No 2 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2016 Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2016 Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2015 Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2015 Vol 5, No 2 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2014 Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2014 Vol 4, No 2 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2013 Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Khasanah Ilmu - Masret 2013 Vol 3, No 2 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - September 2012 Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2012 Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Khasanah Ilmu - Maret 2010 More Issue