cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496220     EISSN : 25496239     DOI : -
This journal is a publication media of research results in the field of machinery that has been carried out by academics or practitioners by following predetermined rules. The research areas include: manufacturing, engineering materials, energy conversion and renewable energy, as well as other machinery fields, such as: mechatronics, hydraulics, plantation tools, and engine maintenance management systems. Each paper that has been sent will be reviewed by a team of experts in their field, and published online through the http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme url address. This journal was founded in 2017 and has been registered with a print version of ISSN 2549-6220 and the online version of ISSN 2549-6239.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
ANALISIS PERPINDAHAN KALOR KONDENSOR PADA PROSES DISTILASI BIOETANOL SEBAGAI BIOFUEL DARI CAMPURAN LIMBAH BUAH SALAK DENGAN LIMBAH AIR KELAPA Muhammad Idris Hutasuhut
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i2.2006

Abstract

 Cadangan bahan bakar fosil Indonesia akan segera habis. Indonesia harus segera melakukan inovasi dan temuan bahan bakar alternative untuk menggatikan bahan bakar fosil tersebut untuk menghindari krisis dan isu lingkungan. Biomassa sebagai salah satu sumber bahan bakar alternative yang tersedia dalam jumlah banyak di Indonesia. Melalui beberapa tahapan proses biomassa dapat dirubah menjadi bahan bakar bioethanol. Salah satu proses yang dimaksud dengan cara termokimia yaitu distilasi. Distilasi merupakan proses pemisahan fasa berdasarkan titik didih fasa itu sendiri. Uap mengalir dalam pipa masuk ke dalam kondensor dengan ukuran Ø 8.89x10-2 m dan panjang L 3.4 x10-2. Didalam kondesnor terjadi perpindahan panas secara konveksi. Perbedaan temperature pada proses kondensasi antara fluida uap yang mengalir dalam pipa dengan fluida air pendingin yang mendinginkan dinding kondesor direkam menggunakan perankat akuisisi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perpindahan panas konveksi pada kondensor dan mengitung hasil luaran bioethanol secara teoritis berdasarkan massa kondensat uap fermentor. Dari hasil analisis diperoleh perpindahan panas konveksi sebesar 0.2752 kW. Laju massa uap fermentor 1.192 x 10-4 kg/s, koefisien perpindahan kalor kondensasi 340.7161 W/m2 OC, laju massa kondensat 1.01x 10-5 kg/s. Laju massa kondensat yang diperoleh 8% merupakan hasil luaran biofuel atau bioethanol.AbstractIndonesia's fossil fuel reserves will soon run out. Indonesia must immediately innovate and search alternative fuels to replace fossil fuels to avoid crises and environmental issues. Biomass as one of the alternative sources of fuel available in large quantities in Indonesia. Through several stages, the process of biomass can be converted into bioethanol fuel. One of the processes referred to by thermochemical methods is distillation. Distillation is a phase separation process based on the boiling point itself. Steam flows in the pipe into the condenser with a size of Ø 8.89x10-2 m and length L 3.4 x10-2. In the condenser, there is convection heat transfer. The temperature difference in the condensation process between the vapor fluid flowing in the pipe and the cooling water fluid that cools the condenser wall is recorded using the acquisition role. Therefore, this study aims to analyze the convection heat transfer in the condenser and to calculate the bioethanol output theoretically based on the mass of the fermentor vapor condensate. From the analysis results obtained convection heat transfer of 0.2752 kW. The fermentor vapor mass rate is 1,192 x 10-4 kg / s, the condensation heat transfer coefficient is 340.7161 W / m2 OC, the condensate mass rate is 1.01x 10-5 kg / s. The condensate mass rate obtained by 8% is the result of biofuel or bioethanol output. 
ANALISA PERBANDINGAN PRESTASI MESIN PENDINGIN TERHADAP PEMAKAIAN REFRIGERAN HCFC-22, HFC-134a, HFC-404a eko s manalu
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v1i2.1193

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui koefisien prestasi (COP) dari pemakaian tiga jenis Refrigeran yaitu HCFC-22, HFC-134a, HFC-404a dengan  cara  pergantian  langsung (drop  substitution).Mesin  pendingin ini merupakan mesin refrigerasi siklus kompresi uap sederhana, yang berupa kompresor, kondensor, pipa kapiler, dan evaporator, tipe kondensor  bersirip dan berpendingin kipas, dan tipe evaporator tipe bersirip, sistem ekspansi menggunakan   pipa   kapiler,   metode   yang   digunakan   yaitu   berupa pengamatan setiap perubahan keadaan yang ditunjukkan oleh alat pengukur ampere, voltase , suhu dan tekanan, kemudian dianalisa untuk mendapatkan hasil prestasi yang terbaik dari pemakaian ketiga jenis refrigeran tersebut. Perhitungan-perhitungan yang meliputi efek refrigerasi, kalor ekivalen dari kerja kompresi, daya yang masuk ke kompresor, jumlah aliran massa refrigeran  yang  bersirkulasi,  koefisien  prestasi,  dan  efisiensi  refrigerasi Dalam perhitungan juga menggunakan bantuan suatu perangkat lunak yaitu”Genetron  Properties  v 1.2 ©Honeywell International  Inc.2010”. saat mesin  pendingin  menggunakan  Refrigeran  HFC-134a  COP  didapatkan sebesar 2.83 COP HCFC-22 sebesar 2.65, dan HFC-404a sebesar 1.37, HFC- 134a juga lebih irit dalam pemakaian arus listrik dalam kapasitas yang sama.Saat mesin pendingin menggunakan Refrigeran HCFC-22 kedaannya sangt stabil selama operasi berjalan, namun tidak cukup hemat dalam pemakaian arus listrik. Refrigeran HFC-134a ini, dari hasil penelitian menunjukkan bahwa refrigeran ini bertekanan rendah dan bersuhu minus yang cukup rendah, sedangkan untuk refrigeran HCFC-22 dan HFC-404a bertekanan tinggi dan bersuhu minus tinggi.
RANCANGAN MEDIA ADSORBSI ZEOLIT ALAM SEBAGAI ADSORBEN EMISI GAS MESIN OTOMOTIF Amru Siregar; Amir Syam; Mustafa Mustafa
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i1.2499

Abstract

Bahan bakar fosil merupakan sumber energi utama untuk aktivitas industri, transportasi, produksi listrik dan kegiatan pertambangan. Emisi gas hasil pembakaran bahan bakar fosil secara teoritis mengandung polutan emisi gas yang terdiri dari gas-gas COx, NOx, HC, Ox, SO2 dan logam-logam berat. Pembakaran bahan bakar fosil pada sektor transportasi berkontribusi paling besar terhadap polusi yang dihasilkan oleh emisi gas buang mesin otomotif. Oleh karena itu perlu dilakukan penanganan yang tepat terhadap emisi gas mesin otomotif ini. Hal ini telah dirancang bentuk geometris alat yang berfungsi sebagai media adsorbsi emisi gas mesin otomotif yang disebut bed reactor (BR). Bentuk geometris dari BR dirancang merujuk kepada bentuk geometris dari knalpot (muffler) kenderaan mobil mini bus. BR yang dirancang terdiri dari 2 (dua) jenis BR yaitu jenis aliran laminar dan aliran turbulen. Bentuk geometris BR, berbentuk penampang elips dengan sumbu mayor = 192 mm, sumbu minor = 125 mm, dan panjang muffler = 320 mm, untuk jenis aliran laminar. Sedangkan BR jenis aliran turbulen berbentuk penampang elips dengan sumbu mayor 192 mm dan sumbu minor 125 mm, dan panjang muffler L = 350 mm. Daya adsorbsi BR telah diuji dengan bantuan alat uji emisi gas jenis anycar autochek gas & smoke versi 1.5.1.E-1. Daya adsorbsi BR maksimum untuk jenis aliran laminar terhadap gas CO2 = 47,76 % dan untuk aliran turbulen CO = 42,72 % & gas HC = 35,40 %, masing-masing BR diisi zeolit alam dengan besar butir 10 mesh.
Unjuk Kerja Sistem Pembangkit Listrik Menggunakan Biogas Limbah Cair Pada Pabrik Kelapa Sawit Husin Ibrahim
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i2.2120

Abstract

Pada umumnya peralatan PLTBS di PT. Ukindo telah dirancang, dengan peralatan khusus dalam memproduksi listrik, seperti Engine gas dan generator agar keamanan serta keselamatan pekerjanya terjamin. Salah satunya Pabrik kelapa sawit sebagai penghasil energi listrik terbarukan, terlebih dalam bentuk limbah cair pks. Kinerja PKS Ukindo cukup bagus, dengan didapatkan kesetabilan TBS diolah selama lima tahun terakhir, dengan rata-rata mengolah diataston 300 TBS/tahun. Sebagian bahan baku TBS diperoleh dari pihak ketiga. Dari hasil analisis perhitungan maka diperoleh daya terbangkit 1,3 MW. Perhitungan ini menggunakan asumsi pada produksi terendah pada tahun 2014. Jika kemudian jumlah TBS diolah lebih besar, maka potensi daya yang dihasilkan jika akan lebih besar, sehingga analisis daya terpasang masih bisa meningkat.
Numerical Simulation on Mechanical Strength of a Wooden Golf Stick Darianto Darianto; Bobby Umroh; Amrinsyah Amrinsyah; zulfikar zulfikar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 1 (2018): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i1.1652

Abstract

In general, golf players only know the techniques used in Golf games, but do not know the golf sticks response that occurs when the ball is hit. Referred to as response is the stress and strain that arises from the impact load that occurs when the hitting member touches the ball. The objectives of this research are: (a) to analyze golf sticks response when impact occurs, and (2) to know the stress distribution that occurs in golf sticks. The golf stick design in this study uses the autodesk inventor software. The material used is Titanium for head stick and Graphite for stick rod. The basic principle of this study is based on simple swing pendulum method. The variables that will be used for simulation are: swing speed, that is difference between start and end speed, that is Δv = 272,2 m / s, impact time, which is the time when the ball touches the batter Δt = 0.0005 seconds, the volume of the head of the stick Vo = 96,727 mm3, the cross-sectional area of the stick A = 63,504 mm2, the head mass of the sticks ρ = 4620 kg / m3, and the modulus of titanium elasticity 9.6 e +10 Pa. From the simulation result on the surface of the golf club hitter is obtained as follows: σmax = 2.1231e +10 Pa at 1.231e-06 s, emax = 0.22115 m / m at 1.231e-06 s, and the maximum stress and strain is located in the area the connection between the stick and the head of the stick.
ANALISA PENUKAR KALOR SHELL DAN TUBE DENGAN MEMAMFAATKAN GAS BUANG MESIN DIESEL ALIRAN DIDALAM PIPA said jalal
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v1i1.1195

Abstract

Alat penukar kalor merupakan suatu peralatan yang digunakan untuk menukar energi dalam bentuk panas antara fluida yang berbeda temperatur yang dapat terjadi melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Salah satu tipe dari alat penukar kalor yang banyak dipakaai adalah shell and tube, heat exchanger, alat ini digunakan untuk memindahkan panas dari sistem ke sistem lain tanpa perpindahan massa dan bisa berfungsi sebagai pemanas maupun sebagai pendingin. Untuk mengetahui beda temperatur, koefisien dan efektivitas perpindahan panas pada shell and tube maka dilakukan analisa penukar kalor shell and tube, membandingkan temperatur air keluar dan temperatur gas keluar dengan memamfaatkan gas buang mesin diesel aliran di dalam pipa. Sebelum melakukan penelitian, terlebih dahulu dilakukan beberapa pesiapan agar pengujian yang akan dilakukan dapat berlangsung aman dan lancar, diantaranya adalah persiapan bahan dan alat yang akan digunakan pada penelitian dan melakukan prosedur penelitian. Dari pengujian (analisa) didapat hasil untuk koefisein perpindahan panas didalam shell = 0,000825 m2, koefisien perpindahan panas didalam pipa yang terbesar pada percobaan ke 1= 32,7283 w/m .oC dan yang terkecil pada percobaan ke 6=32,5112 w/m .oC, koefisien perpindahan panas di luar pipa yang terbesar pada percobaan ke 4 =2,83984 w/m .oC dan yang terkecil pada percobaan ke 1=2,78102 w/m .oC. sedangkan efektivitas terbesar terletak pada percobaan ke 1 = 0,8000 dan yang terkecil pada percobaan ke 7 = 0,02013.
Rancangan Penyimpan Buah Dan Sayuran Menggunakan Sistem Pendinginan Pasif/Evaporatif Fazri Amir; zainal - arif; Ponidi - Sanjaya; Syamsul Bahri Widodo
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3038

Abstract

Pembusukan buah dan sayuran dapat terjadi disebabkan kurangnya fasilitas penyimpanan yang tepat. Solusi terbaiknya adalah disimpan pada toko buah dan sayuran yang menyediakan sistem pendinginan yang komplit seperti yang ada di mall-mall kota besar, sedangkan petani-petani dan pedagangan – pedangang khususnya di daerah pedesaan tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat sistem pendingin yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan merancang suatu teknologi sederhana tempat penyimpan buah dan sayuran agar tetap segar selama waktu tertentu menggunakan sistem pendinginan pasif. Metodologi Proses desain dan pembuatan alat ini menggunakan sampel sistem penyimpanan dingin buah dan sayuran segar menggunakan sistem pendinginan pasif. Pipa dan lembaran aluminium persegi panjang berongga diukur, dipotong dan dirakit untuk membentuk persegi panjang untuk ruang penyimpanan dengan sisi kiri dibiarkan terbuka untuk penyisipan pad goni dan kawat mesh sesuai dengan spesifikasi desain. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa alat ini sangat baik digunakan sebagai tempat penyimpanan buah dan sayuran yang dapat memperpanjang umur simpan sampai satu bulan
ANALISA KINERJA MATA PISAU MESIN PENGIRIS KULIT KELAPA MUDA Bobby Umroh; Darianto Darianto; Rinto Supardi Sipangkar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i1.2429

Abstract

Kelapa muda umumnya disajikan secara alami dengan bentuk kerucut di atas. Proses pembentukan kelapa ini sudah dilakukan secara manual di industri rumah tangga dengan menggunakan sebilah parang. Proses ini memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi. Kelapa yang dihasilkan pada proses ini memiliki bentuk yang kurang menarik, tidak seragam, dan sulit untuk dibuka. Oleh sebab itu, dibutuhkan alat pengiris kulit kelapa muda yang dapat menghasilkan bentuk yang lebih baik, seragam, dan aman untuk digunakan. Untuk merancang alat pengiris kulit kelapa muda, penting untuk melakukan analisis mekanisme pemotongan kulit kelapa muda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis mekanisme pemotongan kulit kelapa muda, membangun model matematika pendugaan gaya spesifik pemotongan, dan mendapatkan daya pemotongan maksimum pemotongan kulit kelapa muda. Variasi faktor sudut ketajaman, sudut potong, dan sisi mata pisau dioptimalkan untuk menghasilkan gaya potong terendah. Model matematika telah dibangun untuk menduga gaya pemotongan maksimum untuk pisau satu sisi menajam dan dua sisi menajam dengan sudut potong (θ) 00, 150, dan 300. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa jenis pisau yang menghasilkan gaya pemotongan terendah adalah pisau dua sisi menajam dengan sudut ketajaman 100 dan sudut potong 300. Daya terendah untuk pemotongan tegak lurus kulit kelapa muda adalah 0,12 kW yang dihasilkan dengan menggunakan pisau dua sisi menajam dengan sudut ketajaman 100 dan sudut potong 300. Daya pemutaran maksimum yang dibutuhkan untuk memotong kulit kelapa muda adalah 0,75 kW.
Pengaruh Jarak Kaca Terhadap Efisiensi Alat Destilasi Air Laut yang Memanfaatkan Energi Matahari di Kota Medan Chandra A Siregar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i2.2115

Abstract

Alat destilasi surya tipe kolektor plat datar merupakan alat yang berfungsi sebagai pengubah air laut menjadi air tawar dengan energi matahari dengan memodifikasi jarak kaca penutup untuk dapat memanfaatkan panas hasil kondensasi. Dengan memanfaatkan panas tersebut diharapkan uap air yang dihasilkan akan lebih banyak. Dengan memvariasikan jarak kaca penutup dengan fiber hitam 15 mm, 25 mm, dan 35 mm diharapkan dapat ditemukan jarak kaca penutup yang efektif, yang lebih banyak menghasilkan air tawar. Hasil dari penelitian di dapat untuk jarak kaca penutup 15 mm, 25 mm, dan 35 mm ini masing – masing mampu menghasilkan air tawar 450 ml, 420 ml, dan 398 ml. Dari hasil ini bisa disimpulkan bahwa untuk jarak kaca penutup 15 mm mempunyai hasil lebih tinggi dibandingkan dengan jarak kaca penutup 25 mm dan 35 mm.
PERMURNIAN MINYAK KEMIRI DENGAN ADSORBSI BENTONIT UNTUK MERUBAH KARAKTERISTIK MUTU sari yusda
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 2 (2017): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v1i2.1194

Abstract

Perencanaan alat pemurnian ini merupakan teknologi alternatif untuk memurnikan minyak kemiri dengan memanfaatkan bentonit alam sebagai adsorben.  Jenis alat adsorpsi adalah type fixed bed coloums (silinder tegak), dimana kolom dilengkapi unggun  adsorben bentonit. Alat pemurnian minyak kemiri ini dirancang dengan kapasitas 5 liter. Bahan rancangan menggunakan pipa PVC setinggi 160 cm, sedangkan untuk media kolom adsorber terbuat dari bahan acrylic 2 inc setinggi 30 cm yang berdiameter rata-rata 50 mm, Bentonit sebagai adsorben diisi kedalam kolom setinggi 80 cm. Adsorber juga dilengkapi dengan media filter  halus dibagian atas dan dibagian bawah. Untuk mensirkulasi minyak kemiri secara kontinyu adsorber dilengkapi dengan pompa tekanan rendah. Ukuran bentonit 10 mesh, 20 mesh dan 30  mesh dibakar dalam furnace mencapai suhu 300 0C selanjutnya diaktifasi dengan H2SO4 1 M dengan cara perendaman. Setelah pembilasan dengan aquadest bentonit dikeringkan dalam oven  pada suhu 110oC.  Untuk menganalisa kinerja adsorber dilakukan pengoperasian peralatan dengan menganalisa sampel pada waktu sirkulasi 15, dan 30 menit. Dari hasil penelitian semakin lama waktu sirkulasi (30 menit) dan ukuran partikel bentonit sebagai adsorben semakin mengecil (30 mesh), minyak kemiri yang dihasilkan semakin murni. Indek bias sebesar 1,475, Bobot jenis 0,92895 dan nilai kalor 33486.  Hasil permunian minyak kemiri menggunakan adsorben bentonit alam sesuai dengan standar mutu SNI 01-4462-1998.

Page 8 of 22 | Total Record : 211