cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496220     EISSN : 25496239     DOI : -
This journal is a publication media of research results in the field of machinery that has been carried out by academics or practitioners by following predetermined rules. The research areas include: manufacturing, engineering materials, energy conversion and renewable energy, as well as other machinery fields, such as: mechatronics, hydraulics, plantation tools, and engine maintenance management systems. Each paper that has been sent will be reviewed by a team of experts in their field, and published online through the http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme url address. This journal was founded in 2017 and has been registered with a print version of ISSN 2549-6220 and the online version of ISSN 2549-6239.
Arjuna Subject : -
Articles 211 Documents
ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI KERJA MESIN BENSIN PADA MOBIL TAHUN 2000 SAMPAI TAHUN 2005 DAN MOBIL TAHUN 2018 SERTA PENGARUH TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN CARA PERAWATANNYA SEBAGAI REKOMENDASI BAGI KONSUMEN khairuddin tampubolon; Faimal Rivai Koto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.2773

Abstract

Pengetahuan Masyarakat umum tentang mesin mobil bekas dan mobil baru sangat rendah. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan: 1. Untuk menganalisis besarnya efisiensi kerja mesin mobil bensin Tahun 2000 s/d Tahun 2005 dan mobil  Tahun 2018 serta pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan cara perawatannya. 2. Memberikan kontribusi kepada konsumen tentang Efisiensi kerja Mesin mobil bensin bekas dan mobil bensin baru, serta pengaruh terhadap bahan bakar dan cara perawatannya. Subjek dalam penelitian ini adalah mesin mobil bensin bekas tahun 2000 sampai dengan 2005 dan mesin mobil bensin baru 2018. Sebagai mitra adalah PT Astra International tbk Daihatsu Jl..M.Raja no.170 Medan. Setelah melakukan survey lokasi, verifikasi izin, waktu dan jadwal penelitian, kemudian akan dilakukan Pengumpulan data dengan metode komparatif melalui pengujian variabel dan membandingkannya dengan angka korelatif indekx “r”. Luaran penelitian ini yaitu: 1. Akan dikirim ke salah satu jurnal nasional Terakreditasi . 2. Dijadikan buku Ajar . 3. Dipublikasikan ke Media cetak lokal. Sedangkan Tingkat Kesiapterapan Teknologinya berupa data hasil penelitian yang akan memberikan kontribusi terhadap konsumen.
Numerical Simulation on The Onion Dryer Frame Capacity of 5 kg/hour Achmad Jusuf Zulfikar
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i2.2110

Abstract

Typical technology for processing red onion affects the quality of red onion produced. The process of drying red onion is one of the important factors in producing the best quality of red onion. Environmentally friendly and easy operation and maintenance technology is the desired technology. In the process of engine design, the strength of the material and structure are the main factors of the building of the machine. Calculation with finite element method (FEM) is the best choice to obtain information on stress distribution on a machine structure. In this study, the calculation of the FEM method was assisted by Ansys APDL 15.0 software. The objectives of this study were: (1) calculation of the load on the tray structure, (2) the distribution of stress on the tray structure, seat, and frame for red onion dryers, and (3) analyzing the strength of the material using the Tresca and Energy Distortion methods. The input load comes from the weight of the tray and red onion. The analytical method used is the finite element method with the type of structural analysis and Beam 3Node 189 element type. Based on the FEM simulation results, the maximum stress that occurs in the tray is 1.22 MPa and the maximum deflection is 0.0055 mm. The maximum stress in the tray support structure is 33.25 MPa and the maximum deflection is 0.014 mm. The maximum stress on the frame structure of the onion drying machine is 0.89 MPa and the maximum deflection is 0.000235 mm which occurs in the middle of the machine structure. Using the Tresca and Distortion Energy theories, it is found that the stresses that occur are still far from the failure criteria for all structures. Likewise, the deflection that occurs is very small so that the construction of the onion drying machine is safe to use.
Study on the CBN Tool Wear Mechanism on Dry High-Rate Turning Process for AISI 4140 Budi Harto; Bobby Umroh; Darianto Darianto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 1 (2018): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i1.1654

Abstract

This study aims to investigate tools wear and wear mechanisms when machining high-rate extreme minimum lathe AISI 4140 material in hard and dry cutting conditions. Cutting tool made from CBN CB7015 Sandvik Coromant production is used for turning of AISI 4140 steel in order to obtain the failure mode of tool and the wear mechanism of the cutting tool. The machining process is carried out under dry cutting conditions with variations of high velocity Vc, feeding rate f, and a cutting depth a at minimum rate conditions. The wear growth curve obtained shows that the CBN tool undergoes three phases: the initial phase, the gradual phase, and the abrupt phase. From the results of the study found that the failure modes that occur are flank wear, crater wear, flaking, chipping, and fracturing catastrophic failure. The wear mechanism that occurs in outline is caused by abrasive, adhesive, and diffusion processes. While the cracks and fractures that occur due to a combination of impact load and thermal shock
RANCANG BANGUN INSTRUMENT UNTUK MENGUKUR GAYA POTONG, KECEPATAN, DAN TEMPERATUR SPESIMEN PADA MESIN BUBUT khairul umurani
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 1, No 1 (2017): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v1i1.1199

Abstract

Proses pengerjaan atau pembuatan komponen-komponen  pada mesin- mesin, tidak lepas dari pada mesin-mesin produksi seperti mesin bubut. Mesin bubut banyak digunakan pada industri maupun laboratorium namun tidak banyak mesin bubut yang menggunakan instrument untuk mengukur parameter pembubutan. Pengaruh pahat potong, material benda kerja, dan kondisi pemotongan (kecepatan potong, kedalam potong dan gerak makan) terhadap keausan pahat bubut. Kecepatan potong (cutting speed) tidak dapat dipilih sembarangan karena akan mempengaruhi kualitas produk dan biaya. Konsep desain dilakukan terlebih dahulu  dengan mempersiapkan  loadcell dan pahat kemudian merekayasa bentuk dudukan loadcell dan pahat yang akan dibuat dengan menggambar manual diatas kertas. Pada  proses pembuatan alat instrument mesin bubut  ini terbagi menjadi dua kelompok yaitu, pembuatan  alat dan rangkaian  sensor–sensor yang diperlukan. Instrument ini mampu mengukur gaya potong, kecepatan dan temperature spesimen pada proses pembubutan yang sedang berlangsung secara bersamaan.
Pengaruh Penambahan Water Tube Dan Penggunaan Air Panas Hasil Penyulingan pada Boiler Terhadap Lama Waktu Penyulingan Minyak Pala Nuzuli Fitriadi; Yusrizal Yus
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3096

Abstract

Kualitas minyak pala ditentukan oleh kualitas pala dan penggunaan teknologi proses pemurnian yang digunakan. Teknik pengeringan untuk bahan baku dan proses penyulingan yang meliputi bahan ketel, sistem pendingin, dan desain ketel untuk penyulingan mempengaruhi hasil dan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Boiler terbuat dari Stainless steel 304 dengan diameter 70 cm, panjang 120 cm, dan tebal pelat 3 mm. Boiler juga dilengkapi dengan system water tube untuk mempercepat pemanasan air. Tekanan berlebih dikendalikan oleh katup pengaman tekanan karena boiler ini dirancang dengan kapasitas tekanan 3 bar. Ketel terbuat dari Stainless steel 304 yang dilengkapi dengan keranjang bertingkat untuk memkasimalkan sirkulasi dan tekanan uap dalam ketel. Pipa kondensor yang berada dalam air pendingin menggunakan pipa aluminum untuk memaksimalkan proses kondensasi. Selama proses pemanasan air di dalam water tube terus terjadi peningkatan temperatur hingga 80 oC pada menit ke 90. Temperatur air yang dipompakan ke dalam boiler sudah mencapai 73 oC yang bersumber dari kondensor. Sejalan dengan peningkatan temperatur air di dalam kondensor, hal ini mengakibatkan kestabilan temperatur pada saat penambahan air dalam boiler. Rata-rata penurunan temperatur hanya 2,7 oC. Penggunaan air panas dari kondensor dapat meningkatkan efektifitas boiler untuk menghasilkan uap yang ditransfer ke ketel. Hal ini menyebabkan temperatur di ketel langsung stabil pada menit ke 90 dengan rata-rata temperatur sebesar 110 oC. Tempertur air yang dihasilkan oleh kondensor bertahan pada 84-85 oC. Kondisi ini diakibatkan oleh penambahan air ke dalam kondensor yang dilakukan setelah air dalam kondensor tersebut dipompa ke boiler. Tempertur air dalam kondensor ini selain dapat meningkatkan efektifitas boiler dan ketel tetap juga dapt menurunkan kemampuan pipa kondensor untuk merubah fase uap ke cair. Penggunaan cooling tower sangat dibutuhkan untuk dapat menstabilkan temperatur air dalam kondensor maksimal hingga 60-65 oC. Perbedaan tempertur boiler, ketel dan kondensor dimana temperatur air dalam kondensor masih terlalu tinggi (85 oC). Hal ini perlu treatment khusus untuk menjaga temperatur kondensor pada temperatur rendah agar proses perubahan fase uap ke cair dapat berlangsung secara optimal.
SIMULASI KEKUATAN MEKANIS MATERIAL KOMPOSIT TEMPURUNG KELAPA MENGGUNAKAN METODE ELEMEN HINGGA Darianto Darianto; Amru Siregar; Bobby Umroh; Dedi Kurniadi
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v3i1.2443

Abstract

Komposit merupakan sejumlah sistem multi fasa sifat gabungan, yaitu gabungan antara bahan matriks atau pengikat dengan penguat. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian eksperimental serta membandingkan hasil pengujian pada metode elemen hingga yang dilakukan penelitian di laboratorium. Objek penelitian berupa serat tempurung kelapa yang dipilih karena melimpahnya sumber daya alam tersebut. Spesimen matriks resin dibuat dengan standar ASTM D 638 M-84 dengan bahan resin epoksi dan katalis menggunakan metode pengecoran. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik pengujian laboratorium. Instrumen yang digunakan berupa lembar pencatatan. Dari hasil penelitian yang dilakukan didapatkan kekuatan tarik komposit tertinggi dengan tata letak random sebesar 3,38 kgf/mm2 dan perpanjangan sebesar 0,38 mm, Cross sebesar 3,03 kgf/mm2 dan perpanjangan sebesar 0,86 mm, continuous sebesar 2,24 kgf/mm2 dan perpanjangan sebesar 1,03 mm, woven sebesar 1,64 kgf/mm2 dan perpanjangan sebesar 0,64 mm. Bentuk patahan menunjukan bahwa hasil pengujian tarik mengalami patahan getas, karena ujung patahan terdapat patahan 900 dan kasar di karenakan adanya mekanisme fiber pull out.
Analisa Kelebihan Tekanan Pada Saat Pembakaran Gas Berlebih Pada Flare Amir Syam
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 2, No 2 (2018): Edisi Desember
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v2i2.2111

Abstract

Gas metana ini merupakan gas rumah kaca yang 21 x lebih merusak dari pada karbondioksida. Dampak terjadinya kelebihan tekanan akan terlihat api yang lebih tinggi dari cerobong flare, dan kemungkinan besar bisa mengakibatkan kebakaran di area pengolahan biogas.Dari hasil analisis kinerja biogas flare yang didapat secara langsung dari Biogas Pabrik Ukindo adalah untuk tekanan 8-15 kpa, kandungan metana 40 – 60%,dan temperatur pembakaran 1000 – 1200 ˚C, untuk emisi gas rumah kaca didapat dari hasil perhitungannya adalah Emisi CO2 dari bahan bakar gas dengan emisi CH4  berdasarkan  faktor emisi per tahun =  206,26 x 107lb/yr, dan untuk kerugian tekanan yang terjadi pada pemipaan total adalah 0,1035 Pa
Perencanaan Transmisi dan Poros Bagi PLTMH dengan Head 22 Meter dan Debit Air 50 Liter Per Detik pada Air Terjun Curug Pelangi Medyawanti Pane; Melya Dyanasari Sebayang; Abdi Usia Siahaan
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4066

Abstract

Pemanfaatan air sebagai sumber daya alam dari energi terbarukan untuk pembangkit listrik adalah salah solusi alternatif untuk menggantikan kebutuhan bahan bakar fosil. Sebelum perancangan poros dan transmisi pada PLTMH (Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro), dilakukan studi potensi untuk mengetahui gambaran secara umum potensi air. Dicurug pelangi terdapat sungai yang yang memiliki air terjun, yang dapat dipotensikan untuk menghasilkan energi listrik. Namun air terjun saat ini digunakan sebagai destinasi wisata desa. Dari pengamatan dan perhitungan dengan menggunakan pelampung, dan luas penampang sungai diperoleh total debit air Q = 0,05 m3/s. Dari pengukuran juga didapat tinggi air terjun H= 22 m. Berdasarkan ketinggian dan debit jatuh air yang ada, dimensi utama pada turbin air adalah jenis pelton Mikrohidro sebagai pembangkit tenaga penggerak yang direncanakan. Hasil perhitungan untuk head efektif = 23,98 m, dengan debit air yang digunakan untuk memutarkanturbin. Daya yang diperoleh adalah 7,4 kW. Dari data tersebut direncanakan dimensi utama turbin pelton Mikrohidro dengan diameter roda D = 272 mm, jumlah bilah Z = 10 dengan 2 nosel, diameter poros d = 27,2 mm, dengan transmisi yang digunakan adalah V Belt dengan perbandingan 1:2. Dalam merancang poros dan transmisi pada turbin pelton ini air hanya diarahkan untuk meradiasi kesatu sisi, poros akan mengalami gaya aksial (yang sejajar denagan poros).
Desain dan Pembuatan Papan Tiruan dari Bahan Komposit Laminate Diperkuat Lembaran Batang Pisang frawito T.S. Sihombing; Christoper Hutasoit; Trio Ismanto Padang
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 5, No 1 (2021): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v5i1.4094

Abstract

Pada saat ini, pemanfaatan bahan-bahan limbah pertanian yang ramah lingkungan dan mudah terurai di alam menjadi perioritas utama pengembangan bahan-bahan alternatif untuk rekayasa teknik. Wilayah Indonesia merupakan penghasil produk pisang yang terbesar dan berpotensi menghasilkan limbah batang pisang yang melimpah dalam setiap panennya. Dalam studi ini, penyelidikan bertujuan untuk mendesain papan tiruan dari limbah batang pisang, mencetaknya menjadi papan tiruan, dan menguji kekuatan mekaniknya. Desain produk berdasarkan ketebalan papan komersial ialah 50 mm. Pembuatan papan tiruan dengan menggunakan alat cetakan khusus metode tekan. Pengujian kekuatan lentur menggunakan alat uji Universal Testing Machine dengan metode bending tiga titik. Hasilnya diperoleh papan tiruan yang mengalami penambahan ketebalan 10%  dari tebal awal yang disebabkan karakteristik batang pisang yang memiliki rongga udara. Apabila dibandingkan dengan papan komersial, papan tiruan yang dihasilkan memiliki kemampuan peredaman yang cukup baik terhadap beban yang diberikan sehingga perlu penyelidikan lebih lanjut untuk pengembangan bahan ini menghasilkan kualitas papan yang lebih baik.
Analisis Pengaruh Waktu Artificial Age (T6) Terhadap Struktur Kristal, Densitas Dan Kekerasan Paduan Alumunium (6061) Untuk Bahan Sirip Roket Shena Alfath; Budiarto Djono Siswanto
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 2 (2020): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jmemme.v4i2.4041

Abstract

Analysis of heat treatment with time and temperature variables on AL6061 alloys which have lightweight, easy to form, corrosion resistant, and good thermal conductivity but have a weaknesses that is his strength. To meet the requirements of the Al-6061 alloy, a T6 heating process can be used. The T6 process begins with heated solid solution at temperatures above 500 ° C held for 1 hour, then dip it quickly in water media, as well as the artificial aging process time variations of 45, 90, 180 minutes at a temperature of 200°C. After the cooling process, the specimen is then carried out metallographic process. Hardness test by Vickers scale, obtained that Al6061 alloy without heat treatment gave a hardness rate of 50,.30 HV. Al6061 test sample which heat treatment gave the highest hardness value of 65,1 HV obtained at a combination of aging temperature of 200°C aging time of 180 minutes, an increase in hardness value of 29,42%. In testing the crystal structure using a Scanning Electron Microscope (SEM), showed that the Al6061 test sample without heat treatment showed the dominant Al matrix, whereas in the Al6061 test sample after going through the T6 process, the Mg2Si phases were used to harden the alloy. For the results of crystal size, dislocation density, and crystal lattice strain using the concept of X-Ray Diffraction (XRD), showed a decrease in crystal size and dislocation density at 45 minutes and 90 minutes, then at 180 minutes the size of the crystal and dislocation density increased. While the lattice strain has increased, and reached its highest value in 180 minutes.

Page 9 of 22 | Total Record : 211