cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Strategi Komunikasi Pemasaran Objek Wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung Junaidi Pranata Sembiring
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.223

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui Strategi Komunikasi Pemasaran objek wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung serta hal-hal yang menjadi pendukung dan penghambat dalam pelaksanaan pemasaran oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan metode fonomenologi. Informan terdiri dari para pengunjung lokasi penelitian, para pelaku wisata, organisasi wisata dan Kepala Bidang Pemasaran dan Promosi Usaha Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah kombinasi dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam memenuhi keabsahan data penelitian ini digunakan triangulasi dengan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Karo melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata telah melakukan strategi komunikasi pemasaran yang dirancang oleh internal tanpa melibatkan para pelaku wisata dalam perencanaan. Dalam pemasaran objek wisata Gundaling dan Pemandian Air Panas Semangat Gunung dilakukan komunikasi pemasaran terpadu (IMC) melalui advertising, public relations, sales promotion dan personal selling. Strategi komunikasi pemasaran antara lain berfokus pada: image, daya tarik alam, dukungan masyarakat dan kemajuan teknologi informasi. Strategi komunikasi pemasaran yang menonjolkan keunikan Karo yaitu seni budaya dan daya tarik alam untuk memenangkan persaingan dengan daerah lain.  
Pengaruh Kompetensi dan Iklim Komunikasi Terhadap Motivasi Kerja Penyuluh Pertanian Lapangan pada Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Karo Feri Nanta Sebayang
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.210

Abstract

Kompetensi komunikasi dan iklim komunikasi merupakan faktor penting yang dapat meningkatkan motivasi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompetensi komunikasi dan iklim komunikasi terhadap motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan. Penelitian ini menggunakan metode korelasional. Populasi dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah penyuluh pertanian lapangan yang berada di bawah naungan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kabupaten Karo, yang berjumlah 135 orang. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah total sampling. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh kompetensi komunikasi terhadap motivasi kerja dan juga menunjukkan bahwa ada pengaruh iklim komunikasi terhadap motivasi kerja. Kemudian uji regresi linier berganda menunjukkan bahwa ada pengaruh kompetensi komunikasi dan iklim komunikasi terhadap motivasi kerja. Hal ini dibuktikan dengan nilai dengan signifikansi <0,05. Maka, dapat disimpulkan bahwa komunikasi yang dipadukan dengan iklim komunikasi dapat meningkatkan motivasi kerja penyuluh pertanian lapangan.
Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa Effiati Juliana Hasibuan; Indra Muda
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1456

Abstract

Komunikasi antar budaya adalah komunikasi yang melibatkan peserta komunikasi yang mewakili pribadi, antarpribadi atau kelompok dengan tekanan pada perbedaan latar belakang kebudayaan yang mempengaruhi perilaku komunikasi para pesertanya.  Adanya perbedaan latar belakang budaya seringkali mengakibatkan terjadinya perbedaan dalam memaknai suatu peristiwa maupun dalam menanggapi isi pesan. Namun perbedaan itu tidak berarti ketika etnis Jawa menunjukkan sikap yang menghargai dan menghormati etnis Gayo demikianpun sebaliknya. Mereka mampu hidup berdampingan secara harmonis serta saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing. Karakter etnis Jawa sebagai etnis pendatang yang cenderung rendah hati, nrimo ,sopan santun dalam pergaulan, gemar bergotong royong dalam kehidupan bermasyarakat menjadi  daya tarik yang menimbulkan rasa aman dan penerimaan dari etnis Gayo sebagai penduduk setempat. Meskipun dalam beberapa hal kedua etnis tetap mempertahankan adat budayanya masing masing, namun hal tersebut tidak sampai menimbulkan perasaan etnosentrime yang menganggap budaya dan etnis lain lebih rendah dari budayanya. Sesungguhnya perbedaan antar etnis di Indonesia justru menjadi kekayaan budaya yang senantiasa perlu ditelaah dan dikelola kunci pemersatunya agar keharmonisan antar etnis senantiasa terjaga dan terpelihara.
Pemahaman Jurnalis Lokal Dalam Peliputan Pemilu 2019 Di Sumatera Utara Muhammad Thariq; Ribut Priadi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2721

Abstract

This study aims to look at the level of understanding of local journalists in the coverage of the 2019 Elections in North Sumatra. The method used is a qualitative-descriptive approach using observation and in-depth interviews with mainstream print media journalists, online media journalists and professional organizations. The results of the study show that local journalists' understanding of their profession has not shown significant encouraging developments so that the coverage of the 2019 Elections is relatively similar to the 2014 elections. For this reason, the journalists have not utilized the election momentum to increase their understanding of the profession in accordance with public expectations and the Press Council to journalists so that making Elections a means of political education, improving the quality of democratic society and contributing to the success of quality elections. There are still journalists who find it difficult to leave alignments with certain groups of supporters and candidates on the basis of ideological similarities.
Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia Daryanto Setiawan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1210

Abstract

Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram.
Pengaruh Efektivitas Komunikasi Antarpribadi Pengurus Panti Asuhan Terhadap Pembentukan Konsep Diri Anak-Anak Panti Asuhan Aljamyatul Washliyah Medan Mukti Sitompul
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana pengaruh efektivitas komunikasi antarpribadi pengurus panti asuhan terhadap pembentukan konsep diri anak-anak di panti asuhan  Aljamyatul Washliyah Medan. Penelitian ini juga melihat faktor – faktor penghambat proses komunikasi antarpribadi pengurus dengan anak-anak panti asuhan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak panti asuhan Aljamyatul Washliyah sebanyak 386 orang. Dengan menggunakan rumus Tarroyamane, diperoleh sampel sebanyak 79 orang responden. Pengumpulan data yang dilakukan dengan teknik kepustakaan dan survey lapangan. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tabel tunggal dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh komunikasi antarpribadi pengurus panti asuhan terhadap pembentukan konsep diri anak-anak panti asuhan, sedangkan faktor penghambat dalam proses komunikasi antarpribadi adalah faktor frekuensi bimbingan dan kemampuan menggunakan bahasa oleh pengurus panti asuhan Aljamyatul Washliyah Medan.   
Literasi Visual Sebagai Dasar Pemaknaan Karya Audio Visual Sri Pratiwi; Tonna Balya; Reza Prabudi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2900

Abstract

The general goal to be achieved in this research is to understand the ability of creators to decipher meanings (interpret) and encode (make) visuals from audio-visual works in the form of a film titled "Mauliate" which elevates the local culture of Toba. The method used in this study is a qualitative method with content analysis techniques (content analysis). The results of this study state that; the ability of creators in deciphering meanings (interpreting) and encoding (making) visuals from audio-visual works in the form of films titled "Mauliate" is still very low, because almost entirely the Batak Toba culture that is about to be portrayed does not fit the original culture both in terms of language structure, artistic representation of the Toba Batak culture, and etc.
Adolescent Communication Pattern in Digital Era Munzaimah Masril
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1886

Abstract

Communication as a process of information dissemination also changes along with technology developments that occur. Instant, is a feature of a digital era, where speed becomes everything and can simultaneously provide good and risk for its users. Technology development also changes the way humans interact with one another, by eliminating face-to-face communication. This situation also causes changes in values, ways of thinking, and human behavior in addressing their lives, especially among adolescent. Communication patterns that are built between adolescent and those around them, for example with peers and parents also experience changes in terms of quantity and quality. This research was conducted at the University of Sumatera Utara with a total of 400 respondents and using a questionnaire. This is a quantitative descriptive research that produces an overview of the application of short messages used by teenagers in interacting with a family. The results also illustrate the communication patterns that occur with the use of short message applications in interacting with family members.
KOMUNIKASI INTERPERSONAL GURU DAN SISWA DALAM MENGEMBANGKAN BAKAT DAN KREATIVITAS ANAK AUTIS DI SLB TAMAN PENDIDIKAN ISLAM (TPI) Syaira Arlizar Ritonga; Effiati Juliana Hasibuan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i2.1030

Abstract

Autismemerupakan gangguan perkembangan yang terjadi pada masa anak-anak yang ditandai dengan adanya keterlambatan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi, dan interaksi sosial. Adapun informan dalam penulisan ini adalah Kurnia dan Afgan, siswa autis di SLB TPI Medan. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana komunikasi interpersonal yang terjadi antara guru dan siswa dalam mengembangkan bakat dan kreativitas anak autis. Penelitian in menggunakan pendekatan kualitatif dengan cara observasi langsung dan wawancara mendalam yang melibatkan guru dan orangtua dari siswa autis sebagai narasumber. Dari hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa peran komunikasi interpersonal guru di sekolah sangat penting dalam membantu mengembangkan bakat dan kreativitas siswa autis. Guru juga membantu dalam hal meningkatkan kemampuan komunikasi dan interaksi sosial siswa autis dengan orang lain.Dalam hal ini, peningkatan kreativitas dan kemampuan seorang guru selaku penanggungjawab dan pengontrol segala aktivitas siswa di sekolah juga diperlukan agar dapat mengembangkan kemampuanberkomunikasi serta bakat dan kreativitas yang dimiliki oleh siswa.
Kritik Netizen Terhadap Nekrokultura Media Mainstream (Studi Demokrasi Partisipan Weblog Kompasiana) Awang Dharmawan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.47

Abstract

Abstrak Hadirnya platform website blog seperti Kompasiana, menjadi tanda berkembangnya demokrasi partisipan user atau masyarakat. Kompasiana memberikan alternatif penting bagi netizen atau masyarakat online untuk melakukan transfer dan produksi informasi, atau bahkan membangun opini publik. Hal ini yang tidak dapat dilakukan sebelumnya di dalam media mainstream baik itu media cetak dan media elektronik. Fenomena Kompasiana ini kemudian ini merupakan kritik terhadap media mainstream khususnya televisi dan koran yang menampilkan konten hanya untuk kepentingan bisnis dan politik dari para cukong media. Oleh karena itu, pokok bahasan awal di dalam artikel ini fokus menyingkap fenomena-fenomena ruang publik media massa yang semakin suram. Berikutnya, lahirnya citizen journalism sebagai alternatif penting untuk mengimbangi dan sekaligus melawan sirkulasi informasi yang lebih ditentukan oleh wartawan, redaksi media massa. Pada poin pembahasan yang ketiga, artikel ini membahas fenomena Kompasiana sebagai kritik terhadap kuasa informasi yang dibingkai oleh gate keeper media massa. Kompasiana menjadi sebuah ruang publik yang memberikan otoritas bagi netizen untuk mengontrol dan memproduksi informasi.