cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
JURNAL WALENNAE
ISSN : 14110571     EISSN : 2580121X     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Walennae’s name was taken from the oldest river, archaeologically, which had flowed most of ancient life even today in South Sulawesi. Walennae Journal is published by Balai Arkeologi Sulawesi Selatan as a way of publication and information on research results in the archaeology and related sciences. This journal is intended for the development of science as a reference that can be accessed by researchers, students, and the general public.
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
SEJARAH DAN ARKEOLOGI TANETE BARRU PROPINSI SULAWESI SELATAN nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 10 No 2 (2008)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4541.586 KB) | DOI: 10.24832/wln.v10i2.193

Abstract

Sejarah Sulawesi Selatan di awali dengan mitos La Galigo, meskipun naskah tersebut mereupakan sebuah karya sastra yang dijadikan penuntun hidup. Naskah tersebut merupakan visualisasi tentang aspek kehidupan pada masyarakat Tanete masa lalu. Tanete adalah sebuah nama kerajaan kecil di kabupaten Barru Sulawesi Selatan. Tulisan kecil ini mencoba mengungkapkan sejarah Tanete yang kurang dikenal. keterbatasan data mendorong untuk mengeksplorasi pada tingkat semi makro. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan sejarah pemukiman wilayah Tanete Barru nerdasarkan tinggalan arkeologi. Metode yang dilakukan berupa pengumpulan data dan pengelompokkan data yang dihasilkan melalui survei dan deskripsi. Hasil yang diperoleh bahwa sumber sejarah dari beberapa buku dan naskah banyak yang relevan dengan hasil penelitian mengenai makam-makam raja-raja disekitar wilayah kabupaten Barru. Sejarah di dalam naskah kuna menunjukkan pemerintahan tradisional Tanete abad XVII-XVIII telah banyak memiliki peranan, seperti upaya mengembangkan wilayah Tanete sampai ke desa-desa sebagai daerah kekuasaan.
SITUS RAMPI: MASA PERSEBARAN ARCA MENHIR DAN HUBUNGANNYA DENGAN WILAYAH SITUS TERDEKAT nfn Fakhri
WalennaE Vol 14 No 1 (2016)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7309.516 KB) | DOI: 10.24832/wln.v14i1.38

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas dan menjelaskan tentang persebaran temuan arca menhir yangterdapat di Situs Rampi, termasuk melihat hubungan dan persebarannya di wilayah budaya situs terdekat.Metode yang digunakan adalah survei dan pendeskripsian secara detil terhadap temuan arkeologis,termasuk fenomena yang terdapat pada masing-masing temuan arca menhir, baik itu penempatan, kondisilingkungan dan jarak masing-masing temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa salah satu bentuk budaya yang pernah berkembang di Situs Rampi adalah pembuatan arca menhir yang diapresiasikandalam bentuk menhir yang berdiri pada beberapa titik di wilayah budaya Rampi. Dari analisis ruang dantipologi temuan yang dilakukan, menunjukkan bahwa masa persebaran arca menhir di Situs Rampi berasal pada masa logam awal (paleometalik) yang didukung dengan pertanggalan pada masa 1800tahun yanglalu.
PERANAN TOSORA SEBAGAI PUSAT PEMERINTAHAN KERAJAAN WAJO ABAD XVI-XIX Akin Duli
WalennaE Vol 12 No 2 (2010)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4702.8 KB) | DOI: 10.24832/wln.v12i2.237

Abstract

The ruins of various building of Tosora site from the past is a silence witness of the glorious and decline story of the Kingdom of Wajo at the 16 to 19 century, which can be seen and observed at the present time.  These building consist of Mosque, Mushallah, Gaddong, Tombs, Forts, Ancient Well, Port, Canon and others artefacts such as ceramics, earthenware, metal-items and other. Based by that evidence of remaining items of the past which widely scattered within the Tosora site and its surrounding area, it can be referred as the witness of how the role of Tosora in the past time, as the center of government of the Kingdom of Wajo. Tosora was selected as the capital city of the Kingdom of Wajo due to its strategic location.Runtuhan bangunan situs Tosora dari masa lalu adalah saksi bisu dari kisah kejayaan dan kemunduran Kerajaan Wajo pada abad 16 hingga 19, peninggalan yang dapat diamati pada saat ini yaitu bangunan Masjid, Mushallah, Gaddong, Makam, Benteng, Sumur Kuno, Pelabuhan, Canon dan artefak lainnya seperti keramik, gerabah, logam dan lainnya. Berdasarkan artefak yang ditemukan dapat dijadikan bukti peran Tosora di masa lalu yaitu sebagai pusat pemerintahan Kerajaan Wajo, Tosora terpilih sebagai ibu kota Kerajaan Wajo karena lokasinya yang strategis.
SITUS MAKAM KUNA ISLAM JERA’ LOMPOE DAN STRATIFIKASI SOSIAL DI SOPPENG nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 4 No 1 (2001)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2136.995 KB) | DOI: 10.24832/wln.v4i1.119

Abstract

Soppeng is one of the kingdoms that related with Suppaq, Luwu, Bone, Tanete, and Wajo kingdoms. The relationship was proved by the existence of Soppeng outsiders tombs, on ancient Islamic tombs of Jera' Lompoe. It was acknowledge from tombs size, types or its gravestone that they came from "the upper" class, or anakarung, Topanrita, Tosugi. There were four size and types which discovered around Islamic cemetery Jera' Lompoe: stone tombs with monolith gravestone; tomb with dome and pile orders technique and menhir type gravestone; pile orders tombs with rectangular gravestone; and large, wide tombs with cylindrical grave­stone. Tombs shape and its gravestone types described the strong pre-Istam influence in Islamic periods in Soppeng.
MENERA ULANG KAJIAN KEBUDAYAAN MATERIAL MODERN DALAM ARKEOLOGI Nur Ihsan D.
WalennaE Vol 11 No 1 (2009)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1934.66 KB) | DOI: 10.24832/wln.v11i1.205

Abstract

The Ontological aspect of archaeology is its attention on ancient material culture that is utilized as a basis in interpretating the past of human's culture. Along with science development, there's a rising effort to evaluate that ontological aspect by redefining archaeology becomes the science that studing human interaction relationship with its material culture regardless time and space. That redefinition affects the rise of Modern Material Culture in Archaeology. But, its stagnant implementaion and the development of other scince that also begins to paying attention on the significant of material dimention of the culture constitutes a challenge in developing modern material culture in archaeology. Even so, the emergence of this new field study is belived as a new direction in the development archaeology.Aspek ontologis dari arkeologi adalah perhatiannya pada budaya material kuno yang digunakan sebagai dasar dalam menafsirkan masa lalu budaya manusia. Seiring dengan perkembangan sains, ada upaya yang meningkat untuk mengevaluasi aspek ontologis dengan mendefinisikan kembali arkeologi menjadi ilmu yang mempelajari hubungan interaksi manusia dengan budaya materialnya terlepas dari ruang dan waktu. Redefinisi itu mempengaruhi bangkitnya Budaya Material Modern dalam Arkeologi. Namun, implementasinya yang stagnan dan pengembangan ilmu lain yang juga mulai memperhatikan signifikansi dimensi material budaya merupakan tantangan dalam mengembangkan budaya material modern dalam arkeologi. Meski begitu, kemunculan studi lapangan baru ini diyakini sebagai arah baru dalam pengembangan arkeologi.
VARIASI TIPE NISAN WAJO SULAWESI SELATAN nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 3 No 2 (2000)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3016.633 KB) | DOI: 10.24832/wln.v3i2.102

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang tipe nisan yang ada pada kompleks makam islam di Kabupaten Wajo. Berdasarkan hasil observasi dan klasifikasi yang dilakukan, diketahui bahwa tipe nisan pada beberapa kompleks makam di kabupaten Wajo memiliki persamaan dengan tipe nisan pada kompleks makam islam yang ditemukan umumnya di Sulawesi selatan, yaitu di dominasi oleh nisan tipe silindrik dan nisan tipe pipih, namun terdapat beberapa tipe nisan khas Wajo seperti tipe cerobong asap, meriam kuna dan tipe bundar (berbentuk seperti buah labu).
VARIABILITAS TEMUAN SITUS TINCO SEBAGAI INDIKASI SITUS PEMUKIMAN AWAL KERAJAAN SOPPENG nfn Rosmawati
WalennaE Vol 9 No 2 (2006)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2724.179 KB) | DOI: 10.24832/wln.v9i2.183

Abstract

Situs Tinco merupakan suatu kawasan yang mengandung tinggalan arkeologis dengan variabilitas jenis, bentuk dan karakteristik tersendiri. Kawasan situs Tinco sangat potensial dan strategis untuk dijadikan sebagai tempat beraktivitas, sebagaimana yang tampak pada pola distribusi temuan artefaktualnya. Temuan tersebut dapat didekati dengan dua pandangan yaitu keruangan dan idiologis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengambarkan variabilitas temuan yang ada di situs Tinco. Metode yang digunakan berupa deskripsi data artefak berdasarkan pembagian wilayah survei, kemudian dikelompokkan dan dianalisis sehingga menghasilkan interpretasi data. Hasil yang diperoleh menunjukkan kawasan Situs tinco sebagai pusat awal berdirinya kerajaan Soppeng. Berdasarkan temuan keramik asing dapat diketahui periode masa okupasi situs yang kemungkinan berada pada abad ke-12 masehi sebagai awal berdirinya kerajaan Soppeng praislam.
BENTUK-BENTUK WADAH KUBUR KAYU DI SULAWESI SELATAN DAN TENGGARA Bernadeta AKW
WalennaE Vol 2 No 1 (1999)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1906.075 KB) | DOI: 10.24832/wln.v2i1.68

Abstract

Penelitian ini bersifat deskriftif yang memberikan gambaran terkait bentuk-bentuk wadah kubur kayu di sulawesi selatan dan Tenggara. Penelitian ini berhasil mengidentifikasi beberapa bentuk wadah kubur kayu seperti bentuk, babi, rumah adat, perahu, kerbau, kuda, bentuk bulat dan bentuk persegi empat panjang. Dengan mempelajari bentuk-bentuk wadah kubur yang ada, dapat disimpulkan bahwa tradisi penguburan menggunakan wadah kayu adalah kelanjutan dari tradisi megalitik, bentuk penguburan yang dilakukan adalah penguburan kedua disertai dengan bekal kubur dan bentuk-bentuk wadah kubur yang bervariasi tidak lain di dorong oleh latar belakang kepercayaan, adaptasi dengan lingkungan serta pengalaman sehari-hari dan pengalaman batin mereka.
TEKS KUNA UNTUK KEPENTINGAN ANALISIS KRONOLOGI nfn Muhaeminah
WalennaE Vol 13 No 2 (2011)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3002.375 KB) | DOI: 10.24832/wln.v13i2.270

Abstract

Dalam penelitian arkeologi, teks kuna yang dapat dijadikan sebagai media informasi yang sangat penting dan dapat diperlukan untuk mengungkapkan situs-situs penting yang akan diteliti dan dapat membantu melacak situs, melalui toponim-toponim yang ada untuk melaksanakan kegiatan eksplorasi. Angka tahun yang tertera pada benda seperti daun lontar, bangunan makam kuna, masjid, mata uang keramik stempel dll, dalam hal ini angka tahun tersebut dapat mengetahui kronologi situs yang berkaitan dengan konteks temuan lainnya.In archaeological research, ancient text can be used as crucial information media. It is also required to reveal important researched sites and to support sites tracking through available toponymses in exploration activity. Digit year written on objects like palm leaves, papers, ancient graveyard, ancient mosques, cur­rency, ceramics, stamps, etc. The digit year tells about the chronological sites related to the other finding context.
PENGARUH RELIGI DAN LINGKUNGAN TERHADAP POLA PERMUKIMAN MASYARAKAT KAJANG, SULAWESI SELATAN Nani Somba
WalennaE Vol 10 No 2 (2008)
Publisher : Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6476.083 KB) | DOI: 10.24832/wln.v10i2.196

Abstract

Pola permukiman dapat memberikan gambaran mengenai ide dasar yang sangat terkait dengan berbagai aspek kehidupan masyarakat, misalnya religi, pertanian, transportasi, perdagangan dan sebagainya. Tradisi dan budaya di daerah Kajang, kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan juga tampak dari berbagai aktifitas religi dan bentuk pola permukiman masih kental dengan aturan adat yang berlaku dalam masyarakat Kajang. Melihat kondisi wilayah tersebut, maka timbul pertanyaan mengenai bagaimanakah kehidupan masyarakat Kajang di dalam kawasan adat yang masih memegang teguh adat dan tradisi leluhurnya. Tujuan penelitian ini untuk dapat merekonstruksi cara hidup manusia dan dapat ikut melestarikan warisan budaya agar tidak punah. Metode yang dilakukan yaitu melakukan penjaringan dan pengolahan data lapangan melalui tahap pengumpulan data, pengolahan dan analisis data serta eksplanasi. Hasil yang diperoleh bahwa kehidupan masyarakat adat Tanatoa merupakan salah satu cermin kehidupan masa lalu yang masih berlangsung sampai sekarang. Selain itu, pola permukiman di Kajang merupakan pola permukiman yang mengelompok, yang didasarkan pada alasan praktis dan dalam berinteraksi lebih mudah. Hal ini menunjukkan adanya rasa kebersamaan dan persatuan yang sangat kuat di dalam kehidupan masyarakat Kajang.