cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 2 (2018)" : 10 Documents clear
Hubungan antara Keterdedahan Tayangan Iklan Komersial Makanan Ringan dan Dukungan Sosial dengan Perilaku Jajan Anak Tania Linggarsari Dewi; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.181-194

Abstract

The purposes of this research are to describe: children’s television snacks advertisment exposure, children’s social support in Tanjungsari Village, and to analize  the relation between  televison commercial  snacks advertisment exposure and social support with children's snacking behavior.This research was conducted in Tanjungsari Village, cijeruk Bogor district. Using quantitave method supported by qualitative data. The results showed high exposure of television snacks commercial advertisement on children, and low social support. The results also showed that there is a relation of televison commercial  snacks advertisment exposure (rs = 0.480 **, ρ < 0.01), and social support (rs = -0.323*, p < 0.05) on snacking behaviorKeyword: advertisment exposure, snacking behavior--------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: keterdedahan anak usia sekolah dasar pada tayangan iklan komersial makanan ringan di televisi, keadaan dukungan sosial yang dimiliki anak usia sekolah dasar di Desa Tanjungsari, dan menganalisis hubungan keterdedahan anak pada tayangan iklan komersial makanan ringan di televisi dan dukungan sosial dengan perilaku jajan anak usia sekolah dasar. Penelitian ini dilakukan di Desa Tanjungsari, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keterdedahan anak terhadap tayangan iklan komersial makanan ringan tergolong tinggi, dan dukungan sosial yang dimiliki anak tergolong rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara keterdedahan tayangan iklan komersial makanan ringan (rs = 0.480 **, ρ < 0.01), dan dukungan sosial (rs = -0.323*, p < 0.05) dengan perilaku jajan anak.Kata kunci : keterdedahan iklan, perilaku jajan
Hubungan Sikap dan Motivasi Kerja dengan Kinerja Kader Posyandu (Kasus: Desa Coper dan Desa Kutuwetam, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo) Ade Sintya Kusumawardani; Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.223-238

Abstract

Health development is important to build the quality of people in a country, one of them is based health service public participation. Cadres would be seen attitude and her motivation inbeing healthcare community. A affectiver of cadre posyandu can be seen from cognitive aspects, affective, and conative. Attitude and motivation will be connected with the perfomance of Posyandu cadres such as cooperation, utilization of time, attendace rates, quality of work, and quantity of work. This paper aims to find out correlation of attitude and motivation Posyandu participant with the perfomance of Posyandu cadres. This research used a quantitative approach support by qualitative data. Methods used in research this is the method survey with respondents as many as 35 people.The resulut of this research, there are significant corelation between attitude with the motivation work cadres is 0,390, and there are corelation between attitude with the perfomance cadres is 0,322 and there are corelation between motivation work with the perfomance cadres is 0,375. Keyword: attitude, cadres of Posyandu, motivation, perfomance.-------------------------------ABSTRAKPembangunan kesehatan merupakan hal yang penting dalam membangun kualitas manusia di suatu negara salah satunya dengan melakukan pelayanan kesehatan berbasis partisipasi masyarakat. Sikap kader terhadap kegiatan-kegiatan Posyandu mencakup aspek kognisi, afeksi, dan konasi. Aspek motivasi kerja mencakup motivasi eksternal dan internal. Sikap dan motivasi kerja ini akan dihubungkan dengan kinerja kader Posyandu seperti kerjasama, pemanfaatan waktu, tingkat kehadiran, kualitas kerja, dan kuantitas kerja. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui hubungan sikap dan motivasi dengan kinerja kader. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan responden sebanyak 35 orang. Hasil penelitian ini menunjukkan, terdapat hubungan signifikan antara sikap dengan motivasi kerja kader sebesar 0,390 serta hubungan antara sikap denga kinerja sebesar 0,322 dan terdapat hubungan antara  motivasi kerja dengan kinerja sebesar 0,375.Kata kunci: kinerja, kader Posyandu, motivasi, sikap.
Hubungan Motivasi dan Penggunaan Aplikasi Petani Sebagai Media Penyuluhan dengan Tingkat Kepuasan Petani Nur Azizah Rizki Astuti; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.169-180

Abstract

Petani application created as an alternative to support agricultural extension in Indonesia and encourage farmers to actively and independently contribute in their role as the subject of agricultural development. The objective of this research is to analyze what motivations that encourage farmers to use Petani application, how is farmer’s frequency and intencity in using Petani apllication, and how is the relation between motivation and uses of Petani apllication with gratification level of farmer. This research using survey method to 30 respondents in Sleman Regency selected with simple random sampling. The result from this research shown that motivation, utilization, and gratification level of respondents in using Petani application correlate to each other. The motivation of using with frequency and intensity and user’s gratification level has a positive and significant correlation while frequency and intensity of using with user’s gratification level has a correlation but not too significant.Keywords: gratification level, motivation, Petani application, uses.------------------------ABSTRAKAplikasi Petani hadir sebagai alternatif penunjang kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia dan mendorong petani untuk aktif dan berkontribusi secara mandiri dalam perannya sebagai subyek pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja motivasi yang mendorong petani dalam menggunakan aplikasi Petani, bagaimana frekuensi dan intensitas penggunaan aplikasi Petani di kalangan petani pengguna, serta bagaimana hubungan motivasi dan penggunaan aplikasi Petani dengan tingkat kepuasan petani. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 30 petani responden di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, penggunaan, dan tingkat kepuasan responden dalam menggunakan aplikasi Petani berhubungan satu sama lain. Motivasi penggunaan dengan frekuensi dan intensitas serta tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan yang positif dan signifikan, sedangkan frekuensi dan intensitas penggunaan dengan tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan tetapi tidak terlalu signifikan.Kata kunci: aplikasi Petani, motivasi, penggunaan, tingkat kepuasan.
Peran Modal Sosial Terhadap Kesejahteraan Pengusaha Sektor Informal (Kasus Pengusaha Sektor Informal di Pasar Jl. Dewi Sartika, Bogor) Dedy Yahya Harahap; Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.207-222

Abstract

Goal of the study was to test contribution social capital on migration, of the informal sector, social capital education entrepreneurs to improve informal sector entrepreneurs. The research conducts quantitative approach by survey methods and supported by qualitative data. The results showed assosiation between social capital and informal entrepreneur’s welfare. Spearman rank test between social anf welfare showed -0.480. That indicated inverse relationship among them. Spearman rank test between social capital on imigration and welfare showed 0.723. That indicate positive relationship between them. Spearman rank test between social capital an education and welfare showed 1.000. That indicated fully positive relationship between them. Keywords : Welfare, Social Capital, Informal Sector.---------------------ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji kontribusi modal sosial pekerja pengusaha sektor informal, modal sosial migrasi sektor informal, modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dalam meningkatkan kesejahteraan pengusaha sektor informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey didukung dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran modal sosial terhadap kesejahteraan berhubungan nyata. Uji kolerasi rank spearman menunjukkan bahwa hubungan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar -0.480 dan nilai probabilitas sebesar 0.004. Hasil tersebut menunjukkan hubungan kuat namun berdifat negatif. Hubungan modal sosial migrasi pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 0.723 dan nilai probabilitas sebesar 0.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat dan bersifat positif antara kedua variabel. Hubungan modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 1.000 dan nilai probabiliti sebesar 1.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat, bersifat positif antara kedua variabel.Kata Kunci : Kesejahteraan, modal sosial, sektor informal.
Analisis Tingkat Keberlanjutan Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Daerah Berbasis Masyarakat Cindy Pricilla Muharara; Arif Satria
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.255-270

Abstract

The principles of sustainable development should be implemented in resource management, one of them by developing a Marine Protected Areas (MPA). This paper aims to analyze the sustainability level of community-based resource management in marine protected areas in Lembongan Village, Nusa Penida, Klungkung, Bali Province. The method used in this research is a quantitative approach with survey to 40 respondents and supported by qualitative data. Quantitative data analysis was performed using Multidimensional Scaling (MDS). The results of this research indicate that category from the sustainability level of community-based resource management in MPA of Nusa Penida is good, with stress score is 0.05100 or 5,1 percent, with RSQ is 0.98980 because of Awig-awig’s local wisdom.Keyword: community-based natural resource management (CBM), marine protected areas, sustainable resource management -----------------------ABSTRAKPrinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan hendaknya diimplementasikan dalam pengelolaan sumber daya, salah satunya dengan mengembangkan Kawasan Konservasi Perairan (KKP). Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan dari pengelolaan sumber daya berbasis masyarakat di kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) di Desa Lembongan, Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Provinsi Bali. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 40 responden dan didukung oleh data kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan Multidimensional Scaling (MDS). Hasil MDS menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam di KKPD Nusa Penida termasuk dalam kategori baik, dengan nilai stress 0.05100 atau 5,1 persen, dengan RSQ sebesar 0.98980 karena ada kearifan lokal Awig-awig.Kata Kunci: kawasan konservasi perairan, pengelolaan sumber daya alam berbasis masyarakat (PSBM), pengelolaan sumber daya berkelanjutan
Keterdedahan terhadap Tayangan Iklan dan Sikap Ibu dalam Memberi Pangan Balita (Desa Padasuka, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor) Annisa Idzni Yusrina; Nuraini W Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.195-206

Abstract

Infancy is the period a very important life and need special attention from the parents. Most parents are instrumental in growing flower child is the mother. Attitude is thought to be the function of the knowledge gained through the media ad impressions. This research the correlation of knowledge and the ads exposure food and knowledge about advertising with the attitude of the mother in the giving of food on a toddler. Type of this research in quantitative research with survey method of qualitative data supported by in-depth in interview method. Respondents consist of 40 of mother. The results showed a significant correlation ads exposured levels against the level of knowledge of the mother and the level of knowledge of the food the mother has in giving food on toddlers.Keywords: ads exposured, attitude, knowledge------------------- ABSTRAKMasa balita merupakan masa kehidupan yang sangat penting dan perlu perhatian yang khusus dari orangtua. Orangtua yang paling berperan dalam tumbuh kembang anak adalah ibu. Sikap diduga merupakan fungsi dari pengetahuan yang diperoleh melalui media tayangan iklan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keterdedahan iklan tentang pangan dan pengetahuan dengan sikap ibu dalam memberi pangan pada balita. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Responden terdiri dari 40 orang ibu. Hasil penelitian menunjukkan tingkat keterdedahan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat pengetahuan ibu dan tingkat pengetahuan pangan ibu tidak memiliki hubungan signifikan dengan sikap ibu dalam memberi pangan pada balita. Kata kunci: keterdedahan  iklan, pengetahuan, sikap
Strategi, Kerentanan, dan Resiliensi Nafkah Rumahtangga Petani di Daerah Rawan Bencana Banjir Stevani Brigita; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.239-254

Abstract

Flooding is a natural disaster that provides various impacts on life, especially for the survival of farm households. Farmers in doing the farming certainly depends on the nature and weather. Floods certainly have an impact because it can make the crops decline even to the occurrence of crop failure. Facing such circumstances requires farmers' households to determine the livelihood structures undertaken and demand that farm households determine how to conduct livelihood strategies in order to maintain and improve existing livelihoods. A livelihood strategy is a person's or a group's way of meeting their needs or achieving an improvement in life. The livelihood strategies undertaken will affect the vulnerability of a household and have a relationship with the resilience of the farm household in the event of a flood disaster. Livelihood structures and livelihood strategies of farm households living in flooded areas may be different from those in other areas not experiencing crisis or flood disaster. The purpose of this research is to analyze the strategy, vulnerability and resilience of household livelihoods of farmers in flood-prone areas.Keywords : farm household, livelihood strategy, resilience, vulnerability---------------------- ABSTRAK Banjir merupakan suatu bencana alam yang memberikan berbagai dampak terhadap kehidupan, khususnya bagi keberlangsungan hidup rumahtangga petani. Petani dalam melakukan usahataninya tentunya sangat bergantung dengan keadaan alam dan cuaca sekitar. Bencana banjir tentunya memberi dampak karena dapat membuat hasil panen menurun bahkan sampai terjadinya gagal panen. Menghadapi keadaan tersebut menuntut rumahtangga petani untuk menentukan struktur nafkah yang dilakukan dan menuntut rumahtangga petani menentukan bagaimana melakukan strategi nafkah dalam upaya mempertahankan dan meningkatkan sumber nafkah yang ada. Strategi nafkah adalah cara seseorang atau kelompok untuk memenuhi kebutuhan mereka atau mencapai peningkatan hidup. Strategi nafkah yang dilakukan akan berpengaruh terhadap kerentanan suatu rumahtangga dan memiliki hubungan dengan ketahanan (resiliensi) rumahtangga petani dalam menghadapi situasi bencana banjir. Struktur nafkah dan strategi nafkah rumahtangga petani yang tinggal di kawasan terpapar banjir dapat saja berbeda dengan wilayah lain yang tidak mengalami situasi krisis atau bencana banjir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi, kerentanan dan resiliensi nafkah rumahtangga petani di wilayah rawan bencana banjir.Kata Kunci : kerentanan, resiliensi, rumahtangga petani, strategi nafkah
Analisis Peran Kelembagaan Lokal terhadap Kondisi Ekonomi Masyarakat Pedesaan Multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.147-154

Abstract

Indonesia is famous for its diverse ethnicity. This ethnic diversity affects the diversity of community values in building interactions. People build interaction one of them to meet the needs of his life, so that people in general use institutional as a container to interact with each other in accordance with prevailing norms and values. The most primary needs of the community is to meet the needs of food and board clothing. Institutions that meet this need are economic institutions. The formulation of the problem of this research are (1) How is local institution developing in multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? (2) What is the economic condition of multiethnic rural community in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? and (3) How is the Institutional Role local in improving the economy of multiethnic rural communities in Bonegunu Sub-district of North Buton Regency ? This research is a qualitative research with purposive informant selection technique. The result of this research is the local institution that developed in Bonegunu Sub-district that is Customary Institution. Bonegunu Sub-district generally has high potential of rice fields. However, this potential has not been utilized properly due to the absence of adequate irrigation channels. Therefore, people use social capital and kinship relationships that exist between them. In addition, the consensus is built between ethnic groups also make multiethnic communities can together to solve economic problems without losing their identity.Keywords: Ethnicity, Poverty, Social Capital---------------------------------ABSTRAKIndonesia terkenal dengan keragaman etnisnya. Keragaman etnis ini mempengaruhi keragaman nilai-nilai masyarakat dalam membangun interaksi. Orang membangun interaksi salah satunya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga orang pada umumnya menggunakan kelembagaan sebagai wadah untuk berinteraksi satu sama lain sesuai dengan norma dan nilai yang berlaku. Kebutuhan utama masyarakat adalah untuk memenuhi kebutuhan makanan, pakaian, dan papan. Lembaga yang memenuhi kebutuhan ini adalah lembaga ekonomi. Kabupaten Buton Utara merupakan kabupaten baru yang mekar dari kabupaten induknya yaitu kabupaten buton pada tahun 2007. Adanya kebijakan transmigrasi di Kabupaten Buton, membuat kabupaten ini memiliki masyarakat yang sangat heterogen. Terkait dengan keberagaman masyarakat Buton Utara akibat adanya kebijakan transmigrasi maka menarik untuk melihat bagaimana peran kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat? Merujuk hal tersebut, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimana institusi lokal berkembang di masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara?, (2) Bagaimana kondisi ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Kecamatan Bonegunu Kabupaten Buton Utara ?, dan (3) Bagaimana Peran Kelembagaan dalam meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan multietnis di Bonegunu Kecamatan Kabupaten Buton Utara ?. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pemilihan informan purposive. Hasil dari penelitian ini adalah institusi lokal yang berkembang di Kecamatan Bonegunu yang merupakan Lembaga Adat. Kecamatan Bonegunu umumnya memiliki potensi sawah yang tinggi. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik karena tidak adanya saluran irigasi yang memadai. Karena itu, orang menggunakan modal sosial dan hubungan kekeluargaan yang ada di antara mereka. Selain itu, konsensus yang dibangun antar kelompok etnis juga membuat komunitas multietnis dapat bersama-sama memecahkan masalah ekonomi tanpa kehilangan identitasnya.Kata Kunci: Etnisitas, Kemiskinan, Modal Sosial
Analisis Jaringan Komunikasi Tingkat Kelompok dalam Gapoktan Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.155-168

Abstract

This study aims to: (1) identify the structure of communication within the gapoktan and farmer gropus, (2) identify the role of the individual in the communication structure This study is quantitative research support by qualitative data. This study is descriptive correlational  with the analysis unit consisting of individual analysis units totaling 102 people, as well as the unit of analysis group consisting of four groups of farmers who are members of the Gapoktan in the Laladon Village, Ciomas subdistrict, Bogor regency. For identifying the communication networks, this study use UCINET VI software. The result showed that the density of group depend on the numbers of member in the group. KWT Sejahtera is one of the group which is has highest centrality and the Mandiri II farmer group has the lowest centrality because this group has many isolate members.Keywords: centralization, communication network, farmer group---------------------------- ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur komunikasi antar anggota kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok tani (gapoktan) Tani Berkah. Lebih lanjut, penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi peranan individu di dalam jaringan komunikasi kelompok tani. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif melalui metode sensus dengan jumlah keseluruhan responden sebanyak 102 orang yang terdistribusi ke dalam empat kelompok tani. Dalam menganalisis jaringa komunikasi, penelitian ini menggunakan analisis sosiometri melalui perangkat UCINET VI. Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kepadatan dalam jaringan komunikasi kelompok bergantung pada jumlah anggota kelompok itu sendiri. Adapun Kelompok Wanita Tani Sejahtera merupakan kelompok dengan derajat sentralitas paling tinggi yang ditunjukkan dengan diagram sosiometri yang paling memusat dan paling sedikit memiliki anggota yang menjadi isolate.Kata Kunci: jaringan, sentralisasi, sosiometri
Pengaruh Perubahan Status dalam Karir Rumah Tangga Pasca Perceraian/Perpisahan terhadap Karir Migrasi: Suatu Tinjauan Lifecourse Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.271-278

Abstract

Not all marriages or cohabitation (walking together without marriage bonds) runs lasting. Some of them end in divorce or separation. The aspect of a post-divorce household career is an interesting thing to be noticed. Their current status which is no longer with their partner, but not as free as the unmarried individual makes them have unique migration characteristics. The aim this literature study is intended to study the state of the art on relaltioship between migration and life-Course, especially in migration careers (trend patterns, frequency, distance, and direction) that change as a result of changes in household career status after divorce. This literature study yields three important findings. First, people who experience separation or divorce have frequencies moving more frequently than other marital statuses. Secondly, the average distance of migration to persons who are divorced or separated is shorter than those with single status and first marriage. Where, the shortest distance experienced by men who are divorced and have children. Third, in terms of direction, people who are divorced or separated will tend to stay in the city, while people who are married or paired back tend to live in sub-urban or rural areas.Keywords: divorc , lifecourse, migration career.---------------------------ABSTRAKTidak semua pernikahan ataupun cohabitation (hidup bersama tanpa ikatan prnikahan) berjalan langgeng. Beberapa diantaranya berkahir dengan perceraian atau perpisahan. Aspek karir rumah tangga pasca perceraian merupakan hal yang menarik untuk menjadi perhatian. Statusnya yang kini tak lagi bersama pasangannya, namun tak sebebas individu yang belum menikah menjadikannya memiliki karakteristik migrasi yang unik. Penulisan studi literatur ini dimaksudkan untuk mempelajari “state of the art” (penelitian-penelitian terkini) tentang kaitan Migrasi dan Life-Course, khususnya mempelajari karir migrasi (kecenderungan pola, frekuensi, jarak, dan arah) yang berubah sebagai akibat dari perubahan status dalam karir rumah tangga pasca perceraian/perpisahan. Studi literatur ini menghasilkan tiga temuan penting. Pertama, orang yang mengalami perpisahan atau perceraian memiliki frekuensi berpindah yang lebih sering dari status perkawinan lainnya. Kedua, rata-rata jarak migrasi pada orang-orang yang berstatus bercerai atau berpisah lebih pendek dari mereka yang berstatus lajang dan pernikahan pertama. Dimana, jarak terpendek dialami oleh laki-laki yang berstatus bercerai dan memiliki anak. Ketiga, dari segi arah, orang yang berstatus bercerai atau berpisah akan cenderung untuk tinggal di kota, sedangkan orang yang berstatus menikah atau berpasangan kembali cenderung untuk tinggal di daerah sub urban atau perdesaan.Kata kunci: karir migrasi, life course , perceraian.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018