cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 6 (2018)" : 10 Documents clear
Pengaruh Bank Sampah terhadap Perilaku Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Pendapatan Nasabah Dary Farah Fikriyyah; Soeryo Adiwibowo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.703-716

Abstract

The purpose of this study is to describe the waste bank system particularly in two waste bank at Bogor, to analyze the influence of waste bank to daily behaviour of the waste bank’s member, and to analyze the effect of the waste bank to the respondent’s household income. This study was conducted on two different waste banks. The study interviewed 60 respondents that consist of 30 respondents of Bank Sampah Melati and 30 respondents of Bank Sampah Cilung in Bogor, West Java. The result of the research shows that, first, transaction and non-transaction activity of waste bank significantly affect the behaviour of household waste management. Second, the results of the study indicate that the waste bank does not significantly affect household income. The income of respondent’s household increase around only 0.34% to 0.68% per month per household depending on the saving intensity, type of waste as well as the amount of waste to be saving.Keywords: waste bank, behaviour, waste management, household income  ABSTRAKTujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripikan sistem kegiatan bank sampah pada dua bank sampah di Bogor, Jawa Barat. Selain itu penelitian juga bertujuan untuk menganalisis pengaruh bank sampah terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga nasabah dan menganalisis pengaruh bank sampah terhadap pendapatan rumah tangga nasabah. Penelitian dilakukan dengan 60 orang responden, yakni 30 orang responden Bank Sampah Melati dan 30 orang responden Bank Sampah Cilung yang keduanya berada di Bogor, Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, kegiatan transaksi dan kegiatan non transaksi bank sampah dapat berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengelolaan sampah rumah tangga pada responden kedua bank sampah. Kedua, hasil penelitian menunjukkan bahwa bank sampah tidak mempengaruhi pendapatan rumah tangga secara signifikan namun dapat memberikan tambahan pendapatan bagi rumah tangga responden. Pendapatan rumah tangga responden bertambah sekitar 0.34% sampai 0.68% dari pendapatan rata-rata rumah tangga per bulannya. Besar pendapatan hasil tabungan sampah terebut bergantung pada intensitas menabung, jenis sampah, dan jumlah sampah yang ditabung. Kata Kunci : bank sampah, perilaku, pengelolaan sampah, pendapatan rumah tangga
Peran Pengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat (PHBM) dengan Strategi Nafkah Rumahtangga Desa Sekitar Hutan Yuliasih Yuliasih; Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.717-730

Abstract

Community-Based Forest Management is designed as a livelihood system for participating in CBFM villages. This study aims to analyze the relationship between direct and indirect utilization to livelihood structures, and livelihood structures to livelihood strategies. The research method used is quantitative approach with survey method on 40 respondents and supported by the qualitative approach to obtain qualitative data derived from the role of community-based forest management. Quantitative data analysis was done by Rank Spearman correlation test. Livelihood structures show the utilization of forest from PHBM agriculture sector has an impact for pesanggem who has low-income amount of 47 percent, for pesanggem has high and medium income amount of 35 percent.  The result correlation between the direct and indirect utilization with livelihood structure there are no correlations, while the livelihood structure of the pesanggem household has a relationship to the livelihood strategy. Keywords: livelihood strategy, livelihood structures, PHBM, utilization ABSTRAKPengelolaan Hutan Berbasis Masyarakat dirancang sebagai sistem nafkah bagi desa peserta PHBM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung terhadap struktur nafkah, serta struktur nafkah dengan strategi nafkah.  Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada 40 responden dan didukung pendekatan kualitatif sehingga diperoleh data kualitatif yang berasal dari peran PHBM. Analisis data kuantitatif dilakukan dengan uji korelasi Rank Spearman. Struktur nafkah menunjukan pemanfaatan hasil sumberdaya hutan dari sektor pertanian PHBM memiliki pengaruh untuk pesanggem yang bergolongan pendapatan rendah sebesar  47 persen sedangkan golongan tinggi dan sedang sebesar 35 persen. Hasil korelasi hubungan antara pemanfaatan langsung dan tidak langsung dengan struktur nafkah tidak terjadi hubungan, sedangkan struktur nafkah rumahtangga pesanggem memiliki hubungan terhadap strategi nafkah.Kata Kunci : pemanfaatan, PHBM, strategi nafkah, struktur nafkah
Pengorganisasian Komunitas oleh Inovator Pertanian untuk Kesejahteraan Masyarakat Eka Prayoga Kusumawarta; Sofyan Sjaf
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.731-744

Abstract

Improving the welfare of rural communities is not only done by the government, but can be done by an agricultural innovator. One of the steps to improve the welfare of rural communities by agricultural innovator is through community organizing. The process involves the community since identifying and determining the priorities of a need. The purpose of this research is to identify organizing and analyze the relationship with community welfare. The research used quantitative support by qualitative data anlysis. The result of the research that the organizing of agricultural innovator is at the level of development of local communities with the level of community welfare classified as moderate. So these finding concluded that the level of organizing an agricultural innovator is related to the level of community welfare. The sustainability of organizing an agricultural innovator is recommended for empowerment activities in the form of social planning and social action.Keyword: organizing , community welfare, empowerment ABSTRAKMeningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan bukan hanya dilakukan pemerintah, melainkan dapat dilakukan oleh seorang inovator pertanian. Salah satu langkah seorang inovator pertanian meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan melalui pengorganisasian masyarakat. Proses melibatkan masyarakat sejak mengidentifikasi dan menentukan prioritas dari sebuah kebutuhan. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pengorganisasian dan menganalisis hubungan pengorganisasian seorang inovator pertanian dengan kesejahteraan masyarakat. Bentuk penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Hasil penelitian menemukan bahwa pengorganisasian seorang inovator pertanian menunjukkan level pengembangan komunitas lokal dengan tingkat kesejahteraan masyarakat tergolong sedang. Jadi temuan ini disimpulkan level pengorganisasian seorang inovator pertanian berhubungan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat. Keberlanjutan dari pengorganisasian seorang inovator pertanian disarankan untuk melakukan kegiatan pemberdayaan dalam bentuk perencanaan sosial dan aksi sosial.Kata Kunci: pengorganisasian, kesejahteraan masyarakat, pemberdayaan
Hubungan Industrialisasi Pedesaan dengan Tingkat Resiliensi Rumah Tangga Petani Satwika Destindira; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.745-758

Abstract

Rural industrialization has aim to create diversification in rural areas, so it’s expected to increase income of rural peoples. That concept of rural industrialization has modify agricultural land into industrial land that impact of rural people, especially farmer. Impact of industrialization has influence in economic, social, and culture sectors of farmer’s households. Negative impact of rural industrialization makes farmer’s households suffer from adversity. Facing such sircumstances requires farmer’s households determine livelihood strategies in order to reduce that situation. Livelihood strategies of farmer’s households is a resilience effort to return the circumstances into original state. Therefore, this research aims to analyze relation between implementation of rural industrialization with resilience of farmer’s households. The result of the statistic test show that there is a great relationship between rural indutrialization with livelihood strategies, livelihood strategies with resilience of farmer’s households, and also rural indutrialization with resilience of farmer’s households.Keywords: rural industrialization, resilience, livelihood strategies ABSTRAKIndustrialisasi pedesaan bertujuan dalam menciptakan diversifikasi ekonomi di pedesaan sehingga diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat. Industrialisasi pedesaan telah mengubah lahan pertanian menjadi lahan industri yang berdampak pada perubahan pada masyarakat, khususnya petani. Dampak tersebut berpengaruh pada sektor ekonomi, sosial, dan budaya yang dialami oleh rumah tangga petani. Dampak negatif yang terjadi menyebabkan rumah tangga petani mengalami keterpurukan. Menghadapi keadaan tersebut menuntut rumah tangga petani melakukan strategi nafkah untuk mengurangi situasi tersebut. Strategi yang dilakukan rumah tangga tersebut sebagi salah satu bentuk upaya resiliensi untuk mengembalikan ke keadaan semula. Oleh karena itu, penulisan ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara implementasi industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani. Hasil uji statistik penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara industrialisasi pedesaan dengan strategi nafkah, strategi nafkah dengan resiliensi rumah tangga petani, dan industrialisasi pedesaan dengan resiliensi rumah tangga petani.Kata kunci: industrialisasi pedesaan, resiliensi, strategi nafkah 
E-Voting Kepala Desa dan Modal Sosial Khaulah Afifah; Lala M Kolopaking; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.759-772

Abstract

Head of a village election with e-voting system is a new thing for community The success level of e-voting system can be reached by fulfil several principles in order to the implementation going effective and the result of the election can be accepted by all. The objectives of this research is to analyze the relation between the success level of e-voting system with social capital of the community. This research is carried out with the quantitative approach and supported by qualitative data. This research takes 60 respondents using simple random sampling technique. The results showed that the success level of e-voting has a correlation with the level of social capital of the community. Based on the field study, the social capital of the community is classified as high. The high social capital makes the implementation of e-voting successful and the success level is also high, because in the election ten years ago occurred a conflict. The community considers e-voting easier and more practical, cost effective and time-saving, and the results of e-voting are also reliable. A practical and fast of e-voting system can be a solution especially for “rural-urban” community who are busy or work outside the village.Keywords: E-voting, the success level of the system, social capital Pemilihan kepala desa dengan sistem e-voting merupakan hal yang baru bagi masyarakat. Keberhasilan penerapan sistem e-voting dilihat dari terpenuhinya beberapa prinsip agar penerapannya berlangsung efektif dan hasilnya dapat diterima oleh seluruh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat keberhasilan sistem e-voting dalam pemilihan kepala desa dengan tingkat modal sosial masyarakat. Bentuk penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang didukung oleh analisis data kualitatif. Penelitian ini mengambil enam puluh responden dengan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberhasilan e-voting memiliki hubungan dengan tingkat modal sosial masyarakat. Berdasarkan kajian di lapang, modal sosial masyarakat tergolong tinggi. Tingginya modal sosial tersebut membuat pelaksanaan e-voting berhasil dan tingkat keberhasilannya juga tergolong tinggi karena pada pemilihan sepuluh tahun silam sempat terjadi konflik. Masyarakat menganggap sistem evoting lebih mudah dan praktis, hemat dalam segi biaya dan waktu, serta hasil dari pemilihan juga dapat dipertanggungjawabkan. Sistem e-voting yang praktis dan cepat dapat menjadi solusi khususnya bagi masyarakat daerah “desa-kota” yang memiliki kesibukan atau pekerjaan di luar desa.Kata Kunci: E-voting, keberhasilan sistem, modal sosial. 
Hubungan Strategi Komunikasi Corporate Social Responsibility dengan Pembentukan Citra Perusahaan Fathimah Zahra Karballa; Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.773-782

Abstract

Corporate image is an important thing for a company that always needs to be built and maintained in the community. One of the important things in the effort of forming corporate image is the communication of company activity especially CSR activity. CSR activities are important because in this case, companies can engage directly with the community around the factory. Communicating the company's CSR activities by applying the chosen communication strategy by the company that adapts to the condition of the community The purpose of this research is to identify the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. The subject of this research is the community around PTPN VIII in Patengan Village, Rancabali Sub District, Bandung District. This research used a quantitative approach supported by qualitative data. The technique analysis using correlation test. The result shows a relation between the communication strategy of CSR and corporate characteristic as message source with corporate image. Keywords : Communication Strategy, Corporate Image, Corporate Social Responsibility. ABSTRAK Citra perusahaan merupakan suatu hal penting bagi perusahaan yang senantiasa perlu dibangun dan dipertahankan di masyarakat. Salah satu hal yang penting dalam upaya pembentukan citra perusahaan ialah pelaporan aktifitas perusahaan terutama aktifitas CSR. Aktifitas CSR menjadi penting karena dalam hal inilah perusahaan dapat terlibat secara langsung dengan masyarakat sekitar. Pelaporan aktifitas CSR perusahaan dilakukan dengan menerapkan strategi komunikasi yang dipilih oleh perusahaan yang menyesuaikan dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi hubungan strategi komunikasi CSR dan karakteristik perusahaan sebagai pengirim pesan dengan citra perusahaan. Subjek penelitian ini merupakan masyarakat sekitar Pabrik PTPN VIII di Desa Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Teknik yang digunakan adalah uji korelasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi komunikasi CSR dan karakteristik pengirim pesan dengan citra perusahaan. Kata Kunci : Citra Perusahaan, Corporate Social Responsibility, Strategi Komunikasi.
Partisipasi dan Efektivitas Pengembangan Ekonomi Mikro Pinjaman Bergulir BUMDES di Desa Cilebut Barat Kabupaten Bogor Siti Ramlah Satia; Dwi Sadono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.783-792

Abstract

Village Owned Enterprise is an economic institution established in rural Indonesia and aims to develop the economy of rural communities. Rural economic development through BUMDes is inseparable from community participation. The purpose of this study is to analyze the relationship of internal and external factors with the participation of service business unit of revolving BUMDes program; and the relationship of participation with the level of effectiveness of micro economic development of BUMDes in West Cilebut Village. This research uses a quantitative approach supported by qualitative data. The number of respondents in this study were 45 respondents. The results showed that community participation in the revolving business unit of BUMDes program had low participation rate. Internal factors that have a relationship with participation is the level of income. External factors with the level of participation have a strong relationship that is the level of availability of facilities and infrastructure. This study also found that the effectiveness of the program is low. The level of participation with the effectiveness of the program that has a relationship is the goal of the program.Keywords: BUMDes, Participation Level, Program Effectiveness,  Revolving Loans ABSTRAKBadan Usaha Milik Desa adalah  sebuah lembaga ekonomi yang dibentuk di pedesaan Indonesia dan bertujuan  mengembangkan ekonomi masyarakat desa. Pembangunan ekonomi masyarakat melalui BUMDes tidak terlepas dari partisipasi masyarakat. Tujuan  penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor internal dan eksternal dengan partisipasi penerima layanan unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes; serta hubungan partisipasi dengan tingkat efektivitas pengembangan ekonomi kelompok kecil BUMDes di Desa Cilebut Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Jumlah responden pada penelitian ini sebanyak 45 orang responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat dalam unit usaha pinjaman bergulir program BUMDes memiliki tingkat partisipasi rendah. Faktor internal yang  memiliki hubungan dengan partisipasi adalah tingkat pendapatan. Faktor eksternal dengan tingkat partisipasi memiliki  hubungan yang kuat yaitu tingkat ketersediaan sarana dan prasarana. Penelitian ini pun menemukan bahwa tingkat efektivitas program tergolong rendah. Tingkat partisipasi dengan tingkat efektivitas program yang memiliki hubungan adalah tujuan program.Kata Kunci: BUMDes, Pinjaman Bergulir, Tingkat Partisipasi, Efektivitas  Program
Analisis Gender pada Rumah Tangga Buruh Industri Konveksi Tas Sastia Ardianingtyas; Dina Nurdinawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.813-826

Abstract

Economic demands increase and low level of education makes woman involved making a living for survive. An example is become industrial labor. In reality, their household conditions are affected by the multiple workloads. Women’s involvement in the industrial sector is increase, both industrial labors with putting out system or not. The research aims to analyze the level of equality gender on female bag convection industrial labor household. This research uses quantitative research method supported by qualitative data. Respondents in this research are female bag convection industrial labor household in Loram Kulon village, Jati sub-district, Kudus district. The result shows there are relation between husband’s education level and number of family dependents industrial labor nonPOS with access equality’s level. The level of access, control, and gender equality of industrial labor nonPOS has significant relation with welfare level. The level of gender equality of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS. The level of welfare of industrial labor nonPOS more equal than industrial labor POS.Keywords: gender analysis, bag convection labor, householdsABSTRAKTuntutan ekonomi yang semakin meningkat dan tingkat pendidikan yang rendah membuat perempuan terlibat dalam mencari nafkah untuk bertahan hidup. Salah satu contohnya sebagai buruh industri. Pada pelaksanaannya, kondisi rumah tangga perempuan yang ikut mencari nafkah mengalami pengaruh akibat beban kerja ganda yang diberikan. Keterlibatan perempuan di sektor industri semakin meningkat, baik buruh industri yang pekerjaannya dibawa pulang maupun tidak. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis tingkat kesetaraan gender pada rumah tangga perempuan buruh konveksi tas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif didukung dengan data kualitatif. Responden dari penelitian ini adalah rumah tangga buruh industri konveksi tas di Desa Loram Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat pendidikan suami dan jumlah tanggungan buruh konveksi tas nonPOS dengan tingkat kesetaraan akses. Tingkat kesetaraan akses, kontrol, dan gender buruh nonPOS memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kesejahteraan. Tingkat kesetaraan gender buruh nonPOS lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS. Tingkat kesejahteraan buruh nonPOS cenderung lebih setara dibandingkan rumah tangga buruh POS.Kata kunci: analisis gender, buruh konveksi tas, rumah tangga
Analisis Partisipasi Petani dalam Asuransi Pertanian Mega Nabilla Ardiana; Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.793-802

Abstract

Farmers participation is crucial for succeeding in the implementation of agricultural insurance in Indonesia. The purposes of this research are analyzing farmers' form and level of participation and also identifying some factors affecting farmer’s participation in agricultural insurance. The research was conducted in Curug Bitung Village, District of Nanggung, Bogor Regency involving 40 respondents. Primary data includes farmers characteristics, farmers participation form and farmers participation level as program beneficiaries. The data were processed using multivariable linear regression test. The results showed that the intensity of communication, age, education level, income level and length of stay did not significantly affect the participation level of farmers whose majority were at the level of no participation. Non-compliance occurs during program implementation. The form of participation shown by farmers in the program is varied.Keywords:  agricultural insurance, internal and external factors, farmers' participation ABSTRAK Partisipasi petani menjadi hal yang penting dalam rangka menyukseskan penerapan asuransi pertanian di Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk dan tingkat partisipasi petani dalam asuransi pertanian serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi partisipasi petani dalam program asuransi pertanian. Penelitian dilakukan di Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dengan melibatkan 40 responden. Data primer meliputi karakteristik petani, bentuk partisipasi petani dan tingkat partisipasi petani penerima program. Data diolah menggunakan uji regresi linier multivariable. Hasil penelitian menunjukkan intensitas komunikasi, usia, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan dan lama tinggal tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat partisipasi petani yang  mayoritas berada pada tingkatan tidak ada partisipasi. Ketidaksesuaian banyak terjadi selama penyelenggaraan program. Adapun bentuk partisipasi yang ditunjukkan petani dalam program bervariasi.Kata kunci: asuransi pertanian, faktor internal-eksternal, partisipasi petani
Preferensi Penyuluh Pertanian dalam Menggunakan Media Komunikasi Putik Bunga Derana; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 6 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.6.803-812

Abstract

Agricultural extension is identical with the use of communication media either in searching for information or for delivering extension material. The objective of this research is to analyze the preferences of agricultural extension workers in using communication media, and how the relation of demographic and psychographic characteristics with the use of communication media. This research used a survey method to all agricultural extension workers of PNS and THL (42 respondents) residing in Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, and X Kabupaten Bogor whose research location was chosen purposely. The result of this research shown that most agricultural extension workers have a preference for internet, books, leaflets, tabloids, magazines, and brochures as information media, and flipchart, photos and videos, slides, and leaflets as extension media. Then the demographic and psychographic characteristics tend not to have a correlation to the preferences of agricultural extension workers in using information and extension media.Keywords: agricultural extension workers, communication media, preferenceABSTRAK Penyuluhan pertanian identik dengan penggunaan media komunikasi baik dalam mencari informasi maupun untuk menyampaikan materi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media komunikasi, bagaimana hubungan karakteristik demografis dan psikografis dengan penggunaan media komunikasi. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada seluruh penyuluh pertanian PNS dan THL (42 responden) yang berada di Balai Penyuluhan Pertanian I, VII, dan X Kabupaten Bogor yang lokasi penelitiannyanya dipilih secara sengaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar penyuluh pertanian memiliki preferensi terhadap media internet, buku, leaflet, tabloid, majalah, dan brosur sebagai media informasi, sedangkan media flipchart, foto dan video, slide, dan leaflet sebagai media penyuluhan. Kemudian karakteristik demografis maupun psikografis cenderung tidak memiliki hubungan terhadap preferensi penyuluh pertanian dalam menggunakan media informasi dan penyuluhan. Kata Kunci: media komunikasi, penyuluh pertanian, preferensi.

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018