cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Strategi Nafkah dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu (Studi Kasus: Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Sragen) Indah Budiyanti; Arya Hadi Dharmawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.105-122

Abstract

ABSTRACT This research aims to analyze the livelihood strategies and social relation of sugarcane farmers household in Jenar Village, Subdistrict Jenar, Sragen Regency. This research will discuss about the capital living (natural capital, social capital, human capital, physical capital, and financial capital) on each farmer household and is used in building a strategy of living that will form the sustainable livelihood systems. In addition, this research discuss qualitatively about the social relation that are owned by a sugarcane farmers household to support the resilience of its economy. This research also discusses the influence of the livelihood capital towards the livelihood strategies of sugarcane farmers household. And then to look at how big the contribution livelihood source sugarcane farmers household income survival sugarcane farmers given that household sugarcane is a commodity that has the harvest for 1.5 years. This research use quantitative methods approach using survey instruments in the form of questionnaire, and qualitative research data by the method of depth interview.Key words: farmers household, livelihood assets, livelihood structure, social relation, strategies of living.-------------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Strategi dan Relasi Sosial Rumahtangga Petani Tebu di Desa Jenar, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen. Penelitian ini akan membahas modal nafkah (modal alam, modal sosial, modal manusia, modal fisik, dan modal finansial) pada setiap rumahtangga petani dan digunakan dalam membangun strategi nafkah yang akan membentuk sistem penghidupan yang berkelanjutan. Selain itu, pada penelitian ini membahas secara kualitatif relasi sosial disetiap rumahtangga petani tebu untuk mendukung ketahanan ekonominya yang dilihat dari struktur nafkah. Penelitian ini juga membahas pengaruh modal nafkah terhadap strategi nafkah rumahtangga petani tebu. Serta melihat seberapa besar kontribusi sumber nafkah rumahtangga petani tebu dalam keberlangsungan hidup rumahtangga petani tebu mengingat bahwa tebu merupakan komoditi yang memiliki masa panen selama 1.5 tahun. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survey menggunakan instrumen berupa kuesioner, dan data penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam.Kata Kunci : modal nafkah,  rumahtangga petani , struktur nafkah, relasi sosial, strategi nafkah
Identification of the Characteristics of Citizens in the Development of Village Tourism Irfipta Irfipta; Martua Sihaloho; Satyawan Sunito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.551-562

Abstract

Tourist village is a rural area which has the uniqueness and attraction as well as the potential that could be developed as a component of tourism. The success of the development of tourism requires cooperation with various parties in particular the villagers, so that it can foster an attitude of having and a sense of responsibility as perpetrators of the determinant of the development of tourism. The purpose of this research is to identify the characteristics of the citizens involved in the development of tourist villages through employment opportunities and business. This research is quantitative research using survey method supported qualitative data. The results of this research indicate that some charactersitics citizens such as age, education level, and gender showed a fairly strong relationship with business and employment opportunities, while marital status indicates a weak relationship and no significant employment and business in tourist Kandri Villages.Keywords: Business and employment opportunities, Characteristics of the citizens, Tourism Village=================================================ABSTRAKDesa wisata merupakan sebuah kawasan pedesaan yang mempunyai keunikan dan ketertarikan serta potensi yang dapat dikembangkan sebagai komponen kepariwisataan. Keberhasilan pengembangan pariwisata memerlukan kerjasama dengan berbagai pihak khususnya warga desa, sehingga dapat menumbuhkan sikap memiliki dan rasa tanggung jawab sebagai pelaku penentu pembangunan kepariwisataan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi karakteristik warga yang terlibat dalam pengembangan desa wisata melalui kesempatan kerja dan usaha. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survei yang didukung data kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa beberapa karakeristik warga seperti usia, tingkat pendidikan, dan jenis kelamin menunjukkan hubungan yang cukup kuat dengan kesempatan kerja dan usaha, sedangkan pada status pernikahan menunjukkan hubungan yang lemah dan tidak signifikan dengan kesempatan kerja dan usaha di Desa Wisata Kandri.Kata kunci: Desa Wisata, Karakteristik Warga, Kesempatan Kerja dan Usaha
Ketahanan Pangan di Kampung Adat dan Non-Kampung Adat Fauzi Perdanaputra; Nuraini Wahyuning Prasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.567-580

Abstract

The aims of this research are to analyze the differences of local wisdom and food security household in an indigenous village and non-indigenous village and to analyze the correlation between local wisdom and food security. Research respondents are housewives or housewives who also act as head of household. The research method used a quantitative approach with questionnaire instruments supported by qualitative data with in-depth interview. The results show that there are the difference of food security in Ciptagelar Village and Tonjong II Village which the level of household local wisdom and food security in Kampung Ciptagelar is higher than in Kampung Tonjong II. In addition, from the three dimensions of local wisdom tested, there are two dimensions that have a positive and quite strong relationship with food security, that is the dimensions of local knowledge and community solidarity and compliance with rules and leaders.Keywords: Food Security, Indigenous Village, Local Wisdom, Non-Indigenouse VillageABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kearifan lokal dan ketahanan pangan rumah tangga di Kampung adat dan non-kampung adat serta menganalisis hubungan antara kearifan lokal dengan ketahanan pangan. Responden penelitian merupakan ibu rumah tangga atau ibu rumah tangga yang juga berperan sebagai kepala rumah tangga. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan instrumen kuesioner yang didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat ketahanan pangan di Kampung Ciptagelar dan Kampung Tonjong II yang mana tingkat kearifan lokal dan tingkat ketahanan pangan rumah tangga di Kampung Ciptagelar lebih tinggi dibandingkan dengan Kampung Tonjong II. Selain itu, dari tiga dimensi kearifan lokal yang diuji, terdapat dua dimensi yang memiliki hubungan positif dan cukup kuat dengan ketahanan pangan yakni dimensi pengetahuan lokal dan solidaritas masyarakat dan kepatuhan pada aturan serta pemimpin. Kata kunci: Kampung Adat, Kearifan Lokal, Ketahanan Pangan, Non-kampung Adat
Strategi Nafkah dan Pemanfaatan Relasi-Relasi Sosial Rumahtangga Petani Kelapa Sawit Tinur Fitri Ayu Harahap; Arya Hadi Dharmawan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.383-402

Abstract

This study aims to identify the structure and strategy of the household livelihoods, identify the utilization of livelihood capital that influences household livelihood strategies of oil palm farmers and identifies the utilization of social relationships of oil palm farmers' households. There is a difference in the livelihood structure of households of oil palm self-reliant with plasma palm oil farmers. This research is done by quantitative method supported by qualitative data. The result of this research is explaining that the average of households' livelihood structure of palm oil farmers is from non-farm sector, whereas in households of plasma oil palm farmers is dominated by on farm sector supported by non-farm sector. The utilization of subsistence capital by two types of oil palm farmers is also different. Both types of farmers have diverse social relationships in support of farm household income.Keywords: livelihood assets, livelihood strategies, oil palm farmer household, social relations----------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan strategi nafkah rumah, mengidentifikasi pemanfaatan modal nafkah yang mempengaruhi strategi nafkah rumahtangga petani kelapa sawit serta mengidentifikasi pemanfaatan relasi-relasi sosial rumahtangga petani kelapa sawit. Terdapat perbedaan struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya dengan petani kelapa sawit plasma. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa secara rata-rata struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya berasal dari sektor non farm, sedangkan pada rumahtangga petani kelapa sawit plasma didominasi oleh sektor on farm yang didukung oleh sektor non farm. Pemanfaatan modal nafkah oleh dua jenis petani kelapa sawit juga berbeda. Kedua jenis petani ini memiliki relasi sosial yang beragam dalam mendukung pendapatan rumahtangga petani.Kata Kunci: modal nafkah, petani kelapa sawit, relasi sosial, strategi nafkah
Peran Gender dalam Perekonomian Rumah Tangga Petani pada Masyarakat Adat Alifa Nugrahayuningtyas; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.581-602

Abstract

Ethnic communities in Indonesia mostly live in rural areas by making use of natural resources and agriculture as the main livelihood. The typical ordinance determines the gender division of labour carried out ethnic communities on the farming system. One of the ethnic communities in Central Java who live in rural areas and make use of natural resources for agricultural activity is community Samin. The purpose of this research, in general, is to analyzing the pattern of the division of gender roles in the household economy of the farmers in the indigenous communities. The research uses quantitative methods supported by qualitative methods. The research shows the principle of the sareng-sareng (together) is used on the farmer households in sedulur sikep. Division of labor in farmers houseolds of communities sedulur sikep is more flexible compared to the division of labor in farmers household of non sedulur sikep because work is done mostly in agriculture that makes it easy to switch roles in the division of laborKeywords: Ethnic communities, farming households, gender ABSTRAK Komunitas etnis di Indonesia sebagian besar hidup di daerah pedesaan dengan memanfaatkan sumberdaya alam dan menjadikan pertanian sebagai mata pencaharian utama. Tata cara yang khas menentukan pembagian kerja gender yang dilakukan komunitas etnis pada sistem pertanian. Salah satu komunitas etnis di Jawa Tengah yang hidup di pedesaan serta memanfaatkan sumberdaya alam untuk aktivitas pertanian adalah komunitas Samin. Tujuan penelitian ini secara umum yaitu menganalisis pola pembagian peran gender dalam perekonomian rumah tangga petani di masyarakat adat. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif didukung dengan metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prinsip sareng-sareng (bersama-sama) digunakan pada rumah tangga petani di sedulur sikep. Pekerjaan yang dilakukan sedulur sikep sebagian besar di bidang pertanian memudahkan untuk penggantian peran dalam pembagian kerja sehingga pembagian kerja rumah tangga petani di komunitas sedulur sikep  lebih fleksibel dibandingkan dengan pembagian kerja rumah tangga petani di non sedulur sikep.Kata Kunci : Gender, komunitas etnis, rumah tangga petani
Relations Between Leadership Style and Communication Patterns with Effective Performance of Representative Livestock Owner Force Case: Farm School in Bojonegoro District Musa Darmawan; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.467-478

Abstract

Leader is a person  who believed by group members to guide and reach the common goals. A leader cannot be separated from leadership style that owned and applied to group. The leadership style also determine whether the agreed common goals can be reach or not, in terms of effectiveness group members themselves, how alert are they, whether they motivated and many factors among the group performance effectiveness. Communication Patterns is a process that designed to ease the communication process sustainability. The research purpose is to identify the influence of leadership style of Representative Livestock Owner Force (GPPT) contained Public School of Animal Husbandry (SPR) on theperformance  effectiveness. Data analysis used descriptive statistic analysis (frequency, presentation, average and cross tabulation), and inferential statistic analysis with Spearman rank coefficient corelation test. The research result in research location disposed democratic and communication pattern that applied to small communication group. The result of the research showed that there is significance positive relation between democratic leadership style with performance effectiveness in time discipline indicator. It means better democratic leadership style that applied, higher time discipline applied in performance effectiveness. Between communication pattern and performance effectiveness there is no relation. Keywords : communication patterns, leadership style, performance effectiveness, public school of animal husbandry, representative livestock owner force===============================================ABSTRAK Pemimpin adalah orang yang dipercaya oleh anggota kelompok untuk mampu membimbing dan mencapai tujuan bersama yang telah disepakati. Pemimpin tak lepas dari gaya kepemimpinan yang diterapkan kepada sebuah kelompok. Gaya kepemimpinan juga menentukan berhasil atau tidak mencapai tujuan bersama yang telah disepakati, dilihat dari efektivitas anggota kelompoknya itu sendiri, seberapa siaga mereka, apakah mereka termotivasi, dan masih banyak faktor dari efektivitas kinerja ini. Pola komunikasi merupakan sebuah proses yang dirancang untuk mempermudah keberlangsungan proses komunikasi. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi sejauh mana gaya kepemimpinan yang diterapkan oleh anggota Gugus Perwakilan Pemilik Ternak (GPPT) dalam lembaga Sekolah Peternakan Rakyat (SPR) ini terhadap efektivitas kinerjanya. Penelitian didesain sebagai sensus deskriptif korelasional dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentasi, rata-rata dan tabulasi silang), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kepemimpinan di GPPT cenderung bergaya demokratik dan pola komunikasi yang diterapkan komunikasi kelompok kecil. Gaya kepemimpinan demokratik berkorelasi positif signifikan dengan efektivitas kinerja pada indikator disiplin waktu. Artinya, semakin pengurus GPPT bergaya kepemimpinan demokratik, maka semakin tinggi disiplin waktu yang diterapkan dalam efektivitas kinerja. Pada pola komunikasi dengan efektivitas kinerja tidak terdapat hubungan yang signifikan.Kata Kunci : efektivitas kinerja, gaya kepemimpinan, gugus perwakilan pemilik ternak, pola komunikasi, sekolah peternakan rakyat
Hubungan Motivasi dan Penggunaan Aplikasi Petani Sebagai Media Penyuluhan dengan Tingkat Kepuasan Petani Nur Azizah Rizki Astuti; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.169-180

Abstract

Petani application created as an alternative to support agricultural extension in Indonesia and encourage farmers to actively and independently contribute in their role as the subject of agricultural development. The objective of this research is to analyze what motivations that encourage farmers to use Petani application, how is farmer’s frequency and intencity in using Petani apllication, and how is the relation between motivation and uses of Petani apllication with gratification level of farmer. This research using survey method to 30 respondents in Sleman Regency selected with simple random sampling. The result from this research shown that motivation, utilization, and gratification level of respondents in using Petani application correlate to each other. The motivation of using with frequency and intensity and user’s gratification level has a positive and significant correlation while frequency and intensity of using with user’s gratification level has a correlation but not too significant.Keywords: gratification level, motivation, Petani application, uses.------------------------ABSTRAKAplikasi Petani hadir sebagai alternatif penunjang kegiatan penyuluhan pertanian di Indonesia dan mendorong petani untuk aktif dan berkontribusi secara mandiri dalam perannya sebagai subyek pembangunan pertanian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apa saja motivasi yang mendorong petani dalam menggunakan aplikasi Petani, bagaimana frekuensi dan intensitas penggunaan aplikasi Petani di kalangan petani pengguna, serta bagaimana hubungan motivasi dan penggunaan aplikasi Petani dengan tingkat kepuasan petani. Penelitian ini menggunakan metode survei kepada 30 petani responden di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi, penggunaan, dan tingkat kepuasan responden dalam menggunakan aplikasi Petani berhubungan satu sama lain. Motivasi penggunaan dengan frekuensi dan intensitas serta tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan yang positif dan signifikan, sedangkan frekuensi dan intensitas penggunaan dengan tingkat kepuasan pengguna memiliki hubungan tetapi tidak terlalu signifikan.Kata kunci: aplikasi Petani, motivasi, penggunaan, tingkat kepuasan.
Hubungan Dinamika Kelompok dan Keberdayaan Peternak dengan Keberhasilan Program Kelompok Peternak Sapi Potong Muhammad Romadhon; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.603-616

Abstract

A group approach having an excess because its scope broader, and in accordance with communal culture of the people. Group dynamics and independency farmers become a yardstick to judge whether the programs the government (the course of development) involving group cattle farmers cut is sustainable or not, so that it can be evaluated for sustainability the next. The purpose of research are (1) analyze group dynamics formed in the group spr mega jaya, (2) analyzed levels of independency of farmers in the farmers spr mega jaya, (3) analyze relations group dynamics and independency of farmers with the success kejar farmers spr mega jaya. Data analysis of analysis descriptive statistics (a frequency, the percentage, on the average), and statistic analysis inferential by test a correlation coefficient rank the spearman. The research results show that group dynamics spr mega jaya tends in category high, and independency of farmers spr mega jaya tends in category enough, while test relations shows that there is a positive connection welfare between group dynamics the cattle farmer and independency of farmers with the success kejar cattle farmers cut. This means that the more dynamic group spr mega jaya and independency of felt farmers high, so the success of the program group farmers who reached the higher.Keywords: group dynamics, independency of groups, sekolah peternakan rakyatABSTRAKPendekatan kelompok memiliki kelebihan karena cakupannya yang lebih luas, dan sesuai dengan budaya masyarakat komunal. Dinamika kelompok dan keberdayaan peternak menjadi tolok ukur untuk menilai apakah program pemerintah (program pembangunan) yang melibatkan kelompok peternak sapi potong bersifat sustainable atau tidak, sehingga dapat dievaluasi untuk keberlanjutan program selanjutnya. Tujuan dari penelitian adalah (1) menganalisis dinamika kelompok yang terbentuk dalam kelompok SPR Mega Jaya, (2) menganalisis tingkat keberdayaan peternak pada kelompok peternak SPR Mega Jaya, (3) menganalisis hubungan dinamika kelompok dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak SPR Mega Jaya. Analisis data berupa analisis statistik deskriptif (frekuensi, persentase, rata-rata), dan analisis statistik inferensial dengan uji koefisien korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dinamika kelompok SPR Mega Jaya cenderung pada kategori tinggi, dan keberdayaan peternak SPR Mega Jaya cenderung pada kategori cukup, sedangkan uji hubungan menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara dinamika kelompok peternak dan keberdayaan peternak dengan keberhasilan program kelompok peternak sapi potong. Hal ini berarti bahwa semakin dinamis kelompok SPR Mega Jaya dan keberdayaan yang dirasakan peternak tinggi, maka keberhasilan program kelompok peternak yang tercapai semakin tinggi.Kata kunci: dinamika kelompok, keberdayaan kelompok, sekolah peternakan rakyat
Kapasitas Adaptasi dan Resiliensi Komunitas Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi Nyimas Ayu Dillashandy; Nurmala K Panjaitan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.617-626

Abstract

Mount Merapi eruption has occurred several times in Indonesia and the biggest eruption that last occurred in 2010. The community were suffered losses and were affected by eruptions. The purposes of this research are to analyze community resilience, to analyze the level of vulnerability, and to analize the community adaptive capacity. The research using a quantitative approach supported by qualitative data. Simple random sampling technique is used as the sampling method and the informant was taken purposively. The results of this research showed that when the eruption occurred the community has a high vulnerability. The adaptive capacity is also high with innovative learning based on institutional memory and supported by the connectedness. Communities achieve resilience and can adapt to changes with high adaptive capacity.  Keywords: adaptive capacity, community resilience, eruption, vulnerability ABSTRAK Erupsi Gunung Merapi sudah terjadi beberapa kali di Indonesia dan erupsi terbesar yang terjadi terakhir kalinya yaitu pada tahun 2010. Komunitas mengalami berbagai kerugian dan terkena dampak dari erupsi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis resiliensi komunitas, menganalisis tingkat kerentanan komunitas, dan menganalisis kapasitas adaptasi komunitas. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Pemilihan responden dilakukan dengan teknik sampel acak sederhana sedangkan pemilihan terhadap informan dilakukan secara sengaja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa saat erupsi terjadi komunitas memiliki kerentanan yang tinggi. Kapasitas adaptasi komunitas tinggi dengan adanya innovative learning yang didasari oleh pengetahuan dan pengalaman dan didukung oleh jaringan yang dimiliki. Komunitas berhasil mencapai resiliensi dan dapat beradaptasi dengan perubahan-perubahan dengan kapasitas adaptasi yang tinggi.Kata kunci : kapasitas adaptasi, kerentanan, erupsi, resiliensi komunitas
Peran Modal Sosial dalam Resiliensi Komunitas Menghadapi Erupsi Gunung Merapi Aisyah Karimatunnisa; Nurmala K Pandjaitan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.333-346

Abstract

Impacts caused due to the disaster makes communities vulnerable. To achieve resilience community should adapt to the post-disaster environment. The purposes of this research are: (1) analyzing community vulnerability (2) analyzing shapes of community social capital (3) analyzing social capital role in community resilience in facing eruption. This research is using survey methods with 75 respondents that selected randomly with simple random sampling method. This research took place in Kalitengah Lor, Glagaharjo village, Cangkringan sub-district, Sleman regency,  D.I. Yogyakarta. The results of this research shown that community has a hig vulnerability when Merapi’s mountain got eruption. Community has a great social capital so it’s tighten the community relations.  Social capital has a contribution towards community resilience in facing volcano eruption.Keywords: community resilience, disaster, eruption, social capital, vulnerability----------------------------------- ABSTRAK Dampak yang ditimbulkan akibat bencana erupsi membuat komunitas mengalami kerentanan. Agar dapat resiliensi komunitas harus dapat beradaptasi pada lingkungan pasca bencana. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis kerentanan komunitas (2) menganalisis bentuk-bentuk modal sosial komunitas (3) menganalisis peranan modal sosial dalam resiliensi komunitas menghadapi erupsi.  Metode penelitian menggunakan metode survey dengan 75 orang responden yang dipilih secara acak sederhana. Penelitian dilakukan di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan komunitas mengalami kerentanan yang tinggi pada saat erupsi. Komunitas memiliki modal sosial yang baik sehingga mempererat hubungan komunitas. Modal sosial komunitas juga berperan dalam resiliensi komunitas dalam menghadapi erupsi gunung berapi. Kata kunci :bencana, kerentanan, erupsi, modal sosial, resiliensi komunitas

Filter by Year

2017 2025