cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Hubungan Antara Persepsi dan Tingkat Partisipasi Petani Padi Sawah dengan Tingkat Keberhasilan Program PHT Sandi, Luki; Virianita, Ratri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 2 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.2.%p

Abstract

Pengendalian Hama Terpadu (PHT)is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This researchaims: (1) to describe the perception of field paddy farmer toward PHT Program inKarangwangi Village, (2) to describe the participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village, (3) to describe the implementation andsuccess  rate  of  PHT   Program in Karangwangi  Village,  (4)  to  analyze  the relationship  between perception  and  participation  level  of  field  paddy  farmerin PHT Program in Karangwangi Village, and (5) to analyze the relationship between participation  level  of  field  paddy  farmer  and  success  rate  of PHT  Program inKarangwangi Village. The results of this study were: (1) the perception was in the neutral  category,  (2)  the  level of  participation in  the  medium  category,  (3)  PHT Program success rate was in the medium category, (4) there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01), and (5)there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keywords: participation, perception, PHTABSTRAKPengendalian Hama Terpadu (PHT) is an attempt by the government to food self-sufficiency and improve the welfare of the farmer. Perception and participation is an important aspect that determines the success of PHT Program. This research aims to analyze the relationship between perception with participation level of field paddy farmer in PHT Program in Karangwangi Village and to analyze the relationship between participation level of field paddy farmer with success rate of PHT Program in Karangwangi Village. This research are use survey metode with quantitative approach supported by qualitative data. For relationship analysis in this research used statistic test of rank spearman. Based on data result, the perception was in the neutral category. The level of participation in the medium category. PHT Program success rate was in the medium category. Statistic test result is explain there is relationship between perception and participation level (rs: 0,888; p < 0,01) and there is a relationship between participation level and PHT Program success rate (rs: 0,869; p < 0,01).Keyword: participation, perception, PHT
Pengaruh Konversi Lahan Terhadap Strategi nafkah Rumah Tangga Petani Pratiwi, Andini Wulan; Murdianto, Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 1 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.1.1-14

Abstract

Land conversion is a phenomenon of the use of agricultural to non agricultural. This phenomenon appears cause the increase growth of suburban population and the demand for land. It can brings the impact for the community to decrease farmer’s income, the lowering of family food security, the subside employment oppurtunities in agriculture, and the difficulties farmer’s access to land. The farmer in improving household economy do a livelihood strategy that is diversification of livelihood, circular migration, and the transition of livelihood. This paper aim to examine the factors that encourage land conversion and to examine farmer’s livelihood strategies due to land conversion. The method used in this research is quantitive approach with the main instrument questionnaire supported by qualitative approach with in-depth interviews. The results of the research in Palasari village indicate that there are aspects that encourage land conversion in the form of urgent economic needs, low land productivity, external pressure, and knowledge aspects owned by farmers regarding government policy. In addition, for most farmers who have converted agricultural land prefer to switch livelihoods to other sectors. Livelihood transition occurs due to the increasingly narrow land of their farms.Keywords : farm households, land conversion, livelihood strategies ABSTRAK Konversi lahan merupakan suatu fenomena pemanfaatan lahan terhadap lahan pertanian menjadi non pertanian. Fenomena ini muncul disebabkan pertumbuhan penduduk pinggiran kota yang semakin tinggi serta tingginya permintaan terhadap lahan. Hal tersebut tentunya dapat memberikan dampak kepada masyarakat terhadap penurunan pendapatan petani. Petani dalam meningkatkan ekonomi rumah tangga melakukan strategi nafkah yaitu diversifikasi nafkah, migrasi sirkuler, dan peralihan mata pencaharian. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji faktor-faktor yang mendorong terjadinya konversi lahan serta mengkaji strategi nafkah rumah tangga petani akibat adanya konversi lahan. Metode yang digunakan yaitu pendekatan kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh data kualitatif dengan wawancara. Hasil penelitian di Desa Palasari menunjukkan bahwa terdapat aspek-aspek yang mendorong terjadinya konversi lahan berupa kebutuhan ekonomi yang mendesak, produktivitas lahan, tekanan pihak luar, dan aspek pengetahuan petani. Sebagian besar petani yang telah mengkonversi lahan pertaniannya lebih memilih untuk beralih mata pencaharian ke sektor lain. Peralihan mata pencaharian terjadi disebabkan oleh luas lahan pertanian mereka yang semakin sempit.Kata Kunci : konversi lahan, rumah tangga petani, strategi nafkah
Dampak Industrialisasi Pedesaan terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Meliza Eka Adianty; Murdianto Murdianto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.627-638

Abstract

Rural industrialization is one of the development steps to increase economic growth. Indonesia has a huge opportunity in the development of industrialization. Nowadays, industrial activity has grown in rural areas. The entry of industry into the rural area is expected to create employment and business opportunities for the local community. Then it is expected to increase incomes and affect household welfare level. This study uses a quantitative approach with survey method supported by qualitative data. The result of this research will show how the impact of rural industrialization which characterized by employment and business opportunity towards community welfare between them who have a livelihood in industrial and non-industrial sectors.Keywords: job opportunities, business opportunities, industrial group, non-industrial group ABSTRAKIndustrialiasasi pedesaan merupakan salah satu langkah pembangunan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki peluang besar dalam perkembangan industrialisasi. Kegiatan industri pada masa kini telah merambah wilayah pedesaan. Masuknya industri ke pedesaan diharapkan mampu menciptakan kesempatan bekerja dan kesempatan berusaha bagi warga sekitar. Hal tersebut kemudian diharapkan mampu meningkatkan pendapatan warga dan pada akhirnya berpengaruh terhadap kesejahteraan tingkat rumah tangga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei di dukung dengan data kualitatif. Hasil penelitian ini akan menunjukan bagaimana dampak industrialisasi pedesaan yang dicirikan dengan peluang bekerja dan peluang berusaha terhadap kesejahteraan masyarakat antara kelompok industri dan non industri.Kata Kunci : peluang bekerja, peluang berusaha, kelompok industri, kelompok non industri
Relationship Usage Behavior and Utilization of Media Information By Dairy Farmers Givary Apriman Zulkarnaen; Sutisna Riyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 4 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.4.479-494

Abstract

Media information is currently undergoing rapid development with increasingly widespread use to the rural. The study aims to see the relationship between members of dairy cattle group in Cibogo Village as the characteristics of breeders based on the individual and the environment, the motive of the use of information media, and the behavior of media use with the utilization of information media for livestock activities based on Sapta Usaha Peternakan. This research was conducted with quantitative approach using survey method to 40 breeders supported by qualitative data. The use of information media by breeders is high, with duration and high frequency with more than one type of media. Characteristics of individual ranchers and farmer's environments have a noticeable relation to the part of formal education and social condition. Motive use of information media with motive information, social, identity, and entertainment on the breeder is high and has a real relationship with media usage behavior. Utilization of media in the field of agriculture is seen in the section cage and seed management.Keywords: characteristics of breeders, motive of media usage, sapta usaha peternakan=============================================== ABSTRAKMedia Informasi saat ini mengalami perkembangan yang pesat dengan pemanfaatan yang semakin luas hingga ke pedesaan. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara anggota kelompok ternak sapi perah di Desa Cibogo seperti karakteristik peternak berdasarkan individu dan lingkungan, motif penggunaan media informasi, dan perilaku penggunaan media dengan pemanfaatan media informasi untuk kegiatan peternakan berdasarkan Sapta Usaha Peternakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 40 peternak didukung oleh data kualitatif. Penggunaan media informasi oleh peternak sudah tinggi, dengan durasi dan frekuensi yang cukup tinggi dengan lebih dari satu jenis media. Karakteristik peternak individu dan lingkungan peternak memiliki hubungan nyata terlihat pada bagian pendidikan formal dan keadaan sosial. Motif penggunaan media informasi dengan motif informasi, sosial, identitas, dan hiburan pada peternak sudah tinggi dan memiliki hubungan nyata dengan perilaku penggunaan media. Pemanfaatan media pada bidang peternakan terihat pada bagian perkandangan dan pengelolaan bibit.    Kata Kunci : Karakteristik peternak, motif penggunaan media, sapta usaha peternakan  
Hubungan Perilaku Penggunaan dan Pemanfaatan Media Informasi oleh Peternak Sapi Perah (Kasus: Kelompok Ternak Desa Cibogo KPSBU Lembang Bandung) Z, R Givary Apriman; Riyanto, Sutisna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 3 No. 3 (2019)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.3.3.%p

Abstract

Media Informasi saat ini mengalami perkembangan yang pesat dengan pemanfaatan yang semakin luas hingga ke pedesaan. Penelitian bertujuan untuk melihat hubungan antara anggota kelompok ternak sapi perah di Desa Cibogo seperti karakteristik peternak berdasarkan individu dan lingkungan, motif penggunaan media informasi, dan perilaku penggunaan media dengan pemanfaatan media informasi untuk kegiatan peternakan berdasarkan Sapta Usaha Peternakan. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif menggunakan metode survei terhadap 40 peternak didukung oleh data kualitatif. Penggunaan media informasi oleh peternak sudah tinggi, dengan durasi dan frekuensi yang cukup tinggi dengan lebih dari satu jenis media. Karakteristik peternak individu dan lingkungan peternak memiliki hubungan nyata terlihat pada bagian pendidikan formal dan keadaan sosial. Motif penggunaan media informasi dengan motif informasi, sosial, identitas, dan hiburan pada peternak sudah tinggi dan memiliki hubungan nyata dengan perilaku penggunaan media. Pemanfaatan media pada bidang peternakan terihat pada bagian perkandangan dan pengelolaan bibit.Kata Kunci : Karakteristik peternak, motif penggunaan media, sapta usaha peternakan=====ABSTRACTMedia information is currently undergoing rapid development with increasingly widespread use to the rural. The study aims to see the relationship between members of dairy cattle group in Cibogo Village as the characteristics of breeders based on the individual and the environment, the motive of the use of information media, and the behavior of media use with the utilization of information media for livestock activities based on Sapta Usaha Peternakan. This research was conducted with quantitative approach using survey method to 40 breeders supported by qualitative data. The use of information media by breeders is high, with duration and high frequency with more than one type of media. Characteristics of individual ranchers and farmer's environments have a noticeable relation to the part of formal education and social condition. Motive use of information media with motive information, social, identity, and entertainment on the breeder is high and has a real relationship with media usage behavior. Utilization of media in the field of agriculture is seen in the section cage and seed management.Keywords: characteristics of breeders, motive of media usage, sapta usaha peternakan
Analisis Konflik Pengelolaan Sumberdaya Alam di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Anugerah Muhammad Zulfikar; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 5 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.5.639-652

Abstract

Conflict can’t be separated from the activity of community life and both are integrated. Humans will make efforts in order to fulfil their needs, including in terms of natural resources. Conservation areas or better known as the national park is one of the areas most prone to conflict over natural resources. This study aimed to analyze the reality of conflict, the factors causing conflicts, the impact of conflict, the relationship of factors causing conflict with the intensity of emerging conflict and the forms of conflict resolution in the park area. This research is quantitative research was supported by qualitative data with the instrument questionnaires and in-depth interview guide. The problem between farmers and the park is caused by the change of status of Perhutani area into Gunung Gede Pangrango National Park. This transformation changed the rules of the people who initially worked on the land in the region to be stalled. The conflicts natural resource issues until 2016 increasingly complex due to intimidation received by farmers every year. In resolving conflicts, researchers provide the idea of Community Based Conflict Management (CBCM) as a method of reducing conflict.Keywords: Analysis of conflict, natural resources, national parksABSTRAKKonflik tidak bisa dipisahkan dari aktivitas kehidupan bermasyarakat dan keduanya saling berintegrasi. Manusia akan melakukan berbagai usaha agar kebutuhan hidupnya dapat tercukupi termasuk dalam hal sumberdaya alam. Kawasan konservasi atau yang lebih dikenal dengan sebagai taman nasional merupakan salah satu daerah yang paling rawan terjadi konflik sumberdaya alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis realitas konflik, faktor-faktor penyebab konflik, hubungan faktor-faktor penyebab konflik dengan intensitas konflik emerging dan gagasan penyelesaian konflik di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif didukung oleh data kualitatif dengan instrumen kuesioner dan panduan wawancara mendalam. Permasalahan antara petani penggarap dengan pihak taman nasional disebabkan oleh adanya perubahan status kawasan Perhutani menjadi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Perubahan ini merubah landasan pijak masyarakat yang awalnya menggarap lahan di kawasan menjadi terhenti. Konflik permasalahan sumber daya alam hingga Tahun 2016 semakin kompleks akibat adanya intimidasi yang diterima petani setiap tahunnya. Dalam menyelesaikan konflik, peneliti memberikan gagasan Manajemen Konflik Berbasis Komunitas (CBCM) sebagai metode peredam konflik.Kata Kunci: Analisis konflik, sumberdaya alam, taman nasional 
Analisis Perilaku Ibu Rumah Tangga Bantaran Sungai Citampian dalam Mengelola Sampah Rumah Tangga Rahmat Darmawan; Anna Fatchiya
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.431-440

Abstract

The main problems are in Bogor is the pollution of the river dominated by the waste from domestic. Causes of the pollution of the river is the behaviour of the community in managing household garbage. Ecovillage program is one of the effort to reduce the pollution of the river through outreach to the community in managing household garbage. The purpose of this research is to analyze the behaviour of the Riverbanks society Citampian in managing household garbage. The method used was a survey method with the use of quantitative data in the form of interviews with housewives. The result of this research show revenue and support outreach environment affect behaviour of housewives in managing household garbage, exactly on the aspect of cognitive, affective, and action.Keywords : behavior, household garbage, riverbanks society------------------------------ ABSTRAK Permasalahan utama yang berada di Kabupaten Bogor adalah pencemaran sungai yang berasal sebagian besar dari limbah dari domestik. Salah satu penyebab dari permasalahan utama pencemaran sungai adalah perilaku masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Program ecovillage merupakan salah satu upaya untuk mengurangi pencemaran sungai melalui penyuluhan kepada masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku ibu rumah tangga Bantaran Sungai Citampian dalam mengelola sampah rumah tangga. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan menggunakan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam dengan ibu rumah tangga. Hasil penelitian ini menunjukkan pendapatan rumah tangga dan dukungan penyuluhan lingkungan mempengaruhi perilaku ibu rumah tangga dalam mengelola sampah rumah tangga, tepatnya pada aspek kognitif, afektif, dan tindakan.Kata Kunci : masyarakat bantaran sungai, perilaku, sampah rumah tangga
Hubungan Partisipasi dalam Program Pemberdayaan UMKM dengan Tingkat Kesejahteraan Peserta Aldina Hapsari; Rilus A Kinseng
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.1-12

Abstract

ABSTRACT Empowerment is one of way to increase community’s roles in build community welfare. The success of an empowerment processes cannot be released from the fact that participation of the residents, either as the unity of the system and as an individual that is part a very integrated, and it was very important in the process of dynamic of development.One of the programs the empowerment undertaken by the government at this time is empowerment micro and small entrepreneus who below Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT).The purpose of this paper is to identify relations umkm participation in the program empowerment an welfare participants. This research uses a quantitative approach with survey methods are supported by qualitative data in the form of in-depth interviews, observation, as well as the analysis of references such as theses, scientific journals, textbooks, articles, monograph, as well as reports on other research results.The result of this research is there is no relationship between the level of participation with community’s welafare.Keywords: welfare, participation, empowerment, UMKM-------------------------------------------------------ABSTRAKPemberdayaan merupakan salah satu cara meningkatkan peran masyarakat dalam memajukan kesejahteraan masyarakat. Keberhasilan suatu proses pemberdayaan tidak dapat dilepaskan dari adanya partisipasi anggota masyarakatnya, baik sebagai kesatuan sistem maupun sebagai individu yang merupakan bagian yang sangat terintegrasi, dan sangat penting dalam proses dinamika pembangunan. Salah satu program pemberdayaan yang dilakukan oleh pemerintah saat ini adalah pemberdayaan UMKM yang berada dibawah Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT). Tujuan dari tulisan ini adalah untuk menganalisis hubungan partisipasi UMKM dalam program pemberdayaan dan tingkat kesejahteraan peserta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey didukung dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam, observasi, serta analisis bahan pustaka seperti skripsi, jurnal ilmiah, buku teks, artikel, monograph, serta laporan hasil penelitian lainnya. Hasil dari penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dalam program pemberdayaan UMKM dengan tingkat kesejahteraan peserta.Kata Kunci: kesejahteraan, partisipasi, pemberdayaan, UMKM
Motivasi, Terpaan Media, Dan Kepuasan Khalayak Siaran Radio Komunitas Jaseng FM, Kecamatan Walantaka, Serang, Banten Ditha Fitrialdi Putri; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.245-260

Abstract

Audiences are responsible for choosing media especially community radio based on the specific motivations to fulfill desires and needs to achieve satisfaction after listening. This study aimed to know the correlation between demographic characteristics with viewing motivations, the correlation between motivations and quality broadcasting with viewing the media exposure, and the correlation between media exposure with viewing the satisfaction of Jaseng FM community radio listeners. Data were collected using a survey method obtained via questionnaires, direct observation, and in-depth interviews. Respondents are active listeners Jaseng FM radio selected  using simple random sampling technique. The results of this study explained that age associated with information motivation and income level associated with personal identity motivation and integration and social interaction motivation. The personal identity motivation associated with duration of listening and selection of broadcast events. The entertainment motivation, integration and social interaction motivation, broadcast material and qualification of broadcaster associated with duration of listening. The media exposure includes duration of listening associated with the surveillance satisfaction and listening frequency associated with personal satisfaction.Keywords: desires, needs, listening, active listeners____________________________________________________________ABSTRAKKhalayak bertanggung jawab untuk memilih media terutama radio komunitas didasarkan pada motivasi khusus untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan untuk mencapai kepuasan setelah mendengarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan karakteristik demografi dengan melihat motivasi, korelasi antara motivasi dan kualitas siaran radio dengan melihat terpaan media, dan korelasi antara terpaan media dengan melihat kepuasan dari pendengar radio komunitas Jaseng FM. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode survei yang diperoleh melalui kuesioner, observasi langsung, dan wawancara mendalam. Responden adalah pendengar aktif radio Jaseng FM yang dipilih dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menjelaskan bahwa usia berhubungan dengan motivasi informasi dan tingkat pendapatan yang berhubungan dengan motivasi identitas pribadi dan integrasi dan motivasi interaksi sosial. Motivasi identitas pribadi terkait dengan durasi mendengarkan dan pemilihan peristiwa siaran. Motivasi hiburan, integrasi dan motivasi interaksi sosial, materi siaran dan kualifikasi penyiar terkait dengan durasi mendengarkan. Terpaan media termasuk durasi mendengarkan berhubungan dengan kepuasan pengawasan dan frekuensi mendengarkan berhubungan dengan kepuasan pribadi.Kata kunci: keinginan, kebutuhan, mendengarkan, pendengar aktif
Pengaruh Perilaku Bermain Video Game Berunsur Kekerasan Terhadap Perilaku Agresi Remaja Nadia Itona Siregar; Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.261-276

Abstract

 The development of today's technology so rapidly, this development affects the audio-visual media one of which is video games. The aim of this study are: 1) to analyze the differences influence the level of violent video game playing element to the level of adolescent aggressive behavior, 2) to analyze the influence of personal factors as differences in behavior-forming element violent video games to the level of adolescent aggressive behavior, 3) to analyze differences in the effect of factors situational as forming behavior of violent video game playing element to the level of adolescent aggressive behavior. The analysis in this study uses cross tabulation, the statistical test Mann-Whitney and Kruskal-Wallis with a 5% significance level. The results showed that there are differences in the level of situational and gender differences on the level of play behavior element violent video games; and there are differences in the level of playing video games behavioral element of violence against adolescent aggressiveness level.Keywords: audio-visual media, development of technology -------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPerkembangan teknologi saat ini begitu pesat, perkembangan ini mempengaruhi media audio-visual salah satunya adalah video game. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) untuk menganalisis perbedaan yang memengaruhi elemen tingkat kekerasan bermain video game ke tingkat perilaku agresif remaja, 2) untuk menganalisis pengaruh faktor pribadi sebagai perbedaan dalam elemen perilaku pembentuk video game kekerasan untuk tingkat perilaku agresif remaja, 3) untuk menganalisis perbedaan pengaruh faktor situasional sebagai pembentuk perilaku bermain video game unsur kekerasan ke tingkat perilaku agresif remaja. Analisis dalam penelitian ini menggunakan tabulasi silang, uji statistik Mann-Whitney dan Kruskal-Wallis dengan tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan dalam tingkat perbedaan situasional dan jenis kelamin pada tingkat perilaku bermain elemen video game kekerasan; dan ada perbedaan dalam tingkat bermain video game unsur perilaku kekerasan terhadap tingkat agresivitas remaja.Kata kunci: media audio-visual, perkembangan teknologi

Filter by Year

2017 2025