cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Efektivitas Komunikasi Pemasaran Kampung Budaya Sindangbarang Di Desa Pasir Eurih Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Rizki Nur Fadila; Ninuk Purnaningsih; Dwi Retno Hapsari
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.277-286

Abstract

Tourism is one of the strategic sectors of the country foreign exchange contribution. Indonesia is a rich country which has a tourism potential, cultural tourism is one of them. The growth of the tourism sector must be balanced with a good marketing communications. Marketing communication is an attempt to convey and distribute the information to the public about the existence of a product, in this case is tourist attraction. The purpose of this study is to analyze the characteristics of the visitor, forms of marketing communication used by the tourist, the impact between visitor characteristics and the effectiveness of marketing communications. This study measures about the effectiveness of marketing communications based from each three promotion tools; leaflet, hybrid media, and Words of Mouth then divided into three aspects, namely cognitive, affective, and conative.. The result of this research showed that only affective aspect is impacted in marketing communication effectivity.Keywords: leaflet, hybrid media, Words of MouthABSTRAKPariwisata adalah salah satu sektor strategis sumbangan devisa negara. Indonesia adalah negara yang kaya yang memiliki potensi wisata, wisata budaya adalah salah satunya. Pertumbuhan sektor pariwisata harus seimbang dengan komunikasi pemasaran yang baik. Pemasaran komunikasi adalah upaya untuk menyampaikan dan menyebarkan informasi kepada publik tentang keberadaan suatu produk, dalam hal ini adalah objek wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik pengunjung, bentuk komunikasi pemasaran yang digunakan oleh turis, dampak antara karakteristik pengunjung dan efektivitas komunikasi pemasaran. Studi ini mengukur tentang efektivitas komunikasi pemasaran berdasarkan dari setiap tiga alat promosi; leaflet, media hibrida, dan kata-kata dari mulut kemudian dibagi menjadi tiga aspek, yaitu kognitif, afektif, dan konatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya aspek afektif yang dipengaruhi efektifitas komunikasi pemasaran.Kata kunci: leaflet, media hibrida, kata-kata dari mulut
Strategi Bertahan Hidup Perempuan Di Daerah Pesisir Nanda Karlita; Nurmala Katrina Pandjaitan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.287-298

Abstract

This research aimed to analyze the poverty that happens to women in fishing community in Dusun Muara, Tangerang and life survival strategy which is influenced by the characteristics of the women. Furthermore, seen also to do with the level of welfare. Women’s survival strategy in the estuary is divided into two social and economic strategy. The research used a quantitative approach by using the questionnaire supported by qualitative approach from interview government apparatus and local people. The result of this research suggest there are three indicators of individual characteristics that may affect women’s  survival strategies is age, martial status, number of family member, and working experience.Keywords: fishermen, poverty, life survival strategy, women--------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemiskinan yang terjadi pada perempuan dalam komunitas nelayan di Dusun Muara, Kabupaten Tangerang serta strategi bertahan hidup yang dipengaruhi oleh karakteristik perempuan tersebut. Selain itu, dilihat juga hubungannya dengan tingkat kesejahteraan. Strategi bertahan hidup perempuan di Dusun Muara terbagi menjadi dua yaitu strategi sosial dan ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan kuesioner yang didukung oleh data kualitatif dari wawancara kepada aparatur desa dan warga sekitar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada lima indikator dari karakteristik individu yang dapat mempengaruhi strategi bertahan hidup yang dilakukan oleh perempuan yaitu umur, status perkawinan, besar tanggungan, jenis ketrampilan, dan pengalaman kerja.Kata kunci: kemiskinan, komunitas nelayan, perempuan, strategi bertahan hidup
Hubungan Strategi Pemberdayaan Peternak dengan Kesejahteraan Peternak Dwi Jayanti; Sofyan Sjaf
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.299-316

Abstract

 Livestock is one of the livelihoods of Indonesian communities to meet their needs. However, socio-economic conditions of farmers face problems including low bargaining position, low education levels, the condition of scattered farms, simple technology. To overcome these problems, we need to empower breeder. Kampoeng Ternak is a network of Dompet Dhuafa who engaged in the empowerment of breeders. Empowerment process requires an effective strategy to achieve the goal. To that end, the purpose of this research is to examine the relationship of empowerment strategies to improve the welfare of farmers. The method used in this research is quantitative method with the approach of the survei and supported by qualitative methods. Respondents were determined through simple random sampling. Test the relationship will be conducted with test-Spearman Rank. The results of this research showed that there is a relationship between empowerment strategies with the welfare of farmers. Such relations are moderate. While on each pattern empowerment strategy, only strengthening group associated with the level of welfare.Keywords: Empowerment, Empowerment Strategy, Welfare ------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPeternakan rakyat merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun, kondisi sosial ekonomi masyarakat peternak menghadapi permasalahan diantaranya posisi tawar yang rendah, tingkat pendidikan rendah, kondisi peternakan tersebar, teknologi sederhana. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, perlu dilakukan pemberdayaan peternak rakyat (kecil). Kampoeng Ternak merupakan jejaring Dompet Dhuafa yang bergerak dalam pemberdayaan peternak. Proses pemberdayaan memerlukan strategi yang efektif untuk mencapai tujuan. Untuk itu, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji hubungan dari strategi pemberdayaan dengan kesejahteraan peternak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan pendekatan survai dan didukung oleh metode kualitatif. Responden ditentukan melalui simple random sampling. Uji hubungan dilakukan dengan uji Rank-Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara strategi pemberdayaan dengan tingkat kesejahteraan peternak. Hubungan tersebut tergolong moderat. Sedangkan pada masing-masing pola strategi pemberdayaan, hanya penguatan kelompok yang berhubungan dengan tingkat kesejahteraan.Kata kunci: Kesejahteraan, Pemberdayaan, Strategi Pemberdayaan
Peran Modal Sosial Terhadap Kesejahteraan Pengusaha Sektor Informal (Kasus Pengusaha Sektor Informal di Pasar Jl. Dewi Sartika, Bogor) Dedy Yahya Harahap; Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 2 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.2.207-222

Abstract

Goal of the study was to test contribution social capital on migration, of the informal sector, social capital education entrepreneurs to improve informal sector entrepreneurs. The research conducts quantitative approach by survey methods and supported by qualitative data. The results showed assosiation between social capital and informal entrepreneur’s welfare. Spearman rank test between social anf welfare showed -0.480. That indicated inverse relationship among them. Spearman rank test between social capital on imigration and welfare showed 0.723. That indicate positive relationship between them. Spearman rank test between social capital an education and welfare showed 1.000. That indicated fully positive relationship between them. Keywords : Welfare, Social Capital, Informal Sector.---------------------ABSTRAK Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji kontribusi modal sosial pekerja pengusaha sektor informal, modal sosial migrasi sektor informal, modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dalam meningkatkan kesejahteraan pengusaha sektor informal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey didukung dengan data kualitatif berupa wawancara mendalam, observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, peran modal sosial terhadap kesejahteraan berhubungan nyata. Uji kolerasi rank spearman menunjukkan bahwa hubungan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar -0.480 dan nilai probabilitas sebesar 0.004. Hasil tersebut menunjukkan hubungan kuat namun berdifat negatif. Hubungan modal sosial migrasi pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 0.723 dan nilai probabilitas sebesar 0.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat dan bersifat positif antara kedua variabel. Hubungan modal sosial pendidikan pengusaha sektor informal dan kesejahteraan sebesar 1.000 dan nilai probabiliti sebesar 1.000. Hasil tersebut menunjukkan hubungan yang kuat, bersifat positif antara kedua variabel.Kata Kunci : Kesejahteraan, modal sosial, sektor informal.
Hubungan Perubahan Sosial Pasca Pembangunan Infrastruktur Jembatan Suramadu dengan Taraf Hidup Masyarakat Pedesaan Sulaisiyah Sulaisiyah; Fredian Tonny Nasdian; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.71-88

Abstract

ABSTRACTDevelopment is a planned process that can inflict to social change. There is in Madura Island Development are Suramadu (Surabaya-Madura) which would mark a change on both sides of the region, especially on the island of Madura which be one of development target. The purpose of this research is to analysis the relationship of social change post development with rural communities living standard. This research will use a quantitative approach with survey method and supported by qualitative data at West Sukolilo village, Labang Sub-district, Bangkalan District, East Java. Respondents consist of 46 from fishermans, farmers, non fishermans and non farmers. The respondent selected by stratified random sampling method. The result of this study indicate that there is a significant relationship between social stratification as part of social change with living standard of rural community.Key Words : Infrastructure Development, Social Change, Standard of Living, Rural Community------------------ABSTRAKPembangunan merupakan suatu proses terencana yang dapat menimbulkan perubahan-perubahan sosial. Khususnya di Pulau Madura terdapat Pembangunan Jembatan Suramadu (Surabaya-Madura) yang akan menjadi tonggak perubahan pada kedua sisi daerah khususnya di Pulau Madura yang menjadi target pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan perubahan sosial yang terjadi akibat pembangunan dengan taraf hidup masyarakat pedesaan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan metode survei yang didukung dengan data kualitatif di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur. Jumlah responden 46 orang yang terdiri dari nelayan, petani, non petani dan non nelayan. Pemilahan responden melalui metode pengambilan acak stratifikasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara strata sosial sebagai bagian dari perubahan sosial dengan taraf hidup masyarakat pedesaan.Kata Kunci : Pembangunan Infrastruktur, Perubahan Sosial, Taraf Hidup, Masyarakat Pedesaan
Gaya Kepemimpinan dan Intensitas Komunikasi GPPT dengan Efektivitas Kelompok di Sekolah Peternakan Rakyat Ibnu Harits Alfathan; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 2 No. 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.289-300

Abstract

Bogor Agricultural University established School of the Community Farming by carrying the motto SPR1111 which means 1000 productive cows, 100 bulls, 10 strategies, and one vision of realizing a sovereign breeder. There are group communication concepts applied in the SPR, one of which is the style of leadership. Leadership style can realize the level of group effectiveness towards the SPR members, because the leadership style is a major aspect to increase group effectiveness related also to the intensity of group communication. The high level of group effectiveness in the members affects the level of motivation of livestock in group members. The research aimed to analyze the leadership style, analyze the intensity of communication, and analyze the leadership style, and the intensity of group communication with effectiveness of SPR group of Muara enim Subdistrict. Sampling for selected SPR groups was based on a cluster random sampling of samples obtained from the results of the decision of the meeting with the chairman and the eight GPPT members and SPR managers, as this was to avoid subjectivity in determining the respondents, SPR  taken 10 percent as respondents. Present showed that there was a significant correlation between participative leadership style, directive, supportive, Achievement-Oriented with group effectiveness in SPR Muara Tigo Manunggal and communication intensity on frequency of communication with group effectiveness in achieving group objectives in SPR Muara Tigo Manunggal.Keywords : intensity of communication, group effectiveness, leadership group GPPT, SPR.----------------------ABSTRAK Institut Pertanian Bogor mendirikan Sekolah Peternakan Rakyat dengan mengusung motto SPR1111 yang berarti 1000 ekor betina produktif, 100 ekor pejantan, 10 strategi, dan satu visi yaitu mewujudkan peternak yang berdaulat. Terdapat konsep-konsep komunikasi kelompok yang diterapkan dalam SPR, salah satunya adalah gaya kepemimpin. Gaya kepemimpinan yang tepat dapat mewujudkan tingkat efektivitas kelompok terhadap anggota SPR tersebut, karena gaya kepemimpinan merupakan suatu aspek yang utama untuk meningkatkan efektivitas kelompok berhubungan juga dengan intensitas komunikasi kelompok. Tingkat efektivitas kelompok yang tinggi pada anggota mempengaruhi tingkatan motivasi berternak pada anggota kelompok. Penelitian bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan, menganalisis intensitas komunikasi, dan menganalisis gaya kepemimpinan, dan intensitas komunikasi kelompok dengan efektivitas kelompok SPR Kecamatan Muara enim. Pengambilan sampel untuk kelompok SPR terpilih adalah berdasarkan cluster random sampling dari sampel yang diperoleh dari data hasil keputusan rapat dengan ketua dan delapan anggota GPPT serta manajer SPR, karena hal ini untuk menghindari subyektifitas dalam menentukan responden, SPR tiap kecamatan dan diambil 10 persen yang ada sebagai responden. Hasil pada penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan direktif, partisipatif, suportif, Achievement-Oriented dengan efektivitas kelompok di SPR Muara Tigo Manunggal dan intensitas komunikasi pada frekuensi komunikasi dengan efektivitas kelompok pada tercapainya tujuan kelompok di SPR Muara Tigo Manunggal. Kata Kunci : intensitas komunikasi, keefektifan kelompok, kepemimpinan ketua GPPT, SPR
Dampak Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin Terhadap Kesejahteraan Rumah Tangga Gurandil Wira Fuji Astuti; Ivanovich Agusta; Mahmudi Siwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.317-338

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the factors which is stimulated the emergence gurandil with activities undertaken by gurandil in doing illegal gold mining and its relationship with the welfare of households by using Spearman rank correlation test. This research was conducted using quantitative research approach, namely the use of instruments such as questionnaires, and qualitative data supported by in-depth interviews, participant observation and document tracking. Results of this study explain that the factors stimulates the emergence gurandil associated with the level of activity in the gold mining without permission. Factors that influence the intensity of gurandil's activity is economic factors because the low level of earned income to meet family needs. Another factor that affects the activity of gurandil is legal factors and social factors. Gurandil activity levels are categorized according to the characteristics, namely gurandil shallow, regular gurandil, and gurandil barrel. Gurandil activity in gold mining without permission is gurandil shallow highest. Based on the obtained relationship gurandil activity by household welfare level gurandil seen from the physical condition of residential buildings, the level of health, education level, income level, and the level of expenditure.Keywords: activity gurandil, driving factors, the level of welfare--------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor pendorong munculnya gurandil dengan aktivitas yang dilakukan oleh gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin dan hubungannya dengan kesejahteraan rumah tangga dengan menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan penelitian kuantitatif, yaitu penggunaan instrumen berupa kuesioner, dan didukung data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan penelusuran dokumen. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa faktor pendorong munculnya gurandil berhubungan dengan tingkat aktivitas gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin. Faktor yang sangat mempengaruhi tingginya aktivitas gurandil adalah faktor ekonomi karena rendahnya tingkat pendapatan yang diperoleh untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Faktor lain yang mempengaruhi aktivitas gurandil adalah faktor hukum dan faktor sosial. Tingkat aktivitas gurandil dikategorikan sesuai dengan karakteristik gurandil yaitu gurandil cetek, gurandil biasa, dan gurandil tong. Aktivitas gurandil dalam melakukan penambangan emas tanpa izin paling tinggi adalah gurandil cetek. Berdasarkan aktivitas gurandil tersebut diperoleh hubungan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga gurandil yang dilihat dari kondisi fisik bangunan tempat tinggal, tingkat kesehatan, tingkat pendidikan, tingkat pendapatan, dan tingkat pengeluaran.  Kata kunci: aktivitas gurandil, faktor-faktor pendorong, tingkat kesejahteraan
Persepsi Remaja terhadap Pekerjaan di Sektor Pertanian Padi Sawah di Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor Yoshinta Meilina; Ratri Virianita
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.339-358

Abstract

Cileungsi Village, Ciawi Subdistrict, Bogor Regency is one of the potential areas of lowland rice farming. Adolescent of Cileungsi Village as the age of the workforce will be observed for their perceptions in farming. This research aims to identify the characteristics of adolescents and their environment, to analyze adolescent perceptions of lowland rice farming and factors which related with the adolescent of Cileungsi Village perception. The method of this research is survey method. The result obtained by the internal factors (educational level and gender) related with adolescent of the village’s perception (role and work comfort) about lowland rice farming.Keywords:  lowland rice, perception, adolescent--------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKDesa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi alam yang mendukung untuk pertanian padi sawah. Remaja Desa Cileungsi sebagai salah satu orang dengan usia yang termasuk dalam angkatan kerja, akan diteliti persepsinya terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik remaja dan karakteristik lingkungan remaja di Desa Cileungsi, menganalisis persepsi remaja Desa Cileungsi terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah, dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan persepsi remaja Desa Cileungsi terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian survei. Adapun hasil penelitian yang diperoleh yaitu faktor internal (tingkat pendidikan dan jenis kelamin) berhubungan dengan persepsi remaja Desa Cileungsi (dalam hal peranan dan kenyamanan kerja) terhadap pekerjaan di sektor pertanian padi sawah.Kata kunci: padi sawah, persepsi, remaja
Hubungan Tingkat Pengetahuan Lokal Masyarakat Desa Ciherang dengan Tingkat Pengelolaan Tanaman Obat Keluarga Ike Rosmanita; Saharuddin Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.359-378

Abstract

Local knowledge is a basic resource who passed down from one generation to another generation. Every region has a different knowledge to manage and utilize plants in the yard including medicinal plants. This study try to analyze the condition of the yard agroekosistem, analyze the level of local knowledge about medicinal plants, analyze level management of medicinal plants, analyze the relationship between level of local knowledge with the level management of mrdicinal plants, and analyze the relationship between local knowledge with condition of yard agroekosistem. This reseach used a quantitative approach and supported with qualitative approach as a method of reseach. The results showed condition of yard agroekosistem has a good condition and people have used their yard around the house. The results also showed that the level of local knowledge about medicinal plants classified as moderate. Beside that the level  managemet of medicinal plants classified in the high category. Based on statistical tests, we can know that there is no relationship between local knowledge with the level management of medicinal plants.Keywords: health, livelihood, medicinal plants, yard-----------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPengetahuan lokal merupakan pengetahuan yang diwariskan secara turun temurun dari satu generasi kapada generasi berikutnya. Masing-masing wilayah memiliki pengetahuan tersendiri dalam pengelolaan dan pemanfaatan berbagai tanaman termasuk tanaman obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kondisi agroekosistem pekarangan masyarakat, menganalisis tingkat pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanaman obat, menganalisis tingkat pengelolaan tanaman obat, menganalisis hubungan pengetahuan lokal dengan tingkat pengelolaan tanaman obat, dan menganalisis hubungan pengetahuan lokal dengan kondisi agroekosistem pekarangan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan didukung dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroekosistem pekarangan masyarakat sudah dimanfaatkan secara optimal. Hal ini dapat dilihat dari kondisi pekarangan masyarakat yang ditanam berbagai jenis tanaman termasuk tanaman obat. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan lokal masyarakat mengenai tanaman obat tergolong sedang, sedangkan tingkat pengelolaan  tanaman obat tergolong dalam kategori tinggi. Berdasarkan uji statistik yang dilakukan, tidak terdapat hubungan antara pengetahuan lokal dengan tingkat pengelolaan tanaman obat.Kata kunci: kesehatan, nafkah, pekarangan, tanaman obat
Pengaruh Pemimpin terhadap Produktivitas Komunitas Waria Migran dan Peranan Waria dalam Pembangunan Desa Dita Pratiwi; Lala M Kolopaking
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 1 No. 3 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.1.3.379-396

Abstract

Al-Fatah boarding transvestites in jagalan village had establish since 2008 involving transvestites migrants who come from different regions. Their goal was in boarding school is to repair transvestites to be more productive. Pesantren leaders are important actors in the establishment and implementation of activities in these schools. Research objectives, namely: identify the effect of leadership level (level of ability, the level of personality and leadership style) on the level of productivity of the migrant transvestites community; analyze the effect of the productivity level of the migrant transvestites community on the level transvestites did in Jagalan Rural development and village of transvestites. Quantitative research methods approach supported by survey method qualitative data through in-depth interviews. The results showed that the level of leadership (ability level, the level of personality and leadership style) influence the level of productivity of the migrant transvestites community. Productivity levels affect the level of village development and village of origin Jagalan transvestites. Transvestites did ini rural development is realized through donations of money, goods or labor provided to the migrant transvestites community Jagalan village or family parties in their respective home villages.Keywords: rural development, leader, productivity, migrant transvestites-------------------------------------------------------------------------------------------ABSTRAKPesantren Waria Al-Fatah di Desa Jagalan sudah berdiri sejak tahun 2008 dengan melibatkan waria migran yang datang dari berbagai daerah. Tujuan mereka berada di Pesantren Waria adalah untuk memerbaiki kehidupan menjadi lebih produktif. Pemimpin pesantren merupakan aktor penting dalam pendirian dan pelaksanaan kegiatan di pesantren ini. Tujuan penelitian, yaitu: mengidentifikasi pengaruh tingkat kepemimpinan (tingkat kemampuan, tingkat kepribadian, dan gaya kepemimpinan) terhadap tingkat produktivitas komunitas waria migran; menganalisis pengaruh tingkat produktivitas komunitas waria migran terhadap tingkat peranan waria dalam pembangunan Desa Jagalan dan desa asal waria. Metode penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang didukung data kualitatif melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepemimpinan (tingkat kemampuan, tingkat kepribadian, dan gaya kepemimpinan) memengaruhi tingkat produktivitas komunitas waria migran. Tingkat produktivitas memengaruhi tingkat peranan waria dalam pembangunan Desa Jagalan dan desa asal waria. Peranan waria  dalam pembangunan desa diwujudkan melalui sumbangan berupa uang, barang, atau tenaga kerja yang diberikan komunitas waria migran kepada pihak Desa Jagalan ataupun pihak keluarga di desa asal masing-masing.Kata kunci: pembangunan desa, pemimpin, produktivitas, waria migran

Filter by Year

2017 2025